Anda di halaman 1dari 10

Terapi Kista Ovarium pada Usia Remaja

ABSTRAK
Munculnya suatu tumor adneksa pada usia remaja merupakan suatu hal
yang berhubungan dengan pasien dan keluarga. Biasanya pasien datang dengan
keluhan nyeri perut atau teraba massa. Pencitraan diagnostik pilihan adalah
ultrasonografi panggul. Mayoritas lesi ini adalah kista ovarium jinak. Kista ini
harus diperiksa dengan ultrasonografi, karena banyak yang secara spontan akan
mengecil dengan sendirinya. Diperlukan pemeriksaan laboratorium lengkap
untuk membantu dalam diagnosis dan pengobatan. Kista ovarium yang gagal
diterapi konservatif atau berkaitan dengan keganasan memerlukan intervensi
bedah. Terapi laparoskopi telah terbukti bermanfaat dalam kasus kista ovarium
pada usia remaja dan dapat menjadi prosedur pilihan. Selain itu, terapi
konservatif merupakan pengobatan yang ideal untuk melanjutkan perkembangan
pubertas yang normal dan menjaga kesehatan reproduksi.
Keyword: remaja, kista ovarium, laparoskopi, torsio ovarium, ultrasonografi.
PENDAHULUAN
Tumor adneksa merupakan suatu hal yang wajar ditemukan pada usia
remaja. Namun, ketika hal itu terjadi, biasanya muncul kecemasan pada pasien
dan keluarganya. Banyak praktisi yang tidak terbiasa dengan pengelolaan secara
tepat dan cepat untuk tumor adneksa dan biasanya sering berlanjut dengan
intervensi bedah yang tidak perlukan. Kejadian tumor adneksa pada usia remaja
adalah sekitar 2,6 per 100.000 perempuan dengan usia <18 tahun1. Diperkirakan
10% dari tumor ovarium pada anak-anak dapat berkembang menjadi ganas2,3.
Keganasan pada ovarium hanya 1% dari seluruh keganasan yang ditemukan pada
pasien wanita dengan usia <15 tahun4. Mayoritas tumor ovarium pada pasien
remaja biasanya jinak5. Hal ini penting untuk menyadari presentasi, evaluasi, dan
pengobatan kista ovarium jinak untuk mengembalikan fungsi ovarium.
ETIOLOGI
1

Tumor ovarium dikategorikan sebagai kista fungsional, neoplasma jinak,


atau neoplasma ganas. Dalam pemeriksaan perempuan usia <21 tahun yang
menjalani operasi tumor adneksa, sebanyak 57,9% dari kasus didiagnosis dengan
kista ovarium5. Remaja usia prapubertas berisiko menjadi kista fungsional karena
kegagalan dari involusi folikel6. Kista pada usia prapubertas umumnya disebabkan
oleh stimulasi hormon gonadotropin ovarium dari aksis hipotalamus-hipofisis.
Millar dkk menemukan kista ovarium pada 2% - 5% dari perempuan usia
prapubertas yang menjalani USG rutin7. Kista ini sebagian besar berukuran kecil
(<1 cm) dan tidak signifikan. Pada remaja usia pascapubertas, kista terjadi akibat
kegagalan ovulasi dari folikel ovarium6.
GEJALA
Tumor ovarium muncul dengan berbagai gejala, seperti nyeri perut, teraba
massa pada perut, mual, muntah, peningkatan lingkar perut, dan pubertas
prekoks2,8. Penelitian Kanizsai dkk menunjukkan bahwa pada usia remaja, kista
yang paling mungkin diasosiasikan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur9.
Pada perempuan usia prapubertas, suatu kista ovarium paling sering muncul
dengan gejala teraba massa pada perut2. Torsio ovarium harus dicurigai pada
pasien yang tiba-tiba datang dengan nyeri perut yang hebat, demam, dan mual
muntah10.
Gejala klinis tidak terbukti untuk menentukan dengan tepat keganasan ovarium,
meskipun peningkatan indeks kecurigaan dibenarkan untuk pasien yang hadir
dengan massa perut teraba tanpa gejala atau tanda-tanda dan gejala pubertas
prekoks2,3,5,8.
Usia dapat menimbulkan faktor risiko yang signifikan untuk keganasan.
Oltmann dkk. menemukan rasio 3 kali lipat lebih besar untuk keganasan pada usia
1-8 tahun dibandingkan dengan usia 15-19 tahun2. Penelitian ini melibatkan 424
pasien dengan tumor ovarium dan ditemukan bahwa sebanyak 22% pasien berusia
1-8 tahun memiliki resiko keganasan dibandingkan dengan 10% dari pasien
berusia 9-15 tahun2.

DIAGNOSIS BANDING
Anamnesis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh harus diperoleh, dan
penyakit pada genitourinari dan saluran pencernaan harus dikesampingkan ketika
pasien datang dengan nyeri perut atau teraba massa. Hal ini penting untuk
membahas siklus menstruasi, riwayat seksual, dan metode kontrasepsi untuk
membantu menjelaskan penyebab gejala. Sebuah tes kehamilan dan pemeriksaan
darah lengkap harus diperiksa pada pasien yang hadir dengan nyeri perut untuk
mengidentifikasi adanya kehamilan, leukositosis, anemia, dan perdarahan. Torsio
ovarium harus yang dicurigai jika muncul gejala demam, nyeri perut yang hebat,
dan leukositosis11. Keadaan darurat bedah termasuk kehamilan ektopik, radang
usus buntu, dan torsio ovarium harus dikelola dengan tepat.
Ovarium

Tuba Fallopi

Uterus

Diagnosis Banding Tumor Adneksa


- Kista fungsional
- Neoplasma (jinak atau ganas)
- Torsio ovarium
- Endometriosis
- Kehamilan ektopik
- Tubo-ovarial abses
- Hidrosalphingitis
- Duktus Wolffian persisten
Anomali duktus mullerian

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan diagnostik pilihan untuk tumor adneksa pada usia remaja
adalah ultrasonografi. USG transvaginal lebih dipilih jika usia pasien cukup
dewasa. Jika tidak, pemeriksaan USG transabdominal saja cukup. Temuan umum
pada USG adalah kista fungsional. Kista fungsional terbentuk ketika folikel gagal
involusi dan ukuran terus membesar6. Kista fungsional pada pemeriksaan
radiologi digambarkan sebagai kista berdinding tipis anechoic dengan bayangan
akustik12. Jika perdarahan dalam kista terjadi, kista dapat muncul kompleks atau
padat12. Sebuah kista hemoragik akan muncul dengan peningkatan homogen dan
gambaran cairan dalam kista13. Kista akan mengecil jika terjadi lisis pada bekuan
darah14.

Teratoma divisualisasikan sebagai massa ovarium kistik padat dan


heterogen dengan ukuran <8 cm pada USG16. Pembesaran ukuran ovarium dan
peningkatan rasio volume pada ovarium kontralateral diindaksikan torsio
ovarium. Pemeriksaan USG pada keganasan ovarium menunjukkan gambaran lesi
solid, peningkatan aliran vaskular, sekat <3 mm atau lebih besar, dan adanya
ascites18. Ukuran tumor bukan prediktor keganasan, meskipun pembesaran kista
yang persisten menuju ke proses keganasan9,19.
TUMOR MARKER
Jika tumor padat yang mengarah ke keganasan, pemeriksaan tumor marker
diperlukan. Tumor sel germinal merupakan tumor ovarium ganas yang paling
sering terjadi pada usia remaja dan anak-anak. Pemeriksaan tumor marker CA125, alfa fetro protein, serum -hCG, estradiol, inhibin B, dan laktat
dehidrogenase6. Tumor marker dapat membantu dalam diagnosis tumor sel
germinal, tetapi telah dilaporkan meningkat pada hanya 54% dari keganasan
ovarium dan 6,5% dari lesi jinak2.
PENATALAKSANAAN
Kista sederhana dengan ukuran >3 cm harus dikelola secara konservatif
dengan USG rutin setiap bulan untuk mengkonfirmasi terjadinya regresi20. Kista
ovarium biasanya sembuh secara spontan melalui 3 siklus menstruasi9. Untuk usia
pascapubertas, USG selama fase folikuler setelah siklus menstruasi akan
menghindari kerancuan antara folikel, korpus luteum, dan kista persisten10. Kista
ovarium yang besar, dengan ukuran >5 cm, membutuhkan pemeriksaan USG tiap
minggu13. Warner dkk berhasil berhasil menyembuhkan 90% anak-anak dengan
kista ovarium yang besar tanpa adanya intervensi bedah13. Kista hemoragik
fungsional biasanya akan regresi dalam waktu 2-8 minggu21.
TERAPI MEDIKAMENTOSA
Literatur terbaru menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi oral untuk
tujuan-pengobatan kista fungsional tidak menguntungkan22. Pada perempuan usia

pascapubertas, kontrasepsi oral dapat dianggap untuk mencegah terjadinya kista


ovarium10.
TERAPI BEDAH
Keputusan manajemen harus didasarkan pada pemeriksaan fisik,
pemeriksaan USG dan laboratorium. Jika ukuran kista berkurang setelah 2-3
bulan, kista harus dipertimbangkan patologis dan diperlukan terapi bedah20. Kista
dengan gejala yang parah atau ukuran >8 cm diperlukan terapi bedah segera10.
Warner dkk menyatakan bahwa diperlukan terapi bedah untuk kista sederhana
besar (>5 cm) dengan gejala yang tidak hilang dalam waktu 12-24 jam; tandatanda dan gejala seperti efek massa terlibat; jika kista gagal mengecil dalam waktu
1-2 minggu, atau jika diagnosis itu dipertanyakan13. Tindakan operatif pada kasus
torsio ovarium diperlukan untuk menyelamatkan jaringan ovarium.
Untuk kista ovarium jinak yang membutuhkan terapi bedah, laparoskopi
baru-baru ini diterima sebagai prosedur pilihan untuk anak-anak dan remaja
karena keuntungan terlihat pada pasien dewasa18,23. Jika dokter yang merawat
tidak terampil dalam laparoskopi, pasien harus dirujuk ke ahli bedah laparoskopi
mahir dengan pengalaman dalam pediatrik laparoskopi atau laparoskopi
ginekologi. Kelebihan laparoskopi adalah segi kosmetik, penurunan waktu
operasi, kehilangan darah, waktu hospitalisasi dan nyeri pasca operasi 18,24. Operasi
laparoskopi juga mengurangi pembentukan adhesi daripada laparotomi, yang
dapat mengakibatkan peningkatan kesuburan di waktu mendatang25. Dalam
review 2126 pasien anak yang menjalani pengobatan tumor ovarium jinak,
penggunaan laparoskopi meningkat dari 32,1% di 2000-57,9% pada tahun 201026.
Inspeksi visual abdomen selama laparoskopi telah terbukti memiliki
sensitivitas 100% untuk diagnosis tumor ganas27. Untuk lesi ganas, manajemen
awal selama laparoskopi harus mencakup pencucian panggul, pemeriksaan
ovarium kontralateral, dan frozen section28. Laparotomi harus dipertimbangkan
jika ada tumor ganas yang mengalami ruptur24.Terapi tradisional ooforektomi saat
ini dianggap tidak dibutuhkan, karena insiden rendah tumor ovarium ganas pada
populasi anak-anak. Kistektomi, fenestrasi atau dekompresi kista dengan

penghapusan dinding kista harus menjadi prosedur pilihan untuk kista ovarium
jinak18. Peritonitis kimiawi telah terbukti sangat jarang terjadi, terjadi hanya 0,2%
dari pasien dengan kista yang pecah31. Kekambuhan kista ovarium pada usia
dewasa muncul sebanyak

4% dengan kista yang diterapi eksisi, sedangkan

sebanyak 84% akan muncul kembali bila kista diterapi dengan aspirasi
sederhana32. Pemeriksaan sitologi cairan melalui aspirasi kista ovarium telah
terbukti dapat diandalkan33.
KESIMPULAN
Kesimpulannya, remaja dan anak-anak mendapatkan manfaat dari
manajemen konservatif kista ovarium karena fakta bahwa mayoritas kista bersifat
jinak. Jika bedah intervensi diperlukan, tujuannya harus untuk pelestarian jaringan
ovarium untuk memungkinkan perkembangan pubertas yang normal dan
melestarikan kesuburan. Anak-anak dan pasien remaja harus dirujuk ke dokter
kandungan atau bedah pediatric ginekologi yang berpengalaman untuk mencapai
hasil terbaik.
DAFTAR PUSTAKA
1. Skinner, M.A., Schlatter, M.G., Heifetz, S.A. and Gros- feld, J.L. (1993)
Ovarian neoplasms in children. Archives of Surgery, 128, 849-854.
2. Oltmann, S.C., Garcia, N., Barber, R., Huang, R., Hicks, B. and Fischer, A.
(2010) Can we preoperatively risk stratify ovarian masses for malignancy?
Journal

of

Pedi-atric

Surgery,

45,

130-134.

doi:10.1016/j.jpedsurg.2009.10.022
3. Cass, D.L., Hawkins, E., Brandt, M.L., Chintaqumpala, M., Bloss, R.,
Milewicz, A., Minifee, P., Wesson, D., Nuchtern, J. (2001) Surgery for
ovarian masses in infants, children, and adolescents: 102 consecutive
patients trea- ted in a 15-year period. Journal of Pediatric Surgery, 36,
693-699.doi:10.1053/jpsu.2001.22939
4. Grovas, A., Fremgen, A., Rauck, A., Ruyman, D., Hut- chinson, C.,
Winchester, D. Menck, H. (1997) The na- tional cancer data base report on

patterns of childhood cancers in the United States. Cancer, 80, 2321.


doi:10.1002/(SICI)1097-0142(19971215)80:12<2321::AIDCNCR14>3.0.CO;2-W
5. Templeman, C., Fallat, M., Blinchevsky, A. and Hert- weck, S. (2000)
Noninflammatory ovarian masses in girls and young women. Obstetrics &
Gynecology, 96, 229- 233.doi:10.1016/S0029-7844(00)00929-7
6. Laufer, M. and Goldstein, D. (2000) Benign and malig-nant ovarian
masses. Pediatric and adolescent gynecology. Lippincott Williams &
Wilkins, Philadelphia, 685-728.
7. Millar, D., Blake, J., Stringer, D., Hara, H., Naniak, C. (1993) Prepubertal
ovarian cyst formation: 5 years expe- rience. Obstetrics & Gynecology,
81, 434-438.
8. Brown, M., Hebra, A., McGeehin, J., Ross, A. (1992) Ovarian Masses in
Children: A review of 91 cases of ma-lignant and benign masses. Journal
of Pediatric Surgery, 28, 930-932.doi:10.1016/0022-3468(93)90700-U
9. Kanizsai, B., Orley, J., Szigetvari, I. and Doszpod, J. (1998) Ovarian cysts
in children and adolescents: Their occurrence, behavior, and management.
Journal

of

Pedi-atric

and

Adolescent

Gynecology,

11,

85-88.

doi:10.1016/S1083-3188(98)70117-2
10. Powell, J.K. (2004) Benign adnexal masses in the ado-lescent. Adolescent
Medicine, 15, 535-547 doi:10.1016/j.admecli.2004.06.008.
11. Haller, J., Bass, I., Friendman, A. (1984) Pelvic masses in girls: An 8-year
retrospective analysis stressing ultra- sound as the prime imaging
modality. Pediatric Radiolo- gy, 14, 363-368. doi:10.1007/BF02343418
12. Wu, A. and Siegel, M. (1987) Sonography of pelvic ma- sses in children:
Diagnostic predictability. AJR, 148, 1999-2001.doi:10.2214/ajr.148.6.1199
13. Warner, B.W. (1992) Conservative management of large ovarian cysts in
children: The value of serial pelvic ul-trasonography. Surgery, 112, 749755.
14. Surratt, J. and Siegel, M. (1991) Imaging of pediatric ovarian masses.
Radiographics, 11, 533-547.

15. Hertzberg, B.S., Kliewer, M.A. and Paulson, E.K. (1999) Ovarian cyst
rupture causing hemoperitoneum: Imaging features and the potential for
misdiagnosis. Abdominal Imaging, 24, 304-308.
16. Ozcan, E.R., Kuruoglu, S. and Dervisoglu, S. (2013) Ovary-sparing
surgery for teratomas in children. Pediat-ric Surgery International, 29,
233-237. doi:10.1007/s00383-012-3228-x
17. Servaes, S., Zurakowski, D., Laufer, M., Feins, N., Chow, J. (2007)
Sonographic findings of ovarian torsion in chil-dren. Pediatric Radiology,
37, 446-451. doi:10.1007/s00247-007-0429-x
18. Broach, A., Mansuria, S. and Sanfilippo, J. (2009) Pedi-atric and
adolescent gynecologic laparoscopy. Clinical Obstetrics and Gynecology,
52, 380-389. doi:10.1097/GRF.0b013e3181b0bf04
19. Islam, S., Yamout, S. and Gosche, J. (2008) Management and outcomes of
ovarian masses in children and adoles- cents. Amsurg Surgery, 74, 10621065.
20. Pfeifer, S. and Gosman, G. (1999) Evaluation of adnexal masses in
adolescents. Pediatric Clinics of North Amer-ica, 46, 573-592.
doi:10.1016/S0031-3955(05)70138-3
21. Okai, T., Kobayashi, K., Ryo, E., Kagawa, H., Kozuma, S. and Taketani, Y.
(1994) Transvaginal sonographic ap- pearance of hemorrhagic functional
ovarian cysts and their spontaneous regression. International Journal of
Gynecology & Obstetrics, 44, 47-52. doi:10.1016/0020-7292(94)90022-1
22. Grimes, D.A., Jones, L.B., Lopez, L.M., Schulz, S. (2011) Oral
contraceptives for functional ovarian cysts. Coch-rane Database of
Systematic Reviews, 15, CD006134.
23. Patino, J., Bettolli, M. and Kolberg-Schwerdt, A. (2009) Laparoscopic
approach to ovarian mass in children and adolescents: Already a standard
in therapy. Journal of La- paroendoscopic & Advanced Surgical
Techniques. Part A, 19, S111-S115.
24. Michelotti, B., Segura, J., Sau, I., Perez-Bertolez, S. and Prince, J. (2010)
Surgical management of ovarian disease in infants, children, and

adolescents: A 15-year review. Journal of Laparoendoscopic & Advanced


Surgical Tech- niques, 15, 261-264. doi:10.1089/lap.2009.0137
25. Schafer, M., Krahenb, L. and Buchler, M.W. (1998) Com- parison of
adhesion formation in open and laparoscopic surgery. Digestive Surgery,
15, 148-152. doi:10.1159/000018609
26. Berger-Chen, S., Herzog, T. and Lewin, S. (2012) Access to conservative
surgical therapy for adolescents with be-nign ovarian masses. Obstetrics &
Gynecology, 119, 270- 275. doi:10.1097/AOG.0b013e318242637
27. Canis, M. (1994) Laparoscopic diagnosis of adnexal cys- tic masses: A 12
year experience with long-term follow up. Obstetrics & Gynecology, 83,
707-712.
28. Templeman, C. and Fallat, M. (2005) Benign ovarian masses. Seminars in
Pediatric Surgery, 14, 93-99. doi:10.1053/j.sempedsurg.2005.01.004
29. Khalifa, E. (1992) Significance of basal follicle-stimu- lating hormone
levels in women with one ovary in a pro- gram of in vitro fertilization.
Fertility and Sterility, 57, 835-839.
30. Lass, A. (1999) The fertility potential of women with a single ovary.
Human Reproduction Update, 5, 546-550. doi:10.1093/humupd/5.5.546
31. Nezhat, C.R., Kalyoneu, S., Nezhat, C.H., Johnson, E., Berlanda, N. and
Nezhat, F. (1999) Laparoscopic man- agement of ovarian dermoid cysts:
Ten years experience. JSLS, 3, 179-184.
32. Marana, R. (1996) Operative laparoscopy for ovarian cysts. Excision vs.
aspiration. The Journal of Reproduc-tive Medicine, 41, 453-458.
33. Diernaes, E., Rasmussen, J., Sorensen, T. and Hasch, E. (1987) Ovarian
cysts: Management by puncture? Lancet, 1, 1084. doi:10.1016/S01406736(87)90503-4
34. Hibbard, L. (1985) Adnexal torsion. American Journal of Obstetrics &
Gynecology, 152, 456-461.
35. Kokoska, E.R., Keller, M.S., Weber, T.R. (2000) Acute ovarian torsion in
children.

The

American

Journal

of

Surgery,

180,

462-465.

doi:10.1016/S0002-9610(00)00503-1

36. Lee, C., Raman, S. and Silvanesaratnam, V. (1989) Tor- sion of ovarian
tumors: A clinicopathological study. In- ternational Journal of Gynecology
& Obstetrics, 28, 21- 25.
37. Rody, A., Jackish, C. and Klockenbusch, W. (2002) The conservative
management of adnexal torsionA case report and review of the
literature.

European

Journal

of

Obstetrics

&

Gynecology

and

Reproductive Biology, 101, 83-86.doi:10.1016/S0301-2115(01)00518-8


38. Oelsner, G. and Shashar D. (2006) Adnexal Torsion. Cli- nical Obstetrics
and Gynecology, 49, 459-463. doi:10.1097/00003081-200609000-00006
39. Cass, D. (2005) Ovarian torsion. Seminars in Pediatric Surgery, 14, 86-92.
doi:10.1053/j.sempedsurg.2005.01.003

10