Anda di halaman 1dari 15

EMBOLI PARU

PENDAHULUAN
Pulmonary embolism atau Emboli paru
adalah peristiwa infark jaringan paru akibat
tersumbatnya pembuluh darah arteri pulmonalis oleh
peristiwa emboli! Keadaan ini dapat memberikan
gambaran klinis dengan spektrum luas, mulai dari suatu
gambaran klinis yang asimptomatik sampai keadaan
yang mengancam nyawa berupa hipotensi, shock
kardiogenik dan keadaan henti jantung yang tiba-tiba
(sudden cardiac death).

Epidemiologi
Insidensi

emboli paru di Amerika Serikat


dilaporkan hampir 200.000 kasus pertahun
dengan angka kematian mencapai 15% yang
menunjukkan bahwa penyakit ini masih
merupakan problema yang menakutkan dan
salah satu penyebab emergensi
kardiovaskuler yang tersering.
Laporan lain menyebutkan bahwa emboli
paru secara langsung menyebabkan 100.000
kematian dan menjadi faktor kontribusi
kematian oleh penyakit-penyakit lainnya.

Risk Factors forVennous


1. Age >40 yr
Thromboembolism
: Surgery
2. History ofvenous thrornboernbolisrn
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

requiring AO rn in of anesthesia Prolonged


immobilization Cerebrovasular accident
Congestive heart failure Cancer
Fracture of pelvis, femur, or tibia Obesity
Pregnancy or recent delivery' Estrogen therapy
I nflammatory bowel disease
Genetic or acquired thrombophilia
Antithrorn bin III deficiency
Protein C deficiency
Protein S deficiency
Proth rombin G20210A mutation FactorV Leiden
Anti cardiolipin a n:ibody syndrome Lupus
anticoaguI. ri

Patofisiologi
Trombi vena terlepas aliran sistem
venasirkulasi arteri pulmonalisbifurkasio
arteri pulmonalismembentuk saddle
emboluspembuluh darah paru tersumbat
peningkatan tekanan arteri pulmonalis
pelepasan senyawa-senyawa
vasokonstriktor : serotonin, refleks
vasokonstriksi uteri pulmonalis dan
hipoksemia hipertensi arteri
pulmonalispeningkatkan tekanan ventrikel
kanan dilatasi dan disfungsi ventrikel
kanan gangguan pengisian ventrikel dan
penurunan distensi diastolik.

Secara garis besar emboli paru akan


memberikan efek patofisiologi berikut :
1.

2.

3.
4.
5.

Peningkatan resistensi vaskuler paru yang


disebabkan obstruksi, neurohumoral, atau
baroreseptor uteri pulmonalis atau peningkatan
tekanan arteri pulmonalis
Pertukaran gas terganggu dikarenakan
peningkatan ruang mati alveolar dari dampak
obstruksi vaskuler dan hipoksemia karena
hipoventilasi alveolar, rendahnya unit ventilasiperfusi dan shunt dari kanan ke kiri dan juga
gangguan transfer karbonmonoksida
Hiperventilasi alveolar dikarenakan stimulasi
refleks oleh iritasi reseptor
Peningkatan resistensi jalan nafas oleh karena
bronkokonstriksi
Berkurangnya compliance paru disebabkan oleh
edema paru, perdarahan paru dan hilangnya
surfaktan.

Skema patofisiologi disfungsi


ventrikel kanan

Emboli paru patut dicurigai


pada penderita hipotensi jika
Adanya bukti trombosis vena atau faktor
:1. predisposisi
emboli paru
Adanya bukti klinis akut kor pulmonale (gagal
ventrikel kanan akut) seperti distensi vena leher,
S3 gallop, pulsasi jantung kanan di dinding dada
(a right ventricular heave) , takikardia, atau
takipnea
3. Adanya temuan ekokardiografis berupa gagal
jantung kanan dengan hipokinesis atau bukti
EKG yang menunjukkan manifestasi akut kor
pulmonale dengan gambaran S1Q3T3,
gambaran incomplete right bundle branch block
atau iskemia ventrikel kanan.11
2.

Ada enam sindroma klinis emboli paru akut


dengan gambaran sebagai berikut :
I

Emboli Paru massif


Presentasi klinis: Sesak nafas, sinkop dan
sianosis dengan hipotensi arteri sistemik
persisten; khas > 50 persen obstruksi pada
vaskulatur paru. Disfungsi ventrikel kanan
dapat dijumpai.
II Emboli Paru sedang sampai besar (submassif)
Presentasi klinis: Tekanan darah sistemik
masih normal, gambaran khas > 30 persen
defek pada perfusi scan paru dengan tandatanda disfungsi ventrikel kanan
III Emboli Paru Kecil sampai Sedang
Presentasi klinis: Tekanan darah arteri
sistemik yang normal tanpa disertai tandatanda disfungsi ventrikel kanan

IV Infark Paru (Pulmonary Infarction)


Presentasi klinis: Nyeri pleuritik, hemoptisis,
pleural rub, atau bukti adanya konsolidasi
paru; khasnya berupa emboli perifer yang
kecil, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan
V Emboli Paru Paradoksikal (Paradoxical
Embolism)
Presentasi klinis: Kejadian emboli sistemik yang
tiba-tiba seperti stroke, jarang disertai
disfungsi ventrikel kanan
VI Emboli Nontrombus (Nonthrombotic
embolism)
Penyebab yang tersering berupa udara, lemak,
fragmen tumor, atau cairan amnion. Disfungsi
ventrikel kanan jarang menyertai keadaan ini.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Foto Toraks
Analisa Gas Darah
D-dimer
Elektrokardiogram (EKG)
Scanning Ventilasi-Perfusi
Spiral Pulmonary Computed
Tomography scanning
Pulmonary Scintigraphy
Angiografi paru

DIAGNOSIS BANDING
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Pneumonia atau bronchitis


Asthma bronchiale
Penyakit Paru Obstruksi Menahun eksaserbasi
Miokard infark
Edema Paru
Anxietas
Diseksi Aorta
Pericardial Tamponade
Kanker Paru
Hipertensi Pulmonal Primer
Fraktur Costae
Pneumothoraks Costochondritis
Nyeri Muskuloskletal

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana yang umum anatara
lain :
1. Tirah baring di ruang intensif
2. Pemberian oksigen 2 4 l/menit
3. Pemasangan jalur intravena
untuk pemberian cairan
4. Pemantauan tekanan darah
5. Stocking pressure gradient (3040 mmHg , bila tidak ditoleransi
gunakan 20- 30 mmHg)

Sementara terapi yang bersifat


khusus adalah :
1.

Trombolitik: diindikasikan pada emboli paru massif dan sub massif Sediaan
yang diberikan :

- Streptokinase 1,5 juta dalam 1 jam


- rt-PA (alteplase) 100 mg intravena dalam 2 jam
- Urokinase 4400 / kg/ jam dalam 12 jam
- Dilanjutkan dengan unfractionated heparin / low molecular weight heparin
selama 5 hari
1.

Ventilator mekanik diperlukan pada emboli paru massif

2.

Heparinisasi sebagai pilihan pada emboli paru non massif / non sub massif

3.

Anti inflamasi nonsteroid bila tidak ada komplikasi perdarahan

4.

Embolektomi dilakukan bila ada kontraindikasi heparinisasi / trombolitik


pada emboli paru massif dan sub massif

5.

Pemasangan filter vena cava dilakukan bila ada perdarahan yang


memerlukan transfusi, emboli paru berulang meskipun telah menggunakan
antikoagulan j angka panj ang