Anda di halaman 1dari 67

PENANGANAN,

PENGELOLAAN
dan
TRANSPORTASI SPESIMEN

TUJUAN :
Agar Spesimen dan sample yang akan digunakan
oleh bagian pemeriksaan memenuhi persyaratan
yang ditetapkan sehingga
Menjamin Ketepatan Hasil pemeriksaaan

Mengapa penting ?
Suhu, waktu transportasi dan penyimpanan
spesimen yang tidak sesuai dengan
persyaratan spesimen akan menimbulkan
reaksi-reaksi yang menyebabkan
Perubahan beberapa analit / unsur dalam
spesimen / sampel yang mempengaruhinhasil
pemeriksaan.

Faktor Faktor Pra-Analitik


I. Pengambilan Spesimen

1. Sangat dianjurkan pasien duduk/berbaring de

posisi nyaman 20 menit sebelum diambil spe

Hal ini untuk meminimalkan perbedaan konse

komponen-komponen darah yang diakibatkan


perubahan volume darah.

2. Sebaiknya spesimen darah tidak diambil pada

yang sedang diinfus intravena atau lengan da

keadaan Hematoma atau lengan dalam keada


yang meluas.

3. Pastikan volume spesimen yang diambil cukup

4. Pastikan tipe & jumlah tabung yang digunakan

5. Pastikan ukuran jarum yang digunakan sesuai.

6. Pastikan jarum yang digunakan steril, tajam d


tidak bengkok atau bergerigi.

7. Perhatikan persyaratan yang perlu diikuti unt


pemeriksaan Trace Element.

8. Pemasangan tourniquet dilakukan setelah ba

yang akan diambil darah dibersihkan dengan


alkohol 70%.

9. Tourniquet dipasang 10 15cm diatas bagian


yang akan diambil darah.

10.Segera lepaskan torniquet dan tidak lebih dar


1 menit setelah darah mulai mengalir ke dalam
tabung. (Tabel 2-1)

11.Gunakan Anticoagulant dan pengawet yang s


untuk spesimen darah.

12.Spesimen darah yang diambil dari tempat be

(kapiler, vena) akan memberikan komposisi ya


berbeda. (Tabel 2-4)
13.Hindari menggunakan Hemolysis Spesimen.

II. Penanganan Spesimen

1. Identifikasi Spesimen
Pastikan kebenaran identitas pasien sebe
spesimen diambil.

Identitas pasien harus dijaga kebenarann

selama proses pengambilan, transportas

proses pemeriksaan sampai dengan pem


hasil lab.

2. Pengawetan Spesimen
Perhatikan beberapa parameter/analit yang

memerlukan penanganan khusus sejak wakt

pengambilan, transportasi sampai dengan pr


analisa. (Tabel 2-6)

3. Pemisahan dan Penyimpanan


Spesimen

Plasma atau serum harus segera dipisahka


sel darah.

Pemisahan serum dari proses pembekuan y

belum sempurna akan terbentuk benang fi

yang akan merusak jarum sampel pada ins

Proses pembekuan darah hingga sempurna t

dalam waktu 30 menit.

Pastikan pada saat sentrifugasi tabung spes

tertutup.

Apabila serum/plasma tidak segera diperiksa

simpan spesimen dalam kondisi tabung tertu

pada suhu 40C atau 200C atau suhu kamar s

persyaratan/stabilitas analit yang akan diper

4. Transportasi Spesimen

Perhatikan stabilitas analit dalam pengirima


spesimen:
Pengiriman pada suhu kamar.
Pengiriman dengan Ice Packs.
Pengiriman dengan Dry Ice.

Faktor Pra-Analitik
yang dapat Dikendalikan
1. Perubahan Postur tubuh.
Perubahan postur tubuh dari berdiri tegak

posisi duduk atau berbaring dan sebaliknya


mempengaruhi volume darah.

Analit-analit yang akan berubah kadarnya ka


perubahan postur, antara lain:
- Enzymes

- Aldosteron

- Calcium

- Renin

- Billirubin
- Catecholamines

- Angiotensin II

- Antidiuretie H

Volume darah dapat kembali normal dari

perubahan posisi berbaring ke posisi berdiri t

diperlukan waktu 10 menit dan perubahan da


posisi berdiri ke posisi berbaring diperlukan
waktu 30 menit.
(Tabel 2-7)

Pada umumnya analit yang dapat berdifusi

secara bebas dengan berat molekul < 5000,

kadarnya tidak akan terpengaruh oleh perub


postur tubuh.

2. Bed Rest dalam periode waktu yang cuk

Pada keadaan ini akan terjadi retensi caira


kadar serum protein dan albumin akan tur
rata-rata masing-masing 5 dan 3 g/l.
Kadar Ca, Na, K, Fosfat akan meningkat.

Diperlukan waktu lebih dari 3 minggu untu


menormalkan kembali volume cairan tubu

3. Olahraga
Pengaruh olahraga terhadap komposisi cai
tubuh berkaitan dengan lama dan intensit
aktivitas.

Moderate exercise dapat meningkatkan ka


gula darah, dan akan menstimulasi sekres

Plasma Pyruvate dan Laktat akan meningk


dengan meningkatnya aktivitas metabolism
otot skletal.

Serum Kreatinin akan sedikit meningkat dan

mengakibatkan aliran darah ke ginjal menur

Adenosin trifosfat dalam sel akan menurun d

terjadi peningkatan permeabilitas sel akibatn


terjadi sedikitpeningkatan pada enzym dari
skeletal. Olahraga yang ringan akan sedikit
menurunkan kadar serum cholesterol dan
triglyceride.

4. Variasi Circadian

Beberapa Analit dalam cairan tubuh berva

sepanjang hari. Faktor-faktor penyebab va


- Postur
- Aktivitas
- Pola makan
- Stress
- Siang & malam
- Waktu tidur dan bangun

Untuk variasi kadar yang sangat besar dalam

sepanjang hari, pengambilan spesimen perlu


dikontrol dengan ketat terutama untuk
pemeriksaan serial.

Hampir kebanyakan hormon memiliki variasi

cukup besar dalam sepanjang hari, misalnya


- Cortisol, konsentari maks. sekitar pkl.
06.00 08.00

- Renin Activity, Aldosteron konsentrasi


maks. pada dini hari dan min. pada sore
hari.

- TSH, min. pkl. 18.00 22.00, maks. pkl.


02.00 04.00 pagi hari. Variasi berkisar
50%.

- Testoteron, Growth Hormone,


Insulin.

5. Kebutaan

Pada orang buta stimulasi hipothalamuspituitary axis terganggu/menurun.

Beberapa analit konsentrasinya akan sedik


berbeda dari orang normal.

6. Travel

Perjalanan yang melewati beberapa zone

akan mempengaruhi ritme circadian yang


normal.

Perubahan terjadi pada fungsi Pituitary


dan adrenal.

7. Diet
1. Pola & jenis makanan/minuman.
2. Obesitas
3. Malnutrisi

1. Pola & jenis makanan/minuman.


Glukosa, Iron, Total Lipids dan Akaline
Phosphatase sangat dipengaruhi oleh
makanan.

Efek dari makanan kaya protein pada sore ha


akan menyebabkan:
Meningkatnya kadar serum urea-N,
phosphatase, uric acid dan efek ini masih
terlihat dalam waktu 12 jam.
Growth Hormone akan meningkat 1 jam
setelahnya
Insulin

Kebisaaan makan serat dapat menghambat a


beberapa analit dari saluran gastrointestiona
seperti calcium, cholesterol, triglyserida.

Caffeine
Akan menstimulasi medullaa dan otex adr
dan menyebabkan meningkatnya ekresi
catecholamine, glukosa, cortisol.

Caffeine
Caffein juga mempunyai efek pada metabo
lipid.
Akan menstimulasi asam lambung dan pep
Akan meningkatkan Na, K, Ca dan Mg
dalam urin.
Vegetarian

Kebiasaan vegetarian akan menurunkan k


LDL, VLDL, Chol, Trig, HDL.

8. Merokok, Minum Alkohol dan Obat-obat


(Tabel 2-11)

- Faktor Pra-Analitik yang Tidak Dapat Dike


1. Pengaruh Biologis:

1. Usia, pada umumnya usia dibagi dalam 4 k


- Newborn
- Anak-anak sampai masa pubertas
- Dewasa
- Dewasa Tua (Tabel 2-12)
2. Sex/Jenis Kelamin (Tabel 2-14)
3. Ras/Bangsa

2. Faktor Lingkungan:
Ketinggian

Orang yang tinggal ditempat yang sangat


terjadi perubahan kadar pada analit:
- Hemoglobin meningkat
- Erythocyte meningkat

- Kadar Growth Hormone tinggi meskipun


diperiksa dalam keadaan basal (puasa)

2. Faktor Lingkungan:

Temperatur di lingkungan tempat tinggal ak

mempengaruhi komposisi dari cairan tubuh

3. Letak Geografis
- Orang orang yang tinggal di area yang su
kadar Chol, Trig, Mg akan meningkat.

- Orang orang yang tinggal di area pertam


kadar Trace Element akan meningkat.

- Orang orang yang tinggal di perkotaan ka


Carboxy hemoglobin lebih tinggi dibanding
yang tinggal di pedesaan.

4. Siklus Menstruasi
Kadar Hormone wanita dalam plasma akan
terpengaruh dengan siklus menstruasi.
5. Pengaruh Musim (Tabel 2-15)
6. Kondisi Demam (Tabel 2-16)

7. Kondisi Shock & Trauma (Tabel 2 17)

8. Kondisi sedang ditransfusi


- Transfusi darah untuk mengganti kehilang
darah (banyak) akan meningkatkan kadar
Serum, kadar Lactatate Dehydrogenase
meningkat.

- Infus dengan larutan glukosa akan menuru


kadar Fosfat dan kalium Plasma.

Faktor Faktor Analitik

Karakteristik Mutu pada Proses Pemeriks


Laboratorium:
Persiapan Harian
Persyaratan Spesimen
Penanganan Spesimen
Turn Around Time
SDM Kompeten

Karakteristik Mutu pada Proses Pemeriks


Laboratorium:
CPRR (Cost Per Reportable Result)
Metode Pemeriksaan
Metode/Sistem QC
Kemampuan Alat
Fasilitas

Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkunga

Karakteristik Mutu Produk yang harus dip


Presisi
Akurasi
Sensitifitas Analitik
Spesifitas Analitik
Interferensi
Rentang Linearitas
Stabilitas Reagen

Validitas hasil laboratorium ditentukan:

1.Sistem Analisa

2. Sistem QC

Analytical System

Laboratory Results

Quality Control System

Quality
Goal

- Sistem Analisa -

Sistem yang digunakan untuk memproduksi ha


pemeriksaan meliputi:
Reagen, Kalibrator, Kontrol, Instrumen,
Alat-alat pendukung, Disposables, Prosedur Tes.

- Sistem QC -

Sistem yang digunakan untuk memverifikasi


apakah hasil pemeriksaan dapat
diterima/dilaporkan.

Sistem QC meliputi:
Seleksi Material Kontrol
Jumlah Kontrol
Proses menentukan x dan SD
Menetukan Batasan Kontrol

Sistem QC meliputi:

Menentukan rules untuk menganalisa hasil


Plotting hasil QC
Evaluasi harian hasil QC
Melakukan langkah langkah koreksi &

pencegahan

Dua Tipe Kesalahan


Yang Ditemukan Selama Proses Pemeriksaan
1. Kesalahan Acak/Random Error
Penyebab :

Penanganan reagen, Kalibrator dan Contro

tidak konsisten.
Fluktuasi dalam temperatur.
Fluktuasi dalam volume.

Perawatan instrumen tidak konsisten.


Kondisi lingkungan kerja tidak konsisten.
Fluktuasi Listrik.

Penanganan material tidak konsisten dari s

analis ke analis

Random error berhubungan dengan :


- Perubahan dalam presisi
- Meningkatnya SD atau CV

SD :

_
( x - xi )2
N-I

CV :

_
( SD/ x ) x 100

- QC Chart menggambarkan Perubahan Ran

2. Kesalahan Sistematik/Systematic Error


Penyebab :
Perubahan lot. No. reagen.
Perubahan kalibrasi/rekalibrasi.
Perubahan terhadap instrumen.

Systematic error berhubungan dengan :

Perubahan dalam akurasi.

_ x.
Pergeseran nilai

Perubahan yang konsisten dalam sistem/


proses pemeriksaan.

Perubahan dalam bias.

Bias : x - Nilai
target

- QC Chart menggambarkan Perubahan Sistemati