Anda di halaman 1dari 10

Metode Pengadaan Perbekalan Farmasi

1. Metode E-Purchasing
yang merupakan tatacara pembelian barang dengan melalui sistem E-katalog.
e - Katalog adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi
teknis dan harga barang/jasa tertentu. Pencantuman harga dan spesifikasi teknis suatu
barang/jasa berdasarkan pada kontrak payung antara LKPP dan Penyedia Barang/Jasa.
e-Katalog sebagai dasar bagi K ( kementrian) /L (lembaga) /D (dinas) /I (instansi)
melakukan pemesanan barang/jasa melalui e-Purchasing.
2. Metode Lelang
dimana obat tidak tersedia di dalam E-katalog dan nominal anggarannya senilai > 200
juta.
3. Pengadaan Langsung
Obat yang dibutuhkan tidak tersedia di dinas kesehatan sehingga oleh puskesmas obat
harus diaadakan secara langsung melalui PBF dengan nominal anggaran <10 juta.
4. Metode penunjukan langsung
digunakan untuk pengadaan obat dengan penyedia tunggal dengan nominal anggaran
> 50 juta < 200 juta.

Proses Keputusan Penggunaan Kontrak Payung (FA)

tdk

barang/j
asa

kebutuha
n
berulang
y

strategis atau
kebutuhan tdk
terencana
tdk
apakah
anggaran yg
dikeluarkan
cukup
besar dlm 1
thn

highly
complek/tehnical
y
a

barang atau jasa


bersifat standar atau
kompleks

ya
l
o
w
m
o
d
e
r
a
t
e

apakah
terdapat
pengaruh
negatif dr
suplai
market

bukan materi
FA

FA
berdasar
psl 110

tidak

bagaimana sifat
alamiah
demand &
suplay

single buyer
dengan
single or
multisuplier

single buyer
dengan
single or
multisuplier

FA
berdasa
r pasal
53

keterangan :
Kontrak Payung dibuat oleh LKPP dengan penyedia (industri Farmasi) untuk menetapkan harga yang
nantinya akan dicantumkan di dalam E-katalog. Pengaturan Kerangka harus digunakan untuk
meningkatkan persaingan. Perjanjian Kerangka tidak untuk digunakan di mana mereka mungkin
memiliki dampak negatif pada tingkat persaingan di pasar atau kemampuan untuk Usaha Kecil Mikro
atau perusahaan untuk bersaing.
Lulus = Hal ini dianggap bahwa, berdasarkan sifat dan struktur pasar, pembentukan Persetujuan
Kerangka Kerja tidak akan memiliki dampak negatif pasar.
Gagal = Hal ini dianggap bahwa pembentukan Persetujuan Kerangka Kerja akan berdampak negatif
terhadap pasar, seperti mengurangi / membatasi persaingan atau kemampuan untuk Usaha Kecil dan
Mikro perusahaan untuk bersaing.
Penetapan Harga Obat di E-Katalog
Kemenkes

Std Harga dipasaran dan RKO

LKPP
KAK dan HPS

Diumumkan di Web LPSE

Pembukaan Penawaran

SPH (Surat Penawaran Harga)

Pemenang

E-Katalog

Kontrak Payung

PPK

Flow Chart Pengadaan Barang Metode E-Purchasing

Perencanaan RKO

Menentukan obat yang ada di E-katalog&yang tidak ada di E-katalog


berdasarkan RKO

penunjukan PPK, Panitia pengadaan atau pejabat pengadaan

Penyusunan HPS dan KAK oleh PPK

obat yang ada di E-katalog

penyedia program LPSE

Diproses melalui ULP

pemesanan melaui sistem E-purchasing


oleh pejabat pengadaan

persetujuan penyedia

Persetujuan pesanan oleh PPK

penyedia
menolak

pengadaan manual sesuai


perpres

Penyusunan SPK dan SP

Penerimaan barang 100%,dilakukan


pemeriksaan dan Berita acara serah terima

pembayaran
oleh pejabat
jika obat datang
100%

disimpan di gudang dengan sistem FEFO dan


FIFO

Keterangan :
Pembentukan : Pejabat pembuat Komitmen, Pejabat pengadaan atau Panitia Pengadaan
PPK membuat rencana pengadaan obat sesuai dengan Rencana kebutuhan obat dan
ketersediaan anggaran, HPS ditetapkan berdasarkan harga di E-katalog kemudian diproses
melalui ULP untuk memisahan obat yang tersedia di E-katalog atau tidak, jika obat tersedia
maka pejabat membuat pemesanan dengan metode E-purchasing. Selanjutnya akan dilakukan
konfirmasi apakah penyedia menolak atau menyetujui pemesanan yang sudah dilakukan, jika
penyedia setuju maka akan dilakukan persetujuan pemesanan oleh PPK.
selanjutnya pihak distributor akan mengirimkan orang ke dinas untuk melakukan kontrak
kerja yang dinamakan dengan Surat Perintah Kerja yang ditanda tangani oleh pejabat
pengadaan dengan pihak distributor dan menyusun SP. Perjanjian kontrak dikirim ke ULP
dan diunggah e aplikasi E-purchasing. Barang yang datang disesuaikan dengan faktur dan
diterima oleh tim penerima dan dibuat berita acara penerima hasil pekerjaan jika barang
sudah sesuai maka di serah terimakan ke pejabat pengadaan yang selanjutnya disimpan
dengan sistem FEFO dan FIFO. Pembayaran dilakukan oleh PPTK jika sema pesanan obat
sudah tersedia.

Flow Chart Pengadaan Metode Lelang


Pembuatan KAK dan HPS oleh
PPK
jadwal
Pendaftaran
(berminat)
Penawaranpenyedia
Harga / Dokumen

Diserahkan ke Pejabat Pengadaan


penyedia/
PBF yg
mempunyai
password
dpt login ke
LPSE

Diproses Melalui ULP

Di umumkan melalui Internet

Web
LPSE/ULP

jadwal

Pendaftaran penyedia (berminat)

Penawaran Harga / Dokumen

Evaluasi Penawaran Harga

Berita Acara

Pengumuman Pemenang

jika tidak ada sanggahan dilakukan penetapan pemenang oleh PPK

Penandatanganan Kontrak SPK

Pembuatan SP
pembayaran oleh
pejabat pengadaan
Penerimaan Barang Oleh Pejabat

Penyimpanan di Gudang Metode FEFO dan FIFO

Keterangan :
Perbekalan Farmasi yang dibutuhkan oleh dinas kesehatan tidak tersedia di dalam E-katalog,
maka dari itu dinas kesehatan mengadakan lelang dimana proses pelelangan tersebut yaitu
PPK membuat HPS berdasarkan Harga reguler apotek yaitu HNA + PPN kemudian
diserahkan ke pejabat pengadaan dan diproses melalui ULP, diumumkan di internet selama
40 hari yang nantinya akan dilihat oleh vendor

penyedia yang sudah terdaftar dan

mempunyai password LKPP, vendor dan penyedia mendaftar untuk mengikuti penawaran
harga, selanjutnya para penyedia vendor akan melakukan penawaran harga dan dibuat
dokumen penawaran harga. Harga tersebut selanjutnya akan di evaluasi dengan output berita
acara. Setelah pemenang di tentukan dan tidak ada sanggahan maka ditetapkanlah pemenang
lelang dan dibuatlah SK Penetapan Pemenang lelang. Selanjutnya penyedia akan menunjuk
PBF yang nantinya akan menyediakan perbekalan farmasi untuk dinas kesehatan. Selanjutnya
diadakan penandatanganan kontrak antara PBF dengan pejabat pengadaan yang dinamakan
dengan kontrak SPK ( Surat Perintah Kerja). Dimana surat ini juga bertindak sebagai surat
pesanan ke PBF tersebut. Obat yang dikirimkan diterima oleh tim penerima, disesuaikan
antara jumlah yang di pesan di dalam faktur dengan jumlah barang yang datang, dilakukan
pengecekan juga terhadap ED dan No Batch dan selannjutnya diserah terimakan ke pejabat
pengadaan. Obat yang sudah diterima di simpan di dalam gudang dengan sistem
penyimpanan FEFO dan FIFO sebelum didistribusikan ke puskesmas. Pembayaran dilakukan
jika semua perbekalan farmasi yang dipesan sudah tersedia semua.

Pengadaan Perbekalan Farmasi Metode Pengadaan Langsung (<10 juta)

Pengelola Obat
(Apoteker Puskesmas)

Pembuatan Daftar Kebutuhan Obat

Pengajuan Ke Dinas

Setuju (obat tdk ada di dinas )

Tidak Setuju (obat ada di dinas)

Pembelian Langsung ke PBF

Penerimaan Barang

Pembayaran

Penyimpanan

Keterangan :
Pengelola obat di puskesmas menyusun Rencana Kebutuhan Obat ( RKO ) yang selanjutnya
akan diajukan ke dinas kesehatan, jika di gudangan obat dinas kesehatan obat yang diajukan
tadi tidak tersedia maka pihak dinas menyetujui untuk diadakan secara langsung melalui PBF.
Selanjutnya dilakukan pemesanan oleh pengelola instalasi farmasi di puskesmas dengan
catatan anggaran yang digunakan <10 juta. Barang yang datang disesuaikan dengan faktur

dan kemudian disimpan dengan sistem FEFO dan FIFO. Pembayaran dilakukan dengan
sistem cash

Flow Chart Pengadaan dengan metode Penunjukan Langsung

Permintaan Penawaran Harga


oleh Dinkes

penawaran harga oleh penyedia

Evaluasi

Negosiasi

Penetapan Penyedia

Kontrak

Penerimaan Barang

Penyimpanan

Keterangan :
mekanisme pengadaan dengan metode penunjukan langsung dilakukan oleh dinas keshatan
dengan penyedia tunggal adalah penyedia (industri farmasi) membuat surat penawaran harga
( SPH ), setelah diterima oleh tim panitia pengadaan maka pihak dinas dapat mengajukan
penawaran harga ke penyedia yang nantinya akan di evaluasi oleh pihak penyedia. Pihak

penyedia selanjutny melakukan negosiasi terhadap harga yang ditawar oleh panitia
pengadaan barang dinas kesehatan. Selanjutnya setelah disetujui maka diterbitkan SK
penetapan penyedia yang selanjutnya akan di lakukan perjanjian kontrak antara panitia
pengadaan dengan PBF yang di tunjuk oleh penyedia. Obat yang dikirimkan diterima oleh
tim penerima, disesuaikan antara jumlah yang di pesan di dalam faktur dengan jumlah barang
yang datang, dilakukan pengecekan juga terhadap ED dan No Batch dan selannjutnya diserah
terimakan ke pejabat pengadaan. Obat yang sudah diterima di simpan di dalam gudang
dengan sistem penyimpanan FEFO dan FIFO sebelum didistribusikan ke puskesmas.
Pembayaran dilakukan jika semua perbekalan farmasi yang dipesan sudah tersedia semua.