Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ILMU FORENSIK

ANALISIS RAMBUT & SERAT

KELOMPOK 2
Disusun Oleh:
Azwar Tri Oktavianto
Janis Panca Swasti
Megawati

Tingkat 2B Analis Kesehatan Tangerang


Tahun ajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Analisis Rambut dan
Serat .
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih Pembimbing kepada semua
pihak yang telah membantu menyelesaikan pembuatan makalah ini, diantaranya:
1. Ibu Aminah, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah Ilmu Forensik.
2. Semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Dalam makalah ini, kami sadar bahwa banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh
karena itu, mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membaca. Amien.
Tangerang, September 2015
Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.........................................................................................................
2

Daftar Isi...................................................................................................................
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang ...................................................................................................
1.2 Rumusan masalah.................................................................................................
1.3 Tujuan..................................................................................................................
Bab 2 PEMBAHASAN
2.1.1 Pengertian Rambut............................................................................................
2.1.2 Struktur Rambut................................................................................................
2.1.3 Pemeriksaan Asal Rambut.................................................................................
2.1.4. Identifikasi Rambut..........................................................................................
2.1.5 Analisis Rambut................................................................................................
2.1.6 Pengumpulan & Penyimpanan Rambut............................................................
2.2.1 Pengertian Serat................................................................................................
2.2.2 Macam-macam Serat.........................................................................................
2.2.3 Bukti Serat.........................................................................................................
2.2.4 Pengumpulan & Penyimpanan Serat.................................................................
2.2.5 Analisis Bukti Serat..........................................................................................
Bab 3 PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Pada kasus-kasus kriminal yang menyangkut tindakan kekerasan seperti pembunuhan,
pemerkosaan, perkelahian, pengguguran kandungn dan lain-lain, sangat diperlukan untuk
ketelitian penyidik ditempat kejadian peristiwa (TKP). Untuk memperhatikan adanya
benda-benda kecil yang berasal dari manusia ataupun jasad hidup lainnya, yang dapat
membantu penpengusutan suatu perkara.
3

Ada peribahasa yang mengatakan, all fleshis grass , ini berarti bahwa unsur-unsur
yang dijumpai didalam bumi dan angkasa, dapat juga ditemukan pada tubuh manusia. Hal
ini memberi implikasi bagi kita untuk mencari dan mengukurnya.
Pada tempat kejadian peristiwa sering dijumpai benda-benda ataupun zat-zatyang
sedikit autaupun kecil adalah bercak-cak darah, bercak-cak cairan mani (semen), air ludah,
rambut ataupu jaringan tubuh lainnya pada tubuh sikorban, sipelaku kejahatan maupaun di
sekitart tempat kejadian peristiwa. Bahan-bahan ini dijumpai dalam jumlah yang sangat
sedikit, tetapi semakin cermat dan terrampil seseorang, ahli, semkin banyaklah dapat
diungkapkan bebagai hal sangat berarti.
Dalam tulisan ini dapat membatasi diri untuk mengungkapkan rambut yang berasal
dari manusia saja. Pemeriksaan rambut ditemui pada tempat kejadian peristiwa, pada
senjata, pakaian dan lain-lain. Pada kasus kejahatan seksusal terutama pameriksaan
bestiality sering kali pemeriksan rambut di perlukan dan memegang peranan sangat
penting. Pemeriksaan rambut yang teliti dapat mengungkapkan, apakah rambut berasal
dari tubuh si korban sendiri, rambut sitersangka ataupun bukanlah rambut manusia.

1.2 Rumusan Masalah

Pengertian dari rambut ?


Bagaimana struktur rambut?
Bagaimana cara pemeriksaan pada rambut?
Bagaimana identifikasi pada rambut?
Pengertian dari serat ?
Apa saja macam2 serat ?
Apa saja bukti serat ?
Bagaimana cara pengumpulan dan penyimpanan serat ?
Bagaimana analisis serat ?
4

1.3 Tujuan penulisan

Untuk mengetahui pengertian dari rambut ?


Untuk mengetahui bagaimana struktur rambut
Untuk mengetahui bagaimana cara pemeriksaan pada rambut?
Untuk mengetahui bagaimana identifikasi pada rambut?
Untuk mengetahui pengertian dari serat ?
Untuk mengetahui apa saja macam2 serat ?
Untuk mengetahui apa saja bukti serat ?
Untuk mengetahui bagaimana cara pengumpulan dan penyimpanan serat ?
Untuk mengetahui bagaimana analisis serat ?

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1.1 Pengertian rambut


Rambut merupakan penjuluran kulit yg tumbuh keluar dari organ yg disebut
folikel, rambut tidak mempunyai syaraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit kalau
dipangkas. Dengan adanya rambut, selain berfungsi sebagai MAHKOTA, juga berfungsi
sebagai pelindung kepala dari panas terik matahari, cuaca dingin. Rambut membutuhkan
penataan dan perawatan secarateratur supaya rambut tetap sehat, indah, dan
berkilau.Dalam menggunakan Kosmetika rambut dibutuhkan suatu ketelitian agar rambut
tetap sehat danindah. Setiap ahli kecantikan, harus teliti dan tepat dalam menentukan
analisa dan diagnosa tentang keadaan kulit kepala dan rambut serta kelainan yang ada
5

pada kulit dan rambut tersebut.Oleh sebab itu seorang ahli kecantikan sangat perlu
mempelajari ilmu tentang Kulit, Kulit Kepala dan Rambut , (Trycology) Dengan
mempelajari ilmu tentang kulit, kulit kepala dan rambut, kita akan dapat memberikan
analisa yang tepat dan dapat memberikan nasehat-nasehat bagi langganan kita bila
diperlukan untuk perbaikan dan perhatian dalam pemeliharan serta perawatan agar rambut
tetap sehat dan indah.
Rambut sehat adalah rambut yang siklus pertumbuhannya cukup panjang dan
mempunyai kelembaban yang cukup serta dalam bagian dasar rambut mengandung sel-sel
melanosit yangcukup untuk menghasilkan melanin(Zat warna rambut/pigmen) dan sel-sel
yang mengsintesakan keratin keras (hard keratin) sebagai dasar pembentukan rambut
sehingga rambut tampak hitam berkilau, mudah diatur dan mempunyai akar rambut yang
kuat.

2.1.2 Struktur rambut


Rambut terdiri dari
akar rambut ( root, bulb atau knob )
batang rambut ( =shaft)
ujung rambut (=tip).
Struktur rambut manusia maupun hewan terdiri dari bagian kutikula, korteks dan medulla.
Kutikula (cutikula) adalah zona yang paling luar terdiri dari sisik-sisik keratin dan
mempunyai bentuk yang tertentu. Pada manusia sisik-sisik itu rata (flat).
Korteks (Cortex) adalah bagian dari zona tengah dengan ketebalan yang bermacammacam, bagian utama batang rambut dan terdiri dari serat-serat keratin yang
memanjang dan mengandung bentuk yang tetentu. Inilah yang memberikan warna
pada rambut.
Medulla (medullary canal, central shaft ) adalah zona yang paling dalam. Pada
binatang bagian ini terdiri dari banyak benar zat pigmen. Medulla ini kontinu,
bersekat, atau terputus2
Akar rambut mempunyai bentuk yang serupa dengan rambut, kecuali bentuknya
lebih besar. Ujung rambut melancip dan biasanya non medullated. Pertumbuhan
rambut ditentukan oleh akar dan sel2 yg mengelilingi folikel. Ketika rambut tercabut,
dapat ditemukan jaringan bening di sekitar batang rambut yg disebut tag folikuler.
Analisis DNA dilakukan terhadap tag folikuler.
Pada serat (liber) tidak didapati kutila sama skali, terutama serat sintetik biasanya
homogen.
Pada pemeriksaan mikroskopik, penampung melintang serat tidak mempunyai kutila dan
tidak ada bentuk yang dapat diperbandingkan dengan rambut.

2.1.3 PEMERIKSAAN ASAL RAMBUT


6

Dari rupa kutila dan medulla, bentuk relatif dari medulla dan koteks dan dari penampangpenampang melintang dari pada rambut, dapatlah diduga asal rambut.
Disini dicantumkan perbedaan rambut manusia dan rambut binatang.
Rambut manusia
Rambut Binatang
Perabaan

Halus dan tipis

Kasar dan tebal

Kutila

Sisiknya kecil, rata serrated

Sisiknya besar, bentuk

dan sekitar batang rambut

polyhedral, berombak dan

padat

sekitar batang rambut tidak


padat lebar, selalu ada

Sempit, kadang - kadang

kontinu
Lebar, selalu ada dan

tidak ada, terputus-putus

kontinu

Korteks

atau kontinu
Tebal, 4 10 kali lebar

Tipis, jarang sekali sampai

Pigmen

medula
Lebih banyak dipinggir

dua kali lebar medulla.


Bentuk seragam (uniform)

Tes preciptin

korteks
Khas untuk manusia

letak ditepi atau di tengah


Khas untuk binatang

Medula

2.1.4 IDENTIFIKASI RAMBUT


Data-data penting yang dapat dikumpulkan untuk maksud identifikasi rambut termasuk :
1. Suku bangsa (race)
2. umur
3. Jenis Kelamin
4. Lokasi Rambut
5. Hal penting lainnya.
1. Suku bangsa
Menurut Parikh hal ini sering dapat dikenal dari :
- Warna rambut
- Panjang rambut
7

- Bentuk dan susunan rambut


Walaupun demikian ingin kami kemukakan di sini, bahwa hal ini tidaklah
mudahlah mengingat banyaknya perkawinan antar suku bangsa, sehingga tidak lagi
memberikan rambut yang khas. Rambut orang Indian biasanya :
- Berwarna hitam
- Panjang dan halus
Rambut orang cina dan jepang biasanya :
- bewarna hitam
- panjang dan tebal
Rambut orang Negro biasanya :
- seperti wol
- pendek dan kriting
Orang Negro menata rambutnya dalam bentuk spiral, sedangkan suku bangsa
lainnya membiarkan lurus saja. Pada penampang melintang, rambut yang ditata
spiral menunjukkan bentuk bulat lonjong (oval) atau rata, sedangkan rambut yang
lurus bentuknnya melingkar (circular).
2. Umur
Hal ini kadang-kadang dapat ditentukan dari pemeriksaan rambut. Rambut lanugo
bayi baru lahir adalah halus, lunak, seperti kapas, tidak berpigmen, tidak
mempunyai medulla dengan pinggir yang licin dengan sisik rata rambut ini akan
diganti dengan rambut yang kurang halus, berpigmen, bermedulla dan bentuk yang
lebih kompleks.
Pertumbuhan rambut pada daerah ketiak dan kemaluan dapat diperkirakan umur
seseorang.
3. Jenis Kelamin
Penentuan jenis kelamin seseorang dimungkinkan dengan mempelajari sekschromatin dari sel-sel rambut kepala. Sebagai tambahan, jambang dan kumis
adalah rambut yang dapat dipastikan berasal dari pria.
Sifat dan distribusi rambut dapat juga membantu penentuan jenis kelamin. Rambut
pria pada umumnya tebal, lebih kasar dan lebih berat dari pada rambut wanita.
4. Lokasi rambut
Rambut dari bagian tubuh yang berlainan kadang-kadang mempunyai bentuk khas,
seperti rambut kepala, rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis, rambut mata
seperti lukisan dibawah ini :
Rambut kepala panjang dengan ujung yang rata, ujungnya seiring tumpul,
karena dipangkas secara teratur dan membulat kembali setelah seminggu
dipangkas. Biasa diberi minyak rambut sehingga dapat diduga rambut
kepala.
Juga sering jumpa zat pewarna kepada rambut pewarna kepala. Rambut
kepala mempunyai penampang melintang yang berbulat lonjong atau
melingkar.
8

Rambut ketiak dan rambut kemaluan pendek, gemuk, bergelombang dan


keriting. Diameternya silih berganti membesar mengecil panjang rambutrambut ketiak menunjukkan lapisan yang penuh lemak dibawah
pemeriksaan mikroskop, disebabkan ekskresi sudorifiric.
Kumis berpenampang melintang segitiga.
Rambut mata berbentuk fusfiform dan mempunyai ujung yang halus.

5. Hal penting lainnya Pemeriksaan rambut adalah sangat penting untuk identifikasi.
Walaupun seseorang tidak dapat mengatakan, bahwa sehelai rambut itu berasal dari
individu tertentu, namun dengan pengamatan yang sangat cermat dapat ditetapkan
bahwa rambut itu berasal dari orang yang tertentu di antara beberapa pilihan.
warna rambut sulit ditentukan pada sehelai rambut saja, tetapi harus jumlah
yang cukup.
Penentuan menjadi lebih gampang, seandainya rambut tersebut mempunyai
tanda-tanda tertentu seperti uban, rambut yang diwarnai, rambut kriting,
atau rambut palsu.
Penentuan golongan darah menurut system ABO, sekarang sudah dapat
ditentukan, walaupun dari1 (satu) helai rambut yang diambil dari bagian
tubuh manapun, sehingga dapat membantu identifikasi.
Parasit tertentu dapat memberikan perubahan struktur dari pada korteks dan
medulla rambut.
Pada jenazah, selama rambut belum membusuk, ia merupakan bahan berarti
untuk identifikasi, sedangkan bagian-bagian tubuh lainnya sudah
membusuk.
Unsur-unsur yang merupakan komposisi rambut dapat ditentukan oleh
Neutron Activation Analysis. Dengan cara ini dapat diketahui, bahwa
rambut manusia terdiri dari 29 unsur-unsur antara lain, keratin, pigmen dan
medulla yang berisiZn, As, Si, Pb, Fe,Na, Cl, Au, Mo, Tu dan sebagainya.
Hanya Zn mempunyai konsentrasi yang tetap sepanjang umur manusia,
sedangkan unsur-unsur lainnya berubah sesuai usia dan perubahan
hidupnya.
2.1.5 Analisis Rambut
Mikroskop cahaya untuk membandingkan karakter
Analisis rambut manusia: diperhatikan warna,panjang dan diameternya
Dapat ditemukan ciri morfologi yg membedakan rambut manusia dan hewan
Struktur sisik, indeks dan bentuk medula diperlukan dalam identifikasi rambut
hewan.
Hal penting lain dlm membandingkan rambut manusia :
Ada/tidak medula.
Sebaran, bentuk, dan intensitas warna granula pigmen yg ada pada korteks.
9

Analisis utk menentukan apakah rambut yg ditemukan di TKP sama dg rambut


tersangka.
Namun, pemeriksaan rambut scr mikroskopis cenderung subjektif dan sangat
tergantung pada kemampuan dan integritas analis yg memeriksa.

2.1.6 Pengumpulan & Penyimpanan Rambut


Rambut yg digunakan dlm forensik:
Rambut kepala
Rambut pubis
Sampel rambut yg representatif diperoleh dari pengumpulan 50 rambut utuh dari
seluruh area kulit kepala
Sampel rambut pubis yg representatif minimal 25 lembaran utuh
Sampel rambut juga diambil saat otopsi korban dicurigai yg meninggal tidak wajar

2.2.1 Pengertian serat


Serat (Inggris: fiber) adalah suatu jenis bahan berupa potonganpotongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.
Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Material ini
sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai
pengikat dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk
membuat tali, kain, atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis
yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia). Serat sintetis
dapat diproduksi secara murah dalam jumlah yang besar. Namun, serat alami
memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan.

2.2.2 Macam-macam Serat

Serat alami dibedakan antara asal hewan atau tumbuhan


1
0

contoh: wool, mohair (rambut kambing angora), cashmere (rambut kambing


kasmir), rambut (kucing/anjing), dan kapas.
Serat buatan: pabrik
Serat regenerasi dibuat dari bahan mentah alami dan ditambahkan rayon, asetat,
dan triasetat.
Serat sintetik dihasilkan dari bahan kimia sintetik dan
mengandung nilon, poliester, dan akriliat

Serat polimer adalah bagian dari serat sintetis. Serat jenis ini dibuat melalui proses
kimia yang terdiri atas atom2 dalam jumlah besar & disusun dalam unit2 berulang
yg disebut monomer.

2.2.3 Bukti Serat

Kualitas bukti serat tergantung pada kemampuan ahli kriminal untuk


mengidentifikasi asal usul serat tersebut atau minimal mampu memperkecil
kemungkinan dari mana serat tersebut berasal
Jika ditemukan serat yg bagian ujung terputusnya dapat disambungkan, dapat
dipastikan bahwa serat tersebut berasal dari sumber yang sama
Mikroskop cahaya, yang pertama diperhatikan:
Warna
Diameter
Ciri morfologis lainnya yg penting dalam membandingkan serat antara lain:
Panjang lapisan2 di permukaan
Ada/tidak pigmen
Penampang melintang
Perbedaan komposisi warna serat terbentuk saat proses produksi

2.2.4 Pengumpulan & Penyimpanan

Dikemas secara terpisah dan hati- hati kedalam kantung kertas


Untuk mengambil digunakan penjepit bersih, diletakkan pada selembar kertas kecil,
dilipat & dilabel, dan dimasukkan kedalam kontainer.

2.2.5 Analisis Bukti Serat


Alat yg digunakan:
1
1

Mikroskop stereo melihat gambaran tiga dimensi


Mikroskop perbandingan warna, diameter, lapisan permukaan, ada/tidak
pigmen, dan bentuk penampang melintang
Mikroskop cahaya terpolarisasi mengidentifikasi
komposisi kimia serat
Spektrofotometer inframerah: mengidentifikasi komposisi kimia serat.
Mikrospektrofotometer membandingkan warna serat melalui pola spektrum

BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Pemeriksaan rambut dapat memakai identifikasi padamanusia.
Rambut manusia dapat dibedakan dengan serat, serat yang mirip rambut,
1
2

bahkan masih dapat dibedakan dari rambut (bulu) hewan. Dari rambut
dapat ditentukan golongan darah sipemilik rambut. Bahkan masih dapat
ditentukan jenis kelamin, meskipun secarateknis agak sulit dikerjakan.
Namun demikian,pemeriksaan rambut ini masih dapat dipergunakan untuk
membantu identifikasi seseorang.

DAFTAR PUSTAKA

related:repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3550/1/fk-alfred2.pdf
makalah analisis rambut dan serat
https://id.wikipedia.org/wiki/Serat
1
3

www.scrib.com

1
4