Anda di halaman 1dari 34

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

BAB III
PERENCANAAN DINDING PENAHAN
TIPE GRAVITASI
3.1 Menentukan Dimensi Dinding Penahan Tanah
Dimensi dinding penahan tanah direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat
menghasilkan dimensi yang efektif serta aman terhadap guling, geser, ketahanan bahan
maupun daya dukung tanah di bawahnya. Dimensi pada konstruksi DPT kali ini telah di
tentukan yaitu :
H1

=6m

H2

=2m

H3

= 0,4 m

= 0,5 m

=2m

= 3,6 m

Tinggi muka air dari dasar DPT adalah 4,4 m

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Dari tinggi total pondasi setinggi 6 meter, pondasi tertanam dalam tanah sedalam 2,4
meter. Pondasi tersebut menerima beban luar berupa beban merata sebesar 0,5 kg / m.
3.2 Perhitungan Daya Dukung Ijin Tanah Untuk Dinding Penahan Tanah
Jika data tanah yang tersedia berupa data langsung dari S.P.T. dan dari nilai
sondir maka rumus yang dipakai adalah Rumus Meyerhof yaitu :
ult = N.B. (1+D/B). 1/10 (jika menggunakan data SPT)
ult = Qc.B. (1+D/B). 1/40 (jika menggunakan data Sondir)
= Qc/40 (untuk besar B yang sembarang)
dimana :
N = Harga rata-rata dari N pada kedalaman 0,5D di atas dasar pondasi dan 2B di
bawah pondasi.
Qc = Nilai konus
B = Lebar pondasi referensi diambil 1 meter
Df = Kedalaman pondasi.

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Jika data yang tersedia berupa data laboratorium, maka rumus yang dipakai
adalah Rumus Terzaghi yaitu:

ult = c.Nc + b.Nq.Df + 0,5 b.B.N


dimana :
ult = daya dukung batas/tegangan ultimit
c

= cohesi

= berat volume tanah (efektif)

Df

= kedalaman dasar pondasi

= Lebar pondasi dianggap 1 meter

Nc, Nq, N = Faktor daya dukung tanah yang ditentukan oleh besar sudut geser
dalam ().
Untuk menghitung dan mendapatkan tegangan tanah yang diijinkan maka daya
dukung batas/tegangan ultimate tersebut dibagi dengan faktor keamanan, yang besarnya
tergantung dari keberanian perencanaan dan ahli mekanika tanah. Sebagai pedoman
biasanya diambil angka keamanan (SF) = 2.
Berdasarkan data tanah dari hasil uji sondir :
Df = 8,4 m
Hambatan

Perlawanan
Kedalaman
(MT)

Penetrasi

Jumlah

Konus

Perlawanan
(JP)

( PK )

Jumlah

Lekat
(Perlawanan

HL x

Gesek)
HL = JP

(20/10)

Hambatan
Lekat
(JHL)

PK

(cm)

( kg/cm2)

( kg/cm2)

( kg/cm2)

( kg/cm)

( kg/cm)

0
0.2
0.4
0.6

0
2
5
4

0
7
10
7

0
5
5
3

0
10
10
6

0
10
20
26

Putu Andita Resashogi / 0804105046

Hambatan
Setempat

HS = HL/10
( kg/cm)
0
0.5
0.5
0.3

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
0.8
1

6
5

11
10

5
5

10
10

36
46

0.5
0.5

1.2

1.4
1.6
1.8
2
2.2
2.4
2.6
2.8
3
3.2
3.4
3.6
3.8
4
4.2
4.4
4.6
4.8
5
5.2
5.4
5.6
5.8
6
6.2
6.4
6.6
6.8
7
7.2
7.4
7.6
7.8
8

5
7
5
6
5
5
5
8
6
4
3
6
7
5
4
5
6
6
5
5
6
7
5
10
13
25
40
175
200
15
30
50
175
200

11
10
12
10
11

5
5
5
5
5

10
10
10
10
10

56
66
76
86
96

0.5
0.5
0.5
0.5
0.5

10

10

106

0.5

10

10

116

0.5

10

10

126

0.5

13

10

136

0.5

11

10

146

0.5

10

156

0.5

162

0.3

11

10

172

0.5

12

10

182

0.5

10

10

192

0.5

10

202

0.5

10

10

212

0.5

11

10

222

0.5

11

10

232

0.5

10

10

242

0.5

10

10

252

0.5

11

10

262

0.5

12

10

272

0.5

10

10

282

0.5

15

10

292

0.5

18

10

302

0.5

30

10

312

0.5

50

10

20

332

185

10

20

352

210

10

20

372

25

10

20

368

40

10

20

388

60

10

20

408

185

10

20

428

215

15

30

458

1.5

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
8.2
8.4

230
250

245

15

30

488

1.5

250

488

Untuk kedalaman 8,4 m, pada data tanah terdapat nilai konus sebesar 250 kg/cm2

A.Qc kll .JHL (0,2 0,2).2500 ( 4 0,2).48,8


2

41,141 ton/m
3
5
3
5

Dimana :
-

= Luas Tiang Pancang = p x l = 0,2 x 0,2 = 0,4 m2

Kll

= Keliling Penampang Tiang Pancang = 4 x l = 4x 0,2 = 0,8 m

JHL

= Jumlah Hambatan Lekat = 488 kg/cm = 48,8 ton/m

Qc

= Perlawanan Konus = 250 kg/cm2 = 2500 ton/m2

Berdasarkan data tanah dari hasil uji laboratorium :


Data-data :
= 30,10
Nc = 37,59
Nq = 22,85
N = 20,08
C = 0,0080 Kg/cm2
b= 1,648 gr/cm3 = 1,648 x 10-3 kg/cm3
Df = 8,4 m = 840 cm
B = 2 m = 200 cm
Sehingga :
ult = c.Nc + b.Nq.Df + 0,5.b.B.N
= (0,0080 x 37,59)+( 1,648x10-3x 22,85x 840 )+( 0,5 x 1,648x10-3 x 200 x 20,08)
= 35,24 Kg/cm2
ijin = ult/2
= 35,24/2
= 17,62 kg/cm2 = 176,2 ton/m2

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
Pada perhitungan selanjutnya (Kontrol terhadap Tanah di bawah pondasi) daya dukung
ijin Tanah yang digunakan adalah daya dukung ijin yang terkecil yaitu dari data sondir
81,413 ton/m2.
3.3 Perhitungan Tekanan Pada Dinding Penahan Tanah
-

Diketahui data sebagai berikut :

tanah

= 1,648 gr/cm3 = 1,648 x 10-3 kg/cm3 = 1,648 ton/ m3

= 30,10

= 0,080 ton/m2 ( karena terlalu kecil nilai C diabaikan / dianggap 0 )

= 41,141 ton/m2

Perhitungan :
Ka

= Tan2 ( 45 /2 )
= Tan2 ( 45 30.10/2 )
= 0,33

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
Kp

= Ka 0,33 3,03

3.4 Perhitungan Tekanan Tanah Aktif (Ea)


Data-data :
-

Df = 8,40 m

Ha = 4,00 m

Hb = 4,40 m

Hc = 2,40 m

Ka = 0,33

Kp = 3,03

= 0,5 ton/m2

1)

Akibat beban merata sebesar 500 Kg/m2 = 0,5 ton/m2


Ea1 = q x Ha x Ka
= 0,5 x 4 x 0,33
= 0,66 ton/m

2)

Tekanan akibat Tanah diatas Muka Air Tanah:


Ea2 = Ha2 x b x Ka
= 42 x 1,648 x 0,33
= 4,35 ton/m

3)

Akibat beban merata sebesar 500 Kg/m2 = 0,5 ton/m2 pada lapisan tanah diatas
Muka Air Tanah :
Ea3 = q x Ka x Hb
= 0,5 x 0,33 x 4,4
= 0,726 ton/m

4)

Akibat tanah diatas Muka Air Tanah sebagai beban merata bekerja setinggi Hb:
Ea4 = Ha x b x Hb x Ka
= 4 x ( 1,648 1 ) x 4,4 x 0,33
= 3,76 ton/m

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
5)

Tekanan akibat tanah dibawah muka Air Tanah:


Ea5 = Hb2 x b x Ka
= 4,42 x ( 1,648 1 ) x 0,33
= 2,07 ton/m

6)

Akibat tekanan air tanah setinggi Hb


Ph = Hb2 x
= 42 x 1
= 8,00 ton/m

3.5 Perhitungan Tekanan Tanah Pasif (Ep)


Data-data :
-

Df = 8,40 m

Hc = 2,40 m

Kp = 3,03
1) Tekanan akibat Tanah:
Ep1 = - Hc2 x b x Kp
= - 2,42 x 1,648 x 3,03
= - 14,38 ton/m

3.6 Menghitung Momen Yang Bekerja Pada Dinding Penahan Tanah


Data-data :
-

batu kali

= 2 ton/m3

tanah

= 1,648 gr/cm3 = 1,648 x 10-3 kg/cm3 = 1,648 ton/m3

Df

= 8,40 m

= 3,60 m

Ha

= 4,00 m

Hb

= 4,40 m

Hc

= 2,40 m

H1

= 6,00 m

H2

= 2,00 m

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
-

H3

= 0,40 m

= 0,50 m

= 2,00 m

3.7.1 Perhitungan Momem Penahan (Mp) Terhadap Titik A


No.
1
2
3
4
5
6
7

Luas

Berat

(m2)

(ton)

2,00 x 8,00 = 16,0


x 0,60 x 8,00 = 2,40
3,60 x 0,40 = 0,80
0,50 x 4,00 = 2,00
0,50 x 4,00 = 2,00
x 0,15 x 2,00 = 0,15
0,50 x 2,00 = 1,00

(16,0 x btkl ) = 32,0


(2,40 x btkl ) = 4,80
(1,44 x btkl ) = 2,88
(2,00 x tnh) = 3,296
(2,00 x tnh) = 1,296
(0,15 x tnh) = 0,272
(1,00 x tnh) = 1,648
V = 46,192 ton

Putu Andita Resashogi / 0804105046

Lengan

MomenTerhadap

Terhadap

A (m)
2,10
0,90
1,80
1,75
1,75
0,55
0,50

(tm)
67,2
4,32
5,18
5,77
2,27
0,14
0,41
Mp = 85,29 tm

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
3.7.2 Perhitungan Momen Guling (Mg) Terhadap Titik A
Dalam perhitungan momen Guling, tekanan tanah pasif diperhitungkan dianggap
bahwa ada beban tanah yang akan menjadi tekanan pasif terhadap Dinding Penahan
Tanah, sebab tanah tersebut diasumsikan tidak akan mengalami penggerusan oleh air
secara terus-menerus, sehingga dapat meningkatkan stabilitas Dinding Penahan Tanah
tersbut.
No
1
2
3
4
5
6
7

Tekanan Tanah
Ea1 = 0,66 ton
Ea2 = 4,35 ton
Ea3 = 0,73 ton
Ea4 = 0,76 ton
Ea5 = 2,07 ton
Ph = 8,00 ton
Ep1 = - 14,38 ton
H = 2,19 ton

Lengan Terhadap A (m)


6,4
5,7
2,2
2,2
1,5
1,5
0,8

3.8 Pemeriksaan Stabilitas Dinding Penahan Tanah


Kontrol Terhadap Guling :

Putu Andita Resashogi / 0804105046

Momen Terhadap A
4,224
24,795
1,606
1,672
3,105
12,0
-11,504
Mg = 35,898 tm

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Mp
> SF
Mg
85,29
>2
35,898

2,38

> 2 Ok ( Aman terhadap bahaya guling )

Kontrol Terhadap Geser :

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Tekanan tanah pasif diperhitungkan sebesar 14,38 ton/m maka :


V tan E p

> SF

H aktif

46,192 tan 30,10 14,38


16,57

2,48

>2

> 2.. ( Aman terhadap bahaya geser)

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
Kontrol Terhadap DDT

MA = Mp - Mg
= 85,29 35,898
= 49,392 tm
x

M A 49,392

V
46,192

= 1,069
e

B
x
2

3,6
1,069
2

= 0,575 < 1/6 B .. ( 0,575 < 0,60) Ok


Maka,
ext

V
6.e
1

B
B

maks

V
6.e
1

B
B

maks

46,192
6 x 0,575
1

3,6
3,6

= 25,125 ton/m2 < 41,141 ton/m2 ( Ok )

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
min

V
6.e
1

B
B

min

46,192
6 x0,575
1

3,6
3,6

= 0,53 ton/m2 > 0

( Ok )

3.9 Keamanan Konstruksi

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Perhitungan gaya horisontal terhadap momen A


No
1

Ea1

Gaya Horisontal
= q x Ha x Ka

Lengan terhadap A
6,4

Momen
4,224

5,7

24,795

2,2

1,606

2,2

1,672

= 0,5 x 4 x 0,33
= 0,66 ton/m
2

Ea2

= Ha2 x b x Ka
= 42 x 1,648 x 0,33
= 4,35 ton/m

Ea3

= q x Ka x Hb
= 0,5 x 0,33 x 4,4
= 0,726 ton/m

Ea4

= Ha x b x Hb x Ka
= 4x(0,648)x4,4x0,33

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
= 3,76 ton/m
5

Ea5

= Hb2 x b x Ka

1,5

3,105

1,5

12,0

0,8

-11,504

= 4,42x(0,648)x0,33
= 2,07 ton/m
6

Ph

= Hb2 x
= 42 x 1
= 8,00 ton/m

Ep1

= - Hc2 x b x Kp
= - 2,42x1,648x3,03
= - 14,38 ton/m
H = 2,19

Mh = 35,898 tm

Perhitungan gaya vertikal :


No
1
2
3
4
5
6
7

Gaya Vertikal
2,00 x 8,00 x 2 = 32,0
x 0,60 x 8,00 x 2 = 4,80
3,60 x 0,40 x 2 = 2,88
0,50 x 4,00 x 1,648 = 3,296
0,50 x 4,00 x 0,648 = 1,296
x 0,15 x 2,00 x 1,648 = 0,272
0,50 x 2,00 x1,648 = 1,648
V = 46,192 ton

X1 =

Lengan terhadap A
2,10
0,90
1,80
1,75
1,75
0,55
0,50

MV
V
85,29

= 46,192
= 1,85

B
X1
2

Putu Andita Resashogi / 0804105046

Momen
67,2
4,32
5,18
5,77
2,27
0,14
0,41
MV = 85,29 tm

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
=

3,6
1,85
2

= 0,05

ext

V
6.e
1

B
B

Sehingga,
maks

V
6.e
1

B
B

maks

46,192
6 x 0,05
1

3,6
3,6

= 13,89 ton/m2 < 41,141 ton/m2 ( Ok )

min

V
B

min

46,192
6 x 0,05
1

3,6
3,6

6.e

= 11,76 ton/m2 > 0

( Ok )

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
3.10 Kontrol terhadap patahan

Tumit dianggap terjepit pada dinding :

( 25,125 11,76)
t

B
0,5
t

13,365 x 0,5
3,6

= 1,86

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
M1

= x q x l2 + 1/3 x l x 1/2 t x l
= x 11,76 x 0,52 + 1/3 x 0,5 x x 1,86 x 0,5
= 1,47 + 0,2325
= 1,7025 tm

Ekor dianggap terjepit pada dinding :

( 25,125 11,76)
t

B
B 0,5

13,365 x3,1
3,6

= 11,509
t

= 25,125 (11,76 + x )
= 25,125 (11,76+11,509)
= 1,856

M1

= x p x l2 + 2/3 x l x 1/2 t x l
= x 23,269 x 0,52 + 2/3 x 0,5 x x 1,856 x 0,5
= 2,909 + 0,155
= 3,064 tm

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
o Tinjau Momen yang terjadi :

M
W

dimana W = 1/6 x l x d2

tumit

M
W

dimana W = 1/6 x l x d2
= 1/6 x 0,5 x 0,42
= 0,013 m3

1,7025

= 0,013

= 130,96 ton/m2

ekor

M
W

dimana W = 1/6 x l x d2
= 1/6 x 0,5 x 0,42
= 0,013 m3

3,064

= 0,013
= 235,69 ton/ m2

o Tinjau Gaya Geser :


D
F

Untuk Tumit :
D=Pxl+xlxt
= 11,76 x 0,5 + x 0,5 x 1,86
= 6,345
F=dx1
= 0,4 x 1

3 D
x
2 F

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
3

6,345

= 2 x 0,4
= 23,79
Untuk Ekor :

D=pxl+xlxt
= 23,269 x 0,5+ x 0,5 x 1,856
= 12,563
F=dx1
= 0,4 x 1

3 D
x
2 F
3

= 2x

12,563
0,4

= 47,109

3.11 Perhitungan kapasitas dukung tiang tunggal

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Perhitungan tegangan ijin tanah dari data sondir :

Qu

(0,2 0,2).2500 ( 4 0,2).48,8


A.Qc kll.JHL
2

41,141 ton/m
3
5
3
5

Dimana :
-

= Luas Tiang Pancang = p x l = 0,2 x 0,2 = 0,4 m2

Kll

= Keliling Penampang Tiang Pancang = 4 x l = 4x 0,2 = 0,8 m

JHL

= Jumlah Hambatan Lekat = 488 kg/cm = 48,8 ton/m

Qc

= Perlawanan Konus = 250 kg/cm2 = 2500 ton/m2

Data Beban
Muatan normal (P1): Berat retaining wall + berat tanah pada retaining wall + berat
tiang + beban merata
Berat retaining wall = 19,84 m3 x 2 t/m3 = 39,68 ton

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
Berat tanah pada retaining wall : tanah diatas MAT + tanah dibawah MAT
= (3,15x1,648) + (2 x 0,648) = 6,4872 ton
Beban merata : 0,5 t/m2 x 0,5 m x 1 m = 0,25 ton
P1 = 39,68 ton + 6,4872 ton + 0,25 ton = 46,4172 ton
Muatan sementara (P2) : P1 x 1,5 = 69,6258 ton
n= P/ Qu = 69,6258/41,141 = 1,6923 digunakan 4 tiang, konfigurasi seperti gambar.

Berat 4 tiang = 4 (pxlx6x2,4)


= 4 ( 0,2 x 0,2 x 6 x 2,4 )
= 2,304 ton

Beban total yang bekerja pada tiang pancang akibat beban normal :
P1t = Berat retaining wall + Berat 4 tiang pancang
= 46,4172 + 2,304 ton
= 48,7212 ton
(n 1)m (m 1)n
Ef = 1
90.nm
Dimana :
n = jumlah tiang pada satu baris = 2
m = jumlah baris = 2

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
= arctan (d/s) = arctan (0,2/1) = 11,3099
(2 1)2 (2 1) 4
Ef = 1 11,3099
90.4.2
= 0,8115
Qgroup = Ef.n.Qu
= (0,8115)(2)(41,141)
= 66,772 ton

Beban total yang bekerja pada tiang pancang akibat beban sementara :
Syarat :
Qm < 1,5 Qijin
P2t = P1t x 1,5
= 48,7212 x 1,5
= 73,0818 ton
Q
My
Qm
n x2
Q = 73,0818 ton
n = jumlah tiang = 4
x2 = jarak pusat tiang pancang ke sumbu x
= 2 x 12 m = 2 m
My = 73,0818 x 1 = 73,0818 tm
Qmaks

73,0818 73,0818

54,81135 ton
4
2

Qmaks < 1,5 Qijin


54,81135 < 1,5 x 41,141
54,81135 < 61,7115

(OK)

73,0818 73,0818
Q min

18,23864 ton
4
2

Qmin < 1,5 Qijin


-18,23864 < 1,5 x 41,141
-18,23864 < 61,7115
(OK)
Sehingga konfigurasi tiang dapat digunakan
Perhitungan pembesian pada poer
Poer pondasi dianalisis sebagai kantilever yang terjepit pada sisi kolom:
Digunakan fc =30 Mpa, baja fy= 400 Mpa, Tulangan lentur D16 penulanga arah
sb-x sama dengan arah sb-y

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

P2t
Mx

n
xi 2
Dimana :
P2t = P1t x 1,5
= 51,0252 x 1,5
= 76,5376 ton
n = jumlah tiang = 4
M = momen selisih antara momen pasif dan aktif
Xi = jarak pusat tiang pancang ke sumbu y
Pi

76,5376 49,392.1

5,5616 ton < 61,7115 ton


4
2
76,5376 49,392.1
P2

43,8304 ton < 61,7115 ton


4
2
P1

Digunakan P2 untuk menghitung momen dan geser lebar DPT = 2,6 m


P2 = 43,8304 ton = 438,304 KN
Mu = 1,4 My = 1,4.438,304 = 61,36256 KN.m
digunakan :
fc = 30 Mpa
fy = 400 Mpa
dc = 75 mm
d = h-(dc+dtulangan)
= 500 (75+16) = 409 mm
Tulangan utama diameter 16 mm
e min

1,4
1,4

3,5 x10 3
fy
400

Putu Andita Resashogi / 0804105046

(OK)
(OK)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
0,85. fc '.
600
.
fy
600 fy

0,85.30.0,85
600
.
0,0325
400
600 400
maks 0,75 b 0,0243

Mn

Rn
m

Mu

61,36256
76,7032 x10 6 N .m
0,8

Mn 76,7032 x10 6
.
0,102 Mpa
b.d 2 4500.409 2

fy
400

15,6862
0,85. f ' c
0,85.30

aktual

1
m

1 1

2.m.Rn
1
2.15,6862.0,102
4

1 1
2,555 x10
fy
15,6862
400

min > aktual ; dipakai = 3,5 x10 3


As = .b.d = 3,5 x10 3 .4500. 409 = 6441,75 mm2
Tulangan bagi = 20%.6441,75 = 1288,35
Ab = 1/4..D = 201,0619 mm2
Jumlah tulangan = As/ Ab = 1288,35/201,0619 = 6,4077 digunakan 7 tulangan
Jarak antartulangan : b/n = 1000/7 = 142,8571 mm 143 mm

Penulangan pada tiang pancang


Penulangan tiang pancang dihitung berdasarkan kebutuhan penulangan waktu
pemindahan dan pengangkatan ada 2 kondisi :
1. Pengangkatan pada 2 tempat

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

m1 = 1/2 qa2
m2 = 1/8 q (l-2a)2 - 1/2 qa2
m1=m2
1/2 qa2 = 1/8 q (l-2a)2 - 1/2 qa2
4a2+4al-l2 = 0
a = 0,207 . l = 0,207 . 6 = 1,242 m
q = p . l . 2,4 = 0,2 . 0,2 . 2,4 = 0,096 ton/m
maka
m1 = 1/2 qa2 = 1/2 (0,096)(1,242)2 = 0,074 t.m
m2 = 1/8 q (l-2a)2 - 1/2 qa2
= 1/8 (0,096)(6-2. 1,242)2 1/2 (0,096) (1,242)2
= 0,1480 0,074
= 0,074 t.m
D = 1/2 q (l-a) = 1/2 (0,096)(6-1,242) = 0,2284 ton
2. Pengangkatan 1 tempat

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

m1 = 1/2 qa2
1
.q.l 2 qla
q.l 2 2qla q.(l 2 la )
2
R1

(l a )
2.(l a )
2.(l a )

Momen pada jarak sejauh a


Mx R1 x

1 2
qx
2

dMx
=0
dx
R1 (l 2 lx )

q
2.(l a )
1
2
Mmaks = m2 R1 a qa
2
q.(l 2 2la ) (l 2 2la ) 1 q.(l 2 la ) 2

.
.q.
2.(l a )
(l a )
2
2.(l a )
R1 qx

1 l 2 .2la

.q.
2 2(l.a )

m1 = m2
1 l 2 .2la

1/2 qa .q.
2 2(l.a )

l 2 .2la
2(l.a )

2a2-4la+l2=0
a = 0,293 . l = 0,293 . 6 = 1,758 m
q = p . l . 2,4 = 0,2 . 0,2 . 2,4 = 0,096 ton/m
maka
m1 = m2 = 1/2.q.a2
= 1/2. 0,096. 1,7582 = 0,14835 ton.m
D = 1/2.q.(l-a) + m1/(l-a)

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
= 1/2. 0,096.(6-1,758) + 0,14835/(6-1,758) = 0,2386 ton
Jadi yang menentukan adalah pada kondisi pengangkatan satu tempat dengan :
Mmaks = 0,14835 ton.m = 1,4835 KN.m
Dmaks = 0,2386 ton = 2,386 KN
Perhitungan penulangan lentur :
Mu = 1,4 Mmaks
= 1,4. 1,48 = 2,072 KN.m = 2,072x106
Mn = Mu/ = 3,668x106/0,8 = 2,59 x106

Digunakan beton dengan mutu fc = 30 Mpa dan baja dengan mutu fy = 400 Mpa
Beton decking (dc): 50 mm ; direncanakan begel (): 6 diameter tiang = 0,3m
d = h dc 1/2 besi begel
= 300 50 1/2.16 6 = 236 mm
b

0,85. fc '.
600
.
fy
600 fy

0,85.30.0,85
600
.
0,0325
400
600 400
maks 0,75.b 0,0243

min

1,4
1,4
30
30

3,5 x10 2

3,4232 x10 3
fy
400
4. fy
4.400

(OK)

aktual :
Mn
2,59 x10 6
Rn

0,155
b.d 2 300.236 2
aktual

1
m

1 1

2.m.Rn
1
2.15,6862.0,155
4

1 1
3,887 x10
fy
15,6862
400

min > aktual ; dipakai = 3,5 x10 3


As = .b.d = 3,5 x10 3 .300. 236 = 242,3625 mm2
Ab = 1/4..d2 = 201,0619 mm2

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II
Jumlah tulangan = As/ Ab = 242,3625/201,0619 = 1,2054 digunakan 2 tulangan
Jarak antartulangan : b/n = 20/2 = 10 mm
Perhitungan penulangan geser
Vu = 1/4 Dmaks = 1/4. 4,214 = 1,0535 KN
Vc = 1/6 f '.c.b.d
= 1/6. 30.300.236
= 65452,8456 N
= 65,4528 KN
Vc = 0,75 Vc
= 0,75. 65,4528
= 49,0896
Vc > Vu (tulangan geser tidak diperlukan, dipasang tulangan geser minimum)
dipakai :
Tulangan Geser minimal 6-250
Tulangan geser sejarak 3B di tepi poer 6-125

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Putu Andita Resashogi / 0804105046

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Teknik Pondasi II

Putu Andita Resashogi / 0804105046