Anda di halaman 1dari 2

PATOFISIOLOGI

PALPITASI DAN AGITASI


Terjadi hipoglikemia bila serum glukosa tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan jaringan. Sistem saraf sangat sensitif terhadap penurunan
kadar glukosa serum, karena glukosa merupakan sumber energi
utama.

Otak

tidak

dapat

menggunakan

tidak dapat menggunakan sumber energi lain (ketone, lemak) kecuali


glukosa.

Sebagai

konsekwensi penurunan

kadar glukosa, maka akan mempengaruhi

aktivitas

sistem

saraf.

Dalam keadaan normal, penurunan glukosa serum oleh karena


aktivitas hormon insulin secara akut, akan merangsang sekresi hormo
ne glukagon dan epinephrin yang dapat meningkatkan kadar glukosa
darah.Sekresi hormon glukagon pada penderita IDDM mengalami
gangguan, sehingga tidak dapat menaikkan kadar gula darah. Peran
hormon

glucagon

diasumsikan

akan

digantikan

oleh

hormon

ephinephrine untuk menaikan gula darah, dengan cara meningkatkan


produksi glukosa hepar dan menghambat sekresi hormon insulin.
Akan tetapi pada penderita IDDM sekresi hormone ephinephrine juga
menurun, sebagai akibat adanya gangguan saraf outonom.
Keadaan hipoglikemia akan menyebabkan timbulnya gejala palpitasi
dan agitasi. Palpitasi adalah menyadari atau merasakan denyutan
jantung yang kuat atau keras,cepat, tidak teratur. Keadaan palpitasi
yang diakibatkan oleh hipoglikemia karena gula dibutuhkan secara
normal didalam otak sebagai sumber nutrisi sebagai aktivitas dari
sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatis berespon sebagai
mekanisme umpan balik negative, sehingga mengaktifkan kinerja
hormone tersebut untuk meningkatkan kontraktilitas, dan kecepatan
denyut jantung, sehingga menyebabkan kondisi jantung berdebardebar atau palpitasi.
Pada kondisi lain, hipoglikemia juga dapat menyebabkan agitasi atau
kecemasan, sebagai respon dari kekurangan glukosa dalam otak
sebagai sumber nutrisi. Suplai glukosa yang tidak memadai di otak
akan menyebabkan otak kekurangan sumber energi yang digunakan
sel otak untuk beraktifitas, otak yang kekurangan energi ini akan
mempengaruhi suplai oksigen ke dalam otak sehingga terjadi

hipoksia

jaringan

pada

otak.

Keadaan

menyebabkan gejala kelam otak atau gelisah.

hipoksia

pada

otak