Anda di halaman 1dari 5

5

BAB II
DASAR TEORI

Analisa core special adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk


mengukur atau menganalisa parameter-parameter petrofisika yang diperlukan
untuk menganalisa karateristik reservoir. Dalam analisa core special dilakukan
beberapa pengukuran yang diantaranya pengukuran wettabilitas batuan, tekanan
kapiler dan kompresibilitas
Pengukuran wettabilitas pada batuan berfungsi untuk mengetahui sifat
kebasahan dari suatu batuan tersebut, dari pengukuran wettabilitas ini dapat
diketahui apakah suatu batuan memiliki sifat water wet, oil wet atau intermediate
wet. Water wet berarti batuan tersebut lebih cenderung mengikat water dari pada
oil, sedangkan oil wet berarti batuan tersebut lebih cenderung mengikat oil dari
pada water. Intermediate berarti batuan tersebut mengikat kedua-duanya yaitu air
dan minyak dengan sama besarnya.

Gambar 2.1 Water Wet And Oil Wet

Dalam pengukuran wettabilitas ini dapat dilakukan dengan 2 metode,


yaitu:
2.1 AMMOT Method
Metode ini merupakan metode pengukuran wettabilitas batuan dengan
menggunakan alat yang bernama AMMOT cell, proses pengukuran
wettabilitas dilakukan dengan 2 tahap, yaitu Spontaneous Imbibition dan
Spontaneous Drainage, metode ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
2.1.1 Spontaneous Drainage
Spontaneous Drainage adalah pengukuran wettabilitas batuan
dengan cara pendesakan fluida minyak terhadap fluida air yang berada
didalam sampel dan membaca volume air yang keluar dari sampel,
tahap yang dilakukan adalah :
Melakukan saturasi sampel hingga keadaan sampel Sw = 100%
Merendam sampel dengan menggunakan oil didalam tabung
AMMOT cell.
Memposisikan tabung dalam keadaan spontaneous drainage.
Membaca volume air yang keluar dari sampel.
Menghitung Oil Wettability Index (OWI) :
..................Persamaan 2.1
Keterangan :
OWI = Oil Wettability Index
A
= Volume Water yang Keluar
B
= Volume Oil yang Keluar

Gambar 2.2 AMMOT

Cell Method

Dalam Keadaan Spontaneous Drainage


2.1.2 Spontaneous Imbibition
Spontaneous Imbibition adalah pengukuran wettabilitas batuan
dengan cara pendesakan fluida air terhadap fluida minyak yang berada
didalam sampel dan membaca volume minyak yang keluar dari sampel,
tahap yang dilakukan adalah :
Melakukan flushing oil atau centrifuge hingga keadaan sampel
mencapai So.
Merendam sampel dengan menggunakan water didalam tabung
AMMOT cell.
Memposisikan tabung dalam keadaan spontaneous imbibition.
Membaca volume minyak yang keluar dari sampel.
Menghitung Water Wettability Index (WWI) :
...................Persamaan 2.2
Keterangan :
WWI = Water Wettability Index
A
= Volume Water yang Keluar
B
= Volume Oil yang Keluar

Gambar 2.3 AMMOT Cell Method


Dalam Keadaan Spontaneous Imbibition

2.2 USBM Method


Metode ini merupakan metode pengukuran wettabilitas batuan dengan
menggunakan alat yang bernama centrifuge, prinsip metode USBM yaitu
pendesakan oleh suatu fluida terhadap fluida lain yang berada didalam sampel
dengan menggunakan teknik tekanan kapiler dan alat centrifuge. Proses
pengukuran wetabilitas dengan menggunakan metode ini dilakukan dengan
beberapa tahap, yaitu :
2.2.1 Forced Drainage
Forced Drainage adalah proses dengan membaca volume water
didalam sampel yang dicentrifuge dalam media oil, tahap yang
dilakukan adalah :
Sampel terlebih dahulu disaturasi dengan menggunakan brine water
hingga keadaan sampel Sw = 100%.
Sampel yang telah disaturasi 100% brine dimasukkan kedalam alat
centrifuge dalam media oil dan diberi tekanan.
Membaca volume brine water yang keluar dari sampel hingga tidak

ada lagi brine water yang keluar.


2.2.2 Forced Imbibition
Forced Imbibition adalah proses dengan membaca volume oil
didalam sampel yang dicentrifuge dalam media water, tahap yang
dilakukan adalah :
Sampel terlebih dahulu diflush dengan

menggunakan oil hingga

keadaan sampel So.


Sampel yang telah diflush dengan oil dimasukkan kedalam alat
centrifuge dalam media water dan diberi tekanan.
Membaca volume oil yang keluar dari sampel hingga tidak ada lagi
oil yang keluar.

Menghitung Wettability Index :


..............Persamaan 2.3
Keterangan :
A1
= Luas Kurva Dengan Pendesakan Minyak
A2
= Luas Kurva Dengan Pendesakan Air
( Jika WI < 0, maka batuan bersifat oil wet )
( Jika WI > 0, maka batuan bersifat water wet )
( Jika WI = 0, maka batuan bersifat intermediate )

Gambar 2.4 USBM Method