Anda di halaman 1dari 2

LO.1.

6 MANIFESTASI KLINIS
1
Polyarthritis
Gejala yang sering dan gejala awal yang didapatkan pada demam rematik akut (pada 7075% pasien). Karakteristik dari arthritis adalah biasanya dimulai dari sendi-sendi besar di
ekstremitas bagian bawah (lutut dan pergelangan kaki), yang kemudian menjalar ke
sendi-sendi besar lainnya di ekstremitas atas (siku dan pergelangan tangan). Terdapat
nyeri pada sendi yang terkena, bengkak, hangat, kemerahan pada kulit karena proses
inflamasi dan didapatkan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Arthritis ini
mencapai nyeri maksimal pada 12-24 jam, yang menetap selama 2-6 hari (sangat jarang
nyeri bertahan lebih dari 3 minggu), nyeri akan berkurang dengan pemberian aspirin.
2
Sydenham chorea terjadi pada 10-30% pasien dengan demam rematik. Keluhan
pasien adalah kesulitan dalam menulis, gerakan-gerakan wajah, tangan dan kaki tanpa
tujuan, kelemahan yang menyeluruh, dan emosional yang labil. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan hyperextended joints, hipotonia, fasikulasi lidah, dan gerakan tidak bertujuan.
Gejala ini akan mengalami resolusi dalam 1-2 minggu dan akan sembuh sempurna dalam
2-3 bulan.
3
Erythema marginatum, ditemukan pada kira-kira 5% pasien demam rematik,
berlangsung berminggu-minggu dan berbulan, tidak nyeri dan tidak gatal. Lesi
eritematous dengan warna pucat pada bagian tengah dan disekelilingnya, dengan tepi
yang bergelombang.

Gambar 2.3 Erythema marginatum


(Binotto, 2002)
4
Subcutaneous nodules terjadi pada 0-8% pasien dengan demam rematik. Jika
terdapat nodul, maka nodul didapatkan pada daerah siku, lutut, pergelangan kaki dan
pergelangan tangan, prosesus spinosus dari vertebra. Nodul ini teraba keras, ukuran 1-2
cm, tidak melekat pada jaringan sekitarnya, dan tidak ada nyeri tekan. Nodul subkutan
terjadi beberapa minggu dan mengalami resolusi dalam satu bulan. Nodul ini sangat
berhubungan dengan rematik carditis, jika pada pasien tidak didapatkan gejala carditis,
maka terdapatnya nodul subkutan harus dipikirkan kemungkinan lain.

Gambar 2.4 Subcutaneous nodules


(Binotto, 2002)
Kelainan katup, tromboembolisme, dan atrial aritmia adalah gejala yang sering
didapatkan.
1
Stenosis mitral terjadi pada 25% pasien dengan penyakit jantung rematik, mitral
regurgitasi juga dapat terjadi pada penyakit jantung rematik.
2
Stenosis aorta pada penyakit jantung rematik berhubungan dengan aorta
insufisiensi. Pada saat auskultasi, dapat hanya terdengar bunyi S2 saja, karena katup aorta
menjadi tidak dapat bergerak sehingga tidak memproduksi suara saat katup menutup.
Murmur sistolik dan murmur diastolic karena stenosis katup aorta dan insufisiensi katup
dapat terdengar lebih jelas pada basis jantung.
3
Aorta regurgitasi
4
Fibrosis (penebalan dan kalsifikasi katup) dapat terjadi yang disebabkan karena
pelebaran dari atrium kiri dan terdapatnya thrombus pada ruangan jantung tersebut. Pada
auskultasi, S1 terdengar meningkat tetapi akan meredup jika penebalan katup semakin
parah. P2 akan meningkat, dan didapatkan splitting dari S2 dan bunyinya terdengar
menurun jika terjadi pulmonary hypertension.
5
Thromboembolism terjadi sebagai akibat komplikasi dari mitral stenosis. Terjadi
karena atrium kiri berdilatasi, cardiac output menurun, dan pasien dengan atrial fibrilasi.
Kejadian thromboembolism dapat menurun dengan pemberian antikoagulan.
6
Aritmia atrial berhubungan dengan pelebaran dari atrium kiri (karena kelainan
katup mitral).