Anda di halaman 1dari 7

KASUS 23

Seorang anak perempuan berusia 5 tahun, BB 19kg, dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan keluar cairan dari kedua
telinga sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya pasien mengalami batuk pilek disertai demam dan ibu sudah memberikan obat yang dibeli
di warung, namun keluhan masih dirasakan walaupun sudah tidak seberat sebelum diberi obat. Pasien sempat dikeluhkan rewel dan
mengatakan sakit pada kedua telinganya, namun tidak begitu dihiraukan oleh ibu. Saat ini keluhan nyeri telinga tidak dikeluhkan lagi.
Hasil pemeriksaan tanda vital: N 108x/menit, R 24x/menit, t 38 oC. Pada pemeriksaan fisik kedua telinga didapatkan: sekret
mukopurulen pada liang telinga, membran timpani tidak dapat devaluasi.
A. Daftar Masalah:
Keluar cairan dari telinga
Telinga terasa penuh dan sakit
Batuk pilek
Suhu 380 C
Diagnosis: Suspect otitis media akut dan rhinitis
B. Tujuan pengobatan
Mengatasi infeksi
Mengurangi rasa sakit
Mengobati keluhan hidung buntu dan beringus
Menurunkan demam
C. Mengatasi Infeksi
Pemilihan terapi untuk profilaksis bakteri (terapi causal):
Nama golongan
Tetrasiklin

Efficacy
Bekerja dengan menghambat sintesis
protein dengan menghambat perlekatan
aminoasil-tRNA yang bermuatan.

Safety
ESO: mual, muntah, diare, iritasi esofagus,
hepatotoksisitas, pankreatitis, gangguan
darah, fotosensitivitas dan reaksi

Suitability
I: infeksi bakteri yang umum
KI: Tidak boleh diberikan pada anak-

Kloramfenikol

Co-trimoksazole

Memiliki spektrum yang luas.

hipersensitivitas (demam).

Penghambat kuat terhadap sintesis protein


mikroba. Bersifat bakteriostatik untuk
kebanyakan bakteri, melawan bakteri
aerob dan anaerob serta gram positif dan
gram negatif.

ESO: mual, muntah, dan diare, depresi


sumsung tulang, reaksi neurotoksik seperti
sakit kepala, neuritis optik, neuritis perifer
dan reaksi hipersensitivitas. Memiliki efek
samping hematologik yg berat.

Berkompetisi dengan PABA dan enzim


dihidrofolat sintetase bakteri sehingga
membentuk analog asam folat yang tidak
berfungsi.

ESO: mual, diare, sakit kepala, hiperkalemia,


rash.

I: enteritis infeksiosa, toksoplasmosis,


nokardiasis

Aman pada anak-anak.

KI: gagal ginjal, gangguan hati yang


berat, porfiria

Merupakan analog dari asam nalidixic


yang aktif melawan bakteri gram positif
dan gram negatif. Obat ini memblok
sintesis DNA dengan cara menghambat
enzim topoisomerase II (DNA gyrase) dan
topoisomerase IV. Obat ini memiliki
aktivitas bakterisidal dan lebih efektif
melawan bakteri gram negatif
dibandingkan bakteri gram positif.

ESO: mual, muntah, dispepsia, diare, sakit


kepala, gangguan tidur, ruam dan pruritus.
Selain itu, anoreksia, peningkatan kadar urea
dan kreatinin dalam darah, astenia, depresi,
bingung, halusinasi, kejang, tremor,
paraestesia, hipoastesia, fotosensitivitas,
reaksi hipersensitivitas (demam) serta
gangguan darah.

I: bakteri gram positif dan gram negatif

Menghambat sintesis dinding sel mikroba.


Dapat menembus sawar darah uri dan
sawar darah otak, dieksresi utuh melalui
ginjal. Memiliki spectrum yang luas.

ESO: Reaksi alergi, nyeri berat dan


tromboflebitis setelah injeksi intravena,
toksisitas pada ginjal.

Gen I:

anak < 12 tahun


I: infeksi berat (hemophilus influenza,
demam tifoid, dan burkholderia cepacea)
KI: wanita hamil dan menyusui, porfiria

Menghambat enzim dihidrofolat reduktase


bakteri yang mengubah asam dihidrofolat
menjadi asam tetrahidrofolat.
Florokuinolon

Sefalosporin

KI: hati-hati pada pasien dengan riwayat


epilepsi atau kejang, defisiensi G6PD,
miastenia gravis, gangguan ginjal,
wanita hamil dan ibu menyusui, anakanak dan remaja

terutama aktif terhadap kuman gram


positif
Gen II:
kurang aktif terhadap bakteri gram
positif, tapi lebih aktif terhadap bakteri
gram negatif

Gen III:

Penisilin

Bersifat bakterisida dan bekerja dengan


menghambat sintesis dinding sel. Berdifusi
dengan baik di jaringan dan cairan tubuh,
tapi penetrasi ke dalam cairan otak kurang
baik kecuali jika selaput otak mengalami
infeksi. Diekskresi ke urin dalam kadar
terapetik.

ESO: reaksi alergi dan reaksi anafilaksis


yang dapat menjadi fatal, kejang pada pasien
gagal ginjal.

kurang aktif terhadap kokus gram positif,


tapi jauh lebih aktif terhadap
Enterobacteriaceae
I: infeksi kokus gram positif, infeksi
batang gram positif, infeksi bakteri gram
negatif
KI: alergi penisilin

Skor Penilaian Golongan Obat Antibiotik:


Obat

Efficacy

Safety

Suitability

Total

Tetrasiklin

90

60

150

Kloramfenikol

90

70

70

230

Co-Trimoxazole

90

90

75

255

Florokuinolon

90

60

10

160

Sefalosporin

90

80

80

250

Penisilin

90

80

90

260

Golongan obat yang sesuai untuk pasien ini yaitu Penisilin. Pemilihan terapi untuk pasien adalah obat per oral, pilihan obatnya:
Nama obat
Penisilin VK

Efficacy
Memiliki spektrum antibacterial
yang sempit, menghambat sintesis
dinding bakteri

Safety
ESO: efek gastrointestinal,
kejang, demam, anemia
hemolitik, nefritis interstisial

Suitability
I: infeksi minor (respirasi, otitis
media, sinusitis, kulit, urinary)

Cost
Rp 130,20 / tablet 40 mg

akut, reaksi hipersensitifitas


KI: alergi penisilin
I: infeksi staphylococci lokal

Cloxacillin

Spesifik untuk stafilokokus

ESO: reaksi alergi

Amoxicillin

Aktifitas lebih tinggi melawan


bakteri, mekanismenya dengan
penetrasi membrane luar bakteri
gram negatif

ESO: demam, urtikaria, rash,


reaksi alergi, gejala system saraf
pusat

KI: alergi penisilin


I: sinusitis, otitis, infeksi saluran
kemih dan respiratori bawah

Rp 3091,00 / botol 60 ml

KI: alergi penisilin

Skor Penilaian Obat Antibiotik:


Obat

Efficacy

Safety

Suitability

Cost

Total

Penisilin VK

80

70

90

80

150

Cloxacillin

70

80

70

90

230

Amoxicillin

90

70

90

70

250

P drug untuk pasien ini yaitu Amoxicillin 50 mg/kgBB selama 5 hari.


D. Mengobati Keluhan Hidung Buntu dan Beringus
Pilihan obat decongestant:
Nama obat
Phenylephrine

Phenylpropanolamine

Efficacy
Bekerja sebagai agonis alpha secara
langsung.
Phenylephrine merupakan agonis
reseptor 1; obat ini dapat mengaktivasi
reseptor hanya pada konsentrasi yang
tinggi.
Menyerupai efedrin, tapi kurang

Safety

Suitability

ESO: asidosis metabolic; sakit kepala,


ansietas, lemah, tremor, parestesia, respon
pilomotor, penurunan perfusi renal,
penurunan outpun renal, distress respirasi.

KI: bradikardia, aritma,


hipersensitivitas terhadap
phenylephrine, bisulfite; hipertensi,
takikardi ventricular.

ESO: Resiko stroke hemoragik, shg ditarik

I: dekongestan nasal dan sebagai


midriatik.
I: kongesti nasal

menimbulkan perangsangan SSP.

FDA; supresi nafsu makan ; hipertensi,


palpitasi. Insomnia, pusing, mual,
Xerostomia

Ephedrine

Bekerja pada reseptor 1, 2, 1, 2, 3;


bekerja lebih lama (karena bukan
katekol dan tidak dirusak COMT atau
MAO)

ESO: meningkatkan tekanan darah,


bronkodilatasi, iritasi setempat, mual,sakit
kepala; setelah penggunaan berlebihan
terjadi toleransi,efek menghilang, kongesti
berulang; efek kardiovaskuler

Oxymethazoline

Agonist reseptor 2A, bekerja secara


langsung; long acting

ESO: rebound-congesti (penggunaan


jangkapanjang); sensasi menyengat dan
panas sementara;bersin dan nasal mukosa
kering; hipertensi, palpitasi.

Xylometazoline

Bekerja sebagai agonis yang bekerja


langsung; long acting

ESO: iritasi setempat, mual,sakit kepala;


setelah penggunaan berlebihan terjadi
toleransi,efek menghilang, kongesti
berulang; efek kardiovaskuler

KI: hipersensitivitas
KI: hipersensitivitas terhadap
ephedrine, aritmia jantung,cardiac ,
glaukoma, pasien yang meminum agen
simpatomimetik lainnya.
I: kongesti nasal
KI: hipersensitivitas
I: kongesti mucosa nasal

KI: I: kongesti nasal

Skor Penilaian Obat Dekongestan:


Nama obat

Efficacy

Safety

Suitability

Total

Phenylephrine

80

70

90

240

Phenylpropanolamine

70

80

90

240

Ephedrine

70

80

90

240

Oxymethazoline

90

85

70

245

Xylometazoline

90

80

90

260

P drug untuk pasien ini yaitu Xylometazoline, anak umur 2-12 tahun pemberian tetes hidung (0,05 %) 2-3 kali tiap 8-10 jam
E. Menurunkan Panas

Pilihan obat analgesic-antipiretik:


Nama golongan
Asetaminofen
(Paracetamol)

Aspirin

Ibuprofen

Efficacy

Safety

Suitability

Bekerja sebagai inhibitor lemah


COX-1 dan COX-2 pada jaringan
perifer serta memiliki efek antiinfamasi yang tidak sifnifikan.

ESO: pusing, disorientasi,


hepatotoksik, gangguan ginjal,
perdarahan gastrointestinal.

I: nyeri sedang

Bekerja sebagai inhibitor nonspesifik enzim COX yang


irreversible dan menghambat
nyeri di daerah subkortikal.

ESO: intoleransi lambung, ulkus


lambung dan duodenum,
hepatotoksik, asma, rash, toksik
ginjal, dosis tinggi: muntah,
tinnitus, penurunan pendengaran,
vertigo.

I: nyeri ringan hingga sedang

Bekerja sebagai inhibitor nonselektif untuk COX

ESO: perdarahan dan iritasi


gastrointestinal, rash, pruritus,
tinnitus, pusing, sakit kepala,
retensi cairan, efek hematologic
dan gangguan ginjal

I: nyeri ringan-sedang, demam,


penutupan duktus arteriosus pada
bayi

Rp 130,20 / tablet 40 mg

KI: gangguan hepar

Ketoprofen

Bekerja menghambat secara nonselektif COX dan lipoksigenase

ESO: gejala gastrointestinal dan


sistem saraf pusat

Naproxen Sodium

Bekerja sebagai inhibitor COX


non-selektif

ESO: perdarahan gastrointestinal


bagian atas, pneumonitis alergika
dan pseudoporfria

Rp 123,20 / tablet 100


mg

KI: hemophilia, anak <16 tahun

Rp 147,00 / tablet 200


mg

KI: polip hidung, angioedema,


reaksi bronkospastik akibat aspirin
I: nyeri pada rematoid artritis,
osteoartritis dan dismenorea; nyeri
ringan-sedang

Rp 1890 / tablet 100 mg

KI: I: rematologik, nyeri ringansedang

KI: -

Skor Penilaian Obat Antipiretik:


Obat

Cost

Efficacy

Safety

Suitability

Cost

Total

Parasetamol

90

80

90

80

340

Aspirin

90

80

90

260

Ibuprofen

90

80

90

70

330

Ketoprofen

90

80

70

50

290

Naproxen Sodium

90

80

70

10

250

P drug untuk pasien ini yaitu Paracetamol.


RESEP
dr. Budi
SIP: 2011/123/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Seganteng Indah I Cakranegara
Telp. (0370) 672045
Mataram, 8 Juni 2012
R/ Syr. Amoxicillin ml 60 Lag. I
S.t.d.d. Cth. I a.c.

a.s

R/ Gtt.nasal. Otrivin 0,05 % ml 10 Lag. I


S.p.r.n.b.d.d. gtt.nasal. II ND.NS

a.s

R/ Syr. Paracetamol ml 60 Lag. I


S.p.r.n.t.d.d. Cth. II p.c.

Pro
: Jodi
Umur : 5 tahun
Alamat: Jl. Swasembada 3, Mataram

a.s