Anda di halaman 1dari 11

BED SIDE TEACHING (BST)

VISUS MENURUN

Disusun Oleh:

Rani, S.Ked.
NIM: 702010024

Pembimbing:

dr. Hj. HASMEINAH BAMBANG, Sp.M.

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA


RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2015

ANAMNESIS
Autoanamnesis
Identitas Pasien
Nama Lengkap
Tempat dan Tanggal Lahir
Umur
Alamat
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Pendidikan
Agama

Nama : Ny Z
Umur : 50 tahun

Ruang : Kelas : -

: Tn. Z
:
: 50 tahun
:
: Perempuan
:
:
:

Dokter yang Merawat


: dr. Hj. Hasmeinah Bambang, Sp.M.
Dokter Muda
: Rani
Tanggal Pemeriksaan : Juni 2015
Keluhan Utama
Penglihatan mendadak sejak 3 hari yang lalu
Pada mata kanan, kiri, atau keduanya?
Keluhan Tambahan
Merah?
Nyeri?
Gatal?
Berair?
Rasa mengganjal?
Penglihatan seperti terhalang benda asing?
Silau?
Sekret?
Sakit kepala?
Mual muntah?
Demam?
Lapangan pandang menyempit?
Melihat seperti di terowongan?
Riwayat Perjalanan Penyakit
Mata merah sudah sejak kapan?
Semakin hari semakin merah?
Didahului trauma?
Pandangan kabur?
Mendadak atau perlahan lahan?
Riwayat Penyakit Dahulu
Keluhan yang sama sebelumnya ?
Riwayat trauma pada mata ?
Riwayat menderita penyakit pada mata?
Riwayat mata kemasukan benda asing ?
Riwayat pandangan kabur sebelumnya?
Riwayat memakai kacamata sebelumnya?

Riwayat penyakit darah tinggi?


Riwayat penyakit kencing manis?
Apakah pernah dioperasi sebelumnya?
Riwayat alergi?
Riwayat penggunaan obat-obatan steroid?
Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga?
Riwayat penyakit mata pada keluarga?

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum :
Kesadaran
:
Vital Sign
:
- Tekanan darah :
- Nadi
:
- Suhu
:
Status Oftalmologis

Nama : Ny. Z
Umur : 50 tahun

Ruang : Kelas : -

mmHg
x/menit
o
C

OD

No.
1.
2.
3.

4.

Pemeriksaan
Visus
Tekanan Intra Okuler
Kedudukan Bola Mata
Posisi
Eksoftalmus
Enoftalmus
Pergerakan Bola Mata
Atas
Bawah
Temporal
Temporal Atas
Temporal Bawah
Nasal
Nasal Atas

OS

OD

OS

ortoforia
(-)
(-)

ortoforia
(-)
(-)

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Nasal Bawah
Nistagmus
Palpebra
Hematom
Edema
Hiperemis
Benjolan
Ulkus
Fistel
Hordeolum
Kalazion
Ptosis
Ektropion
Entropion
Sekret
Trikiasis
Madarosis
Punctum Lacrimalis
Edema
Hiperemis
Benjolan
Fistel
Konjungtiva Tarsal Superior
Edema
Hiperemis
Sekret
epikantus
Konjungtiva Tarsal Inferior
Kemosis
Hiperemis
Anemis
Folikel
Papil
Lithiasis
Simblefaron
Konjungtiva Bulbi
Kemosis
Pterigium
Pinguekula
Flikten
Simblefaron
Injeksi konjungtiva
Injeksi siliar
Injeksi episklera
Perdarahan subkonjungtiva
Kornea
Kejernihan
Edema
Ulkus
Erosi

(-)

(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)

11.
12.

13.

14.

15.

16.

Infiltrat
Flikten
Keratik Presipitat
Macula
Nebula
Leukoma
Leukoma Adherens
Stafiloma
Neovaskularisasi
Imbibisi
Pigmen Iris
Bekas Jahitan
Tes Sensibilitas
Limbus Kornea
Arkus Senilis
Bekas Jahitan
Sklera
Sklera Biru
Episkleritis
Skleritis
Camera Oculi Anterior (COA)
Kedalaman
Kejernihan
Flare
Sel
Hipopion
Hifema
Iris
Warna
Gambaran radier
Eksudat
Atrofi
Sinekia posterior
Sinekia anterior
Iris bombe
Iris tremulans
Pupil
Bentuk
Besar
Regularitas
Isokoria
Letak
Refleks Cahaya Langsung
Seklusio Pupil
Oklusio Pupil
Leukokoria
Lensa
Kejernihan
Shadow Test
Refleks kaca

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

17.

Luksasi
Subluksasi
Pseudoafakia
Afakia
Funduskopi
Refleks fundus
Papil
- Warna Papil
- Bentuk
- Batas
Retina
- Warna
- Perdarahan
- Eksudat
Macula Lutea

(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)

RESUME HASIL ANAMNESIS & PEMERIKSAAN

Retinopati
Diabetik
ANAMNESIS
Mata Tenang
(+)
Penglihatan kabur (+)
Gejala

Penglihatan
mendadak, spt
ada bayangan
hitam yg
menutup

MATA TENANG
Uveitis
Posterior
(+)
(+)
Mata nyeri
Fotofobia
Pandangan
kabur dan
kurang jelas
Terdapat bercak
gelap di lapang
pandang
Biasanya hanya
satu mata tetapi
juga dapat
kedua mata

Ablatio
Retina

Neuritis optik

(+)
(+)

(+)
(+)

floater,
riw.melihat
pijaran api
(fotopsia),
penurunan
penglihatan

Nyeri pada
mata, terutama
saat mata
digerakkan,
RAPD positif
untuk mata
yang sakit,
Skotoma
sentralis atau
diskromatopsia
, keluhan defek
lapang pandang
altitudial khas
untuk neuropati
iskemia akut,
Rasa sakit bila
ditekan,
Penglihatan
warna
terganggu , Tanda
Uhthoff

Etiologi

Riwayat DM yang
lama
Kadar gula darah
tidak terkontrol

Toksoplasmosis,
penyakit-penyakit
jaringan ikat atau
autoimun (HIVAIDS)

(penglihatan
setelah olah raga
/suhu tubuh )
Robekan retina, Infeksi virus,
Tarikan dari
Sklerosis multipel,
jaringan di badan Obat-obatan
kaca,
(tersering
Desakan tumor, etambutol),
cairan, nanah
Keracubab
ataupun darah
metanol, Trauma
kepala yang
mengenai daerah n.
opticus

Pemeriksaan status opthalmologikus


Visus

Menurun

Menurun

Menurun

Menurun

Tekanan Intra
Okuler

Normal

Normal

Turun/ tidak dpt


dinilai

Normal

Palpebra

Tenang

Tenang

Tenang

Konjungtiva
Kornea
Camera Oculi
Anterior (COA)
Iris

Tenang
Jernih
Sedang

Tenang
Jernih
Sedang

Tenang
Jernih
Sedang

Gambaran iris
jelas

Gambaran iris jelas

Pupil

Gambaran iris
jelas
Isokor

Anisokhor,
midriasis, reflex
cahaya
langsung/tdk (-)

Isokor

Lensa

Jernih

Jernih

Jernih

Funduskopi

Refleks fundus
merah, detail tidak
jelas

Funduskopi:pad
a bagian
bawah/inferior
berwarna
kemerahan.
Retina terlihat
pucat, terangkat
dengan
pembuluh darah
di atasnya

Funduskopi:
ditemukan edema
dan hiperemis
disertai perdarahan
periapiler pada N. II

Pemeriksaan
penunjang
lainnya

Stereoscopic
biomicroscopic.
Angiografi fluorese
n

Fluoresence
angiografi, USG,
Biopsi korioretinal

Pemeriksaan
lapangan
pandang
Periksa reaksi
pupil.

Pemeriksaan slit
lamp; anterior
segmen biasanya
normal,
pemeriksaan
vitreous untuk
mencari tanda
pigmen atau
tobacco dust,
ini merupakan
patognomonis
dari ablasio
retina pada 75 %
kasus.
PPemeriksaan
fundus dengan
oftalmoskop
Penatalaksanaa
n

Belum ada
pengobatan yang
spesifik dan
efektif untuk
mencegah
perkembangan
retinopati
diabetik, fokus
pengobatan
terletak pada
hiperglikemia atau
penyakit penyerta
lainnya yang
menyertai

Glaukoma
Akut
ANAMNESIS
Penglihatan
kabur
Rasa Nyeri

Mendadak,
Lapangan
pandang
menyempit
++/+++

Rasa mengganjal

Fotofobia

+++,
pandangan
halo
+
+

Epifora
Sakit kepala

Sikloplegik sulfas
atropine 1% 3 kali
sehari
Dexamethasone
topical 0,1%
Antibiotic oral
klorampenikol
3xsehari

Dengan
tindakan
operatif :
Skcleral
buckling,
retinopeksi
pneumatic,
pars plana

MATA MERAH
Endoptalmiti
Uveitis Akut
s
Mendadak

Menurun

Metilprednisolon 1
gram / hari selama
3 hari. Apabila
terkena 1 mata :
peroral, bila
terkena 2 mata :
intravena

Keratitis
Menurun

(+) terutama saat (+) saat ditekan maupun


mata digerakkan saat digerakkan
Merasa seperti ada pasir
di mata
+
+++

(+) ringan
sampai berat
+/-

+
-

(+)
-

+
-

+++

Mual muntah
Sekret

+
-

Etiologi

Eksogen
( infeksi pasca
operasi, trauma)
Endogen (sepsis,
dm, imunitas
menurun)

infeksi (sifilis,
tuberkulosis, leptospirosis,
dll), trauma, katarak,
alergi sistemik, dan
sebagainya.

(+) serous
sampai
mucopurulen
Infeksi, dry
eye, alergi,
konjungtiviti
s kronis.

Pemeriksaan status opthalmologikus


Visus

Menurun
mendadak

Menurun

Menurun

TIO meningkat

TIO
meningkat/normal/menuru
n
Ptosis ringan

TIO normal

Palpebra

Menurun
mendadak,
Lapangan
pandang
menyempit.
TIO
meningkat >
40 mmHg
Tenang

Konjungtiva
Kornea

Mix injeksi
Edema

Injeksi siliar
Hiperemi perikorneal

Camera Oculi
Anterior (COA)

Sudut bilik
mata dangkal

hiperemis
- Keruh
- edema
- keratik
presipitat
- hipopion

Injeksi siliar
Keruh
Infiltrate
Fluoresein +
++/Normal

Iris

Tenang/
bermasalah

Pupil

Midriasis non- Reflek cahaya


reaktif
(+) lambat

Lensa

Jernih
Keruh

Jernih
keruh

Funduskopi

Reflek fundus
(+),
Pada katarak
matur (-)

(-)/ (+)

(-)/(+)

(-)/(+)

Pemeriksaan
penunjang
lainnya

Tonometri
Perimetri
(pemeriksaan
lapangan
pandang

- Bila tidak
tembus lakukan
usg
- kultur ciran
vitreous

Tes flouresein untuk


mengetahui kerusakan
epitel kornea

Tes
flouresein
untuk
mengetahui
kerusakan

Tekanan Intra
Okuler

Edema palpebra

Tenang/
bermasalah

Flare (keruh)
Sudut bilik mata dangkal
bila terdapat glaukoma
- Sinekia
posterior/anterior
- Iris bombans
- reflek cahaya
lambat
- miosis irreguler
- keruh (terutama bila
terdapat katarak
komplikata)

sentral dan
perifer)
tunnel
Penatalaksanaa
n

- lab darah,
rontgen, kultur
darah & urin,
HIV
a) PertamaPemberian oral
tama turunkan antibiotik broad
tekanan
spectrum yaitu
intraokuler,
ciprofloxacin 2
dengan
x 750 mg.
asetazolamid
Antibiotik tetes
(iv atau oral)
fortified
bersama
diberikan tiap 5
dengan obat
menit pada 30
topikal
menit pertama
(sikloplegik
loading dose.
pilokarpin 2AB broad
4% 4-6 dd 1
spectrum secara
gtt. Dapat
intravitreal bila
diganti
visus lebih baik
latanoprost,
dari light
apraklonidin,
perception
timolol 0.25Bila curiga
0.5%)
jamur
antijamur
Pilokarpin
Amfoterisin B
untuk
intravitreal &
kontraksi
ketokonazol oral
siliar dan
Vitrektomi
mengkonstriks
bila visus
i pupil agar
sudah light
tidak terjadi
perception
iskemia iris.
Sudah jarang
dipakai dan
banyak
digantikan
oleh
latanoprost.
Timolol dan
apraklonidin
mengurangi
produksi
aqueous
humour.
Steroid topikal
kadang
dipakai untuk
mengurangi
inflamasi
intraokuler

epitel kornea
Tes
sensibilitas
Sikloplegik sulfas atropine Virustatik :
1% 3 kali sehari
asiklovir zalf
mata untuk
Dexamethasone topical
keratitis
0,1%
viruS
Antibiotic oral
Antibiotik
klorampenikol 3xsehari
tetes
diberikan
untuk
menghindari
infeksi
sekunder
Asiklovir
oral 5 x 800
mg
Sikloplegik
diberikan
pada keratitis
stromal/jika
nyeri

sekunder.