Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas kami kepada guru fisika. Dan karena begitu
pentingnya materi ini dan untuk menambah pematerian, maka dengan ini kami membuat
makalah Fisika tentang Benda Yang Ada Di Lab Fisika
B. Perumusan Masalah
1. Kita dapat mengetahui benda apa saja yang ada di lab fisika
2. Bagian-bagian dari benda fisika
C. Tujuan Pembuatan Makalah
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk membantu, mempermudah pembelajaran serta
melengkapi pematerian

BAB 2
PEMBAHASAN
A. Alat dan Bahan Laboratorium Fisika
Penataan dan penyimpanan alat-alat laboratorium sangat perlu memperhatikan
karakteristik dan spesifikasinya, baik untuk alasan keamanan alat, kemudahan pencarian dan
pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan, ataupun sekedar kerapihan penyimpanan. Oleh
karena itu alat-alat laboratorium perlu dikelompokkan atau diklasifikasikan berdasarkan
kriteria yang sesuai dengan tujuan pengelonpokkannya. Kriteria klasifikasi alat-alat
laboratorium antara lain adalah bahan utama pembuatan, massa, bentuk dan volume, pabrik
pembuat, usia pakai, konserp fisika, fungsi atau kegunaan.

Bahan pembuatan
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan bahan
utama pembuatannya, misalnya kayu, plastik, kaca, logam, dan sebagainya.

Massa
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan bobot dan
massanya apakah alat-alat itu ringan atau berat.

Bentuk dan volume


Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan bentuk
dan ukuran volumenya, misalnya besar, kecil, bola, kubus, balok, silinder dan sebagainya.

Pabrik pembuat
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan produser
atau pabrik yeng membuatnya. Pengelompokkan ini tentu dengan menyebutkan nama PT
pabrik pembuat dan negaranya.

Letak dan cara penyimpanannya


Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan Letak dan
cara penyimpanan atau cara pemasangannya. Berdasarkan kriteria ini alat dikelompokkan
2

atas alat-alat permanen dan alat-alat tidak permanen. Alat-alat permanen adalah alat-alat yang
terpasang tetap di bagian tertentu dalam laboratorium, dan alat-alat tidak permanen adalah
alat-alat yang dapat disimpan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.

Usia pakai
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan usia
pakainya. Usia pakai adalah waktu yang menyatakan berapa lama atau berapa kali alat itu
dapat digunakan dan berfungsi dengan baik dan benar sesuai dengan spesifikasinya
pembuatannya.

Konsep fisika
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan konsep
atau materi fisika yang berkaitan dengannya, misalnya alat-alat mekanika, alat-alat listrikmagnet, alat-alat optik dan sebagainya.

Fungsi/kegunaan
Berdasarkan kriteria ini alat-alat laboratorium di kelompokkan berdasarkan fungsinya
ketika digunakan apakah sebagai alat ukur yang dapat digunakan pada lebih dari satu
percobaan, sebagai satu set percobaan, sebagai alat peraga, sebagai alat perbaikan, atau yang
lainnya. Pada prakteknya sering terjadi bahwa pengelompokkan alat-alat didasarkan kepada
lebih dari satu kriteria. Berikut ini adalah alat-alat fisika dikelompokkan atas bahan habis,
alat permanen, alat tidak permanen dan alat perbaikan.

B. Beberapa Alat Praktikum Fisika


1. JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus
milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil
pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian
keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya
tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang
diatas 30cm.
Kegunaan
Kegunaan jangka sorong adalah:
1. untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
2. untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun
lainnya) dengan cara diulur;
3. untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara
menancapkan/menusukkan bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar
karena berada di sisi pemegang.
Jenis

Jangka sorong analog : yaitu jangka sorong yang banyak ditemui di laboratorium
sekolahan-sekolahan, yang cara penggunaan atau cara pembacaannya menggunakan
perhitungan rumus

Jangka sorong digital : yaitu jangka sorong yang memiliki kemampuan untuk
menampilkan hasil pengukuran secara otomatis pada layar yang ada di jangka itu
sendiri

Jangka sorong digital


Jangka sorong manual/analog
Ini ada animasi tentang cara penggunaannya

2. TERMOMETER

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun
perubahan suhu. Istilah termom berasal dari panas dan meter yang berartiuk mengukur.
Prinsip kerja terermometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah
termometer air raksa.
Jenis termometer
Ada bermacam-macam termometer menurut cara kerjanya:

Termometer raksa

Termokopel

Termometer inframerah

Termometer Galileo

Termistor

Termometer bimetal mekanik

Sensor suhu bandgap silikon

merkuri termo

Termometer alkohol

3. MIKROMETER SEKRUP

Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong.
Ketelitiannya sampai 0,01 mm.
Mikrometer terdiri dari:
Poros tetap
Poros geser / putar
Skala utama
Skala nonius
Pemutar
Pengunci
Fungsi Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Misalnya tebal
kertas. Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur
diameter kawat yang kecil.
Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup
1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
2. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk
ke rahang.
3. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.
4. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi
klik.
Skala Mikrometer Sekrup
Skala pada mikrometer dibagi dua jenis:
1. Skala Utama, terdiri dari skala : 1, 2, 3, 4, 5 mm, dan seterusnya. Dan nilai tengah :
1,5; 2,5; 3,5; 4,5; 5,5 mm, dan seterusnya.
2. Skala Putar
Terdiri dari skala 1 sampai 50
7

Setiap skala putar berputar mundur 1 putaran maka skala utama bertambah 0,5 mm.
Sehingga 1 skala putar = 1/100 mm = 0,01 mm

4. MISTAR

Nama yang satu ini mungkin tidak asing lagi bagi kita.. Sejak taman kanak-kanak kita sudah
mengenalnya, baik untuk menggambar, ataupun untuk memukuli teman (hahahahaha) :D.
Tapi kali ini yang kita bahas juga bukanlah mistar yang ada di dekat seorang kiper. :D. Tapi
pada prinsipnya adalah sama.
Mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus.
Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang betuk segitiga sanya
segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 3060). Penggaris dapat terbuat dari
plastik, logam, berbentuk pita, dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.

5. DINAMOMETER (NERACA PEGAS)

Neraca pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat untuk
menentukan massa benda yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan badan) mengukur
berat, defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label angkanya sudah dibagi
gravitasi).
Persamaan matematis suatu neraca pegas dinyatakan dalam:
k*X=m*g
dengan
k = konstanta pegas
X = defleksi
m = massa
g = gravitasi
Neraca/timbangan dengan bandul pemberat (seperti yang terdapat di pasar ikan/sayur)
menimbang massa. Biasanya menggunakan massa pembanding yang lebih kecil dengan lever
(tuas) yg panjang. Mengikuti hukum tuas (persamaan momen).
m1 * g * L1 = m2 * g * L2
dengan
m1,m2 = massa benda pertama, massa benda kedua
L1,L2 = panjang tuas pertama, panjang tuas kedua
9

g = gravitasi
Neraca pegas menunjukkan angka yang berbeda di bumi dan bulan, atau di daerah yg
gravitasinya berbeda. Timbangan bandul menunjukkan angka yg sama di mana pun, asal
masih ada gravitasi untuk menggerakkan timbangan.
Jenis timbangan Avery Weigh-Tronix
Menurut penggunaanya dibagi dalam:

Timbangan laboratorium Precisa

Timbangan ritel Avery Berkel

Timbangan industri Avery Weigh-Tronix

Sistem timbangan Avery System

10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penataan dan penyimpanan alat-alat laboratorium sangat perlu memperhatikan
karakteristik dan spesifikasinya, baik untuk alasan keamanan alat, kemudahan pencarian dan
pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan, ataupun sekedar kerapihan penyimpanan. Oleh
karena itu alat-alat laboratorium perlu dikelompokkan atau diklasifikasikan berdasarkan
kriteria yang sesuai dengan tujuan pengelonpokkannya. Kriteria klasifikasi alat-alat
laboratorium antara lain adalah bahan utama pembuatan, massa, bentuk dan volume, pabrik
pembuat, usia pakai, konserp fisika, fungsi atau kegunaan.

11