Anda di halaman 1dari 7

Vektor dalam Koordinat Cartesian

A. Vektor dalam Bidang Cartesian

A2

A(a1.a2)
a

A1

Perhatikan segitiga siku-siku OA1A pada gambar di atas dengan


menggunakan teorema Pythagoras dapat dihitung besarnya vektor a yang
dinyatakan dengan simbol |a|.

Vektor satuan adalah vektor yang besarnya satu satuan.


Vektor satuan yang searah dengan vektor a adalah

Y
B
b

a + b = <a1, a2> + <b1, b2>

= <a1 + b1, a2 + b2>


Apabila a = <a1, a2> dan m suatu skalar maka :
m a = m <a1, a2>
= <ma1, ma2>
Vektor satuan <1,0> searah dengan sumbu X+ dan diberi simbol i serta
vektor satuan <0,1> searah dengan sumbu Y+ dan diberi simbol j.
Berarti i = <1, 0>; j = <0,1>
<a1, a2>

= <a1, 0> + <0, a2>


= a1 <1,0> + a2 <0,1>
= a1 i + a2 j

Jadi, vektor a = <a1, a2> dapat pula ditulis dalam vektor satuan i dan j
menjadi a = a1 i + a2 j
Y
B (b1, b2)
-a + b
b

A (a1, a2)
a

Pada gambar di atas diketahui bahwa a = a1 i + a2 j dan b = b1 i + b2 j


berturut-turut adalah vektor-vektor posisi titik-titik A dan B. Maka, dengan aturan
segitiga mudah dipahami bahwa :

= -(a1 i + a2 j) + (b1 i + b2 j)

= (b1 i a1 i) + (b2 j a2 j)

= (b1 a1)i + (b2 a2)j

= (b1 a1)i + (b2 a2)j

B. VEKTOR DALAM RUANG DIMENASI TIGA (R3)


Z
A3

A(a1, a2, a3)

S
D
A1

A2

Pada gambar di atas, yaitu ruang dimensi 3 dengan susunan sumbu-sumbu


OX, OY dan OZ yang saling tegak lurus. Vektor posisi titik A(a 1, a2, a3) terhadap
O adalah a, dan vektor a ini dapat disajikan dengan notasi.

Vektor a dapat pula disajikan dengan vektor-vektor satuan yang searah


dengan sumbu-sumbu koordinat. Vektor satuan searah dengan sumbu X adalah i =
<1, 0, 0>, vektor satuan searah dengan sumbu Y adalah j = <0, 1, 0> dan vektor
satuan searah sumbu Z adalah k = <0, 0, 1>. Jadi, vektor a yang disajikan dengan
vektor-vektor satuan ini dapat ditulis sebagai :
a = a1 i + a2 j + a3 k
Jadi, jika a = a1 i + a2 j + a3 k maka besar a adalah :

Vektor satuan yang searah dengan vektor a adalah :

Misalkan, adalah sudut antara a dan sumbu X+, adalah sudut antara a dan
sumbu Y+ dan adalah sudut antara a dan sumbu Z+, dan karena segitiga-segitiga
OAA1, OAA2 dan OAA3 masing-masing merupakan segitiga siku maka

Selanjutnya cos , cos dan cos disebut cosinus arah dari vektor a. Dari
cosinus acak cosinus arah tersebut dapat diperoleh jumlah kuadratnya, yaitu :

Jadi, cos2 + cos2 + cos2 = 1


Memperhatikan bahwa cos =

satuan yang searah dengan a, yaitu

serta vektor

maka diperoleh hubungan bahwa

Z
B
b- a
b

A
a

KEGIATAN BELAJAR 2
FUNGSI VEKTOR DAN GRAFIKNYA
Sebuah fungsi F yang memadankan setiap anggota t dari himpunan bilangan
real dengan nilai tunggal F(t) anggota dari himpunan vektor. Fungsi F seperti ini
disebut fungsi bernilai vektor atau disingkat fungsi vektor.

Daerah
asal

Daerah
nilai

Secara umum fungsi vektor dinyatakan sebagai


r (t) = g (t) I + h (t) j

(dalam bidang)

r (t) = f (t) I + g (t) j + h (t) k

(dalam ruang)

dengan f, g dan h adalah fungsi-fungsi bernilai real (fungsi skalar)


Dalam Kegiatan Belajar 2 Modul 1, sebenarnya kita telah menggunakan
fungsi vektor tertentu yang grafiknya berupa garis lurus. Misalnya persamaan
vektor dari garis lurus yang melalui titik B dan sejajar dengan vektor a adalah
r=b+ta

*)

dengan r adalah vektor posisi sebarang titik pada garis terhadap O


b adalah vektor posisi titik B terhadap O
t adalah parameter (-~ < t < ~)
a adalah vektor arah dari garis
Persamaan tersebut menyatakan suatu fungsi vektor yang memandakan
setiap bilangan real t dengan nilai tunggal vektor r (t). Apabila a = a1 i + a2 j dan b
= b1 i + b2 j maka persamaan *) menjadi
r (t) = (b1 + a1 t) i + (b2 + a2 t) j