Anda di halaman 1dari 12

SEANDAINYA pemimpin di negeri ini bisa membaca tanda kemajuan tentu

sebaiknya lakukan evaluasi secara nasional program apa yang tepat bisa jadi icon
(kebanggaan) bangsa ini, untuk bisa merubah tata kehidupan masyarakat untuk
menghapus kemiskinan dengan kehidupannya lebih sejahtera. Dinegara ini ada
banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang besar sebagai sumber
kesejahteraan rakyat. Potensi-potensi itu bidang pertanian dan bidang kelautan.
Sebab baik secara tradisional dan modern, nenek moyang bangsa kita adalah petani
dan nelayan bahkan peternak yang handal. Tentu jika kita ingin bidang ini semakin
maju, bisa ditopang secara tehnologi canggih. Disamping kita juga bisa kembangkan
industry, yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi dapat dikembangkan
semua daerah yang perlu seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua.
Pemikiran awam saya jadi geli dan menjadi aneh, negara kita yang memiliki potensi alam
yang kaya dengan luas areal pertanian dan perkebunan terbesar, negara yang memiliki
potensi hasil laut dengan panjang pantai terpanjang di Asean, punya potensi
pengembangan peternakan yang cukup luas. Bahkan memiliki potensi tambang terbesar
didunia. Tapi sepertinya potensi negeri ini tidak memegang peranan penting guna bisa
sejahterakan rakyat. Bahkan masih banyak rakyat miskin. Sebenarnya dimana yang salah,
apakah salah mengelola atau memang kita tidak memiliki niat untuk jadi negara besar
dibidang ekonomi, memanfaatkan potensi alam.
Kita lihat saja, kita memiliki luas lahan pertanian yang besar tapi kok kita masih juga import
beras, demikian juga kita meliki potensi laut, ikan Tuna yang mahal didunia, ikan cakalang
dan sebagainya, yang bisa menghasilkan devisa negara triliun rupiah. Namun sepertinya
belum terkelola dengan baik. Juga kita memiliki potensi pengembangan ternak, tapi entah
mengapa kita lebih terpengaruh melakukan import daging sapi meskipun harga daging
Sapi mahal .
Saat ini kita lihat harga cabe rawit dan harga bawang merah, harganya melambung jauh
dan cukup mahal melebihi harga komoditi cengkeh. Tapi kita memang lebih suka bicara
barang kita harus import ketimpang mengupayakan potensi yang ada untuk dikembangkan.
Jangankan itu tenaga kerja yang ada dinegara kita lebih cenderung pergi bekerja kenegara
lain dengan berbagai resiko ketimpang bekerja di negeri ini. Seharusnya semua hal
semacam ini jadi pertanyaan bagi pemimpin dinegeri ini, kita harus punya tekad untuk

membangun negeri ini dengan meminimalis masalah yang membuat negeri ini sulit
berkembang.
Ataukah mungkin kita lebih terpesona negeri ini dengan penerimaan pajak eksport, import
yang cukup besar untuk menopang penerimaan dan belanja negara dari APBN sehingga,
menganggap sektor penopang ekonomi lainnya cukup ditangani biasa-biasa saja.
Bayangkan saja kita lihat negera Kamboja dari segi ekonomi pernah hancur akibat perang
saudara berkepanjangan, bahkan pernah import beras dari negera kita, tapi sekarang justru
jauh berkembang bidang ekonominya. Kita saja terbalik lakukan import beras dari negera
ini. Apa kelebihan mereka dari pada kita? Begitu juga bidang pertambangan kita punya
Free Port tambang emas terbesar didunia, yang merupakan penopang perekonomian
negara adi daya USA tapi kita sebagai pemilik lokasi tambang itu justru hanya jadi bagian
dari penerima konsensi. Sampai kapan hal ini akan kita hanya jadi penerima konsensi?

Potensi lahan pertanian untuk menjadikan negeri kita swasembada pangan cukup luas, tapi kurang maksimal. Ini
adalah lahan pertanian di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

Saat ini kita lihat dinegeri ini justru bukan menunjang upaya penegembangan ekonomi
lewat program, berdayakan masyarakat .Coba kita kembangkan program yang wajar dan
nyata dengan melibatkan rakyat dalam mengelola potensi yang ada guna menambah
pendapatan rakyat perkapita. Coba kita mulai komitmen kembangkan pertanian sawah
disemua daerah. Terutama daerah yang potensi pertanian dan perkebunan yang luas.
Program bidang potensi kelautan di Maluku, Papua, Sualawesi, NTT, NTB. Kita buat
industry perikanan lengkap dengan kapal penangkap ikan . Kita buat program potensi
peternakanyang besar didaerah Provinsi NTT,NTB, Sumatera.

Begitupun industry otomotif sebaiknya tidak hanya dikembangkan di Jawa saja, tapi coba
dikembangkan di Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Papua. Tapi saat ini kita
lihat dinegeri ini justru bukan menunjang upaya penegembangan ekonomi lewat program,
berdayakan masyarakat manfaatkan potensi yang ada . Kita punya potensi alam untuk
digunakan pengembangan energy listrik, tapi kita lebih senang gunakan energy listri batu
bara maupun tenaga diesel. Bahkan beberapa tahun kedepan kita akan sewah energy listri
dari negara tetangga Malaysia.

Ini adalah potensi sumber air untuk menopang listrik tenaga air di Solewana Tentena Kecamatan Pamona Utara
Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dimanfaatkan oleh PT Poso Energi. Seharusnya jika kita ingin maju dengan
energi listrik cukup tanpa membeli energi listrik dari negara tetangga Malaysia sudah seharusnya dikembangkan
manfaatkan sumber daya air yang ada.

Untuk hal kecil kita untuk industry Heand Phone saja belum punya, justru kita pengguna
merek HP buatan luar terbesar. Uang yang kita miliki seharusnya berputar guna menopang
perekonomian negeri ini, justru harus terbagi kenegeri orang lain. Padahal kita punya
tehnokrat yang tak kala hebatnya didunia.
Tapi harus kita akui dan harus jadikan komitmen membangun perekonomian negeri ini
menjadi negara raksasa bidang ekonomi didunia, harus punya tekad kembangkan potensi
alam dengan melibatkan anak negeri ini yang tidak hanya cerdas tapi punya komitmen ,
lincah dan tanggap bahwa setiap peluang adalah kesempatan.
MRI | Jakarta: Jenuh kerja di kantor membuat banyak karyawan lebih memilih membuka usaha
rumahan. Apalagi, saat ini banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan.

Seperti yang diungkapkan pakar usaha mikro, Susan Ward, bahwa pada dasarnya pengembangan
bisnis rumahan bisa diulik dari hobi maupun keahlian yang Anda miliki. Tetapi dia menyarankan
beberapa ide peluang bisnis yang dapat dikembangkan berdasarkan tren saat ini dan masa depan.
MRI | Jakarta: Jenuh kerja di kantor membuat banyak karyawan lebih memilih membuka usaha
rumahan. Apalagi, saat ini banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan.

Seperti yang diungkapkan pakar usaha mikro, Susan Ward, bahwa pada dasarnya pengembangan
bisnis rumahan bisa diulik dari hobi maupun keahlian yang Anda miliki. Tetapi dia menyarankan
beberapa ide peluang bisnis yang dapat dikembangkan berdasarkan tren saat ini dan masa depan.

Berikut peluang bisnis yang bisa dikembangkan berdasarkan Top 10 Home Business Opportunities.

1. Jasa Renovasi Rumah


Tak ada tanda tren penurunan membuat bisnis ini sangat digemari. Berdasarkan usia penduduk,
lebih banyak orang yang ingin membuat rumah mereka lebih layak huni, seiring dengan
bertambahnya jumlah orang berinvestasi properti.

Jika Anda memiliki keahlian dalam pekerjaan sebagai tukang kayu, pipa ledeng, listrik, atau keahlian
dalam merenovasi rumah dan alat-alat yang diperlukan dan peralatan renovasi rumah, bisa menjadi
bisnis yang ideal untuk dijalankan. Lalu apa yang paling banyak diminati dalam renovasi rumah?
Jawabannya adalah renovasi kamar mandi.

2. Jasa Merawat Binatang Peliharaan dan Produknya


Jasa binatang peliharaan mempunyai permintaan yang tinggi. Terutama para wisatawan yang
membutuhkan jasa penitipan anjing dan kucing. Pemilik yang sering berpergian sering tidak cukup
waktu memberikan pelatihan dan perawatan terhadap peliharaan mereka. Anda dapat menyediakan
layanan tersebut atau bahkan membuka jasa penitipan harian hewan peliharaan.

3. Jasa Katering
Kini jasa katering sudah tidak lagi hanya melayani pernikahan, pameran, seminar, pesta ulang tahun
dan bisnis makan siang kantoran.

Bahkan, saat ini, para pasangan yang berkarier menghabiskan waktunya untuk makan di luar
rumah, dibandingkan memasak sendiri. Jika Anda memiliki bakat memasak dan dapur memadai,
Anda bisa menjalani peluang usaha tersebut. Siapkanlah menu makanan sehat dan bergizi atau
makanan unik untuk orang-orang di sekeliling tempat tinggal Anda. Ini bisa menjadi peluang bisnis
rumahan.

4. Jasa Bersih-Bersih
Masalah asisten rumah tangga (ART) kerap membuat pusing. Sementara ada kebutuhan untuk
selalu membersihkan rumah dan layanan pencucian. Jika Anda pandai mengatur dan merekrut
karyawan, ini merupakan peluang bisnis rumahan yang memiliki potensi yang sangat besar.

5. Perencana Pernikahan
Pernikahan adalah hari yang paling istimewa. Sementara mengurusi pesta pernikahan bukalah hal
yang mudah bagi calon pengantin. Pasalnya menguras waktu dan tenaga. Jika Anda pintar dalam
perencanaan, Anda bisa menjadi perancang pernikahan. Aturlah semua kebutuhan dengan
tanggung jawab.

6. E-commerce
Data MarkPlus Insight menunjukan, pada 2013 pengguna internet di Indonesia mencapai 74,57 juta
jiwa. Nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan sebesar USD1,8 miliar
atau sekitar Rp18 triliun

Ini merupakan peluang bisnis rumah yang ideal, terutama karena e-commerce sangat mudah
dilakukan saat ini. Salah satu tantangan utama untuk operasi bisnis yang sukses e-commerce
adalah menemukan produk yang tepat untuk dijual, serta menyediakan website yang akan membuat
orang ingin membeli barang dari Anda dan bukan dari pesaing.

7. Jasa Kecantikan Panggilan


Peluang bisnis rumahan ini menggabungkan dua tren, yaitu, kecantikan dan kepuasan pelayanan.
Anda bisa memulainya dengan mengambil kursus kecantikan. Selain merias untuk kebutuhan taat
rias, Anda juga dapat menawarkan perawatan menikur, pedikur, pijat atau creambath.

8. Jasa menjahit dan permak


Karena keterbasan waktu, menjahit menjadi kegiatan yang mulai ditinggalkan. Maka permintaan
untuk menyediakan layanan ini akan meningkat. Jika Anda benar-benar terampil dalam menjahit dan
permak pakaian, maka ini merupakan bisnis rumahan yang berpotensi menguntungkan.

Dan bagaimana dengan menggabungkan keterampilan menjahit Anda dengan keinginan menjadi
designer? Cari dan kembangkan kemampuan Anda, seperti mendesain gaun, baju kausal, atau
kostum tematik seperti kostum princess. Lepaskan bakat Anda!

9. Pelatih Olahraga

Menjadi coaching (pembina/pelatih) bisa menjadi pilihan, seperti instruktur yoga dan pelatih senam.
Sebab pola hidup sehat kini sedang dalam tren.

Sebagian orang percaya industri ini akan terus tumbuh. Ingat ketika semua orang ingin memiliki
seorang pelatih kebugaran pribadi? Jika Anda memiliki keterampilan dan kebutuhan untuk melatih,
ini adalah kesempatan bisnis rumahan yang baik. Sebab dapat dilakukan untuk kebutuhan secara
massal maupun secara pribadi.

10. Tanamkan modal


Memulai usaha memang menuntut Anda untuk memiliki sebuah keahlian khusus atau keterampilan.
Jika Anda tidak memiliki keahlian khusus atau keterampilan yang diperlukan untuk peluang bisnis
rumahan tertentu, Anda masih bisa menjadi bagian dari itu.

Cari orang yang menyediakan pelatihan keterampilan yang sesuai dan berinvestasi dalam
bisnisnya. Menjadi investor dapat bermanfaat dalam banyak cara. (Bee)

Malaysia Paling Banyak 'Kirim' Pakaian


Bekas ke Indonesia
Jakarta -Baju-baju bekas yang diselundupkan ke Indonesia paling banyak berasal dari Malaysia.
Pasalnya, di negeri jiran itu, pakaian bekas bukan termasuk barang yang dilarang dijual-belikan.
"Banyak banget baju bekasnya (diselundupkan). Ini belum termasuk yang tidak ditangkap. Kebanyakan
dari Malaysia," katanya kepada detikFinance, Sabtu (17/1/2015).
Sigit menjelaskan, di Malaysia memang pakaian bekas bukan termasuk barang ilegal. Sehingga di
Malaysia pakaian bekas dapat diperjual-belikan dengan bebas termasuk diekspor keluar negeri.
"Di Malaysia itu bukan barang ilegal, di sana barang bekas boleh dijual termasuk diekspor dan akhirnya
masuk ke Indonesia. Di sana kirim ke Indonesia bukan larangan," paparnya.
Sedangkan di Indonesia, pakaian bekas termasuk jenis barang ilegal. Oleh karena itu, petugas Bea Cukai
melakukan penegahan dan pencegahan di wilayah perbatasan yang kerap menjadi pintu masuk pakaian
bekas impor asal Malaysia.
Sigit mengatakan, upaya penyelundupan baju bekas ini, melanggar Surat Keputusan Menteri
Perdagangan dan Koperasi Nomor 28 Tahun 1982 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor yang
melarang importasi pakaian bekas.
"Itu barang ilegal semua. Ilegal. Itu nggak bisa dicuci jadi ilegal. Kemendag (Kementerian Perdagangan)
menyatakan bahwa barang bekas dan pakaian bekas tidak boleh masuk," tegasnya.

Data terbaru di akhir tahun 2014, Direktorat Jenderal Bea Cukai menangkap 18 kali upaya
penyelundupan pakaian bekas yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan.
Rinciannya Kepulauan Riau ada 6 kali, Sumatera Utara 5 kali, dan Aceh 2 kali. Kemudian masing-masing
1 kali yaitu di Batam, Sumatera Selatan, Jabar (Jawa Barat), Kaltim (Kalimantan Timur) dan Sulawesi.

Makanan

Untuk para pemburu makanan ataupun yang tidak suka jajan pasti tahu dengan makanan
"Bakso". Bakso yang berbentuk bulat seperti bola yang terbuat dari daging yang di giling
halus dan campuran tepung tapioka menjadi menu kuliner yang banyak di minati
masyarakat. Bakso merupakan makanan favorit semua kalangan tanpa batasan usia dari
anak-anak hingga orang dewasa. Di Indonesia sendiri sudah menjamur warung bakso dari
wilayah perkampungan hingga kota besar, dari warung pinggir jalan, grobak dorong hingga
rertoran besar ada yang menyediakan bakso dengan resep-resep handalan. Dari
pengamatan saya di Malaysia sendiri , usaha warung bakso sangat menjanjikan
keuntungan yang sangat besar. Apalagi membuka usaha di kawasan asrama pabrik yang
banyak memiliki pekerja Indonesia. Di depan asrama saya sendiri ada warung bakso dan
mie ayam yang sangat di minati anak-anak asrama. Dan ternyata bukan anak asrama saja
yang menjadi pembeli di warung bakso tersebut, tapi banyak orang di luar asarama yang
mengantri untuk dapat menikmati bakso dan mie ayam yang ada di warung emperan
tersebut. Cerita dari seorang temana yang sekarang memiliki warung bakso di kawasan
pulau penang, Malaysia. Omset bersih perbulannya dari satu warung baksonya bisa
mencapai RM10.000 sampai RM15.000 . Padahal dulu beliau hanya seorang buruh
bangunan di Malaysia, setelah mengamati warung bakso depan rumah sewanya di taman
Pelangi Pulau penang yang sangat ramai pengunjung. Dan beliau berfikir untuk membuka
warung bakso dengan kerja sama dengan orang tempatan agar mudah untuk mendapat ijin
usaha. Jadi, di Malaysia usaha warung bakso dapat menjadi peluang bisnis yang bagus.
Jika tidak memiliki warung juga bisa berjualan bakso keliling dengan menggunakan van.
Berjualan dari asarama ke asrama ataupun di wilayah pabrik. Tukang bakso keliling yang
sering datang ke asrama saya juga memeiliki omset yang lumayan, berjualandari jam 5
sore hingga jam 9 malam bisa punya omset RM200 sampai RM300 hanya jualan dengan
beberapa jam saja. Dan tidak bakso saja tetapi kuliner Indonesia juga sudah sangat di
minati masyarakat Malaysia seperti mie ayam, pecal, gado-gado, soto dan ayam penyet
juga menempati cita rasa yang banyak di minati masyarakat di Malaysia.

JAKARTA Pengusaha Malaysia diminta merebut peluang berinvestasi dalam


berbagai bidang bisnis di Indonesia khususnya perkebunan, penyediaan
infrastruktur, perbankan, maritim dan sebagainya karena negara dengan populasi
250 juta orang itu adalah di antara pasar terbesar dunia.

Presiden Dewan Bisnis Malaysia Jakarta (MCJ), Abdul Halim Ashari,


mengatakan Indonesia kini adalah di antara 10 ekonomi terbesar dunia dan
sedang meningkat menjadi lima ekonomi terbesar pada tahun 2020.
Sehubungan itu, ia mendesak pengusaha Malaysia bertindak cepat
mengidentifikasi bidang-bidang yang dapat tersentuh untuk mengembangkan
lagi bisnis mereka di negara tetangga itu.
Menurutnya, satu bidang baru yang bisa ditekuninya adalah industri maritim
yang berpotensi berkembang sejalan dengan keinginan pemerintah Indonesia
untuk memanfaatkan sepenuhnya perairan negara itu yang merupakan 30
sampai 40 persen dari luas Indonesia.
Kedua negara memiliki sejarah bertahun-tahun perdagangan melalui laut.
Dengan adanya berbagai fasilitas dan peningkatan infrastruktur perairan, kita
yakin hubungan dagang melalui laut akan lebih baik lagi dibandingkan tahuntahun 1960an dan 1970an, ujarnya.
Abdul Halim yang juga Presiden PT BW Plantation Tbk, perusahaan minyak
sawit yang diperdagangkan di Pasar Saham Indonesia mengatakan demikian
ketika ditemui pada acara Sepetang Bersama Duta Besar Malaysia di sebuah
hotel terkemuka di sini, Kamis kemarin.
Acara yang diselenggarakan MCJ itu dihadiri oleh Duta Besar Malaysia die
Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan sekitar 200 tamu terdiri
dari pengusaha Malaysia di sini dan pengusaha Indonesia.
MCJ didirikan pada 1990 dengan nama aslinya Kelab Perniagaan Malaysia
bertujuan menyatukan masyarakat bisnis dan rakyat Malaysia yang bekerja di
sini di bawah satu asosiasi untuk meningkatkan hubungan baik dan menjaga
kepentingan bersama.
Menurut Abdul Halim lagi, di antara bidang lainnya yang diidentifikasi
berpotensi dikembangkan adalah layanan mengirim barang atau produk-produk
melalui laut yang akan menguntungkan pengusaha kedua negara.
Sementara itu, Zahrain dalam pidatonya pada acara itu meminta pengusaha
Malaysia memanfaatkan sepenuhnya peluang bisnis di sini dan berusaha
menjaga citra dan posisi Malaysia dalam bidang perdagangan internasional.

Ia juga menyampaikan amanat Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak,
supaya masyarakat bisnis Malaysia melakukan yang terbaik untuk
mempertahankan ekonomi Malaysia khususnya ketika menghadapi krisis
ekonomi dampak penurunan harga minyak dunia. (mohd kamil yusuff/utusan)
Pada akhir bulan ini, genap 5 bulan sudah saya pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk
mencari sesuap nasi dan selembar (eh, tiga lembar dink) tiket. Mungkin sebagian akan
mencibir, ngapain jauh-jauh ke negeri jiran, jadi TKI, wong di Indonesia aja lebih enak. Belum
lagi stereotip bahwa pekerja Indonesia akan menjadi kelas dua, tiga, atau bahkan kelas paling
bawah di Malaysia. Tapi bagi saya, itu justru tantangan tersendiri untuk membuktikan bahwa
orang Indonesia bisa menjadi pekerja yang terhormat.

Hubungan Indonesia - Malaysia kembali memanas. Aksi penahanan terhadap tiga


petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia berbuntut
panjang. Sekelompok massa dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) melempar tinja
ke kedutaan Malaysia di Jakarta.
Aksi tersebut membuat Malaysia marah. Menlu Malaysia Anifah Aman pun
mengeluarkan anjuran (travel advisory) kepada warganya agar berhati-hati ke
Indonesia. Beberapa tokoh Malaysia, seperti Ketua Pemuda UMNO juga melemparkan
protes ke kedutaan Indonesia di Kualalumpur.
Sontak, peringatan Menlu Malaysia justru menuai kecaman dari sejumlah politisi di
Indonesia. Tak pelak bukan cuma urusan demo yang berlanjut, seperti aksi lempar batu
di kedutaan Malaysia oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kemarin.
Namun, aksi kecam-mengecam semakin nyaring.
"Malaysia sebaiknya jangan emosi, Indonesia bisa lebih emosi," kata Sekjen PDIP
Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2010.
Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, sikap Malaysia seolah seperti orang kaya
baru. "Jangan meremehkan Indonesia. Itu justru akan merugikan Malaysia sendiri
dalam jangka panjang." Bahkan, Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta
pemerintah bertindak lebih tegas jika Malaysia benar-benar memperingatkan travel
warning ke Indonesia.

Perang pernyataan antar tokoh kedua negara membuat perselisihan kedua negara
semakin memanas. Tetapi, polemik itu hanya terjadi di dunia politik dan sosial. Di
panggung bisnis, juga perjalanan seperti diperingatkan oleh Menlu malah berjalan
normal, seperti biasanya.
"Saran travel advisory tidak berdampak apa-apa," ujar CEO Air Asia Indonesia,
Dharmadi kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2010. Menurut dia, di
maskapai Air Asia yang melayani rute perjalanan dari Kualalumpur ke kota-kota di
Indonesia, belum terlihat adanya penurunan penumpang warga Malaysia ke Indonesia.
"Orang Malaysia itu sudah seperti orang Indonesia, mereka sudah tahu kita itu seperti
apa," kata Dharmadi. Karenanya, meski hubungan politik memanas, mereka tetap saja
melancong atau melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta, Surabaya, Bandung, atau Bali.
"Mereka kan punya mitra bisnis dan senang main golf di Indonesia yang tersebar
dimana-mana."
Karena itu, dia berkeyakinan hubungan bisnis kedua negara tidak akan terganggu, tetap
akan berlanjut seperti biasa. Bahkan, bukan cuma bos Air Asia yang yakin, melainkan
perusahaan Malaysia di Indonesia juga bersikap demikian.
Bahkan, perusahaan-perusahaan negeri jiran tetap akan melanjutkan ekspansi
bisnisnya di negeri ini. XL Axiata misalnya. Perusahaan operator seluler terbesar ketiga
di Indonesia itu akan terus memperluas jaringannya di Indonesia.
"XL akan mengembangkan layanan seluler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
Indonesia," kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL
kepadaVIVAnews di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.
Belum lama ini, Petronas juga menyatakan tetap akan ekspansi ke pasar Indonesia,
meski sentimen nasionalisme kerap mengganggu. Indonesia sangat prospek, kami ingin
memperkuat pasar di Indonesia," kata Danny Wahab, Manager Komunikasi Korporat
Petronas Lubricants International Sdn Bhd baru-baru ini.
Air Asia, XL dan Petronas hanya contoh dari perusahaan Malaysia yang mencari pasar
di sini. Di luar itu, ada produsen otomotif Proton, grup perkebunan Sime Darby,

perusahaan jalan tol Plus Express Way, perbankan CIMB Niaga dan BII, serta sejumlah
perusahaan lainnya.
Bagi Malaysia, dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa, Indonesia memang merupakan
pasar yang gemuk, ketimbang penduduk Malaysia yang hanya 27 juta jiwa.
Beberapa perusahaan negeri jiran itu malah untung besar. Sebut saja misalnya XL
Axiata. Pada 2009, XL mencatat laba bersih Rp1,7 triliun, meningkat sangat pesat
setelah rugi Rp15,1 miliar pada 2008. "Tetapi, laba XL tidak dibawa ke Malaysia," ujar
Febriati.
Demikian halnya dengan CIMB Niaga. Berdasarkan data laporan keuangan per 30 Juni
2010, CIMB Niaga meraup laba Rp1,1 triliun hanya satu semester. Aset bank milik
perusahaan Malaysia melejit menjadi Rp126,33 triliun, menjadi bank nomor lima
terbesar di Indonesia. Dana yang dihimpun dari nasabah juga sangat besar Rp106,17
triliun.
Dengan kondisi seperti itu, Tjahjo Kumolo mengingatkan Malaysia jangan berlebihan
terhadap Indonesia. "Soal menarik TKI tak ada masalah. Tapi ingat, Malaysia punya
aset di sini," kata Tjahjo.

MLM

Usaha Sampingan Paling Banyak Diminati


Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara di kawasan Asia Tenggara yang paling banyak
peminatnya terhadap bisnis MLM. Di negara inilah yang selalu menjadi bidikan MLM-MLM yang berasal
dari USA, dan di Indonesia ini pastilah ada leader besar yang dapat menangkap peluang dari bisnis
tersebut.
Bisnis MLM saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, apalagi dengan semakin
dikenalnya teknologi internet di masyarakat, informasi mengenai bisnis MLM ini menjadi sangat cepat
sekali menyebar ke berbagai daerah.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis MLM saat ini paling banyak diminati, yaitu :

Dengan modal yang kecil bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Dengan cermat
dalam memilih MLM maka anda pun akan bisa mendapatkan penghasilan yang besar

untuk anda. Hal ini sudah banyak yang membuktikannya.


Semakin mudahnya dalam menjalankan bisnis MLM ini. Bisnis MLM saat ini semakin
memberikan kemudahan, bisa dikerjakan dari rumah dan dengan kesediaan waktu

yang kecil sekalipun.


Tidak adanya syarat khusus yang diharuskan untuk menjadi anggota dari sebuah

MLM. Jika dana anda sudah siap, maka anda pun bisa memulainya kapan saja.
Tidak diperlukannya tempat dan stock barang untuk memulai bisnis MLM ini. Dengan
bisnis MLM ini anda akan dapat menjual barang dengan cepat dan mudah.

Kunci untuk kelancaran dan terhindar dari kegagalan bisnis MLM ini yaitu dengan memilih usaha MLM
serta upline yang tepat dan dapat menyupport terhadap bisnis yang anda geluti tersebut.