Anda di halaman 1dari 2

Pembukaan

Selamat pagi pemirsa, kembali bersama saya Risma Ayu Yulianti di acara Seputar
Indonesia, untuk mengabarkan berita-berita yang teraktual dan terpercaya, yang
kami rangkum dalam Seputar Indonesia pagi ini.

Isi
Berita Pertama
Jakarta - Pembangunan tidak mungkin berhasil tanpa keberhasilan di bidang
pendidikan. Negara akan maju jika warganya mendapat pendidikan yang layak.
Tanpa kecuali hingga pelosok desa, pendidikan harus bisa dirasakan.
Inilah salah satu isi sambutan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Puan Maharani yang hadir di Forum Ilmiah dan Seminar Internasional Fakultas
Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo, Rabu
(9/9/2015) seperti tertulis dalam keterangannya.
"Saya ingin menegaskan bahwa pendidikan harus dapat dinikmati secara merata
bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir hingga Pulau
Rote. Inilah salah satu tekad kita bersama agar tak satu pun anak Indonesia yang
tidak masuk sekolah. Pendidikan bukanlah untuk pencitraan," kata Puan.
Puan secara khusus menekankan pentingnya meningkatkan kualitas guru. Sudah
sewajarnya Indonesia mempunyai lembaga pendidik yang hebat, yang mampu
hasilkan tenaga pengajar dengan kualitas terbaik.
"Banyak pengalaman di negara lain dengan memajukan pendidikan karakter
bangsa, maka bangsa tersebut akan menjadi lebih maju dalam bidang ilmu
pengetahuan, teknologi dan budaya. Itulah sebabnya kita harus memperkuat
pembangunan karakter bangsa. Nawa Cita sebagai sendi kebijakan
pemerintahan sekarang sangat menekankan pada perbaikan karakter bangsa,
yang lebih dikenal dengan Revolusi Mental," papar Puan.
Menurut Puan, saat ini angka anak usia sekolah yang putus sekolah karena
alasan ekonomi atau geografis atau budaya masih tinggi. Belum lagi status
tingkat pendidikan tenaga kerja. Pada tahun 2013, sebanyak 50 persen tenaga
kerja hanya berpendidikan SD ke bawah atau 70 persen tenaga kerja
berpendidikan setingkat SMP ke bawah atau sekitar 90 persen tenaga kerja
hanya berpendidikan setingkat SMA ke bawah.
Harapannya, para pendidik menjadi bagian utama untuk mencapai
pembangunan manusia seutuhnya.Bangsa Tiongkok, Jepang, Korea Selatan,
Finlandia berhasil bangkit setelah Perang Dunia II karena sejak awal
kemerdekaan memperkuat pembangunan pendidikan dan karakter anak
bangsanya.

Berita Kedua
Kuala Lumpur - Asap dari Sumatera, Indonesia sampai juga ke Malaysia. Di sana
asap pekat, warga mesti memakai masker apabila keluar rumah.
Soal asap ini juga menjadi pemberitaan hangat di Malaysia. Bahkan dituliskan di
sebuah media cetak bahwa seharusnya mereka bisa melihat langit cerah, namun
terganggu karena asap.

Seperti disampaikan warga Indonesia di Malaysia, Andri, Jumat (11/9/2015) asap


pekat terlihat dari ketinggian gedung di Petaling Jaya, Malaysia.
"Hari ini memang lebih parah, status teman-teman Indonesia yang di sini juga
sudah pada ke pharmacy nyari masker," jelas dia.
Asap memang menutup seluruh kawasan. Tidak diketahui sampai kapan kabut
asap ini akan berlangsung.

Berita Ketiga
Jeddah - Badai pasir ternyata tidak hanya mengganggu penerbangan haji Garuda
Indonesia dengan nomor flight GA 7274 saja. Penerbangan haji Indonesia yang
menggunakan Saudi Airlines SV 2505 yang membawa penumpang kloter 42 dari
Surabaya juga dialihkan.
"Ada dua pesawat, yakni JKG 27 dan SUB 42 yang terpaksa dialihkan ke Bandara
Madinah," kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi
Nurul Badruttamam kepada Tim MCH di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (8/9/2015)
malam.
Kedua penerbangan itu sudah mendarat di Jeddah dengan selamat semalam.
Namun tiga orang penumpang terpaksa mendapatkan perawatan khusus karena
pekatnya pasir yang melingkupi bandara King Abdul Aziz di Jeddah.
"Ketiganya ada riwayat penyakit asma dan paru-paru kronis, sehingga harus
mendapatkan perawatan," ujar Agung.
Setelah diberikan injeksi, infusan, dan obat respirasi, ketiga jemaah tersebut
langsung bergabung kembali bersama rombongan satu kloternya. Setelah itu,
prosesi miqat di bandara lalu perjalanan ke Makkah berjalan dengan baik.
"Jemaah langsung dibagikan masker, air minum, dan dibimbing untuk persiapan
berihram. Sampai bus, langsung kami berikan makanan," ujar Kepala Seksi
Perlindungan Jamaah Daker Bandara Jeddah-Madinah AKBP Jajang Hasan Basri.

Penutup
Berita tadi telah menutup perjumpaan kita dalam acara Seputar Indonesia pagi
ini. Saya Risma Ayu Yulianti mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa.