Anda di halaman 1dari 11

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

D I N A S P E K E R J A A N U M U M
Bidang Penataan Ruang
Jl. Tengkawang Nomor 05, Samarinda
Telp. 0541-276246/276237 Fax. 0541-276237

PROPOSAL KEGIATAN
SOSIALISASI PENATAAN RUANG
DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Tahun Anggaran 2010

SANTIKA CONSULINDO
Jl. Karang Jaya Nomor 7B Jatipadang, Jakarta Selatan
12540, Telp/Fax. 021-7801713 /021-7801803
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

A. LATAR BELAKANG

Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang


sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang,
memberikan payung hukum yang lebih kuat dalam penyelenggaraan penataan ruang yang
transparan, efektif, dan partisipatif.

Salah satu hal pokok yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang yang baru ini adalah pembagian kewenangan yang tegas antara
Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam
penyelenggaraan penataan ruang sehingga memberikan kejelasan tugas dan
tanggungjawab masing-masing tingkat pemerintahan, termasuk peran Pemerintah Pusat
dan Provinsi dalam pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan
penataan ruang nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Pembagian kewenangan penyelenggaraan penataan ruang di atas sejalan dengan


semangat otonomi daerah yang telah diamanatkan melalui UU Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah, yakni dengan diberikannya kewenangan yang luas bagi
daerah untuk mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan menjadi kepentingan
masyarakat daerah. Mengacu kepada UU Nomor 32 tahun 2004, salah satu urusan wajib
yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi dan pemerintah daerah
kabupaten/kota adalah perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang yang
merupakan bagian dari penyelenggaraan penataan ruang di daerah.

Adanya pergeseran kewenangan dan penyelenggaraan berbagai tugas pemerintahan


tersebut, khususnya dalam penyelengaraan penataan ruang (perencanaan, pemanfaatan
dan pengawasan tata ruang) di daerah menempatkan pemerintah daerah (provinsi dan
kabupaten/kota sebagai ujung tombak implementasi otonomi) pada posisi yang dilematis.

Secara tidak langsung kondisi ini menimbulkan perlunya peningkatan tanggungjawab


penyelenggaraan pemerintahan di tingkat daerah yang sangat besar, khususnya dalam
penyelenggaraan penataan ruang di daerah. Pada sisi lain, kapasitas dan kemampuan
daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan penyelenggaraan penataan ruang di
daerah dapat dikatakan sangat terbatas, yaitu masih banyaknya Pemerintah Provinsi dan
1
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

Kabupaten/Kota yang belum sepenuhnya mampu untuk melaksanakan penyelenggaraan


penataan ruang, terutama jika ditinjau dari segi ketersediaan sumberdaya manusianya
yang kompeten di bidang penataan ruang.

Bahkan, kelembagaan penataan ruang di daerah belum berjalan secara terpadu dalam satu
kesatuan sistem penyelenggaraan penataan ruang daerah. Kebijakan yang ditetapkan
masing-masing dinas/instansi lebih banyak diwarnai oleh tugas dan fungsi yang
diembannya, sehingga seringkali bertentangan atau tidak seiring dengan kebijakan yang
perlu dikeluarkan dinas/instansi lainnya.

Beberapa permasalahan pokok yang berkaitan dengan kebijakan desentralisasi dan


kapasitas pemerintah daerah dalam hal penyelenggaraan penataan ruang di daerah, antara
lain:

1. Belum terwujudnya kesamaan pola pikir dan persepsi (cara pandang) para aparatur
pemerintah di tingkat pusat maupun di tingkat daerah terhadap upaya penataan ruang.

2. Penyelenggaraan penataan ruang di daerah belum didukung oleh kemauan politik


(political will) yang kuat, sehingga sering tidak ditindaklanjuti dengan kesepakatan.

3. Belum adanya lembaga yang efektif dalam melakukan koordinasi dan pembinaan
penataan ruang di daerah.

4. Fungsi-fungsi fasilitasi belum bisa berjalan, baik dalam mengupayakan keterlibatan


semua stakeholder dan masyarakat.

5. Terbatasnya ketersediaan sumberdaya manusia pada pemerintah daerah yang


kompeten di bidang penataan ruang.

6. Penyelenggaraan penataan ruang dalam dinamika otonomi daerah telah menumbuhkan


kreativitas dan inisiatif daerah yang semakin tahun semakin berkembang, namun di sisi
lain tetap ditemui berbagai kendala dan masalah antara lain:

a. Di sebagian daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, penataan ruang belum mendapat


proporsi perhatian utama sebagai instrumen dasar penyusunan Rencana Program
Pembangunan Daerah, baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat dan

2
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

dunia usaha. Hal ini tercermin dengan semakin luasnya lahan yang beralih fungsi
seperti lahan pertanian beririgasi teknis yang berubah menjadi permukiman atau
industri, penggundulan hutan yang berakibat banjir, dll.

b. Konflik-konflik pemanfaatan ruang, baik antara masyarakat dengan pemerintah,


antar instansi pemerintah, maupun antar kewenangan tingkatan pemerintahan
semakin hari semakin marak dan dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan.

c. Otonomi daerah telah menghasilkan pertambahan Kabupaten/Kota dan Provinsi


yang cukup signifikan. Pertambahan daerah itu tentunya harus diikuti dengan
perubahan terhadap Rencana Tata Ruang yang telah ada. Dalam penyusunan
Rencana Tata Ruang telah terjadi dikotomi antara kebutuhan pengembangan
alternatif sumber pendapatan daerah melalui pendayagunaan sumberdaya alam
dengan upaya penyelamatan ruang untuk kepentingan masa depan rakyat
Indonesia.

Kendala dan permasalahan perubahan paradigma penyelenggaraan penataan ruang


daerah, menuntut perlunya penguatan penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah,
khususnya dalam menyelenggarakan koordinasi antara pelaku penyelenggara penataan
ruang, baik di antara instansi terkait penataan ruang di Provinsi dan Kabupaten/Kota,
maupun antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Untuk dapat melakukan penyelenggaraan penataan ruang di daerah, baik bagi pemerintah
provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota diperlukan kesamaan pemahaman dan
persepsi mengenai penataan ruang di daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 26
Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan


penataan ruang di Provinsi Kalimantan Timur. Diharapkan melalui kegiatan “Sosialisasi
Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah” ini, dapat ditumbuhkan pemahaman para
pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah
Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur mengenai Penataan Ruang yang sesuai dan sejalan
dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
3
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

Selanjutnya, dengan hasil sosialisasi ini juga diharapkan dapat mengimplementasikannya,


terutama dalam menterpadukan pembangunan wilayah yang berbasis penataan ruang.

B. TEMA KEGIATAN

Tema dari sosialisasi penataan ruang ini adalah “Melalui Kegiatan Sosialisasi
Penataan Ruang, Dapat Menumbuhkan Wawasan Dan Meningkatkan
Kompetensi Dalam Implementasi Pengembangan Dan Pembangunan Wilayah
Yang Berkelanjutan, Berkualitas, Kompeten, Dan Konsisten Berbasis Penataan
Ruang”.

C. ISU STRATEGIS

Beberapa isu-isu strategis penyelenggaraan penataan ruang adalah :


a. Sebagian besar provinsi/kabupaten/kota belum melakukan revisi RTRW dan
menyelesaikan PERDA RTRW-nya;
b. Belum terselesaikannya peraturan, standar, pedoman dan kriteria (NSPK) bidang
penataan ruang sesuai dengan amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang;
c. Dinamika pertumbuhan kota dan wilayah yang berakibat tingginya tingkat urbanisasi,
konversi lahan, menurunnya kualitas permukiman dan lingkungan, kesenjangan
ekonomi, perusakan hutan dan bencana alam;
d. Belum sepenuhnya RTRW sebagai acuan pembangunan/pengembangan wilayah;
e. Konflik antar sektor dan lemahnya penegakan hukum dalam perencanaan,
pemanfaatan dan pengendalian ruang;
f. Masih lemahnya peran masyarakat / stakeholders dalam penyelenggaraan penataan
ruang.

D. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

Maksud dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan pendalaman materi dan informasi
mengenai penyelenggaraan penataan ruang di daerah sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun
2007 tentang Penataan Ruang. Tujuannya adalah :
a. Melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang;

4
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

b. Menumbuhkan dan menambah wawasan yang luas pelaku pembangunan se-wilayah


Provinsi Kalimantan Timur dalam bidang penataan ruang;
c. Meningkatkan kompetensi para pelaku pembangunan se-wilayah Provinsi Kalimantan
Timur dalam bidang penataan ruang;
d. Memberikan pemahaman lebih lanjut dalam mengembangkan dan membangun wilayah
berkelanjutan dalam prespektif penataan ruang
e. Meningkatkan dan memaksimalkan peran dan fungsi Badan Koordinasi Penataan
Ruang Daerah (BKPRD)
Sasaran yang hendak dicapai adalah :
a. Tersosialisasikannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
b. Terwujudnya pemahaman bagi pelaku pembangunan se-wilayah Provinsi Kalimantan
Timur terhadap penyelenggaraan penataan ruang di daerah;
c. Tercapainya kesamaan persepsi antar pelaku pembangunan se-wilayah Provinsi
Kalimantan Timur dalam penyelenggaraan kegiatan pengembangan dan pembangunan
wilayah yang berbasis penataan ruang.

E. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dalam kegiatan sosialisasi ini tentunya adalah terbukanya wawasan
dan informasi para pelaku pembangunan khususnya BKPRD dan instansi terkait dalam
setiap pengambilan kebijakan pengembangan dan pembangunan wilayah yang memiliki
koordinasi kuat antar lintas sektoral agar menghasilkan keputusan yang mapan, konsisten
dan bersinergi.

F. PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi penataan ruang ini mencakup peserta, waktu, tempat dan
pembiayaan yang akan diuraikan sebagai berikut.
1. Para peserta dalam kegiatan ini diperkirakan berjumlah 130 orang, diantaranya :
a. Gubernur Provinsi Kalimantan Timur
b. Setda Provinsi Kalimantan Timur

5
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

c. Kepala/Ketua Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dan se-lingkungan


kabupaten/kota
d. Kepala Dinas PU/Tata Ruang Provinsi Kalimantan Timur dan se-lingkungan
kabupaten/kota
e. Kepala/Ketua Bapedalda Provinsi Kalimantan Timur dan se-lingkungan
kabupaten/kota
f. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Kalimantan Timur dan se-lingkungan
kabupaten/kota
g. Kepala Dinas Kehutanan/Perkebunan/Pertanian Provinsi Kalimantan Timur dan se-
lingkungan kabupaten/kota
h. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dan se-lingkungan
kabupaten/kota
i. Kepala/Ketua Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur dan se-
lingkungan kabupaten/kota
j. Biro hukum, ekonomi, dan pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur dan se-
lingkungan kabupaten/kota
k. Dekan Fakultas Teknik PTN/PTS terkait penataan ruang
l. Instansi terkait dan para pelaku pembangunan (stakeholder)
m. LSM dan Pemuka Masyarakat setempat

2. Waktu pelaksanaan diperkirakan 2-3 hari (tanggal tentative)


3. Tempat pelaksanaan (tentative)
4. Pembiayaan, akan diuraikan dalam bagian tersendiri (RAB)

G. MATERI SOSIALISASI

Beberapa materi yang akan disampaikan dalam kegiatan sosialisasi penataan ruang adalah
sebagai berikut, diantaranya :
1. Materi rencana tata ruang (RTR), baik secara hirarki maupun lingkup wilayah dan
pembahasan
2. Materi arahan pemanfaatan ruang
3. Materi pengendalian pemanfaatan ruang

6
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

H. METODOLOGI SOSIALISASI

Metode/model atau mekanisme pelaksanaan kegiatan sosialisasi penataan ruang dapat


melalui beberapa cara, diantaranya :
a. Desiminasi
Sosialisasi materi melalui seminar sehari dengan mendatangkan narasumber/
pembicara/ pemakalah tingkat nasional
b. FGD
Sosialisasi materi melalui pembentukan kelompok-kelompok diskusi atau focus group
disscusion (FGD)
c. Uji kompetensi
Sosialisasi materi melalui pengisian form-form isian yang berkaitan dengan judul/tema
dan sekitar permasalahan/potensi penataan ruang guna peningkatan kompetensi
pejabat daerah dan para stakeholder
d. Modul terapan
Sosialisasi materi melalui pembagian beberapa modul terapan yang berisikan
pendalaman materi.

I. RENCANA ANGGARAN BIAYA

Terlampir (1)

J. KEPANITIAAN DAN RENCANA JADWAL KEGIATAN

Terlampir (2)

7
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

LAMPIRAN

8
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

LAMPIRAN 2
RENCANA SUSUNAN KEPANITIAAN KEGIATAN SOSIALISASI PENATAAN RUANG

Nama Perusahaan : PT. Santika Consulindo

unconfirm
1 Panitia Pengarah
Setda Provinsi Kaltim
Kepala Bappeda Provinsi Kaltim

2 Panitia Pelaksana
Ketua :
Kepala Dinas PU Provinsi Kaltim

Anggota :
Kepala Bidang Penataan Ruang DPU Prov Kaltim
Kepala Bidang Fispra Bappeda Prov Kaltim
Kepala Dinas PU/Tata Ruang Kab/Kot
PT. Santika Consulindo

Sekretaris/registrasi/undangan :
Setda Provinsi Kaltim
Sekretariat Dinas PU Provinsi Kaltim

Bendahara/Konsumsi :
Dinas PU Provinsi Kaltim

Acara :
Bappeda Provinsi Kaltim

Publikasi :
Dinas PU Provinsi Kaltim

Perlengkapan/Akomodasi :
Dinas PU Provinsi Kaltim

Fasilitator :
Dinas PU Provinsi Kaltim
PT. Santika Cosulindo

9
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur
Proposal
Kegiatan Sosialisasi Penataan Ruang

RENCANA SUSUNAN ACARA

Nama Perusahaan : PT. Santika Consulindo

unconfirm
Hari pertama : Senin/ April 2010
08.30-09.00 wita pembukaan
09.00-09.15 wita uraian singkat tentang pentingnya penataan ruang
09.15-10.15 wita penyampaian/penjelasan materi rencana penataan ruang (hirarki/lingkup wil.prov) - pembicara 1
/ birokrasi (Dr. Ir. I.F. Poernomosidhi Poerwo, M.Sc, MCIT, MIHT – Fungsional Ditjen Penataan
Ruang Dep. PU RI)
10.15-10.30 wita coffee break
10.30-12.00 wita forum diskusi tanya jawab (FGD) + pembagian modul terapan
12.00-13.00 wita Ishoma
13.00-14.00 wita penyampaian/penjelasan materi tentang arahan pemanfaatan ruang kws lindung, budidaya
(hirarki/lingkup wil.prov) - pembicara 2 / akademisi (Ir. Panca Yusyahnonta, MT – Pakar
Perencanaan Wilayah dan Kota)
14.00-14.15 wita coffee break
14.15-15.45 wita forum diskusi tanya jawab (FGD) + pembagian modul terapan
15.45-16.00 wita kesimpulan + penutupan hari pertama

Hari kedua : Selasa/ April 2010


08.30-09.15 wita coffee break
09.15-10.15 wita penyampaian/penjelasan materi rencana penataan ruang (hirarki/lingkup wil.kab/kot) -
pembicara 3 / Praktisi (Prof. (emeritus) Dr. Ir. Djoko Sujarto M.Sc – Pakar Perencanaan Wilayah
dan Kota)
10.15-12.00 wita forum diskusi tanya jawab (FGD) + pembagian modul terapan
12.00-13.00 wita ishoma
13.00-14.00 wita penyampaian/penjelasan materi tentang arahan pemanfaatan ruang kws lindung, budidaya
(hirarki/lingkup wil.kab/kot) - pembicara 4 / praktisi (Ir. Jazuli Haris, M.Si – Pakar Perencanaan
Wilayah dan Kota, Kebijakan Publik)
14.00-14.15 wita coffee break
14.15-15.45 wita forum diskusi tanya jawab (FGD) + pembagian modul terapan
15.45-16.00 wita kesimpulan + penutupan hari kedua

Hari ketiga : Rabu/ April 2010


08.30-09.15 wita coffee break
09.15-10.15 wita penyampaian/penjelasan materi pengendalian pemanfaatan ruang/instrumen pengendalian
(wil.prov,kab,kot) - pembicara 5 / praktisi ( Ir. Ni Made Esti Nurmani, M.Si – Pakar Perencanaan
Wilayah dan Kota, Zoning Regulation)
10.15-12.00 wita forum diskusi tanya jawab (FGD) + pembagian modul terapan
12.00-13.00 wita ishoma
13.00-14.00 wita uji kompetensi stakeholder / pemangku kepentingan, terkait potensi/permasalahan dan resolusi
penataan ruang
14.00-14.30 wita kesimpulan akhir + penutupan rangkaian kegiatan

By : Mr. Akbardoyz-PL Pakuan

10
Santika Consulindo
Dinas Pekerjaan Umum, Provinsi Kalimatan Timur