Anda di halaman 1dari 9

Petunjuk Teknis Pengelolaan Dukungan Fasilitasi

Dalam Akun Belanja Barang Non Operasional Lainnya


Untuk Wirausaha Muda Pemula dan
Sentra Kewirausahaan Pemuda melalui
Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda

1. Maksud
Maksud pemberian dukungan fasilitasi adalah untuk membantu para pemuda melalui
organisasi/lembaga/yayasan/perorangan dalam mengembangkan potensi kewirausahaan dalam
mewujudkan kemandirian pemuda.
2. Tujuan
a. Mendukung WMP yang memiliki usaha prospektif agar dapat memulai dan mengembangkan
usaha, sekaligus untuk mencetak wirausaha muda baru dalam rangka memperkuat
perekonomian bangsa.
b. Mengembangkan SKP sebagai basis pengembangan kewirausahaan pemuda, serta untuk
meningkatkan kinerja unit-unit usaha yang tergabung dalam sentra, baik untuk meningkatkan
volume produksi (kuantitas) ataupun mutu produk (kualitas).
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Petunjuk Teknis Dukungan Fasilitasi bagi WMP dan SKP melalui LPKP meliputi
latar belakang, deskripsi, mekanisme, tata kelola dukungan fasilitasi dan penutup.

BAB II

DESKRIPSI DUKUNGAN FASILITASI


UNTUK WIRAUSAHA MUDA PEMULA DAN
SENTRA KEWIRAUSAHAAN PEMUDA MELALUI
LEMBAGA PERMODALAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA

1 Pemberi Dukungan Fasilitasi


Dukungan Fasilitasi bagi WMP dan SKP, diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga
melalui Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, yang
penyalurannya dilakukan oleh LPKP.
Kegiatan ini merupakan salah satu pendukung program Pengembangan Kewirausahaan Pemuda
sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,
sekaligus sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2013 tentang
Susunan Organisasi, Personalia, dan Mekanisme Kerja Lembaga Permodalan Kewirausahaan
Pemuda (LPKP)
Pengembangan Kewirausahaan Pemuda dilaksanakan dalam bentuk pelayanan dan pengembangan
yakni: pelatihan, pemagangan, pembimbingan (mentoring), pendampingan, kemitraan, promosi
dan/atau bantuan akses permodalan. Bentuk-bentuk pelayanan tersebut dilakukan oleh Pemerintah
dan Pemerintah Daerah, serta membuka peluang bagi keterlibatan masyarakat baik secara sendirisendiri ataupun bekerjasama dengan pemerintah, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Dukungan Fasilitasi Kewirausahaan Pemuda ini
diberikan kepada WMP dan SKP yang disalurkan melalui LPKP.
2 Penerima Dukungan Fasilitasi
Penerima dukungan fasilitasi kewirausahaan pemuda tahun anggaran 2015 adalah WMP dan SKP
yang dibentuk organisasi /lembaga /yayasan yang mempunyai program /kegiatan /kepedulian
/usaha berkaitan dengan pengembangan kewirausahaan pemuda pemuda yang mengajukan
proposal kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga dan atau yang dipandang patut menerima
dukungan fasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Persyaratan Wirausaha Muda Pemula (WMP)


WMP yaitu pemuda Indonesia yang sedang merintis usahanya menuju wirausaha muda mandiri, baik
secara perorangan maupun berkelompok dalam satu usaha dengan syarat sebagai berikut:
1. Usia 16 sampai 30 tahun.
2. Memiliki identitas diri (KTP).

3. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi


4. Memiliki Rekening Bank pribadi
5. Bagi WMP perorangan, NPWP dan rekening bank atas nama perorangan, sedangkan bagi
WMP berkelompok, NPWP dan rekening bank atas nama usaha,
6. Memiliki satu usaha yang sedang dijalankan, paling lama 2 (dua) tahun.
7. Mengajukan surat permohonan ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, tembusannya
disampaikan kepada Seskemenpora selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Deputi
Bidang Pengembangan Pemuda selaku Ketua Pelaksana LPKP serta kepada Dinas Pemuda dan
Olahraga atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani Kepemudaan setempat
(provinsi/kabupaten/kota).
8. Melampirkan tanda terima (asli) surat tembusan yang ditujukan kepada Dinas Pemuda dan
Olahraga atau SKPD yang menangani Kepemudaan setempat (provinsi/kabupaten/kota).
9. Melampirkan proposal usaha yang prospektif lengkap dengan Rincian Anggaran Biaya (RAB).
Alokasi Anggaran
Alokasi anggaran dukungan fasilitasi bagi WMP dan SKP melalui LPKP Kementerian Pemuda dan
Olahraga tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 11.150.000.000,- (sebelas milyar seratus lima puluh juta
rupiah) yang dialokasikan untuk 346 (tiga ratus empat puluh enam) paket dukungan fasilitasi yang
terdiri 2 (dua) jenis yaitu:
1. Paket Dukungan Fasilitasi bagi WMP senilai maksimal Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta
rupiah) sebanyak 246 (dua ratus empat puluh enam) paket.
2. Paket Dukungan Fasilitasi bagi SKP senilai maksimal Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta
rupiah) sebanyak 100 (seratus) paket.
Penggunaan Dukungan Fasilitasi bagi WMP
Dukungan Fasilitasi bagi WMP digunakan untuk biaya/ pengeluaran sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.

Pembelian bahan baku utama dan bahan baku pembantu,


Biaya produksi,
Pemasaran/promosi produk,
Mengikuti pelatihan/kursus pengembangan kewirausahaan.

Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan dukungan fasilitasi tahun anggaran 2015 dilaksanakan dari tanggal 1
Februari sampai 30 November 2015. Pengajuan proposal dilakukan paling lambat tanggal 31 Oktober
2015 (cap pos).
Prosedur
Prosedur pemberian Dukungan Fasilitasi dilakukan sebagai berikut:

1. Pemohon mengajukan surat permohonan dengan melampirkan proposal yang ditujukan kepada
Menteri Pemuda dan Olahraga, tembusannya disampaikan kepada Seskemenpora selaku Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA) dan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda selaku Ketua
Pelaksana LPKP serta kepada Dinas Pemuda dan Olahraga atau SKPD yang menangani
Kepemudaan setempat (provinsi/kabupaten/kota).
2. Menteri Pemuda dan Olahraga mendisposisi

permohonan

kepada

Deputi

Bidang

Pengembangan Pemuda selaku Ketua Pelaksana LPKP pengelola kegiatan dukungan fasilitasi
untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda selaku Ketua Pelaksana LPKP mendisposisi
permohonan kepada Asisten Deputi (Asdep) pengelola kegiatan dukungan fasilitasi untuk
ditindaklanjuti dan diteruskan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengelola kegiatan
dukungan fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
4. PPK pengelola kegiatan dukungan fasilitasi meneruskan permohonan kepada POKJA LPKP
dan/ atau Tim Verifikasi agar melakukan telaah terhadap kelayakan proposal dari pemohon.
5. POKJA LPKP dan/atau Tim Verifikasi melakukan verifikasi dan telaah terhadap kelayakan
proposal yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dukungan fasilitasi, selanjutnya
menyerahkan proposal yang telah memenuhi persyaratan memperoleh dukungan fasilitasi
kepada PPK untuk ditetapkan sebagai penerima dukungan fasilitasi.
6. PPK pengelola kegiatan dukungan fasilitasi dengan persetujuan Deputi Bidang Pengembangan
Pemuda selaku Ketua Pelaksana LPKP menetapkan lembaga/
7. yayasan/organisasi/perorangan sebagai penerima dukungan fasilitasi, selanjutnya meneruskan
kepada Seskemenpora selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk mendapatkan
pengesahan.
8. KPA
menerbitkan

Surat

Keputusan

(SK)

pengesahan

tentang

lembaga/

yayasan/organisasi/perorangan sebagai penerima dukungan fasilitasi tahun anggaran 2015.


9. PPK pengelola kegiatan dukungan fasilitasi melakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama
dengan Pemohon selaku penerima dukungan fasilitasi.
10. Setelah Perjanjian Kerjasama ditandatangani antara Pemohon dengan PPK, selanjutnya PPK
melakukan proses pencairan Dukungan Fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penilaian Kelayakan
Penilaian kelayakan untuk mendapatkan dukungan fasilitasi dilakukan oleh POKJA LPKP dan/atau
Tim Verifikasi khususnya POKJA Verifikasi dan penyaluran permodalan sebagai POKJA yang secara
khusus ditugaskan untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan usaha serta memfasilitasi
penyaluran permodalan bagi WMP dan SKP
Untuk memproses permohonan dukungan fasilitasi, POKJA Verifikasi dan Penyaluran Permodalan
dan/atau Tim Verifikasi melaksanakan tugasnya sebagai berikut:
a. Melakukan pemeriksaan atas kelengkapan administrasi, legalitas, dan kelayakan substansi
proposal;

b. Melakukan verifikasi lapangan apabila diperlukan;


c. Melakukan pembahasan atas hasil telaah

dan

verifikasi

untuk

menentukan

organisasi/lembaga/yayasan/ perorangan yang layak mendapat dukungan fasilitasi;


d. Membuat berita acara dan menandatangani hasil telaah dan verifikasi;
e. Membuat dan menyampaikan laporan hasil telaah dan verifikasi kepada PPK pengelola
dukungan

fasilitasi

kegiatan

pengembangan

organisasi/lembaga/yayasan/perorangan

yang

layak

kepemudaan
mendapat

untuk

menetapkan

dukungan

fasilitasi

pengembangan kepemudaan untuk diproses lebih lanjut sesuai prosedur yang telah ditentukan.
1. Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan penilaian administrasi dan penilaian lapangan jika
diperlukan.
1. Penilaian Administrasi Penilaian administrasi meliputi legalitas dan substansi proposal guna
meneliti kelayakan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
2. Penilaian Lapangan Jika memerlukan penilaian lapangan maka visitasi kelapangan dilakukan
terhadap calon penerima dukungan fasilitasi untuk mengetahui:
a. Keberadaan organisasi/lembaga/yayasan/ perorangan yang mengajukan proposal;
b. Kelayakan organisasi/lembaga/yayasan/perorangan yang akan menyelenggarakan
program/kegiatan;
c. Kemampuan sumber daya manusia organisasi/lembaga/ yayasan/ perorangan dalam
penyelenggaraan program/kegiatan;
d. Ketersediaan prasarana dan sarana yang dapat menunjang penyelenggaraan program/
kegiatan;
e. Kesesuaian antara proposal dengan kenyataan yang ada di lapangan;dan
f. Komitmen pengelola organisasi/lembaga/ yayasan/perorangan dalam penyelenggaraan
program/kegiatan yang akan dilaksanakan beserta pertanggungjawabannya.
2. Laporan Hasil Penilaian
POKJA Bidang Verifikasi dan Penyaluran Permodalan dan/atau Tim Verifikasi membuat laporan
hasil penilaian dan telaah terhadap kelayakan proposal yang memenuhi persyaratan untuk
mendapatkan dukungan fasilitasi, kemudian menyerahkannya kepada PPK untuk ditetapkan
sebagai penerima dukungan fasilitasi dengan persetujuan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda
selaku Ketua Pelaksana LPKP.
Perjanjian Kerjasama
Sebelum dukungan fasilitasi diberikan kepada penerima dukungan fasilitasi sebagaimana disebutkan
dalam Surat Keputusan Seskemenpora selaku KPA, PPK dengan persetujuan Deputi Bidang
Pengembangan Pemuda selaku Ketua Pelaksana LPKP dan disahkan oleh Seskemenpora selaku KPA

wajib melakukan Perjanjian Kerjasama dengan Penerima Dukungan Fasilitasi. Perjanjian Kerjasama
tersebut memuat antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Dasar pembuatan perjanjian kerjasama;


Nomor dan tanggal DIPA;
Kode Kegiatan/Sub Kegiatan/Kode Akun;
Nomor dan tanggal surat perjanjian;
Nama para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerjasama;
Rekening Penerima Dukungan Fasilitasi;
Tata cara dan syarat yang diperjanjikan;
Hak dan kewajiban para pihak;
Jangka waktu penyaluran bantuan dan penyelesaian pekerjaan;
Ketentuan sanksi;dan
Tanda tangan dan nama para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerjasama.

Cara Pencairan Dukungan Fasilitasi


Proses pencairan Dukungan Fasilitasi menggunakan 2 (dua) cara yakni dengan cara Langsung (LS)
dan dengan cara pemberian Tambahan Uang Persediaan (TUP).
1. Pencairan Langsung (LS) dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu:
a. Langsung (LS) 100 % yakni dibayarkan sekaligus melalui rekening bank Penerima Dukungan
Fasilitasi

(transfer)

apabila

seluruh

kegiatan

telah

dilaksanakan

dan

dokumen

pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan telah diterima oleh Kementerian Pemuda dan
Olahraga.
b. Langsung (LS) 3 (tiga) tahapan yaitu dibayarkan melalui rekening bank Penerima Dukungan
Fasilitasi (transfer) bertahap yakni: Tahap Pertama 40 %, Tahap Kedua 30 % dan Tahap Ketiga
30 % dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pencairan Tahap Pertama 40 % diberikan setelah Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh
kedua belah pihak (sebelum pelaksanaan kegiatan atau Down Payment/ DP kegiatan),
2) Pencairan Tahap Kedua 30 % diberikan setelah laporan pertanggungjawaban Tahap
Pertama 40 % dipertanggungjawabkan minimal 30 % disertai dengan bukti-bukti
pengeluaran (kuitansi, tanda terima, daftar hadir, dll) dan laporan progres kegiatan diterima
oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga,
3) Pencairan Tahap Ketiga 30 % diberikan setelah laporan pertanggungjawaban mencapai 60
% disertai dengan bukti-bukti pengeluaran (kuitansi, tanda terima, daftar hadir, dll) laporan
progres kegiatan dan laporan keuangan diterima oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
2. Pencairan dengan cara pemberian Tambahan Uang Persediaan (TUP) adalah proses pencairan
dengan pengajuan permohonan yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP)
dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan kepada Bendahara Pengeluaran.
Apabila seluruh dokumen yang diperlukan sudah lengkap, Bendahara Pengeluaran mencairkan
Tambahan Uang Persediaan (TUP) sesuai dengan jumlah yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaran
Pembantu (BPP). Selanjutnya Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) memproses penyaluran uang

dukungan fasilitasi kepada Penerima yang penggunaannya antara lain untuk: belanja honorarium, jasa
profesi, perjalanan/transportasi dll sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses Pencairan Dukungan Fasilitasi
1.

Penyaluran dukungan fasilitasi dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama antara Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) dengan Penerima Dukungan Fasilitasi dengan dilengkapi dokumen
surat/proposal permohonan Dukungan Fasilitasi, Berita Acara Hasil Verifikasi dan Penetapan

Penerima Dukungan Fasilitasi.


2.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP)
menandatangani Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dengan melampirkan kelengkapan dokumen
yang diajukan ke Bagian Verifikasi Pelaksanaan Anggaran pada Biro Perencanaan dan Organisasi.
Apabila Bagian Verifikasi Pelaksanaan Anggaran pada Biro Perencanaan dan Organisasi telah

3.

menyatakan kebenaran dan kelengkapan data maka diterbitkan Surat Perintah Membayar (SPM).
Namun apabila masih terdapat kesalahan atau kurang kelengkapannya maka akan dikembalikan
kepada PPK untuk diperbaiki dan diproses lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Selanjutnya SPM yang telah diterbitkan oleh Bagian Verifikasi Pelaksanaan Anggaran pada

4.

Biro Perencanaan dan Organisasi diteruskan kepada Bagian Keuangan pada Biro Keuangan dan
Rumah Tangga dengan melampirkan kelengkapan dokumen-dokumen untuk dilakukan validasi
dan pengajuan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN) agar Anggaran Dukungan Fasilitasi yang dialokasikan dapat diterbitkan SP2D.
5.
Apabila seluruh ketentuan pencairan dukungan fasilitasi telah dipenuhi, maka KPPN akan
mentransfer kebutuhan dukungan fasilitasi melalui rekening Penerima Dukungan Fasilitasi sesuai
dengan ketentuan di dalam Perjanjian Kerjasama.
BAB IV
TATA KELOLA DUKUNGAN FASILITASI
UNTUK WIRAUSAHA MUDA PEMULA DAN
SENTRA KEWIRAUSAHAAN PEMUDA MELALUI
LEMBAGA PERMODALAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA

A. Sistematika Proposal Bagi WMP


1. Bentuk Proposal
a. Ukuran kertas A-4 (minimal 70 gram),
b. Diketik spasi 1,5,
c. Ukuran huruf 12,
d. Jenis huruf Times New Roman,

e. Cover Depan dilapisi plastik,


f. Kulit belakang kertas/karton tebal,
g. Proposal dijilid (ring/lakban),
2. Sampul Proposal
a. Logo, Nama, dan alamat WMP
b. Judul Proposal
c. Lokasi Dukungan Fasilitasi
d. Tahun Pelaksanaan
3. Sistematika Isi Proposal
a. Pendahuluan
Memuat tentang latar belakang, sejarah berdirinya usaha, minat/keadaan pembeli/pasar, dll.
b. Profil Singkat Pemohon
Memuat tentang: identitas pemohon, pendidikan, kursus-kursus, latar belakang keluarga, pengalaman
usaha, foto, jaringan bisnis yang ada (jika ada), dan lain-lain
c. Profil Usaha dan Deskripsi Produk
Profil Usaha, memuat tentang: jenis usaha yang dijalankan, modal awal, tenaga kerja, teknik penjualan
melalui kios, kios berjalan (gerobak/mobil), online, atau lainnya,
Deskripsi Produk, memuat produk barang/jasa yang diproduksi, kualitas produk, volume produksi,
proses produksi, peralatan produksi, tenaga kerja,dan keunggulan produk
d. Prospek/Potensi Usaha
Memuat tentang gambaran tentang animo/minat masyarakat terhadap produk barang/jasa yang
dipasarkan/dijual, ketersediaan bahan baku/stok, gambaran tentang pengusaha sejenis yang ada di
sekitar, serta prospek usaha dimasa yang akan datang.
e. Rencana Singkat Pengembangan Usaha
1. Rencana pengembangan tempat usaha,
2. Rencana mengikuti pelatihan, pameran,
3. Rencana penambahan volume barang/jasa produksi,
4. Rencana perluasan pasar,
5. Rencana pengembangan sistem pemasaran,
6. Rencana promosi produk barang/jasa,
7. Rencana pengembangan tenaga kerja,
f. Kebutuhan Modal Pengembangan Usaha (Alokasi Anggaran)
Memuat perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha misalnya; kebutuhan
pembelian bahan baku utama dan bahan baku pembantu, biaya produksi, pemasaran/promosi produk,
mengikuti pelatihan/kursus pengembangan kewirausahaan, dll.
g. Penutup

Memuat tentang hal-hal lain yang perlu disampaikan


4. Lampiran-lampiran proposal
Lampiran-lampiran

proposal

yang

harus

dilampirkan

(diberi

kertas

pembatas

berwana

hijau/kuning/biru/warna lainnya) dengan urutan sebagai berikut:


a. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
b. Fotocopy NPWP atas nama pribadi.
c. Fotocopy rekening bank atas nama pribadi.
d. Bukti tanda terima surat tembusan dari Dinas Pemuda dan Olahraga/ SKPD/Instansi yang
menangani Kepemudaan setempat (provinsi/kabupaten/kota).
Pajak
Penerima Dukungan Fasilitasi wajib membayar pajak atas transaksi yang terjadi dalam rangka
pelaksanaan dukungan fasilitasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, antara lain:
1. Pajak atas pembelian barang yang telah dibayar oleh toko, harus disertai dengan tanda bukti potong
pajak yang sah; dan
2. Pajak yang dipungut oleh organisasi/lembaga/yayasan/perorangan harus disetor ke kantor pajak
setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.