Anda di halaman 1dari 25

Penyakit Infeksi Virus, Sebagai Penyebab Tersering

Berbagai penyakit yang di alami manusia khususnya infeksi saluran napas


dan infeksi saluran diakibatkan sebagian besar oleh virus. Tetapi yang
mengherankan justru sebagian besar penyakit tersebut diberi pengobatan
antibiotika. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata masih banyak yang
melakukan kesalahan pengobatan berlebihan dengan antibiotika bahkan
bukan orang awam tetapi juga oleh dokter.
Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme
biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan
menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang,
virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya.
Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA,
tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan
pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi
ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk
memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur
hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel
eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal),
sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang
menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak
berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak
dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik
khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada
manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu
burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV)
Klasifikasi virus
Virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya. Pada
virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang

menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus


penyebab diare); demikian pula virus DNA (misalnya berunting tunggal oada
fase 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus
dan pokvirus). Virus RNA terdiri atas tiga jenis utama: virus RNA berunting
positif (+), yang genomnya bertindak sebagai mRNA dalam sel inang dan
bertindak sebagai cetakan untuk intermediat RNA unting minus (-); virus RNA
berunting negatif (-) yang tidak dapat secara langsung bertindak sebagai
mRNA, tetapi sebagai cetakan untuk sintesis mRNA melalui virion
transkriptase; dan retrovirus, yang berunting + dan dapat bertindak sebagai
mRNA, tetapi pada waktu infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis
DNA berunting ganda (segera berintegrasi ke dalam kromosom inang )
melalui suatu transkriptase balik yang terkandung atau tersandi. Setiap virus
imunodefisiensi manusia (HIV) merupakan bagian dari subkelompok
lentivirus dari kelompok retrovirus RNA. Virus ini merupakan penyebab AIDS
pada manusia, menginfeksi setiap sel yang mengekspresikan tanda
permukaan sel CD4, seperti pembentuk T-sel yang matang.

Penyakit manusia akibat virus


Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek
(yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar,
AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan
virus herpes simpleks). Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian
oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang
memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan
hubungan antara kanker dan agen-agen infektan. Juga ada beberapa
kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai
penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada
penyakit psikiatris pada manusia.
Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan
kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan
meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru
di laboratorium.
Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar,
yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan
mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. Beberapa suku bangsa

Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakit cacar, yang dibawa oleh
kolonis Eropa. Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya,
diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. Penyakit ini secara tidak
langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.
Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus. Grup
Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di
Marburg, Jerman, dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti
cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. Pada April
2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran
di Angola. Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi
terburuk di dalam kehidupan manusia.

Contoh-contoh virus
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah
putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap
ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik
yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda
kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang
mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi,
secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.
Virus herpes
Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian
disalin menjadi mARN.
Virus
influenza
Siklus replikasi virus influenza hampir sama dengan siklus replikasi virus
herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai
tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.
Paramyxovirus
Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami
replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit
campak dan gondong.

Peranan Virus dalam Kehidupan


Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika.
Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus
diubah menjadi gen baik (penyembuh). Baru-baru ini David Sanders, seorang
profesor biologi pada Purdues School of Science telah menemukan cara
pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Dalam temuannva yang
dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember 2002, David Sanders
berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru).
Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap
kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia,
hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan
terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari
inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran
pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati,
dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada
penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit
yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit
tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah
putih. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan
oleh virus.
Selain manusia, virus juga menyebabkan kesengsaraan bagi hewan dan
tumbuhan. Tidak sedikit pula kerugian yang diderita peternak atau petani
akibat ternaknya yang sakit atau hasil panennya yang berkurang.
Penyakit hewan akibat virus
Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas,
terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV).
Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi
dan kerbau. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).
Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan
monyet. Penyebabnya adalah virus rabies.

Penyakit tumbuhan akibat virus


Penyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau.
Penyebabnya adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis
penyakit yang menyerang tanaman padi. Penyebabnya adalah virus Tungro.
Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk. Penyebabnya adalah virus
citrus vein phloem degeneration (CVPD).

Diagnosis di laboratorium
Untuk mendeteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati
proses yang sulit dan mahal. Pemeriksaan laboratorium hanya pada kasus
tertentu dan kasus khusus. Pada kasus infeksi virus ringan biasa mencari
penyebab virus tidak terlalu penting kecuali untuk kepentingan penelitian
ilmiah. Karena itu, penelitian penyakit akibat virus membutuhkan fasilitas
besar dan mahal, termasuk juga peralatan yang mahal dan tenaga ahli dari
berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologi molekular, dan ahli virus.
Biasanya proses ini dilakukan oleh lembaga kenegaraan atau dilakukan
secara kerjasama dengan bangsa lain melalui lembaga dunia seperti
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pencegahan dan pengobatan
Pencegahan terbaik adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada
penderita alergi, asthma dan gangguan saluran cerna. Pada kasus tertentu
juga mempunyai daya tahan tubuh yang buruk seperti penderita HIV AIDS.
Malnutrisi, penderita leukemia, kelainan jantung bawaan biru, gagal ginjal
dan gangguan lainnya
Pencegaha lainnya yang dilakukan adalah menghindari penularan dengan
memakai masker, cuci tangan yang bersih di air mengalir pakai sabun dan
higiena sanitasi lainnya.
Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi,
virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang
dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami
tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala
akibat infeksi virus.

Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus terjadi dengan penggunaan


antibiotik yang tidak pada tempatnya, yang sama sekali tidak mempunyai
pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik
adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit
disebabkan oleh bakteri atau virus
Sumber : wikipedi dan berbagai sumber lainnya
Supported by

Infeksi Jamur Sistemik


Sekilas mengenai infeksi jamur

Infeksi jamur ditandai dengan adanya invasi ke jaringan oleh jamur.


Infeksi jamur dibagi menjadi infeksi jamur superfisial, kondisi luka
terlokalisasi pada kulit hingga ke jaringan yang lebih dalam ke paruparu, darah ataupun infeksi sistemik lainnya.

Infeksi jamur dapat dikategorikan berdasarkan bagian tubuh yang


terinfeksi, seberapa dalam mereka menembus tubuh, jamur penyebab
infeksi, dan bentuk jamur.

Umumnya, saat spora jamur terhisap, sistem imun dalam tubuh akan
mengenalinya sebagai benda asing dan menghancurkannya sehingga
tidak terjadi infeksi jamur.

Beberapa jamur bersifat oportunistik yang dapat menyebabkan


penyakit pada saat sistem kekebalan tubuh terganggu sementara
yang lain bersifat patogen, yang dapat menyebabkan penyakit baik
pada saat sistem kekebalan tubuh normal maupun tidak..

Penyebab dan Gejala


Candidiasis, aspergillosis dan kriptokokosis adalah beberapa dari infeksi
jamur yang umum yang disebabkan oleh Candida albicans, Aspergillus dan
Cryptococcus. Jika salah satu jamur ini masuk ke dalam aliran darah, mereka
dapat menyerang organ internal, sehingga menyebabkan gejala. Candida
adalah jamur yang hidup dalam tubuh manusia, tetapi dalam keadaan
tertentu, dapat berkembang biak dan mulai mempengaruhi organ.
Penggunaan jangka panjang antibiotik dan kadar gula darah tinggi dapat
merupakan satu peningkatan risiko infeksi ini. Infeksi dapat mempengaruhi
organ-organ vital seperti jantung, ginjal dan paru-paru. Infeksi jamur usus
dapat menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, diare dan
ketidaknyamanan perut. Jika jamur sampai ke otak, kita bahkan bisa
menderita kejang.

Kriptokokosis merupakan infeksi jamur serius yang disebabkan oleh


menghirup jamur yang disebut Cryptococcus. Jamur ini terutama ditemukan
di tanah dengan kotoran burung. Jamur ini dapat menyebabkan peradangan
selaput otak. Dalam keadaan seperti itu, penderita mengalami gejala seperti
kebingungan, mual muntah, kejang, penglihatan kabur, sakit kepala atau
mengantuk. Jika paru-paru terkena, penderita mungkin mengalami gejala
seperti letih lesu, batuk kering, demam dan nyeri dada.
Jamur lain yang disebut Aspergillus dapat mempengaruhi sinus atau paruparu. Aspergilosis invasif terjadi ketika jamur ini menyerang paru-paru dan
menyebar ke organ lain melalui darah.Jamur ini dapat mempengaruhi orangorang yang kekebalan tubuhnya terganggu. Mereka yang didiagnosis dengan

kanker atau HIV rentan terinfeksi jamur ini. Dalam kasus yang parah, otak
atau tulang juga mungkin akan terpengaruh. Jamur ini dapat dihirup melalui
tanah atau debu rumah. Jika paru-paru atau sinus yang terkena, salah satu
yang paling mungkin mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada,
batuk, demam, atau mimisan. Sementara gejala-gejala ini ditunjukkan oleh
salah satu penderita infeksi jamur di paru-paru, gejala bervariasi akan
dialami tergantung pada bagian tubuh yang dipengaruhi oleh infeksi jamur.

Diagnosa dan Pengobatan

Jika dokter menduga pasien menderita seperti infeksi patogen, mereka akan
melakukan tes darah lengkap, kultur darah, urine, sinar-X, dan prosedur
diagnostik lainnya untuk merumuskan diagnosis. Pengobatan pada dasarnya
akan bervariasi tergantung pada organ internal yang mungkin akan
terpengaruh oleh jamur. Jika pasien menunjukkan gejala-gejala neurologis,
dan dokter menduga pasien menderita meningitis, mereka dapat memeriksa
cairan serebrospinal juga. Sejauh sebagai pengobatan yang bersangkutan,
penggunaan obat anti-jamur adalah langkah pertama menuju menghentikan
jamur dari tumbuh lebih lanjut.
Seperti disebutkan sebelumnya, aspergillosis, kandidiasis dan kriptokokosis,
adalah penyakit sistemik yang paling umum disebabkan oleh jamur. Setelah
dokter mampu mengidentifikasi jamur penyebab, mereka dapat menentukan
pilihan pengobatan infeksi jamur sistemik yang dapat bekerja untuk pasien.
Obat dapat dikonsumsi secara oral atau intravena yang diberikan tergantung
pada sediaan yang ada.
Misalnya, micafungin adalah salah satu obat, yang digunakan untuk
pengobatan kandidiasis invasif. Obat ini dapat diberikan secara intravena.
Obat lain yang mungkin diresepkan termasuk amfoterisin B, itrakonazol atau
caspofungin. Dalam kasus yang parah, ketika bola serat jamur, sel-sel darah
putih dan membentuk bekuan darah di paru-paru, pembedahan mungkin
diperlukan. Terapi obat ditambah dengan perubahan pola makan dipastikan
akan membantu dalam mengurangi gejala kandidiasis.

Jamur yang menyusup organ internal melalui aliran darah, tentu dapat
menyebabkan situasi yang membahayakan jiwa. Oleh karena itu, penting

berkonsultasi segera dengan dokter pada saat timbul gejala sistemik infeksi
jamur tersebut. Diagnosis dan pengobatan yang cepat dan tepat akan
membantu dalam mencegah jamur dari menyebabkan kerusakan parah pada
organ internal. Semakin cepat kondisi ini didiagnosis dan diobati, semakin
cepat pemulihan terjadi.

Infeksi Parasit
Skabies (Infeksi Tungau)
Infestasi Kutu (Pedikulosis)
Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus)
Skabies (Infeksi Tungau)
Skabies adalah suatu infestasi tungau yang menyebabkan beruntus-beruntuk
kecil kemerahan dan rasa gatal yang hebat.
PENYEBAB
Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei.
Infestasi tungau ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik
dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah.

Tungau ini ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata
telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama.
Kadang tungau ditularkan melalui pakaian, seprei dan benda-benda lainnya
yang digunakan secara bersama-sama; masa hidupnya hanya sebentar dan
pencucian biasa bisa menghancurkan tungau ini.
Tungau betina membuat terowongan di bawah lapisan kulit paling atas dan
menyimpan telurnya dalam lubang. Beberapa hari kemudian akan menetas
tungau
muda
(larva).
Infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat, kemungkinan merupakan suatu
reaksi alergi terhadap tungau.

GEJALA
Ciri khas dari skabies adalah gatal-gatal hebat, yang biasanya semakin
memburuk
pada
malam
hari.
Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai
2,5 cm, kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil.
Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan
dirasakan di sela-sela jari tangan, pada pergelangan tangan, sikut, ketiak, di
sekitar puting payudara wanita, alat kelamin pria (penis dan kantung zakar),
di sepanjang garis ikat pinggang dan bokong bagian bawah.
Infeksi jarang mengenai wajah, kecuali pada anak-anak dimana lesinya
muncul sebagai lepuhan berisi air.
Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat
peradangan yang terjadi akibat penggarukan.

karena

tertutup

oleh

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala (gatal-gatal hebat) dan hasil
pemeriksaan fisik (adanya terowongan tungau).
Untuk memastikan diagnosis, bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopis
terhadap kerokan kulit dan akan ditemukan adanya tungau.
PENGOBATAN
Penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung
permetrin
atau
larutan
lindane.
Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih
toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak.
Kadang digunakan krim yang mengandung corticosteroid (misalnya
hydrocortisone) selama beberapa hari setelah pemberian permetrin atau
lindane, untuk mengurangi gatal-gatal sampai semua tungau mati.
Pengobatan juga harus dilakukan terhadap seluruh penghuni rumah.
PENCEGAHAN
Untuk mencegah kembali dihinggapi dan untuk mencegah tungau menyebar
ke orang lain, ambil langkah-langkah ini:

1. Bersihkan semua pakaian dan kain. Gunakan air panas, air sabun untuk
mencuci semua pakaian, handuk dan selimut yang Anda gunakan setidaknya
dua hari sebelum perawatan. Keringkan dengan panas tinggi. Dry-clean item
Anda
yang
tidak
dapat
dicuci
di
rumah.
2. Buat tungau kelaparan. Pertimbangkan menempatkan perabotan Anda
yang tidak dapat dicuci di kantong plastik tertutup dan meninggalkannya di
tempat jauh dari ruang anda, misalnya di dalam garasi Anda, selama
beberapa minggu. Tungau mati jika mereka tidak makan selama seminggu.

Infestasi Kutu (Pedikulosis)


Infestasi Kutu (Pedikulosis) adalah serbuan kutu yang menyebabkan rasa
gatal hebat dan bisa menyerang hampir setiap kulit tubuh.
PENYEBAB
Kutu hampir tak dapat dilihat, merupakan serangga tak bersayap yang
mudah menular dari orang ke orang melalui kontak badan dan karena
pemakaian
bersama
baju
atau
barang
lainnya.
Kutu kepala sangat mirip dengan kutu badan, meskipun sebenarnya
merupakan
spesies
yang
berlainan.
Kutu kemaluan memiliki badan yang lebih lebar dan lebih pendek
dibandingkan kutu kepala dan kutu badan.
Kutu kepala dan kutu kemaluan hanya ditemukan pada manusia, sedangkan
kutu badan juga sering ditemukan pada pakaian yang bersentuhan dengan
kulit.
Kutu kepala ditularkan melalui kontak langsung atau melalui sisir/sikat/topi
yang
digunakan
bersama-sama.
Infestasi kutu kepala kadang menyebar ke alis, bulu mata dan janggut.
Kutu kepala sering ditemukan pada murid-murid di satu sekolah.

Penularan kutu badan tidak semudah penularan kutu rambut.


Kutu badan biasanya menyerang orang-orang yang tingkat kebersihan
badannya buruk dan orang-orang yang tinggal di pemukiman yang padat.
Kutu badan bisa membawa penyakit tifus, demam parit dan demam
kambuhan.

Kutu kemaluan menyerang daerah


melakukan hubungan seksual.

kemaluan,

ditularkan

pada

saat

Kutu kepala betina

Kutu kepala jantan


GEJALA
Infestasi kutu menyebabkan gatal-gatal hebat.
Penggarukan seringkali menyebabkan kulit terluka, yang bisa menyebabkan
terjadinya
infeksi
bakteri.
Kadang terjadi pembengkakan kelanjar getah bening di leher belakang
akibat adanya infeksi kulit kepala.
Anak-anak hampir tidak menyadari adanya kutu kepala atau hanya
merasakan iritasi kulit kepala yang samar-samar.

Rasa gatal akibat kutu badan biasanya lebih hebat dirasakan di bahu,
bokong
dan
perut.
Kutu kemaluan menyebabkan rasa gatal di sekitar penis, vagina dan anus.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik
(ditemukan
kutu).
Kutu betina melepaskan teluar berwarna abu-abu keputihan yang berkilau
dan tampak sebagai butiran kecil yang menempel di rambut.
Kutu badan dewasa dan telurnya tidak hanya ditemukan pada rambut badan,
tetapi juga pada lipatan baju yang bersentuhan dengan kulit.
Kutu kemaluan meninggalkan kotoran berwarna coklat tua di pakaian dalam.
Kutu kemaluan sulit ditemukan dan bisa terlihat sebagai bintik kecil kebiruan
di kulit. Telurnya menempel di dasar rambut, sangat dekat dengan kulit.
PENGOBATAN
Permethrin merupakan pengobatan kutu yang paling aman, paling efektif
dan
paling
nyaman.
Lindane (tersedia dalam bentuk krim, losyen atau shampoo) juga bisa
mengatasi kutu tetapi tidak dapat diberikan kepada anak-anak karena bisa
menimbulkan
komplikasi
neurologis.
Kadang digunakan piretrin.
Ketiga obat tersebut bisa menimbulkan iritasi.
10 hari setelah pemakaian, ketiga obat tersebut harus dioleskan kembali
untuk membunuh kutu yang baru menetas.
Infestasi pada alis atau bulu mata sulit untuk diobati; kutu biasanya diambil
dengan menggunakan tang khusus.
Jeli minyak polos bisa membunuh atau melemahkan kutu di bulu mata.

Jika sumber infestasi (sisir, topi, pakaian dan seprei) tidak dibersihkan
melalui pencucian, penguapan atau dry cleaning, maka kutu bisa bertahan
hidup dan kembali menginfeksi manusia.

Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus)


Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus) adalah suatu infeksi cacing
tambang pada kulit, yang disebarkan melalui tanah yang hangat dan
lembab.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah cacing tambang yang dalam keadaan normal hidup di
dalam tubuh anjing atau kucing.
Telur cacing ditemukan di dalam tanah, berasal dari kotoran anjing atau
kucing.
Jika kulit kaki menyentuh tanah maka cacing tambang bisa masuk ke dalam
kulit.
GEJALA
Infeksi biasanya menyerang kaki, tungkai, bokong atau punggung.
Terowongan cacing tambang tampak sebagai ruam yang menyerupai benang
kusut.

Timbul rasa gatal yang hebat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Digunakan larutan tiabendazole yang dioleskan ke daerah yang terinfeksi.

Penyebab
Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus
hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus
lainnya,
seperti mononukleosis
infeksiosa,
demam
kuning
dan
infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol
dan obat-obatan.Jenis Virus Hepatitis

Virus hepatitis A

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini


terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang
sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Virus hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan


melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para
pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di
antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi
selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang
membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus
hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis C

Menyebabkan

minimal

80%

kasus

hepatitis

akibat

transfusi

darah.

Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang
menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui
hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita
"penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C.

Virus hepatitis D

Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis
D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki
risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

Virus hepatitis E

Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A,


yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

Virus hepatitis G

Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun
belum terlalu diketahui.
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis:

Virus Mumps

Virus Rubella

Virus Cytomegalovirus

Virus Epstein-Barr

Virus Herpes

Hepatitis A biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa menjadi kronis.


Setelah sembuh, maka akan kebal terhadap Hepatitis A, tetapi tidak kebal
terhadap

jenis

penyakit

hepatitis

yang

lain.

5 persen dari penderita Hepatitis B akan menjadi kronis, karena tidak


ditangani

dengan

baik.

Pada pemakai narkoba suntikan yang menggunakan jarum bersama-sama


yang marak pada masa lampau, maka 18 persen tertular Hepatitis B, 40
persen tertular HIV dan 70 persen tertular Hepatitis C. Jadi Hepatitis C sangat
mudah

menular

melalui

transfer

cairan

(virulen).

Penderita Hepatitis C sebenarnya hanya 0,8 persen, tetapi sebagian besar


akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama
dengan penderita Hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang.[1]

Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) adalah sejenis
penyakit yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin. Penyakit ini
menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah
yang terjangkit.Hingga saat ini, penyakit ini masih belum dapat
disembuhkan, tetapi dapat diperpendek masa kambuhnya.

Herpes Simplex
Herpes Simplex dibagi menjadi dua tipe. Tipe 1 atau dikenal dengan Herpes
Simplex Virus-1 (HSV-1), virus ini menyerang bagian mulut atau pinggang ke
atas. HSV-1 pada kenyataannya adalah infeksi yang sangat umum. Di
Amerika Serikat, 30% sampai 90% dari orang yang terkena herpes kulit lebih
banyak pada orang dewasa, walaupun banyak orang tidak pernah
mengalami gejala. HSV 1 seperti sariawan di mulut bibir dan ruam lepuh
lainnya, bisa diobati tapi tidak bisa sembuh secara total karena sewaktuwaktu kalau tubuh lemah bisa muncul lagi.
Tipe 2, biasa dikenal dengan HSV-2, virus ini menyerang bagian pinggang ke
bawah, biasanya bagian kelamin sehingga biasa disebut dengan Herpes
Genitalis. HSV2 (herpes genitalis) tidak bisa menular melalui udara, tetapi
bisa menular melalui hubungan sex. Herpes ini bisa muncul di vagina, dubur,
selangkangan kaki. Ini juga tidak bisa sembuh. Pada laki-laki herpes ini bisa
terlihat tapi pada perempuan tidak kelihatan.

Herpes Zoster

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan
lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang
adalah sama. Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air, herpes zoster
memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada
bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada. Proses
penularan herpes zoster ini bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang
tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah.

Gejala Herpes
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum
adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di
satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya
membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan
penderita adalah sakit perut. Biasanya gejala ini akan terjadi selama kurang
lebih 8 hari atau 1 minggu.
Acquired

Immunodeficiency

Syndrome atau Acquired

Immune

Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan


infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh
manusia akibat infeksi virus HIV;[1] atau infeksi virus-virus lain yang mirip
yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya

sendiri

bernama Human

Immunodeficiency

Virus (atau

disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh


manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi
oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang

telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini
belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung
antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan
cairan

tubuh

yang

mengandung

HIV,

seperti darah, air

mani, cairan

[2][3]

vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Penularan dapat terjadi

melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum
suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin,
atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh
tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika SubSahara.[4] Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah
menginfeksi
[5]

38,6

juta

orang

Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja

di

sama

seluruh

dunia.

dengan WHOmemperkirakan

bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak
pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni1981. Dengan demikian, penyakit ini
merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim
telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada
tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak.
[5]

Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga

memperlambat

pertumbuhan

ekonomi

dan

menghancurkan

kekuatan

sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat


mengurangi

tingkat kematian dan parahnyainfeksi

HIV,

namun

akses

terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]


Hukuman

sosial bagi

penderita

HIV/AIDS,

umumnya

lebih

berat

bila

dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadangkadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas
kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup
dengan HIV/AIDS (ODHA).

JAMUR PADA RM
Candidiasis/jamur, disebut juga infeksi ragi (Yeast infection) atau sariawan, Candidosis,
Moniliasis, dan Oidiomycosis, adalah infeksi fungi/jamur (mycosis) dari salah satu spesies
Candida, dimana Candida albicans adalah yang paling umum.Candidiasis meliputi infeksi yang
berkisar dari yang ringan seperti sariawan mulut dan vaginitis, sampai yang berpotensi
mengancam kehidupan manusia. Infeksi Candida yang berat tersebut dikenal sebagai candidemia
dan biasanya menyerang orang yang dalam kondisi sangat lemah imun, seperti penderita kanker,
AIDS dan pasien transplantasi.
Infeksi kulit ringan dan membran mucosal/dinding dalam mulut oleh Candida menyebabkan
radang lokal dan kegelisahan, infeksi ini yang umum diderita manusia.
Candidiasis oral/mulut (juga dikenal sebagai sariawan) adalah infeksi jamur ragi dari genus
Candida pada membran berlendir mulut. Hal ini sering disebabkan oleh Candida albicans, atau
kadang oleh Candida glabrata dan Candida tropicalis. sariwan pada mulut bayi disebut
candidiasis, sementara jika terjadi di mulut atau tenggorokan orang dewasa diistilahkan
candidosis atau moniliasis.

Gejala
Infeksi mulut oleh spesies Candida biasanya memunculkan kumpulan lapisan kental berwarna
putih atau krem pada membran mucosal (dinding mulut dalam). Pada mucosa mulut yang
terinfeksi mungkin muncul radang (berwarna merah). Orang dewasa mungkin mengalami rasa
tidak nyaman atau rasa terbakar.
Kelompok yang beresiko
1.

Bayi yang baru lahir,

2.

Penderita Diabet, khususnya bagi yang tidak mengontrol diabetnya,

3.

Sebagai efek samping dari obat-obatan, yang paling sering obat antibiotik.
Corticosteroids (sejenis hormon steroid) hisap/hirup untuk perawatan kondisi paru-paru
(misalnya Asma) bisa juga berdampak pada candidiasis mulut.

4.

Orang-orang dengan immunodefisiensi (misalnya penderita HIV/AIDS atau pengobatan


kemoterapi).

5.

Perempuan yang sedang mengalami perubahan hormonal, seperti kehamilan atau mereka
yang menggunakan pil pengontrol kelahiran.

6.

Orang sehat yang dengan sadar/tidak sadar telah mendatangkan kontak secara rutin
dengan ragi, misal pengguna gigi palsu dan perokok.
7. Sariawan dan Menyusui
8. Karena peningkatan penggunaan antibiotik pada wanita pekerja untuk mengurangi
transmisi infeksi Grup B streptococcal pada bayi menyebabkan sariawan menjadi lebih
merata/tersebar. Gejalanya akan timbul ruam pada puting ibu dan mulut bayi.
9. Ruam dan rasa sakit yang dialami oleh ibu dapat berkisar antara ringan dan berat hingga
mempersusah proses menyusui. Pengobatannya (termasuk menjaga kebersihan puting
susu) yaitu dengan pemberian probiotics oral berisi L. acidophilus dan krim over-thecounter antifungal berisi nystatin, clotrimazole, atau miconazole pada puting. Sebaiknya
krim yang dipakai dibersihkan sebelum menyusui. Catatan: Kemungkinan efek samping
obat-obatan dicek terlebih dahulu sebelum diresepkan.
10. Manifestasi
Infeksi Candidial bisa mengakibatkan komplikasi minimal seperti kulit menjadi lebih
kemerahan, gatal dan kegelisahan, meskipun mungkin juga bisa mengakibatkan
komplikasi parah atau fatal jika tidak diobati secara dini. Orang yang dalam kondisi
immunocompetent (imun yang baik/normal), bentuk candidiasis biasanya hanya berupa
infeksi kulit atau membran mucosal lokal, juga infeksi pada rongga mulut (sariawan),
tekak atau kerongkongan, saluran pencernaan, saluran kencing, dan kemaluan (vagina,
penis).
11. Candidiasis yang sangat umum adalah penyebab iritasi vaginal , atau vaginitis, dan dapat
juga terjadi pada alat kelamin laki-laki. Dalam pasien dengan imun rendah, infeksi
Candida dapat mempengaruhi kerongkongan dengan potensi menjadi sistemik,
menyebabkan kondisi lebih serius (candidemia). Anak-anak, umumnya antara usia tiga
dan sembilan tahun, dapat dipengaruhi oleh infeksi kronis mulut ragi (yeast infection),
biasanya hal ini ditunjukkan dengan terdapat warna putih di sekitar mulut (berbelang).
Namun, ini bukan kondisi umum.
12. Penyebab
Yeasts Candida biasanya hadir pada manusia, dan pertumbuhannya biasanya dibatasi oleh
sistem kekebalan tubuh manusia. Mikroorganisme tertentu dalam tubuh manusia yang
menempati lokasi yang sama dengan yeast candida misal bakteri (niches) dalam tubuh
manusia dapat juga menghambat pertumbuhan yeast candida ini.

13. Begitu juga yang terjadi pada vagina, mikroorganisme tertentu dapat membantu manusia
mencegah perkembangbiakan candida. Penggunaan pembersih kimia (deterjen) pada
vagina, penyemprotan (air), dan gangguan internal (hormonal atau fisiologis) tertentu
dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tadi. Kehamilan dan penggunaan
kontrasepsi oral telah dilaporkan sebagai faktor risiko, sedangkan anggapan pembersihan
sesegera mungkin setelah melakukan hubungan seks vaginal dan seks anal dengan
menggunakan pelumas yang mengandung gliserin tetap menjadi kontroversi sampai saat
ini. Diabetes mellitus dan penggunaan antibiotik anti bakteri (khususnya tanpa
pengawasan medis) juga dihubungkan dengan meningkatnya insiden infeksi ragi.
14. Kekebalan tubuh yang lemah dan penyakit metabolis seperti diabetes menjadi faktor
penting yang signifikan membantu perkembangan candidiasis. Penyakit atau kondisi
yang terhubung dengan candidiasis yaitu HIV/AIDS, mononucleosis, perawatan kanker,
steroids, stres, dan kekurangan gizi. Hampir 15% dari orang-orang yang dalam tubuhnya
kurang mampu mengembangkan sistem kekebalan tubuh mengalami penyakit sistemik
yang disebabkan oleh spesies Candida. Dalam kasus ekstrim, infeksi candida yang
biasanya tergolong ringan pada kulit atau lendir membranes bisa masuk ke dalam darah
dan menyebabkan infeksi sistemik Candida.
15. Kasus candidiasis penis (yang ditularkan melalui hubungan seksual vaginal atau anal)
dapat terjadi jika individu yang terinfeksi memiliki imunitas rendah, mengkonsumsi
antibiotik tanpa pengawasan, dan diabetes. Infeksi Male genital yeast sangat sedikit, dan
insiden infeksi lebih sedikit/ kecil (yang terlaporkan/tercatat medis) dari perempuan,
namun infeksi ragi pada penis ini dari kontak langsung melalui hubungan seksual dengan
pasangan yang terinfeksi sebenarnya sering terjadi.

Anda mungkin juga menyukai