Anda di halaman 1dari 16

Dosa besar dalam hal jiwa dan akal: Membunuh orang dengan tanpa

alasan yang benar, membakar orang dan hewan dengan api. Mengulurulur waktu pemberian hak orang lemah, isteri, murid, pembantu dan
binatang melata, belajar sihir, melakukan ghibah dan menyebar fitnah,
minum-minuman khamar yang memabukkan dengan segala bentuknya
(seperti khamar, sari anggur, wisky, bir dan lain sebagainya), minum
racun, makan daging babi dan bangkai tanpa sebab yang mendesak,
minum-minuman yang memba-hayakan (seperti rokok, ganja dan lain
sebagainya), bunuh diri meski dengan pelan-pelan seperti merokok,
berkelahi mempertahankan yang batil, menganiaya dan melawan orang,
menolak kebenaran dan marah karenanya, sombong, berprasangka buruk
kepada orang Islam, mengkafirkannya tanpa alasan atau mencercanya
atau mencerca salah seorang di antara sahabat Rasulullah Shallallaahu
Alaihi Wa Sallam, sombong dan bangga, selalu mencari rahasia orang,
menjatuhkan nama baik hakim untuk menyakitinya, dan berbohong pada
hampir seluruh ucapan-nya.

Apa yang memabukkan jika banyak, maka sedikitnya pun adalah haram
hukumnya. (HR. Abu Daud dan periwa-yat lainnya, shahih).
Firman Allah Ta'ala, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam
keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid)
sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan, jika
kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh
perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang
baik (suci): sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya, Allah Maha Pemaaf lagi Maha
Pengampun." (an-Nisaa': 43)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga
kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan
junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam
musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu
tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan
tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Hadits ke-47
Dari Wail al-Hadlramy bahwa Thariq Ibnu Suwaid Radliyallaahu 'anhu bertanya kepada Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang arak yang dijadikan obat. Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia
bukanlah obat, namun ia penyakit." Riwayat Muslim, Abu Dawud dan lain-lain.
Wahai Sa'ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul
do'anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba
melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal
kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api
neraka lebih layak membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah hukum rokok, haram atau makruh ? Dan apakah hukum
menjual dan memperdagangkannya ?
Jawaban.
Rokok diharamkan karena ia termasuk Khabits (sesuatu yang buruk) dan mengandung banyak sekali
mudharat, sementara Allah Subhanahu wa Taala hanya membolehkan makanan, minuman dan selain
keduanya yang baik-baik saja bagi para hambaNya dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk
(Khabaits). Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa Taala berfirman.
Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, Apakah yang dihalalkan bagi mereka Katakanlah,
Dihalalkan bagimu yang baik-baik [Al-Maidah : 4]
Demikian juga dengan firmanNya ketika menyinggung sifat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa
sallam dalam surat Al-Araf.
Artinya :Yang menyuruh mereka mengerjakan yang maruf melarang mereka dari mengerjakan
yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala
yang buruk [Al-Araf : 157]
Jadi, rokok dengan segala jenisnya bukan termasuk Ath-Thayyibat (segala yang baik) tetapi ia adalah
Al-Khabaits. Demikian pula, semua hal-hal yang memabukkan adalah termasuk Al-Khabaits. Oleh
karenanya, tidak boleh merokok, menjual ataupun berbisnis dengannya sama hukumnya seperti Khamr
(arak).
Adalah wajib bagi orang yang merokok dan memperdagangkannya untuk segera bertaubat dan kembali
ke jalan Allah Subhanahu wa Taala, menyesali perbuatan yang telah diperbuat serta bertekad untuk
tidak mengulanginya lagi. Dan barangsiapa melakukan taubat dengan setulus-tulusnya, niscaya Allah
akan menerimanya sebagaimana firmanNya.
Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung
[An-Nur : 31]
Dan firmanNya.
Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal
shalih, kemudian tetap di jalan yang benar [Thaha : 82]
[Kitabut Dawah, dari fatwa Syaikh Ibn Baz, hal.236]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syariyyah Fi Al-Masail Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 21-22 Darul Haq]
Maka, adalah wajib meninggalkannya kecuali seseorang mendapatkan ada jenis lain yang terhindar dari
itu.

Sebenarnya, parfum-parfum yang telah dihalalkan oleh Allah sudah lebih dari cukup, alhamdulillah.
Demikian pula bahwa minuman atau makanan yang dapat meyebabkan mabuk, wajib ditinggalkan.
Dalam hal ini, kaedah yang berlaku adalah Sesuatu yang menyebabkan mabuk adalah haram, baik ia
banyak ataupun sedikit Juga sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Artinya : Sesuatu yang (dalam jumlah) banyak dapat memabukkan, maka (dalam jumlah) sedikitnya
pun haram hukumnya [ Sunan An-Nasai, kitab Al-Asyribah 5607, Sunan Ibnu Majah, kitab AlAsribah 3394]

MEMBUKA BISNIS DARI MODAL HARTA YANG HARAM


Oleh
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Orang tua saya
memiliki harta yang haram dan beliau hendak membuka bisnis buat saya dengan
modal dari harta yang haram tersebut. Apakah saya boleh menyucikan bisnis saya ini
dari keuntungan bisnisnya. Sedangkan saya dalam keadaan tidak sekolah kecuali
hanya tamat SD, dan saya sudah tidak berminat lagi untuk belajar keterampilan. Lalu
bagaimanakah hukum Islam terhadap masalah ini ?
Jawaban.
Pertama : Allah Subhanahu wa Taala telah mensyariatkan muamalah antara kaum
muslimin dengan melakukan akad yang dibolehkan, misalnya akad jual beli, sewamenyewa, salam, dan akad-akad lainnya yang disyariatkan, karena di dalamnya
terkandung kemaslahatan manusia.
Kedua : Allah Subhanahu wa Taala mengharamkan sebagian akad yang didalamnya
terkandung mudharat, misalnya, akad riba dan asuransi dagang, dan beberapa praktek
perdagangan yang haram, misalnya jual beli alat-alat yang bisa melengahkan (alat-alat
musik), juga jual beli minuman khamr (minuman keras), ganja dan rokok, yang
semuanya itu mengandung berbagai mudharat yang bermacam-macam.
Oleh karena itu, seorang muslim harus menempuh jalan yang dibolehkan dalam hidup
dan berusaha. Dan hendaklah dia menghindari harta benda yang haram, serta caracara yang dilarang. Jika Allah telah mengetahui kesungguhan niat seorang hamba dan
kegigihannya untuk mengikuti syariatNya serta berpetunjuk pada Sunnah NabiNya
Shallallahu alaihi wa sallam, niscaya Dia akan memudahkan jalan baginya serta akan
melimpahkan rizki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah Taala
berfirman.
Artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangkasangkanya [Ath-Thalaaq : 2-3]
Dan dalam sebuah hadits dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau pernah

bersabda.
Artinya : Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan
menggantinya dengan yang lebih baik darinya [1]
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa Anda tidak boleh mendirikan sebuah usaha
dengan modal dari sumber yang haram, baik itu berasal dari ayah Anda sendiri
maupun orang lain.
Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan
kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa
sallam, keluarga dan para sahabatnya.
[Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta, Pertnanyaan ke 1 dari
Fatwa Nomor 5436, Disalin dari Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts AlIlmiyyah Wal Ifta, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Jual Beli, Pengumpul dan Penyusun
Ahmad bin Abdurrazzaq Ad-Duwaisy, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafii]
_________
Foote Note.
[1] Diriwayatkan oleh Ahmad V/78,79, 363 Abdullah bin Al-Mubarak di dalam kitab
Az-Zuhud halaman 412 nomor 1168, Waki bin Al-Jarrah dalam kitab Az-Zuhud II/635
nomor 356. Abu Nuaim di dalam kitab Al-Hilyah II/196. Al-Ashbahani di dalam
kitab At-Targhib wa Tarhiib I/409 nomor 715. Al-Qudhai di dalam kitab Musnad
Asy-Syihaab II/178 dan 179 nomor 1135-1138, dan Al-Baihaqi V/335

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php

MENJUAL SESUATU YANG HARAM


Oleh
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta
Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Bagaimana hukum
Islam tentang orang yang menjual rokok dengan cara memberikan discount dari pihak
perushaan rokok ?
Jawaban.
Merokok itu haram, menanam tembakaunya pun haram, dan memperdagangkannya
pun haram. Yang demikian itu karena ia mengandung mudharat yang sangat besar.
Telah diriwayatkan di dalam sebuah hadits.
Artinya : Tidak boleh memberi mudharat (kepada orang lain) dan tidak memberi

mudaharat (kepada diri sendiri) [1]


Selain itu, karena yang demikian itu termasuk suatu yang kotor. Dalam menyifati
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, Allah Taala telah berfirman.
Artinya : Dan Nabi menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk [Al-Araaf : 157]
Dia juga berfirman.
Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, Apakah yang dihalalkan bagi mereka,
Katakanlah, Dihalalkan bagimu yang baik-baik [Al-Maidah : 4]
Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Bagaimana hukum
Islam mengenai orang yang menjual baju yang haram dikenakan wanita ?
Jawaban.
Tidak ada pakaian yang haram dikenakan oleh kaum wanita kapanpun, kecuali
pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki atau oang-orang kafir, serta pakaian yang
di dalamnya terdapat gambar-gambar makhluk bernyawa. Selain itu, semua pakaian
boleh mereka kenakan di hadapan suaminya. Tetapi, ada sebagian pakaian yang haram
mereka kenakan di hadapan selain suami dan mahramnya, misalnya ; baju rok mini
yang memperlihatkan betis atau rambutnya atau kedua lututnya serta wajahnya, dan
lain-lain semisalnya.
Berdasarkan hal tersebut, pakaian yang haram mereka kenakan itu berlaku pada suatu
keadaan tertentu dan tidak pada keadaan lainnya. Oleh karena itu, para pedagang
boleh menjualnya. Dan bagi para wanita boleh mengenakan pakaian yang boleh
mereka kenakan dan tidak diharamkan. Adapun pakaian yang haram dikenakan kaum
wanita di setiap keadaan, maka pedagang pun tidak boleh memperjual belikannya dan
wanita tersebut tidak boleh menggunakannya.
Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan
kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa
sallam, keluarga dan para sahabatnya.
[Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta, Pertanyaan ke 1-2 dari
Fatwa Nomor 4947, Disalin dari Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts AlIlmiyyah Wal Ifta, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Jual Beli, Pengumpul dan Penyusun
Ahmad bin Abdurrazzaq Ad-Duwaisy, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafii]
_________
Foote Note.
[1] Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah nomor 2340 dan 2341. Imam Malik
dalam Al-Muwaththa II/218, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak II/66 nomor 2345. Lihat
Silsilah Al-Haadiits Ash-Shahiihah nomor 250 dan Irwaa-ul Ghaliil nomo 896, pent.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=710&bagian=0
MENJUAL MAKANAN YANG MENGANDUNG BABI ATAU ALKOHOL KEPADA NON
MUSLIM
Oleh
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Apakah boleh menjual makananmakanan yang didalamnya megandung babi atau alkohol ? sebab di Amerika banyak kaum muslimin
yang memiliki toko-toko yang menjual bir, daging babi, rokok, atau bekerja padanya.
Jawaban.
Tidak boleh menjual apa yang diharamkan memakannya atau haram menggunakannya, dan di
antaranya adalah apa yang Anda sebutkan dalam pertanyaan tadi.
Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan
keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya.
[Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta, Pertanyaan ke 20 dari Fatwa Nomor 11967]
Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Apakah boleh berdagang minuman
keras dan daging babi, jika tidak diperjual belikan kepada orang muslim ?
Jawaban.
Tidak boleh memperdagangkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah, baik itu berupa makanan maupun
yang lainnya, seperti misalnya minuman khamr dan daging babi meskipun kepada orang-orang kafir.
Yang demikian itu telah ditegaskan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana beliau telah
bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu, maka Dia juga mengharamkan nilai
harganya" [Diriwayatkan oleh Ahmad I/247, 293 dan 322, Abu Dawud III/768 nomor 3488, AdDaraquthni III/7, Ath-Thabrani XII/155 nomor 12887, Ibnu Hibban XI/313 nomor 4938, Al-Baihaqi
VI/13 dan IX/353]
Selain itu, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga melaknat minuman khamr serta peminum,
pembeli, pembawa, dan orang yang dibawakannya, juga memakan hasil penjualannya, dan
pemerasnya.
Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan
keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya.
. MEMAKAN HARTA HARAM
Orang yang tidak takut kepada Allah, tentu tak peduli dari mana harta dan
bagaimana ia menggunakannya. Yang menjadi pikirannya siang dan malam
hanyalah bagaimana menambah simpanannya meski berupa harta haram, baik dari

hasil pencurian, suap, ghasap ( merampas), pemalsuan, penjualan sesuatu yang


haram, kegiatan ribawi, memakan harta anak yatim, atau gaji dari pekerjaan haram
seperti perdukunan, pelacuran, menyanyi, korupsi dari baitul mal umat Islam atau
harta milik umum, mengambil harta orang lain secara paksa, atau meminta disaat
berkecukupan dan sebagainya.
Lalu dengan harta haram itu ia makan, berpakaian, berkendaraan,
membangun rumah, atau menyewanya, melengkapi perabotannya, serta
membuncitkan perutnya dengan hal-hal yang haram tersebut. Padahal Rasulullah
saw bersabda :

" "
Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas
baginya ( HR Ath Thabrani dalam Al Kabir, 19/136, Shahihul Jami : 4495).
Pada hari kiamat ia akan ditanya tentang hartanya, dari mana ia peroleh
dan bagaimana ia menggunakannya. Di sana tentu ia akan mengalami kerugian
dan kehancuran besar.
Karena itu, orang yang memiliki harta haram hendaknya segera berlepas diri
daripadanya. Jika merupakan hak antar manusia maka ia harus segera
mengembalikannya kepada yang berhak, dengan memohon maaf dan kerelaan,
sebelum datang suatu hari yang hutang piutang tidak lagi dibayar dengan uang,
tetapi dengan pahala atau dosa.
39. MINUM ARAK MESKI HANYA SETETES
Allah ta'ala berfirman :

















(90)






Sesungguhnya(minuman) arak, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala, mengundi
nasib dengan panah adalah perbutan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. ( Al Maidah :90).
Perintah untuk menjauhi adalah salah satu dalil paling kuat tentang
haramnya sesuatu. Di samping itu, pengharaman arak sebagaimana disebutkan
ayat di atas disejajarkan dengan pengharaman berhala-berhala, yakni tuhan orangorang kafir dan patung-patung mereka. Karena itu tak ada lagi alasan bagi orang
yang mengatakan, ayat Alquran tidak mengatakan minuman arak itu haram tatapi
hanya mengatakan jauhilah!!
Dalam sunnahnya Nabi saw mengabarkan tentang ancaman bagi peminum
arak, sebagaimana yang diriwayatkan Jabir ra dalam sebuah hadits marfu:

"
: :
"
Sesungguhnya Allah memiliki janji untuk orang-orang yang meminum
minuman keras, akan memberinya minum dari Thinatul khabal mereka bertanya :
wahai Rasulullah, apakah Thinatil khabal itu ? beliau menjawab : keringat ahli
neraka atau cairan kotor ( yang keluar dari tubuh) penghuni neraka(HR Muslim :
3/1587).
Dalam hadits marfu Ibnu Abbas meriwayatkan :

" "

Barang siapa meninggal sebagai peminum arak, maka ia akan bertemu


dengan Allah dalam keadaan seperti penyembah berhala ( HR Ath Thabrani, 12/45,
Shahihul Jami : 6525)
Saat ini jenis minuman keras dan arak sangat beragam. Nama-namanya
juga sangat banyak baik dengan nama lokal maupun asing. Di antaranya, bir, wiski,
alcohol, vodka, sampanye, arak, dan sebagainya.
Di zaman ini pula, telah muncul golongan manusia sebagaimana disebutkan
Nabi saw dalam sabdanya :

""

Sungguh akan ada dari umatku yang meminum arak, ( tetapi ) mereka
menamakannya dengan nama yang lain ( HR Ahmad, 5/342, Shahihul Jami :
5453).
Mereka tidak menamakannya arak, tetapi menamakannya dengan minuman
rohani, untuk menipu dan memperdaya orang.



Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal
mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar ( Al Baqarah : 9).
Syariat Islam telah memberikan difinisi agung tentang khamar ( minuman
keras ) , sehingga membuat jelas masalah dan memotong tipu daya, fitnah dan
permainan orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Difinisi itu adalah
sebagaimana di sabdakan Rasulullah saw :

" "
Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan
adalah haram ( HR Muslim : 3/ 1587).
Jadi, setiap yang merusak akal dan memabukkan adalah hukumnya haram,
sedikit atau banyak (1), juga meskipun namanya berbeda-beda, sebab pada
hakekatnya jenis minumannya tetap satu dan hukumnya telah diketahui oleh
kalangan umum.
Yang terakhir dan ini merupakan wejangan dari Nabi saw kepada para
peminum Khamar, Rasulullah saw bersabda :

"





" : :
1

( ) Hadits yang mengatakan; semua yang banyak jika memabukkan, maka sedikitpun
diharamkan telah diriwayatkan Abu Dawud dengan No : 3681, tertera dalam Shahih
beliau dengan no : 3128)

Barangsiapa minum khamar dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima


selama empat puluh pagi, dan jika meninggal ia masuk neraka. ( tetapi ) manakala ia
bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk,
maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi,jika meninggal ia masuk
neraka, ( tetapi ) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika kembali
lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi,
jika meninggal ia masuk neraka,(tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima
taubatnya. Dan jika ( masih ) kembali lagi ( minum khamar )maka adalah hak Allah
memberinya minum dari radghatul khabal pada hari kiamat mereka bertanya :
Wahai Rasulullah, apakah radghatul khabal itu ?beliau menjawab : cairan kotor
(yang keluar dari tubuh ) penghuni neraka ( HR Ibnu Majah, 3377, shahihul
Jami6313)
Jika gambaran keadaan peminum minuman keras adalah sebagaimana yang
kita ketahui di muka, maka bagaimana pula dengan gambaran keadaan orangorang yang melakukan sesuatu yang lebih keras dan berbahaya dari itu, yakni
sebagai pecandu narkotika dan sebagainya?
()

Hadits yang mengatakan; semua yang banyak jika memabukkan, maka sedikitpun
diharamkan telah diriwayatkan Abu Dawud dengan No : 3681, tertera dalam Shahih
beliau dengan no : 3128)

Berikut akan kami kemukakan beberapa fatwa dari para


ulama terkemuka tentang hukum rokok :
Merokok hukumnya haram, begitu juga
memperdagangkannya. Karena didalamnya terdapat
sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam
sebuah hadits :




Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang)
berbahaya atau membahayakan (Riwayat Ahmad dalam
Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)
Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk
sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Allah taala
ketika menerangkan sifat nabi-Nya berfirman: dia
menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan
yang buruk (al Araf : 175)

Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa


Kerajaan Saudi Arabia.
Ketua: Abdul Aziz bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzak Afifi.
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Abdullah bin Quud.

Merokok diharamkan, begitu juga halnya dengan


Syisyah, dalilnya adalah firman Allah taala: Jangan kalian
bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah maha
penyayang terhadap diri kalian (An-Nisa : 29)
Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran
(Al-Baqarah : 195)
Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa
mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika
membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya
adalah firman Allah taala:





5 :






Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang
belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok
kehidupan.. (An Nisa:5)
Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka
yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang
mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa
mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah
merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya,
maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.
Sunnah Rasulullah juga menunjukkan pelarangan
terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan
mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah)
termasuk menyia-nyiakan harta. Rasulullah bersabda:



Syekh Muhammad bin Sholeh bin Utsaimin
Anggota Lembaga Majlis Ulama Kerajaan Saudi Arabia

Telah dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor:


1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap Lembaga
Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: 2
Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan
segala sesuatu yang diharamkam karena dia termasuk
sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada
tubuh, rohani dan harta. Jika seseorang hendak
mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau
menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus
berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan
untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan
kebaikan, berdasarkan umumnya firman Allah taala:

(267: )


Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan


Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan
sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan
janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu
nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata
darinya (Al Baqarah: 267)
Rasulullah berasabda:
Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak akan menerima
kecuali yang baik (al Hadits)


.
KEUNTUNGAN MENINGGALKAN ROKOK

1.
2.
3.
4.

5.

Kecil kemungkinan menderita pembekuan pembuluh


darah.
Kecil kemungkinan menderita pembekuan hati.
Kecil kemungkinan menderita kanker paru-paru dan
kandung kemih.
Memperbaiki pernafasan dan saluran darah, serta
meningkatkan kemampuan bergerak dan kelenturan
tubuh.
Meningkatkan kekebalan tubuh yang dapat menangkal
berbagai macam alergi dan penyakit pencernaan.
. Sumber : Muhammad Ali Al-Bar, Al-Mauqif Asy-Syari Min At-Thabagh wa Tadkhin, hal 22

6.
7.

Memperbaiki aroma dan kecukupan materi.


Terwujudnya udara rumah yang bersih yang dapat
melindungi anak-anak dari berbagai penyakit.

BAGAIMANA MENGHINDAR DARI ROKOK ?


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
menghindari kebiasaan buruk yang telah menggerogoti
tubuh masyarakat dan menggiring mereka kepada
kehancuran.
Kami sebutkan beberapa yang paling penting
diantaranya:
1. Berdoa.
* Allah taala berfirman:
Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan
(Ghafir : 60)
* Dari Abi Hurairah radiallahuanhu berkata: Rasulullah
bersabda :










Tidak ada yang lebih mulia disisi Allah selain doa
(Riwayat Ahmad, Turmuzi dan Hakim)
* Rasulullah bersabda:

Obatilah orang-orang sakit diantara kalian dengan


shodaqoh dan lindungilah harta kalian dengan zakat dan
bersiaplah menghadapi cobaan dengan doa (Riwayat
Baihaqi dan Tabrani)
* Dari Aisyah dia berkata: Rasulullah bersabda :

Kewaspadaan tidak berpengaruh bagi takdir, sedangkan


doa bermanfaat terhadap apa yang telah diturunkan dan
yang belum diturunkan, sesungguhnya cobaan jika
disambut dengan doa akan bertarung sampai hari kiamat
(Riwayat Hakim)

2. Tawakkal Kepada Allah taala.


Tawakkal memiliki kedudukan yang tinggi dan
pengaruh yang besar, Allah taala memerintahkan dan
menganjurkan hambanya untuk bertawakkal pada ayatayat-Nya yang banyak. Dalam surat Ibrahim Dia
berfirman:
Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang
mumin bertawakkal (Ali Imran : 122).
Dan Allah taala telah menjamin bagi orang yang
bertawakkal untuk mengurusi segala urusannya dan
mencukupi segala keinginannya, sebagaimana firmanNya: Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Dia
akan mencukupi segala keinginannya (at Thalaq: 3)
Ibnu Rajab berkata dalam kita Jami al-Ulum, hal 409:
Hakikat tawakkal adalah bersandarnya hati secara benar
kepada Allah taala dalam rangka mendatangkan manfaat
dan menjauhkan mudharat (bahaya) dalam urusan dunia
ataupun akhirat, dia mewakilkan segala permasalahannya
kepada Allah, Imannya dia wujudkan dengan (keyakinan)
bahwa tidak ada yang memberi dan mencegah,
mendatangkan mudharat atau manfaat selain Dia (Allah)
Banyak orang yang berkeyakinan bahwa tawakkal
kepada Allah berarti tidak perlu melakukan sesuatu yang
menjadi sebab. Ini merupakan keyakinan yang keliru,
Rasulullah ketika ditanya seseorang: Yaa Rasulullah
apakah saya lepaskan (binatang) tunggangan saya dan
kemudian saya bertawakkal ? beliau menjawab: Ikatlah
dahulu baru kemudian bertawakkal (diriwayatkan oleh
Thabrani , al Hakim dan Ibnu Hibban).
Seorang hamba wajib mengusahakan sebab segala
sesuatu dan jangan berpangku tangan dalam rangka
mewujudkan segala keinginannya tapi bertawakkallah
kepada Allah pemilik segala urusan3
Semoga Allah taala merahmati seorang penyair
yang berkata:


. Al-Hafiz Ibnu Abi Bakar bin Abi Dunia, Kitab At-Tawakkal Alallah,
cet. Pertama, Darul Basyair Al-Islamiyah, Bei rut, tahqiq Jasim AdDuwaisry, 1407 H - 1987 M, hal. 25.
3

Bertawakkallah kepada Ar-Rahman (Allah) dalam setiap


keperluan.
Janganlah biarkan kelemahan walaupun sehari untuk
merusaha.
Bukankah kamu mengetahui apa yang Allah katakan
kepada Maryam
Guncangkanlah pangkal pohon korma itu ke arahmu,
niscaya pohon itu akan menggugurkan buah korma yang
masak kepadamu
Seandainya Allah menghendaki dia mendapatkan buah
korma tanpa harus menggoyang pohonnya
Niscaya dia mendapatkannya, tetapi segala sesuatu harus
ada sebabnya.
3. Menghentikannya secara spontan.
Upaya ini membutuhkan tekad yang kuat setelah
tawakkal kepada Allah taala, sebetulnya perkaranya
mudah sekali tidak seperti yang dibayangkan banyak
orang, hal tersebut dapat kita perhatikan pada bulan suci
Ramadhan di siang hari (dimana banyak para perokok
yang dengan mudah menghentikan kegiatan
merokoknya). Disamping itu ada beberapa hal yang dapat
membantu dalam cara ini, diantaranya:
1. tidak bergaul dengan orang-orang yang merokok.
2. tidak meminum sesuatu yang biasa diminum perokok
saat merokok.
3. melakukan olah raga secukupnya.
4. banyak memakan sayur-sayuran dan buah-buahan.
4. Pengobatan kejiwaan (Psychotheraphy)
Psychotheraphy merupakan salah satu cara
pengobatan yang dapat membantu para perokok
menghentikan kebiasaan merokoknya, yaitu dengan cara

mengetahui faktor apa saja yang merangsang seseorang


untuk merokok dan kemudian mengambil tindakannya
atasnya, atau dengan cara mengurangi tindakan merokok
dan meningkatkan kemampuan melakukan sesuatu tanpa
harus menyalakan sebatang rokok, sebagaimana mungkin
juga menimbulkan keengganan merokok dengan
memberikan setruman listrik bertegangan rendah ketika
dia hendak menyalakan sebatang rokok, demikian juga
para dokter ahli jiwa melakukan beberapa terapi kejiwaan
kepada para perokok yang dapat mengontrol prilakunya
dan kemudian dapat menyembuhkannya.
5. Mencari altertanif lain selain rokok.
Karena nikotin merupakan unsur yang menyebabkan
seseorang perokok menjadi ketagihan, maka sesuatu yang
memungkinkan bagi perokok untuk menghindari rokok
dengan mengunyah sejenis permen yang mengandung
nikotin atau sejenis benda yang mirip nikotin reaksinya
akan tetapi tidak terus menerus, atau menggunakan
larutan pencuci mulut atau sejenis tablet yang
mengandung unsur yang dapat membantu para perokok
menghentikan kebiasaannya. Atau dapat juga
menggunakan siwak dengan selalu meletakkannya di
mulut sebagai pengganti bagi perokok -secara kejiwaanrokok yang biasa dia hisapnya..
Akan tetapi semua cara tersebut harus dilakukan
dibawah pengawasan dokter dan pada umumnya hal ini
akan memberikan hasil positif jika diiringi dengan terapi
kejiwaan.
6. Menghentikannya Secara Bertahap
Seorang perokok dapat menghentikan kegiatan
merokoknya dengan bertahap. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan mengurangi jumlah konsumsi rokok
sebatang atau dua batang setiap harinya. Juga dengan
cara menggunakan filter yang dapat mengurangi kadar
nikotin. Akan tetapi menghentikannya secara total lebih
besar kemungkinan berhasilnya daripada cara bertahap.
7. Klinik Pemberantasan rokok.
Didirikannya sejumlah klinik pemberantasan rokok
adalah untuk membantu para perokok menghentikan
kebiasaan merokok dengan menggunakan cara
akupunktur China misalnya dilengkapi dengan berbagai
metode yang membantu upaya tersebut seperti sentuhan

setrum listrik yang dapat melahirkan perasaan kejiwaan


berupa reaksi negatif bagi perokok terhadap bau dan
rasa rokok.4
8. Keluar dari lingkungan perokok sementara
waktu.
Sekali waktu seorang perokok dapat meninggalkan
dunianya yang sunyi dari rokok, hal tersebut dapat
dilakukan dengan mengadakan perjalanan bersama
teman-teman yang baik dengan maksud menghindari
rokok bersama-sama sambil berusaha mengisi waktu yang
luang sebaik-baiknya sehingga tidak timbul kesempatan
untuk berkeinginan merokok, dan dengan berusaha
berulang kali untuk dapat meninggalkannya dalam
beberapa hari terus menerus sambil menguatkan tekad
untuk menghentikannya sama sekali dan menumbuhkan
kesadaran akan kemampuannya untuk itu sehingga
menumbuhkan usaha yang berlipat ganda.
Memperbanyak bergaul dengan orang-orang yang
tidak merokok, menghadiri pertemuan-pertemuan
dan acara-acara mereka sehingga timbul rasa malu
dalam dirinya (untuk merokok) dihadapan mereka.
10. Tidak Putus Asa jika Mengalami Kegagalan.
Diketahui bahwa lebih dari 60% orang yang berusaha
untuk menghentikan kegiatan merokoknya kembali
melakukannya, akan tetapi upaya yang terus menerus
serta mempelajari berbagai kelemahan pada akhirnya
akan membuahkan keberhasilan. Orang yang memiliki
tekad yang kuat adalah orang yang bersedia belajar dari
kesalahan-kesalahannya dan tidak mengenal kata
menyerah selamanya.

9.

. Sumber: Jabir bin Salim Musa dkk, opcit, hal. 168