Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
Perbandingan administrasi negara tergolong suatu ilmu pengetahuan yang
berusia muda apabila diperbandingkan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu
perbandingan administrasi negara, tidak luput dari landasan-landasan yang telah
disepakati bersama oleh dunia pengetahuan dimana pun adanya. Sebelum sampai
pada landasan ilmu tersebut, terlebih dahulu dipandang perlu memberi ulasan
tentang apa yang dimaksud dengan istilah disiplin ilmu yang biasa dipergunakan
oleh para ilmuan pada umumnya. Disiplin ilmu ialah suatu pengetahuan yang
yang dapat berkembang dan tidak statis, memiliki aturan-aturan penuh tanggung
jawab akan kebenarannya,dan disertai dengan tindak pelaksanaan.
Adapun landasan yang penulis maksudkan itu pertama, bertitik tolak dari
penilaian landasan ontologis, dimana perbandingan adminstrasi negara dikatakan
sebagai ilmu karena telah memiliki objek penelaahan tersendiri serta jelas. Kedua
landasan yang dipenuhi oleh perandingan administrasi negara seperti yang
diisaratkan, proses dan prosedurnya baik daerah atau tempat, waktu dan sistem
serta analisis maupunn metode bahkan penelitian sekalipun, ternyata dapat
dibuktikan. Dengan demikian, landasan kedua yang dikenal epistomologis telah
terpenuhi, dan yang ketiga sebagai ilmu tersediri, dikatakan bahwa perbandinagn
administrasi negara mempunyai sasaran yaitu, kesejahteraan umat manusia yang
mempunyai citra hidup sejajar diantara sesama umat manusia yang ada didunia.

Satu sama lain saling bergantungan dan saling membutuhkan sebagaimana


layaknya kehidupan masyarakat bernegara.
Dengan terpenuhinya ketiga landasan tersebut maka perbandingan
administrasi negara dikatakan suatu ilmu. Rupa-rupanya banyak diantara
cendekiawan dan para ilmuan sependapat bahwa ilmu perbandingan administrasi
negara sudah sepantasnya hidup berdampingan dengan disiplin publik
administration atau administrasi negara.

BAB II
TINJAUAN

2.1 Perbandingan pengertian ilmu administrasi negara


Didalam studi perbandingan administrasi negara ini terkadung beberapa
aspek yang sangat boleh jadi relevan. Lebih menonjol adalah aspek administrasi
negara itu sendiri yang mengandung suatu pengertian kolektif tentang bagaimana
lembaga-lembaga negara yang tumbuh dan hidup didalam suatu negara
menjalankan fungsinya.
Mengulas administasu negara, otomatis tidak dapat kita melepaskan diri
dari pengertian adminitrasi karena pada hakekatnya administrasi negara adalah
salah

satu

aspek

pembahasan

administrasi

yang

menitikberatkan

pembahasannya dalam bidang kenegaraan.


Untuk meluruskan polemik yang berkepanjangan tentang pengertian
maupun bahasan administrasi merupakan disiplin ilmu pengetahuan dan
demikian pula halnya administrasi negara, maka kenyataannya pengertian atau
batasan administrasi tidak akan menyimpang terlalu jauh dari unsur-unsur
berikut adalah:
1. Unsur proses penyelenggaraan
2. Unsur kerja sama yang dilakukan oleh lebih dari satu orang
3. Unsur pencapaian tujuan yang telah ditetapkan

Demikian pula halnya dengan pengertian administrasi negara tentunya


tidak akan menyimpang terlalu jauh dari unsur-unsur berikut ini:
1. Proses penyelengaraan didalam bidang tertentu yaitu negara,
2. Kerjasama antar berbagai organ/ lembaga-lembaga negara yang
terdapat didalam suatu negara sebagai suatu institusi,
3. Pencapaian tujuan negara tersebut yang sekaligus merupakan citacita dari seluruh warga negara-negara yang bersangkutan
Dengan demikian dapatlah diberikan pengertian ataupun batasan bahwa
administrasi negara mengandung suatu pengertian kolektif yang meliputi
segenap proses penyelengaraan negara sebagai suatu organisasi yang meliputi
organ atau lembaga-lembaga berikut fungsi masing-masing yang tumbuh dan
hidup dalam suatu negara, dan semuanya itu diarahkan kepada pencapaian
tujuan negara yang bersangkuta. Dalam usaha pencapaian tujuan negara, setiap
negara tidak menggunakan cara yang sama. Adanya perbedaan atau
ketidaksamaan itulah kiranya yang akan mengundang ruang linngkup yang
sangat menonjol disiplin ilmu pengetahuan yang dikenal dengan nama ilmu
Perbandingan Adminitrasi-Negara
Ilmu Perbandingan Administrasi-Negara mempunyai ruang lingkup
pembahasan yang tidak terlepas dari administrasi negara itu sendiri berikut
berbagai hal yang berkenaan dengan segala pemikiran dan masalah administrasi
negara serta segala institusi yang terdapat didalamnya.
Segala pemikiran dan permasalahn yang dimaksud timnbul sebagai
akibat dari adanya kebutuhan yang mendesak serta penyediaan sebagai sarana

untuk mencapainya. Demikian pula segenap institusi yang terdapat didalam


suatu negara, merupakan pula hasil pemikiran atau falsafah bangsa yang
bersangkutan dalam memperjuangkan cita-cita atau tujuan hidupnya. Dalam
hubungan ini, Ilmu Administrasi Negara dapat dikatakan sebagai suatu ilmu
penegtahuan, meskipun dalam kenyataannya belumlah melepaskan diri dari
Ilmu Administrasi Negara sebagai induknya. Hal ini telah terbukti yaitu dengan
demikian kepesatan dalam perkembangan maupun kegunaan ilmu tersebut
dalam usaha memahami karakteristik suatu negara dalam hubungannya dengan
kerjasama antar negara.
Pada suatu saat kelak Perbandingan Administrasi Negara ini merupakan
suatu ilmu pengetahuan yang sangat diperlukan. Semuanya itu memberikan
suatu bukti bahwa Ilmu Perbandingan Administrasi Negara ternyata merupakan
suatu ilmu pengetahuan yang baru dan tidak kecil arti maupun peranannya
dalam rangka menjawab zama superteknologi mutakhir, komputerisasi, gejolak
lomba senjata nuklir atau peranannya dalam tata kehidupan bernegara serta
bermasyarakat secara mondial
2.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Perbandingan Administrasi
Perkembangan yang sangat menonjol dari Ilmu Perbandingan Administrasi
Negara ini nampak jelas setelah masa berakhirnya perang dunia II
Titik tolak perkembangan Ilmu Administrasi Negara adalah tumbuhnya
kesadaran dunia yang memandang penting atau perlu adanya suatu cabang studi
baru IlmuAdministrasi Negara. Hal ini sangat relevan dengan banyaknya negara

yang baru tumbuh yang ternyata menimbulkan masalah internasional dan mau
tidak mau merupakan suatu hal yang memerlukan perhatian serius dari organisasi
dunia yang ada. Masuknya negara-negara baru bergabung kedalam organisasi
dunia ternyata menumbuhkan masalah baru tertentu diantara sesama negara,
terlebih bagi negara berkembang yang merasa bertanggung jawab atas kehadiran
negaa-negara baru dan sedang berkembang itu.
Lebih lanjut, Ilmu Perbandingan Adminitrasi Negara ini dijadikan
sarana utama didalam rangka pemberian suatu bantuan terhadap negara-negara
yang baru tumbuh maupun negara-negara yang sedang berkembang. Disamping
itu, ia dijadikan sarana utama bagi suatu negara dalam rangka menjalin hubungan
dengan negara-negara lain, baik didalam rangka kerja sama bilateral maupun
multilateral. Dalam suatu jalinan kerja sama yang bilateral maupun yang
multilateral, terkandung suatu maksud untuk mecapai suatu keuntungan sepihak
yang diperoleh dari jalinan kerjasama termaksud.
Selain motif hendak mencapai keuntungan sepihak, sebagaimana
dijelaskan didalam uraian sebelumnya, juga jalinan kerjsama antar negara ini
dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan bersama dalam arti masing-masing
pihak dapat memetik hasil dari adanya jalinan kerjasama antara sesamanya. Usaha
untuk memperoleh keuntungan bersama ini akan lebih mudah disepakati dan lebih
jelas pula arah maupun sasarannya, jika masing-masing pihak salaing mengenal
diri masing-masing dalam mengadakan jalinan kerja sama.

Dalam hubungan ini dapatlah dikemukakan yang klasik dan spesifik yaitu
jalinan kerja sama antara negara-negara bekas jajahan Inggris yang demikian
intimnya dan dengan kebanggaannya tersendiri menyandang predikat sebagai
negara anggota persemakmuran Inggris. Kerjasama antar negara-negara
persemakmuran Inggris sangatlah erat dan nampak nyata serta terwujud.
Sebagaimana diketahui, negara-negara yang tergabung di dalam Persemakmuran
ini belumlah semuanya dapat dikatakan sebagai negara-negara yang telah maju.
Hal ini disebabkan adanya perbedaan karakteristik negara-negara yang
bersangkutan, kebutuhan yang dirasakannya semakin mendesak, sarana atau
modal yang dimiliki bahkan perbedaan dalam kelahirannya dari negara-negara
Persemakmuran Inggris tersebut sebagai negara merdeka.
Dalam perwujudannya yang lain lagi, jalinan kerja sama antar negara ini
dilakukan oleh negara-negara yang sedang berkembang dalam usaha mengejar
ketertinggalannya jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah
memahami kemajuan. Dalam hubungan ini, dapatlah dikemukakan disini bahwa
negara-negara yang tergabung dalam regional coorperation ASEAN adalah suatu
perwujudan dari kerja sama antara negara-negara yang sedang berkembang di
kawasan Asia Tenggara.Pendek kata, semua jalinan kerja sama antar negara ini,
baik bersifat bilateral, multilateral atau regional coorperation, dimasudkan untuk
memperoleh manfaat kerja sama itu sehingga masing-masing pihak dapat
memetik hasil dari jalinan kerja sama tersebut.
Perkembangan ilmu perbandingan administrasi merupakan hasil dari
adanya perkembangan progresif Ilmu Administrasi Negara, disamping dimulainya

industrialisasi oleh negara-negara Eropa dan penemuan-penemuan persenjataan


baru sebagai akibat kemajuan teknologi. Sangat terasa kemanfaatannya bagi Ilmu
Perbandingan Administrasi sebab disamping kehadirannya tersebut sungguh
mendapat tempat terutama pada negara-negara yang kalah setelah kapitulasi
Perang Dunia II, maka didorong oleh kebutuhan praktis negara-negara yang
terkena musibah akibat Perang Dunia tersebut, tercetuslah suatu gagasan baru
untuk menolong negara-negara di prakarsai oleh USA. Bantuan yang dikenal
dengan nama MARSHAL PLAN itu, ditujukan untuk memberikan bantuan
kepada negara-negara Eropa Barat yang kalah perang dan kepada negara-negara
Eropa Barat yang kalah perang dan kepada negara-negara lain yang membutuhkan
bantuan Amerika Serikat.
Adapun perlunya atau apa sebenarnya hubungan antara bantuan itu dengan
Ilmu Perbandingan Administrasi dalam kaitannya dengan luar negeri, ialah untuk
suatu studi perbandingan administrasi yang akan dapat mengungkapkan bantuan
apa yang paling tepat dberikan kepada negara-negara yang kalah perang yang
memerlukan bantuan agar dapat negara-negara itu membangun kembali
perekonomian yang hancur akibat peperangan.
Perlunya ilmu perbandingan administrasi sebagai alat penunjang data
dapat memberikan suatu gambaran komparatif atas antara lain hal-hal seperti
berikut:
1. Penganalisisan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam studi
perbandingan

2. Faktor-faktor (secara selektif) yang harus diperbandingkan agar dapat


mendorong kemajuan studi perbandingan
3. Masalah pokok yang harus dihadapi didalam mengadakan studi
perbandingan
4. Unsur manfaat, asas dan cara mempelajari studi perbandingan, sehingga
dapat memberikan andil dalam merealisasikan bantuan.
Dengan manfaat studi perbandingan terebut, bantuan negara si pemberibantuan tidak akan sia-sia sebab sebelumnya segala sesuatu telah diteliti
secara masak dan hasilnyapun diharapkan akan tepat mengenain sasaran yang
dituju dan benar-benar dibutuhkan untuk rehabilitasi pembangunan kembali
perekonomian, perdagangan, industri, dan lain-lain yang bertalian dengan
kepentingan kehidupan suatu bangsa yang menderita akibat kalah perang.
Merumuskan suatu program bantuan tidak semudah seperti perkiraan.
Akan tetapi benar-benar diperlukan pengetahuan yang cukup luas terutama
sekali administrasi negara dari negara negara yang dberi bantuan sehingga
sudah dapat diterka bantuan apa saja kiranya yang dapat diberikan kepada
negara-negara tersebut. Untuk itu perlu diketahui pula sejumlah data
administratif secara tepat dan jalan pintas satu-satunya adalah lewat jalur studi
perbandingan. Oleh karena itulah, didalam mempelajari administrasi negara
secara perbandingan, banyak sekali hal-hal yang ditemukan sangat menarik
dan bahkan tidak jarang pula yang dipandang perlu untuk diseminarkan,
Committe Walter Shap di Boston adalah salah satu dari sekian banyak
komite yang pernah mengadakan seminar:

1. Menilai tingkat pengetahuan tentang bidang-bidang administrasi negara


dan tentang negara-negara lain
2. Mengadakan identifikasi tentang kebutuhan penilaian yang pokok
3. Menyarankan cara-cara dan sarana-sarana untuk menstimulir cara-cara
studi baru yang menekankan aspek-aspek perbandingan dari suatu sistem
administrasi
Di dalam mengelola perbandingan administrasi, disamping adanya hal-hal
yang sama dan berbeda, sudah barang tentu akan dijumpai pula hal-hal baru bagi
penelaahan lebih jauh. Studi perbandinga bermaksud untuk mengetahui segala
aspek yang dibutuhkan untuk suatu negara. Oleh karena itu bagi negara Indonesia
studi Ilmu Perbandingan Administrasi Negara ini dirasakan semakin perlu
mengingat bahwa negara ini terdiri dari gugusan pulau besar dan kecil yang
tersebar diseluruh nusantara.
Mengapa Perbandingan Administrasi Negara diperkenalkan pada tingkat
sarjana didukung oleh banyak faktor dan perkembangan. Dengan adanya studi
perbandingan daerah, diharapkan daerah-daerah tingkat 1/Provinsi, daerah tingkat
II/Kabupaten di seluruh Nusantara akan memberikan masukan (input) atas
perbedaan, persamaan, kekurangan tiap daerah itu karena hal itu penting untuk
bidang penelitian perbandingan, dalam rangka pembangunan Indonesia menuju
suatu masyarakat adil makmur, dengan kata lain untuk membangun manusi
Indonesia seutuh baik lahir maupun batin.
2.3 Fungsi Ilmu Perbandingan Administrasi-Negara

10

Fungsi

terpenting

Ilmu

Perbandingan

Administrasi-Negara

dapat

dikemukakan sebagai berikut:


Pertama:memberikan penjelasan-penjelasan mengenai macam hasil anlisis
perbandingan secara sistematis hingga dapat mengembangkannya sebagai ilmu
kebenarannya dapat dibuktikan dan berguna bagi kepentingan perbandingan
Kedua:memberikan tolok ukur serta penilaian dalam arti yang luas atas
kebijaksanaan pemerintah dan mengetahui dengan pasti ruang lingkup sebagai
masalah dan kesulitan serta kebutuhan yang dihadapi oleh pemerinntah yang
bersangkutan
Ketiga: mengingat bahwa adminitrasi dimaksudkan untuk mengetahui
proses institusional hingga pada tingkat tertentu didalam menentukan tendensi
arah yang telah dicapainya, maka ilmu perbandingan administrasi negara harus
mampu pula memberikan jawaban atau menanggapi detail-detail serta rumusrumus disiplin ilmu pengetahuan di luar ilmu perbandingan administrasi itu
sendiri.
Peran fungsi perbandingan administrasi akan banyak mendorong ke arah
perbaikan berdasarkan hasul-hasil analisis serta perbedaan / persamaan dari hasil
studi perbandingan. Dengan demikan, suatu sisten kombinasi akan lebih besar
manfaatnya di dalam menerapkan penemuan hasil luar negeri dengan penemuan
setempat. Kecocokan itu biasanya dimulai dari bawah ke atas sehingga
menghasilkan efisiensi dan pemborosan baik modal maupun tenaga kerja tidak

11

terlampau kentara dibanding dengan asal impor saja apa yang ditemukan di luar
negeri tanpa disertai penelitian seksama dan sedini mungkin.
2.4 Tujuan Ilmu administrasi Negara
Tujuan ilmu administrasi negara menurut Nimrod Raphaeli (yang dikutip
dan diterjemahkan oleh Drs. Sakamoen Soehardjo MPA) dikemukakan sebagai
berikut :
1. Mempelajari ciri-ciri yang menonjol dari pada suatu sistem administrasi
tertentu atau sekelompok sistem tertentu.
2. Untuk mengetahui sebab-sebab mengapa suatu sistem tertentu berhasil
baik pada suatu negara atau zaman, sedangkan pada suatu negara atau
zaman lain gagal.
3. Untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan sikap dan tingkah laku para
birokrat dan birokrasi di negara atau kebudayaan yang berlainan.
4. Mengadakan identifikasi faktor-faktor kultural, politik, sosial yang
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan.
5. Meneliti dan memastikan perubahan apa kalau ada harus diintroduksi
untuk memperbaiki hasil atau cara kerja suatu birokrasi.
6. Di atas semuanya itu, untuk mencapai suatu pengetahuan yang
konsepsional, bukan pebgetahuan tentang hal-hal yang detail.

Dari pendapat tersebut, dapatlah kiranya ditarik kesimpulan secara


menyeluruh bahwa ilmu perbandingan administrasi negara itu merupakan salah
satu bagian atau cabang disiplin Public Administration. Hal lain yang menarik
ialah

adanya

suatu

perbandingan

dalam

12

batas-batas

kenegaraan,

yaitu

kemungkinan adanya sistem yang sama pada suatu daerah atau negara, dan
berkaitan pula dengan ruang waktu atau zaman tertentu.

BAB III
RUANG LINGKUP PERBANDINGAN ADMINISTRASI NEGARA

3.1 Ruang Lingkup Daerah

13

Ruang lingkup perbandingan administrasi negara mencakup ruang lingkup


daerah. Dengan daerah dalam pengertian luas dimaksudkan meliputi daerah
nasional dan internasional. Obyek yang dijadikan studi perbandingan adalah
kehidupan nasional suatu negara dan atau dengan negara-negara lainnya. Yang
dimaksudkan dengan suatu negara yaitu studi perbandingan dilakukan dalam batas
wilayah negara itu sendiri, tanpa melihat persamaan maupun perbedaannya
dengan negara lain. Studi perbandingan yang demikan menekankan orientasi
daerah atau negara-negara bagian yang mempunyai identitas tradisional, kultur,
karakteristik daerah, diketahui pula persamaan dan perbedaannya dan dari
padanya bisa diperoleh bahan-bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam
mengambil sikap kebijaksanaan serta pentapan langkah-langkah selanjutnya.
Tatanan pemerintah daerah merupakan cermin yang harus selalu dijaga identitas
kelestariannya oleh pemerintah pusat, sebab hal ini merupakan kebudayaan yang
mencakup sendi kehidupan kebesaran bangsa. Pertimbangan lain ialah bahwa
faktor alam dan aspek masyarakat daerah kadang-kadang berlainan dan oleh
karenanya pandangan sistem administrasi negara harus selaran dengan situasi
serta kondisi masing-masing daerah atau negara bagian/federal.

3.2 Ruang Lingkup Waktu


Ruang lingkup waktu maupun tempat membandingkan dua negara dalam
kurun waktu yang berbeda dalam suatu dekade periode. Kurun waktu dari satu
masa ke masa yang akan adatang tidaklah akan dijumpai dalam kurun waktu

14

tertentu karena sudah terjadi perubahan-perubahan mendasar yang memberikan


gambaran perbedaan. Perubahan itu bagaikan hilangnya masa lampau selamalamanya dan takkan pernah kembali. Memperhatikan faktor tempat guna
mengadakan studi perbandingan obyek intitiusi negara-negara yang berbeda
dalam pandangan falsafah hidupnya maupun pengaruh perbedaan-perbedaannya
tapi masih dalam kurun waktu yang sama, akan dijumpai dasar persamaan
maupun perbedaan masing-masing yang diperbandingkan itu. Disamping kedua
faktor yang dijumpai tersebut diatas, ada faktor studi perbandingan yang
mempergunakan tolok ukur ruang lingkup waktu dan tempat yang berbeda
sehingga akan diperoleh suatu gambaran lengkap dan persamaan masing-masing
negara.

BAB IV
HUBUNGAN ADMINISTRASI NEGARA DENGAN PERBANDINGAN
ADMINISTRASI

15

4.1 Studi Administrasi Negara


Menurut D. Waldo, sesungguhnya tidak ada definisi yang tepat tentang
adminitrasi negara. Mungkin ada definisi yang ringkas, tetapi tidak dapat
memberikan penjelasan yang memuaskan. Perumusan administrsi publik yang
hanya terdiri dari satu kalimat atau satu paragraf saja, tidak akan membuka tabir
persoalan. Maka diajukan dua definisi tentang adminitrasi negara yaitu :
1. Administrasi negara adalah oraganisasi dan manajemen dari manusia dan
benda, guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah.
2. Adminitrasi negara adalah suatu seni dan ilmu tetang manajemenyang
dipergunakan untuk mengatur urusan-urusan negara.
Dari definisi pertama dijumpai kata-kata organisasi dan manajemen,
manusia, benda, serta pemrintah. Pada definisi kedua dikatan ilmu dan seni di
samping manajemen dan negara. Masih sekitar upaya mengumpulkan definisi
tentang administrasi negara, bertikut ini penulis kemukakan pendapat Sondang P.
Siaguan tetang definisi administrasi negara: Keseluruhan kegiatan yang
dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dari suatu negara dalam usaha
mencapai tujuan negara.
Lebih lanjut Sondang mengemukakan bahwa Administrasi negara
bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat karena terlepas dari
sistem politik dan perekonomian yang dianut oleh sesuata negara, semua negara
modern mengatakan bahwa negara itu adalah Walfare State.
4.2 Studi Perbandingan Administrasi

16

Dalam studi perbandingan adminitrasi, ada beberapa faktor yang akan


diperbandingkan, biasanya dijumpai didalam sistem birokrasi yang merupakan
badan administrasi sebab dalam kenyataannya, administrasi negara itu di negaranegara mana pun tidak sama.
Hal itu disebebakan oleh banyak faktor yang berlainan dari negara-negara
bersangkutan. Adanya perbedaan dan persamaan itu bergantung pada kondisi
administrasi negara yang diterapkan setelah mendapat persesuaian dengan
keadaan situasi sekliling negara yang bersangkutan. Peran serta faktor politik
negara sangat dominan disamping dapat menciptakan pola dasar kehidupan/tujuan
negara, sehingga kebijksanaan dalam melaksanakan pemerintahan tidak bisa lepas
dari padanya. Oleh sebab itu, maka birokrasi akan turut berperan di dalam
melaksanakan alat oraganisasi dalam pencapaian tujuan yang sangat diidamkan.
Proses administrasi pada suatu negara, di mana birokrasi turut berperan,
sudah dapat diduga disebabkan oleh luasanya peran berperan, sudah dapat diduga
disebabkan oleh luasnya peran birokrasi. Seandainya yang menjadi faktor penentu
keberhasilan

kebijaksanaan

yang

dilakukan

birokrasi

yaitu

pengwasan

dihilangkan, maka akan timbul kekacauan dan ketidak beresan dalam tubuh
pemerintah atau negara, sebab sarana-sarana yang dipergunakan dalam
mengadakan pengawasan terhadap birokrasi memerlukan perangkat yang cukup
memadai sesuai dengan besar atau kecilnya ruang lingkup pengawasan yang
diperlukan.
4.3 Hubungan Adminitrasi Negara dan Perbandingan
Hubungan yang terjalin antara administrasi negara dengan perbandingan
administrasi, berasal dari kelompok ilmu sosial dan ilmu politik sehingga walau
nampak seolah-olah timbul perbedaan yang semakin besar karena masing-masing

17

yaitu administrasi negara dan perbandingan administrasi mengalami pertumbuhan


serta perkembangan sendiri-sendiri, pada hakekatnya tidak akan melepaskan diri
dari kehidupan adminsitrasi yang merupakan sistem dari sekian banyak sistem
yang dikenal.
Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu prose dinamik yang
berkelanjutan dan bersifat srikuler dimana masukan dikonversi menjadi keluaran,
yang selanjutnya keluaran akan menjadi umpan balik sebagi masukan baru bagi
konversi baru untuk menghasilkan keluaran baru dalam rangka mewujudkan
kebijaksanaan pemerintah/negara.
Agar terjadi umpan balik yang erat, administrasi negara banyak
menganduk aspek dan segi yang mempunyai tali rantai dengan kegiatan studi
perbandingan administrasi negara sehningga sistem administrasi negara yang
memuat peninjauan ekolois dan proses, kedua-duanya memerlukan bahan penting
bagi studi perbandingan administrasi. Sudah tentu hal itu harus disertai atau
dibarengu dengan peninjauan sisi lainnya yang bertautan dengan aspirasi atau
cita-cita suatu bangsa yang dapat mencerminkan adanya kelembagaankelambagaan negara serta birokrasi pada negara bersangkutan untuku pengkajian
perbandingan dengan negara atau daerah lain yang tidak sama dan beralainan.
Hubungan antara administrasi negara dengan perbandingan administrasi negara,
akan selalu jalin-menjalin tidak hanya karena berasal dari sumber yang sama,
melainkan karena memanglah demikan adanya.

18

BAB V
TAHAPAN STUDI DAN ANALISIS PERBANDINGAN
5.1 Pendekatan dan Metode Studi Perbandingan
Pendekatan dipergunakan oleh kalangan ilmuan sebagai terjemahan kata
approach. Dimaksudkan bahwa dengan adanya pendekatan, maka diharapkan aan
mudah membuka suatu tabir masalah/problema di dalam mencari penyelesaian.
Pada dasarnya jauh sebelum diadakan pendekatan telah tersedia bahan-bahan yang
sangkut pautnya atau mempunyai kaitan dengan masalah yang dihadapi sehingga
data-data tersebut bisa dijadikan alat untuk mencapai tujuan berdasarkan
perbedaan maupun persamaan yang ada. Harus pula dilihat kasus demi kasus yang
akan diperbandingkan ke dalam modul pendekatan yang mana agar diperoleh
kemantapan dan kesusaian profesi yang diterapkan di dalam kejadian tersebut.
Untuk itu pulalah, dalam memilih modul, diusahakan agar jangan sampai
terjadi kekeliruan, sebab suatu kesalahan kecil saja, dapat menimbulkan kefatalan
yang bukan main besarnya di dalam menyelsaikan masalah lewat pendekatan itu.
Hanya dengan modul yang cukup besar serta memperhatikan tujuan, maka suatu
pendekatan yang akan dilaksanakan dengan mempergunakan pendeketan ekologis
maupun sistematika tinggal memilih satu alternatif saja. Bilamana terjadi
penyimpangan dari pendekatan aspek ekologis ataupun aspek lain di luar
pendekatan sistematis, maka hal itu mungkin dapat saja terjadi. Sebab, apabila

19

diperhatikan dengan seksama, bahwa administrasi merupakan salah satu gejala


sosial di masyarakat atau di negara yang dinamis, maka bukan mustahil akan
timbul penemuan balik dari pendekatan. Sebagai umpan balik dari pendekatan
yang diterapkan, ada kemungkinan sasaran yang dituju tidak kena. Umpanya,
karena pendekatan yang diterapkan dianggap klasik atau telah ketinggalan zaman.
5.2 Faktor Penyebab Timbulnya Perbedaan
Perbandingan administrasi negara sebagai salah satu cabang disiplin ilmu
pengetahuan yang terpandang berusia muda namun diakui mengalami kemajuan
pesat diperlukan terutama oleh banyak negara baru yang berstatus negara
merdeka.
Hal lain yang menarik perhatian adalah timbulnya negara-negara besar
superpower yang mendominasi negara-negara dunia ketiga di mana amerika
serikat di satu pihak dan unie soviet di pihak lain masing-masing bersaing untuk
memperoleh pengaruh lewat berbagai cara yang mereka tempuh sehingga
nampaknya dunia ini terpecah menjadi dua bagian yang berlainan sistem
administrasinya.
Sebagai akibat logis, maka tumbuh perbedaan pandangan hidup secara
ideologis yang kian hari semakin meruncing. Perlombaan teknologi pada hampir
segenap bidang pun menampakan gejala saling adu fakta dan tidak mustahil pada
satu ketika akan timbul perang terbuka yang sudah tentu akan melibatkan banyak
negara di dunia, sedangkan negara-negara yang menanamkan dirinya negara
netral sudah kehilangan sifat netralitasnya yang disebabkan oleh dampak politis
dua negara superpower tersebut. Hal ini akan membawa pengaruh besar terhadap
sendi-sendi kehidupan administrasi negara dari negara yang tergolong netral.
5.3 Beberapa Aspek yang Diperbandingkan dalam Studi Perbandingan

20

Untuk mempelajari perbandingan administrasi , diperlukan sangat sarana


penunjang yang merupakan alat bagi pencapaian maksud serta tujuan. Bukan
hanya sarana semata yang diperlukan itu, melainkan juga seperangkat ilmu
pengetahuan lainnya yang terutama terlibat di dalamnya studi perbandingan.
Sudah dimaklumi bahwa administrasi itu adalah salah satu dari sekian
banyak gejala-gejala sosial yang hidup dinamis dari masa ke masa maupun dari
zaman ke zaman. Perkembangan administrasi tidak boleh ketinggalan oleh
perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada negara-negara di dunia ini. Bahkan
menurut penulis banyak terjadi kekeliruan di kalangan para ahli atau ilmuan yang
menggap enteng dan ringan akan peranan administrasi pada zaman teknologi
tinggi. Justru administrasi itulah yang merupakan kunci kesinambungan yang tak
henti-hentinya berperan serta hampir di setiap lapangan dan bidang apapun tanpa
kecuali di ruang angkasa.
Tadi diatas dikatakan bahwa sarana yang diperlukan untuk menunjang cara
yang sangat menonjol dalam mempelajari perbandingan administrasi adalah
research

atau

penelitian

mempelajari

perbandingan

administrasi

tanpa

mengikutsertakan penelitian dan survai, boleh dikatakan tidak akan membawa


hasil yang baik.
5.3.1 Bentuk Negara
1. Negara Kesatuan
Pada hakekatnya bentuk negara kesatuan ini adalah suatu negara di
mana kekuasaan dalam mengurus pemerintahan berada pada tangan
pemerintah pusat. Dalam hal ini, pemerintah pusat mempunyai kedaulatan
ke luar. Dengan demikian, hubungan dengan negar-negara lain semuanya
ditangani oleh pemerintah pusat. Pemerintah pusat pun melakukan

21

pengurusan dalam negeri guna melayani segenap kepentingan seluruh


warga negara dalam kawasan maupun wilayah hukum negara tersebut.
2. Negara Serikat
Negara serikat adalah suatu negara yang terdiri dari beberapa
negara bagian yang tidak mempunyai kedaulatan ke luar. Kedaulatan ke
luar ini hanya dimiliki oleh gabungan/serikat/federasi dari negara-negara
bagian tersebut yang lazimnya dinamakan pemerintahan federal. Negaranegara bagian masih tetap mempunyai hak dan kewajiban mengurus
pemerintahan lokalnya masing-masing baik dalam pembuatan undangundang lokal maupun tindakan lain sepanjang tak bertentangan dengan
garis-garis kebijaksanaan federal.
3. Perserikatan Negara
Pada dsarnya bentuk negara seperti ini sudah tidak akan dijumpai
lagi. Akan tetapi suatu catatan sejarah patutlah diketahui bahwasannya di
dunia ini pernah ada bentuk negara semacam ini. Untuk sekdar diketahui
negara yang pernah ada dan menganut bentuk perserikatan negara adalah :
Perserikatan Amerika Utara (1776-1787)
Negara Belanda pada masa Republik Der Zeven Verenigde
Nederkanden (1579-1798)
4. Reel Unie dan Personele Unie
Baik Reel Unie maupun Peronele Unie adalah gabungan negara
yang dikepalai oleh seorang raja/ratu. Negara reel unie ini mirip dengan
negara serikat. Adapun perbedaannya, dalam reel unie ini segenap
kelengkapan negaranya belumlah sesempurna negara serikat dan masingmasing negara yang tergabung ke dalam reel unie ini merupakan negaranegara merdeka, berdaulat, hanya kedaulatan yang dimilikinya dibatasi
oleh beberapa hal yang urusannya diserahkan kepada masing-masing alat

22

perlengkapan reel unie, sebab terwujudnya negara-negara dalam bentuk


reel unie ini didasarkan pada perjanjian yang telah disepakati bersama.
Beberapa negara reel unie yang perlu dicatat adalah :
Austria dengan Hongaria (1867-1918)
Swedia dengan Norwegia (1815-1905)
Personele Unie ini tebentuk manakala seorang raja meninggal
dunia

sedangkan

menurut

ketentuan

yang

berlaku

menyebutkan

bahawasannya pengganti raja yang meninggal hanya tinggal seorang lagi


dan itupun telah menjadi raja di negara lain. Dengan demikan terbentuklah
personele unie, di mana dua negara diperintah oleh seorang raja. Masingmasing negara tetap menjalankan fungsinya tanpa dibatasi oleh suatu
ikatan tertentu, baik urusan ke dalam maupun urusan ke luar, juga tentang
kedaulatan negara-negara tersebut. Beberapa negara personele unie yang
perlu dicatat adalah :
Belanda dengan Luxemburg (1839-1890)
Inggris dengan Scontlandia (1815-1707)
Indonesia dengan Belanda (pada masa KMB), Unie indonesia
belanda ini adalah akibat adanya persetujuan KMB

(kompresi meja

bundar) pada tanggal 27 desember 1949


5. Negara Dominion
Negara dominion adalah bentuk negara hanya terdapat dalam
ketatanegaraan inggris. Negara-negara dominion ini semula merupakan
jajahan inggris ketika inggris masih jaya. Sekarang ini masing-masing
negara dominion ini telah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat
serta tergabung dalam suatu persekutuan yang dinamakan The British

23

Commonwealth of Nations atau Negara-negara Persemkamuran


Inggris.
6. Daerah Jajahan (Koloni)
Daerah jajahan atau koloni ini adalah daerah yang tidak diperintah
oleh suatu pemerintahan bangsa sendiri, melainkan diperintah oleh suatu
pemerintahan bangsa lain. Dengan perkataan lain, segala sesuatunya diatur
negara kolonial yaitu negara penjajah itu. Kalaupun ada kuasa yang
dilimpahkan, maka pejabat itupun bertindak untuk dan atas nama negara
penjajah itu.
7. Negara Protektorat
Yang disebut dengan negara-negara protektorat adalah negaranegara yang berada dibawah perlindungan negara lain yang lebih kuat.
Segenap urusan luar negeri pemerintahan dan keamanan diserahkan
keapada negara yang menjadi pelindung. Beberapa negara protektorat
yang masih ada hingga kini adalah Monaco, New Calledone , dan
beberapa negara yang berada di Lautan Pasifik, sedangkan beberapa
negara yang dulunya sebagai negara protektorat antara lain adalah Tunisia
dan Maroko.
8. Daerah Mandat
Daerah mandat pada dasarnya merupakan bekas jajahan dari
negara-negara yang kalah dalam perang dunia 1 (bekas jajahan Jerman,
Turki), sesuai dengan perjanjian Versailles. Dengan perkataan lain, daerahdaerah mandat ini merupakan jajahan dalam bentuk dan manifestasi yang
baru (corak baru ). Beberapa negara bekas daerah mandat (diantaranya
telah menjadi negara) adalah :
Siria, Libanon, Palestina (Mandat A)
Togo, Kamerun (Mandat B)

24

Afrika Barat Daya, beberapa pulau di Lautan Pasifik, Papua


Nuguni (Mandat C)
9. Daerah Trustee
Sebagaimana hanya perjanjian Versailles setelag Perang Dunia I
melahirkan bentuk mandat, maka dengan adanya perjanjian San Francisco
sesudah Perang Dunia II lahirlah bentuk Trustee adapun daerah-daerah
bentuk trustee ini adalah :
Bekas daerah mandat yang dihasilkan Perang Dunia I
Daerah-daerah yang dipisahkan dari negara-negara yang kalah
perang dalam Perang Dunia II
Daerah dari suatu negara yang dengan sukarela menyerahkan
urusan pemerintahannya kepada sistem Trustee
5.3.2 Bentuk Pemerintahan
1. Monarki
Suatu negara yang menganut bentuk pemerintahan monarki
dikepalai oleh seorang raj/ratu, yang memegang tampuk pemerintahannya
secara turun-temurun.
2. Republik
Bentuk pemerintahan republik adalah suatu bentuk pemerintahan
yang kepala negaranya bukan seorang raja/ratu, melainkan seorang
presiden yang memegang tampuk pemerintahan melalui pemilihan umum.
Lebih lanjut baik bentuk pemerintahan monarki maupun republik dapat
dibedakan:

Absolut artinya memegang kekuasaan mutlak tanpa dibatasi oleh


batas apapun juga.

25

Konstitusional artinya kekuasaan yang ada dibatasi oleh konstitusi


yang sah
Parelementer artinya suatu kekuasaan dengan Dewan Perwakilan
Rakyat (Parlemen) lebih menonjol.
Dengan demikan maka bentuk-bentuk pemerintahan dari suatu negara dapat
dibedakan :

Monarki Absolut
Monarki Konstitusional
Monarki Parlementer
Republik Absolut
Republik Konstitusional
Republik Parlementer

5.3.3 Sistem Pemerintahan


Yang dimaksud dengan sistem pemerintahan adalah hubungan anatara organ
pemerintah dengan alat pelengkapan negara-negara lainnya yang ada/menjalankan
fungsinya di dalam suatu negara. Secara umum alat-alat perlengkapan negara
yang ada dalam suatu negara dapat dibedakan atas :

Badan legilatif sebagai badan pembuat undang-undang


Badan/lembaga eksekutif yaitu sebagai aparat pelaksana undang-undang
Badan/lembaga yudisial yaitu sebagai lembaga yang ebrtugas dalam
bidang kehakiman atau kekuasaan untuk memriksa dan memberi putusan

terhadap pelaku pelanggaran undang-undang


Badan/lemabaga lainnya yang ada dan berfungsi sebagai alat perlengkapan
nega (untuk indonesia seperti DPA, Bapeka).

26

Berdasarakan ketrang tersebut di atas maka dimaksud dengan sistem


pemerintah adalah hubungan antara organ pemerintah dengan oragan-oragan
lainnya yang terdapat dalam suatu negara, baik dalam kedudukan, peranan
maupun dalam rangka pelaksanaan fungsinya. Lebih lanjut berbagai sistem
pemerintahan negara dalam hal ini dikenal dengan adanya sistem pemerintahan
presidensial dan sistem pemerintahan parlementer.
5.3.4 Sistem Politik
Dalam hubungan ini sistem politik diartikan sebagai tata kehidupan hubungan
antara manusia yang dilembagakan di dalam macam-macam lembaga politik, baik
lembaga politik yang suprastruktural maupun lembaga politik yang infrastruktur
atau dikenal degan suprastruktur politik dan infrastruktur politik.
1. Suprastruktur Politik
Suprastruktur

politik

dalam

hal

ini

meliputi

lembaga-

lembaga/organ-organ alat pelengkap negara yang ada dan berfungsi serta


menjalankan perannya di dalam suatu negara.
2. Infrastruktur Politik
Infrastruktur Politik dalam hal ini meliputi kekuasaan sosial politik
yang tidak secara nyata tampak di permukaan, akan tetapi sangat
berpengaruh di dalam kehidupan politik suatu negara.

5.4 Tahapan Perbandingan

27

Bidang studi yang akan dipelajari harus jelas obyeknya, kategori daerah,
waktu, tempat, serta bentuk yang akan dijadikan perbandingan berdasarkan rumus
atau dalil-dalil yang dapat diterapkan manakala pedoman sudah lengkap untuk
dilaksanakan. Adapun pedoman ini dimaksudkan untuk pengambilan langkah
tindakan-tindakan bagi tahapan perbandingan berikutnya (secara sistematis)
persiapan-persiapan yang sistematis ini merupakan perumusan tujuan studi
perbandingan. Di dalam membuat persiapan studi perbandingan segala aspek,
sarana yang dibutuhkan, dan pelbagi kemungkinan masalah yang akan dihadapi
secara deskriptif harus telah diperhitungkan dengan seksama.
5.5 Ringkasan
Sistematika di dalam mempelajari studi perbandingan administrasi negara
merupakan hal yang sangat penting. Dimulai dari teori sampai pada praktek,
pengikutsertaan metode, pendekatan, dan analisi untuk menjajagi berbagai
masalah ketidaksamaan atau perbedaan dalam menerapkan sistem ketidakasamaan
atau perbedaan dalam menerapakan sistem administrasi negara adalah tahap-tahap
yang harus dilalui oleh studi perbandingan administrasi negara. Suatu peneltian
yang bertujuan menyikapi problema pemerintahan dan problema negara suatu
negara berperan sangat dominan oleh karena luasnya permasalahan, dimana obyek
studi perbandingan memerlukan banyak tinjuan, maka pemilihan tipik didasarkan
pada landasan hasil tinjuan/penelitian secara bertingkat dan berkesinambungan
hingga mendaoat informasi data yang relevan.

28

Pendekatan terhadapo faktor yang mengungkapkan perbedaan aspek


kemasyarakatan adalah salah satu dari sekian banyak problema yang dapat
dijadikan bahan pertimbangan studi perbandingan di samping faktor-faktor.

29

Anda mungkin juga menyukai