Anda di halaman 1dari 4

D.

Pembahasan
Tipe-Tipe Ovarium Pada Hewan
→ Pada Pisces(Ikan)
Ikan betina memeiliki sepasang ovarium dengan saluran telur (oviduk). Telur
keluar melalui lubang urogenital. Saat dewasa mereka memiliki ovariu membesar dan
memanjang sekitar alat pencernaan.kantung telurnya berwarna kekuningan. Ikan tertentu
dapat menghasilkan ribuan butir telur. Dikeluarkan di dalam air dalam selang waktu.
Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada anterior rongga
abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe
ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang.
→ Pada Amphibia (Katak)
Katak betina mempunyai sepasang ovarium, sepasang saluran telur, dan
kloaka. Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak
bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal
dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan pars progonalis. Ovarium digantungkan
oleh mesovarium.
→ Pada Reptil
Memiliki sepasang ovarium dan oviduk (saluran telur). Oviduk mempunyai
dinding yang dapat menghasilkan albumin ( cadangan makanan) dan cangkang telur
untuk telur – telur yang di hasilkan. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan
bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna
vertebralis.
→ Pada Aves
Memiliki Ovarium yang pada burung elang, ovarium aves yang berkembang
hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Saluran reproduksi,
oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung,
dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian;
bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga
selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah
magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan
membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang
kapur
→ Pada Mammalia
Ovarium berjumlah sepasang, merupakan organ yang kompak, dan terletak di
dalam rongga pelvis. Pada monotremata oviduk hanya sebelah kiri yang berasal dari
duktus Muller. Oviduk bagian posteriornya berdilatasi membentuk uterus yang
mensekresikan bungkus telur. Oviduk menuju ke sinis urogenital dan bermuara di kloaka.
Pada mamalia yang lain duktus Muller membentuk oviduk, uterus, dan vvagina. Bagian
anterior oviduk (tuba falopi) membentuk infundibulum yang terbuka kearah rongga
selom.
Ada 4 macam tipe uterus:
o Dupleks; uterus kanan dan kiri terpisan dan bermuara secara terpisah ke
vagina.
o Bipartil; uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagina dengan satui
lubang.
o Bikornuat; bagian uterus kana dan kiri labih banyak yang bersatu bermuara ke
vagina dengan satu lubang.
Sel Sertoli terletak diantara spermatogonia, tegak pada lamina basalis dan
puncaknya mencapai lumen. Oleh karena itu tinggi sel tersebut adalah 5-8x sel-sel
spermatogenik. Di dalam sel Sertoli mengandung reticulum endoplasma halus, dan
sedikit dari retikulum endoplasma kasar. Sel ini berfungsi untuk :
1. Melindungi dan memberi nutrisi sel-sel spermatogenik.
2. Phagocytosis, yakni memakan sel-sel spermatogenik yang abnormal atau sisa
spermatid.
3. Menggetahkan lendir yang ikut membina plasma semen.
4. Diduga juga menggetahkan hormon estrogen.
5. Menggetahkan Androgen-Binding-Protein (ABP) untuk mengikat Androgen
dari sel Leydig.
Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer.
Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit
sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi
spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron
(Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan
menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar
menghentikan sekresi FSH dan LH. Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-
sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat
dan kelenjar cowper.
Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-
sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang
disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen
merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang
terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk
menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan
hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian
korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron
lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.
Pada beberapa macam hewan kelenjar endokrin baru betul-betul berfungsi penuh
setelah bayi lahir, sedang pada hewan yang lainnya sudah berfungsi telah berfungsi sejak
embrio awal. Pada embrio yang tumbuh tanpa dapat suplai hormon dari induknya, yakni
telur yang di eramkan (ovipar da ovovipar), yang telah aktif bertugas mengontrol
pertumnbuhan sejak kelenjar itu selesai terbentuk. Yakni pada pisces, amphibia, reptilia,
aves dan monotremata. Pada amphibia justru kelenjar buntu itu sudah mutlak peranannya
di masa embrio.
E. KESIMPULAN
Organ utama penyusun system reproduksi adalah gonad. Pada hewan jantan
gonadnya disebut testis, sedang pada hewan betina disebut ovarium. Pada mamlia jantan
dilengkapi dengan adanya kelenjar asesori yang menghasilkan cairan sebagai medium
sperma.sedang pada betina terdapat uterus, khusus pada mamlia terdapat 4 macam tipe
uterus:
o Dupleks; uterus kanan dan kiri terpisan dan bermuara secara terpisah ke vagina.
o Bipartil; uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagina dengan satui
lubang.
o Bikornuat; bagian uterus kana dan kiri labih banyak yang bersatu bermuara ke
vagina dengan satu lubang.
o Simpleks; semua uterus bersatu sehingga hanya memiliki badan uterus.
DAFTAR PUSTAKA
Novy Eurika.2009.Petunjuk Praktikum Embriologi Reproduksi Hewan.FKIP-Jurusan
Biologi UMJ
Pratiwi, DA.1996. Biologi 2. Jakarta. Erlangga
Radiopoero.1998. Zoologi. Jakarta. Erlangga
Tenzer, Amy. 2003. Petunjuk Praktikum Struktur Hewan II. Malang. Jurusan Biologi UM
Tenser, Amy. 2003. Bahan Ajar: Strutur Hewan II. Malang. Dirjen Dikti
Tim Asistensi. 1990. Diktat Asistensi Anatomi Hewan-Zoologi. Yogyakarta. Jurusan
Zoologi UGM