Anda di halaman 1dari 22

.

OTOT

Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan
jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Sel otot memiliki struktur filamen
dalam sitoplasma, bentuk selnya memanjang agar dapat melangsungkan perubahan sel
menjadi pendek.

Ada 3 macam otot yang digolongkan berdasarkan struktur dan fungsinya:


1. Otot polos
2. Otot seran lintang
3. Otot jantung

1. Otot Polos

Jenis otot ini disebut juga sebagai otot tidak lurik atau otot involunteer. Otot polos
terutama terdapat di bagian viseral, membentuk bagian kontraktil pada dinding saluran
cerna sejak pertengahan esofagus sampai ke anus, termasuk saluran keluar kelenjar yang
berhubungan dengan sistem ini. Otot ini terdapat pada system pernapasan, system
reproduksi, arteri, vena, pembuluh limfe yang besar, dermis, iris, dan korpus siliaris pada
mata. Pada tempat-tempat ini otot polos berfungsi mengatur dan mempertahankan garis
tengah lumen dari visera berongga.
Sel-sel otot polos dapat tersusun tersebar atau membentuk berkas memanjang atau
sebagai lembaran. Sel otot polos berbentuk gelendong, meruncing di kedua ujungnya, dan
mempunyai bagian tengah yang lebih lebar, tempat letak intinya. Ukuran tergantung
tempatnya, sekitar 15-20 μm pada pembuluh darah kecil sampai 0,2 mm dengan tebal
6μm. Pada dinding rahim yang sedang mengandung sel-sel otot membesar dan
memanjang sampai 0,5 mm.
Sitoplasma untuk sel otot disebut sarkoplasma mengandung sepasang sentriol. Dalam
sitoplasma terdapat butir-butir glikogen yang penting sebagai sumber energi. Seperti sel–
sel lainnya, sel otot diselubungi oleh membran plasma yang dinamakan sarkolema. Untuk
nutrisi jaringan otot diperlukan pembuluh darah yang bercabang-cabang masuk di antara
berkas-berkas otot.

Persarafan

Agar dapat berkontraksi maka jaringan otot membutuhkan rangsangan dari ujung-ujung
saraf. Oleh Bozler dibedakan 2 tipe:

1. Tipe multi unit


Apabila tiap otot polos mendapatkan rangsangan dari ujung-ujung saraf yang berasal dari
sebatang serabut saraf sehingga setiap sel otot mendapat impuls dalam waktu bersamaan,
akibatnya kontraksi dapat berlangsung bersamaan. Misalnya terdapat pada iris, arteri
besar, dan duktus deferens.

2. Tipe viseral
Dalam seberkas otot tidak semuanya mendapatkan ujung saraf tetapi rangsangan akan
diteruskan ke otot-otot yang berdekatan melalui hubungan yang mirip gap junction.

Struktur Halus Sel Otot

Sarkoplasma di dekat inti mengandung sejumlah mitokondria halus, mikrotubuli,


granular endoplasmic reticulum dan kelompok-kelompok ribosom bebas. Kompleks golgi
menempati didekat salah satu ujung inti. Dalam sarkoplasma terdapat berkas-berkas
filamen yang membentuk miofibril.

Ada 2 jenis miofilamen, yaitu:


1. Miofilamen halus
2. Miofilamen kasar

Kedua jenis miofilamen ini berjalan sejajar sumbu sel otot polos. Diantara berkas-berkas
miofilamen terlihat mitokondria. Apabila dilihat berkas-berkas gabungan miofilamen
halus dan miofilamen kasar maka mereka tidak membentuk pola yang teratur namun
tersebar di seluruh sel. Sarkolema menunjukkan lekukan ke dalam yang dinamakan
kaveola pada pengamatan dengan M.E.

Asal, pertumbuhan, dan regenerasi

Sebagian besar otot polos dibentuk melalui perkembangan sel-sel mesenkim. Dalam
hubungannya dengan beberapa kelenjar dan saluran keluarnya seperti kelenjar-kelenjar
liur, kelenjar keringat, dan kelenjar lakrimal ada sel dengan banyak ciri khas otot polos
yang berkembang dari ektoderm dan disebut sel mioepitel. Sel otot polos dapat
bertambah ukurannya akibat rangsangan fisiologis (misalnya dalam rahim selama
kehamilan) dan akibat rangsangan patologis (misalnya dalam arteriol pada hipertensi).
Pada keadaan dewasa dianggap bahwa sel otot polos berasal dari jaringan pengikat yang
belum mengalami diferensiasi lanjut.

2. Otot Seran Lintang

Otot seran lintang atau otot rangka terdiri atas serat-serat otot, berkas sel yang sangat
panjang sampai 30 cm, silindris, dan berinti banyak dengan garis tengah 10-100μm. Inti
lonjong umumnya terletak pada tepi sel di bawah membran sel. Lokasi yang khas ini
membantu dalam membedakan otot rangka dari otot jantung dan otot polos yang
keduanya memiliki inti di tengah. Otot ini ditemukan di lidah, diafragma, dinding
pangkal esophagus, dan sebagian otot wajah.
Sebagian besar dari sel otot rangka yang berbentuk serabut membentuk berkas-berkas
yang digabungkan oleh jaringan pengikat. Jaringan pengikat tipis yang melapisi setiap
serabut otot melanjutkan diri sebagai pembungkus berkas yang terdiri atas beberapa
serabut otot mengandung pembuluh darah kecil. Selubung jaringan pengikat tersebut
dinamakan endomisium. Berkas otot tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang
lebih besar oleh jaringan pengikat yang lebih tebal dinamakan perimisium. Berkas-berkas
tingkat kedua tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang lebih besar oleh jaringan
pengikat dinamakan epimisium.
Apabila otot seran lintang diperiksa tanpa alat pembesar, kadang-kadang tampak adanya
perbedaan warna pada serabut-serabutnya. Dengan pembesaran tampak bahwa serabut-
serabut otot yang berwarna merah berkelompok diantara serabut otot yang berwarna
putih (pucat) yang berukuran lebih besar.

Gautier membedakan 3 jenis serabut otot dengan pewarnaan khusus :

• serabut otot merah,


• serabut otot putih,
• serabut otot peralihan

Serabut otot merah yang lebih kecil ternyata lebih banyak mengandung mitokhondria,
mioglobin, dan banyak pembuluh darah diantara serabut-serabutnya.
Pada tingkat pengamatan dengan M.E., serabut otot merah ternyata memiliki lempeng Z
lebih tebal, lebih kompleksnya struktur sarcoplasmic reticulum pada daerah lempeng Z,
mitokondria berukuran lebih besar dan terletak berderet-deret diantara miofibril kalau
dibandingkan serabut otot putih. Serabut otot peralihan memiliki sifat-sifat diantara
serabut otot merah dan serabut otot putih.

Macam-macam serat otot seran lintang:

1. Serat merah, serat ini berdiameter relatif kecil, dengan banyak sarkosom besar yang
penuh krista. Sarkosom-sarkosom itu terkumpul di bawah sarkolema dan berderet-deret
memanjang diantara miofibril.

2. Serat putih, merupakan bagian terbesar dari otot ”putih” dan seratnya lebih besar.
Sarkosom-sarkosom yang lebih kecil terdapat berpasangan sekitar garis Z, dan garis Z
disini hanya setengah lebarnya garis Z pada serat merah.

3. Serat menengah, serupa serat merah, terdapat pada otot merah, tetapi sarkosomnya
lebih kecil dan garis Z-nya lebih tipis. ”Myoneural junction” (taut mioneural) bersifat
lebih kompleks pada serat putih, dan penyebaran berbagai jenis serat didalam suatu otot
agaknya dipengaruhi oleh sistem saraf. Serat merah berkontraksi lebih lambat jika
dibandingkan dengan serat putih dan lebih tahan berkontraksi lama, walaupun sebenarnya
ada 2 jenis serat merah, dan salah satunya berkontraksi lumayan cepat. Serat menengah
yang secara morfologi mirip serat merah, lebih mirip serat putih dalam hal kecepatan
kontraksinya.

Struktur mikroskopis
Sel otot seran lintang merupakan sel panjang yang berinti banyak dengan ketebalan yang
sama di seluruh panjangnya yang berukuran sekitar 10-100 μm.
Sangat khas adalah gambaran pada potongan membujur terhadap sumbu panjang
serabutnya oleh karena segera tampak gambaran garis-garis melintang yang dipisahkan
oleh garis-garis pucat di sepanjang serabut. Gambaran ini disebabkan oleh adanya
miofibril-miofibril dalam sarkoplasma yang bersifat membias kembar silih berganti
dengan yang biasa, seluruhnya sejajar memenuhi serabut.
Ketebalan miofibril bervariasi namun tidak akan melebihi ukuran 2-3 μm. Penyebaran
miofibril dalam sarkoplasma akan jelas pada potongan melintangnya. Biasanya
membentuk kelompok-kelompok yang pada potongan melintang tampak sebagai
kelompok titik-titik yang dinamakan sebagai Area Cohneim.
Di bawah sarkolema sepanjang serabut otot tampak inti yang berbentuk sebagai
kumparan, sehingga apabila serabut tersebut terpotong membujur sebagian besar inti
tampak tersebar di tepi dibawah sarkolema.

Struktur halus otot seran lintang


Pada pengamatan secara seksama dengan M.E., ternyata apa yang dimaksudkan dengan
sarkolema oleh para pengamat dengan mikroskop cahaya sebenarnya terdiri atas:
a. Plasmalemma yang strukturnya sebagai unit membrane.
b. Lapisan pembungkus ekstraseluler yang bahannya seperti lamina basalis
c. Anyaman halus serabut-serabut retikuler
Serabut otot seran lintang sebagaimana dengan sel lain, dalam sitoplasmanya
mengandung berbagai macam organela, namun kesemuanya disesuaikan dengan fungsi
serabut otot yang mampu berkontraksi.
Mithokondria berukuran besar dengan banyak sekat-sekat di dalamnya, terletak
memanjang berderet-deret sepanjang serabut dibawah sarkolema dan diantara miofibril.
Kompleks Golgi terdapat lebih dari satu menempati di dekat setiap inti.
Miofibril merupakan seberkas komponen berbentuk filamen yang lebih halus dan panjang
dari filamen itu sendiri tidak sepanjang miofibrilnya.

Filamen tersebut seperti halnya dalam otot polos terdiri atas 2 jenis yang berbeda dalam
ketebalan dan ukuran panjangnya yaitu:
1. Miofilamen tebal : Ketebalan 100Ǻ dan panjang 1,5μm
2. Mikrofilamen halus : Ketebalan 50Ǻ dan panjang 2μm

Garis melintang tidak lain berbentuk cakram atau lempeng, oleh karena garis-garis
melintang yang terlihat pada potongan memanjang serabut otot menempati seluruh
ketebalan serabut. Oleh karena itu istilah garis sering diganti dengan lempeng atau
cakram.

Dibedakan 2 macam lempeng yaitu:

1. Lempeng A
Lempeng A dapat membias kembar sinar polarisasi. Sediaan otot dengan pewarnaan H.E
memperlihatkan warna merah. Ditengah-tengah lempeng A terdapat sebuah lempeng
yang lebih sempit yang jernih, yaitu lempeng H dan lempeng ini terbagi lagi oleh
lempeng yang gelap, yaitu lempeng M.

2. Lempeng I
Lempeng I sendiri hanya terbagi oleh sebuah lempeng yang lebih tipis dan berwarna
gelap ditengah sebagai lempeng Z. Kadang-kadang pada lempeng I didekat perbatasan
dengan lempeng A terlihat sebuah lempeng N dilihat sepanjang serabut otot yang
dihubungkan dengan kemampuan kontraksinya, maka selama kontraksi lempeng Z relatif
tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu miofibril dibagi-bagi menjadi satuan
kontraksi yang disebut sarkomer yang dibatasi oleh lempeng Z.

Didalam sebuah miofibril, sejumlah miofilamen halus yang panjangnya 2 μm berpangkal


pada lempeng Z dan meluas kesetengah lempeng I dan sebagian dari lempeng A sampai
batas lempeng H. Dengan demikian lempeng H dibatasi oleh ujung-ujung miofilamen
halus dari kedua belah pihak. Sedangkan miofilamen tebal yang berada sebagian diantara
miofilamen halus, perluasannya dalam satu sarkomer mulai dari batas lempeng I disatu
pihak sampai batas lempeng I di pihak lain
Hubungan antara miofilamen halus dengan miofilamen tebal dapat lebih dipahami pada
potongan melintang melalui lempeng A dekat perbatasan dengan lempeng I. Pada
potongan tersebut terlihat bahwa sepotong miofilamen tebal dikelilingi secara teratur oleh
6 batang miofilmen halus dan sebaliknya setiap batang miofilamen halus sendiri
dikelilingi oleh 3 batang miofilamen tebal lainnya.diantara kedua miofilamen tersebut
dihubungkan oleh molekul-molekul berbentuk batang pendek yang merupakan bagian
dari miofilamen tebal sebagai kait-kait yang dinamakan cross bridge.
Organela lain dalam sitoplasma yang terlibat dalam proses kontraksi yaitu sarcoplasmic
reticulum yang tidak lain adalah smooth reticulum pada sel-sel biasa. Sarcoplasmic
reticulum merupakan anyaman rongga pipih yang dibatasi membran yang mengelilingi
miofibril.

Komponen lain dalam sarkoplasma


Dalam sarkoplasma ditemukan glikogen dalam jumlah yang banyak dalam bentuk butir-
butir kasar. Bahan ini dipergunakan sebagai persediaan energi.
Komponen lain yaitu mioglobin yang merupakan pigmen seperti hemoglobin dalam
eritrosit yang digunakan untuk mengikat oksigen.

Mekanisme kontraksi

Oleh Huxley dijelaskan bahwa pada waktu proses kontraksi miofilamen halus di kedua
pihak dalam sebuah sarkomer menyusup mendekati ujung-ujung miofilamen halus di
pihak lain diantara miofilamen tebal disekelilingnya. Oleh karena miofilamen halus
bertumpu pada lempeng Z, maka berakibat pada lempeng Z saling mendekat sehingga
pada waktu berkontraksi, sarkomer diseluruh serabut memendek. Jika seluruh sarkomer
memendek, maka seluruh serabut memendek pula. Dari hipotesis ini jelaslah bahwa
kontraksi disebabkan kemampuan saling tarik antara dua macam miofilamen yang
diwujudkan sebagai saling menggesernya miofilamen sedemikian rupa sehingga terdapat
perlekatan yang maksimal dari masing-masing permukaan.
Proses yang berlangsung sebelum terjadinya kontraksi:
Tonjolan miofilamen tebal mengadakan kontak dengan molekul aktin
Arah miring dari tonjolan tersebut menyebabkan adanya gerakan miofilamen tebal dan
miofilamen halus dalam arah yang berlawanan
Gerakan miofilamen menyebabkan pergeseran antara filamen-filamen sehingga miofibril
memendek
Selama pergeseran, terjadi rangkaian peristiwa hubungan antara cross bridge dengan
miofilamen halus diselingi dengan pelepasannya, sampai ujung-ujung miofilamen halus
saling mendekat.
Akibat rangkaian peristiwa diatas, miofilamen halus bergeser menyusup ke dalam
lempeng A sehingga tampak sebagai fenomena berikut: lempeng H dan lempeng I
menyempit disertai saling mendekatnya lempeng Z sehingga sarkomer memendek.

Regenerasi otot seran lintang

Sesudah mengalami kerusakan, serat otot memiliki kapasitas terbatas untuk melakukan
regenerasi, tetapi kerusakan berat akan diperbaiki dengan pembentukan jaringan ikat
fibrosa, dengan meninggalkan parut. Demikian pula halnya bila saraf atau pembuluh
darahnya terganggu alirannya, serat-serat otot akan berdegenerasi dan diganti oleh
jaringan ikat fibrosa. Walaupun demikian pada otot dewasa terdapat sel-sel satelit. Sel-sel
kecil dengan inti tunggal ini terdapat diantara sarkolema dan endomisium dan rupa-
rupanya merupakan cadangan sel-sel mioblas embrional.

Histogenesis otot seran lintang

Diawali pembentukan mioblas yang pada mulanya berinti satu yang terletak ditengah sel
tanpa miofibril. Mioblas ini akan mengadakan fusi satu sama lain sehingga terbentuk
sinsitium yang diikuti pembentukan miofibril. Dengan penambahan miofibril, inti akan
terdesak ke tepi sehingga terletak dibawah sarkolema.

3. Otot Jantung

Otot jantung bersifat lurik dan involunteer, berkontraksi secara ritmis dan automatis.
Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jantung) dan pada dinding
pembuluh darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung. Suatu serat otot
jantung terlihat dibawah mikroskop cahaya sebagai suatu satuan linier terdiri atas
sejumlah sel otot jantung yang terikat ”end to end” (ujung-ujung) pada daerah-daerah
ikatan khusus yang disebut diskus interkalaris.
Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada otot rangka,
dan sarkoplasma yang mirip mithokondria. Miofibril-miofibril terpisah-pisah oleh
deretan mithokondria, yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang
nyata.
Otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti halnya
otot kerangka.
Namun demikian kedua jenis serabut otot tersebut terdapat perbedaan:

1. Serabut otot jantung tidak merupakan sinsitium, melainkan merupakan rangkaian sel-
sel tunggal yang berderet-deret ujung ketemu ujung dengan perantara suatu bangunan
yang dinamakan : discus intercalaris.

2. Sel otot jantung tidak berbentuk silindris biasa, melainkan bercabang-cabang sehingga
memberikan kesan adanya anyaman 3 dimensional.

3. Inti sel otot jantung tidak terletak dibawah sarkolema,melainkan ditengah sel.

4. Kontraksi otot jantung diluar pengaruh kehendak kita.

Celah-celah diantara anyaman serabut-serabut otot jantung diisi oleh jaringan pengikat
sebagai endomisium.

Struktur halus otot jantung

Dalam beberapa hal struktur halus otot jantung sama dengan otot kerangka, khususnya
mengenai hubungan antara miofilamen halus dengan miofilamen tebal, sehingga
lempeng-lempeng yang tampak pada miofibril tidak berbeda pula.
Perbedaan yang tampak pada pengamatan dengan M.E yaitu: susunan sarcoplasmic
reticulum dan mithokondria yang tidak teratur sehingga berkas-berkas miofilamen
membentuk miofibril tidak disusun secara teratur sehingga batas-batas miofibril tidak
tegas. Selain itu mitokondria lebih panjang dan lebih banyak jumlahnya serta sekat-sekat
dalam mithokondria juga lebih banyak. Kadang-kadang mithokondria menempati satu
sarkomer (2,5 μm). Butir-butir glikogen banyak terdapat didaerah lempeng I.
Invaginasi tubuler dari sarkoma yang membentuk tubul T pada otot jantung berukuran
lebih besar daripada otot kerangka dan terdapat pada daerah setiap lempeng Z.
Discus intercalaris yang biasanya terdapat pada daerah lempeng Z yang semula belum
diketahui secara pasti identitasnya, ternyata merupakan batas sel yang berbentuk berigi-
rigi antara sel-sel otot jantung yang berdekatan. Apabila diamati dengan M.E, discus
intercalaris dibedakan menjadi 2 bagian utama yaitu:
Pars transvelaris, yang menempati bagian yang berjalan melintang terhadap serabut otot.
Pars lateralis yang menempati bagian yang sejajar dengan serabut otot.
Pars transvelaris yang tampak sebagai garis berkelok-kelok dibedakan dalam 2 daerah
yang berlainan strukturnya. Perbedaan struktur tersebut khususnya dalam aspek
hubungan antara 2 sel yang berdekatan.
Struktur pertama mirip struktur desmosom yaitu adanya gambaran pemadatan
sarkoplasma didaerah itu. Struktur ini meliputi daerah yang cukup luas, maka dinamakan
fascia adhaerens. Fungsi struktur ini diduga keras sebagai usaha mengikat sel otot jantung
satu dengan yang lain.
Diantara struktur pertama tersebut, disana-sini terdapat struktur jenis kedua yang mirip
struktur gap junction dengan celah yang memisahkan 2 sarkolema sebesar 20Ǻ. Pada
daerah ini tidak ada pemadatan sitoplasma.mengingat struktur yang demikian diduga
keras hubungan ini berfungsi untuk merambatkan impuls dari satu sel otot jantung ke sel
otot jantung di dekatnya. Struktur pars lateralis dari discus intercalaris ternyata mirip
dengan gap junction kecuali meliputi daerah yang luas.

Regenerasi otot jantung

Otot jantung lebih tahan terhadap trauma bila dibandingkan dengan otot jenis lainnya,
tetapi hampir tidak ada tanda-tanda regenerasi setelah terjadinya suatu cedera. Otot
jantung yang rusak diperbaiki dengan meninggalkan suatu jaringan parut.

Histogenesis otot jantung

Dapat diikuti sejak embrio sebagai perkembangan dari splanchnopleura yang terdapat
diluar endotil primordium jantung. Sejak awalnya telah terbentuk struktur desmososm
antar sel-sel otot. Terbentuknya sel otot jantung definitif yaitu pada saat pembuluh darah
bersama jaringan pengikat menembus endotil jantung.
Telusuri

Akademik
OTOT
Ditulis oleh Istimewa
Sabtu, 27 Desember 2008 06:25

Otot Rangka (Seran Lintang)

Otot rangka adalah salah satu tipe/jenis dari 3 tipe otot penyusun tubuh dengan ciri
sebagai berikut : banyak inti, terdapat pada hampir semua bagian tubuh melekat pada
tulang, bergaris melintang (mikroskop elektron) diinervasi oleh saraf somatik.

Tiap otot rangka strukturnya terdiri atas badan dan paling sedikit 2 tempat
perlekatan/pertautan. Badan otot disusun oleh kumpulan serabut otot yang tersusun dalam
berkas-berkas (fasciculi). Tiap berkas tersebut dipisahkan satu sama lain oleh lapisan
jaringan ikat yang disebut perimisium dan kesemua fasikulus tersebut di luarnya
dibungkus oleh lapisan jaringan ikat yang tebal disebut epimisium. Jaringan otot bisa
ditutup oleh selapis selaput kolagen serta jaringan ikat dan bertautan dengan tulang
melalui beberapa cara. Umumnya jaringan otot tersebut dilanjutkan oleh tendon yang
selanjutnya bertautan dengan tulang. Namun, bisa juga jaringan otot langsung bertautan
dengan tulang atau bergabung dahulu dengan jaringan ikat, akhirnya bertautan dengan
tulang. Origo otot adalah tempat pertautan yang tetap/tidak dapat berpindah, sedang
insersio adalah tempat pertautan pada atau dekat terjadinya gerakan tulang.

Otot Polos (Otot Licin)

Otot ini mempunyai sebuah inti pada setiap sel otot yang terletak di tengah serta tidak
bergaris melintang, terdapat pada dinding organ berlumen, diinervasi oleh sistem saraf
otonom, tak terkendali. Beberapa perbedaan pokok lainnya yang telah didapatkan adalah
sebagai berikut.

1. Otot polos berkontraksi dengan lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka dan
kebanyakan otot polos bisa berkontraksi dengan spontan atau serentak.
2. Otot polos tidak mempunyai panjang yang pasti pada waktu istirahat, panjangnya
bisa berubah dengan tanpa adanya suatu perubahan tenaga yang diberikan pada
otot itu tanpa diregangkan bisa berubah panjangnya.

Dilain pihak, otot polos memberikan respons terhadap peregangan dengan segera
berkontraksi. Dalam tubuh otot polos mempertahankan sedikit gaya tegang yang disebut
tonus yang menyebabkan keadaan kontraksi yang bertambah lama tanpa diikuti oleh fase
relaksasi.

Pertanyaan : Kreteria apa yang Anda pakai untuk dapat membedakan otot rangka dan
otot polos?

Otot Jantung (Miokardium)

Otot ini mempunyai sebuah inti, bergaris melintang, dan tidak dapat dikendalikan oleh
kemauan karena diinervasi oleh sistem saraf otonom. Dalam banyak hal, otot jantung
sangat mirip dengan otot rangka. Serabut ototnya bergabung satu sama lainnya, dan
struktur yang demikian ini disebut sinsitium. Oleh karenanya, stimulasi yang diberikan
pada otot jantung menyebabkan seluruh serabut otot memberikan respons, yang berbeda
halnya pada otot rangka yang hanya serabut otot yang dirangsang saja yang memberikan
respons. Serabut otot jantung mempunyai garis-garis melintang seperti kharakteristik otot
rangka. Sebenarnya otot jantung tidak merupakan sinsitium yang sejati.

Otot jantung tidak berada di bawah perintah otak, dan meskipun otot jantung itu diinervasi
oleh saraf maka otot itu tetap berkontraksi secara teratur bila mengalami denervasi.
Kekuatan kontraksi otot jantung ditentukan oleh panjang awal dari sel otot jantung.
Panjang awalnya itu dipengaruhi oleh volume darah dalam berbagai bagian jantung
sebelum kontraksi mulai. Oleh karenanya, makin banyak darah yang masuk ke dalam
jantung, makin besar panjang awalnya dan akan makin kuat kontraksi jantung dengan
akibat makin banyak darah yang dipompakan ke luar. Hubungan ini dikenal sebagai
Hukum Starling dari jantung.

Hubungan Fungsi Otot dan Saraf

Semua fungsi dalam tubuh organisme diatur secara teliti, dikoordinasikan dengan
berbagai fungsi organ lainnya dan diintegrasikan sesuai dengan keinginan seluruh tubuh.
Baik sistem saraf maupun endokrin mengontrol berbagai proses dalam tubuh. Jika fungsi
organ dalam tubuh diperiksa akan dijumpai berbagai proses pengaturan yang bervariasi.
Bila respons yang cepat diperlukan, misalnya stimulasi otot rangka mata, saraf diperlukan
karena derajat konduksi yang cepat. Impuls saraf bisa berpindah dengan kecepatan
beberapa ratus kali/detik, jadi hanya beberapa milidetik diperlukan sebelum timbulnya
efek.
Anatomi Mikroskopis Otot

Sel otot rangka atau disebut serabut otot adalah berinti banyak. Diameter setiap serabut
otot berkisar antara 10 – 100 u. Otot dapat meningkat ukurannya sebagai akibat
pertumbuhan yang normal atau karena berbagai latihan. Hal ini disebabkan karena
peningkatan jumlah serabut otot tersebut. Setiap serabut otot/sel otot mengandung
sejumlah serabut kecil yang sangat teratur kerjanya disebut miofibril/miofilamen.
Miofibril itu letaknya paralel satu sama lain. Miofibril itu menempati sebagaian besar
volume sel otot tersebut. Pada miofibril itu terdapat benyak pita gelap dan terang yang
merupakan karakteristik dari sel otot seran lintang itu.

Komposisi Kimia Serabut Otot

Perbandingan dan komposisi otot adalah seperti berikut : seluler = 85%, ekstraseluler =
15%, bagian padat (solid) = 25%, air = 75%, protein 80%, lain-lain = 20%, fibriler = 65%,
sarkoplasmik = 35%, miosin = 65%, aktin = 20%, lain-lain 15%.

Aktin larut dalam 0,6 N larutan KCl. Aktin itu akan berikatan dengan Ca dalam bentuk Ca
aktinat. Aktin dalah protein dengan BM 70.000, dengan myosin (miosin), aktin
membentuk aktomiosin. Miosin terdapat dalam otot dalam bentuk magnesiummiosinat,
BM-nya kira-kira 450.000.

Otot rangka mengandung air 75%, protein (terutama globulin) 20%, karbohidrat 1%,
lemak, enzim, dan berbagai garam anorganik (Na, K, Mg, Ca) 4%. Miofibril mengandung
paling sedikit 4 macam globulin yakni : aktin, miosin, tropomiosin, dan troponin
(paramiosin). Berbagai protein tersebut di atas tidak diketemukan dalam jaringan non
muskuler.

Protein lain lain yang dijumpai pada otot adalah pigmen respiratoria mioglobin.
Fungsinya seperti Hb darah. Kemampuan spesifiknya adalah menerima O2 dari darah,
menyimpannya, dan akhirnya melepaskannya untuk dipergunakan dalam metabolisme
aerobik otot rangka. Struktur molekulnya berbeda jauh dengan Hb dan mempunyai
afinitas mengikat O2 yang lebih besar daripada Hb.

Kontraksi Otot

Secara normal otot distimulasi untuk berkontraksi sebagai respons terhadap adanya
impuls saraf. Bahkan otot dalam gabungannya sebagai jaringan yang mempunyai
iritabilitas juga akan berkontraksi dengan adanya stimuli listrik, mekanis, kimiawi, dan
mungkin panas yang langsung. Pemendekan yang bisa dilihat pada wakltu kontraksi otot
meliputi hanya perubahan mekanis sebagi akibat akhir dari beberapa perubahan internal
yang tidak bisa diketahui. Dalam hal ini meliputi berbagai perubahan: kimia, termal,
elektris, dan histologis. Rangsangan adalah perubahan keadaan luar yang dalam
organisme misalnya sel otot dapat menimbulkan reaksi yang bersifat spesifik. Berbagai
cara memberikan rangsangan sebagai berikut.

1. Rangsangan mekanis berupa tekanan, tarikan, tusukan, cubitan, dan lain-lain.


Reaksi yang terjadi dalam organisme disebut efek. Menurunnya kekuatan
rangsangan mekanis jauh lebih besar daripada efek yang ditimbulkannya. Sering
rangsangan mekanis begitu besar sehingga jaringan yang dirangsang itu menjadi
rusak karenanya.
2. Rangsangan kimia yang murni sukar diberikan karena sifat zat kimia yang mudah
berubah. Supaya didapatkan rangsangan kimia yang murni zat harus dalam
larutan, larutan harus isotinik, suhunya sama dengan suhu jaringan yang hendak
dirangsang.
3. Rangsangan kalorik berupa rangsangan panas atau dingin. Saraf perifir umumnya
tidak peka terhadap rangsangan kalorik, sehingga karenanya tenaga rangsangan
harus kuat sekali; akibatnya jaringan menjadi rusak.
4. Rangsanagn cahaya. Khusus untuk mata.
5. Rangsangan listrik.

Cara rangsangan itu banyak dipakai karena mempunyai berbagai kebaikan : a).
tiap jaringan peka terhadap listrik.

b). tidak merusak jaringan,

c). kekuatannya dapat diatur,

d). saat rangsangannya dapat ditentukan,

e). lama rangsangannya dapat ditentukan,

f). tempat rangsangannya dapat ditentukan.

Otot rangka bila mengalami inervasi (tidak mendapat ransangan saraf) akan mengalamim
paralisis. Juga otot rangka tidak bisa berkontraksi secara otomatis dan spontan.

Bahan diskusi : Otot jantung tidak di bawah kehendak; apa maksudnya dan mengapa
demikian?
MEKANISME DAN ENERGI UNTUK KONTRAKSI OTOT

Teori Pergeseran Filamen (Sliding Filament Theory)

Pita gelap disebut pita A atau pita Anisotropik, sedangkan pita terang disebut pita I atau
pita Isotropik. Pada tiap pertengahan pita I terdapat garis Z dan karenanya membagi
miofibril menjadi urat yang lebih kecil disebut sarkomer. Pada sarkomer yaitu pada pita
A terdapat daerah yang kurang tebal/rapat yang disebut zone/daerah H. Dengan memakai
elektron mikroskop didapatkan miofibril tersusun dari 2 macam filamen; filamen tebal
dan filamen tipis. Filamen tipis kira-kira 5 um diameternya, sedang filamen tebal kira-kira
10 um. Filamen tebal hanya terdapat pada pita A, sedang filamen tipis terdapat pita I dan
sebagian pada pita A. Tidak terdapatnya filamen tipis itu pada bagian pertengahan A
menyebabkan terdapatnya daerah H yang kelihatan kurang tebal itu. Kedua filamen itulah
yang menyelenggarakan kontraksi otot (sliding filament theory).

Hipotesis Jembatan Penghubung (Cross Bridge)

Menurut sliding filament theory bahwa kontraksi (pemendekan) otot terjadi karena adanya
pergeseran fimamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin) yang terdapat dalam sel otot.
Pada waktu kontraksi otot, antara garis Z satu dengan lainnya akan mendekat sebagai
akibat bergeser mendekatnya ujung filamen tipis. Posisi filamen tebal tetap. Pada
kontraksi maksimal, garis Z sangat dekat dengan ujung filamen tebal, dan filamen tipis
saling tumpang tindih, mekanisme secara pasti belum diketahui, hanya diajukan hipotesis
Cross Bridge, jembatan penghubung antar filamen tebal dan tipis.

Reaksi Aerobik dan Anaerobik

Telah banyak dilakukan penelitian secara ekstensif tentang perubahan kimiawi dan
pertukaran tenaga pada otot (otot kodok). Perubahan kimiawi dan pelepasan tenaga
terutama yang berhubungan dengan kontraksi otot adalah sebagai berikut ini.

1. Sumber energi yang segera bisa dipakai untuk kontraksi berasal dari pemecahan
Adenosine Triphosphate (ATP).

ATP-ase
ATP ADP + P + energi.

Biasanya dalam otot yang berkontraksi ADP tak dipecah lagi untuk mendapatkan
lebih banyak energi, tetapi segera mengalami daur ulang membentuk ATP.
Pemecahan ADP (Adenosin Diphosphate) berlangsung sebagai berukut.

Phosphatase

ADP AMP + P + energi

AMP = Adenosine Mono Phosphate

P = Phosphate (Fosfat).

2. ATP dibentuk dari ADP dengan transfosforilasi kreatinfosfat yang cepat.


Fosfokreatin (fosfogen, asam kreatinofosforik) dihidrolisis menjadi keratin dan
asam fosfat + energi.

Kreatinekinase

Kreatin fosfat + ADP Kreatin + ATP.

3. Metabolisme karbohidrat menghasilkan piruvat, yang terbentuk selama waktu


kontraksi dan relaksasi. Sumbernya berasal dari glikogen dalam otot atau glukose
darah, yang diubah menjadi glukose 6 – fosfat dan akhirnya ke dalam asam piruvat
dan proses itu menghasilkan 8 molekul ATP untuk tiap unit glukose. Bila tak ada
oksigen, piruvat diubah menjadi laktat. Proses lengkap merupakan proses anaerob.
Energi dan asam fosfat yang dihasilkan dalam glikolisis itu dipergunakan untuk
resintesis fosfokreatin dari keratin dan asam fosfat.

Proses 1 dan 2 di atas adalah anaerob, sedangkan proses 3 bisa aerob (piruvat) atau
anaerob (laktat). Oksidasi tidak hanya menghasilkan energi saja, tetapi juga mencegah
terjadinya akumulasi asam piruvat atau laktat dalam otot yang dapat menimbulkan
kejang (fatique).
Fase Refrakter

Periode ini dapat didefinisikan sebagai interval waktu yang mengikuti stimulus mula dan
selama waktu itu stimulus berikutnya tidak bisa menyebabkan respons berupa
kontraksi. Kegagalan untuk berkontraksi ini menunjukkan adanya kehilangan
kepekaan sel otot, dan itu menunjukkan bahwa aktivitas semua protoplasma
dihubungkan dengan iritabilitas selama fase tertentu dari aktivitas tersebut. Bagian
awal periode refraktori itu disebut refraktori absolut, artinya selama waktu itu stimulus
ke 2 yang kuat tidak bisa menyebabkan respons kontraksi. Pada bagian akhir periode
refraktori terdapat periode refraktori relatif, artinya selama waktu itu stimulus kuat
bisa menimbulkan respons kontraksi. Misalnya periode refraktori otot kodok sangat
pendek kurang-lebih 0,005 detik, sedangkan otot jantung periode refraktorinya relatif
panjang.

Pertanyaan : 1. Apakah yang dimaksud dengan sliding filament?

2. Apakah yang dimaksud dengan periode refraktori?

Penggabungan Kontraksi

Rangsangan listrik yang diberikan sekali pada suatu preparat otot menyebabkan otot
tersebut berkontraksi dan membuat sebuah single twitch. Apabila diberikan stimulus ke 2
sebelum kontraksi yang pertama itu berakhir, maka kontraksi baru akan timbul di atas
kontraksi yang pertama itu. Kekuatan kontraksi otot yang merupakan gabungan (sumasi)
kontraksi itu lebih besar daripada kekuatan kontraksi satu single twitch. Peningkatan
gelombang kontraksi itu disebut penggabungan kontraksi (summation). Peningkatan
kekuatan kontraksi disebabkan oleh makin banyaknya serabut otot yang memberi respons
atas perangsangan.

Stimuli yang terus menerus dan jika frekuensinya cukup tinggi akan menyebabkan
timbulnya banyak twitch yang bergabung menjadi suatu kontraksi yang merata dan itu
akan berakhir dengan berakhirnya stimuli itu. Makin besar frekuensi stimuli makin
hampir lengkap penggabungan semua twitch itu. Kontraksi dengan penggabungan secara
lengkap twitch itu disebut tetanus lengkap (complete tetanus), sedang kalau kontraksi itu
karena rangsangan yang kurang sehingga penggabungan twitch itu hanya terjadi sebagian
maka disebut tetanus tidak lengkap (incomplete tetanus).

Rigor Mortis
Segera sesudah mati, tubuh mengalami rigor mortis yaitu menjadi kaku. Bila hewan mati
kontrol sistem saraf pusat tidak ada, otot kehilangan iritabilitasnya (kepekaannya),
menjadi pendek, menjadi kaku, suram, dan tidak dapat meregang. Perubahan itu
menandakan habisnya ATP dan akumulasi asam laktat. Secara normal ketika otot
mengalami rigor mortis, terjadi hilangnya glikogen dan terbentuknya asam laktat.
Penyebab rigor mortis belum diketahui dengan pasti. Rigor mortis pada umumnya timbul
setelah 10 menit sampai 4 atau 5 jam setelah mati dan hilangnya dalam waktu 1 – 6 hari.
Rigor mortis mulai pada otot rahang berlanjut ke leher, lengan, badan, dan kaki.
Timbulnya rigor mortis dipengaruhi oleh keadaan mahluk sebelum mati antara lain seperti
di bawah ini.

1. Bila glikogen dihilangkan dari otot dengan baik, rigor mortis hampir terjadi segera
sesudah mati. Hal itulah yang menhyebabkan rigor mortis yang tiba-tiba pada
mahluk yang mati setelah menderita penyakit yang lama atau karena terlalu lelah.
2. Panas mempercepat, tetapi dingin memperlambat terjadinya rigor mortis.
3. Dalam rigor mortis akan terjadi perubahan pada protein otot tetapi sebegitu jauh
belum diketahui perbedaan perubahan itu.

Habisnya ATP menyebabkan tidak tersedianya energi untuk pemisahan berbagai filamen
setelah terjadi sliding filament pada waktu kontraksi. Dengan demikian otot tersebut akan
terus dalam keadaan kontraktur. Rigor mortis akan terus berlanjut sampai terjadi
perusakan protein, yang biasanya disebabkan oleh autolisis yang dilakukan oleh berbagai
enzim yang dihasilkan oleh lisozim.

Bahan diskusi : Dalam kenyataan sehari-hari banyak diantara orang Indonesia yang
mengkonsumsi daging segar langsung dari rumah potong tanpa
mengalami proses pelayuan terlebih dahulu. Bagaimana komentar Anda
kalau dikaitkan dengan kualitas daging tersebut dan yang
mengkonsumsinya?

SARAF

Struktur Saraf

Seluruh sietem saraf (jaringan saraf) disusun oleh sel saraf yang disebut neuron, yang
disokong oleh jaringan ikat spesial disebut neoruglea. Neuron itu sangat berbeda dalam
bentuknya, tetapi mempunyai gambaran tertentu. Tiap neuron teriri dari berbagi unsur
sebagai berikut.
1. Badan sel (soma) yang mengandung inti. Badan sel saraf terdapatnya terbatas
hanya pada bahan kelabu (substansia grisea).
2. Prosesus yang panjang disebut axon, merupakan bagian penghantar dari saraf.
3. Penonjolan serabut yang relatif pendek dan bercabang-cabang banyak disebut
dendrit (dendron = pohon).

Dendrit jumlahnya dalam sebuah sel bervariasi dari satu sampai beberapa dendrit dan
kebanyakan panjangnya 1 mm, axon bisa sampai beberapa meter panjangnya. Saraf terdiri
dari ratusan bahkan ribuan axon yang timbul dari neuron yang berbeda. Serabut saraf
dipandang mulainya dari titik munculnya axon dari bahan kelabu sistem saraf pusat atau
dari ganglion. Axon mempunyai diameter berkisar kurang dari 1 um sampai lebih dari 20
um. Axon yang berdiameter lebih dari 1 um biasanya mempunyai sarung disebut myelin
(mielin) atau sarung medularis. Myelin adalah pembungkus yang putih dan silenderis,
bervariasi tebalnya pada serabut saraf yang berbeda-beda. Myelin merupakan sarung
insulasi, yang tersusun terutama dari lipid dan juga protein. Myelin mengandung sel yang
disebut sel Schwann, dan pada setiap 0,4 – 2,5 mm myelin terputus dan membentuk
bagian kecil tanpa insulasi yang disebut dengan nodus Ranvier (nod of Ranvier). Di luar
pembungkus myelin itu terdapat lagi selubung yang tipis dan halus disebut neurilemma.
Badan sel merupakan bagian nutrisi utama dari sel saraf, sering kali dihubungkan dengan
terjadinya biosintesis berbagai materi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
mempertahankan fungsi neuron. Badan sel mempunyai sebuah inti besar dan beberapa
mitokhondria serta granula lainnya misalnya Nisll granula yang dihubungkan dengan
sintesis dan pertukaran energi.

Tergantung pada arah penghantaran impuls saraf yang dilakukannya, maka serabut saraf
tepi (perifir) bisa dibagi 2 sebagai di bawah ini.

1. Serabut saraf afferen (sensoris) yaitu serabut saraf yang menghantarkan impuls
dari reseptor (organ indera) menuju saraf pusat.
2. Serabut saraf efferent (motoris) yang menghantarkan impuls dengan arah yang
berlawanan dengan yang sebelumnya itu, yaitu dari sistem saraf pusat menuju ke
efektor misalnya otot glandule dan lain-lain.

Saraf sensoris mempunyai badan sel di luar khorda spinalis, sedang neuron motoris
mempunyai badan sel dalam khorda spinalis. Sel saraf dengan penonjolan-penonjolannya
itu membentuk perhubungan dengan sel saraf yang lain pada suatu tempat. Bagian tempat
dua neuron berhubungan secara fungsional disebut sinapsis. Struktur sinapsis adalah
sebagai berikut ini.

1. Cabang axon membentuk hubungan dengan dendrit.


2. Cabang axon dengan badan sel.

Ujung axon tidak bergabung dan membentuk hubungan langsung dengan neuron
selanjutnya, melainkan terdapat jarak sempai kira-kira 200 Ao lebarnya, yang memisahkan
membrana ujung axon dengan membrana dendrit atau neuron. Dengan adanya jarak yang
sangat pendek tersebut terjadi penundaan waktu yang relatif lama (0,5 – 0,9 milidetik)
antara impuls pada serabut yang satu (presynaptic fibre) dengan timbul atau terjadinya
impuls pada postsynaptic fibre. Sebagian waktu tersebut disebabkan oleh proses
pengeluaran sejumlah kecil transmiter kimia, yang dihasilkan ujung saraf yang
selanjutnya berdifusi sehingga impuls saraf bisa melewati celah tersebut dan tiba pada
membrana neuron selanjutnya. Asetilkholin bertindak sebagai zat transmiter (pada motor
end-plate), mengakibatkan depolarisasi bagian post- sinaptic dan akasi potensial lain
dimulai. Enzim asetilkholin esterase yang terdapat pada hubungan sinapsis itu
menguraikan asetilkholin menjadi asam asetat dan kholin untuk mencegah keadaan
depolarisasi yang terlalu lama. Pemindahan tersebut hanya bisa terjadi dari axon ke
neuron dan tidak bisa berlawanan arah, oleh karena itu sinapsis bertindak sebagai kelep
satu arah. Umumnya hanya dalam jumlah yang relatif kecil satu singel axon membentuk
sinapsis dengan singel axon yang lain, jadi membentuk sinapsis 1 :1 yang lebih umum
adalah sinapsis konvergens dan sinapsis divergens.

Pertanyaan : Apa yang Anda ketahui tentang neuron, mielin, neurolemma, dan axon?

Penghantaran Impuls Saraf Dalam Axon dan Sinapsis

Impuls saraf bergerak/berpindah dengan cepat pada axon, dengan kecepatan lebih dari
100 m/detik, tetapi ini masih lebih lambat dibandingkan denan kecepatan aliran listrik.
Kecepatan penghantaran oleh saraf pada hewan berdarah panas lebih tinggi pada hewan
berdarah dingin. Disamping itu juga lebih cepat pada hewan yang bergerak cepat daripada
hewan yang bergerak lambat. Hal ini tampak dalam tabel kecepatan konduksi pada saraf
motoris pada berbagai hewan sebagai berikut.

Tabel Kecepatan Konduksi Saraf Motoris pada Berbagai Hewan


Jaringan Otot
29 04 2007

A. TUJUAN
1. Mempelajari cirri-ciri jaringan otot
2. Membandingkan struktur histologis jaringan otot rangka, otot jantung, dan otot polos.
B. DASAR TEORI
Struktur jaringan otot dikhususkan untuk melakukan gerakan, baik oleh badan secara
keseluruhan gerakan, baik oleh badan secara keseluruhan maupun oleh berbagai bagian
tubuh yang satu terhadap yang lain. Sel-sel otot sangat berkembang dalam fungsi
kontraktil dan tidak begitu berkembang dalam hal konduktivitas. Kekhususan ini meliputi
pemanjangan sel-selnya sesuai sumbu kontroksi.

Pada jaringan otot, sel-sel atau serat otot itu biasanya bergabung dalam berkas-berkas,
sehingga jaringan otot tidak hanya terdiri atas serat-serat otot saja. Karena harus
melakukan kerja mekanis, serat-serat otot memerlukan banyak kapiler darah yang
mendatangkan makanan dan oksigen, dan mengangkut keluar produk sisa toksik.
Pembuluh-pembuluh darah itu terdapat di dalam jaringan ikat fibrosa, yang juga berguna
untuk mengikat serat-serat otot menjadi satu dan sebagai pembungkus, pelindung
sehingga tarikan dapat berlangsung secara efektif.
Komponen-komponen sel-sel otot seperti hal-hal yang lain, tetapi memiliki istilah
khusus, membran sel disebut sarkolema, sitoplasma disebut sarkoplasma, retikulum
endoplasma disebut retikulum sarkoplasma, dan mitokondria disebut sarkosoma.
Ada tiga macam otot digolongkan berdasarkan struktur dan fungsi, yaitu otot rangka, otot
jantung, dan otot polos.
OTOT RANGKA
Otot lurik atau otot rangka membentuk daging pada binatang. Dalam keadaan segar
berwarna merah muda, sebagian disebabkan pigmen di dalam serat-serat ototnya dan
sebagian lagi disebabkan kayanya jaringan itu akan pembuluh-pembuluh darah, tetapi ada
variasi warnanya dan dikenal otot “merah” dan otot “putih”. Tiap serat atau sel otot
berbebtuk silindris panjang dan berinti banyak. Ujung-ujungnya meruncing atau agak
membulat pada perbatasan otot dan tendo. Otot rangka berkontraksi lebih cepat daripada
otot polos.
Tiap serabut otot diseputi oleh jaringan pengikat yang disebut endomisium. Beberapa
serabut otot bergabung membentuk berkas otot atau fasikulus, yang diseliputi oleh
jaringan pengikat pirimisium. Beberapa berkas otot bergabung membentuk gumpal otot,
yang diselaputi oleh jaringan pengikat epimisium. Dalam selaput otot terdapat serabut
kolagen, serabut elastis dan fibroblas dan pembuluh darah.
Struktur Halus
Miofibril yang terlihat sebagai benang-benang panjang dengan diameter 1-3 mikrometer
dibawah mikroskop cahaya, terdiri satuan-satuan yang lebih kecil “ miofilamen”. Ada
dua macam ukuran yaitu:
a. Filamen yang lebih tebal, mengandung myosin, garis tengah sekitar 12-15 nm denagan
panjang 1,5 mikrometer dan menempati bagian tengah sarkomer membentuk pita A
b. Filamen tipis, mengandung aktin, garis tengah 5 nm, dan panjang sekitar 1 mikrometer
dan terikat pada kedua belah garis
c. Filamen menengah (intermediate) (10 nm) membentuk jarring-jaring luas
d. Filamen tranversal, filamen berbebtuk kberkas halus menghubungkan miofibril-
miofibril berdekatan berjalan antara garis-garis 2 dan garis-garis M.
Sistem Membran
Sarkolema terdiri atas membran plasma sel otot itu yang dilapisi oleh suatu lamina basal
halus yang ekstraseluler, serta sedikit miofibril kolagen. Retikulum endoplasma yang
agranuler sangat banyak dan merupakan suatu sistem tubuli dan sistem bermembran yang
sambung-menyambung membentuk selubung di sekitar miofibril. Sarkopolasma memilki
banyak sarkosom yang besar dan penuh dengan Krista terdapat di bawah sarkolema.
Macam-macam serabut serat otot
Serat serabut otot terdiri dari tiga macam yaitu:
a. Serat merah : bergaris tengah relativ kecil dengan banyak sarkosom besar yang penuh
Krista
b. Serat putih : seratnya lebih besar dan sarkosom-sarkosomnay yang lebih kecil terdapat
berpasangan sekitar garis-garis
c. Serat menengah: serat merah yang terdapat pada otot merah, tetapi sarkosom lebih
kecil dan garis-garis lebih tebal.
Myneoral Junction, bersifat lebih komplek pada serat putih dan penyebaran berbagai jenis
serat di dalam suatu otot agaknya dipengaruhi oleh sistemsyaraf.
REGENERASI
Sesudah mengalami kerusakan, serat otot memiliki kapasitas untuk melakukan
regenerasi, tetapi kerusakan berat akan diperbaiki dengan pembentukan jaringan ikat
fibrosa dengan meninggalkan parut. Demikian juga bila syaraf pembuluh darah terganggu
alirannya, dan serat-serat otot berganerasi dan diganti jaringan ikat fibrosa.
Terdapat meleSelain terdapat melekat pada rangka, otot rangka terdapat pula pada lidah,
bibir, daun telinga, kelopak mata, dan diafragma.
OTOT JANTUNG
Otot jantung bersifat lurik dan invalunter berkontraksi secara ritmis dan automatis.
Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jamtung) dan pada pembuluh
darah yang besar yang secara langsung berhubungan dengan jantung. Pada daerah khusus
yang disebut diskus interkalaris. Setiap sel mempunyai panjang sekitar 1×00micrometer
dan panjang 15 micrometer, ujungnya terbelah dua yang terletak pada sel yang
berdekatan. Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada
otot rangka, dan sarkoplasma yang penuh mitokondria. Miofibril-miofibril terpisah oleh
deretan mitokondria yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata.
Gambaran lurik melintang pada miofibril, dengan guarat-gurat A,1,2,N dan M
sebagaimana pada otot rangka juga nyata tetapi guratnya tidak sejelas terdapat pada otot
rangka . Intinya lonjong panjang dan terdapat di tengah serat diantara miofibril-miofibril
yang divergen. Sekitar inti terdapat daerah sarkoplasma berbentuk gelandong dengan
banyak mitokondria.
Struktur Halus
Miofilamen yang mengandung aktin dan myosin terdapat pada rangka dan
memperlihatkan susunan yang sama. Walaupun tidak banyak, miofilamen hanya terbatas
pada sel-sel otot itu sendiri dan tidak mengalami batas sel. Pengelompokan miofilamen
menjadi miofibril tidak sempurna seperti pada otot rangka dan potongan melintang
memperlihatkan miofibril-miofibril yang dikelilingi oleh sarkoplasma dan RE. Diskus
interkalaris merupakan batas sel yang khusus pada garis-garis. Bila dua sel dapat
dipisahkan pada diskus ini, maka permukaan sel yang berhadapan akan memperlihatkan
gambaran yang kompleks berupa papilla dan tonjolan-tonjolan.
Kontraksi
Sejak permulaan kehidupan embrional, terjadi kontraksi miogenik spontan pada sel-sel
otot jantung. Di beberapa bagian jantung dewasa, sel-sel otot jantung mengalami
modifikasi dan membentuk sistem hantar rangsang yangmengandung denyut jantung.
Rambatan rangsang terjadi dari sel otot jantung ke sel lain melalui nucleus. Sel-sel
miokard atrium berbeda dari sel miokard ventrikel. Sel atrium lebih kecil dengan sistem
T yang kurang berkembang.
Regenerasi
Otot jantung lebihtahan terhadap trauma bila dibandingkan dengan otot jenis lainnya,
tetapi hampir tidak ada tanda regenerasi setelah terjadinya suatu cedera. Otot jantung
yang rusak diperbaiki dengan meninggalkan suatu jaringan parut.
OTOT POLOS
Jenis otot ini disebut juga sebagai otot tidak lurik atauotot involunter. Otot polos terutama
terdapat pada bagian visceral, membentuk bagian yang kontraktil pada dinding saluran
cerna sejak pertengahan esophagus sampai ke anus, termasuk saluran-saluran keluar
kelenjar yang berhubungan dengan sistem ini. Terdapat juga pada sistem pernafasan,
sistem reproduksi, pada arteri dan vena, pembuluh limfe, dan dari visera berongga. Seart
otot polos dalam keadaan relaksasi merupakan sel panjang, berbentuk gelondong,
meruncing di kedua ujungnya dan mempunyai bagian tengah yang lebih lebar, tempat
letak intinya. Ukuran tergantung tempatnya dari 20 micrometert pada pembuluh darah
sampai 0,005 mm dalam rahim wanita hamil.
Struktur Halus
Dalam sarkoplasma sekitar inti, khususnya pada kutub, terdapat mitokondria, sejumlah
elemen dari Retikulum granular dan ribosom-ribosom bebas, suatu aparat golgi kecil,
glikogen dan sesekali titik-titik lipid. Sisa sarkoplasma terutama mengandung miofilamen
tebal dan tipis dengan perbandingan yang lebih banyak. Sarkolema sebesar 7 nm,
diluarnya dilapisi suatu lamina basal, serat-serat retikular dan elastin mengisi celah-celah
interseluler sempit.
Kontraksi
Dapat dikatakan satuan kontraktil otot polos adalah sel dan bukan sarkomer (yang tidak
ada) rupanya “attachment plaque”. Pada sarkolema dan mpadat sel (dense bodies) dalam
sarkoplasma dihubungkan oleh berkas-berkas filamen menengah dengan garis tengah 10
nm, membentuk suatu rangka atau kerangka dalam sev. Badan padat mengandung alfa
aktinin, suatu protein yang dapat pada garis-garis yang menjadi tempat perlekatan
miofilamen tipis. Kekuatan kontraksi dihasilkan oleh mekanisme filamen yang bergeser
antara miofilamen tebal dan tipis dan diteruskan oleh badan padan padat kerangka bsev
yang terdiri dari filamen-filamen 10 nm, untuk memendekkkan panjang sel.
Regenerasi
Sebagian besar otot polos dibentuk melalui perkembangan sel-sel mesenkim, walaupun
yang terdapat pada iris berasal dari ectoderm. Dalam hubungan dengan beberapa kelenjar
dan saluran keluarganya seperti kelenjar-kelenjar liur, kelenjar keringat, dan kelenjar
lakrimal, ada sel-sel dengan banyak cirri khas otot polos yang berkembang dari ectoderm
dan sel mioepitel. Sel otot polos dapat bertambah ukurannya akibat rangsangan fisiologis
(dalam rahim selama kehamilan) dan akibat rangsangan patologis (dalam arteriol pada
hipertensi) tyerutama oleh bertambah besarnya masing-masing sel otot.
Perbedaan antara Otot Polos dan Serat Kolagen
Salah satru kesulitan yang paling umum dalam mempelajari jaringan adalah membedakan
otot polos dan jaringan ikat padat. Serat-serat otot bersifat seluler dan umumnya terpulas
lebih jelas dengan eosin daripada serat-serat kolagen. Intinya terdapat di dalam serat,
mungkin berkeriput, dan lebih besar inti fibroblas yang terdapat diantara serat-serat
kolagen.