Anda di halaman 1dari 13

No.

No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

: 01
:: ST.2.4
: Batugamping pasiran

Mikroskopis :
Sayatan batul gamping pasiran, klastik, berbutir halus-sedang (bioklastik), bentuk
butir membundar-tidak beraturan, ukuran 0,01-0,10mm, kemas terbuka, pemilahan
baik. Komposisi kristal/butiran terdiri dari kuarsa, fragmen fosil dan mineral opak,
yang tertanam dalam matriks lumpur karbonat dan mikrokristalin kalsit, semen
berupa mikro/ortho spary kalsit. Porositas yang hadir berupa porositas intergranuler
Komposisi mineral :
Matrik (10%): warna terang sampai abu-abu terang, kristalin, anhedral-subhedral,
bebutir halus-sedang, relief bergelombang, sebagian mengkilap minyak, hadir berupa
lumpur,karbonat dan mikrokristalin kalsit, sebagian tampak sudah terubah menjadi
mikrospary kalsit.
Semen (5%): berwarna kecoklatan-kehitaman, bentuk tidak teratur, tersebar merata,
hadir berupa mikrpspary/ortho spary kalsit.
Fragmen kristal/butiran (85%):
Kuarsa (8%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, ukuran 0,020,11 mm, bentuk membundar tanggung, tidak ada belahan dan kembar, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Fragmen fosil (67%): Tidak berwarna sampai coklat terang, relief bergelombang,
pleokroisme lemah, interferensi putih terang, terdiri dari foraminifera planktonik,
telah mengalami pelarutan dan terisi mineral lain terutama kalsit dan klorit.
Mineral opak (2%) : hitam, tidak tembus cahaya, membundar membundar tanggung,
hadir sebagai butiran bersama fragmen fosil dan mengisi retakan halus.
Porositas (8%): Porositas yang hadir berupa rongga-rongga kosong diantara butiran
dan matriks, terdiri dari porositas vug dan channel
Nama batuan : Grainstone (Dunham,1962)
A B C

F G H I

A B

D E F G H I

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C

F G H I

A B

X - Nikol
0

No.

0.5 mm

: 02

P1
Foto: 0

D E F G H I

ll Nikol
0

0.5 mm

No. Lab.
:Kode contoh : ST.1.5b
Jenis batuan : Ubahan
Mineralogi
Sayatan batuan ubahan, slaty cleavage yang telah mengalami lipatan (folded) dan
pengisian (fissil) oleh mineral karbon dan sedikit mineral opak/bijih. Komposisi
mineral tersusu oleh granuloblastik kuarsa dan mika halus dengan jumlah terbatas
yang sudah mulai terubah menjadi kaolinit serta mika muskovit.
Komposisi mineral :
Kuarsa (12%) : tidak berwarna/transparan, berukuran 0,004-0,28 mm, subhedralanhedral, pemadaman bergelombang, hadir sebagai mineral idioblastik.
Mika (62%) : hadir sebagai mineral nematoblastik, prismatik, berbutir halus sangat
halus, relief bergelombang, hadir sebagai mineral nematoblastik dan sebagian besar
membentuk struktur foliasi
Mineral opak (20%) : berwarna hitam, bentuk tidak teratur, terdapat mengisi retakan
sisa foliasi, hadir diperkirakan sebagai mineral bijih dan mineral karbon.
Nama batuan: Filit meta (Winkler, 1974)
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.

F G H I

0.5 mm

: 03

A B
P1
Foto: 02

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

:: ST-2.21
: Batu lempung

Mikroskopis :
Sayatan batupasir lempungan, berbutir halus-sedang, ukuran <0,032 mm, bentuk butir
menyudut-membundar tanggung, pemilahan buruk, kemas tertutup. Komposisi
butiran/kristal terdiri atas kuarsa dan mineral opak. Matriks yang hadir berupa mineral
lempung (kaolinite+illite/smectite) teroksidasi. Semen yang hadir berupa oksida besi.
Porositas yang hadir berupa porositas intra/inter partikel
Komposisi mineral :
Matriks (71%) : warna coklat kekuningan, setempat fibrous, terdiri atas mineral
lempung (illite/smectite) teroksidasi.
Semen (10%) : warna kecoklatan-kemerahan, berbutis sangat halus, bentuk tidak
teratur, terdapat mengikat butiran dan fragmen, hadir berupa oksida besi.
Fragmen kristal (19%) :
Kuarsa (12%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, berbutir halus,
ukuran <0,034mm, bentuk membundar-menyudut tanggung, relief sedang, hadir
sebagai monokristalin.
Mineral opak (2%) : hitam, tidak tembus cahaya, berbutir halus-sedang, bentuk
menyudut tanggung, sebagian bentuk memanjang-tidak teratur, tampak hadir
membentuk urat halus, diperkirakan hadir sebagai mineral karbon.
Porositas (5%) : hadir berupa porositas intra/inter partikel.
Nama batuan : Mudrock (Pettijohn, 1975)/Claystone
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.

F G H I

0.5 mm

: 04

A B
P1
Foto: 03

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

:: ST.2.2
: Batugamping pasiran

Mikroskopis :
Sayatan batul gamping pasiran, klastik, berbutir halus-sedang (bioklastik), bentuk
butir membundar-tidak beraturan, ukuran 0,01-0,10mm, kemas terbuka, pemilahan
baik. Komposisi kristal/butiran terdiri dari kuarsa, fragmen fosil dan mineral opak,
yang tertanam dalam matriks lumpur karbonat dan mikrokristalin kalsit, semen
berupa mikro/ortho spary kalsit. Porositas yang hadir berupa porositas intergranuler
Komposisi mineral :
Matrik (12%): warna terang sampai abu-abu terang, kristalin, anhedral-subhedral,
bebutir halus-sedang, relief bergelombang, sebagian mengkilap minyak, hadir berupa
lumpur,karbonat dan mikrokristalin kalsit, sebagian tampak sudah terubah menjadi
mikrospary kalsit.
Semen (3%): berwarna kecoklatan-kehitaman, bentuk tidak teratur, tersebar merata,
hadir berupa mikrpspary/ortho spary kalsit.
Fragmen kristal/butiran (85%):
Kuarsa (4%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, ukuran 0,020,11 mm, bentuk membundar tanggung, tidak ada belahan dan kembar, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Fragmen fosil (75%): Tidak berwarna sampai coklat terang, relief bergelombang,
pleokroisme lemah, interferensi putih terang, terdiri dari foraminifera planktonik,
telah mengalami pelarutan dan terisi mineral lain terutama kalsit dan klorit.
Mineral opak (1%) : hitam, tidak tembus cahaya, membundar membundar tanggung,
hadir sebagai butiran bersama fragmen fosil dan mengisi retakan halus.
Porositas (5%): Porositas yang hadir berupa rongga-rongga kosong diantara butiran
dan matriks, terdiri dari porositas vug dan channel
Nama batuan : Grainstone (Dunham,1962)
A B C

F G H I

A B

D E F G H I

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C

F G H I

A B

X - Nikol
0

No.
No. Lab.

0.5 mm

: 05
:-

P1
Foto: 04

D E F G H I

ll Nikol
0

0.5 mm

Kode contoh
Jenis batuan

: ST-1.4
: Batupasir kuarsa

Mikroskopis :
Sayatan batupasir berbutir halus-sedang, porous, ukuran 0,02-0,32 mm, bentuk butir
membundar - menyudut tanggung, kemas terbuka, pemilahan sedang. Komposisi
butiran/kristal terdiri atas kuarsa, felspar, mika, fragmen batuan dan mineral opak.
Matriks/semen yang hadir berupa mineral lempung dan mikrokristalin kuarsa. Semen
yang hadir berupa semen oksida besi. Porositas yang hadir berupa porositas inter/intra
partikel
Komposisi mineral :
Matriks (16%) : warna abu-abu kecoklatan, interferensi kuning terang, relief rendah,
hampir isotrop, terdiri atas mikrokripstalin kuarsa/silika dan sedikit mineral lempung
Semen (3%) : warna kecoklatan-kemerahan, bentuk tidak teratur, terdapat mengikat
butiran dan fragmen, hadir berupa oksida besi.
Fragmen butiran/kristal (81%) :
Kuarsa (55%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, ukuran 0,020,18 mm, bentuk membundar tanggung, tidak ada belahan dan kembar, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Felspar (2%) : tidak berwarna dan agak keruh, interferensi merah keunguan, ukuran
0,02-0,34mm, bentuk subhedral sampai anhedral, jenis ortoklas.
Mika (2%) : warna kuning keruh, fibrous, ukuran 0,002-0,26mm, hadir diantara
butiran kuarsa .
Fragmen batuan (5%): berwarna terang-kecoklatan, agak lapuk, teroksidasi, ukuran
0,3 0,38 mm, terdiri dari sisa fragmen batupasir lapuk dan teroksidasi
Mineral opak (2%) : warna hitam, opak, bentuk menyudut - membulat tanggung,
bentuk tidak teratur, tampak mengambang dalam matriks.
Porositas (15%): Porositas hadir berupa jejak sentuhan antar butiran (intra partikel),
jejak pelepasan ikatan antar butiran (inter partikel).
Nama batuan: Quartz wacke sandstone (Pettijohn,1975)
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.
No. Lab.

F G H I

0.5 mm

: 06
:-

A B
P1
Foto: 01

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

Kode contoh
: ST.1.5a
Jenis batuan
: Batugamping klastik
Mikroskopis :
Sayatan batul gamping,klastik, berbutir halus-sedang (bioklastik), bentuk butir
membundar-tidak beraturan, kemas tertutup, pemilahan jelek, terdapat urat kalsit yang
terkristalisas menjadi dolomit.. Komposisi butiran terdiri dari kalsit, fragmen fosil
dan mineral opak, yang tertanam dalam matriks lumpur karbonat dan mikrokristalin
kalsit, semen berupa mikro/ortho spary kalsit. Porositas yang hadir berupa porositas
intergranuler dan moldic
Komposisi mineral :
Matrik (63%): warna terang sampai abu-abu terang, kristalin, anhedral-subhedral,
bebutir halus-sedang, relief bergelombang, sebagian mengkilap minyak, hadir berupa
lumpur,karbonat dan mikrokristalin kalsit, sebagian tampak sudah terubah menjadi
minrospary kalsit.
Semen (6%): berwarna kecoklatan-kehitaman, bentuk tidak teratur, tersebar merata,
hadir berupa mikrpspary/ortho spary kalsit.
Fragmen kristal/butiran (67%):
Kalsit (6%): warna terang-abu-abu terang, fibrous, anhedral-subhedral, tersebar
membentuk urat halus dan menggantikan fosil.
Fragmen fosil (25%):Tidak berwarna sampai coklat terang, relief bergelombang,
pleokroisme lemah, interferensi putih terang, terdiri dari foraminifera, algae dan
sedikit koral, telah mengalami pelarutan dan belum tergantikan/terisi kalsit.
Mineral opak (2%) : Hitam, tidak tembus cahaya, membundar membundar
tanggung, hadir sebagai butiran bersama fragmen fosil dan mengisi retakan halus.
Porositas (4%): Porositas yang hadir berupa rongga-rongga kosong diantara butiran
dan matriks, terdiri dari porositas vug dan channel
Nama batuan : Wackestone (Dunham,1962)
A B C

F G H I

A B

D E F G H I

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C

F G H I

A B

X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh

0.5 mm

: 07
:: ST.1.15

P1
Foto: 0

D E F G H I

ll Nikol
0

0.5 mm

Jenis batuan

: Batugamping pasiran

Mikroskopis :
Sayatan batul gamping pasiran, klastik, berbutir halus-sedang (bioklastik), bentuk
butir membundar-tidak beraturan, ukuran 0,01-0,10mm, kemas terbuka, pemilahan
baik. Komposisi kristal/butiran terdiri dari kuarsa, fragmen fosil dan mineral opak,
yang tertanam dalam matriks lumpur karbonat dan mikrokristalin kalsit, semen
berupa mikro/ortho spary kalsit. Porositas yang hadir berupa porositas intergranuler
Komposisi mineral :
Matrik (9%): warna terang sampai abu-abu terang, kristalin, anhedral-subhedral,
bebutir halus-sedang, relief bergelombang, sebagian mengkilap minyak, hadir berupa
lumpur,karbonat dan mikrokristalin kalsit, sebagian tampak sudah terubah menjadi
mikrospary kalsit.
Semen (4%): berwarna kecoklatan-kehitaman, bentuk tidak teratur, tersebar merata,
hadir berupa mikrpspary/ortho spary kalsit.
Fragmen kristal/butiran (87%):
Kuarsa (3%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, ukuran 0,020,10 mm, bentuk membundar tanggung, tidak ada belahan dan kembar, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Fragmen fosil (76%):Tidak berwarna sampai coklat terang, relief bergelombang,
pleokroisme lemah, interferensi putih terang, terdiri dari foraminifera, telah
mengalami pelarutan dan terisi mineral lain terutama kalsit dan klorit.
Mineral opak (3%) : hitam, tidak tembus cahaya, membundar membundar tanggung,
hadir sebagai butiran bersama fragmen fosil dan mengisi retakan halus.
Porositas (5%): Porositas yang hadir berupa rongga-rongga kosong diantara butiran
dan matriks, terdiri dari porositas vug dan channel
Nama batuan : Grainstone (Dunham,1962)
A B C

F G H I

A B

D E F G H I

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C

F G H I

A B

X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

0.5 mm

: 08
:: ST-1.2
: Metasedimen

P1
Foto: 07

D E F G H I

ll Nikol
0

0.5 mm

Mikroskopis :
Sayatan batupasir termetakan, berbutir halus, ukuran <0,05 mm, bentuk butir
menyudut-membundar tanggung, terdapat perlapisan halus/jejak foliasi yang terisi
oleh jejak mineral karbon. Komposisi butiran/kristal terdiri atas kuarsa, mika dan
mineral opak. Matriks yang hadir berupa mikrokristalin kuarsa dan mineral lempung
oksida. Semen tang hadir berupa oksida besi. Porositas yang hadir berupa porositas
intra/inter partikel
Komposisi mineral :
Matriks (12%) : warna coklat kekuningan, setempat fibrous, terdiri atas
mikrokristalin kuarsa/silika (28%) dan sedikit mineral lempung oksida (4%)
Semen (8%) : warna kecoklatan-kemerahan, berbutis sangat halus, bentuk tidak
teratur, terdapat mengikat butiran dan fragmen, hadir berupa oksida besi.
Fragmen kristal (80%) :
Kuarsa (62%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, berbutir halussedang, ukuran 0,02-0,15mm, bentuk membundar-menyudut tanggung, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Mika (4%) : berwarna coklat kekuningan, interferensi coklat gelap, berukuran 0,010,02 mm, bentuk euhedral sampai subhedral, berserat halus-berlembar.
Mineral opak (12%) : hitam, tidak tembus cahaya, berbutir halus-sedang, bentuk
menyudut tanggung, sebagian bentuk memanjang-pipih-tidak teratur, diperkirakan
hadir sebagai mineral karbon.
Porositas (2%) : hadir berupa porositas intra/inter partikel dan chanel.
Nama batuan : Arenaceous quartz sandstone (Pettijohn, 1975)/Siltstone
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

F G H I

0.5 mm

A B
P1
Foto: 05

: 09
:: ST.2.20
: Batugamping pasiran

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

Mikroskopis :
Sayatan batul gamping pasiran, klastik, berbutir halus-sedang (bioklastik), bentuk
butir membundar-tidak beraturan, ukuran 0,01-0,10mm, kemas terbuka, pemilahan
baik. Komposisi kristal/butiran terdiri dari kuarsa, fragmen fosil dan mineral opak,
yang tertanam dalam matriks lumpur karbonat dan mikrokristalin kalsit, semen
berupa mikro/ortho spary kalsit. Porositas yang hadir berupa porositas intergranuler
Komposisi mineral :
Matrik (10%): warna terang sampai abu-abu terang, kristalin, anhedral-subhedral,
bebutir halus-sedang, relief bergelombang, sebagian mengkilap minyak, hadir berupa
lumpur,karbonat dan mikrokristalin kalsit, sebagian tampak sudah terubah menjadi
mikrospary kalsit.
Semen (6%): berwarna kecoklatan-kehitaman, bentuk tidak teratur, tersebar merata,
hadir berupa mikrpspary/ortho spary kalsit.
Fragmen kristal/butiran (84%):
Kuarsa (6%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, ukuran 0,020,10 mm, bentuk membundar tanggung, tidak ada belahan dan kembar, relief sedang,
hadir sebagai monokristalin.
Fragmen fosil (72%):Tidak berwarna sampai coklat terang, relief bergelombang,
pleokroisme lemah, interferensi putih terang, terdiri dari foraminifera, telah
mengalami pelarutan dan terisi mineral lain terutama kalsit dan klorit.
Mineral opak (2%) : hitam, tidak tembus cahaya, membundar membundar tanggung,
hadir sebagai butiran bersama fragmen fosil dan mengisi retakan halus.
Porositas (4%): Porositas yang hadir berupa rongga-rongga kosong diantara butiran
dan matriks, terdiri dari porositas vug dan channel
Nama batuan : Grainstone (Dunham,1962)
A B C

F G H I

A B

D E F G H I

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C

F G H I

A B

X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

0.5 mm

P1
Foto: 0

: 10
:: ST.1.9
: Batuan ubahan

D E F G H I

ll Nikol
0

0.5 mm

Mikroskopis
Sayatan matriks bx berbutir halus-sedang, bentuk anhedral-subhedral, butiran
menyudut tanggung, ukuran 0,003-0,51mm, kemas tertutup, pemilahan jelek, telah
teroksidasi. Komposisi butiran/kristal terdiri atas felspar, piroksen, fragmen batuan
dan mineral opak, yang tertanam dalam matrik gelas, semen yang hadir berupa
oksida besi.
Mikroskopis:
Matriks (55%): tidak berwarna-abu-abu keruh, setempat kecoklatan, gelap pada
posisi x-nicol, bentuk kristalin halus-sedang, hadir berupa gelas vulkanik.
Semen (8%): warna kecoklatan sampai coklat terang, tersebar merata, terdapat
mengikat butiran dan matriks, hadir berupa oksida besi
Komposisi mineral:
Fragmen butiran/kristal (37%):
Felspar (15%) : Tidak berwarna, anhedral subhedral, ukuran <0,25mm, kembar
albit, albit-kalsbad, relief sedang,sebagian telah tervitrifikasi menjadi gelas.
Piroksen (5%) : Kuning kecoklatan agak kehijauan; subhedral, prismatik panjang
dan pendek, belahan 1 dan 2 arah, relief tinggi, terubah menjadi klorit dan lempung
Jejak fragmen batuan (12%): sebagai butiran, tidak berwarna, membundar-menyudut
tanggung, terdiri dari fragmen batuan beku, terdiri dari andesitic, dasitic dan basaltic,
telah terubahkan.
Mineral opak (5%) : Berwarna hitam tidak tembus cahaya, bentuk membundar
tanggung, tersebar dalam matriks.
Nama batuan : Tuf gelas kristal (Schmid, 1981)
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

F G H I

0.5 mm

A B

P1
Foto:10

: 11
:: ST-2.8
: Batupasir kuarsa

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

Sayatan batupasir kuarsaan, berbutir halus-sedang, ukuran 0,01-0,22mm, bentuk


butir menyudut tanggung, anhedral-subhedral, pemilahan baik, kemas terbuka k
Komposisi fragmen kristal/butiran terdiri atas kuarsa, mika dan mineral opak. Matriks
yang hadir berupa mikrokristalin kuarsa dan sedikit mineral lempung. Semen yang
hadir berupa mikrokriptokristalin kuarsa (silika). Porositas yang hadir berupa
porositas inter/intra partikel dan intergranuler
Komposisi mineral :
Matriks (8%) : tidak berwarna-coklat keruh, berbutir halus-sangat halus, terdiri atas
Mikrokristalin kuarsa/silika dan mineral lempung.
Semen (2%) : warna kecoklatan, interferensi kehitaman, hadir berupa
mikrokriptokristalin kuarsa (silika).
Komposisi mineral:
Fragmen kristal/butiran (49%) :
Kuarsa (66%) : warna terang-abu-abu terang, bentuk membundar-menyudut
tanggung, ukuran 0,002 2,65mm, colorless, bias rangkap rendah, hadir berupa
makrokristalin dan monokristalin kuarsa.
Mika (8%) : warna kuning kusam - kecoklatan, bentuk subhedral, ukuran 0,03-0,43
mm, relief bergelombang, bias rangkap tinggi hampir ekstrim, hadir bersama
mikrokristalin kuarsa dan oksida besi.
Mineral opak (4%) : warna hitam, tidak tembus cahaya, bentuk kubus-tidak beraturan,
sebagian hadir sebagai sisipan halus di antara butiran kuarsa matriks.
Porositas (12%) : hadir berupa porositas inter/intra partikel dan intergranuler.
Nama batuan : Quartz arenite sandstone (Pettijohn, 1975)
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

F G H I

0.5 mm

A B
P1
Foto: 11

: 12
:: ST-2.10
: Sedimen kalstik teroksidasi

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

Mikroskopis :
Sayatan batupasir lempungan, berbutir halus-sedang, ukuran <0,034 mm, bentuk butir
menyudut-membundar tanggung, pemilahan buruk, kemas tertutup. Komposisi
butiran/kristal terdiri atas kuarsa dan mineral opak. Matriks yang hadir berupa mineral
mikrokristalin kuarsa dan mineral lempung oksida. Semen tang hadir berupa oksida
besi. Porositas yang hadir berupa porositas intra/inter partikel
Komposisi mineral :
Matriks (59%) : warna coklat kekuningan, setempat fibrous, terdiri atas
mikrokristalin kuarsa/silika (25%) dan sedikit mineral lempung oksida (34%)
Semen (11%) : warna kecoklatan-kemerahan, berbutis sangat halus, bentuk tidak
teratur, terdapat mengikat butiran dan fragmen, hadir berupa oksida besi.
Fragmen kristal (30%) :
Kuarsa (25%) : tidak berwarna (colorless), interferensi kuning terang, berbutir halus,
ukuran <0,036mm, bentuk membundar-menyudut tanggung, relief sedang, hadir
sebagai monokristalin.
Mineral opak (2%) : hitam, tidak tembus cahaya, berbutir halus-sedang, bentuk
menyudut tanggung, sebagian bentuk memanjang-tidak teratur, tampak hadir
membentuk urat halus, diperkirakan hadir sebagai mineral karbon.
Porositas (3%) : hadir berupa porositas intra/inter partikel.
Nama batuan : Shaly-mudstone (Pettijohn, 1975)
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B C D
X - Nikol
0

No.
No. Lab.
Kode contoh
Jenis batuan

F G H I

0.5 mm

: 13
:: ST-2.16
: Batuan terubah

A B
P1
Foto: 12

C
0

D E F G H
ll Nikol

I
0.5 mm

Mikroskopis :
Sayatan batuan ubahan bertekstur asal porfiritik, masa dasar afanitik, hipokristalin,
hipidiomorf, telah terubah sedang. Komposisi mineral terdiri atas plagioklas,
piroksen, biotit dan mineral opak, yang tertanam dalam masadasar gelas vulkanik.
Mineral sekunder yang hadir berupa klorit.
Deskripsi Mineralogi :
Fenokris
: (17%)
Plagioklas (6%) :tidak berwarna; euhedral subhedral; kembar albit, albit-karlsbad,
penetrasi; zoning; jenis labradorit, sebagian telah mengalami korosi dan terubah
menjadi klorit.
Kuarsa (4%) : tidak berwarna, kristalin halus sampai sedang, ukuran 0,05-3,46mm,
bentuk anhedral sampai subhedral, pemadaman bergelombang, relief sedang, tampak
saling tumbuh bersama k-felspar dan plagioklas.
Piroksen (3%) : kuning kecoklatan agak kehijauan, subhedral, prismatik panjang
dan pendek,belahan 1 arah, relief tinggi, jenis ortho-klino dan augit
Biotit (2%) : warna coklat muda, interferensi coklat kekuningan, berlembar halus,
dengan bentuk euhedral, berlembar, agak lapuk, belahan satu arah, tampak
berkelompok.
Mineral opak (2%) : hitam, opak, tidak tembus cahaya, terdapat mengubah pada
beberapa fenokris terutama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar hadir berupa
mikrokristalin.
Massadasar : (81%): tidak berwarna-abu-abu keruh, gelap pada posisi nikol
bersilang, hadir berupa gelas vulkanik dan mineral ubahan berupa kaolinit dan
smectite
Mineral sekunder: (2%)
Klorit (2%): tidak berwarna sampai kehijauan, berserabut halus, merupakan hasil
ubahan dari plagioklas dan massadasar
Nama batu: Dasit terubah sedang (Streckeisen, 1978).
A B

F G H I

A B

D E F G H

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

1
2
3
4
5
6

A B

F G H I

A B

D E F G H

X - Nikol
0

ll Nikol
0.5 mm

P1
Foto: 13

0.5 mm