Anda di halaman 1dari 15

Abses Hati

Kelompok V

Abses Hati
Rongga berisi nanah pada hati
disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit,
jamur atau nekrosis steril

Infeksi bersumber dari GIT ditandai


dengan proses supurasi + pembentukan
pus dalam parenkim hati

Etiologi

Gejala

Pemeriksaan penunjang
1. Laboratorium
- Anemia
- Leukositosis pergeseran ke kiri
- LED
- ALP , Transaminase
- Albumin serum
- Waktu prothrombin memanjang

2. Pungsi abses Entamoeba histolytica


3. Tes serologis:
IHA, lateks aglutinasi, uji komplemen,
ELISA

Foto

thorax

Diafragma

kanan tinggi
Paru dapat terjadi efusi pleura

USG

Gambaran hypoechoic karena terjadi


nekrosis likuifakta

CT

Scan

Tatalaksana Abses Hati


Pyogenik
Prinsip = antibiotika yang tepat, drainase pus dan
terapi terhadap penyakit dasar yang
menyebabkan terjadinya AHP.
1.Antibiotika spektrum luas : golongan
amoksisilin, aminoglikosida dan metronidazol
atau cefalosporin generasi 3 dan metronidazol
2.Drenase percutan untuk konfirmasi diagnosis
dengan memeriksa kultur pus dan sensitivitas
bakteri
KI : gangguan pembekuan darah, aspirasi tidak
didapatkan pus, tidak kooperatif dan lokasi abses
sulit dijangkau.

3. Terapi pembedahan :
- jika terjadi kegagalan dalam pengelolaan
secara non operative (komplikasi
perdarahan dan kebocoran pus saat
drainase percutan)
- Atasi penyakit dasar yang mendasari AHP
Indikasi :
a) AHP yang mengalami ruptur ke
intraperitoneal
b) Abses multipel dan abses yang
sebabkan obstruksi sal. empedu

4. Reseksi hati
- AHP tunggal atau multipel yang
menyebabkan kerusakan hati
- Atrofi hati + obstruksi bilier akibat
striktur dan hepatolithiasis
- AHP yg disebabkan peny. radang kronik
granulomatous

Tatalaksana Abses Hati


Amubik
1.

2.

Metronidazol
(+) perbaikan dalam 48-72 jam
lanjutkan
(-) perbaikan metronidazol + emetine
atau dehydroemetine.
Aspirasi perkutis /drainase bedah
Jika gejala menetap >1 minggu &
gambaran radiologi menunjukkan kista
yang tetap ada setelah terapi antibiotika