Anda di halaman 1dari 2

3.

Rencana asuhan Keperawatan


Diagnosa
Keperawatan
1 Resiko tinggi infeksi
berhubungan dengan
pertahanan primer
tidak adekuat.

No

Tujuan Umum

Tujuan Khusus

Intervensi

Rasional

Setelah
dilakukan Mencapai penyembuhan luka 1. Tekankan pentingnya tekhnik Mencegah kontaminasi silang ;
intervensi
cuci tangan untuk pencegahan menurunkan resiko infeksi
tepat waktu bebas eksudat
Mencegaha terpajan pada
keperawatan,
infeksi silang
perulen dan tidak demam.
2. Gunakan handscoon dan tekhnik oragnisme infeksius
diharapkan
paparan
aseptik ketat selama perawatan Tergantung tipe/luasnya(misalnya
infeksi dapat di atasi
luka langsuang dn berikan piliha pengobatan luka) isolasi
pakaian yang bersih.
dapat di rentang dari luka
3. Implementasikan tekhnik isolasi sederhana/kulit sampai
uang tepat sesuai dengan komplit/sebaiknya unutk
indikasi
menurunkan resiko tinggi
kontimasi silang/terpajan pada
flora bakteri multipel.
2 Gangguan citra tubuh Setelah dilakukan
Menyatakan penerimaan
1. Kaji makna kehilangan
Episode traumatik mengakibatkan
berhubungan dengan intervensi
perubahan tehadap orang
situasi diri
perubahan tiba-tiba tak diantisipasi
Bicara dengan keluarga
kecatatan kulit.
keperawatan,
terdekat
membuat kehilangan pada
2. Terima dan akui ekspresi
diharapkan
terdekat tentang situasi,
kehilangan yang aktual
frustasi, ketergantungan, marah, Penerimaan perasan sebagai respon
menyatakan
perubahan yang terjadi
kedukaan dan kemerahan.
penerimaan situasi diri
membuat tujauna
nomal terhadap apa yang terjadi
Perhatikan perilaku menerik diri membantu perbaikan.
realitas/rencana untuk masa
dan penggunaan penyangkalan Meningkatkan kepercayaan dan
depan
3.
Bersikap realistis dan positf
Memasukkan perubahan
mengadakan hubungan antara
selama
pengobatan,
pada
dalam konsep diri
pasien dan perawat.
penyuluhan
kesehatan
dan

Kata-kata
penguatan dapat
tanpaharag diri negatif.
menyusun tujuan dalam
mendukung terjdainya perilaku
keterbatasan
koping positif.

4. Berikan penguatan positif


terhadap kemajuan dan dorong
usaha unutk mengikuti tujuan
rehabilitasi.
( Marilynn E. Doengoes, 2000)