Anda di halaman 1dari 31

APENDISITIS PERFORASI

Narasumber:
dr. R. Deden Sucahyana, Sp.B, M.Kes
Pendamping:
dr. Neneng Tresna Imawati
Presentan:
dr. Haryadi Dwi Putra

Identitas Pasien

Ny.

M / 29 tahun / Perempuan / Jl.


Darajingga No.14 Rt.06, Rajawali / 20
Juni 2015

Anamnesis
Keluhan

Utama :
Nyeri perut kanan bawah sejak 5 jam
SMRS

Keluhan Tambahan :
Demam (-), muntah (-), gangguan BAB
dan BAK (-)

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang keluhan nyeri pada perut kanan
bawah sejak 5 jam SMRS.
Nyeri muncul tiba-tiba, dirasakan terus
menerus dan memberat jika bergerak.
Awalnya pasien merasa tidak nyaman pada
daerah ulu hati dan mual tetapi tidak ada
muntah, kemudian nyeri berpindah pada perut
kanan bawah.
Gangguan pada BAB dan BAK disangkal.
Pasien mengaku tidak sedang hamil dengan
HPHT 25 Mei 2015.

Riwayat

penyakit dahulu:
Riwayat hipertensi (-), jantung (-),
asma (-), riwayat kecelakaan (-),
riwayat ITP (+).

Riwayat Penyakit Keluarga:


Riwayat hipertensi (-), jantung (-),
asma (-), diabetes mellitus (-)

Pemeriksaan Fisik
Berat

Badan
:
Tanda vital:
Frekuensi nadi
Tekanan Darah
Frekuensi napas
Suhu Tubuh
:
Saturasi O2
:

58 Kg
: 82 kali/menit
: 110/80 mmHg
: 22 kali/menit
36,5 C
99%

Status Generalisata
Kepala

: Normocephali
Mata : Conjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/ Telinga : Normotia, sekret -/ Hidung : Napas cuping hidung -/-, sekret -/ Leher : Kelenjar getah bening tidak teraba
membesar, JVP 5-2 cmH2O
Thorax :

Cor : BJ I dan II reguler, murmur (-), gallop


(-)

Pulmo : Suara nafas vesikuler, rhonki -/-,


wheezing -/ Abdomen : Bentuk datar, supel, BU (+),
nyeri tekan (+) Mcburney, Nyeri lepas (+),

STATUS LOKALIS
a/r

Right Lower Quadrant (RLQ) Abdomen

Inspeksi
Datar
Tidak tampak kemerahan/luka/bekas operasi
Palpasi
Massa (-)
Nyeri tekan (+) dan nyeri lepas (+) di McBurney,
Rovsings sign (-); psoas sign (+); Blomberg sign(-)
Defense muscular (-)

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan

pk.12.24)

laboratorium (20 Juni 2015,

Pemeriksaaan

Hasil

Nilai rujukan

Satuan

Hematologi

Hemoglobin

11.5

11-16

g/dL

Hematokrit

34.50

40-54

Leukosit

15.1

4-11

ribu/ul

Trombosit

88

150-450

ribu/ul

Eritrosit

3.8

4.5-6

juta/ul

MCV/MCH/MCHC

MCV

78.3

80-100

Fl

MCH

24.4

26.0-34.0

Pg

MCHC

31

32.0-36.0

g/dl

RDW-CV

14.9

11-16

LED

0-10

mm/jam

CT

3-6

BT

1-3

Golongan darah

Mixed (Eo/Mo/Ba)

3.4

0-10

mm/jam

Limfosit

5.2

20-40

Neutrofil

91.4

40-70

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan
Jenis Pemeriksaan
Warna
Kejernihan
BJ
PH
Protein
Glucosa
Keton
Darah/Hb
Bilirubin
Urobilinogen
Nitrit
Esterase Leukosit
Sedimen
Leucosit
Eritrosit
epitel
silinder
kristal
Bakteri
Sedimen Pewarnaan
Test Kehamilan
GM test
GM titer

urinalisa lengkap (21 Juni 2015)


Hasil
Kuning Muda
Jernih
1.025
6.0
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif

1-2
1-2
(+)
U.Acid 1-2

(-) Negatif

Normal
Kuning Muda
Jernih
1.003 - 1.030
5.0 - 8.0
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif

0 1 / lpb
(-) Negatif
(-) Negatif
(-) Negatif

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan

USG (20 Juni 2015)


Kesan: Hepar, KE Pankreas, Lien, Ginjal, Uterus
dan Vesica Urinaria normal.

DIAGNOSA

Apendisitis Perforasi

PENATALAKSANAAN
Medikamentosa:
IVFD Ringer Laktat + Ketorolac 30mg 20
tpm
Inj. Ranitidin 2 x 1 amp
Inj. Ceftriaxon 2 x 1gr

PROGNOSIS
Ad

vitam
: Dubia ad bonam
Ad functionam : Dubia ad bonam
Ad sanationam
: Dubia ad bonam

Follow up
Tanggal

21/06/2015

Nyeri Berkurang

Kesadaran: CM
Tanda vital:
TD : 110/70 mmHg
Nadi: 80 kali/menit
Nafas: 20 kali/menit
Suhu: 36.5 C
NT (+) Mcburney

Apendisitis Perforasi + ITP

Terapi dr. Deden,Sp.B :


-

IVFD RL + Ketorolac 20tpm

Inj. Ranitidin 2x1 amp

Ceftriaxon 2x1gr

Metronidazol 3x500mg iv drip

Metilprednisolon 3x1 tab

Rujuk ke RSU Raden Mattaher

ANALISA KASUS
Pasien

Ny.M, 29 tahun didiagnosa


apendisitis perforasi.
Anamnesa :
nyeri pada perut kanan bawah, muncul tiba-tiba,
terus menerus dan memberat jika bergerak.
rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati dan mual
gangguan BAB dan BAK (-).
Hamil (-) HPHT 25 Mei 2015
pemeriksaan

fisik :

nyeri tekan (+) Mcburney, Nyeri lepas (+), defans


muskular (-)
Psoas Sign (+), Rovsing sign (-), Blomberg sign (-)

Penyebab

Akut Abdomen Berdasarkan


Sistem Organ :
Sistem Organ
Gastrointestinal

Hepatobilier,
lien

pankreas

Penyakit
Apendisitis, ulkus peptikum perforasi,
obstruksi
usus,
perforasi
usus,
iskemia usus, divertikulitis kolon,
divertikulitis Meckel, inflammatory
bowel disease

dan Pankreatitis akut, kolesistitis akut,


kolangitis akut, hepatitis akut, abses
hati, ruptur atau hemoragik tumor
hepar, ruptur lien

Urologi

Batu ureter, pielonefritis

Retroperitoneal

Anuerisma
aorta,
retroperitoneal

Ginekologi

Ruptur kista ovarium, torsi ovarium,


kehamilan
ektopik
terganggu,
salpingitis
akut,
piosalfing,
endometritis, rupture uterus

perdarahan

Diagnosis banding apendisitis pada


wanita usia muda lebih banyak
berhubungan dengan kondisi-kondisi
ginekologik.
Infeksi

panggul
Kehamilan di luar kandungan
Kista ovarium terpuntir
Endometriosis eksterna
Urolitiasis

Skor Alvarado
Gejala

Tanda

Laboratorium

Manifestasi

Skor

Adanya migrasi nyeri

Anoreksia

Mual/muntah

Nyeri perut kanan bawah

Nyeri lepas

Febris

Leukositosis
2
Hitung jenis leukosit Shift to the
1
left

Total poin

10

Pada pasien didapatkan skor alvarado 7 yaitu :

Adanya migrasi nyeri (1)


Mual/muntah (1)
Nyeri perut kanan bawah (2)
Nyeri lepas (1)
Leukositosis (2)

PENATALAKSANAAN
Untuk pasien yang dicurigai Appendisitis :
Puasakan
Berikan analgetik dan antiemetik jika diperlukan
Pertimbangkan DD/ KET terutama pada wanita usia
reproduksi.
Berikan antibiotika IV pada pasien dengan gejala
sepsis dan yang membutuhkan Laparotomy

appendisitis tanpa operasi bagi


mereka yang sulit mendapat intervensi operasi
atau bagi mereka yang memiliki resiko tinggi
untuk dilakukan operasi
Antibiotika preoperative
Perawatan

Diberikan antibiotika broadspectrum oleh ahli bedah.


Biasanya digunakan antibiotik kombinasi, seperti
Cefotaxime dan Clindamycin, atau Cefepime dan
Metronidazole.

TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi

ETIOLOGI
Appendisitis disebabkan karena adanya
obstruksi pada lumen appendiks.
Penyebab

dari obstruksi appendiks

meliputi:
Fecalith (tersering)
Hiperplasia folikel lymphoid
Carcinoid atau tumor lainnya
Benda asing (pin, biji-bijian)
Ulserasi mukosa oleh parasit

TANDA DAN GEJALA


Gejala Appendicitis Akut

Frekuensi (%)

Nyeri perut

100

Anorexia

100

Mual

90

Muntah

75

Nyeri berpindah

50

Gejala

sisa

klasik

(nyeri

periumbilikal

kemudian

anorexia/mual/muntah kemudian nyeri berpindah ke 50


RLQ kemudian demam yang tidak terlalu tinggi)

*-- Onset gejala khas terdapat dalam 24-36 jam

PEMERIKSAAN FISIK
Secara klinis, dikenal beberapa manuver
diagnostik:
Rovsings sign
Psoas sign
Obturator sign
Blumbergs sign
Wahls sign
Baldwin test
Defence musculare
Nyeri pada daerah cavum Douglas bila ada
abscess di rongga abdomen atau Appendix
letak pelvis.
Nyeri pada pemeriksaan rectal tooucher.

Skor Alvarado

Gejala

Tanda

Laboratorium

Total poin

Manifestasi

Skor

Adanya migrasi nyeri

Anoreksia

Mual/muntah

Nyeri RLQ

Nyeri lepas

Febris

Leukositosis

Shift to the left

1
10

Keterangan:

0-4 : kemungkinan Appendicitis kecil


5-6 : bukan diagnosis Appendicitis
7-8 : kemungkinan besar Appendicitis
9-10 : hampir pasti menderita Appendicitis

Bila skor 5-6 dianjurkan untuk diobservasi di rumah sakit, bila


skor >6 maka tindakan bedah sebaiknya dilakukan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Pemeriksaan

urinalisis
Ultrasonografi
CT scan

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding dari Appendicitis dapat
bervariasi tergantung dari usia dan jenis
kelamin.
Pada anak-anak balita : intususepsi,
divertikulitis, dan gastroenteritis akut.
Pada anak-anak usia sekolah : gastroenteritis,
konstipasi, infark omentum.
Pada pria dewasa muda : Crohns disease,
kolitis ulserativa, dan epididimitis.
Pada wanita usia muda : pelvic inflammatory
disease (PID), kista ovarium, dan infeksi
saluran kencing.
Pada usia lanjut : keganasan dari traktus
gastrointestinal dan saluran reproduksi,
divertikulitis, perforasi ulkus, dan kolesistitis.

KOMPLIKASI
Beberapa

komplikasi yang dapat

terjadi :
Perforasi Keterlambatan penanganan
merupakan alasan penting terjadinya
perforasi.
Peritonitis Peradangan peritoneum
merupakan penyulit berbahaya yang dapat
terjadi dalam bentuk akut maupun kronis.

PENATALAKSANAAN
Untuk pasien yang dicurigai Appendisitis :
Puasakan
Berikan analgetik dan antiemetik jika diperlukan untuk
mengurangi gejala
Penelitian menunjukkan bahwa pemberian analgetik tidak
akan menyamarkan gejala saat pemeriksaan fisik.
Pertimbangkan DD/ KET terutama pada wanita usia
reproduksi.
Berikan antibiotika IV pada pasien dengan gejala sepsis dan
yang membutuhkan Laparotomy
Perawatan

appendisitis tanpa operasi

Penelitian menunjukkan pemberian antibiotika intravena


dapat berguna untuk Appendicitis acuta bagi mereka yang
sulit mendapat intervensi operasi (misalnya untuk pekerja di
laut lepas), atau bagi mereka yang memilki resiko tinggi
untuk dilakukan operasi
Rujuk ke dokter spesialis bedah.

Antibiotika

preoperative

Pemberian antibiotika preoperative efektif untuk menurunkan


terjadinya infeksi post opersi.
Diberikan antibiotika broadspectrum dan juga untuk gram
negative dan anaerob
Antibiotika preoperative diberikan dengan order dari ahli
bedah.
Antibiotik profilaksis harus diberikan sebelum operasi dimulai.
Biasanya digunakan antibiotik kombinasi, seperti Cefotaxime
dan Clindamycin, atau Cefepime dan Metronidazole.
Teknik

operasi Appendectomy

Open Appendectomy
Laparoscopic Appendectomy

TERIMA KASIH