Anda di halaman 1dari 29

Case Report

Preeklampsia Berat

Oleh:
Ahmad Setyadi
Pembimbing:
Dr. Hilwah Nora, M.Med, S.ci.Sp.OG

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Preeklampsia

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Faktor risiko

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Faktor imunologis

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

TD sistolik
Proteinuria
Gangguan
Oliguria
Nyeri
Edema
Trombositopenia
epigastrik
pulmonal
penglihatan
>5 gr/24 jam
dan
atau
serebral
+4

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Kriteria minimum

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan

LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Kegiata
n

Kasus

Hasil

1. Seksio
Saesarea

ai Distosia PK 2,
preeklampsia berat,
susp CPD, syarat
ekstraksi tidak
terpenuhi

Lahir bayi Laki-laki,


BB 3760 gram, PB 50
cm, AS 8/9, BS ~ 38
minggu

Ny. Nurul Hadi, 32 Th

KB : -

G3P2 Hamil 37-38


minggu, Janin
presentasi kepala
tunggal hidup,
Distosia PK 2,
Preeklamsia Berat,
Susp CPD, Syarat
ekstraksi tidak
terpenuhi, Obese

Pasien meninggal 8
jam postoperasi,
bayi dalam keadaan
baik sudah pulang
Analisa Masalah:
Penyebab kematian
suspek DIC, syok
hipovolemik
irreversibel,
keterlambatan
penanganan dan
merujuk

Ny. Nurul Hadi, 32 Th


G3P2 Hamil 37-38 minggu, Janin presentasi kepala
tunggal hidup, Distosia PK 2, Preeklamsia Berat, Susp
CPD, Syarat Ekstraksi Tidak Terpenuhi, Obese

7/08/2014 pukul 05.00


Keluhan utama : ibu ingin meneran
RPS : Pasien mengaku hamil 9 bulan, HPHT 20/11/2013, TTP
PENDAHULUAN
27/8/2014~37-38 minggu. Pasien selama ini kontrol
kehamilan di bidan, SpOG, USG 1x dikatakan janin dalam
TINJAUAN PUSTAKA
keadaan baik. Keluar cairan ketuban ada, keluar lendir
Definisi
darah ada, his 7 jam SMRS. Gerakan janin aktif dirasakan
Etiologi
ibu. Pasien mengaku tidak punya riwayat darah tinggi
Patofisiologi
sebelumnya, nyeri kepala tidak ada, mual tidak ada,
muntah tidak ada, nyeri ulu hati tidak ada, pandangan
Manifestasi
kabur tidak ada. Pasien sebelum datang ke rumah sakit
Klinis
datang ke bidan kemudian dipimpin untuk persalinan
Diagnosis
namun tidak ada kemajuan persalinan, dan akhirnya
dirujuk ke rumah sakit.
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS Riw menstruasi: menarche usia 11 thn, teratur, 6 hr, GP 2ANALISIS KASUS

3x/hr, nyeri haid(-)


Riw peny dahulu : Asma, Hipertensi, Jantung, Diabetes, dan
Alergi disangkal
Riw peny keluarga : Asma, Hipertensi, Jantung, Diabetes, dan
Alergi disangkal
Riwayat pernikahan : 1 kali
Riw KB : (-)

Pemeriksaan Fisik
KU: baik, CM BB: 80 kg TB: 146 cm BMI: 37,5
TD 190/110 mmHg, Nadi 98x/menit. RR 20 x/menit,
Suhu 36,8 C
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Status generalis:
Mata : Konjungtiva anemis tidak ada, sklera ikterik
tidak ada
Jantung : BJ I-II murni reguler, murmur tidak ada, gallop
tidak ada
Pulmo: Vesikuler kanan=kiri, wheezing tidak ada, ronkhi
tidak ada
Abdomen: Membesar sesuai usia kehamilan
Ekstremitas: Akral hangat, edema pretibial +/+
Status obstetri:
TFU 36 cm, punggung kanan, kepala, TBJ 3720 gr, his
4x/10/40, DJJ 140 dpm
I : V/U dalam batas normal
VT: pembukaan 10 cm, selaput ketuban (-), kepala H III,
UUK anterior

Hb

Laboratorium
: 14 gram/dl ( 12-14 gram/dl )

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Leukosit
: 16.400 /ul ( 4100-10500 /ul )
Trombosit : 189.000 /ul (150000-400000 /ul )
Ht
: 37,8 % ( 40-55 % )
KGDS : 129 mg/dl ( 100-140 mg/dl )
BT
: 130 ( 2-5 )
CT
: 815( 5-15 )
Proteinuria : +4
Kesan : proteinuria e.c PEB

A: G3P2 Hamil 37-38 minggu, Janin presentasi kepala


tunggal hidup, Distosia PK 2, Preeklamsia Berat, Susp
CPD, Syarat Ekstraksi Tidak Terpenuhi, Obese
P:

R. Dx/

Observasi tanda vital, his, DJJ


Cek darah rutin dan urinalisis
Cek laboratorium lengkap, GDS, CT/BT,
Ur/Cr, SGOT/SGPT, LDH, Albumin,
Asam urat
Observasi tanda-tanda perburukan
preeklampsia berat
Konsul Kardiologi, Mata

R. Th/

Rencana partus perabdominam SC cito


Tatalaksana PEB:
Bolus MgSO4 40% 4 gram perlahan selama
10 menit
Mg SO4 maintenance 1gr/jam sampai 24
jam
Nifedipin 4x10 mg
NAC 3x600 mg
Vit C 2x400 mg intra vena
Elevasi kepala 30
Balans cairan seimbang 1800 cc /24 jam

R. Ed/

Menjelaskan pada keluarga tentang rencana


yang akan di lakukan
Motivasi ASI dan dan KB

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Laporan SC

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

7/8/2014 pkl. 06.15-08.15 wib


Vital sign pre op: TD 150/90 mmHg, HR 90x/i, RR 18x/i
Seksio Sesarea a.i Distosia PK 2 ec susp CPD, syarat ekstraksi tidak terpenuhi
Pasien dalam posisi supine dalam anestesi regional spinal
Asepsis dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya dengan povidon iodine
Insisi Pfannenstiel pada dinding abdomen, sampai dinding abdomen dibuka
Setelah peritoneum dibuka tampak uterus gravidus
Segmen Bawah Rahim diidentifikasi, segmen bawah rahim disayat tajam,
ditembus tumpul dan dilebarkan secara tumpul kearah lateral .
Bayi dilahirkan dengan meluksir kepala namun sulit karena kepala sudah turun,
tangan menggapai kepala bayi, kepala ditarik keatas kemudian kepala bayi
diluksir, Lahir bayi Laki-laki, BB 3760 gram, PB 50 cm, AS 8/9, BS ~ 38
minggu
Air ketuban keruh sedikit
Implantasi plasenta dinilai, didapatkan plasenta berimplantasi di fundus,
dengan tarikan ringan pada tali pusat, dilahirkan plasenta kesan lengkap.
Dilakukan eksplorasi didapatkan robekan pada sudut kanan dan kiri segmen
bawah rahim hingga ke bagian bawah dekat dengan ligamentum rotundum
diduga karena kesulitan dalam meluksir kepala bayi, dicari ujung dari robekan
dilakukan hemostasis dan penjahitan SBR dengan vicryl no 1. dipastikan tidak
ada perdarahan
Dilakukan eksplorasi lagi kedua tuba dan ovarium kiri dan kanan dalam batas
normal, dipastikan tidak ada perdarahan.
Cavum abdomen dicuci dengan NaCl 0,9%
Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis. Peritoneum dijahit jelujur dengan
chromic cat gut 2.0.
Otot dijahit interuptus dengan benang polisorb 1. Fascia dengan jahitan jelujur
dengan polisorb 1, kulit dengan jahitan subkutikuler dengan prolene 3.0.
Alat dan kassa lengkap.
Operasi selesai, perdarahan selama operasi 1500 cc, urin jernih 200 cc.

Pemeriksaan Laboratorium

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis

07/08/2014

07/08/2014

07/08/2014

Nilai

03.54

10.38

12.33

Normal

Hemoglobin

14

7,1

4,6

12-15

Hematokrit

37,8

19,7

13,2

37-47

16.000

29.700

17.200

4.500-

Leukosit

10.500
Trombosit

189.000

216.000

63.000

150.000450.000

KGDS

129

<200

Ureum

20

13-43

LAPORAN KASUS

Creatinin

2,3

0,51-0,95

ANALISIS KASUS

CT

815

5-15

BT

130

1-7

+4

Penatalaksanaan

Proteinuria

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

10.00 wib
S/lemas (+), nyeri kepala (-), pandangan kabur (-), nyeri
ulu hati (-)
O/
KU : lemah, Kesad : CM, TD : 80/60 mmHg, N : 123x/mnt,
RR : 18x/mnt, S : 36.4C,
St. Generalis :
mata: konjunctiva pucat (+)
Abdomen: soepel, peristaltik (+) normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas: pucat (+)
St. Obstetri : TFU 2jbst, kontraksi baik
I : V/U tenang, perdarahn aktif (-)
A/
P3 post SC ai distosia PK 2, syarat ekstraksi tidak
terpenuhi, CPD
Preeklamsia Berat
Syok hipovolemik
Anemia ec perdarahan
Susp DIC
P/
Observasi tanda vital, kontraksi, perdarahan, perburukan
PEB
Cek DR, SGOT/SGPT, Ur/Cr, albumin, LDH, asam urat,
fibrinogen, D-dimer, PT,aPTT

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Rth:
Tatalaksana PEB
Tatalaksana syok
Transfusi PRC Hb> 10 g/dL
Inj ceftriaxon 2 gr/24 jam
Inj transamin 500 mg/8 jam
Inf metronidazole 500 mg/6
jam
Drip oksitosin 20 IU dalam RL
500 cc per 8 jam sampai 24
jam
Diskusi dengan konsulen
anestesi transfusi WB 3 kolf,
sambil menunggu darah
guyur dengan FIMAHES 1000
cc dan Gelofusin 1000 cc

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

14.30 wib
S/lemas (+), nyeri kepala (-), pandangan kabur
(-), nyeri ulu hati (-)
O/
KU : lemah, Kesad : CM, TD : 100/75 mmHg,
N : 120x/mnt, RR : 18x/mnt, S : 36.4C,
St. Generalis :
mata: konjunctiva pucat (+)
Abdomen: soepel, peristaltik (+) normal, nyeri
tekan (-)
Ekstremitas: pucat (+)
St. Obstetri : TFU 2jbst, kontraksi baik
I : V/U tenang, perdarahn aktif (-)
A/
P3 post SC ai distosia PK 2 7 jam uang lalu,
syarat ekstraksi tidak terpenuhi, CPD
Preeklamsia Berat
Syok hipovolemik
Anemia ec perdarahan
Susp DIC
P/
Observasi tanda vital, kontraksi, perdarahan,
perburukan PEB
Cek fibrinogen, D-dimer, PT, aPTT

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Rth:
Tatalaksana PEB
Tatalaksana syok
Transfusi PRC sd Hb> 10 g/dL
Inj ceftriaxon 2 gr/24 jam
Inj transamin 500 mg/8 jam
Inf metronidazole 500 mg/6 jam
Drip oksitosin 20 IU dalam RL
500 cc per 8 jam sampai 24 jam
Konsul ulang DPJP pasien dengan KU
tetap lemah klinis anemia, setelah
mendapat transfusi WB 2 kolf dan
PRC 3 kolf pasien renc
relaparatomi rujuk RSUDZA karena
RSIA OKA rusak
Diskusi dengan dr.Hasanuddin SpOG
(K): pasien dengan kondisi diatas
sebaiknya dilakukan relaparatomi
bila tidak dijumpai perdarahan
didalam abdomen pasang drain.

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Pasien dirujuk dari RSIA untuk


dilakukan relaparotomi.

Pasien tiba di RSUDZA pukul 15.45


WIB dan langsung ke ruang OKA,
pasien dengan KU lemah, nadi
120x/i lemah, pasien ditransfer ke
OKA 3 pukul 16.00 pasien arrest
dilakukan intubasi dan RJPO oleh
sejawat anestesi selama 30 menit
pupil dilatasi maksimal, EKG
flat pasien dinyatakan meninggal
didepan dokter dan perawat

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Penurunan Hb secara
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS

Kemungkinan penyebab kematian pa


PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Etiologi
Patofisiologi
Manifestasi
Klinis
Diagnosis
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
ANALISIS KASUS
KESIMPULAN

TERIMA KASIH