Anda di halaman 1dari 25

Anatomi

Pendahuluan
Kanker payudara disebut juga sebagai
karsinoma mama merupakan kanker solid
yang mempunyai insiden tertinggi di negara
barat / maju. Di Indonesia, kanker payudara
merupakan kanker dengan insiden tertinggi
no. 2 setelah kanker leher rahim dan
diperkirakan dalam waktu singkat akan
merupakan insiden tertinggi pada wanita

Klasifikasi stadium TNM (UICC/AJCC)


(Union internationale Contra Le cancer)
(American Joint Committe on Caner Stanging and End Resulls
Reporting)

Diagnosis
( tripple diagnostic procedures)

Clinical
imaging
Pathologi/cytologi/
histopatologi

Anamnesis : keluhan
Benjolan padat, nyeri,kecepatan tumbuh,retraksi,
krusta/eksim,nipple discharge, perubahan warna kulit,benjolan
Payudara diaxilla-leher-supraclavicula, edem lengan

dan axilla

Nyeri tulang terus menerus dan semakin berat


(vertebra,pelvis,femur)
Tempat Rasa sakit dan penuh di uluhati, batuk kronik dan sesak napas, sakit
kepala hebat, muntah, dan gngguan sensorium
lain

Faktor
resiko

Usia, usia melahirkan anak pertama, paritas, riwayat laktasi, riwayat


menstruasi, pemakaian obat-obat hormonal, riwayat keluarga,
riwayat op tumor junak, riwayat radiasi.

Pemeriksaan fisik : status lokalis


Pemeriksaa
n payudara
kanan dan
kiri
(ipsilateral
dan kontra
lateral)

Masa tumor : lokasi, ukuran, kosistensi, permukaan tumor,


bentuk dan batas tumor, jumlah tumor, fiksasi tumor (kulit, m.
Pectoralis, dinding thoraks)
Perubahan kulit : kemerahan, edematous, dimpling, ulcus,
satellite nodules, peau dorange
Papila mamae : retraksi, erosi, krusta, eksim, discharge
(ipsilateral, 1 muara, bloody)
KGB regional : KGB axilla,KGB infra clavikula, KGB supra
clavicula (palpable, ukuran, konsistensi, konglomerasi, fiksasi,
satu atau dengan jaringan sekitar)
Organ metastasis (paru, hati, tulang, cerebral)

Pemeriksaan radio-diagnostik /
oncologic imaging
Wajib : mamografi dan USG,
foto thoraks, USG abdomen
(hati)
Indikasi : bone scanning, bone
survey, CT-scan, MRI

Fine Needle Aspiration


Biopsy/FNAB./FNA

Pemeriksaan Histopatologi ( Gold


Standard Diagostik )

Stereotactic biopsi dengan bantuan USG atau mammogram pada lesi


nonpalpable

Core needle biopsy (micro-speciment)

Vacuum assisted biopsi (mammotome)

Biopsi insisional

Memeriksaan imunohistokimia (IHC) terhadap ER,PR, Her2/neu(recomended), Chatepsin-D, VEGF, BCL-2, P53, dll.

Pemeriksaan
laboratorium

Metastasis hepar : pem.


Enzim transminase
Tulang : alkali fosfatase dan
calsium
Tumor marker : CA 15-13 dan
CEA


Mamografi

Wanita usia 35-39 tahun dilakukan 1 kali


Wanita berusia 40-49 tahun (setiap 2 tahun)
Wanita usia 50-60 tahun (setiap 1 tahun)
Wanita >60 tahun (setiap 1 tahun)

Screening

Mamogra
fi dan
USG
MRI (magnetic
resonance
Imaging )

SADARI

Sadari :

Modalitas Terapi
1. Pembedahan
2. Radioterapi
3. Kemoterapi
4. Terapi biologis
5. Terapi hormonal

Pembedahan : terutama untuk kanker payudara stadium awal

Mastektomi
radikal ( Halstedt
Radical
mastectomy)

BCS (breast
Conversing
surgery)

Modified radical
mastctomy
(Uchincloss dan
maaden)

Modified radical
mastctomy
(patey)

Mastectomy
simple

Radioterapi

Radioterapi : radioterapi merupakan terapi loko-regional dan pada umumnya


eksternal dengan Co60 atapun terapy dengan sinar X

Radiotherapi dapan dilakukan sebagai :

Radioterapi neoadjuvant (sebelum pembedahan)

Radioterapi adjuvant (sesudah pembedahan)

Radioterapi palliative

kemoterapi

Kemoterapi diberikan sebagai kombinasi. Kombinasi kemotherapi yang


telah menjadi standar adalah :

CMF (cyclophosphamide-methotrexate-5 fluoro Uracil)

CAF, CEF (cyclophosphamide-adriamcyn/epirubicin-5fluoro uracil)

T-A (taxanes/paclitaxel/doxetacel-adriamycin)

Gapecitabine ( Xeloda-Oral)

Pemberian kemoterapi dapat dilakukan :

Neoadjuvant (sebelum pembedahan)

Adjuvant (sesudah pembedahan)

Therapeutic Chemotherapy diberikan pada Metastatic Breast Cancer

Sebagai metronomic chemotherapy -> anti angiogenesis

Obat obat target (molecular targeting therapy)


Ditujukan terutama jika ada indikasi yaitu adanya
ekspresi protein tertentu pada jaringan kanker,
seperti :
Ekspresi Her2/Neu protein : Transtuzumab
(diberikan minimal 1 tahun)
Ekspresi VEGR/R : bevacizumab

Terapi hormonal

Terutama untuk pasien dengan reseptor hormonal (steroid receptor) yg


positif, terutama ER (estrogen receptor), PR (progesteron
receptor) positif.

Obat yang digunakan :

Tamoxifen

Aromatase inhibitor (letrozole, anastrozole dan exemetason)

GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon)

Terapi

Kanker payudara Non-invasif


a. Ductal Carsinoms Insitu (DCIS) : suatu keadaan dimana sel kanker (yang
berasal dari epitelium TDLU) belum menembus membrana basalis, dan jika
menembus mikroskopis tidak lebih dari 1mm.
a. Mastektomi simple
b. Breast Conserving Therapy/Surgery (BCT/BCS)

b. Lobular Carsinoma Insitu (LCIS)


a. Diagnosis seringkali insidental
b. Biasanya non-palpable
c. Lbh sering pada wanita premenopause
d. Terapi yang dianjurkan adalah Eksisi Tumor.

Kanker payudara invasif


Karsinoma dari epitel mama yang telah infiltrasi keluar dan menembus
membrana basalis duktal. Menunjukkan kemampuan bermetastasis ke KGB
dan organ jauh.
Menurut M.D anderson surgical Oncologi Handbook (2006) terdapat 5 sub
type histologi yang sering di jumpai :

infiltrating Ductal Carsinoma

Infiltrating Lobular Carsinoma

Tubular Carcinoma

Medullary carsinoma

Mucinous or colloid Carsinoma

Pembedahan :
terapi bedah stadium dini (T1, T2, N0,N1)

BCS/BCT

< 3cm

Dengan/tanpa pemebsaran KGB

Mastektomi Radikal Modifikasi

Jika tumor besar

Resiko rekurensi (usia Muda)

High nuclear grade

Comedo type necrosis

Margin positif

Sub type histologi tertentu

Her2/Neu positif

DNA aneuploidy

Rekontruksi bedah

Terima kasih