Anda di halaman 1dari 4

ACARA

9.1
SPESIES DAN POPULASI TUMBUHAN
I.
A.

PENDAHULUAN
Latar belakang
Populasi berasal dari bahasa latin , yaitu populus yang berarti semua
orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Dalam ekosistem,
populasi kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sama / sejenis
dan menempati daerah tertentu, yang memiliki berbagai karakteristik
yang walaupun di gambarkan secara statistik, unik sebagai milik
kelompok dan ukuran karakteristik individu dalam kelompok itu ( Odum,
1971).
ada di foto (Rikky,2007 ).
Faktor-faktor lingkungan akan mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman.
Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan akan terlihat pada
penampilan tanaman. Tumbuhan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, disini terlihat bahwa tumbuhan saling mempengaruhi
dengan lingkungannya. Begitu pula biasanya vegetasi yang tumbuh
disekitar ekosistem tersebut juga spesifik atau tertentu. Karena hanya
tumbuhan yang sesuai dan cocok saja yang dapat hidup berdampingan.
Tumbuhan pun mempunyai sifat menolak terhadap tumbuhan yang tidak
disukainya, yaitu dengan mengeluarkan zat kimia yang dapat bersifat bagi
jenis tertentu. Sifat tersebut dinamakan allelopati (Irwan,2007).
Definisi kompetisi sebagai interaksi antara dua atau banyak individu
apabila (1) suplai sumber yang diperlukan terbatas, dalam hubungannya
dengan permintaan organisme atau (2) kualitas sumber bervariasi dan
permintaan terhadap sumber yang berkualitas tinggi lebih
banyak.organisme mungkin bersaing jika masing-masing berusaha untuk
mencapai sumber yang paling baik di sepanjang gradien kualitas atau
apabila dua individu mencoba menempati tempat yang sama secara
simultan. Sumber yang dipersaingkan oleh individu adalah untuk hidup

dan bereproduksi, contohnya makanan, oksigen, dan cahaya


(Naughton,1973).
Persaingan yang terjadi antara organisme-organisme tersebut
mempengaruhi pertumbuhan dan hidupnya, dalam hal ini bersifat
merugikan (Odum, 1971). Setiap organisme yang berinteraksi akan di
rugikan jika sumber daya alam menjadi terbatas jumlahnya. Yang jadi
penyebab terjadinya persaingan antara lain makanan atau zat hara, sinar
matahari, dan lain lain (Setiadi, 1989).
Dalam praktikum ini akan dilaksanakan simulasi keanekaragaman hayati
dengan menggunakan berbagai populasi. Dalam praktikum ini akan
dipelajari bagaimana populasi,spesies, terjadi serta melalui proses seperti
apa.
B.

II.
A.

Tujuan
1. mengetahui macam-macam keanekaragaman hayati
2. mengetahui konsep tentang individu,populasi,komunitas dan ekosistem
METODE
Alat dan bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah penggaris, pensil,
dan penghapus.
bahan yang digunakan pada percobaan kali ini antara lain: 1. Hibiscus
mutabilis L. yang ada di halaman Fakultas Biologi UGM, 2. Hibiscus rosasinensis yang ada di halaman Fakultas Biologi UGM, 3. variasi bentuk dan
warna bunga daun hibiscus rosa-sinensis / codiaeum variegatum (puring)
yang ada di halaman fakultas Biologi UGM

B.

Cara kerja
pertama, nama bahan yang sudara hadapi ditulis dan dibuat
klasifikasinya, kedua nama species ditulis dengan benar sesuai aturan
tatanama, ketiga dibuat table perbandingan sifat morfologi dari bahan a,
dan b, ke empat dibuat table perbandingan sifat morfologi (fenotip) dari
bahan .

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. HASIL
buatlah table dan grafik
B. PEMBAHASAN
pengertian spesies menurut taksonomi adalah kelompok dari populasi alamiah yang
secara potensial melakukan pembiakan antar populasi itu dan secara reproduktif terisolasi dari
kelompok lain. pada percobaan kali ini kitamenemukan tingkat keanekaragaman tingkat spesies.

Spesies atau jenis memiliki pengertian individu yang mempunyai persamaan secara
morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter
hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan
generasinya.

Keanekaragaman hayati tingkat jenis adalah keanekaragaman hayati yang


menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis.
Contoh keanekaragaman tingkat jenis adalah dalam keluarga puring, puring butterfly inti
,puring anting merah, puring bor, puring x, dan lain-lain. Di antara jenis puring tersebut
walaupun ditemukan ciri khas yang sama, akan tetapi ukuran tubuh atau batang,
kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda.
factor-faktor yang mneyebabkan keanekaragaman hayati diantaranya, dari
faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya yaitu kemampuan tumbuhan
tersebut untuk bertahan hidup berdampingan dengan tumbuhan lain.Faktor
eksternal yang menjadi perebutan antar tanaman diantaranya intensitas cahaya,
unsure hara, suhu, air, oksigen , dan karbondioksida. Selain faktor yang menjadi
perebutan, ada juga faktor yang mempengaruhi k eadaan fisiologis pertumbuhan
tanaman diantaranya kondisi tanah, kelembaban tanah,udara,angin, dan gangguan
dari spesies-spesies tertentu di suatu habitat juga dapat berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup dan fisiologis tumbuhan.

IV.

KESIMPULAN
1. 1. Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya berbagai macam variasi bentuk,
penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis
dan tingkat ekosistem

2. 2. a. Populasi : ~> Adalah kumpulan Individu sejenis yang menempati suatu


daerah tertentu.
b. Ekosistem: ~> Hubungan timbal balik antar mahluk hidup dengan
komponen abiotik dalam satu kesatuan tempat hidup
c. Komunitas : ~>Adalah seluruh populasi mahluk hidup yang hidup di suatu
daerah tertentu. Komuniatas merupakan komponen biotik dalam suatu
ekosistem. Contoh: komunitas sawah, hutan, kebun dll.
d. Individu : ~> Adalah mahluk hidup tunggal. Sebagai contoh: seekor ikan,
V.

seekor kambing, manusia, sebatang pohon singkong,


Daftar Pustaka

Irwan, Z.D.. 2007. Prinsip-Prinsip Ekologi. Jakarta: Bumi Aksara.


Naughhton.1973. Ekologi Umum edisi Ke 2. UGM Press Yogyakarta
Odum, E.P. 1971. Dasar-dasar Ekologi (diterjemahkanTjahjono, S. dan Srigandono,
B) Yogyakarta: Penerbit Universitas Gajah Mada.
Rikky , Firmansyah .2007.Mudah dan Aktif Belajar Biologi. PT Grafindo Media
Pratama.Bandung.
Setiadi, Dedi, Muhadiono, Ayip Yusron.1989. Penuntun Praktikum Ekologi.PAU Ilmu
Hayat IPB: Bogor.

VI.

LAMPIRAN