Anda di halaman 1dari 81

Indonesian

Jeda sampai detik 00:31


A: disini boleh ya mbak ya..(jeda)..
jadi malah disini, ternyata ini
malah, ya kalau kita bisa lebih
merapat mungkin ya..ini malah
tidak tidak ... (jeda) ... ya,
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bareng-bareng: Waalaikumsalam
Wr. Wb.
A: sebelumnya terima kasih atas
kesediaannya ngobrol-ngobrol
dengan saya e.. mungkin kita
sekilas udah pernah berkenalan
tapi untuk resminya, untuk
resminya mungkin saya
memperkenalkan diri lagi ya, saya
namanya bu Liana saat ini saya
sedang penelitian, untuk S3 saya
e.. tadi sudah saya sampaikan ya
fokusnya itu pembelajaran sains
untuk siswa difabel, jadi kegiat..
saya terjun ke dua sekolah, tiga
sekolah, sewon, SMA 1 sewon,

English

LN

Preliminary
Codes

Final Code

MAN Maguwo dan Muhammadiyah


4, e saya juga ke asrama
yakatunis untuk melihat
kehidupan mereka belajar di
rumah seperti apa, kemudian
berkunjung ke kontrakan mereka,
ketemu orang tua gitu ya, nah
meskipun fokus saya itu ke
pembelajaran sains tapi e.. saya
juga ingin mendapat apa ya
gambaran dari adik-adik yang e..
di luar kelas ya terutama di luar
proses pembelajaran sains jadi
dengan adik-adik UNY juga saya
ada yang ekonomi, yang geografi
yang sejarah gitu ya, yang pernah
berinteraksi, Alhamdulillah yang
dari UAD semuanya kelihatannya
sudah pernah berinteraksi ya, e....
itu mungkin dari saya ya .. e..
supaya nanti saya inget suaranya
ini suara siapa mungkin saya
minta tolong menyebutkan nama
gitu (tersenyum)
B: perkenalan lagi
A: e perkenalan lagi, heem,

C: Yeni dari tasik malaya udah


semester 7 BK UAD,
A: bimbingan konseling, UAD, ya
terima kasih mbak mbak yeni,
C: ya yeni,
B: kalau saya sendiri nama saya ...
biasa dipanggil Tia aja
A: Tia
B: saya asli jawa tengah brebes
A: brebes, heem asli dari brebes BK
UAD juga ya?
B: BK UAD,
A: iya walaupun semua sama tapi
disebutkan
D: Nama saya Nita Sugiarti asal saya
dari jogja
A: heem,
D: di Wonosari,
A: wonosari,
D: saya dari prodi Bimbingan dan

konseling Universitas Ahmad


Dahlan
A: ahmad dahlan, Nita ya mbak ya,
E: oke saya shila adinda bisa
dipanggil shila, saya mahasiswi
dari prodi BK
A: heem,
E: e.. tempat tinggal saya di Jawa
barat Indramayu,
A: indramayu, baik ini dari manamana ya gitu, ada tuan rumah
gitu, tuan rumahnya provinsi ya
walaupun bukan asli dari jogja
juga. Baik terima kasih
sebelumnya saya ingin mendapat
gambaran, kegiatan adik-adik
selama PPL disini apa saja ya?
tadi sedikit udah menyebut ada
bimbingan klasikal, ada
bimbingan individual gitu jadi
saya ingin dapet gambaran, siapa
dulu yang mau cerita nanti
temennya bisa melengkapi
(tertawa kecil)

C : dari sini dulu aja (tertawa kecil)


A: oke boleh, shilla dulu juga boleh
yang tadi sudah memulai,
(tertawa kecil) ya mbak shila
silahkan
E: ehm.. gimana
A: kegiatannya apa aja mbak, untuk
kegiatannya
E: kalau kegiatan dari bimbingan
konseling UAD itu kan pertama
kita melakukan layanan
bimbingan
A: layanan bimbingan
E: layanan bimbingan kepada
peserta didik
A: heem
E: itu yang pertama itu bimbingan,
e.. konsel.. eh bimbingan klasikal,
C itu terbagi menjadi dua
A: heem
C: layanan informasi sama

penguasaan konsen,
A: oh oke, layanan informasi
contohnya apa?
C: contohnya dia Cuma memberikan
informasi aja ya bu?
A: heem
C: itu tuh untuk itu tujuannya untuk
pemahaman peserta didik
A: heem
C: jadikkita hanya sekedar
memberikan informasi misalnya
kayak .. yang memberikan
kepemimpinan
A: heem
C: itu berarti hanya sekedar
pengertian kepemimpinan .. apa
gimana caranya jadi pemimpin
A: yang baik
C: gimana, e kalau yang layanan
keduanya itu layanan konten dia
bekerja untuk pengembangan jadi

dia peserta didik itu agar dia


mengaplikasikan e apa yang kita
berikan, kan misalnya kalau yang
pemahamannya tadi
informasi .....nya
A: heem
C: jadi nah jadi kalau yang
penguasaan kontennya itu
gimana
A: praktek
C: jadi menjadi pemimpin baik itu
seperti apa
A: ooh gitu, e tadi disebutkan
layanannya itu klasikal ya
C: iya
A: disini terjadwal? Ada misalnya
kayak e berapa jam pelajaran
dalam seminggu untuk BK di
kelas-kelas atau bentuknya
seperti apa? nah mbak Tia
B: itu kan KTSP ya bu kurikulumnya

A: iya kurikulum yang


B: kurikulum KTSP dulu
A: dulu heem,
B: itu kan kelas 12 itu masih KTSP,
A: heem
B: nah itu ada jamnya
A: ada jamnya
B: satu satu kali pertemuan satu
jam.,
A: satu jam, e..
B: satu jam itu 45 menit
A: 45 menit,
B: nah kalau kami sendiri yang
mengampu yang kelas sepuluh
sama kelas sebelas
A: sebelas heem
B: itu kan udah kurikulum yang
A: 2013

B: 2013 heem e itu kan tidak ada


jam untuk BK ya bu
A: heem
B: jadi kami sendiri meminta e.. jam
sama guru
A: guru agama?
B: agama
A: jadi dimasukkan e.. bagian dari
pelajaran agama?
B: iya
A: kalau agamaa disini
seminggunya?
B: seminggunya 3 jam
A: tiga jam ya
B: untuk satu pertemuan
A: satu pertemuan, jadi 3 jam itu
satu jam diantaranya untuk BK
B: BK
A: gitu oke, sekarang sudah agak
jelas lah ya(tertawa kecil) baik

terima kasih nah tadi e


kelihatannya arahnya itu ke
softskill ya terutama
B: iya ssoftskill
C: karakter siswa
A: dan karekter siswa, ini yang
menarik gitu ya karena e di
sekolah ini kan adik-adik ya sudah
terjun ini gitu ya disini ada
termasuk sekolah inklusi jadi ada
siswa difabel sejak dulu selalu
menerima gitu, nah e mungkin
bisa bergiliran menceritakan gitu
yang apa pengalaman
berinteraksi dengan siswa difabel
disini e bentuknya seperti apa
anaknya siapa gitu ya kemudian
kesannya seperti apa, e.. Nita
mungkin, monggo mas.. e mas ..
iya iya.. mas yahya silahkan
bergabung
D: kalau saya kan pernah
pengalaman mengajar layanan
pemberian layanan

A: heem
D: klasikal di kelas IIS 2 kelas nya
A: IIS sepuluh atau sebelas mbak?
D: sepuluh
A: sepuluh ya
D: ada seorang siswa yang itu bu...
A: Dio bukan?
D: oh bukan bukan, bernama Qonita
A: Qonita, iya heem,
D: lha dia kan e cacat mata ya bu?
A: iya low vision ya saya udah
ketemu sama yang Qonita..
D: iya, lha itu kan awalnya kita kan
memberikan layanan
A: iya
D: tapi dia itu .. mendengarkan,
dapat mendengarkan
A: heem

D: tapi dalam kesulitan menulisnya


bu,
A: ooh..
D: jadi kalau mau menulis, saya
suruh dektein dulu bu
A: heem, yang mendik... jadi yang
mendektekan siapa?
D: saya
A: mbak nita?
D: iya terus anaknya itu menulis gitu
bu tapi pelan-pelan gitu
A: menulisnya kalau nita itu yang
mbak nita alami dia menulisnya
pake braile atau pake huruf awas?
D: e huruf awas tapi pelan-pelan bu,
A: oh pelan-pelan heem, karena
setahu saya Qonita itu bisa duaduanya, dia masih bisa melihat
sedikit kan dia apa, iya
C : mata kiri
A: kurang jelas ya, tapi menurut

cerita (tertawa kecil) menurut


cerita dia sudah bisa braile tapi
dia juga masih bisa menulis yang
biasa dan saya juga udah lihat
tulisannya, ukurannya juga nggak
yang gede banget gitu ya,
D: tapi kalau lihat catatan tementemennya pake itu yang huruf
braile itu
A: pake huruf braile ya, oh gitu ya,
heem, mbak Nita ketika pertama
kali e.. apa tahu gitu ya disini ada
siswa difabel kesannya gimana
mbak?
D: ya kesannya, ya.. apa ya (tertawa
kecil)
A: atau biasa atau kaget nggak?
D: saya awalnya kaget bu, kan baru
pertama
A: oh jadi belum pernah denger ya,
bahwa di sekolah ini tuh ada
siswa difabel dari dulu
B: tapi malah tertantang bu

A: tertantang ya, mbak Tia merasa


tertantang,
B: tapi kalau saya sendiri bu
A: heem
B: mengampu 10 IIS 1 itu ada yang
difabel juga itu dia aneh yo
A: e saya belum ketemu anaknya
tapi saya sudah denger ceritanya,
heem, tapi saya enger-denger
cerita
B: .............. hiperaktif ya bu
A: heem,
B: nah dalam kelas itu pas saya
memberi materi ............... e.. dia
ini orangnya nggak bisa diem,
A: heem,
B: kalaupun diem, dia ada objek
untuk dia melakukan gerakangerakan bu, ya saya misalnya dia
dengan melakukan gambar
A: heem

B: dia nulis nulis di tangan kanan dia


biasa,
A: heem
B: tapi dia nulis di tangan kiri dia
sambil gambar bu
A: oh bisa begitu ya
B: bisa, atau nggak, dia abis nulis
yang biasa langsung ke gambar
A: oh begitu,
B: dan kalau nggak dia suka bolakbalik lima menit sekali bu
A: bolak balik kemana?
B: bolak balik ya pergi-pergi itu bu..
A: nggak bisa diem
B: heem nggak bisa diem
A: pindah-pindah
B: heem di kelas ya di luar kelas
A: heem,

B: keluar masuk keluar masuk gitu


A: heem keluar,
B: kalau nggak, ganggu
A: temennya, e gurunya
B: temennya, gurunya, tnaya-tanya
A: tanya-tanya gitu
B: kalau nggak tanya-tanya e... dia
suka stand up bu,
A: stand up comedy?
B: comedy, iya,
A: iya
B: iya, dia kan mungkin mungkin
suka denger ya bu,
A: heem
B: langsung dia, e... contoh
langsung lah,
A: heem,
B: dia kalau stand upnya itu stand

up .... Mulyanto
A: oh
B: lha dia ditunjukin ke saya bu,
mbak mbak ...
A: heem
B: terkenalnya ...mulyanto yang e
yang suka, iya kamu kamu
A: heem
B: dia seperti itu bu, sambil gombalgombal gitu
A: ooh gitu
B: tapi dia pinter bu
A: pinter ya
B: iya
A: saya denger juga pinter ya gitu,
saya udah dapet cerita itu dari
guru kimia,
B: guru kimia
A: heem jadi contohnya misalnya
gurunya menerangkan ya atom

trus menyebut kata dalton lha itu


itu kayak apa ter.. ter.. gitu
terpicu langsung dia berdiri
langsung dia ngomong, tapi
maksudnya itu bener..
B: bener ya,
A: teori atom dalton bla bla bla jadi
kayak jadi mungkin dia sudah
membaca sebelumnya gitu jadi
dia mengulangi lagi isi bacaaanya
dan isinya benar, (tertawa kecil)..
perekaam
B: guru bahasa inggris juga bu, ...
juga iya, sebenarnya kalau dia
nggak itu
A: heem
B: bisa jadi bibit buatitu
A: iay heem
B: debat
A: debat,
B: bahasa inggrisnya

A: e bahasa inggrisnya juga bagus


ya, e yang sudah berinteraksi
denga Dio Cuma mbak Tria aja?
B: nggak tahu, tapi saya iya
A: heem, di kelas sepuluh IIS 2 itu
kan selain ada yang low vision
ada dua yang tuna rungu wicara,
B: oh iya bu
A: heem, itu bagaimana mbak?
Kalau yang low vision kan
kesannya seperti itu ya kalau
yang e tuna rungu wicara itu ada
si e nita satunya itu Nani eh Nina
eh, Nita sama (jeda) yang
perempuan itu (tertawa kecil)
namanya itu mirip lagi
B: iya
A: Nita sama siapa ya ada yang
inget nggak satunya gustian,
D: kebetulan pas saya ngasih
layanan itu nggak ada disini, di
kelas bu

A: oh mereka nggak ada di kelas?


D: iya
A: nggak tahu kemana ya?
D: iya
A: ooh, dua-duanya?
D: iya
A: ooh (tertawa kewcil) kok pas
bareng-bareng ijinnya ya, jadi
belum sempat berinteraksi
dengan dua itu, iya, kalau dio dan
teman-temannya seperti apa
mbak?
B: ya ini sih temen-temennya kayak
ini bukan ngejelekin sih enggak
Cuma ngodain
A: godain,
B: e kalau Dio nya ngomongngomong sendiri ya ya temennya
yang ...
A: iya iya iya

B: responnya nggak terlalu gimana


A: udah nggak, maksudnya mereka
udah nggak kaget?
B: nggak kaget,
A: nggak diambil serius gitu ya
B: heem,
A: paling ngunu gitu kan,
B: heem emank udah gitu
A: emank udah gitu, jadi cepet ya
penyelesaiannya anak-anak itu,
B: tapi ya mungkin ada anak yang
nggak ....
A: agak takut gitu
B: agak takut jadi mereka ada yang
minta dipindahkan
A: oh ya saya denger juga kayak di..
berarti kok kayak ... gitu ya..
B: dan terganggu juga mungkin bu,
orang lagi belajar itu kan

A: iya
B: ada yang ... kayak gimana kan
jadinya
A: ada yang minta pindah kelas
B: iya ada
A: e mbak kalau komunikasi dengan
orang tuanya pernah denger
nggak mbak? Apakah sekolah
sudah berkomunikasi dengan
orang tua dio
B: itu kurang tahu ya bu
A: kurang tahu ya
B: e saya denger dari guru b.inggris
itu
A: heem,
B: bahkan orang tuanya itu
pekerjanya perbankan ya bu,
A: heem
B: jadi ya mungkin terlalu sibuk
A: terlalu sibuk

B: kalau saya lihat pas pulang itu


selalu di jemput
A: heem, pokoknya kalau pulang
pergi diantar jemput gitu ya, e
heem, iya saya dapet cerita
tentang Dio itu sudah sebulan
yang lalu kali ya, heem jadi
waktu itu kan masih agak awal
sekolah ya, waktu itu gurunya itu
bilang ini tapi kalau e.. apa ya
kondisinya apa gitu itu saya
nggak tahu bu apa namanya,
entah autis entah hiperaktif entah
apa, karena kan mungkin adekadek lebih tahu ya karena miripmirip kan ciri-cirinya itu
B: iya
A: e tapi ya sekali kita ketemu kita
sudah tahu gitu bahwa anak ini
itu punya keistimewaan tertentu
gitu heem, e.. kalau temantemannya nggak perlu
dikondisikan ya mbak untuk
menerima dia?
B: e.. kurang tahu ya bu, saya juga

soalnya masuk ke kelasnya dia


Cuma sekali aja
A: Cuma sekali itu heem,
B: belum terlalu gimana gimana
sama ....
A: heem,
B: tapi ya mereka
A: biasa aja ya, beradaptasi,
B: malah kan temen-temennya kan
ya e pasif ya bu, artinya kalau dio
ngomong .. gitu malah ... gitu
A: (tertawa kecil)
B: kadang nggak nyambung jadi ya
A: oh kadang nggak nyambung juga
ya
B: iya kadang,
A: ooh gitu,
B: nggak sering kok
A: oh nggak sering

B:...
A: .. tapi kalau seringnya itu ya
nyambung,
B: iya nyambung
A: e saya denger cerita juga kadang
maksa gurunya nulis iya?
B: iya
A: .. itu tulis, misalnya belum ditulis
gitu e kan baru diomongkan,, itu
tulis gitu
B: trus suka bisik-bisik juga kan
misalnya gurunya tanya apa, kan
buat kelas, dia langsung tahu
langsung sama ibu gurunya
jawabanya ini bu .... gitu
A: yang jawabannya benar berarti
jawabannya, kelihatannya kalau
kecerdasan kelihatannya dia
tinggi ya, (jeda) Yeni ada
pengalaman apa?
C: pengalamannnya waktu di
sebelas IIS 1

A: sebelas IIS 1,
C: ada yang namanya Arul
A: arul ya
C: iya dia itu kan e ..tuna netra bu
ya
A: iya betul
C: udah di operasi berkali kali
katanya, lha itu kalau di kelas ya
begitu aja gitu ya, aktif kalau
Cuma untuk mengerjakan tugas
untuk dia bisa mengerjakan tapi
kadang dibantu untuk saya
kadang dia bisa mengerjakan
sendiri tapi cara yang ..nya ya
deket aja
A: oh iya berarti dia bisa dibilang
masih low vision ya mbak? Dia
masih punya sisa penglihatan ya
C: iya bu
A: bisa gitu
C: jadi bisa

A: heem, arul ya saya udah ketemu


di Yakatunis tapi saya belum
ngobrol-ongobrol sama dia, gitu,
kalau ehm... itu yang membantu
berarti mbak Yeni ya?
C: iya
A: dia sebangku dengan teman
siapa gitu nggak?
C: ada yang sebangku ada yang
enggak,
A: oh heem,
C: gimana ya bu, waktu itu kan saya
waktu nyebarin ... nah .. dia itu
sendiri kan, jadi, mbak mbak
tolong bantu katanya
A: heem
C: ya saya menuliskan jawabannya
A: heem,
C: berarti untuk kesehariannya
dia ... sama temen
A: .. sama temennya, oh iya iya juga

sih kalau ehm... dia udah bisa


nulis braile belum ya?
C: ehm,, kurang tahu bu kalau huruf
braile soalnya waktu dia nulis kan
pake huruf biasa
A: huruf biasa ya heem, e ini juga
jadi kalau murid baru yang baru
saja kehilangan penglihatannya
gitu ya biasanya mereka juga
belum semuanya menerima
keadaannya, jadi mungkin kalau
untuk yang BK itu mungkin e...
sesuatu yang menarik juga ya itu
(tersenyum) heem jadi ada yang
saya pernah denger cerita ada
yang juga SMP terus ketika masuk
SMA itu yang kayak marah sama
semua orang, tapi kelihatannya
disini dia gimana?
C: welcome kok
A: welcome ya,
C: soalnya mungkin udah nyaman
gitu udah beberapa kali
A: udah jadi mungkin sudah

penerimaannya sudah ini


C: ya
A: kalau dengan Nita tahu
sejarahnya nggak mbak?
C: kurang tahu
A: e kurang tahu ya, heem, oh y
akalau irul saya pertama kalu
kenalan tu kesan saya terbuka
C: iya
A: e ramah gitu ya trus .... nanti
mampir bu kelas saya, kelas saya
ini ini ini, saya padahal saya
masih bingung sama ruangan
ruangannya, oh ini
C: ya .... sesuai dengan ruangannya
tulisannya
A: iya oh iya nanti mungkin kalau
jam istirahat pas saya lewat nanti
tak cari gitu, tpai ndak jadi, kalau
nita ketika saya kenalan gitu e...
agak menarik diri, sama nggak
kesannya?

C: iya sama
A: ooh.. oke ya heem jadi bener ya,
jadi kayak tidak apa ya tidak e
apa ya jadi kayak masih ragu
mungkin ya
C: iya
A: waktu kenalan tuh saya bareng
kenalan sama nita kemudian Nisa
satunya heem nisa yang tuna
rungu wicara kemudian sama
gustian, Nisa sama gustian ini
kelihatan kenalan gitu saya pingin
ngobrol-ngobrol ya kapan-kapan,
ini saya akan sering ikut pelajaran
kimia gitu trus yang saya
perhatikan kimia Yah, kalau ya
mereka bisa ngomong itu si Nisa
dan Si gustian gitu jadi kesannya
sama ya, dia kan duduknya sama
Nisa, jadi pas mbak Nita masuk
Qonitanya duduk sendiri?
D: iya sendiri,
C: kadang ada temennya yang
ngampiri bu,

A: yang ngampiri ya
D: iya
A: jadi ada interaksi juga ya,
D: iya
A: heem heem heem, tadi nyebut
DCM itu apa ya mbak?
C: Daftar Cek Masalah bu,
A: oh daftar cek masalah ya jadi
ngisi apa kayak,..
C: jadi ngisi kayak semacam, untuk
kebutuhan anak-anak itu kita
pake alat iut
A: apa, Menemukan sesuatu yang
menarik enggak dari rul, nggak
ada ya? biasa ya heem
C: wakut di tanya tanya kan ini buat
ini gimana ya biasa aja,
A: heem biasa,
C: .. banget dia
A: kalau si ini Dio, udah ngisi DCM

juga dia?
C: oh udah
A: dia ngisinya gimana?
C: ya itu sambil ngisi sambil gambar
juga
A: jadi dia ngisi satu gambar gitu ya
C: tapi dia kadang kadang kalau lagi
sama itu dia tiba-tiba kayak ini
sendiri apa sih namanya bu,
A: heboh sendiri
C: heboh sendiri, misalnya
penghapusnya hilang sebentar
tapi padahal ada disitu tapi
mungkin nggak nggak di
jangkauan penglihatannya jadi
dikira ilang gitu pengahpusku
mana penghapusku mana, kayak
gitu kayak gitu teriak bu
A: oh kalau
C: gimana ya
A: kalau ada yang pokoknya ada

yang tidak sesuai


C: iya tidak sesuai dengan yang dia
A: inginkan dia langsung teriak
C: dia langsung teriak,
A: dia duduk sebangku sama ada
temen sebangkunya? Semejanya?
C: sendiri,
A: sendiri ya,
C: dulu dibelakang sekarang di
A: depan,
C: pas guru
A: oh malah di deketin ... guru yang
menghadap sini,,. Iya temantemannya kalau dia apanamanya
heboh itu trus ada yang nyeletuk
nggak heh meneng apa dengerin
gurunya dulu gitu ada yang gtu
nggak?
B: diem
A: diem aja ya temen-temennya

membiarkan,
C: dibiarkan udah biasa,
A: dia juga nggak ada di DCMnya
juga nggak ada masalah ya?
C: ada sih
A: ada juga ya, tapi disini itu kirakira benar apa nggak ya?
(tertawa)
C: tapi ininya itu dikeseluruhan
A: heem
C: sama anak yang lain,
A: anak yang lain ya, .... seberapa
ininya gitu, ini yang apa mungkin
yang menarik ini, kemarin saya
ngobrol sama bu Wikan tadi saya
bilang ada temennya bu Liana
yang penelitiannya khusus
psikologis kayaknya bagus ini bu
(tertawa) bisa diikuti dari kelas
satu sampe kelas tiga
perkembangannya seperti apa
gitu kalian juga kalau mungkin
apa skripsinya belum ada judul

kalau ini mbak Nita Qonita, ada


sesuatu yang ini nggak mbak
Nita?
D: e itu pas DCM itu bu saya temui
A: iya
D: Nita itu masalahnya kurang
percaya diri bu,
A: oh iya dia ini ya apa, terdeteksi
dari situ
D: iya
A: iya heem
D: belum mampu menerima
keadaan
A: oh iya heem, tapi saya salut
karena berarti dia ketimengisi itu
kan dia mengisinya jujur, iya jadi
dia e apa e.. mengungkapkan
kondisi dia dengan instrumen itu
gitu ya mudah mudahan itu kan
langkah awal untuk membantu
dia lebih percaya diri,

D: percaya diri
A: iya, saya juga langsung bisa
mendeteksi oh ini kelihatannya
belum nyaman ya, berbeda
dengen rata-rata anak tuna netra
lain yang saya sudah temui itu
luar biasa gitu jadi mereka itu
D: semangatnya tinggi ya bu,
A: sama sekali itu tuh bukan sesuatu
yang menjadi e
D: kekurangan mereka
A: kekurangan mereka gitu jadi apa
gitu pokoknya e kalaupun iut
kekurangan tapi bisa di mereka
itu udah merasa yakin mereka itu
punya kelebihan yang lain gitu
jadi dan itu yang mereka fokuskan
gitu, Irul juga kelihatannya udah
nyaman ya?
D: iya bu,
A: ya mudah mudahan Nita kelas
satu trus nanti kelas dua kelas
tiga mudah mudahan lebih inilah

karena ekilas dari paling nggak


kemarin dari pelajaran apa .. yang
saya dah lihat itu kayaknya paling
lumayan diantara bertiga itu
Qonita secara akademiknya lah
heem,
D: masih ya
A: terdeteksi
D: tes apa itu
A: tes yang pertama kali itu, tes
awal akademik awal, e oni juga
terdeteksi juga ya mbak ya,
heem, jadi secara kaademik kan
sebenarnya dia e apa bagus ya,
ya mudah mudahan dengan ini
tugasnya BK ini, iya
D: tapi takutnya sih, ya pengen sih,
memfokuskan mereka juga, cuma
takutnya nanti salah salah....
A: penanganan
D: iya bu, soalnya kan kita kan
masih ke arah

A: belajar
D: yang normal
A: normal
D: heem,
A: mbak disini ada guru BK kan ya?
D: ada
A: heem, e ada yang seperti ini
mbak mbak dan mas mas pernah
e apa kayak berdiskusi atau
secara khusus tentang anak-anak
difabel ini atau tidak?
D: hmm.. biasanya ini yang kelas
apa yang olah raga
A: yang apa? yang olah raga?
D: iya pas olah raga kan disini ada
kelas olahraga
A: oh ada atlet itu ya
D: iya
A: oh saya baru tahu itu

D: oh baru tahu
A: e memang sewon ini saya pernah
lihat di buku apa, buku apa gitu
ya di majalah bantul,
D: bantul
A: e bantul apa gitu saya pernah
baca
D: heem
A: ini memang prestasi khususnya
olahraga
D: olahraga ya
A: saya kira itu sekolahnya aja
D: sekolahnya
A: jadi
D: udah biasa bu
A: udah biasa Cuma
D: Cuma kebetulan
A: Cuma kebetulan memang disitu
anak-anaknya, tapi tenyata

mereka merekrut yang ini,


D: iya... itu pas olah raga bu
A: oh gitu,
D: yang tingkatan ada yang
A: ada ya
D: ada dua lah dua kelas e olahraga,
A: e berarti untuk kabupaten bantul
itu ya,
D: iya
A: yang dipilih itu sewon
D: iya
A: ooh, itu yang malah agak anu
D: iya yang sering di ... sama
A: guru-guru
D: ......... susah banget kalau dikasih
materi atau gimana
A: ooh
D: anak-anaknya kan memang udah

capek fisik ya
A: iya
D: jadi kalau buat diseriusin itu
susah bu,
A: iya
D: ya tantangan sih bu
A: iya
D: kadang kalau udah udah ini ya
capek sendiri
A: iya
D: ditinggal sendiri gitu ya bu
A: iya
D: ditinggal itu mereka malah bisa
ini malah ngelawan gitu
A: ooh, jadi ada sifat itunya juga
ya ...nya lebih (tertawa kecil)
D: enaknya itu mereka sempet
deket bu
A: oh cepet akrab,

D: iya
A: heem, oh makanya tadi baju-baju
oahraga di itu itu satu itu satu
kelas ya mereka
D: satu kelas,
A: oh satu kelas i..
D: tapi kadang mejanya beda-beda
A: beda-beda, satu kelas di tiap
tingkatan itu ada satu khusus
kelas yang atlet olahraga,
D: dua dua
A: dua, oh dua kelas, banyak ya,
D: IPS sama IPA
A: ooh,
D: tapi yang kelas sepuluh IPS
A: IPS semua, tergantung mungkin
ini ya,
D: akademisnya,
C: jadi sekarang memang

akademisnya
D: lebih...
C: ......
A: oh heem, saya baru tahu ini,
saya baru tahu bahwa itu kelas
khusus ya, iya iya, mbak shila
mungkin bisa cerita ini
pengalamannya kelas berapa
yang pernah ...
E: saya mengampu kelas K bio juga
K bio IIS 4 ya
A: heem,
E: IIS 4, itu pertama kali saya masuk
itu udah yang apa rame banget
A: heem
E: bener-bener nggak kondusif,
A: nggak kondusif,
E: dikasih materipun susah,
A: heem
E: diulang terus kayak gitu

A: (tertawa kecil)
E: ya kan sering banyak ini latihan
A: pagi sudah terforsir ya,
E: jadi udah nggak konsen sama
olahraganya
A: oh , kita sama olahraga satu jam
aja ngantuk kan, (tertawa bareng)
E: jadi pas dikasih materi itu anakanaknya pada kabur bu (tertawa)
pada kabur, untung temen saya
juga ... yang .. itu kan
A: heem,
E: dia bisa nanganin jadi disuruh
masuk lagi,
A: ya tantangan ya, heem, kalau
berarti di kelas yang itu ndak ada
yang difabel ya,
E: nggak ada,
A: nggak ada ya
E: nggak ada

A: heem, kalau yang pernah


interaksi sama yang difabel
mungkin di luar kelas atau di...
E: pernah kelas sebelas IIS 3,
A: IIS 3,
E: itu namanya saya lupa, cewek,
F: yang tuna rungu toh? Aku juga
ngajar itu
E: .. dia nggak nggak bisa ngomong
sama nggak bisa denger,
A: heem, Tuna rungu wicara ya,
E: oh ya kelas sebelas ada,
B: tadinya di IIS 1 bu, pindah ke IIS
2,
E: di IIS 1 itu pas penyebaran DCM,
A: JCM heem
E: dia minta bantuan sama saya,
A: heem,
E: dia angkat tangan

A: angkat tangan,
E: trus saya deketin saya deketin
trus dia nulis,
A: oh komunikasi nya dengan tulis,
E: heem dengan tulisan gitu kan,
mbak e... ini tolong jelaskan,
A: heem
E: trus oh ternyata nggak bisa nggak
bisa ngomong nggak bisa denger,
A: heem trus gimana mbak ininya
menjelaskannya,
E: saya menjelaskan dengan tulisan
juga
A: tulisan juga, pertama kaget
nggak?
E: ya lumayan kaget
A: kaget juga
E: kaget sama ada rasa kasihan
A: kasihan trus sempat ada bingung
nggak ini mau diapain, gitu

(tertawa kecil)
E: bingung sih,
A: tapi langsung ya langsung ditulis
gitu,
E: iya ditulis
A: trus kelihatan nyambung
komunikasinya?
E: komunikasi nyambung cuman dia
dalam pergaulan itu kurang ini
A: kurang
E: kurang deket sama temen,
A: sama temen-temennya ya
E: temen-temen pada main dia
sendiri..
A: sendirian dikelas
E: heem,
A: menyendiri,
E: menyendiri,
A: yang semacam itu bisa karena

memang sifatnya seperti itu tapi


juga bisa jadi karena sebab sebab
lain ya, heem, mas yahya...
F: ama kayak Shila bu, di kelas IIS 3
A: di IIS 3 ya, namanya nggak?
F: namanya juga lupa
A: iya perempuan tapi ya
E: pake kaca mata
A: pake kacamata ya tuna rungu
F: tadinya kan saya kan ngajar juga
klasikal
A: heem,
F: itu dia kok nggak ngerjain
A: heem,
F: itu saya nanya teman sebangku
A: heem,
F: itu nggak bisa dengar sama nggak
bisa bicara,

A: oh temennya menjelaskan
F: heem
A: oh
F: juga biasanya kan di kelasnya kan
yang lain pada nggak mau
deketin dia jadi dia deket ya
Cuma sama teman sebangkunya
itu
A: oh gitu, jadi dia deket Cuma sama
teman
F: sebangku
A: yang lain lain kurang deket,
F: kurang deket,
A: heem, tapi e memang kalau yang
tuna rungu wicara itu kan kita
nggak bisa lihat ya sekilas jadi
maksudnya
..: nggak ke detek..
A: itu bisa jadi kalau dia diem aja
mbak, misalnya dia ngerjain
ngerjain aja mungkin kita ndak

tahu lho
B: iya
A: itu kan karena dia angkat tangan
trus meminta bantuan trus jadi
tahu gitu ya, heem, sama dengan
anak PPL kimia waktu saya
observasi dia kan baru sekali
masuk kelas itu 10 IPS itu,
gurunya lagi kunjungan gitu trus
sama gurunya Cuma dipesenin
saya akan mengamati beberapa
siswa tapi nggak dijelaskan
beberapanya itu adalah difabel,
sambil jalan ini mbak saya mau
ngamatin kan disitu ada yang low
vision sama yang tuna rungu
wicara dua, oh iya bu, (tertawa
kecil) kalau low vision sebelum e
sebelum saya masuk kelas dia
sudah mendeteksi memang agak
lebih mudah dideteksi ya tapi
yang tuna rungu wicara yang e..
B: susah,
A: heem gitu, itu saya juga nebak
nebak gitu ya, e nggak nggak

dapet, kemudian saya nanya


temen waktu istirahat, saya tanya
temennya ini ada yang ini yang
mana itu sama itu, baru kenalan,
tadi mbak tria cerita di BK yang
maksudnya yang disiapkan di
kurikulum di kampus itu e secara
umum e tidak belum ada materi
untuk pendampingan BK anak
difabel ya, jadi hanya ada yang
secara umum,
E: secara umum,
A: kalau misalnya nih mbak, e.. ini
kan sekarang kebetulan PPL disini,
tapi nanti ken ketika tugas yang
betulan jadi guru gitu kan, bisa
jadi kan juga ada anak difabel,
kira-kira siap nggak kalau menjadi
guru BK di sekolah inklusi
tersebut?
B: siap,
A: siap ya, mbak Tia siap, Yeni?
C: insya Allah siap bu,

A: siap ya, Yahya? Siap, Nita?


D: siap bu,
A: siap, siap semua alhamdulillah
gitu, nah dari yang kemarin
materi yang sudah disampaikan di
kampus, ini kan sebenarnya
kuliahnya hampir selesai toh? Bisa
dibilang teorinya udah hampir
selesai kan?
B: iya
A: paling apa, paling sedikit mata
kuliah lagi kalau ada
C: iya
A: kalau udah ...
B: satu dua lah
A: satu dua lah gitu ya, e menurut
adek-adek perlu nggak mata
kuliah khusus misalnya psikologi
anak berkebutuhan khusus
misalnya atau apalah namanya,
perlu nggak,

B: perlu
A: kalau di kuliah sama sekali nggak
pernah disinggung ya mbak?
B: ada
A: e ada, apa?
B: psikologi itu kan, psikologi
mental,
A: e psikologi mental, kesehatan
mentaal, e itu ada tentang apa
mbak?
B: e apa ya bu. lupa soalnya udah
semester satu
A: itu lebih ke lebih ke apa kondisi
mental?
B: iya mental
C: fisik...
A: oh oke, fisik ada juga?
C: psikis,
A: fisiknya apa mbak?

C: fisik, misalkan ya itu mata gitu,


A: heem,
C: cacat..
A: e misalnya untuk ... kondisi anakanak yang nggak bisa melihat
gitu, cacat, secara psikologi
seperti apa gitu, itu udah ada juga
ya sebetulnya ya,
B: udah ada,
A: Cuma mungkin dulu ketika
dipelajari, sambil lewat aja ya
nggak nyangka kalau ketemu
C: iya (tertawa bareng)
A: sebenernya berarti udah ada
Cuma mungkin belum di ... secara
khusus ya jadi e.. jadi mungkin
agak kaget gitu, kalau yang PPL
mata pelajaran gitu, juga secara
umum itu begitu jadi merasa e
belum dipersiapkan untuk itu, tapi
bisa jadi di mata kuliah
perkembangan peserta didik atau
apa mungkin sudah ada,

C: atau nggak e kadang pas ini pas


tugas akhirnya itu,
A: heem
C: kan disuruh mempelajari ..
A: heem
C: itu kan kita di apa disuruh untuk
e.. ngambil materi tertentu
A: heem
C: hiperaktif, hiperaktif, nanti kita
nyari ...
A: ini udah punya judul skrpipsi
belum? Atau malah udah bikin
proposal,
B: belum
A: oh belum ya, ada yang tertarik
lebih mendalami e, hasil
pengalaman disini nggak baik
yang anak yang hiperaktif
maupun yang apa difabel
netra ...... (tertawa) kalau belum
belum kepikiran juga nggak papa,
saya kan Cuma nanya aja, ada

nggak, gitu, berdasarkan


pengalaman disini trus tertarik,
C: ya kalau tertarik, tertarik bu,
B: Cuma pengalamannya masih
kurang ya
C: masih kurang,
A: oh heem, kalau bentuk tugas
akhir atau skripsinya itu kayak
apa sih?
C: ya ya tergantung sih bu mau
milih yang penelitian yang gimana
A: ya eksperimen seperti itu?
C: iya atau PTK, kuantitatif kualitatif,
A: heem,
E: yang PTK kan kita juga harus
terjun ke .... bu
A: iya heem,
E: mungkin baru, kalau .. mungkin
sudah tahu keadaan sekolah
A: iya heem

E: kalau yang kualitatif atau


kuantitatif kan dia masih ke teoriteori dia, jadi hanya me .. kata...
A: kata ya.. heem, itu ya
memungkinkan ya
E: iya kebanyakan udah mau kesitu
aja
A: heem,
E: gampangnya yang itu...
A: itu... kan sudah punya
pengalaman disini, hallo...
(tersenyum), istirahat ya? ehm..
di ruang itu siapa? ............... ada
nggak? mereka juga boleh kan
kalau misalnya mau ketemu BK
dan mbak PPL
E: boleh banget
A: trus nanti mereka buat janji gitu?
E: iya...
A: ada yang sudah menggunakan
kesempatan layanan ini nggak?
(jeda) sudah ada ya? jadi

maksudnya nanti anak mbak ini


ingin curhat atau gimana,
D: tiba-tiba langsung curhat,
A: kesini?
D: iya
A: mojok atau kemana gitu,
B: di depan situ kadang,
A: kalau yang difabel pernah ada
yang seperti itu nggak?
B: belum
A: belum ada ya
B: kadang Cuma lewat lewat aja bu,
A: lewat aja,
B: Dio kan kesini kesitu gitu, ya kita
panggil Dio kesini gitu, ngapain,
bla bla bla gitu, main Hp terus,
A: oh dia harus ada kesibukan
B: iya ada kesibukan,

A: heem
B: kadang kita godain juga sih bu,
A: heem
B: ini bahasa inggrisnya ini apa gitu,
A: heem nanya
B: nanya, langsung jawab bu
A: iya jawab, itu dia pernah tinggal
di luar negeri mungkin
B: iya mungkin bu, kalau nggak kan
emang kakaknya ada yang ini
bahasa inggrisnya bagus
A: heem
B: keturunan gitu..
A: keturunan maksudnya bule gitu?
B: bukan (tertawa)
A: oh bapaknya juga bagus bahasa
inggrisnya,
B: iya
A: iya sedikit bagus juga iya, kalau

yang ada yang tuna rungu wicara,


yang alumni sewon barusan lulus
kelas 3 kemarin itu kebetulan
saya kemarin sering berkunjung
ke rumahnya, sama orang tuanya,
kalau itu anaknya itu dia memang
nggak bisa bicara nggak bisa
denger, sedikit bisa bicara, karena
dia masih punya sisa
pendengaran tapi memang e..
tidak jelas itunya apa e
pembentukan hurufnya gitu, tapi
dia di dorong orang tuanya untuk
berbicara, itu saya denger bahasa
inggrisnya juga bagus, karena dia
pernah tinggal di inggris, itu
kayaknya sama ornag tuanya
dipelihara kemampuan bahasa
inggrisnya, ya maksudnya di apa,
E: dirawat
A: dirawat gitu (tertawa kecil) (jeda)
dipelihara gitu, saya itu kepikiran
mungkin kalau e iya sama sama
ini kita di ... ya ... sebelum kita
diskusikan pernah nggak kalian ya
misalnya saya nggak tahu tipe

orang itu beda-beda ya, kalau


saya mungkin barusan kan nggak
pernah punya pengalaman
sebelumnya ya gitu ya jadi masuk
kok ada yang unik gitu ya, masuk
ke ruang sini itu saya akan
langsung cerita, ah disini adekadek ini gimana biasanya kalau
habis masuk, misalnya shila e
ketemu yang tuna rungu wicara
ini langsung cerita dengan temanteman enggak?
E: pasti,
A: cerita ya, trus langsung dibahas
ini bagaimana
E: penanganan
A: penanganannya kayak apa gitu,
ya jadi semua langsung tahu lah
gitu ya, jadi saling sharing itu
disini ya biasa, baguslah itu
budayanya itu, e sekarang kalau
shila gitu ya yang punya masalah
percaya diri itu kan Qonita ya?
E: iya

A: kira-kira kalau menurut adekadek kalau kita jadi kalau adekadek jadi guru BK terutama guru
BK beneran yang apa namanya
yang organik di sekolah yang
tanggung jawab dan
kewajibannya itu 100% ya dan
tidak pergi-pergi (tertawa kecil),
kalau ini itu kan mau ikut
menangani sebentar lagi pergi,
gitu kan kira-kira seperti apa
penanganannya yang tepat untuk
kalau ada siswi yang seperti ini,
apa gitu
E: ya mungkin kalau segi dari ...
kita harus mengetahui
permasalahannya dulu ya bu,
A: heem,
B: latar belakang
A: latar belakang, heem
E: kalau latar belakangnya mungkin
ya dari tuna rungunya itu
mungkin kenapa-kenapanya,

A: heem,
E: ya kita ya, ya berdiskusi langsung
harusnya sama anaknya, trus
kemudian, ... ,
A: kalau di klasikal kan kelihatannya
semacam ini tidak akan tercover
ya, heem,
E: iya
A: kemudian kalau anak kurang
percaya diri itu agak kecil
kemungkinan dia itu akan datang
kesini curhat dengan kita, iya toh?
E: iya
A: jadi kayaknya kitanya yang harus
C: kesana
A: mendekati gitu, kelihatannya ini
lho yang saya bayangkan
mungkin guru BK nya juga sudah
sudah melakukan itu, e sebelum
masuk ke sekolah sini e ada
nggak yang pernah punya
pengalaman oh tetangganya,
....nya, atau temannya yang

difabel, baik yang mental tadi gitu


ya, maupun yang fisik sensori,
tuna wicara tuna netra,
C: saya sih punya bu
A: oh heem punya
C: gimana ya,
A: e gimana ketemunya
berinteraksi?
C: e keluarga saya
A: iya keluarga
C: keluarga dari papa saya, dia itu
nenek, kakak dari nenek saya
A: oh oke, berarti usianya udah agak
sepuh ya mbak ya
C: iya jadi ya komunikasinya ya
awalnya saya kan ya agak nggak
bisa komunikasi gitu
A: dia difabel apa mbak? Tuna rungu
wicara?
C: iya

A: oke
C: kalau mau bicara aku minta
....sama pamanku gitu
A: heem
C: jadi ya itu, embok itu bicaranya
apa? nenek kan
A: iya
C: mbok itu bicaranya apa?.... tapi
lama kelamaan saya bisa, .... juga
kan bu
A: heem
C: saya bisa, bisa bahasa isyarat,
A: bahasa isyaratnya tapi mungkin
juga pokoknya sebahasanya
isyarat ya?
C: iya
A: (tertawa kecil) nggak pake rumus
rumus tertentu kalau yang sudah
sekolah mereka itu kan ada
bahasa isyarat yang standar
bahasa indonesia, itu ya itu yang

diajarkan ke apa interpreter, kalau


yang lihat di TV itu, tapi kita kan
punya bahasa isyarat lokal ya
yang mungkin yang tahu dia
sendiri, kemudian keluarga
dekatnya,
C: keluarga dekatnya,
A: itu apa e secara mandiri atau
gimana mbak?
C: iya
A: mandiri
C: secara mandiri, malahan yang
uda sepuh ya bu
A: heem,
C: jadi emosian, sama adek-adek
A: oh heem,
C: jadi gimana ya, ...ribut-ribut gitu,
emosian...
A: ....oh bisa jadi karena usia juga
ya, karena kalau udah sepuh kan
orang kembali lagi jadi anak-anak

ya, berarti udah pernah punya


pengalaman berinteraksi, kalau
yang sama tuna netra belum ya
mbak ya?
C: belum
A: belum ya
C: irul aja,
A: pertama kali in Irul, dia juga tidak
bermasalah, pernah ada mbak
yang tadi saya cerita itu baru, jadi
ketika masuk SMA itu dia belum
bisa huruf braile, e apa pernah
kecelakaan, trus gurunya ya di
seneni, gampang marah, dia
sebenarnya mungkin marah sama
diri sendiri gitu, kemarin
kebetulan saya habis ngobrol
sama guru tersebut menceritakan
pengalamannya gitu, saya itu
pertama juga agak anu juga ini
kok marah-marah masuk ruang
guru ternyata sama semua guru
dia juga marah-marah, jadi
dibacakan kayak itu kan misalnya
ini .. dibacakan sama gurunya

kemudian kna dituliskan


jawabannya kan, karena dia kan
belum bisa nulis braile juga, itu
saya membacakannya kurang
jelas itu saya dihentak, (tertawa)
guru gitu ya, nah apa sepertinya
yang apa disini kelihatannya tidak
ada yang seperti itu gitu, kalau
Dio itu ya ndak kelihatannya ndak
terlalu ini lah ya ndak terlalu tidak
terlalu aneh, pernah nggak
mendengar cerita dulu disini
pernah kan ada yang anak autis
yang lebih heboh dari Dio yang
pinter pernah denger nggak ada
cerita dari guru-guru?
C: enggak
A: oh enggak ya, kebetulan saya
udah pernah denger ceritanya,
dulu mungkin sekitar tiga tahun
yang lalu, gitu ya tapi dia disini
hanya sekitar enam bulan apa ya
apa setahun gitu trus pindah,
kalau itu ini tiba-tiba ilang, ilang
C: ilang

A: iya maksudnya keluar dari


sekolah, jadi dan apa ya secara
sosial itu lebih menghawatirkan
dari pada dio, itu ya apa orang
tua meyalahkan sekolah ya gitu
gitu akhirnya ya silahkan lah
mungkin sekolah lebih baik atau
gimana, yang semacam itu disini
pernah gitu ya punya pengalaman
yang mungkin lebih berat gitu,
oke, mbak shila pernah?
E: enggak kayaknya
A: oh belum, berarti ini yang ... yang
DCM itu yang pertama .. kalau
mbak nita pernah sebelumnya?
D: kalau itu bu tetangga
A: oh tetangga,
D: tuna rungu wicara
A: iya tuna rungu wicara,
D: tapi kalau ngucapin kadang
bener, kadang nggak nggak
A: oh gitu

D: itu dulu adek kelas saya bu


A: oh berarti usianya lebih muda ya
heem,
D: dia itu sering dimaki-maki sama
temen-temennya itu bu,
A: oh heem
D: jadinya ya nggak percaya diri
A: trus minder,
D: nggak pernah main sama tementemennya
A: nyuwun sewu, sekolah nggak dia?
D: sekolah bu
A: e sekolah apa mbak?
D: sekolah umum
A: sekolah SD gitu ya, heem trus ...
D: pas SMA nya enggak
A: jadi dia smape SMP, oke, kalau
yang nini nini itu saya nggak
bertanya sekolah atau enggak
karena mungkin nggak relevan,

karena nenek saya juga nggak


sekolah, tapi bukan karena bukan
karena difabel gitu tapi jaman
dulu memang pada nggak sekolah
gitu (tertawa kecil) iya iya, oh gitu
jadie.. sama anak tetangga yang
lain dia sering di apa sering di
bully lah ya kalau bahasa
sekarang (tertawa) bahasa
sekarang, kalau dulu kita nggak
kenal bahasa bully ya di bully gitu
jadi kelihatan kurang percaya diri,
sekarang berarti dia usia berapa
mbak dia?
D: 19
A: 19 ya, anu apa bekerja?
D: tidak bu, tapi dia itu bantu orang
tuanya jualan,
A: oh gitu jadi bekerjanya bekerja
dengan orang tua ya, bantu orang
tuanya gitu, berarti e ya
masalahnya hanya tuna rungu
wicara aja, tidak ada yang lain
jadi dia bisa bekerja gitu, kalau

yahya punya pengalaman?


F: belum
A: oh belum pernah punya
pengalaman ya, tadi mbak shila
cerita kesan pertamanya itu apa
kasihan ya mbak ya,
E: iya
A: heem, temen-temen yang lain
ketika apa, ketika pertama kali
disini kemudian berinteraksi
dengan anak difabel ada
perasaan kasihan begitu juga,
atau biasa aja,
C kasian
A: kasian, kasiannya itu kenapa ya
kalau boleh tahu, mbak Yeni
C: kasihannya itu ya gimana ya bu,
kasian kalau mau ngerjain tugas
kan gimana gitu,
A: heem
C: atau lisan atau gimana gitu..

A: heem
C: jadi menghawatirkan keadaan dia
di sekolah aja
A: keadaan di sekolah itu bagaimana
bisa mengikuti atau tidak, gitu ya,
kalau yahya kasiannya?
F: ya
A: heem
F: ya beda aja bu sama yang lain,
kan kebanyakan temen-temennya
ngejauhin, .......trus komunikas
juga susah.... tapi juga kagum
juga sih
A: kagum
F: kagum semangat sekolah,
A: semangat sekolah ya, ... tadi
yang ini juga sama dengan shila
ya, berinteraksi ya dengan tuna
rungu wicara kelas sebelas ya
F: sebelas
A: heem, kalau mbak Nita,

D: ya kasiannya ya itu tadi ada


pengalamannya adek kelas saya
itu
A: jadi teringat dengan pengalaman
yang dulu,
D: iya
..: itu dia
A: oh itu anaknya, ganteng juga ya,
ngomong sama siapa dia?
D: sama anak kelas dua belas,
A: tapi kalau kayak si Dio ini malah
tidak ada masalah percaya diri ya,
malah dia cuek ya kebablasen,
biasanya kalau anak, dia anak
kelas sepuluh kan? Sama anak
kelas dua belas kan, agak gimana
itu biasanya kalau anak baru itu
D: ini udah lama banget,
A: jalan kemana-kemana gitu, ya
baguslah, itu sama gurunya
pernah di guru kimia, dia
kelihatan pinter kimia, mungkin
semua pelajaran, lalu ditanya

mau pindah nggak ke Ipa sebelum


MID itu kan masih bisa pindah gitu
karena nilainya juga bagus gitu
trus tapi dia ngomong nggak bu
tapi saya minatnya ke IPS, juga
sepertinya udah tahu dia itu
maunya apa, udah tidak ada
masalah dengan yang seperti itu,
kalau saya malah agak hawatir
dengan nita, Qonita itu ya, karena
mungkin masih ada masalah
sama kepercayaan diri, dia
mungkin belum tahu
kelebihannya dia apa, yang apa
yang sebenarnya lebih dibanding
teman-temannya yang lain, kalau
dengan guru BK yang sering
berdiskusi hanya soal .. itu tadi
ya?
D: iya
A: e.. tapi kalau yang disini juga
berdiskusi tentang anak-anak
yang difabel ya?
D: jarang sih

A: jarang juga ya?


D: keseringannya yang Dio
A: karena itu yang anu ada ada aja
ya, ada ada aja itu, ada ada saja
apa keistimewaannya, mungkin
karena saya ketemu sama guruguru IPA dan saya langsung nanya
tentang difabel jadi mereka nggak
nyinggung nyinggung juga gitu
tentang anak-anak ini, (tertawa
kecil) yang apa yang mungkin
dinamika yang lebih membuat
sekolah lebih dinamis itu nggak
cerita, yang difabel itu kan
memang bagi guru itu mengajar
lebih anu ya lebih menantang,
gimana caranya, itu gimana
caranya ya, e ada pengalaman
lain yang ingin diceritakan yang
mungkin menarik untuk
diceritakan
D: yang ...
A: heem, belum ya, heem, shila,
kasiannya tadi belum dijelaskan
saya baru inget, shila kasian apa

yang bikin kasian gitu


E: kasiannya pertama ngerasa
berbeda juga
A: heem
E: dari temen-temennya trus dia itu
apa ya jadi terisolir gitu
A: heem
E: jadi ngerasa ngerasa apa ngerasa
menyendiri gitu
A: heem.... sama temen-temen
yang lain
E: jadi kasiannya disitu
A: kasiannya disitu ya, oh ya yang
menarik saya lihat di kelas
sepuluh yang heem, yang ada
dua anak apa tuna rungu wicara
saya tanya anak PPL lain itu kalau
tuna rungu wicara secara sosial
kelihatannya mereka sudah
nyaman dengan temantemannya, kalau si Qonita itu juga
memang kayak masih menyendiri
ya, ..... dibantu aja, saya itu

ngelihat si gustian itu becanda


sama temen-temennya di kelas,
sampai saya itu nggak tahu dia
tuna rungu karena dia itu begini
temen-temennya diginiin kayak
saya dari belakang kan nggak
tahu saya itu ngomong apa
enggak, kayak ngomong sih,
kayak ngomong, oh berarti dia
sudah ini, trus temennya juga
kelihatan nyaman dengan dia, jadi
bisa jadi karena sebagian juga ya
mbak ya mungkin klaua yang di
kelas sepuluh yang tuna rungu
wicaranya kelihatannya kok lebih
lebih nyaman mbak tria
perasaannya apa pertama kali
lihat mereka? Kasihan juga, atau
ndak kasihan biasa aja, bangga
kagum atau bagaimana
B:

kalau awal awalnya


sih bangga

A: heem bangga ya,


B: walaupun mereka punya
kekurangan itu mereka nggak

minder
A: heem
D: lha semangat pe de gitu, malah
yang normal...
A: yang teman-temannya itu
D: iya yang malah ndak ini, tapi
kadang ya kasian ya bu
A: heem
D: ..
A: iya
D: sendiri terus kan bu dia
A: iya
D: tapi ya iya dia ya ini biasa aja
A: dianya biasa aja,
D: jadi ya kayak ya nggak sedih
nggak apa,
A: biasa aja, ya,
D: tapi malah saya bikin kagumnya

itu
A: heem, oke terima kasih ada lagi?
(jeda) hmm jadi tambahan data
yang penting untuk saya interaksi
di luar pelajaran sains ya tentang
anak-anak, terima kasih sekali
lagi sukses untuk PPL nya sampai
kapan PPLnya?
D : awal oktober bu
A: awal oktober ya, oktober, setelah
itu di kampus kuliah lagi atau
apa?
D: kuliah
A: kalau sekarang ada kuliah nggak
kalau di kampus?
B: ada
A: oh ada,
..:....
A: sama di UIN juga kayak gitu pada
saat apa PPL itu yang kuliah yang
diambil sama yang PPL itu di
taruh paling cepet itu jam

setengah 3,
...
A: iya itu juga tertekan ya
sebenernya ya, iya
B: cuman ya paling mata kuliah
Cuma satu dua,
A: iya heem, pilihan pilihan
biasanya
B: atau nggak yang mau ngulang
semester ini
A: iya pendalaman, iya terima kasih
banyak
B: sama-sama