Anda di halaman 1dari 16

KR-02 Calori Work

LAPORAN R-LAB
Calori Work
Nama

: Shobrun Jamil

NPM

: 1406531656

Group

: A1

Fakultas/Departemen

: Teknik / Teknik Kimia

No. Percobaan

: KR-02

Nama Percobaan

: Calori Work

Tanggal Percobaan

: 18 Maret 2015

Kawan Kerja

: -Aiyuni P
-Dwiputra M Z

-M. Fathurrahman

-Elgusta M

-Rizky Intan

-Rolando

-Yasmin Eka

Laboratorium Fisika Dasar


UPP IPD
Universitas Indonesia

Praktikum Fisika Dasar

-Hendri Fauzi

Page 1

KR-02 Calori Work


I.

Tujuan Percobaan
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor

II.

Prinsip Dasar Percobaan


Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau
diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan
kali ini akan dilakukan pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.
Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang
mempunyai resistansi dinyatakan dengan persamaan :
... ( 1 )
Dimana
W = Energi Listrik (Joule)
v = Tegangan Listrik (volt)
i = Arus Listrik (Ampere)
t = Waktu / Lama Aliran Listrik (sekon)
Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk
kenaikan temperatur.
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan
persamaan :

............... (2)
Dimana
Q = Jumlah kalor yang diperlukan (kalori)
m = Massa Zat (gram)
c = Kalor Jenis Zat (kal/gr0C)
Ta = Suhu Akhir Zat (K)
T= Suhu Mula-Mula (K)

Praktikum Fisika Dasar

Page 2

KR-02 Calori Work


Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan
dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang
terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan
yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi
sesuai dengan tegangan yang diberikan.
Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu
kapasitas kalor (C) dan kalor jenis (c)
Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
benda sebesar 1 derajat celcius.

=(
2
1)1) ............ (3)
=(
2
C = kapasitas kalor (J/oK)
Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg
zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis
adalah kalorimeter.

=(
=(
2
2
1) 1) ............(4)
c = kalor jenis ( J/kgoK)
Hubungan kalor jenis dengan kapasitas kalor suatu benda dapat dinyatakan dengan
=.
Hukum kekekalan energi untuk kalor memenuhi asas yang diajukan oleh Joseph
Black, atau kita biasa menyebutnya dengan asas Black. Pada percampuran dua zat,
banyaknya kalor yang dilepas oleh zat yang suhunya lebih tinggi, sama dengan
banyaknya kalor yang diserap oleh zat yang suhunya lebih rendah. Secara matematis
dinyatakan dengan

=
................(5)

=
Dalam percobaan, sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat
tersebut akan dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan
temperatur yang terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem

Praktikum Fisika Dasar

Page 3

KR-02 Calori Work


instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat diubah sehingga perbuahan
temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan
III.

Peralatan
1. Sumber tegangan yang dapat divariasikan
2. Kawat konduktor ( bermassa 2 gr )
3. Termometer
4. Voltmeter dan Ampmeter
5. Adjustable power supply
6. Camcorder
7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

IV.

Prosedur Percobaan
1.

Mengaktifkan web cam (dengan mengklik icon video pada halaman web r-Lab)

2.

Memberikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor

3.

Menghidupkan Power Supply dengan mengklik radio button disebelahnya


4. Mengambil data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat
konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur
5. Memperhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga
mendekati temperatur awal saat diberikan V0

6.
V.

Mengulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3


Data dan Hasil Percobaan

Waktu (s)
3
6
9
12
Praktikum Fisika Dasar

I
23.84
23.84
23.84
23.84
Page 4

V
0
0
0
0

Temperatur
(oC)
23.0
23.0
23.0
22.9

KR-02 Calori Work


15
18
21
24
27
30

23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84

0
0
0
0
0
0

22.9
22.9
22.9
22.9
22.9
22.9

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

I
34.45
34.45
34.45
34.45
34.45
34.45
34.34
34.45
34.45
34.45

0.6
0.6
0.6
0.6
0.6
0.6
0.61
0.6
0.6
0.6

Temperatur
(oC)
22.9
22.9
20.4
20.6
20.8
20.9
21.1
21.2
21.3
21.3

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

I
49.05
49.05
49.16
49.16
49.16
49.16
49.16
49.16
49.16
49.05

V
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46
1.46

Temperatur
(oC)
21.1
21.3
22.1
22.8
23.6
24.3
24.9
25.4
25.9
26.4

3
6
9

I
40.72
40.61
40.72

V
0.97
0.97
0.97

Temperatur
(oC)
25.3
25
25

Waktu (s)

Waktu (s)

Waktu (s)

Praktikum Fisika Dasar

Page 5

KR-02 Calori Work


12
15
18
21
24
27
30

40.72
40.72
40.72
40.72
40.72
40.61
40.72

0.97
0.97
0.97
0.97
0.97
0.97
0.97

25.1
25.1
25.3
25.3
25.4
25.4
25.5

1. Grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap
tegangan yang diberikan ke kawat konduktor.

Grafik Waktu terhadap Temperatur Pada Vo (V = 0)


20.8

Temperatur (oC)

20.6

20.4
0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
Waktu (s)

Praktikum Fisika Dasar

Page 6

KR-02 Calori Work

Grafik Waktu terhadap Temperatur Pada V1 (V = 0,6 Volt)


21.5
21
Temperatur (oC)

20.5
20
19.5
0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33
Waktu (s)

Grafik Waktu terhadap Temperatur Pada V2 (V = 1,46 Volt)


27
26
25
Temperatur (oC)

24
23
22
21
0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33
Waktu (s)

Praktikum Fisika Dasar

Page 7

KR-02 Calori Work

Grafik Waktu terhadap Temperatur Pada V3 (V = 0,97 Volt)

Temperatur (oC)

0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33
Waktu (s)

2. Menghitung nilai kapasitas panas (c) dari kawat konduktor yang digunakan untuk
V1, V2 dan V3
Persamaan yang digunakan yaitu besarnya energi listrik sama dengan energi kalor,
maka :
W=Q
V x I x t = m x c x T
V xI
T = m x c x t

Dengan menggunakan persamaan liner y = mx dimana x adalah variabel bebas


(waktu) dan y adalah variabel terikat (perubahan suhu).
b. Untuk V1 = 0.6 Volt

No

X
(sekon)

Y
(celcius
)

X2

20.2

20.3

36

3
4

9
12

20.4
20.6

81
144

Praktikum Fisika Dasar

Page 8

Y2
408.0
4
412.0
9
416.1
6
424.3

XY
60.6
121.8
183.6
247.2

KR-02 Calori Work

15

20.8

225

18

20.9

324

21

21.1

441

24

21.2

576

27

21.3

729

10

30

21.3

900

165

208.1

3465

6
432.6
4
436.8
1
445.2
1
449.4
4
453.6
9
453.6
9
4332.
13

312
376.2
443.1
508.8
575.1
639
3467.
4

N (XY ) X Y
N X 2( X ) 2

m=

(10 x 3467.4) ( 165 x 208.1)


(10 x 3465 )27225

= 0.04545
Maka C =

V xI
m
0.6 x 34.44
0 0.04545

= 454.653 J/kg oC
c. Untuk V2 = 1.46 Volt

X
(sekon)

Y
(celcius)

21.1

21.3

36

22.1

81

No

Praktikum Fisika Dasar

Page 9

X2

Y2
445.2
1
453.6
9
488.4
1

XY
63.3
127.8
198.9

KR-02 Calori Work


4

12

22.8

144

15

23.6

225

18

24.3

324

21

24.9

441

24

25.4

576

27

25.9

729

10

30

26.4

900

165

237.8

3465

519.8
4
556.9
6
590.4
9
620.0
1
645.1
6
670.8
1
696.9
6
5687.
54

237.6
354
437.4
522.9
609.6
699.3
792
4078.
8

N (XY ) X Y
N X 2( X ) 2

m=

(10 x 4078.8) (165 x 237.8)


( 10 x 3465 )27225

= 0.2088
Maka C =

V xI
m
1.46 x 49.16
0.2088

= 343.743 J/kg oC
d. Untuk V3 = 0.97 Volt
X
(sekon)

Y
(celcius)

1
2
3

3
6
9

25.3
25
25

9
36
81

12

25.1

144

No

Praktikum Fisika Dasar

Page 10

X2

Y2
640.0
9
625
625
630.0
1

XY
75.9
159
225
301.2

KR-02 Calori Work


5

15

25.1

225

18

25.3

324

21

25.3

441

24

25.4

576

27

25.4

729

10

30

25.5

900

165

252.4

3465

630.0
1
640.0
9
640.0
9
645.1
6
645.1
6
659.2
5
6370.
86

376.5
455.4
531.3
609.6
685.8
765
4175.
7

N (XY ) X Y
N X 2( X ) 2

m=

(10 x 4175.7) (165 x 252.4)


( 10 x 3465 )27225

= 0.01494
Maka C =

V xI
m
0.97 x 40.72
0.01494

= 264.38 J/kg oC
3. Menentukan jenis kawat konduktor berdasarkan nilai kalor jenis yang sudah didapatkan
pada perhitungan.
Maka, nilai rata rata dari percobaan diatas adalah:
C 1+C 2+C 3
Crata-rata =
3

454.653+343.743+264.38
3

= 354.26 J/ kgoC
Praktikum Fisika Dasar

Page 11

KR-02 Calori Work


Dengan menggunakan data literatur, praktikan mencoba mencari jenis kawat
konduktor mana yang paling mendekati nilai c yang didapat dari percobaan dan jenis
kawat konduktor tersebut yaitu tembaga dengan nilai c = 390 J/kg oC. Jika benar
kawat tersebut adalah tembaga, maka kita dapat menghitung kesalahan relatifnya :

Kesalahan Relatif =

literatur
|C percobaanC
|
C literatur

|354.26390
|
390

x 100 %

x 100%

= 9.16 %
VI.

Analisis
1. Analisis Percobaan
Pada percobaan Calori Work ini kawat konduktor bermassa 2 gram
digunakan untuk melilitkan sebuah sensor temperatur dimana sensor tersebut akan
bekerja ketika kawat konduktor dialiri arus listrik. Saat ada arus listrik, akan
terjadi perubahan temperatur sehingga dapat mengetahui berapa energi kalor yang
dihasilkan. Nilai tegangan kawat konduktor divariasikan sebanyak empat kali (V 0,
V1,V2, V3) agar memperoleh data yang valid. Perubahan nilai tegangan akan
mengubah nilai temperatur sehingga nilai temperatur juga bervariasi.
Pada percobaan ini, pengukuran nilai temperaturr dilakukan selama 30
detik dimana perubahan temperaturr akan tercatat secara otomatis setiap 3 detik
sehingga akan ada 10 data perubahan temperatur mulai dari detik ke-3, ke-6, ke-9,
ke-12, ke-15, ke-18, ke-21, ke-24, ke-27, dan ke-30. Pengukuran mulai dicatat
saat suhu yang tertera pada video adalah sama dengan suhu awal yaitu 20.7 oC.
Langkah ini bertujuan agar suhu awal pada V0, V1,V2, V3 sama karena untuk

Praktikum Fisika Dasar

Page 12

KR-02 Calori Work


mencari kapasitas kalor (C) memerlukan nilai perubahan suhu (T) suhu akhir
dikurangi suhu awal.
2. Analisis Hasil Percobaan
Data yang diperoleh dari percobaan calori work ini berjumlah 40 data
dimana setiap nilai tegangan (dari 4 nilai tegangan berbeda) akan mempunyai 10
data. Dari data yang diperoleh tersebut, terlihat bahwa kenaikan tegangan listrik
akan menyebabkan kenaikan perubahan temperatur serta nilai arus listrik yang
dialirkan.
Sesuai dengan tujuan percobaan, praktikan menghitung nilai kapasitas
kalor suatu kawat konduktor berdasarkan data-data yang diperoleh dan
menggunakan rumus mencari kapasitas kalor. Nilai kapasitas kalor adalah
mengalikan nilai tegangan, kuat arus, dan waktu yang diperlukan lalu dibagi
dengan perubahan suhu. Persamaan ini diperoleh dengan menggunakan prinsip
energi listrik yang dihasilkan sama dengan eneri kalor. Rumus energi listrik (w)
adalah v I t sedangkan rumus energi kalor (Q) adalah C T. Hasil perhitungan
pada setiap nilai tegangan pada percobaan menunjukkan bahwa nilai kapasitas
kalor yang dimiliki kawat konduktor berbanding lurus dengan perubahan
tegangan dan arus.Hal ini jugadapat terlihat secara jelas melalui rumus yang ada.
Dari perhitungan yang terdapat pada pengolahan data diperoleh nilai kalor
jenis untuk percobaan sebesar 354.26 J/ kgoC. Dari hasil tersebut, jenis kawat
konduktor yang paling mungkin adalah tembaga dengan nilai kalor jenis 390
J/kgoC, serta kesalahan relatif pada nilai kalor jenis ini sebesar 9.16%.
3. Analisis Alat
1. Sumber tegangan yang dapat divariasikan

Praktikum Fisika Dasar

Page 13

KR-02 Calori Work


Tegangan adalah perbedaan potensial antara dua titik dalam rangkaian
listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Tegangan juga dapat diartikan
sebagai energi yang dibutuhkan untuk memindahkan satu muatan listrik.
2. Kawat Konduktor bermassa 2 gram
Kawat konduktor adalah kawat yang dapat dengan mudah menghantarkan
muatan-muatan listrik (arus listrik).
3. Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu pada waktu
tertentu.
4. Voltmeter dan Amperemeter
Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial
listrik.Voltmeter biasanya disusun secara sejajar (parallel) dengan sumber
tegangan dan peralatan listrik.
Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik
dalam rangkaian.
5. Adjustable Power Supply
Adjustable power supply adalah pemberi power (catu daya) dalam jumlah
cukup besar untuk menyalakan alat elektronik.
6. Camcorder
Camcorder adalah perangkan elektronik yang menggabungkan kamera
video dan perekam video dalam satu unit

Praktikum Fisika Dasar

Page 14

KR-02 Calori Work


7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis
DAQ adalah proses memperoleh data untuk mengukur kondisi sampel
secara fisik dan mengkonversi sampel yang dihasilkan menjadi nilai numeric
digital yang dapat dimanipulasi oleh PC. Sistem DAQ merubah nilai analog
menjadi nilai digital.
4. Analisis Kesalahan
Pada awal proses pengukuran, nilai temperatur awal yang terlihat pada
video cam sebesar 20.7oC tetapi pada pengukuran dengan tegangan yang berbeda
yaitu saat V1, V2, V3 temperaturnya berbeda untuk setiap suhu awal pengukuran.
Hal ini disebabkan gangguan koneksi internet yang lambat sehingga pengukuran
yang dilakukan juga terhambat pengambilan datanya oleh sistem.
Nilai kapasitas kalor kawat konduktor yang diperoleh mempunyai
kesalahan relatif dengan nilai yang terdapat di literatur yaitu sebesar 9.16%. Hal
ini disebabkan karena pada percobaan kita menggunakan persamaan W = Q untuk
mendapatkan nilai kapasitas kalor, yang artinya kita menganggap semua energi
listrik dikonversi menjadi energi kalor. Padahal mungkin saja ada yang tidak
terkonversi sehingga tidak 100% berubah menjadi energi kalor.
VII.

Kesimpulan
1. Ketika kawat konduktor dialiri arus listrik, maka nilai temperatur kawat tersebut
juga akan naik
2. Semua energi bisa dikonversikan menjadi bentuk energi

lain sesuai dengan

prinsip hukum kekekalan energi. Pada percobaan ini energi listrik dikonversi
menjadi energi kalor
3. Tidak semua proses perubahan energi akan menghasilkan efisiensi 100% karena
kemungkinan ada energi yang terbuang
4. Kenaikan nilai tegangan akan berbanding lurus dengan kenaikan nilai arus listrik
dan nilai perubahan temperatur
Praktikum Fisika Dasar

Page 15

KR-02 Calori Work


5. Perkiraan jenis kawat konduktor yang digunakan dalam percobaan ini yaitu
tembaga dengan nilai kalor jenis sebesar 390 J/kgoC
6. Pada perhitungan diperoleh nilai kalor jenis kawat konduktor sebesar 354.26 J/
kgoC dan memiliki kesalahan relatif 9.16%

VIII. Referensi
Giancoli, Douglas C. 2001.Fisika Jilid 1 Edisi ke-5. Jakarta : Erlangga
Haliday dan Resnick.1991. Fisika Jilid 1 Edisi ke-3. Jakarta : Erlangga
Mekanika Manual Praktikum Fisika Dasar Semester Genap Tahun 2012
Tipler,P.A.1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga

Lampiran

Sumber : http://blog.uad.ac.id/erni/files/2011/12/EP-6D03.jpg

Praktikum Fisika Dasar

Page 16