Anda di halaman 1dari 18

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK

STARTING DAN BREAKING PADA PINTU


GESER MENGGUNAKAN PID
Disusun oleh :
Rachmat Yustiawan Hadi
2209030002

Lucky Setiawan
2209030031

Dosen pembimbing 1

Dosen pembimbing 2

Ir. Rusdhianto Effendi A.K,MT


NIP. 1957 04 24 1985 02 1001

Slamet Budiprayitno .ST., MT


NIP. 1978 11 13 2010 12 1002

Latar Belakang
Kemajuan teknologi untuk
kemudahan manusia

Pembuatan alat secara


otomatis

Pembuatan sistem untuk membuka


dan menutup pada miniatur pintu
secara otomatis dengan mengatur
proses Starting dan Breaking pada
motor penggerak pintu menggunakan
kontrol PID

Kebanyakan pintu
masih manual

Ketidakefektifan untuk pintu yang besar dan


tidakefisien untuk waktu serta kesulitan untuk
orang yang punya kekurangan (tunadaksa)

Dibutuhkan proses pengaturan otomatisasi pada pintu


diperlukan untuk mempermudah manusia dalam
menjalankan aktivitas sehari-hari

Permasalahan
Ketidakefektifan dalam proses buka tutup secara manual untuk pintu
yang ukurannya besar seperti pada gudang tempat penyimpanan alat
berat, serta untuk tempat yang membutuhkan proses yang cepat seperti
rumah sakit proses yang masih manual ini menyebabkan
ketidakefisiensian dalam hal waktu
Proses buka tutup pintu yang manual ini juga akan membuat kesulitan
untuk beberapa orang yang mempunyai kekurangan seperti tuna daksa
apabila akan memasuki tempat-tempat umum seperti supermarket dan
lainnya
Selain itu proses buka tutup pintu otomatis mengakibatkan kerja motor
menjadi maksimal sehingga diperlukan pengaturan cara Starting dan
breaking motor yang benar agar motor dan pintu tidak cepat rusak .

Batasan Masalah
Simulasi yang dilakukan menggunakan miniatur pintu geser
yang telah dibuat.
Subyek yang dikendalikan adalah proses membuka dan
menutup pintu geser secara otomatis dengan mengatur starting
dan breaking dengan menggunakan PWM dan PID.
Pengaturan pintu tidak dapat dilakukan dalam keadaan
tegangan listrik PLN mati.

Tujuan
Pembuatan sebuah sistem pengaturan Starting dan breaking

motor untuk pintu geser otomatis menggunakan kontrol PID.

Sistem ini akan digunakan untuk membuka dan menutup pintu


secara otomatis ketika ada orang yang akan masuk atau keluar
dari suatu tempat dan mengatur cara kerja motor pada saat
Starting awal pintu akan membuka dan pada saat breaking
motor ketika pintu akan menutup.

Diagram Blok Keseluruhan


Rangkaian
Power Supply

Limit Switch 1
Sensor PIR 1

Limit Switch 1
LED

Motor DC

Driver Motor

Sensor PIR 2

Limit Switch 2

Rotary encoder
dan optocoupler

Perancangan Alat
Perancangan Rangkaian Elektronik.
Rangkaian power supply.
Rangkaian sistem minimum mikrokontroler ATmega16
Rangkaian sensor PIR (Passive Infra Red).
Rangkaian Limit switch.
Rangkaian driver relay.
Rangkaian Optocoupler dan rotary encoder
Perancangan Miniatur dan Mekanik Pintu Geser Otomatis .
Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan Rangkaian
Elektronik
Rangkaian power supply +5 Volt dan +12
Volt

Power supply +5 Volt digunakan

sebagai supply tegangan rangkaian


mikrokontroler ATmega16, Sensor
PIR (Passive Infra Red), dan
rangkaian driver relay
Power supply +12 Volt sebagai
supply tegangan rangkaian driver
relay

Perancangan Rangkaian
Elektronik
Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler ATmega16
Port yang digunakan:
- Port A0 sebagai input potensiometer
- Port B0 sebagai input sensor PIR 1
- Port B1 sebagai input sensor PIR 2
- Port B2 sebagai input rotary encoder
- Port B3 sebagai input limit switch 1
- Port B4 sebagai input limit switch 2
- Port D5 sebagai output ke driver
pengendali arah
- Port D6 sebagai output driver relay
pemberi nilai PWM

Perancangan Rangkaian
Elektronik
Rangkaian Sensor PIR active low

Sensor yang digunakan pada tugas akhir ini


menggunakan sensor infra merah yaitu
sensor PIR (Passive Infra Red) dengan tipe
KC7783R. Kami membuat output dari
sensor PIR ini active low sehingga cara
kerjanya adalah saat sensor tidak
mendeteksi adanya gerakan manusia maka
outputnya menjadi logic 1 sedangkan
apabila sensor mendeteksi adanya gerakan
manusia maka outputnya menjadi logic 0.

Perancangan Rangkaian
Elektronik
Rangkaian Limit Switch

Rangkaian Limit switch pada sistem ini


berfungsi sebagai input ke mikrokontroler
yang nantinya akan digunakan untuk
menghentikan putaran motor. Limit switch
ini akan masuk ke Port B.3 dan Port B.4.
Pada mikrokontroler input ini akan
disetting pull up, sehingga saat limit switch
tidak ditekan akan berlogic 1, dan saat limit
switch ditekan akan berlogic 0.

Perancangan Rangkaian
Elektronik
Rangkaian Driver Motor dengan PWM
driver
relay
ini
untuk
menggerakan motor pada pintu
geser
driver ini memiliki 2 port input
dari mikrokontroler, satu untuk
mengendalikan
arah
dan
satunya lagi untuk memberikan
sinyal PWM
driver relay ini adalah active
low

Perancangan Perangkat Lunak


Pengaturan timer dan port Mikrokontroler ATmega16 dengan Codevison AVR

Perancangan Mekanik Miniatur


Pintu Geser Otomatis
Perancangan Miniatur Pintu Geser Otomatis

30c
m
24cm

14cm
66c
m

Pengujian Alat Secara Keseluruhan


Saat sensor PIR mendeteksi ada gerakan

orang maka pintu membuka dengan proses


starting dan breaking pada motor yang
diatur dengan program kontrol PI dari
mikrokontroler
Ketika PIR sudah tidak mendeteksi

gerakan orang maka pintu akan kembali


menutup dengan proses starting dan
breaking pada motor yang juga diatur
dengan program kontrol PI dari
mikrokontroler

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Motor DC printer yang digunakan masih kurang maksimal
ketika proses starting dan breaking. Hal ini dikarenakan jenis
motor yg berbeda beda.
Motor DC memiliki kecepatan yang tinggi sehingga harus diatur
PWM - nya
Berdasarkan hasil pengujian, data yang dibaca oleh sensor PIR
hanya dapat mendeteksi suhu tubuh dan gerakan manusia
Pemrograman kontrol PID yang digunakan hanya kontrol PI
karena cukup hanya kontroller PI saja sudah memenuhi tujuan
dari tugas akhir ini.
Sistem yang dibuat belum dapat bekerja ketika listrik pada PLN
mati karena masih belum ada tenaga listrik cadangan.

Saran
Dibutuhkan sumber tenaga dari luar yang tidak tergantung pada
sumber listrik PLN agar dapat menggerakkan sensor dan motor pada
pintu sehingga sistem dapat berfungsi walaupum listrik mati.
Untuk penerapan selanjutnya lebih baik menggunakan motor stepper
agar pengaturan PWM nya lebih mudah.
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengoperasikan
pemrograman PID dengan lebih spesifik meskipun alat ini cukup pada
kontroller PI saja