Anda di halaman 1dari 6

1.

Jenis Media Secara Umum


Jenis media secara umum menurut Indriwati (1999) adalah sebagai
berikut:
a. Media asli. Media asli yang disebut realia adalah media yang berupa
benda-benda asli, yang dapat menyajikan semua ciri yang dimiliki oleh
informasi yang disampaikannya, baik bentuk, warna, bahkan gerakannya,
realia ini menyampaikan pesan berupa berupa informasi yang konkret.
Contoh: herbarium, taksidermi, dan insektarium.
b. Media tiruan. Media ini tidak dapat menyampaikan pesan sebagaimana
benda aslinya. Media itu bisa berupa rekaman atau tiruan. Contohnya
adalah televisi, radio, foto, model, gambar, dan miniatur.
c. Media cetak. Media yang ditayangkan dalam bentuk tulisan yang dicetak
pada kertas. Contoh: buku teks, modul, dan koran.
2. Jenis Media Berdasarkan Penerimaan Indera
a. Media Audio
Jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya
melibatkan indera pendengaran peserta didik. Pengalaman belajar yang
akan didapatkan adalah dengan mengandalkan indera kemampuan
pendengaran. Media ini tidak cocok digunakan untuk orang dengan
kelainan pendengaran. Contoh media audio seperti radio, kaset, rekorder,
dan piringan hitam (Umam, tanpa tahun). Program audio sangat cocok
untuk menyajikan materi pelajaran yang bersifat auditif, seperti pelajaran
bahasa asing dan seni suara. Program audio mampu menciptakan suasana
yang imajinatif dan membangkitkan sentuhan emosional bagi peserta
didik.
Kelebihan program audio menurut (Fathoni, tanpa tahun) antara lain
1) Materi pelajaran yang sudah terekam tidak akan berubah, jika
diperlukan bisa digandakan berulang kali sesuai jumlah yang
dibutuhkan
2) Untuk jumlah sasaran yang banyak, biaya produksi dan penggandaan
relatif murah

3) Peralatan penyajinya (misalnya tape recorder) jugatermasuk murah


dibandingkan peralatan audiovisual lain
4) Pengoperasian dan perawatannya mudah
5) Mengatasi batas ruang dan waktu
Sedangkan kelemahan media audio antara lain:
1)
2)
3)
4)

Komunikasi hanya satu arah


Abstrak, terutama berkaitan dengan angka, ukuran, dan penghitungan.
Membutuhkan konsentrasi dalam mendengarkan
Untuk radio kelemahannya adalah tidak bisa diulang, rentan perubahan

cuaca, dan kontrol pada stasiun radio


5) Untuk kaset kelemahannya adalah bisa terhapus, bisa kusut, dan tidak
bisa disimpan lama.
b. Media Visual
Jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan
peserta didik sehingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik
bergantung pada kemampuan penglihatan. Kelebihan media visual adalah
repeatable artinya dapat diulang-ulang, media visual berupa realia alam
dapat

mengajak

peserta

didik

berinteraksi

dengan

lingkungan,

meningktkan daya tarik, dan meningkatkan daya analisis. Kekurangan


media visual adalah beberapa diantaranya mengeluarkan biaya produksi
yang mahal (Arsyad, 2002)
1) Media visual yang tidak dapat diproyeksikan
Pengertian media pandang yang tidak dapat diproyeksikan ialah
bahwa media yang digunakan itu tidak membutuhkan suatu alat bantu
lain (misalnya suatu proyektor) untuk melihatnya. Media seperti ini
sangat umum da banyak terdapat dalam lingkungan kehidupan kita.
Jenis media yang tidak diproyeksikan antara lain: realia, model, dan
grafis. Ketiga jenis media ini dapat dikategorikan sebagai media
sederhana yang penyajiannya tidak memerlukan tenaga listrik
(Latuheru, 1988).
Media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagau bahan
atau sumber belajar. Pemanfaatan realia bisa juga dengan cara
mengajak siswa ke lokasi langsung. Model adaah media yang
dimaksudkan untuk mengatasi kendala dalam pengadaan realia. Media
grafis tergolong jenis media visual yang menyalurkan pesan lewat
simbol-simbol visual (Latuheru, 1988)

2) Media yang diproyeksikan.


Media yang diproyeksikan

memerlukan

bantauan

alat

untuk

menampilan menampilkannya secara visual. Contoh dari alat ini adalah


transparansi OHP visualnya diproyeksikan ke layar menggunakan
proyektor. Film bingkai/slide adalah suatu film transparan yang
umumnya berukuran 35 mm. Untuk menyajikan alat bingkai ini
diperlukan alat yang disebut proyektor slide.
c. Media Audiovisual
Jenis media yang digunakan dalam kaegiatan pembelajaran dengan
melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau
kegiatam. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini
dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan penglihatan
maupun pendengaran (Sanjaya, 2008)
1) Media video
Video merupakan salahs atu jenis media audio visual, biaya
produksi dan perawatan video leboh murah dibandingkan dengan film
selain itu saat ini video lebih populer dibandngkan dengan film. Video
dapat memanipulasi waktu dan ruang.
2) Media kompueter.
Teknologi berbasis komputer erupakan cara-cara memproduksid an
menyampaikan bahan belajar dengan menggunakan perangkat yang
bersumber pada mikroprosesor (Warsita, 2008). Teknologi berbasisi
komputer menampilkan informasi kepada peserta dididk melali
tayangan layar monitor. Komputer berupa perangkat keras (hardware)
dan perangkat lunak (software). Komputer dapat dimanfaatkan sebagai
media pembelajaran lain seperti multimedia dan e-learning.
Sajian multimedia berbasis komputer sebagai sarana untuk
menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah
tampilan yang terintegrasi (Indriana, 2011). Mutimedia dapat berupa
kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan video. Program
multimedia interaktif merupakan salah satu media pembelajaran
berbasis komputer. Kelebihan multimedia adalah interaktif, fleksibel,

kontrol pada pengguna. Sedangkan kelemahan multimedia adalah


memerlukan peralatan komputer, pengembangannya meerlukan waktu
yang lama, perlu kemampuan untuk pengoperasian, dan hanya
berfungi untuk hal-hal yang telah diprogramkan.
E-learning merupakan cara baru dalam proses pembelajaran yang
menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem
pembelajarannya. E-learning bisa mencakup pembelajaran formal
maupun informal. Kelebihan e-learning adalah cepat dan bisa
disesuaikan dengan waktu yang tersedia, hemat biaya dan bebas resiko,
senantiasa

terbarukan,

interaktif

dan

kolaboratif.

Sedangkan

kelemahan e-learning adalah ketergantungan yang tinggi pada


ketersediaan

sarana

teknologi,

membutuhkan

pelatihan

untuk

menjalankannya, membutuhkan dukungan SDM yang profesional


(Sudjana dan Rivai, 2003)
3. Jenis media Berdasarkan Bentuk dan Ciri Fisik
Penggolongan jenis media ini didasarkan pada perbedaan bentuk dan ciri fisik
menurut Herianto (2011), antara lain:
a. Media pembelajaran dua dimensi
Media pembelajaran dua dimensi adalah media yang penampilannya tanpa
menggunakan media proyeksi dan berukuran panjang kali lebar saja serta
hanya dapat diamati dari satu arah pandangan saja. Media dua dimensi
banyak dilihat, misalnya peta, gambar, bagan, dan semua jenis media yang
hanya dilihat dari sisi datar saja.
b. Media pembelajaran tiga dimensi
Media pembelajaran tiga dimensi yaitu media yang penampilannya tanpa
menggunakan media proyeksi dan mempunyai ukuran panjang, lebar, dan
tinggi/tebal serta dapat diamati dari arah pandangan mana saja. Media ini
baik bentuk maupun ukurannya bias dilihat dari sudut mana saja. Misalnya
kursi, mobil, rumah, sepatu, buku, dan sebagianya.
c. Media pandang diam
Media pandang diam, yaitu media yang menggunakan proyeksi yang
hanya menampilkan gambar diam di layar. Media ini tidak bergerak
(statis). Misalnya foto, tulisan, atau gambar binatang yang dapat
diproyeksikan.

d. Media pandang cetak


Media pandang gerak yaitu media yang menggunakan proyeksi dan dapat
menampilkan gambar bergerak di layar. Beberapa media yang termasuk di
dalamnya, misalnya televisi, VCD, DVD, computer, dan lain-lain.
4. Jenis Media Pembelajaran Berdasarkan
Nuryani (2005) megklasifikasikan media pembelajaran berdasarkan hidup
atau tidaknya benda tersebut.
a. Media asli hidup, seperti: kebun binatang beserta semua binatang yang
ada, insektarium, dan aquarium dengan ikan dan tumbuhannya.
b. Media asli mati, seperti: herbarium, taksidermi, awetan dalam botol,
bioplastik, dan diorama.
c. Media asli benda tak hidup, seperti: berbagai jenis batuan dan mineral,
kereta api, pesawat terbang, mobil, dan gedung.
d. Media asli tiruan atau model, seperti: model irisan bagian dalam bumi,
model penampang batang, penampang daun, dan model globe.
5. Jenis Media Berdasarkan Daya Jangkaunya
Schramm dalam Daryanto (2011) mengklasifikasika media berdasar daya
jangkaunya.
a. Media yang memiliki daya liput luas dan serentak seperti radio dan
televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadiankejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan.
b. Media yang mempunyai daya liput terbatas ruang dan waktu seperti film
slide, film, dan video.

Daftar Pustaka
Arief S Sardiman, dkk. 2003. Media pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Azhar Arsyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: PT Sarana Nurani Tutorial
Sejahtera.
Dina Indriana. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Jogjakarta: Diva Perss.
Fathoni T. Tanpa tahun. Karakteristik Media Pendidikan. (Online) diakses 19
Agustus

2015.

(http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PEN
DIDIKAN/196005081985031-TOTO_FATHONI/Karakteristik_media.pdf)

Herianto E, Manesa FX, dan Nurchalis. 2011. Penggolongan Media Pembelajaran.


(Online)

diakses

19

Agustus

2015.

(https://benramt.files.wordpress.com/2011/04/penggolongan-media.pdf)
Indriwati, S. E. 1999. Media Pembelajaran Biologi. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Malang: UM Press.
Jhon D Latuheru. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Masa Kini. Jakarata: P2LPTK.
Sudjana N dan Rivai A. 2003. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Umam Khoirul. Tanpa tahun. Karakteristik Media Pembelajaran. (Online) diakses
19

Agsutus

(http://www.pendmat.unsyiah.ac.id/umam/karakteristikmedia.pdf)
Wina Sanjaya. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

2015