Anda di halaman 1dari 2

Biografi R.

Otto Iskandar Dinata

Tempat/Tgl. Lahir
Tempat/Tgl. Wafat
SK Presiden
Gelar

: Bandung, 31 Maret 1987


: Banten, 20 Desember 1945
: Keppres No. 088/TK/1973, Tgl. 6 November 1973
: Pahlawan Nasional

Otto Iskandar Dinata merupakan anak


ketiga dari sembilan saudara, putra dari
Nataatmaja. Sejak bersekolah di HIS
Bandung, ia dikenal berani dan jujur.
Setelah lulus, la melanjutkan ke
Kweekschool Onderbouw (sekolah guru
dasar) di Bandung, lalu Hogere
Kweekschool (sekolah guru atas) di
Purworejo. Setelah lulus, Otto menjadi
guru HIS di Banjarnegara, lalu HIS Bandung dan Perkumpulan
Perguruan Rakyat pada Juli 1920.
Di sini, Otto Iskandar Dinata mulai aktif terlibat politik
dengan bergabung dalam Budi Utomo. Saat menjadi guru sekolah
Muhammadiyah di Jakarta, ia menjadi pengurus Paguyuban
Pasundan. Pada Desember 1929, beliau menjadi ketua organisasi
tersebut. Pada masa kepemimpinannya, paguyuban itu mengalami
kemajuan pesat dan berubah menjadi gerakan politik. Paguyuban
Pasundan memusatkan perjuangan di Volksraad. Sebagai anggota
Volksraad mewakili Paguyuban Pasundan (1931- 1934), Otto
Iskandar Dinata dikenal kritis. Pidato-pidatonya selalu tajam
mengumandangkan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka
sehingga dijuluki sebagai Jalak Harupat. Selain aktif berpolitik,

Otto juga menekuni hobi sepak bola dan menjadi salah satu
pelopor berdirinya PSSI.
Otto Iskandar Dinata kemudian menjadi anggota BPUPKI dan
PPKI pada tahun 1945. Selain ikut merancang UUD 1945, pada 19
Agustus 1945, ia mengusulkan agar Sukarno-Hatta dipilih sebagal
presiden dan wakil presiden yang disetujui secara aklamasi.
Setelah proklamasi, Otto diangkat menjadi menteri keamanan
negara. Situasi saat itu penuh dengan gejolak, para pemuda dan
pejuang
membutuhkan
senjata untuk
mempertahankan
kemerdekaan. Otto sebagai Menteri Keamanan pun melakukan
negosiasi dengan Jepang agar menyerahkan senjata. Namun,
Jepang yang dalam situasi dilematis menolaknya. Di tengah situasi
ini, Otto Iskandar Dinata diculik pada Oktober 1945 dan baru
diketahui telah meninggal pada Desember 1945. Beliau ternyata
telah dibunuh di Pantai Mauk, Tangerang. Jenazah beliau tak
pernah ditemukan.
Otto Iskandar Dinata merupakan salah satu orang yang
pertama memomulerkan kata Indonesia Merdeka dan kemudian
disingkat menjadi Merdeka