Anda di halaman 1dari 8

KASUS 1

PT Candra Kirana berproduksi atas dasar pesanan dengan transaksi sebagai berikut.
a) Diterima pesanan No. 01 sebanyak 500 buah produk dengan harga jual Rp 200.000,00 dan
pesanan No. 02 sebanyak 300 buah produk dengan harga jual Rp. 350.000,00
b) Dibeli bahan dan suplies dengan kredit diantaranya :
Bahan Baku A
Rp. 50.000,00
Bahan Baku B
Rp. 80.000,00
Bahan Penolong C
Rp. 15.000,00
Bahan Penolong D
Rp. 12.000,00
Suplies dan Suku Cadang E
Rp. 10.000,00
Suplies dan Suku Cadang F
Rp. 5.000,00
c) Pemakaian Bahan Baku dan Penolong
Pesanan
Bahan Baku A
01
Rp. 30.000,00
02
Rp. 40.000,00

Bahan Baku B
Rp. 10.000,00
Rp. 30.000,00

Jumlah
Rp. 40.000,00
Rp. 70.000,00

Bahan penolong yang dipakai sejumlah Rp. 12.500,00 terdiri atas :


Bahan Penolong C
Rp. 7.500,00
Bahan Penolong D
Rp. 5.000,00
Diminta :
Jurnal yang diperoleh berkaitan dengan transaksi tersebut di atas !
KASUS 2
Menurut daftar gaji dan upah yang dibuat oleh bagian personalia. Biaya tenaga kerja yang harus
dibayarkan oleh suatu perusahaan terdiri dari unsur sebagai berikut.
Upah langsung karyawan Pabrik
Rp. 400.000,00
Upah tidak langsung karyawan Pabrik
Rp. 650.000,00
Gaji karyawan Administrasi dan Umum
Rp. 4.000.000,00
Gaji karyawan Pemasaran
Rp. 4.500.000,00
Diminta :
Buatlah jurnal untuk mencatat hutang dan gaji, distribusi gaji dan upah, pembayaran gaji dan
upah.

KASUS 3
Perusahaan pabrikasi Hite melaksanakan kegiatan produksi atas dasar pesanan dengan Biaya
Overhead Pabrik yang dianggarkan untuk tahun depan adalah Rp. 750.000,00. Aktivitas

sesungguhnya yang diharapkan adalah 200 jam tenaga kerja langsung, selama tahun itu,
perusahaan bekerja dengan total 192 jam tenaga kerja langsung dan overhead sesungguhnya
berjumlah Rp. 736.000,00
Diminta :
a. Hitung tarif Biaya Overhead Pabrik
b. Hitung Biaya Overhead Pabrik dibebankan
c. Hitung selisih Biaya Overhead Pabrik
d. Buat jurnal yang diperlukan
KASUS 4
Computer System Design mengembangkan perangkat lunak khusus untuk perusahaan dan
menggunakan sistem kalkulasi biaya normal. Berikut data yang tersedia untuk tahun 2010.
Dianggarkan
Overhead Pabrik
Jam mesin
Jam tenaga kerja langsung

Rp. 600.000,00
Rp. 24.000,00
Rp. 75.000,00

Aktual
Unit produksi
Overhead pabrik
Biaya Utama
Jam mesin
Jam Tenaga Kerja Langsung

Rp. 100.000 unit


Rp. 603.500,00
Rp. 900.000,00
25.050
75.700

Diminta :
a) Berapa tarif Biaya Overhead Pabrik
b) Berapa Biaya Overhead Pabrik Dibebankan untuk tahun 2010
c) Selisih Biaya Overhead Pabrik
d) Berapa Biaya per unit
e) Buatlah jurnal yang diperlukan
Kerjakan dengan menggunakan dasar pembebanan jam mesin dan jam tenaga kerja langsung !

KASUS 5
PT X yang beroperasi berdasarkan pesanan menghitung tarif Biaya Overhead Pabrik sebesar Rp.
1.500 per jam mesin. Dalam suatu bulan perusahaan memproduksi 3 pesanan, dengan waktu
pengerjaan sebagai berikut.
Pesanan # 01
200 jam mesin

Pesanan # 02
150 jam mesin
Pesanan # 03
400 jam mesin
Dalam bulan tersebut jumlah Biaya overhead Pabrik yang sesungguhnya terjadi adalah sebagai
berikut.
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Pabrik
Rp. 370.000,00
Biaya Bahan Penolong
Rp. 350.000,00
Biaya Departemen Gedung Pabrik
Rp. 200.000,00
Biaya Depresiasi Mesin
Rp. 150.000,00
Diminta :
a. Buatlah jurnal untuk mencatat :
1) Pembebanan Biaya Overhead Pabrik
2) Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
3) Penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik Dibebankan
b. Hitung selisih pembebanan Biaya Overhead Pabrik

KASUS 1
Penyelesaian
a. Tidak ada jurnal
b. Persediaan Bahan Baku
Persediaan Bahan Penolong

Rp 130.000,00
Rp. 27.000,00

Persediaan Suplies dan Suku Cadang Rp. 15.000,00


Hutang Dagang
Rp. 172.000,00
(Mencatat pembelian Bahan untuk pesanan)
c. BDP Biaya Bahan Baku
Persediaan Bahan Baku
(Mencatat pemakaian Bahan baku)

Rp. 110.000,00
Rp. 110.000,00

BDP BOP
Rp. 12.500,00
Persediaan Bahan Penolong
Rp. 12.500,00
(Mencatat pemakaian bahan penolong)
Perhitungan persediaan bahan baku : Rp. 50.000,00 + Rp. 80.000,00 = Rp. 130.000,00
Perhitungan persediaan bahan penolong : Rp. 15.000,00 + Rp. 12.000,00 = Rp. 27.000,00
Perhitungan suplies dan suku cadang : Rp. 10.000,00 + Rp. 5.000,00 = Rp. 15.000,00
KASUS 2
Penyelesaian
Biaya Gaji dan Upah
Rp. 9.550.000,00
Hutang Gaji dan Upah
Rp. 9.550.000,00
(Mencatat terjadinya gaji dan upah)
BDP Biaya Tenaga Kerja Langsung
BOP Sesungguhnya
Biaya Pemasaran
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Gaji dan Upah
(Mencatat distribusi gaji dan upah)

Rp. 400.000,00
Rp. 650.000,00
Rp. 4.000.000,00
Rp. 4.500.000,00

Hutang Gaji dan Upah


Rp. 9.550.000,00
Kas
(Mencatat pembayaran gaji dan upah)
KASUS 3
Penyelesaian

Rp. 9.550.000,00

Rp. 9.550.000,00

Penghitungan BOP dibebankan :


B
Rp 75 0.000,00
=
=Rp3.750,00
Tarif BOP = K 200 jam tenaga kerja

BOP dibebankan

Rp3.750,00 x 192 jam tenaga kerja=Rp 720.000,00

a. BDP BOP
BOP Dibebankan
(Mencatat pembebanan BOP)

Rp. 720.000,00
Rp. 720.000,00

b. BOP Dibebankan
Rp. 720.000,00
BOP Sesungguhnya
Rp. 720.000,00
(Mencatat penutupan BOP dibebankan ke BOP sesungguhnya)
c. Selisih BOP
BOP sesungguhnya
(Mencatat selisih BOP)

Rp. 16.000,00
Rp. 16.000,00

Penghitungan selisih BOP :


Selisih BOP = BOP Sesungguhnya BOP Dibebankan
= Rp. 736.000,00 Rp. 720.000,00 = Rp. 16.000,00
KASUS 4
Penyelesaian :
A.

BOP dibebankan berdasarkan Jam Mesin

Penghitungan Tarif BOP :

Tarif =

B Rp 600.000,00
=
=Rp25,00
K
24.000

BOP Dibebankan = Rp25,00 x 25.050 jam mesin=Rp 626.250,00


Selisih BOP = Rp. 626.250,00 Rp. 603.000,00 = Rp. 22.750,00

Biaya Per Unit :


Biaya Utama
BOP
Total Biaya Produksi
Biaya Per Unit

Rp. 900.000,00
Rp. 626.250,00
Rp. 1.526.250,00
Rp 1.526 .250,00
=Rp15,26
100.000unit

BDP BOP
BOP Dibebankan
(Mencatat pembebanan BOP)

Rp. 626.250,00
Rp. 626.250,00

BOP Dibebankan
Rp. 626.250,00
BOP Sesungguhnya
Rp. 626.250,00
(Mencatat penutupan BOP dibebankan pada BOP Sesungguhnya)
BOP Sesungguhnya
Selisih BOP
(Mencatat selisih BOP)

Rp. 22.750,00
Rp. 22.750,00

Selisih BOP
Rp. 22.750,00
Rugi Laba
Rp. 22.750,00
(Mencatat penutupan selisih BOP pada Rugi Laba )
B.

BOP dibebankan berdasarkan Jam Tenaga Kerja

Penghitungan Tarif BOP :

Tarif =

B Rp 600.000,00
=
=Rp8,00
K
75.000

BOP Dibebankan = Rp8,00 x 75.7000 jam mesin=Rp 605.600,00


Selisih BOP = Rp. 605.600,00 Rp. 603.500,00 = Rp. 2.100,00
Biaya Per Unit :
Biaya Utama
BOP
Total Biaya Produksi
Biaya Per Unit

BDP BOP
BOP Dibebankan
(Mencatat pembebanan BOP)

Rp. 900.000,00
Rp. 605.600,00
Rp. 1.505.600,00
Rp 1.505 .600,00
=Rp 15,06
100.000unit

Rp. 605.600,00
Rp. 605.600,00

BOP Dibebankan
Rp. 605.600,00
BOP Sesungguhnya
Rp. 605.600,00
(Mencatat penutupan BOP dibebankan pada BOP Sesungguhnya)
BOP Sesungguhnya
Selisih BOP
(Mencatat selisih BOP)

Rp. 2.100,00
Rp. 2.100,00

Selisih BOP
Rp. 2.100,00
Rugi Laba
Rp. 2.100,00
(Mencatat penutupan selisih BOP pada Rugi Laba )
KASUS 5
Penyelesaian
Penghitungan BOP Dibebankan :
Pesanan
Tarif
01
Rp. 1.500,00
02
Rp. 1.500,00
03
Rp. 1.500,00
BOP yang dibebankan

Jam Mesin
200 jam mesin
150 jam mesin
400 jam mesin

Penghitungan BOP Sesungguhnya :


Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
Biaya Bahan Penolong
Biaya Depresiasi Gedung Pabrik
Biaya Depresiasi Mesin

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Jumlah BOP Sesungguhnya

Rp. 1.070.000,00

370.000,00
350.000,00
200.000,00
150.000,00

Selisih BOP = Rp. 1.125.000,00 Rp. 1.070.000,00 = Rp. 55.000,00


Jurnal :
BDP BOP
BOP Dibebankan
(Mencatat pembebanan BOP)

Rp. 1.125.000,00
Rp. 1.125.000,00

BOP Dibebankan
Rp. 1.125.000,00
BOP Sesungguhnya
Rp. 1.125.000,00
(Mencatat penutupan BOP dibebankan pada BOP Sesungguhnya)

Jumlah
Rp. 300.000,00
Rp. 225.000,00
Rp. 600.000,00
Rp.1.125.000,00

BOP Sesungguhnya
Selisih BOP
(Mencatat selisih BOP)

Rp. 55.000,00
Rp. 55.000,00

Selisih BOP
Rp. 55.000,00
Rugi Laba
Rp. 55.000,00
(Mencatat penutupan selisih BOP pada Rugi Laba )