Anda di halaman 1dari 40

Lampiran

Nomor :
Tanggal :
Tentang : STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT
AISYIYAH SITTI KHADIJAH PINRANG

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA


RUMAH SAKIT AISYIYAH SITTI KHADIJAH PINRANG
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
Dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja ini yang dimaksud dengan :
1. Pimpinan Daerah Aisyiyah adalah pemilik Rumah Sakit Aisyiyah Sitti
Khadijah Pinrang sebagai organisasi otonom dari Muhammadiyah yang
berbadan hukum selanjutnya disebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah
(PDA).
2. Pimpinan Daerah Aisyiayah Pinrang adalah Pimpinan yang terpilih
dalam musyawarah Daerah Pinrang, selanjutnya disebut PDA.
3. Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Daerah Aisyiyah Pinrang
yang selanjutnya disingkat MPKU adalah Badan Pembantu Pimpinan
Daerah Aisyiyah yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan,
mengembangkan, mengawasi dan mengkoordinasikan seluruh amal
usaha Aisyiyah Daerah Bidang Kesehatan milik Persyarikatan Aisyiyah
di Kabupaten Pinrang, selanjutnya disebut MPKU.
4. Badan Pelaksana Harian adalah badan yang dibentuk oleh Pimpinan
Persyarikatan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai pelaksana
harian atas penyelenggaraan, pembinaan dan pengawasan amal usaha
kesehatan selanjutnya disebut BPH.
5. Direktur adalah seseorang yang berdasarkan profesi dan keahliannya
diangkat dan dipercaya untuk mengelola Rumah Sakit Aisyiyah Sitti
Khadijah Pinrang selanjutnya disebut Direktur.
6. Rumah Sakit Aisyiyah Sitti Khadijah Pinrang adalah Amal Usaha bidang
kesehatan yang didirikan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Pinrang
selanjutnya disebut RSA.
BAB II
HUBUNGAN KERJA
Pasal 2
Dasar Hubungan Kerja

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 1 dari

1. Hubungan kerja antara PDM, MPKU, BPH dan Direktur RSA dilandasi dan
dijiwai oleh nilai-nilai Islam berdasarkan Al Quran dan Al Hadist.
2. MPKU, BPH dan Direktur RSA merupakan mitra dalam pengelolaan RSA
yang masing-masing terikat dan mempunyai tanggung jawab yang
sama besar terhadap tercapainya tujuan RSA
3. MPKU dan BPH menghormati dan menghargai kemandirian Direktur
dalam kegiatan operasional RSA
4. MPKU dan BPH pada prinsipnya memainkan peran sebagai pembina,
pengendali dan pengawas terhadap seluruh kegiatan pengelolaan RSA.
Pasal 3
Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA)
1.

Pimpinan Daerah Aisyiyah adalah pemilik Rumah Sakit Aisyiyah Sitti


Khadijah Pinrang sebagai induk organisasi yang berbadan hukum
selanjutnya disebut PDA
2. PDA adalah persyarikatan yang mendapat pelimpahan wewenang
pengampu RSA
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab PDA adalah :
a. Menyetujui usulan pengangkatan Direksi dari MPKU.
b. Mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB)
RSA yang diajukan oleh Direktur dan disetujui oleh MPKU.
c. Mengesahkan kebijaksanaan program dan rencana kerja RSA yang
dibuat oleh Direktur yang telah disetujui oleh MPKU .
d. Membuat ketetapan atau keputusan tentang berbagai hal sebagai
berikut :
1. Hal-hal yang mempunyai dampak terhadap kelancaran kegiatan
operasional di RSA
2. Hal-hal yang mempunyai dampak merugikan kredibilitas dan
nama baik Persyarikatan Aisyiyah.
3. Hal-hal yang menjadi peraturan atau qoidah yang telah
ditetapkan oleh Pimpinan Aisyiyah yang lebih tinggi.
4. Tugas-tugas lain yang diputuskan berdasarkan rapat Pimpinan Daerah
Aisyiyah Pinrang.
Pasal 4
Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU)
1. MPKU
mempunyai
tugas
pokok
membantu
PDA
dalam
penyelenggaraan, pembinaan dan pengawasan Amal Usaha Aisyiyah
dalam bidang kesehatan masyarakat khususnya RSA
4. Tugas, wewenang dan tanggungjawab MPKU adalah :
a. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan atas pengelolaan RSA
b. Mengevaluasi dan mengawasi RAPB RSA secara berkala.
c. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Direksi kepada
Pimpinan Persyarikatan.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 2 dari

d. Memberikan masukan, saran-saran dan persetujuan kepada Direktur


tentang rencana pengembangan RSA
e. Melaksanakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi atas dasar
ukhuwah Islamiyah baik didalam lingkungan maupun diluar
Aisyiyah.
f. Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan non
pemerintah dalam upaya peningkatan mutu penyelenggaraan RSA.
g. Bersamasama
dengan
Direktur
berupaya
meningkatkan
kemampuan dan ketrampilan sumber daya insani (SDI) yang ada di
RSA.
h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Pimpinan Daerah Aisyiyah
dan mempertanggung jawabkannya.
Pasal 5
Badan Pelaksana Harian (BPH)
1. Dalam rangka memenuhi Undang-undang, BPH dibentuk secara
fungsional
untuk
membantu
Pimpinan
Persyarikatan
dalam
pengelolaan RSA
2. Anggota BPH Adalah pelaksana harian yang mengetahui tentang amal
usaha Rumah Sakit, dan mempunyai pengaruh dikalangan masyarakat
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab BPH adalah :
a. Menentukan arah kebijakan Rumah Sakit.
b. Menyetujui dan mengawasi pelaksanaan rencana strategis.
c. Menilai dan menyetujui pelaksanaan rencana anggaran.
d. Mengawasi pelaksanaan kendali mutu dan kendali biaya.
e. Mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban pasien
f. Mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban Rumah Sakit.
g. Mengawasi kepatuhan penerapan etika RS, etika profesi, dan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 6
Direktur
1. Direktur merupakan pengelola tertinggi kegiatan operasional RSA
2. Dalam melaksanakan tugasnya Direktur bertanggungjawab kepada
MPKU.
3. Direktur dalam melaksanakan tugasnya membawahi dan dibantu oleh :
a. Secara struktural dibantu oleh :
1.
Wakil Direktur
2. SPI
b. Secara fungsional dibantu oleh:
1. Komite Medik.
2. Komite Keperawatan
3. Tim Rumah Sakit
4. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Direktur adalah :
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 3 dari

a. Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen RSA secara terpadu, efektif,


efisien dan amanah sehingga sesuai dengan visi, misi dan tujuan
penyelenggaraan RSA.
b. Melaksanakan
upaya-upaya
pelayanan
kesehatan
secara
komprehensif sesuai dengan peraturan dan pedoman yang berlaku
khususnya dari Departemen Kesehatan RI
c. Mengelola dan mengendalikan seluruh aset RSA khususnya
keuangan sehingga sesuai dengan RAPB yang telah ditetapkan dan
mendapat persetujuan MPKU yang telah disahkan oleh PDA.
d. Memberikan laporan secara tertib dan berkala kepada pihak-pihak
yang terkait sesuai dengan peraturan dan pedoman yang berlaku.
e. Memelihara hubungan baik dengan instansi yang berwenang,
organisasi perumah sakitan dan organisasi lainnya.
f. Mengajukan RAPB RSA dan mengajukan pengangkatan dan
pemberhentian karyawan kepada MPKU sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
g. Mewakili segenap kepentingan RSA untuk mengadakan perjanjian
kerjasama dengan pihak ketiga sepanjang berkaitan dengan
pengelolaan Rumah Sakit dengan persetujuan MPKU.
h. Mengangkat dan memberhentikan pejabat Rumah Sakit baik pejabat
struktural maupun fungsional, atas persetujuan dan pertimbangan
MPKU.
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh MPKU
Pasal 7
Wakil Direktur
1. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Direktur bertanggung jawab
kepada Direktur.
2. Wakil Direktur menjalankan tugasnya dibantu oleh:
a. Kepala Instalasi / Koordinator Kebidanan
b. Kepala Instalasi / Koordinator Keperawatan
c. Kepala Instalasi / Koordinator Perlengkapan
d. Kepala Instalasi / Koordinator Bagian Administrasi dan Umum
e. Kepala Instalasi / Bendahara Keuangan
3. Tugas dan tanggungjawab Wakil Direktur :
a. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan
kegiatan operasional dari masing-masing Koordinator dan Bendahara
Keuangan serta Instalasi yang dibawahinya.
b. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi program kerja pada masingmasing koordinator dan bendahara dibawahnya baik untuk jangka
pendek, menengah maupun jangka panjang.
c. Membuat usulan anggaran dan nota keuangan untuk operasional
pada masing-masing koordinator dan unit kerja yang dibawahinya.

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 4 dari

d. Mengatur, mengawasi, mengevaluasi dan menyusunan laporan


secara berkala kepada Direktur sesuai dengan pedoman yang
berlaku.
e. Menyusun mekanisme kerja koordinator dan unit kerja yang
dibawahinya.
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh staf agar dapat
meningkatkan kinerja secara optimal.
g. Melaksanakan upaya peningkatan kemampuan dan ketrampilan SDI
yang ada.
h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur.

Pasal 8
Kepala Bidang Pelayanan Medis
1. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Direktur Pelayanan (Medis dan
penunjang medis) bertanggungjawab kepada Wakil Direktur.
2. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
a. Kepala Instalasi / Unit Gawat Darurat, Rawat Inap dan Rawat Jalan
b. Kepala Instalasi / Unit Bedah dan KamarOperasi
c. Kepala Instalasi / Unit Farmasi
d. Kepala Instalasi Laboratorium
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Bidang Pelayanan Medis (
Medis dan penunjang medis ) :
a. Memimpin Instalasi kerja Bidang Pelayanan Medis melalui kegiatan
layanan medis yaitu, menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan,
menyusun program kerja dan mengkoordinasikan layanan rawat
inap, layanan rawat jalan, layanan gawat darurat dan layanan kamar
bedah dan Laboratorium.
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan medis dan
penunjang medis sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat
berjalan lancar.
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan tugas
layanan medis dan penunjang medis agar tercapai sesuai arah dan
tujuan.
d.
Membagi tugas dan memantau pelaksanaan kegiatan layanan
rawat inap, layanan rawat jalan, layanan gawat darurat dan layanan
kamar bedah dan Laboratorium.
e.
Mengkoordinasikan kegiatan layanan medis dan penunjang
medis melalui pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat
berjalan dengan lancar dan sesuai standar.
f.
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos
kerja dan disiplin kerja staf.
g.
Mengidentifikasikan kebutuhan dan masalah yang timbul di
bidang pelayanan medis dan penunjang medis, mengupayakan
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 5 dari

h.
i.

j.
k.
l.
m.
n.

pemenuhan kebutuhan serta melaksanakan dan mengkoordinasikan


upaya-upaya pemecahan masalah layanan medis dan penunjang
medis.
Merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan upayaupaya pengendalian dan peningkatan mutu layanan medis dan
penunjang medis.
Merencanakan,
mengusulkan,
mengkoordinasikan
dan
mengupayakan pemenuhan kebutuhan dan perlengkapan fasilitas,
sarana dan prasarana layanan medis dan penunjang medis serta
pengembangan standar keahlian profesi
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait tentang
pendidikan, pelatihan maupun pengembangan tenaga medis dan
kegiatan pengabdian Masyarakat
Melakukan koordinasi dengan Instalasi terkait tentang kegiatan
pengabdian masyarakat dan partisipasi program pemerintah yang
terkait dengan layanan kesehatan,
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait tentang
kerjasama layanan medis dan penunjang medis
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap
penggunaan fasilitas, sarana dan prasaranan layanan medis dan
penunjang medis oleh Instalasi kerja,
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 9
Kepala Instalasi Gawat Darurat

1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Instalasi Gawat Darurat


bertanggungjawab kepada Direktur dan berkoodinasi dengan Wakil
Direktur Pelayanan
2. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Kepala Instalasi Gawat Darurat :
a. Memimpin Instalasi kerja Gawat Darurat melalui kegiatan
penyusunan rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program
kerja dan mengatur layanan gawat darurat, mengevaluasi dan
menyusun laporan kegiatan IGD,
b. Menyusun menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan IGD
sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan lancar;
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
layanan IGD agar tercapai sesuai arah dan tujuan Rumah Sakit (Visi
Misi Rumah Sakit);
d.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan
kegiatan layanan gawat darurat;
e.
Mengevaluasi
kegiatan
dan
membuat
laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja IGD;
f. Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan IGD;
g.
Merencanakan dan mengkoordinasikan pemenuhan kebutuhan
sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan IGD dengan Kepala
Instalasi dan Perencanaan Rumah Sakit ;

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 6 dari

h.

Mengatur dan memelihara ketenangan dan kelancaran


pelaksanaan kegiatan IGD yang terdiri dari: layanan gawat darurat,
kamar terima, Ambulance 118 dan radio medik;
i. Mengatur, mengendalikan, memantau dan menilai pelaksanaan
kegiatan layanan gawat darurat sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan;
j. Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap
penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana layanan medis oleh
Instalasi kerja;
k.
Menyusun jadwal dokter spesialis konsulen IGD sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
l. Mengkoordinasikan kegiatan layanan IGD melalui pertemuan dan
rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai
standar;
m. Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan gawat darurat;
n.
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos
kerja dan disiplin kerja staf;
o.
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
atasan.
Pasal 10
Kepala Instalasi Poli Terpadu
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Instalasi Poli Terpadu
bertanggungjawab kepada Direktur dan berkoordinasi dengan Wakil
Direktur Pelayanan
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Instalasi Poli Terpadu :
a.
Memimpin Instalasi kerja Poli Terpadu melalui kegiatan
penyusunan rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program
kerja, dan mengatur layanan rawat jalan, mengevaluasi dan
menyusun laporan kegiatan IPT;
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan IPT
sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan lancar;
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
layanan IPT agar tercapai sesuai arah dan tujuan;
d.
Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan IPT;
e.
Menyusun rencana dan mengkoordinasikan pemenuhan
kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan IPT;
f.
Menyusun rencana, mengatur dan memelihara ketenangan
dan kelancaran pelaksanaan kegiatan layanan dan operasional IPT;
g.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan
kegiatan layanan IPT yang terdiri dari layanan Poliklinik, layanan
Poliklinik Spesialis, layanan Poliklinik Ibu dan Anak, layanan
Sampling Laboratorium, layanan Penyedia Obat Pelengkap, layanan
Konsultasi Gizi, layanan Konsultasi Psikologi, Layanan Konsultasi
Andrologi, layanan Insan Kamil;
h.
Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan rawat
jalan;
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 7 dari

i.

Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos


kerja dan disiplin kerja staf;
j.
Mengevaluasi
kegiatan
dan
membuat
laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja IPT;
k.
Mengatur,
mengendalikan,
memantau
dan
menilai
pelaksanaan kegiatan layanan IPT sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan;
l.
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi
terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana layanan medis
IPT;
m.
mengkoordinasikan kegiatan layanan IPT melalui pertemuan
dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan lancar dan
sesuai standar;
n.
melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
atasan.
Pasal 11
Kepala Instalasi Bedah dan Kamar Operasi
1. Kepala Instalasi Bedah dan Kamar Operasi dalam melaksanakan
tugasnya bertanggungjawab kepada Wakil Direktur .
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Instalasi Bedah dan
Kamar Operasi:
a.
Memimpin Instalasi Bedah dan Kamar Operasi melalui
kegiatan penyusunan rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan
program kerja, mengatur layanan pembedahan / operasi dan Kamar
Operasi linen dan alat medis, serta mengevaluasi dan menyusun
laporan kegiatan Instalasi Bedah Kamar Operasi
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan IBS
sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan lancar;
c.
Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan IBS;
d.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan
kegiatan layanan IBS agar tercapai sesuai arah dan tujuan;
e.
Merencanakan
dan
mengkoordinasikan
pemenuhan
kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan IBS;
f.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan
kegiatan layanan pembedahan, layanan anestesi, layanan ruang
pulih sadar, dan sterilisasi instrumen medis, keperawatan dan linen;
g.
Mengkoordinasikan
kegiatan
layanan
IBS
melalui
pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai standar;
h.
Mengatur,
mengendalikan,
dan
menilai
kelancaran
pelaksanaan kegiatan IBS yang terdiri dari: layanan pembedahan,
layanan anestesi, dan layanan ruang pulih sadar pasca operasi;
i.
Mengatur,
mengendalikan,
memantau
dan
menilai
pelaksanaan kegiatan sterilisasi instrumen pembedahan, instrumen

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 8 dari

j.
k.
l.
m.
n.
o.

anestesi dan linen, serta sterilisasi ruang dan lingkungan IBS sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan;
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi
terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana layanan medis
oleh Instalasi kerja;
Mengevaluasi
kegiatan
dan
membuat
laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja IBS;
Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan IBS;
Mengkoordinasikan
kegiatan
layanan
IBS
melalui
pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai standar;
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos
kerja dan disiplin kerja staf;
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
atasan.
Pasal 12
Kepala Instalasi Perawatan Intensif

1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Instalasi / Koordinator


Perawatan
Intensif
bertanggungjawab
kepada
Direktur
dan
berkoodinasi dengan Wakil Direktur Pelayanan.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Instalasi / Koordinator
Perawatan Intensif :
a.
Memimpin pelaksanaan keperawatan di Ruang
Observasi Intensif melalui kegiatan perencanaan, pengendalian dan
penilaian
layanan
asuhan
keperawatan
pasien,
upaya
pengembangan tenaga keperawatan, pemenuhan kebutuhan sarana
dan prasarana asuhan keperawatan pasien, serta kegiatan
administrasi dan pelaporan Instalasi Perawatan Intensif;
b.
Mengatur, merencanakan, mengendalikan dan
menilai layanan asuhan keperawatan pasien Instalasi Perawatan
Intensif;
c.
Mengkoordinasikan dan mengupayakan pemenuhan
kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana untuk layanan asuhan
keperawatan pasien Instalasi Perawatan Intensif, yang terdiri dari
asuhan keperawatan pasien kritis pasca pembedahan (Surgical
Intensive Care), pasien kritis jantung (Cardio-Vascular Care),
perawatan intensif pasien anak (Pediatric Intesive Care), perawatan
intensif neonatus (Neonatal Intensive Care), pasien stroke, dan
pasien-pasien kritis kriteria lainnya;
d.
Mengkoordinasikan dan melaksanakan upaya-upaya
peningkatan kemampuan dan pengetahuan tenaga keperawatan
Ruang Perawatan Intensif dalam memberikan layanan asuhan
keperawatan;
e.
Mengevaluasi kegiatan dan membuat laporan
pertanggungjawaban kegiatan layanan asuhan keperawatan pasien
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 9 dari

f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

m.
n.
o.
p.
q.
r.

kepada pimpinan sebagai bahan kajian dalam upaya peningkatan


kinerja Instalasi Perawatan Intensif;
Menyusun standar asuhan keperawatan pasien kritis
dan pasien dengan tingkat ketergantungan tinggi (high dependant
patient) Ruang Perawatan Intensif;
Mengatur,
mengendalikan
dan
memelihara
kelancaran layanan asuhan keperawatan Ruang Perawatan intensif;
Melaksanakan
pemantauan,
pengawasan
dan
evaluasi terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana
layanan keperawatan Ruang Perawatan Intensif;
Merencanakan
jumlah
dan
katagori
tenaga
keperawatan serta jumlah dan jenis instrument asuhan keperawatan
yang diperlukan Ruang Perawatan Intensif;
Menyusun dan mengatur daftar dinas perawat
pelaksana dan pekarya (staf pelaksana administrasi dan sarana)
Ruang Perawatan Intensif sesuai dengan standar kebutuhan;
Menyusun permintaan dan mengkoordinasikan
pemenuhan kebutuhan Ruang Perawatan Intensif, meliputi
kebutuhan BHP, ATK, obat dan bahan lainya yang diperlukan;
Mengatur dan mengkoordinasikan pemenuhan
kebutuhan dan pemeliharaan barang inventaris dan linen Ruang
Perawatan Intensif
selalu dalam keadaan siap pakai serta
mempertanggungjawabkan pelaksanaan inventarisasinya;
Mengatur dan membagi tugas untuk melakukan
rekapitulasi asuhan keperawatan pasien Ruang Perawatan Intensif;
Melaksanakan penilaian kinerja tenaga keperawatan
Ruang Perawatan Intensif;
Mengkoordinasikan
kegiatan
layanan
asuhan
keperawatan pasien melalui pertemuan dan rapat rutin tenaga
keperawatan Ruang Perawatan Intensif;
Memberikan motivasi kepada tenaga keperawatan
Ruang Perawatan Intensif untuk meningkatkan etos kerja dan disiplin
kerja staf;
Melaksanakan program orientasi kepada tenaga
keperawatan baru Ruang Perawatan Intensif;
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh atasan.
Pasal 13
Kepala Bidang Keperawatan

1. Dalam menjalankan tugasnya Kepala Keperawatan bertanggungjawab


kepada Wakil Direktur Pelayanan (Medik dan Penunjang Medik / Non
Medik)
2. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Keperawatan membawahi dan
dibantu oleh :
a. Koordinator Keperawatan
b. Koordinator Kebidanan
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 10 dari

2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab kepala Keperawatan :


a.
Memimpin Instalasi kerja Bidang Keperawatan
melalui kegiatan layanan asuhan keperawatan, yaitu menyusun
rencana kebutuhan dan kegiatan, menyusun program kerja, dan
mengkoordinasikan layanan keperawatan pasien rawat inap, layanan
keperawatan pasien rawat jalan, layanan keperawatan pasien gawat
darurat, dan layanan keperawatan pasien kamar bedah dan layanan
keperawatan pasien perawatan intensif;
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan
layanan keperawatan sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat
berjalan lancar;
c.
Menyusun
program
kerja
sebagai
acuan
pelaksanaan tugas layanan keperawatan agar tercapai sesuai arah
dan tujuan;
d.
Membagi
tugas
bawahan
dan
memantau
pelaksanaan kegiatan layanan keperawatan rawat inap, layanan
keperawatan rawat jalan, layanan keperawatan gawat darurat, dan
layanan keperawatan kamar bedah;
e.
Mengkoordinasikan kegiatan layanan keperawatan
melalui pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan
dengan lancar dan sesuai standar;
f.
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan
etos kerja dan disiplin kerja staf;
g.
Mengevaluasi kegiatan dan membuat laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja Instalasi layanan
keperawatan;
h.
Mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang
timbul di Bidang Keperawatan, mengupayakan pemenuhan
kebutuhan serta melaksanakan dan mengkoordinasikan upayaupaya pemecahan masalah layanan keperawatan;
i.
Merencanakan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan
upaya-upaya pengendalian dan peningkatan mutu layanan
keperawatan;
j.
Merencanakan dan mengupayakan pengembangan
layanan keperawatan sesuai dengan tuntutan perkembangan dan
pengembangan layanan keperawatan rumah sakit;
k.
Merencanakan, mengusulkan, mengkoordinasikan
dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas, sarana dan
prasarana layanan keperawatan;
l.
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait
tentang pendidikan, pelatihan maupun pengembangan tenaga
keperawatan;
m.
Merencanakan pengembangan standar keahlian profesi
sesuai dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan keperawatan
maupun teknik keperawatan.
n.
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait
tentang kegiatan pengabdian masyarakat dan partisipasi program
pemerintah yang terkait dengan layanan kesehatan.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 11 dari

o.

Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait


tentang kerja sama layanan keperawatan.
p.
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan
evaluasi terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana
layanan keperawatan oleh Instalasi kerja;
q.
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh atasan.
Pasal 14
Koordinator
1. Koordinator Keperawatan dan Kebidanan mempunyai tugas :
a. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pelayanan asuhan
keperawatan di seluruh Instalasi pelayanan medik bersama Kepala
Instalasi pelayanan medik
b. Melaksanakan pengawasan dan pemantauan kegiatan asuhan
keperawatan di seluruh Instalasi pelayanan medik bersama Kepala
Instalasi pelayanan medik
c. Merencanakan upaya pengembangan tenaga keperawatan di seluruh
Instalasi pelayanan medik
bersama Kepala Instalasi pelayanan
medik
d. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Instalasi lain
e. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang di berikan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
f. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya
pelayanan keperawatan
dan kebidanan diseluruh ruangan
keperawatan dan kebidanan
g. Mengkoordinasikan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan
belanja di seluruh ruangan keperawatan dan kebidanan
h. Melaksanakan
pengawasan
dan
pemantauan
kegiatan
pendayagunan sumberdaya keperawatan dan kebidanan di seluruh
ruangan
i. Mengkoordinasikan penyusunan laporan sesuai dengan pedoman
yang berlaku
j. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Instalasi lain
k. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang di berikan oleh
atasan sesuai dengan Instalasi tugasnya.
Pasal 15
Kepala Bidang Penunjang Medis
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bidang Penunjang Medis
bertanggungjawab kepada Direktur dan berkoordinasi dengan Wakil
Direktur Pelayanan
2. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bidang Penunjang Medis dibantu
dan membawahi :
a. Kepala Instalasi Laboratorium
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 12 dari

b. Kepala Instalasi Farmasi


c. Kepala Instalasi Radiologi
d. Kepala Instalasi Gizi
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Bidang Penunjang Medis
:
a.
Memimpin Instalasi Kerja Bidang Penunjang Medis
melalui kegiatan layanan penunjang medis, yaitu menyusun rencana
kebutuhan dan kegiatan, menyusun program kerja, dan
mengkoordinasikan layanan radiologi, layanan laboratorium, layanan
farmasi dan layanan gizi;
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan
layanan penunjang medis sebagai acuan pelaksanaan tugas agar
dapat berjalan lancar;
c.
Menyusun
program
kerja
sebagai
acuan
pelaksanaan tugas layanan penunjang medis agar tercapai sesuai
arah dan tujuan;
d.
Membagi
tugas
bawahan
dan
memantau
pelaksanaan kegiatan layanan radiologi, layanan laboratorium,
layanan farmasi, dan layanan gizi;
e.
Mengkoordinasikan kegiatan layanan penunjang
medis melalui pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat
berjalan dengan lancar dan sesuai standar;
f.
Mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang timbul di
Bidang Penunjang Medis, mengupayakan pemenuhan kebutuhan
serta
melaksanakan
dan
mengkoordinasikan
upaya-upaya
pemecahan masalah layanan penunjang medis;
g.
Merencanakan,
melaksanakan,
dan
mengkoordinasikan upaya-upaya pengendalian dan peningkatan
mutu layanan penunjang medis;
h.
Merencanakan dan mengupayakan pengembangan
layanan penunjang medis sesuai dengan tuntutan perkembangan
dan pengembangan layanan penunjang medis rumah sakit;
i.
Merencanakan, mengusulkan, mengkoordinasikan dan
mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas, sarana dan
prasarana layanan penunjang medis;
j.
melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait
tentang pendidikan, pelatihan maupun pengembangan tenaga
penunjang medis;
k.
Merencanakan pengembangan standar keahlian
profesi sesuai dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan
kedokteran maupun teknik kedokteran.
l.
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait
tentang kegiatan pengabdian masyarakat dan partisipasi program
pemerintah yang terkait dengan layanan kesehatan.
m.
Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja terkait
tentang kerja sama layanan penunjang medis.
n.
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan
evaluasi terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana
layanan penunjang medis oleh Instalasi kerja.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 13 dari

o.

Memberikan
motivasi
kepada
staf
untuk
meningkatkan etos kerja dan disiplin kerja staf;
p.
Mengevaluasi kegiatan dan membuat laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja instalasi penunjang medis;
q.
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan
oleh atasan.
Pasal 16
Kepala Instalasi Laboratorium
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Ruang Instalasi Laboratorium
bertanggungjawab kepada Direktur dan berkoordinasi dengan Wakil
Direktur Pelayanan (Medik dan Penunjang Medik / Non Medik)
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Ruang Instalasi
Laboratorium :
a. Memimpin Instalasi kerja Laboratorium melalui kegiatan penyusunan
rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program kerja,
mengatur layanan laboratorium, serta mengevaluasi dan menyusun
laporan kegiatan Instalasi Laboratorium.
b. Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan Instalasi
Laboratorium sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan
lancar;
c. Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
layanan Instalasi Laboratorium agar tercapai sesuai arah dan tujuan;
d. Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan Instalasi
Laboratorium
e. Merencanakan dan mengkoordinasikan pemenuhan kebutuhan
sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan Instalasi
Laboratorium;
f. Mengatur dan memelihara ketenangan dan kelancaran pelaksanaan
kegiatan Instalasi Laboratorium yang terdiri dari: layanan
pemeriksaan laboratorium klinik, mikrobiologi, dan laboratorium
patologi anatomi welirang;
g. Mengatur, mengendalikan, memantau dan menilai pelaksanaan
kegiatan layanan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan prosedur
yang ditetapkan;
h. Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan kegiatan
layanan penunjang medis pemeriksaan laboratorium;
i. Mengevaluasi kegiatan dan membuat laporan pertanggungjawaban
kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan kajian dalam upaya
peningkatan kinerja Instalasi Laboratorium;
j. Menyusun, mengkoordinasikan, mengendalikan dan menilai upayaupaya pencegahan pencemaran limbah laboratorium dan bahaya
paparan bahan kimia dan sampel pemeriksaan, serta keselamatan
kerja petugas;

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 14 dari

k. Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap


penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana Instalasi Laboratorium
oleh Instalasi kerja;
l. Mengkoordinasikan kegiatan layanan Instalasi Laboratorium melalui
pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai standar;
m. Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan laboratorium;
n. Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos kerja
dan disiplin kerja staf;
o. Menyusun jadwal dinas analis kesehatan dan pekarya Instalasi
Laboratorium sesuai kebutuhan dan ketenagaan yang ada;
p. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan
Pasal 17
Kepala Instalasi Farmasi
1. Dalam
melaksanakan
tugasnya
Kepala
Instalasi
Farmasi
bertanggungjawab kepada Kepala Direktur dan berkoordinasi dengan
Wakil Direktur Pelayanan (Medik dan Penunjang Medik / Non Medik).
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Instalasi Farmasi :
a.
Memimpin Instalasi kerja Farmasi melalui kegiatan penyusunan
rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program kerja, dan
mengatur layanan farmasi, mengevaluasi dan menyusun laporan
kegiatan Instalasi Farmasi;
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan Instalasi
Farmasi sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan
lancar;
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
layanan Instalasi Farmasi agar tercapai sesuai arah dan tujuan;
d.
Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan Instalasi
Farmasi;
e.
Menyusun rencana dan mengkoordinasikan pemenuhan
kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan Instalasi
Farmasi;
f.
Menyusun rencana, mengupayakan dan mengkoordinasikan
pemenuhan obat dan alat kesehatan serta bahan farmasi lainnya
sesuai kebutuhan rumah sakit dan sesuai ketentuan yang berlaku;
g.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan kegiatan
layanan Instalasi Farmasi;
h.
Mengevaluasi
kegiatan
dan
membuat
laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja Instalasi Farmasi;
i.
Mengkoordinasikan dan mengupayakan pemenuhan permintaan
obat dan alat kesehatan sesuai dengan formularium rumah sakit
yang telah ditetapkan;
j.
Mengendalikan dan mengevaluasi persediaan farmasi, alat
kesehatan, dan bahan-bahan kimia serta farmasi lainnya sehingga
tetap dalam batas rasional dan aman;
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 15 dari

k.

l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.

Membantu Instalasi kerja terkait dalam melaksanakan


pemantauan dan penilaian pelaksanaan perjanjian kerjasama
penyediaan dan pengadaan obat, alat kesehatan, dan bahan kimia
serta farmasi lainnya dengan pihak ketiga sehingga berjalan dengan
baik dan saling menguntungkan;
Mengatur dan memelihara ketenangan dan kelancaran
pelaksanaan kegiatan layanan dan operasional Instalasi Farmasi;
Mengatur, mengendalikan, memantau dan menilai pelaksanaan
kegiatan layanan Instalasi Farmasi sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan;
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap
penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana layanan medis Instalasi
Farmasi;
Mengkoordinasikan kegiatan layanan Instalasi Farmasi melalui
pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai standar;
Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan Instalasi
Farmasi;
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan etos
kerja dan disiplin kerja staf;
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 18
Kepala Ruang Instalasi Radiologi

1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Ruang Instalasi Radiologi


bertanggungjawab kepada Direktur dan berkoordinasi dengan Wakil
Direktur Pelayanan (Medik dan Penunjang Medik/Non Medik).
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Ruang Instalasi
Radiologi :
a.
Memimpin Instalasi kerja Radiologi melalui kegiatan
penyusunan rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program
kerja, mengatur layanan radiologi, serta mengevaluasi dan
menyusun laporan kegiatan Instalasi Radiologi.
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan
Instalasi Radiologi sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat
berjalan lancar;
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan
kegiatan layanan Instalasi Radiologi agar tercapai sesuai arah dan
tujuan;
d.
Menyusun rencana dan mengkoordinasikan pemenuhan
kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan Instalasi
Radiologi;
e.
Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan
Instalasi Radiologi;
f.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan
kegiatan layanan radiologi;

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 16 dari

g.

h.

i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Mengatur, mengendalikan, dan menilai kelancaran


pelaksanaan kegiatan Instalasi Radiologi yang terdiri dari: layanan
foto rontgent tanpa kontras, foto rontgent dengan kontras, dan
pemeriksaan ultrasonografi (USG);
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi
terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana Instalasi
Radiologi oleh Instalasi kerja serta bertanggungjawab terhadap
inventarisasinya;
Mengevaluasi
kegiatan
dan
membuat
laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja Instalasi Radiologi;
Mengkoordinasikan kegiatan layanan Instalasi Radiologi
melalui pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan
dengan lancar dan sesuai standar;
Menyusun, mengkoordinasikan, mengendalikan dan
menilai upaya-upaya pencegahan pencemaran limbah radiologi dan
bahaya paparan radiasi, serta keselamatan kerja petugas;
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan
etos kerja dan disiplin kerja staf;
Menyusun jadwal dinas radiografer dan pekarya
radiologi sesuai kebutuhan dan kemampuan ketenagaan yang ada;
Melaksanakan, mengendalikan dan menilai upayaupaya pencegahan pencemaran dan bahaya radiasi serta
pengamanan terhadap kecelakaan kerja;
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
atasan.

Pasal 19
Wakil Direktur Umum dan Pengembangan Rumah Sakit
1. Dalam melaksanakan tugasnya Direktur Umum dan Pengembangan
bertanggungjawab kepada Direktur.
2. Wakil Direktur Umum dan Pengembangan membawahi dan dibantu oleh
:
a. Kepala Bagian Pemeliharaan dan Rumah Tangga
b. Kepala Bagian Logistik Umum
c. Kepala Bagian Administrasi dan Kepegawaian
d. Kepala Bagian Keuangan/Bendahara Penerima dan Pengeluaran
e. Kepala Bagian Gizi
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Wakil Direktur Umum dan
Pengembangan RS :
a. Membuat perencanaan program kerja di Bagian Umum dan
Pengembangan Rumah Sakit.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 17 dari

b. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan


kegiatan dari masing-masing Bagian yang dibawahinya.
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengelolaan administrasi
bagian umum sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.
d. Membantu Direktur dalam Menyusun Standar pelayanan umum dan
serta memantau pelaksanaannya.
e. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan, keamanan,
ketertiban dan kebesihan Rumah Sakit serta kesiap siagaan
kendaraan operasional maupun ambulance
f. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi laporan setiap bulan dari
Instalasi kerja sesuai dengan pedoman yang berlaku.
g. Melakukan koordinasi dengan bagian yang lain.
h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 20
Kepala Sub Bagian Pemeliharaan dan Rumah Tangga
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Pemeliharaan dan
Rumah Tangga bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Umum.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian Pemeliharaan
dan Rumah Tangga :
a. Membantu dan mengusulkan rencana program kerja ke Kepala
Bagian Umum.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan tugas pemeliharaan
sarana dan prasarana, sanitasi lingkungan, loundry dan kebersihan
rumah sakit.
c. Mengkoordinasikan, mencatat dan membuat laporan inventaris
rumah sakit.
d. Membuat laporan setiap bulan dari sub bagian kerjanya ke Kepala
Bagian Umum
e. Melakukan koordinasi dengan Instalasi lain.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

Pasal 21
Kepala Sub Bagian Logistik Umum
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Logistik Umum
bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Umum dan Pengembangan.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian Logistik
Umum :
a. Memimpin dan melaksanakan administrasi persediaan selain obat
dan alat kesehatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 18 dari

b. Menyusun rencana kebutuhan pengadaan barang-barang dan


perlengkapan rumah sakit.
c. Menlaksanakan pengadaan barang sesuai prosedur yang berlaku.
d. Menyetujui penerimaan barang-barang dan mendistribusikannya ke
bagian-bagian rumah sakit yang membutuhkan.
e. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan keamanan rumah sakit.
f. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan kendaraan operasional dan
ambulance.
g. Melaporkan posisi persediaan barang dan perlengakapan secara
periodik setiap akhir bulan kepada Kepala Bagian Keuangan.
h. Melaksanakan koordinasi dengan Sub Bagian Akuntansi, Seksi
gudang obat serta Instalasi yang lain.
i. Melakukan opname barang secara berkala minimal setiap 3 (tiga)
bulan.
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal 22
Kepala Bagian Administrasi dan Pemasaran
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bagian Administrasi dan
Pemasaran bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Umum dan
Pengembangan
2. Kepala Bagian Adimistrasi dan Pemasaran membawahi dan dibantu
oleh :
a. Kepala Sub Bagian Kepegawaian
b. Kepala Sub Bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
c. Kepala Sub Bagian Pemasaran
d. Kepala Sub Bagian Dakwah dan Citra
e. Kepala Sub Bagian Rekam Medis
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Bagian Administrasi dan
Pemasaran :
a. Membuat perencanaan program kerja di Bagian Adiministrasi dan
Pemasaran.
b. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan
kegiatan dari masing-masing Sub Bagian yang dibawahinya.
c. Membantu Wakil Direktur dalam menyusun standar pelayanan
bagian
administrasi
dan
pemasaran
dan
memantau
pelaksanaannya.
d. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengelolaan administrasi
kepegawaian, pendidikan dan latihan, pemasaran, dan rekam
medis sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.
e. Mengkoordinasikan pelaksanakan seleksi penerimaan pegawai
baru, penempatan pegawai serta pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan (Diklat) pegawai sesuai dengan prosedur yang berlaku.
f. Melakukan koordinasi dengan bagian yang lain.
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 19 dari

Pasal 23
Kepala Sub Bagian Diklat
1. Dalam
melaksanakan
tugasnya,
Kepala
Sub
Bagian
Diklat
bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Umum dan Pengembangan
2. Tugas, wewenang dan tangung jawab Kepala Sub Bagian Diklat :
a. Merencanakan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan
pegawai RSA sesuai dengan prosedur yang berlaku.
b. Berkoordinasi dengan Kepala Sub Bagian Kepegawaian guna
merencanakan pengembangan karier pegawai.
c. Melaksanakan Penilaian Kinerja Karyawan sesuai dengan prosedur
yang berlaku.
d. Membagikan format Evaluasi Kinerja Karyawan (EKK) kepada
penilai sesuai kebutuhan dan merekapnya serta mengarsipkannya.
e. Membuat laporan bulanan atau sewaktu-waktu diperlukan.
f. Melakukan koordinasi dengan Instalasi yang lain
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 24
Kepala Sub Bagian Pemasaran
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Pemasaran
bertanggung jawab ke Kepala Bagian Administrasi dan Pemasaran.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian
Pemasaran :
a. Melaksanakan kegiatan pemasaran, untuk meningkatkan citra dan
pelanggan Rumah Sakit.
b. Membantu dan mengusulkan rencana program pemasaran, kepada
Wakil Direktur Umum dan Pengembangan.
c. Melaksanakan studi pemasaran dan upaya upaya untuk
meningkatkan cakupan pelayanan dan meningkatkan mutu Rumah
Sakit di mata masyarakat.
a. Menjalin hubungan dengan mitra kerja dan Instansi yang terkait.
d. Menjalin hubungan secara terus menerus dengan konsumen serta
melaksanakan upaya silaturrahrni secara berkala.
m. Melakukan koordinasi dengan instalasi yang lain.
n. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
Pasal 25
Kepala Sub Bagian Dakwah dan Citra
Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Dakwah dan Citra
bertanggung jawab ke Wakil Direktur Umum dan Pengambangan.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian Dakwah
dan Citra :
a. Melaksanakan kegiatan dakwah untuk meningkatkan citra dan
pelanggan Rumah Sakit.
1.

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 20 dari

b. Membantu dan mengusulkan rencana program Dakwah dan Citra


kepada Kepala Bagian Administrasi dan Pemasaran.
c. Melakukan pelayanan bimbingan ibadah dan konsultasi keagamaan
kepada pasien, keluarganya dan seluruh karyawan rumah sakit
d. Melakukan kunjungan rutin pada pasien terutama pasien baru
dan pasien yang prioritas memerlukan bimbingan rohani.
e. Melakukan administrasi kegiatan musholla sehingga berfungsi
secara optimal.
f. Merencanakan dan melaksanakan peringatan besar Islam.
g. Melakukan pelayanan sakaratul maut bagi pasien yang sedang
menghadapi skaratul maut.
h. Melakukan administrasi penyelenggaraan perawatan jenazah
sesuai pedoman yang berlaku.
i. Melakukan paket kegiatan dakwah islamiyah secara berkala
yang dapat menumbuhkan ghiroh Islam baik di dalam maupun
diluar lingkungan rumah sakit
j. Melakukan koordinasi dengan Instalasi kerja yang lain.
k. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
Pasal 26
Kepala Sub Bagian Rekam Medis
1.

Dalam menjalankan tugasnya Kepala Sub Bagian Rekam Medis


bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Umum dan Pengambangan.
2. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Rekam Medis
dibantu oleh :
a. Penanggung Jawab Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis (PPRM)
b. Penanggung Jawab Informasi dan Tempat Pendaftaran Pasien (ITPP)
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab kepala Sub Bagian Rekam
Medis :
a. Memimpin Instalasi kerja Sub Bagian Rekam Medis dalam rangka
melaksanakan rekam medis melalui kegiatan; menghimpun,
mengolah, menganalisa dan mensinkronisasi data medis serta
mengolah berkas rekam medis, menyediakan data medis, dan
mengevaluasi pelaksanaannya agar tersedia informasi medis yang
akurat dan tepat.
b. Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan Sub Bagian Rekam
Medis agar kegiatan operasional dapat terlaksana secara efektif dan
efisien;
c. Membagi tugas dan memantau proses kegiatan pengelolaan rekam
medis agar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai ketentuan
peraturan perundang undangan yang berlaku;
d. Membina bawahan dalam menjalankan tugas melalui pemberian
arahan dan motivasi untuk meningkatkan etos kerja dan disiplin
yang tinggi sehingga tercapai kinerja yang optimal;
e. Melayani permintaan data rekam medis untuk kepentingan
pendidikan, pengembangan, penelitian, asuransi dan visum;
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 21 dari

f. Mengevaluasi seluruh kegiatan Sub Bagian Rekam Medik dan


membuat laporan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas kepada
pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka perbaikan dan
peningkatan kinerja selanjutnya.
g. Menyusun prosedur operasional pelaksanaan kegiatan dan layanan
Sub Bagian Rekam Medis;
h. Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
dan layanan Sub Bagian Rekam Medis yang terdiri dari: layanan
informasi, pendaftaran pasien rawat inap, rawat jalan, dan gawat
darurat, pencatatan dan pelaporan rekam medis, serta layanan data
rekam medis sehingga sesuai dengan ketentuan dan perundangundangan yang berlaku;
i. Memantau dan mengendalikan kerahasiaan data medis;
j. Merencanakan kebutuhan dan mengkoordinasikan pemenuhannya
untuk menunjang kelancaran kegiatan dan layanan Sub Bagian
Rekam Medis;
k. Memelihara dan mengendalikan pemakaian sarana komunikasi
telepon rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
l. Mengembangkan sistim pencatatan dan pelaporan sehingga
senantiasa diperoleh data yang akurat dan benar;
m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 27
1. Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Rekam Medis (SPRM), mempunyai
tugas:
a. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyediaan, penyimpanan
dan pendistribusian dokumen rekam medis, pelaporan dan evaluasi
rekam medis
b. mengkoordinasikan rencana kebutuhan dokumen rekam medis
c. mencatat seluruh pendayagunaan pelaksanaan penyimpanan dan
pendistribusian dokumen rekam medis
d. melaksanakan pelaporan Rumah Sakit sesuai dengan pedoman yang
ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.
e. melaksanakan pemeliharaan dan usulan perbaikan seluruh fasilitas
di Sub Bagian Pelayanan Rekam Medis
f. melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Bagian Pelayanan Rekam Medis
2. Penanggung Jawab Informasi dan Tempat Pendaftaran Pasien (ITPP)
mempunyai tugas :
a. mengkoordinasikan
pelaksanaan
pemberian
informasi
dan
pendaftaran pasien.
b. mengkoordinasikan rencana kebutuhan dokumen rekam medis
c. mengkoordinasikan penyusunan pembuatan laporan pelaksanaan
pemberian informasi dan pendaftaran pasien
d. mengkoordinasikan
pencatatan
seluruh
pendayagunaan
pelaksanaan pemberian informasi dan pendaftaran pasien

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 22 dari

e. melaksanakan pemeliharaan dan usulan perbaikan seluruh fasilitas


di Sub Unit ITPP
f. melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
Kepala Unit Pelayanan Rekam Medis dan Kepala Sub Unit Informasi
dan Tempat Pendaftaran Pasien (ITPP)
Pasal 28
Kepala Bagian Keuangan/Bendahara
1. Dalam
melaksanakan
tugasnya
Kepala
Bagian
Keuangan
bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Umum dan Pengambangan
Rumah Sakit
2. Kepala Bagian Keuangan membawahi dan dibantu oleh :
a. Sub Bagian Akuntansi
b. Sub Bagian Piutang
c. Sub Bagian Perbendaharaan
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Bagian Keuangan :
a. Membuat perencanaan program kerja di Bagian Keuangan.
b. Menyusun proyeksi keuangan dan nota keuangan jangka
pendek, menengah dan jangka panjang sesuai dengan
perkembangan dan perspektif pelayanan Rumah Sakit dimasa yang
akan datang.
c. Menyusun anggaran keuangan sesuai dengan perkembangan Rumah
Sakit.
d. Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan anggaran agar
sesuai dengan RAPB Rumah Sakit.
e. Membantu Wakil Direktur Umum dan Keuangan dalam menyusun
standar pelayanan keuangan dan memantau pelaksanaannya.
f. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pencatatan data-data
akuntansi Rumah Sakit agar tidak menyimpang dari sistem dan
prosedur yang sudah ditetapkan
g. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pengadaan, penyimpanan
dan pendistribusian barang sesuai dengan pedoman yang berlaku.
h. Mengatur dan menyusun laporan-laporan keuangan yaitu neraca,
laporan Rugi / Laba dan cashflow secara periodik.
i. Mengawasi semua pengajuan pembayaran keuangan serta meneliti
berkas-berkasnya.
j. Melakukan verifikasi atas bukti-bukti piutang yang dimiliki Rumah
Sakit.
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 29
Kepala Sub Bagian Akuntansi
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Akuntansi
bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Keuangan.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian Akuntansi.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 23 dari

a. Mengkoordinasi dan melaksanakan Sistem Akuntansi Rumah Sakit


sesuai dengan sistem akuntansi dan prosedur yang sudah
ditentukan dan sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi Indonesia.
b. Menyusun Laporan Anggaran dan Realisasi Keuangan secara
periodik sesuai dengan pedoman yang berlaku.
c. Menyusun Laporan Keuangan Rumah Sakit yang meliputi Neraca,
Laporan Rugi Laba, serta Laporan Cashflow secara periodik dan
tepat waktu sesuai pedoman yang berlaku.
d. Mengorganisasikan dan mengadministrasikan data-data akuntansi
yang meliputi buktibukti transaksi, buku-buku pencatatan dan bukubuku laporan dengan baik.
e. Melaksanakan koordinasi dengan Instalasi yang lain.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 30
Kepala Sub Bagian Piutang
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Piutang
bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Keuangan.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian Piutang.
a. Mengkoordinasi dan melaksanakan Piutang Rumah Sakit sesuai
dengan sistem akuntansi dan prosedur yang sudah ditentukan
dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi Indonesia.
b. Menyusun Laporan Piutang secara periodik sesuai dengan pedoman
yang berlaku.
c. Mengorganisasikan dan mengadministrasikan data-data piutang
yang meliputi bukti-bukti transaksi, buku-buku pencatatan dan bukubuku laporan dengan baik.
d. Melaksanakan koordinasi dengan Instalasi yang lain.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 31
Kepala Sub Bagian Keuangan
1 Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Bagian Perbendaharaan
bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Keuangan.
2. Tugas,
wewenang
dan
tanggungjawab
Kepala
Sub
Bagian
Perbendaharaan :
a. Mengkoordinasi dan melaksanakan penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran uang, Cek dan surat-surat berharga termasuk
pengamanannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
b. Membuat laporan posisi kas harian dan cash opname setiap
hari, kemudian mencocokkan dengan administrasi kas / Bank.
c. Membuat dan memberikan Kas Bon sementara sesuai dengan
prosedur yang berlaku.
d. Mengeluarkan uang tunai / kas atas permintaan bagian / Instalasi
kerja yang membutuhkan sesuai prosedur yang berlaku.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 24 dari

e. Menjaga jumlah kas tunai agar jumlahnya sesuai dengan ketentuan


yang berlaku
f. Membuat laporan Rekapitulasi Pengeluaran Kas.
g. Menyetorkan uang tunai ke Bank dari pendapatan yang diperoleh
setiap hari, dan mengatur sistem penyetorannya.
h. Mengambil uang tunai dari Bank sesuai prosedur yang berlaku .
i. Membuat perincian Biaya Rawat Inap Pasien serta membuat Bukti
Piutang Pasien Rawat Inap apabila pasien belum dapat melunasi
biaya rawat inapnya, sesuai prosedur yang berlaku.
j. Melakukan penagihan terhadap piutang-piutang yang belum dilunasi
dan mengatur tehnik administrasi penagihannya.
k. Menyimpan surat-surat asli atas harta yang dimiliki rumah sakit,
serta menyimpan buku-buku tabungan, buku-buku Cek / Giro baik
yang sudah ditandatangani maupun yang belum.
l. Mengendalikan pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja
Rumah Sakit berserta evaluasinya.
m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 32
Kepala Instalasi Gizi
1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Instalasi Gizi bertanggungjawab
kepada Kepala Bidang Penunjang Medis.
2. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Instalasi Gizi :
a.
Memimpin Instalasi kerja Gizi melalui kegiatan
penyusunan rencana kebutuhan dan kegiatan, penyusunan program
kerja, dan mengatur layanan gizi, mengevaluasi dan menyusun
laporan kegiatan Instalasi Gizi;
b.
Menyusun rencana kebutuhan dan kegiatan layanan
Instalasi Gizi sebagai acuan pelaksanaan tugas agar dapat berjalan
lancar;
c.
Menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan
kegiatan layanan Instalasi Gizi agar tercapai sesuai arah dan tujuan;
d.
Menyusun prosedur operasional kegiatan dan layanan
Instalasi Gizi;
e.
Menyusun rencana dan mengkoordinasikan pemenuhan
kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan Instalasi
Gizi;
f.
Membagi tugas bawahan dan memantau pelaksanaan
kegiatan dan layanan Instalasi Gizi;
g.
Memeriksa dan menganalisa hasil kegiatan layanan gizi;
h.
Mengevaluasi kegiatan dan membuat laporan
pertanggungjawaban kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan
kajian dalam upaya peningkatan kinerja Instalasi Gizi;
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 25 dari

i.

j.
k.
l.
m.
n.
o.

Mengatur dan memelihara ketenangan dan kelancaran


pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari:

asuhan gizi rumah sakit;

penyelenggaraan makanan;

penelitian dan pengembangan gizi; dan

kegiatan administrasi dan pelaporan;


Mengatur, mengkoordinasikan, mengendalikan,
memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan dan layanan Instalasi
Gizi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan;
Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi
terhadap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana Instalasi Gizi;
Melaksanakan, mengendalikan dan menilai kerjasama
pengadaan bahan perbekalan gizi dengan pihak ketiga;
Mengkoordinasikan kegiatan layanan Instalasi Gizi
melalui pertemuan dan rapat rutin agar layanan dapat berjalan
dengan lancar dan sesuai standar;
Memberikan motivasi kepada staf untuk meningkatkan
etos kerja dan disiplin kerja staf;
Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
atasan.
Pasal 33
Elektronic Data Prosecing

1. Dalam melaksanakan tugasnya EDP bertanggungjawab kepada Direksi.


2. EDP adalah pejabat struktural setingkat Kepala Instalasi / Kepala Sub
Bagian.
3. Tugas, wewenang dan tanggungjawab EDP :
a. Melaksanakan dan mengelola Electronik Data Prosecing Rumah Sakit
sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.
b. Mengkoordinir pelaksanaan electronik data prosecing rumah sakit
sesuai dengan prosedur yang berlaku
c. Mengkoordinir
dan melaksanakan
pemeliharaan terhadap
software dan hardware rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
d. Melakukan koordinasi dengan Instalasi lain
e. Melaksanakan tugas yang diberikan atasan
Pasal 34
Komite Medis
1. Komite Medis dibentuk untuk membantu Direktur Utama
dalam
penyusunan, pengawasan dan pengembangan standar-standar
pelayanan medis sesuai dengan perkembangan ilmu dan tehnologi
kedokteran.
2. Pembentukan
wadah
dan
keanggotaan
Komite
Medis
ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 26 dari

3. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Medis secara fungsional


bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama
4. Komite Medis dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
a. Staf Medis Fungsional (SMF)
b. Sub Komite
5. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Komite Medis :
a. Membantu Direktur menyusun standar pelayanan medis dan
memantau pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b. Melaksanakan pembinaan etika profesi serta mengatur kewenangan
profesi seluruh anggota Staf Medis Fungsional.
a. Memberikan pertimbangan atau rekomendasi kepada Direktur
tentang rencana pengangkatan tenaga medis yang baru dan
pengadaan peralatan kedokteran yang baru.
c. Membantu direktur untuk menyusun formularium serta memberikan
rekomendasi pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan yang
dipergunakan Rumah Sakit.
d. Memberikan rekomendasi tentang kerjasama dengan Instansi
Pendidikan serta membantu pelaksanaan peningkatan kemampuan
dan ketrampilan tenaga medis dan paramedis Rumah Sakit.
b. Membantu Direktur dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
Rumah Sakit dan pengembangan program kerja Rumah Sakit.
6. Sub Komite dibawah koordinasi Komite Medis adalah kelompok kerja
khusus yang dibentuk oleh Direktur untuk membantu Komite Medis
dalam peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit yang bersifat khusus.
7. Pembentukan sub komite dan tata kerjanya ditetapkan oleh Direktur
setelah direkomendasikan oleh Komite Medis dengan tetap
memperhatikan standar peraturan yang berlaku serta disesuaikan
dengan kondisi pelayanan Rumah Sakit
Pasal 35
Komite Keperawatan
1. Komite Keperawatan dibentuk untuk membantu Direktur Utama dalam
penyusunan, pengawasan dan pengembangan standar pelayanan
keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi
keperawatan.
2. Pembentukan wadah dan keanggotaan Komite Keperawatan
ditetapkan melaui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit.
3. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Keperawatan secara
fungsional bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama
4. Komite Keperawatan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
a. Staf Keperawatan Fungsional (SKF)
b. Sub Komite
5. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Komite Keperawatan :
a. Menyusun dan menetapkan Standar Asuhan Keperawatan
Rumah Sakit.
b. Memantau pelaksanaan asuhan keperawatan.
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 27 dari

c. Menyusun model Praktek Keperawatan Profesional.


d. Memantau dan membina perilaku etik dan profesional tenaga
keperawatan.
e. Mingkatkan
profesionalisme
keperawatan
melalui
peningkatan
pengetahuan
dan
keterampilan
seiring
kemajuan IPTEK yang terintegrasi dengan perilaku yang baik.
f. Bekerjasama dengan Direktur Utama / Wakil Direktur
Pelayanan
(Medik
dan
PenunjangMedik/Non
Medik)
/
Koordinator Keperawatan dalam merencanakan program
untuk mengatur kewenangan profesi tenaga keperawatan
dalam melakukan asuhan keperawatan sejalan dengan
rencana strategi RS.
g. Memberi rekomendasi dalam rangka pemberian kewenangan
profesi bagi tenaga keperawatan yang akan melakukan tindak
asuhan keperawatan.
h. Mengkoordinir
kegiatan-kegiatan
tenaga
keperawatan,
menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara
berkala (setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan RS.
6. Sub Komite dibawah koordinasi Komite Keperawatan adalah
kelompok kerja khusus yang dibentuk oleh Direktur Utama untuk
membantu Komite Keperawatan dalam peningkatan mutu pelayanan
Rumah Sakit yang bersifat khusus.
7. Pembentukan sub komite dan tata kerjanya ditetapkan oleh Direktur
setelah direkomendasikan oleh Komite Keperawatan dengan tetap
memperhatikan standar peraturan yang berlaku serta disesuaikan
dengan kondisi pelayanan Rumah Sakit.
Pasal 36
Satuan Pengawas Intern
1. Satuan Pengawas Intern Rumah Sakit dibentuk untuk membantu
Direktur Utama dalam penyusunan, pengawasan dan mengelola
pelaksanaan pengendalian mutu pelaksananaan kegiatan operasional
dan layanan di rumah sakit
2. Pembentukan Satuan Pengawas Intern Rumah Sakit ditetapkan
melaui Surat Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit.
3. Dalam melaksanakan tugasnya Satuan Pengawas Intern Rumah
Sakit secara fungsional bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Utama
4. Satuan Pengawas Interen Rumah Sakit dalam melaksanakan tugasnya
dibantu oleh :
a.
SPI Mutu Pelayanan Medis
b.
SPI Mutu Pelayanan Keperawatan
c. SPI Mutu Sumber Daya Rumah Sakit meliputi: keuangan, ketenagaan,
dan barang inventaris;
5. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Satuan Pengawas Intern Rumah
Sakit :

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 28 dari

a. Membantu Direktur dalam pelaksanaan pengendalian mutu


layanan dan kegiatan operasional rumah sakit yang meliputi
kegiatan:

pengendalian mutu layanan medis;

pengendalian mutu layanan keperawatan;

pengendalian mutu sumber daya rumah sakit, meliputi:


keuangan, ketenagaan, dan barang inventaris;
b. Melaksanakan pembinaan mutu terhadap pelaksanaan kegiatan
operasional;
c. mengontrol pelaksanaan kewenangan jabatan;
d. mengontrol proses pelaksanaan layanan dan kegiatan operasional
rumah sakit sehingga senantiasa sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan;
e. melakukan kajian atas kebijakan dan prosedur yang berlaku;
f. membantu Direktur utama menyusun kebijakan dan prosedur yang
terkait dengan operasional rumah sakit;
g. melakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat Wakil
Direktur dalam melaksanakan pemantauan dan pembinaan mutu;
h. memberikan
pertimbangan
tentang
rencana
pengadaan,
penggunaan dan pemeliharaan peralatan medis dan penunjang
medis serta pengembangan pelayanan medis;
i. monitoring dan evaluasi yang terkait dengan mutu layanan medis,
mutu layanan keperawatan, dan mutu sumber daya rumah sakit
sesuai yang tercantum didalam tugas Satuan Pengawas Intern;
j. monitoring dan evaluasi efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber
daya rumah sakit;
k. melaksanakan pembinaan mutu serta mengontrol kewenangan
jabatan;
l. membentuk tim audit yang menangani kasus penyimpangan mutu
yang memerlukan koordinasi lintas profesi;
m. memberikan rekomendasi tentang perbaikan mutu rumah sakit;
n. Tanggung jawab Satuan Pengawas Intern Rumah Sakit adalah terkait
dengan pengendalian dan peningkatan mutu layanan medis, mutu
layanan keperawatan, mutu sumber daya rumah sakit yang terdiri
dari sumber daya manusia, keuangan dan barang inventaris
sehingga dapat dicapai pelaksanaan kegiatan dan layanan rumah
sakit yang efektif dan efisien.
Pasal 37
Tim Rumah Sakit
a. Dalam menjalankan fungsi dan tugas rumah sakit Direktur utama
dibantu oleh Tim Rumah Sakit.
b. Tim rumah sakit dibentuk dan bertanggungjawab kepada direktur
utama
c. Tim rumah sakit terdiri dari :
1. Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit
2. Tim Pengendalian Infeksius Rumah Sakit
Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang
40

Hal 29 dari

3. Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit


4. Tim Medico Legal
5. Tim Rekam Medis
6. Tim Farmasi dan Terapi
7. Tim Penyelenggara Pelayanan Perinatal
8. Tim Akreditasi
d. Pembentukan tim rumah sakit dan tata kerjanya ditetapkan oleh
Direktur Utama
e. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tim-tim rumah sakit
berkoordinasi dengan Instalasi-Instalasi rumah sakit.
BAB III
PENUTUP
Pasal 38
Ketentuan lain lain
1. Ketetapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSA ini dimaksudkan
untuk memperjelas dan penyempurnakan ketetapan Struktur
Organisasi dan tata kerja RSA yang sudah ada.
1. Apabila masih terdapat hal-hal yang belum diatur atau terdapat
kekeliruan dalam ketetapan ini akan disempurnakan lebih lanjut
dikemudian hari.

Ditetapkan di :

Pinrang

Pada Tanggal :
------------------------

MAJELIS PEMBINA KESEHATAN UMUM


PIMPINAN DAERAH AISYIYAH PINRANG
K e t u a,

Sekretaris,

NBM :

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

NBM :

Hal 30 dari

Nomor :
Tanggal :
Tentang : STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT
AISYIYAH SITTI KHADIJAH PINRANG

STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT AISYIYAH SITI KHADIJAH
PINRANG

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 31 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 32 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 33 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 34 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 35 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 36 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 37 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 38 dari

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 39 dari

Ditetapkan di :
Sepanjang
07
Shafar
1433H
Pada Tanggal :
-----------------------01 Januari
2012M
MAJELIS PEMBINA KESEHATAN UMUM
PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH SEPANJANG
K e t u a,

Sekretaris,

H.M. EDY WIYONO, SKM


NBM : 944.223

WAHYUDI UTOMO, SE
NBM : 963.214

Struktur Organisasi Dan Tata Kerja RSA. Sitti Khadijah Pinrang


40

Hal 40 dari