Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Dewasa ini kepariwisataan merupakan hal yang tidak asing di masyarakat dunia.
Kepariwisataan merupakan salah satu penghasil devisa sekaligus mata percaharian bagi
masyarakat yang dapat menopang perekonomian suatu Negara. Di Indonesia sendiri
kepariwisataan merupakan penghasil devisa ke dua terbesar setelah migas. Oleh sebab itulah
pemerintah dengan serius menangani masalah ini dengan berbagai usaha-usaha untuk
menggalakkan kepariwisataan. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui
program-program sapta pesona yaitu usaha sadar wisata.

Di dalam bidang pariwisata dan perhotelan, pengetahuan teori dan praktek yang di
pelajari di kampus harus di tunjang dengan praktek yang di lakukan di dunia industri, dalam hal
ini dilakukan dalam bentuk praktik kerja industri. Dari pelaksanaan praktik kerja industri ini,
mahasiswa dapat menerapkan teori dan praktek yang dapat mendukung pelaksanaan di dunia
industri serta mahasiswa dapat membandingkan teori dan praktek yang di dapat dikampus dengan
praktik kerja industri di dunia industri. Sehingga diharapkan akan sangat besar pengaruhnya
dalam usaha peningkatan kemampuan serta profesionalisme kerja guna mempersiapkan diri
untuk berhadapan langsung dalam dunia pariwisata khususnya perhotelan.

Salah satu daerah tujuan pariwisata di Indonesia adalah pulau Bali. Sebagian besar
masyarakat Internasional telah mengakui bahwa Bali merupakan salah satu pulau yang sangat

indah. Selain itu masyarakat Bali juga dikenal sangat ramah dan adat istiadat budayanya tetap
kental walaupun zaman semakin modern. Hal ini terbukti dari banyaknya turis yang datang dari
seluruh belahan dunia. Untuk menunjang kenyamanan para turis di selama di Bali maka pihak
pemerintah dan swasta berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas objek serta fasilitas
pendukung yaitu salah satunya adalah dengan mendirikan sarana akomodasi seperti hotel. Selain
itu untuk mewujudkan pelayanan yang ramah dan profesional, maka diperlukan tenaga kerja
yang terampil dalam bidang pariwisata sesuai dengan keahlian masing-masing.
Praktek

Kerja

Nyata

(PKN)

merupakan

salah

satu

peluang

bagi

para

mahasiswa/mahasiswi untuk meningkatkan keterampilan dan kecepatan dalam bekerja, membina


sikap mental para calon pelaku pariwisata dengan cara menerjunkan langsung para
mahasiswa/mahasiswi ke lapangan kerja bidang pariwisata. Hal tersebut dilakukan agar para
mahasiswa/mahasiswi dapat lebih mengerti dan memahami dunia kerja pariwisata.
Melalui Praktek Kerja Nyata ini, mahasiswa/mahaiswi Sekolah Perhotelan Bali (SPB)
diharapkan mampu menerapkan dan mengaplikasikan kemampuan mereka dengan bekal ilmu
yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan di kampus.

B.

Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan PKL


1. Tujuan

a) Sebagai salah satu syarat kelulusan yang harus di tempuh selama mengikuti
perkuliahan di Sekolah Perhotelan Bali.

b) Tujuan dari pelaksanaan PKN di industri adalah untuk menerapkan semua teoriteori maupun praktek-praktek yang telah didapat dari kampus di industry secara
nyata. PKN juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kerja,
introspeksi diri, adaptasi lingkungan sekitar.

c)

Merupakan suatu upaya yang sangat mempengaruhi kinerja mahasiswa mahasiswi


dalam

menyeimbangkan

pengetahuan

teori

dan

praktek,

sehingga dapat

menghasilkan tenaga kerja yang terlatih dan terdidik dan kedepannya mampu dalam
bersaing di dalam era globalisasi terutama dalam bidang pariwisata dan perhotelan.

2. Manfaat

a)

Manfaat Untuk Mahasiswa

Menambah

pengetahuan

dan

wawasan

mahasiswa

dalam

bidang

kepariwisataan.

Jumlah peralatan lebih banyak dan lebih lengkap dan lebih modern di banding
dengan

apa yang di sediakan di kampus sehingga penulis lebih banyak

mengenal alat-alat di industri dan mempermudah melakukan pekerjaan.

Para senior baik staff maupun daily worker (DW ) mau mengajarkan dan
berbagi pengalaman sehingga penulis lebih cepat mengerti dan memahami
tentang tugas yang di laksanakan setiap harinya

Meningkatkan ketrampilan dan profesionallisme kerja mahasiswa di dalam


dunia kerja khususnya industri perhotelan.

b)

Manfaat Untuk Kampus

Adanya On The Job Training ini, pihak kampus dapat menyalurkan calon
tenaga kerja ke industri pariwisata agar menjadi lebih professional.

Menjunjung nama kampus agar pihak industri mencari tenaga kerja ke


kampus.

Menjadikan nama kampus dapat dikenal banyak masyarakat, sehingga


masyarakat mempercayakan kampus

laporan PKN yang telah di kumpul nantinya dapat di pelajari adik-adik kelas
yang selanjutnya

Kampus akan dapat meluluskan mahasiswa yang terampil karena sudah


melaksanakan paraktek kerja nyata.

Dengan On The Job Training

pihak kampus dapat mendukung usaha

peningkatan sumber daya manusia yang memiliki potensi untuk bekerja dan
professional

c)

Manfaat Untuk Hotel

Menambah sumber daya manusia yang dapat membantu pekerjaan di hotel.

Hotel dapat memperkenalkan dunia kerja khususnya pariwisata kepada dunia


luar atau calon pekerja.

Pihak hotel dapat menyiapkan dan memilih calon-calon tenaga kerja yang siap
pakai.

Kerjasama antara pihak hotel dan pihak kampus, dimana pihak hotel dapat
merekrut tenaga kerja dari kampus pariwisata yang mempunyai tenaga-tenega
kerja yang professional.

Dengan adanya sumber daya manusia lewat On The Job Training pihak hotel
dapat menekan jumlah upah kerja

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Hotel

Hotel merupakan suatu jenis akomodasi yang dikelola secara komersial yang disediakan
bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan dengan makanan dan minumannya,
serta fasilitas penunjang lainnya.
Ditinjau dari asal katanya,
Hotelberasal dari bahasa Latin yaitu dari kata
Hospes
yang mempunyai pengertian menunjukkan orang asing untuk menginap di rumah seseorang
(teman, kenalan, maupun musafir yang dihormati). Kemudian dalam perkembangannya kata
Hospesberubah menjadi
Hostesdalam bahasa Prancis, dan seterusnya menjadi
Hotel
dengan pengertian rumah penginapan. Untuk mengetahui dan memahami pengertian hotel atau
rumah penginapan, di Indonesia secara juridis formal bisa kita dapati dalam Undang Undang
Nomor 14 tahun 1974 junto Undang Undang Nomor 20 Tahun 1948 tentang pajak
pembangunan I,

dan keputusan

Menteri Parpostel Republik

Indonesia Nomor KM

94/HK.103/MPPT87 tentang ketentuan usaha dan penggolongan hotel.


Menurut ketentuan dalam U.U. No. 14 Tahun 1947; rumah penginapan adalah usaha
perusahaan yang menyewakan ruang penginapan untuk tamu, sedangkan menurut keputusan
Menparpostel tersebut di atas, dikemukakan bahwa hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang
mempergunakan sebagai atau seluruh bangunan untuk menyewakan jasa pelayanan penginapan,
makan dan minuman serta jasa lainnya yang dikelola secara komersial, serta memenuhi ketentuan
persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan ini.
6

Adapun definisi hotel yang lain menurut pakar-pakar ahli pariwisata seperti seperti
berikut ;
1. Prof K. Kraft,
Hotel adalah sebuah bangunan yang menyediakan makanan dan pelayanan yang
bersangkutan mengadakan perjalanan.
2. Keputusan Menteri SK 241/H/70 Thn/1970
Hotel adalah perusahaan yang memberikan layanan jasa dalam bentuk penginapan atau
akomodasi serta menyediakan hidangan dan fasilitas lainnya untuk umum yang
memenuhi syarat-syarat comfort, privacy dan bertujuan komersional.
3. American Hotel and Association
Hotel adalah suatu tempat di mana disediakan penginapan, makan dan minum, serta
pelayanan lainnya, untuk disewakan bagi orang-orang yang tinggal untuk sementara
waktu
Selain itu hotel juga mempunyai arti sebagai salah satu jenis sarana akomodasi yang
sangat menunjang dan berperan di dalam kelancaran industri pariwisata dan juga perhotelan
yangselama ini menjadi penunjang ekonomi masyarakat Bali pada khususnya yang menjadi
motor pergerakan kepariwisataan di Bali serta menjadi salah satu sumber visa untuk Negara.

Departemen- Departemen yang ada di hotel :


1.

Kitchen
Bagian dapur cepat atau lambat, puas atau tidaknya para tamu atas pelayanan
atau pun makanan yang disajikan sangat berpengaruh oleh bagian dapur.

2.

Bar
Bagian yang masih di bawah food and beverage department yang menyajikan
minuman.

3.

Restaurant

Bagian yang melayani service di bidang makanan dan juga bisa minuman
4.

Steward
Bagian yang bertugas dibidang pengadaan peralatan baik untuk keperluan
dapur maupun restauran.

5.

Cashier(kasir)
Bagian yang memberi harga pada bill tamu, menerima uang pembayaran dari
tamu, membuat laporan hasil penjualan minum, makanan, dan memberikan
laporan beberapa hasil penjualan secara keseluruhan.

6.

Accounting (bagian keuangan)


Bagian keuangan masih satu departemen dengan bagian kasir. Semua
pembayaran seperti gaji, honor, uang service, tunjangan transportasi
akomodasi dan lain-lain di proses di bagian keuangan.

7.

Housekeeping department
Bagian yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan upaya
menciptakan keindahan dan kenyamanan serta kebersihan seluruh area hotel.

8.

Laundry
Bagian yang menangani pengelolaan dalam penggunaan linen dihotel seperti
uniform napkin, glass towok, table cloth, skating place mate.

9.

Front office
Bagian sumber informasi dari operasi hotel secara keseluruhan.

10.

Purchasing
Bagian yang memberi seluruh bahan mentah keperluan dapur untuk dibuat
makanan dan minuman yang dijual di restoran khususnya, atau untuk
keperluan hotel pada umumnya.

11.

Storing
Bagian yang menyimpan barang dan bahan yang dibeli purchasing agar tahan
lama dan dapat diatur penggunaannya.

12.

Cost control
Bagian yang menentukan harga semua makanan dan minuman yang dijual di
restoran bekerja sama dengan food and beverage manager dan souse chef
s.

13.

Engineering
Bagian yang menangani masalah perbaikan dan penyediaan segala sesuatu
untuk efisiensi hotel, meliputi kegiatan perbaikan listrik, dekorasi lampu, AC,
kulkas.

14.

Transportation
Bagian yang berurusan dengan kendaraan yang masih satu departemen dengan
engineering department.

B. Pengertian Restaurant
Berdasarkan surat keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. K
M 95/H.K 103/ MPPT-87, Jakarta tanggal 23 Desember 1987, menyatakan definisi tentang
Restaurant adalah salah satu jenis jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan
yang permanent yang dilengkapi pula dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman yang disediakan bagi
umum ditempat didirikannya usaha.
Perkembangan dunia yang semakin maju dan modern ditambah dengan tingkat
perbaikan ekonomi yang sangat tinggi, disertai dengan semakin banyaknya manusia yang keluar
rumah dengan berbagai kesibukan,, menyebabkan industry restaurant dapat berkembang pesat
seperti sekarang ini.

Macam Macam Restaurant

Formal Dining Room

Adalah restaurant di dalam hotel yang merupakan high class restaurant. Restaurant ini dibuat
sedemikian eksklusif sehingga hanya tamu tamu tertentu saja yang dapat menikmati hidangan
tersebut
Faktor factor yang menyebabkan restaurant tersebut menjadi prestise bagi hotel adalah :
a. Peralatan mewah
b. Cara pelayanan secara pribadi ( private )

10

c. Harga makanan yang dijual cukup mahal


d. Biasanya digunakan saat perjamuan makan lengkap dan resmi
e. Umumnya proses memasak makanan tertentu di depan tamu
f. Biasanya menghidangkan full house dinner
Contoh formal dining room:
-

Rotisserie
Restaurant eksklusif dimana tempat pembakaran dapatdilihat oleh tamu.

Grill House
Restaurant untuk steak atau chop, yang mana makanan tersebut dibakar menurut selera
tamu

Cabaret atau Supper Club


Restaurant yang mengadakan pertunjukan ( live show ) pada saat acara makan.
-

Main Dining Room


Ialah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel
besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu
peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia.
Tamu-tamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal.

Informal Dining Room


Restaurant yang sifatnya tidak formal . beberapa contohnya:
-

Coffee Shop atau Brasserie


Adalah restaurant yang mengutamakan pelayanan serba cepat dan dalam suasana tidak
resmi ( informal ) . Harga makanan relative murah, biasanya beroperasi 24 jam.

11

Makanan disiapkan ready on plate . kadang penyajiannya dilakukan cara buffet atau
prasmanan.
-

Travern
Restaurant kecil dalam hotel yang mana disajikan untuk minuman utama adalah bir dan
anggur ( wine).

Cocktail Lounge
Suatu fasilitas yang diberikan kepada tamu dan pengujung hotel , seuatu tempat yang
santai untuk minum dengan suasana yang agak remang remang . dalam kenyataannya
cocktail Lounge juga menyediakan makanan kecil ( snack) , dan tamu tetap
diperkenankan memesan makanan tetapi dengan syarat tamu akan menunggu cukup lama
karena makan diambil dari main kitchen .
-

Pool Snack Bar


Bar kecil yang terletak di tepi kolam renang sebuah hotel. Menyediakan minuman,
makanan kecil, dan makanan lainnya.

Specialities Dining Restaurant


Restaurant yang menyediakan makanan-makanan khusus. Suasana dan dekorasi seluruhnya
disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan.
Contoh:
-

Chinese restaurant
-

Italian restaurant
-

Japanese restaurant dll.

12

C. Pengertian Tata Hidangan

Tata hidangan merupakan salah satu kegiatan pokok yang memberikan pelayanan makanan
dan minuman kepada para tamu.

Tata hidangan tidak asing lagi kita dengar khususnya di daerah pariwisata. Secara umum,
yang dimaksud tata hidangan adalah sesuatu yang di inginkan, baik berupa makanan dan
minuman yang di tata dan dihias sehingga kelihatan menarik. Jadi, tata hidangan itu menata,
menghias, dan menghidangkan makanan dan minuman, baik di rumah atau di luar rumah
(restaurant, bar, dan sebagainya).

Dalam dunia perhotelan tata hidangan ditangani oleh departemen khusus yaitu Food &
Beverage Department yaitu suatu departmen yang ruang lingkupnya cukup luas yang bertnggung
jawab atau suply, produksi, serta menghidangkan makanan dan minuman. Tata hidangan disini
ditangani oleh Food & Beverage service section. Jadi, tata hidangan di sebuah hotel adalah suatu
ilmu yang dipelajari dan diterapkan untuk menata, menghias, serta bagaimana menyajikan
manakan dan minuman dari awal hingga akhir menu menikmati makanan. Dengan prosedur atau
standar yang diterapkan manajemen hotel bersangkutan untuk mencapai tujuan keuntungan
secara wajar secara objective dan efesien.
13

D. Pengertian Waiter / Waitress


Definisi pramusaji menurut Marsum W.A (1993:90) adalah:
karyawan/karyawati didalam
sebuah restoran yang bertugas menunggu tamu-tamu, membuat tamu merasa mendapat sambutan
dengan baik dan nyaman, mengambil pesanan makanan dan minuman serta menyajikannya, juga
membersihkan restoran dan lingkungannya serta mempersiapkan meja makan dan peralatan
makan untuk tamu berikutnya
.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pramusaji yang profesional adalah
karyawan atau karyawati staf F&B di restoran yang dalam melakukan aktifitas tugasnya selalu
berpedoman pada standar dasar pelayanan yang berlaku secara internasional dan dapat
menerapkan akan suatu disiplin ilmu dari pendidikan atau pelatihan yang didapat sehingga
menjadi keahlian khusus untuk mendukung tugasnya dalam memberikan pelayanan makan dan
minum kepada tamu.
Tugas- Tugas Waiter / Waitress
Tugas-tugas seorang Waiter / Waitress, di antaranya sebagai berikut.
1. Menyambut tamu dengan ramah dan bersahabat.
2. Mempersilahkan tamu duduk
3. Memberikan daftar menu
14

4. Mengambil pesanan makanan dan minuman


5. Menyajikan makanan dan minuman di reatoran.
6. Men set-up meja kembali untuk tamu berikutnya dan selalu menjaga
kebersihan meja
7. Menyiapkan bill

E. Pengertian Bar
Secara umum bar adalah tempat dimana kita bisa membeli dan menikmati minuman.
Disamping hanya menjual minuman, kadang-kadang bar juga menyediakan makanan ringan atau
snack. Di Indonesia dapat dijelaskan dalam P.P. No. 24 tahun 1979 menyebutkan bahwaBar
adalah setiap usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menghidangkan minuman, baik
minuman yang mengandung alkholol maupun tidak, untuk umum di tempat usahanya
.
Terdapat 2 jenis bar yakni Public bar atau Front bar dan Service bar atau Dispense bar.
Public Bar atau Front Bar
Public Bar atau Front Bar adalah bar yang diperuntukkan untuk umum, siapapun
diperbolehkan untuk datang.Public Bar dapat berlokasi di dalam hotel dan menjadi bagian
dari hotel itu sendiri ataupun berada di luar hotel, berdiri sendiri dan tidak menjadi bagian
dari suatu hotel.Biasanya para tamu yang datang, secara langsung dilayani oleh petugas
bar.Berikut ini adalah beberapa contoh dari public bar:
-

Cocktail Bar
Mempunyai ciri dimana minuman yang dijual sangat bervariasi, khususnya minuman
campuran dan diutamakan yang beralkohol dengan standar pelayanan dan kualitas
15

minuman yang cukup baik. Biasanya pada cocktail bar terdapat hiburan-hiburan berupa
music yang ringan seperti permainan piano, organ, gitar dan yang lainnya.
-

Night Club
Adalah bar yang hanya buka pada malam hari. Biasanya bar ini memiliki ukuran yang
lebih luas daripada bar yang lain karena di dalamnya mungkin ada lebih dari satu
bar.Selain itu, adanya dance floor dan live entertainment. Para tamu bisa menikmati
minuman sambil santai hingga larut malam.

Snack Bar
Aadalah bar yang disamping menjual minuman, juga menjual makanan - makanan ringan
atau snack. Dengan pelayanan yang cepat, dikarenakan tamu yang berkunjung
kebanyakan sedikit mempunyai waktu untuk bersantai.

Sunken Bar
Adalah bar yang menyatu dengan kolam renang sehingga para tamu dapat memesan dan
menikmati minumannya tanpa harus keluar dari kolam renang. Minuman yang dijualpun
bervariasi.

Piano Bar
Ruangan tempat tamu bersantai sambil menikmati minuman dan mendengarkan musik
piano.

Expresso Bar
Bar yang menjual minuman dengan pelayanan cepat dan tamu bisa langsung membawa
pergi minumannya setelah membayar. Biasanya gelas dan botol yang digunakan terbuat
dari karton atau plastic yang siap dibuang.

Karaoke Bar

16

Bar yang dilengkapi sarana musik dengan mempergunakan large screen dan beberapa alat
untuk bernyanyi sendiri dibantu laser disk dan kaset video sambil menikmati minuman
dan snack yang tersedia.
-

Girlie Bar
Bar yang dikelilingi gambar-gambar wanita cantik

Boogie Bar
Selain juga menyediakan minuman juga menyuguhkan tari-tarian.

Portable Bar atau Function Bar


Bar yang bisa dipindah-pindah, biasanya kalau ada acara pesta yang diadakan di kebun ,
hall dan yang lainnya.

Lido Bar
Bar yang terdapat di geladak kapal pesiar, berdekatan dengan kolam renang.

Pub
Pada mulanya berasal dari Inggris yang merupakan singkatan dari Public House.Biasanya
para pekerja di Inggris melepas lelah di Pub ini setelah bekerja.

Dischotique
Pada umumnya buka pada malam hari hingga larut malam. Selain itu, ada dance floor dan
diiringi dengan lagu - lagu yang dimainkan oleh DJ (Disk Jockey).

Pool bar
Berada di dekat kolam renang sehingga para tamu dapat menikmati minuman di sekitar
kolam renang tersebut.

Service Bar atau Dispense

17

Berfungsi untuk menyediakan minuman yang dipesan oleh tamu, baik untuk dinikmati di
restoran ataupun di dalam kamar.Petugas bar hanya menyediakan minuman sesuai
pesanan, dan kemudian Waiter/ss yang menghidangkannya kepada tamu. Jadi bar ini tidak
diperuntukan untuk umum melainkan hanya untuk tamu yang menginap atau berada di
hotel.

BAB III
PELAKSANAAN / PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum
1.

Sejarah Hotel

Four Seasons pertama kali dibuka oleh seorang usahawan bernama Isadore Sharp di Toronto,
Kanada pada tahun 1960. Kemudian pada tahun 1970 dia membuka hotel ketiganya, dan
merupakan yang pertama di Eropa yaitu The Inn on the Park yang sekarang lebih dikenal dengan
nama Four Seasons Hotel London. Setelah sukses dengan Four Seasons London, Four Seasons
terus melebarkan sayapnya ke seluruh pelosok dunia dengan mengembangkan berbagai jenis
pelayanan yang tidak dimiliki oleh hotel lain. Sebagai suatu perusahaan yang berkembang, Four
Seasons merupakan salah satu hotel yang pertama di kawasan Amerika Utara yang
memperkenalkan standar bath amenities, terry-cloth robes, hairdryers, dan dua line telephone di
kamar tamu dan di kamar mandi.

18

Di wilayah Indonesia Four Seasons memilih untuk mengoperasikan hotel di Jakarta dan
Bali. Di Bali Four Seasons mendirikan resort pertamanya di kawasan Bukit Permai Jimbaran
dengan arsiteknya yaitu Grounds Kent dan Fremantle yang berasal dari Australia. Resort ini
mulai dioperasikan pada bulan Juni tahun 1993 dengan 147 villa. Sampai sekarang resort ini
dikenal dengan nama Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay. Kemudian pada bulan Mei 1998
disusul dengan didirikannya Four Seasons Resort Sayan.
Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay merupakan resort dengan kualitas yang sangat
baik, yang sesuai dengan misinya yaitu mengoperasikan hotel dan resort terbaik di dunia dengan
memberikan standar pelayanan yang terbaik dengan kepedulian penuh kepada konsumen di
lingkungan yang terbaik dan terpilih.
2.

Lokasi dan Kepemilikan Hotel


Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay memiliki letak yang sangat strategis yaitu di

Kawasan Bukit Permai Jimbaran dengan pemandangan laut yang terletak di tepi karang yang
sangat indah. Jarak dari Bandara Internasional Ngurah Rai tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15
menit perjalanan.
Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay merupakan hotel berbintang lima yang
dioperasikan oleh badan usaha yaitu PT. Bali Giri Kencana yang merupakan perwakilan dari
pemilik yang terdiri dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Sistem manajemen yang
diterapkan adalah system pengawasan otomatis.

3.

Fasilitas Fasilitas yang dimiliki Hotel


Dalam kegiatan operasionalnya Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay
menyediakan berbagai jenis fasilitas, diantaranya:

19

A). Akomodasi
1. One Bedroom Villa (139 unit)
Merupakan Villa dengan satu kamar tidur yang dilengkapi dengan ruangan tamu yang luas
dengan atap ilalang yang sangat indah. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, ruang hias dan
kamar mandi lengkap dengan bathtub. Untuk shower-nya ada yang diletakkan di kamar mandi
dan ada yang diletakkan berdekatan dengan kebun pribadi. Area diluar ruangan ditanami dengan
berbagai macam bunga dan tumbuhan tropis lainnya. Setiap One Bedroom Villa mempunyai luas
kira- kira 12 m2 dengan kolam renang pribadi lengkap dengan tempat berjemur. Di villa ini juga
disediakan sebuah televisi, video player, dan fasilitas internet yang terletak di ruang istirahat.
One Bedroom Villa dapat dibagi lagi menjadi berbagai macam tipe, antara lain yaitu Ocean View
One Bedroom Villa, Deluxe Ocean View One Bedroom Villa, dan Oceanfront One Bedroom
Villa.
2. Two Bedroom Villa (6 units)
Merupakan villa dengan dua kamar tidur. Villa ini memiliki luas kira- kira 15 m 2
dilengkapi dengan ruang makan, ruang tamu, dan dapur yang sangat luas. Dari villa ini kita dapat
melihat pemandangan berupa perkebunan yang menghiasi sepanjang jalan menuju tiap- tiap villa.
Selain itu di villa ini juga terdapat fasilitas kolam renang pribadi serta lengkap dengan dua tempat
berjemur yang terpisah. Villa ini dilengkapi dengan twin dan king bedroom dengan ruang hias
yang terpisah, dan tentunya juga lengkap dengan kamar mandi pribadi dengan bathtub, shower
baik di dalam maupun di luar ruangan. Pada setiap kamar juga disediakan televisi, video player,
dan fasilitas internet.
3. Royal Villa (2 units)

20

Merupakan Villa termewah yang memiliki design tersendiri dengan ruang tamu dan
ruang makan yang luas dan diperindah dengan seni furniture khas Indonesia. Kebun tropis
menjadi bagian dari keindahan Villa ini dengan pemandangan dari pantai Jimbaran. Tiap Royal
Villa memiliki dua kamar tidur yang lebar dengan kamar mandi yang menyatu dalam kamar,
yang tentunya dilengkapi dengan bathtub, shower baik di dalam maupun di luar ruangan.
Fasilitas lainnya yaitu kolam renang pribadi yang cukup luas, spa sauna, kolam air dingin, dan
dua tempat berjemur. Selain itu di Villa ini juga tersedia televisi, video, dan fasilitas untuk
mengakses internet.
4. Residence Villa ( 9 units)
Residence Villa berada di luar resort, dibangun pada tahun 2001 dengan luas
masing-masing 6 are. Memiliki design khas Eropa dipadukan dengan furniture khas Indonesia
menjadikan para tamu tertarik untuk menginap disana. Ada 4 tipe dari residence villa yaitu two
bedroom garden estates, three bedrooms garden estates, three bedroom ocean estates, dan four
bedroom ocean estates. Semua residence memiliki ruang makan yang nyaman, kolam renang
yang luas, dapur yang lengkap, dan library. Semua residence juga memiliki butler, yang akan
bertanggung jawab penuh untuk melayani tamu.

B) Fasilitas Pelayanan Makanan dan Minuman


1. Taman Wantilan Restaurant
Restaurant ini terletak 30 meter di atas jalan batu dan menawarkan berbagai jenis menu
makanan yang sangat menarik. Design-nya sangat khusus dengan pemandangan Pantai Jimbaran
yang terlihat dari ketinggian. Taman wantilan menawarkan menu- menu spesial untuk breakfast,
misalnya Japanese breakfast, Korean breakfast, European Country breakfast, Indonesian

21

breakfast, Egg special, dan Vegetarian. Restaurant ini buka pada pukul 06.30 Wita sampai 11.00
Wita untuk melayani breakfast, sedangkan untuk dinner buka mulai pukul 18.00 Wita sampai
22.00 Wita.
2. Pool Terrace Caf (PTC)
Restaurant ini letaknya berhadapan langsung dengan kolam renang utama. Di sini
menyediakan menu special untuk tamu yang ingin menikmati makan siang mereka dengan
suasana kolam yang langsung menghadap ke pantai. Jenis menu yang disediakan yaitu A
la
Carte menu dengan berbagai macam masakan favorit di kawasan Asia termasuk Indonesia.PTC
jg menyediakan bar untuk para tamu yang ingin berjemur ataupun berenang dengan menikmati
hidangan cocktail atau mocktail yang disediakan. Pool Terrace caf memiliki kapasitas 55
pengunjung dan buka dari pukul 11.00 Wita sampai 18.30 Wita.

3. The Terrace Bar & Lounge (TBL)


Terrace Bar & Lounge terletak berada di sebelah Taman Wantilan Restaurant. Outlet ini
khusus menyediakan berbagai jenis cocktail, tea, hot & cold beverages, serta snack ringan
sebagai peneman tamu bersantai sambil menikmati berbagai jenis minuman yang dihidangkan.
Namun sekarang disediakan juga menu makanan seperti pizza dan sandwich yang disediakan
untuk para tamu..
4. Sundara
Sundara adalah restaurant baru yang di buka pada bulan januari 2013. Sundara adalah
restaurant pengganti PJ
s Restauran. Hidangan yang disediakan adalah hidangan khas barat,
seperti pasta, berbagai jenis pizza dan lain sebaigainya. Sundara pun memilki Bar and lounge

22

tersendiri. Konsep di dalam restaurant ini jauh berbeda dengan konsep PJ


s dahulu, karena
restaurant ini bersuasanakan glamour dan modern. Selain itu di depan restauran ini terdapat
kolam yang di khususkan kepada tamu untuk berenang dan setelah itu menikmati sundowner dan
sundeck sambil menikmati cocktail yang ada di Bar. Sundara pun memiliki Bartender dan
Sommalier tersendiri di restaurannya. Ini merupakan restauran modern yang dimiliki oleh
fourseasons.
5. Villa Service
Villa Service merupakan outlet yang khusus melayani tamu selama 24 jam penuh, dimana
para tamu dapat menikmati makanan dan minuman tanpa harus pergi ke restaurant. Outlet ini
sangat digemari oleh para honeymooner karena mereka lebih menginginkan privasi dan suasana
yang romantis yang bisa mereka nikmati dari villa mereka sendiri. Selain itu villa service jg
menyediakan menu breakfast seperti American Breakfast, Continental Breakfast, European
Country Breakfast, Alternative Breakfast, Japanese Breakfast, Korean Breakfast, dan Indonesian
Breakfast. Untuk lunch dan supper villa service hanya menyediakan menu-menu yang sederhana
seperti sandwich, salad, dan burger. Sedangkan untuk dinner tamu bisa memesan makanan yang
ada di restaurant yang kemudian akan diantar oleh villa service waiter ke kamar tamu.
C) Recreation
Untuk hal ini Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay menyediakan berbagai macam
fasilitas, antara lain kolam renang utama dengan kedalaman kira- kira 3,2 m dan lebar kira- kira
35 m. Selain itu ada juga kolam yang lebih kecil yang terletak di bawah kolam renang utama dan
terhubung dengan air terjun yang memiliki ketinggian 7 m. Di depan lower pool terdapat kolam
air hangat (watsu pool) dengan suhu kira-kira 320 C dan dilengkapi dengan jaccuzi, disamping
watsu pool terdapat kolam air dingin dengan suhu 180 C.

23

Selain itu, bagi para tamu yang hobi dengan olahraga air, disediakan berbagai macam peralatan,
seperti winddurf, boogie boards, surf boards, paddle canoe, dan lain-lain. Semua peralatan ini
bisa diperoleh di Beach Watersport Bale. Di sini para tamu juga akan dilatih oleh instrukturinstruktur yang sangat handal. Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bali juga menyediakan
lapangan tennis lengkap dengan semua peralatan serta pelatih yang professional.
D) The Spa
Di sana para tamu akan dimanjakan dengan perawatan-perawatan tubuh yang sangat
mewah. Seperti mandi susu, dan terapi-terapi lainnya yang dapat membuat tubuh segar kembali.
Selain itu di sana juga disediakan ruangan untuk fitness yang sangat besar dan lengkap dengan
kamar mandi ganti. pakaian dan sepatu sudah tersedia di sana. The Spa juga menyediakan
pelayan spa di gazebo yang terletak berdekatan dengan Pantai Jimbaran, sehingga tamu bisa
menikmati pemandangan pantai sambil mendapat perawatan spa.
E) Boutique & Gallery
Boutique & Gallery terletak di bawah lobby. Di sana para tamu bisa membeli berbagai
macam kerajinan tangan yang sangat antik, baik berasal dari Bali maupun wilayah Indonesia
lainnya, selain itu tamu juga bisa membeli pakaian-pakaian dengan design yang sangat menarik.
Boutique & Gallery juga menjual majalah, koran, dan buku-buku bacaan lainnya.
F) Library & Lounge
Ini merupakan area akomodasi yang penuh kemewahan, di sini para tamu dapat
meminjam berbagai jenis koleksi buku, majalah, dan CD. Di sini juga terdapat televisi dengan
layer yang sangat besar lengkap dengan video player. Para tamu yang datang ke sini, secara
otomatis akan disuguhkan kopi, teh, dan soft drink. Perpustakaan ini juga dilengkapi dengan

24

sejarah kepulauan, keagamaan, geografi, seni, dan tentang perkembangan industry. Selain itu
tamu juga dapat menikmati fasilitas internet.
G) Ganesa Art Gallery
Tempat ini memiliki arsitektur bangunan yang cukup mendukung untuk pertunjukan
berbagai bidang seni seperti pameran lukisan. Selain itu di sini juga terdapat berbagai koleksi
hasil kesenian dari seniman- seniman papan atas baik yang berasal dari bali maupun dari
mancanegara.
H) Cooking School
Tempat dimana para tamu bisa belajar memasak. Di sana tamu akan dibimbing oleh
seorang chef yang sangat profesional dan berpengalaman. Ada beberapa kelas memasak seperti
Balinese Cuisine, Indonesian Cuisine, dan Italian Cuisine.

I) Gazebo
Sebuah tempat khusus yang disediakan oleh pihak Four Seasons Resort Bali at Jimbaran
Bay bagi para tamunya.Berlokasi di beberapa tempat dalam areal hotel dengan pemandangan
menuju ke arah laut lepas, Gazebo biasanya digunakan sebagai tempat romantic dinner dan kelas
yoga pada pagi hari, Four Seasons at Jimbaran Bay memiliki 7 Gazebo dengan masing masing
memiliki fungsi sebagai berikut :

25

Gazebo 1

: Terletak dekat dengan Sundara Restauran

Gazebo 2

: Biasanya digunakan untuk Romantic Dinner

Gazebo 3

: Tempat bersantainya tamu hotel

Gazebo 4

: Tempat bersantainya tamu hotel

Gazebo 5

: Tempat melukis dengan pemandangan laut lepas.

Gazebo 6

: Biasa disebut dengan Island Gazebo, biasanya digunakan untuk dinner

dan wedding.

Gazebo 7

: Tempat untuk tamu hotel

4. Struktur Organisasi Hotel

General Manager
Resort Manager

Dirct. of
Human
Resources

Director of
marketing

Directur of
engineering

26

Directur of
Food &
Beverages

Director
of Room

Dirct. of
Security

Dirct. of
Finance
Asst. Of
Finance

Direct.
of
Purchasi
ng
Director
of IT

Asst Dir. Of
Human
Resources

Dir. Of
Sales
Dir. Of
Meeting
Service

Training
Manager

Dir. Of
public
relation

Chief
Engineer

Asst Dir. Of
Food &
Beverages

Chief
concierge

Executive
Houekeeper

Executive
chef

Reservations
Manager

Executive
Sous chef
Chief steward

5. Struktur Organisasi F&B Departement

General Manager
Michael D. Branham

F&B Director
Gregory Viaud

27

Senior
Manager

Dirct. of
SPA

Asst. F&B Director

Senior Manager
Sentana

Rest. Managers
Arjana
Sugiantara

Asst. Rest.
Managers
Stefanus

Beverages
Manager
Sugiantara

Secretary
Sintya

Villa Service
Manager
Suarthana

Chief Steward
Robby Suharta

Banquet Manager
Adhe Premana

Asst. Beverages
Manager
Adi

Captain
Rai Duana
Captains
Budi

Bartender
Bagiarta
Waiter/ess
Mandra

Waiter/ess
Sumawati
B. Kegiatan / Tugas Utama

Praktek kerja nyata ini berlangsung selama 6 bulan, yaitu dimulai dari tanggal 7
Januari 2014 sampai 7 Juli 2014. Sebelum para trainee terjun langsung ke operasional pada
tanggal 01 Juli 2013 semua trainee mendapatkan orientasi oleh HRD untuk memperkenalkan

28

lebih jelas tentang hotel mulai dari sejarah berdirinya hotel, pengenalan outlet yang dimiliki hotel
yang akan menjadi tempat para trainee melaksanakan praktek kerja nyata dan juga memberikan
visi dan misi perusahaan. Orientasi ini bertujuan untuk mempermudah para trainee agar pada saat
operasional tidak mengalami kebingungan pada saat hari pertama. Disaat itu juga setiap masingmasing trainee diberikan surat kontrak kerja yang harus disepakati.
Di dalam orientasi ini para trainee diperkenalkan standar budaya SERVICE yang
dimiliki oleh Four Seasons yaitu:
Smile

Kita harus menyambut tamu dengan senyuman (SMILE), dan

berbicara

dengan jelas dengan tamu.


Eye

Kita membuat kontak mata (EY E) pada saat betatap muka.

Recognition

Kita menciptakan suatu perasaan pengenalan (RECOGNITION) yang alami


dan bijaksana dengan menyebutkan nama tamu jika telah mengetahui.

Voice

Kita berbicara dengan suara (VOICE) yang jelas dan suara yang alami.

Informed

Kita akan menjadi pemberitahu (INFORMED) yang baik tentang hotel kita,
produk kita, tamu kita.

Care

Kebaikan dan kepedulian (CARE) kita dinyatakan dalam semua yang kita
lakukan.

Exceed

Sebagai team, kita membuat usaha agar dapat melebihi (EXCEED) harapan
tamu.

Selain itu juga HRD juga memperkenalkan The Guest Experience 2008 yang diciptakan Four
Seasons sebagai refrensi dalam menciptakan visi dam misi perusahaan kedepan. Isi dari The
Guest Experience itu ialah sebagai berikut:
-

Get it right

29

Memiliki tujuan untuk tetap memberikan pelayanan yang konsisten sesuai dengan
standar.
-

Get me right
Memahami apa yang diinginkan tamu dengan cara menyesuaikan situasi dan kondisi
para tamu

W ow me if you can
Memberikan kejutan-kejutan yang dapat membuat tamu menjadi senang dan terkesan.

Setelah orientasi selesai, para trainee langsung diberikan penempatan outlet untuk
masing-masing trainee. Pada kesempatan tersebut penulis diberikan kesempatan untuk
melaksanakan praktek kerja nyata di Banquet selama 3 bulan dan dilanjutkan di Restauran
sampai pelaksanaan praktek kerja nyata selesai.
Pelaksanaan PKN di Banquet
Pada hari pertama kerja, penulis berkesempatan untuk memulai traning di Banquet
outlet. Baquet merupakan pelayanan suatu acara yang sudah dipesan dan direncanakan
sebelumnya melingkupi pelayanan makanan-minuman, ruangan dan kelengkapan peralatan yang
dibutuhkan dalam waktu tertentu. Sebelum mengikuti atau melaksanakan tugas-tugas di banquet,
terlebih dahulu penulis diperkenalkan tentang bagaimana bangquet di Four Season Resort at
Jimbaran Bay beroperasi. Hal ini secara langsung di berikan oleh Banquet Manager. Banquet
office terletak disebelah barat dari lobby resort, tepatnya di belakang bangunan Jepun Sari.
Dalam kesempatan tersebut, Manager Banquet memperkenalkan ruangan-ruangan atau tempattempat yang biasa menjadi tempat berlangsungnya suatu acara yang menjadi tanggung jawab dari
Banquet, meliput :

30

Jepun Sari
Jepun sari merupakan bangunan yang didesain khusus untuk menangani event-event
besar yang dilaksanakan di dalam ruangan (in door). Biasanya bangunan ini
dipergunakan untuk mengadakan rapat dengan peserta melebihi 40 orang. Jepun Sari
juga digunakan sebagai restaurant yang buka untuk melayani Breakfast apabila
jumlah tamu (occupancy) mencacai 70% atau lebih, dengan mempergunakan Buffet
menu. Tentunya waiter/ess yang bertugas merupakan staff banquet yang dibantu
oleh staff restaurant.

Executive Boardroom
Executive Boardroom merupakan ruangan khusus yang diperguanakan untuk
mengadakat rapat. Ruangan ini biasanya dipergunakan bagi tamu VIP untuk
mengadakan rapat dengan jumlah peserta maksimal12 orang.

Ganesha Art Gallery


Selain sebagai tempat dipajangnya karya-karya seni, bangunan ini juga digunakan
untuk rapat rutin tiap bulan bagi karyawan hotel.

Gazebo 6
Tempat ini digunakan sebagai tempat diselenggarakannya acara pernikahan dan
private dinner.

Jimbaran Garden
Tempat ini digunakan sebagai tempat diselenggarakannya acara pernikahan yang
jumlah tamunya bersekala besar yang biasanya dilanjutkan dengan cocktail party.

Coconut Group

31

Merupakan tempat yang digunakan tamu untuk menikmati keindahan pantai


jimbaran secara langsung karena terletak di pinggir pantai dengan pasilitas water
sport yang menjadi andalan tempat ini. Tempat ini biasanya digunakan untuk acara
pesta seperti after wedding party, maupun pesta bagi karyawan suatu perusahaan.
-

Mezzanine
Ruangan ini berada di Sundara restoran yang merupakan area khusus untuk acaraacara tertentu seperti meeting.

Residence Villa
Biasa digunakan untuk meeting berjumlah di bawah 20 orang, dan biasa digunakan
untuk dinner dibawah 50 orang

Setelah dijelaskan tentang tempat-tempat yang menjadi tanggung jawab Banquet,


Manager Banquet memperkenalkan Learning coach yang akan membimbing penulis dalam kurun
waktu 3 bulan yang dibantu manager serta staff Banquet.
Berbeda dengan outlet F & B Service lainnya, jam kerja (shift work) di banquet
tidaklah tetap, Hal ini tergatung dari event-event yang diselenggarakan. Berikut tugas-tugas yang
dilakukan penulis di Banquet :
-

Ketika tiba di Hotel langsung mengambil kunci di Security Office.

Mengecek BEO yaitu Banquet Event Order setiap hari untuk mengetahui eventevent yang akan diselenggarakan.

Briefing bersama staff banquet serta manager untuk membahas BEO dan membagi
tugas dalam hal persiapan.

32

Mempersiapkan set up ruangan untuk meeting apabila akan ada event meeting yang
akan dilaksanakan. Hal ini meliputi : set up meja dan kursi sesuai desain yang
diinginkan tamu, proyektor, laptop, sound, dan yang lainnya.

Mempersiapkan keperluan untuk coffee break untuk acara pertemuan (meeting).

Mempersiapkan dekorasi apabila akan ada event seperti pernikahan (wedding),


makan malam, dan pesta.

Incharge sebagai waiter ketika ada event pernikahan, makan malam, pesta dan saat
Jepun sari dibuka sebagai restoran.

1. Tugas-tugas yang dilakukan apabila ada rapat (meeting)


-

Mengecek BEO (Banquet Event Order) meeting untuk mengetahui nama Group
yang akan meeting, mengetahui jumlah peserta meeting, jenis meja yang akan
digunakan.

Menyiapkan meja, kursi, moulton, table clothes, overlay, chair cover, runner,
flipchart dan board marker, stationary, laser pointer, podium jika diperlukan.

Mulai set up ruang meeting.

set up keperluan dimeja seperti pensil, kertas, air mineral, gelas, pembuka botol
dan permen,dan bunga.

Set up Hospitality desk di dalam ruangan meeting / di luar ruang meeting sesuai
permintaan tamu.

Menyiapkan meja untuk coffee break, coffee dan hot water urn, jika tamu lebih
dari 40 orang maka akan memakai coffee machine, tempat tea dan sugar, tempat

33

sampah, cup souser, tea spoon, b&b plate, spoons, sterno, frame dan tempatnya.

Set up coffee break menurut tema, ada beberapa tema yang dipakai yaitu :
Balinese, Indonesian, dll.

Memastikan ruangan pada temperature yang benar serta mengecek kebersihan


ruangan.

Mempersiapkan canafe dan coffe untuk coffee break.

Incharge sebagai barista bila diperlukan.

Siap siaga apabila tamu memerlukan sesuatu.

Melakukan clear up ketikan rapat telah selesai.

2. Tugas-tugas yang dilakukan apabila ada acara pernikahan (wedding)


-

Mengecek BEO untuk mengetahui jumlah tamu dan hal hal yang diperlukan
untuk keperluan set up.

Membuat cold towel, mempersiapkan dekorasi seperti umbul umbul, tedung,


meja altar, kursi, chair cover, sash.

Mempersiapkan sertifikat, liturgy.

Mulai set up tempat wedding, setelah selesai set up selanjutnya membawa bunga
buke ke villa tamu.

Mengecek semua perlengkapan agar acara berlangsung sesuai rencana.

Setelah tamu datang langsung diberi cold towel dan welcome drink / air dingin.

Setelah upacara pernikahan selesai porter akan mengantar tamu berkeliling


untuk melakukan sesi foto-foto.

34

Melakukan clear up ketikan acara telah selesai.

3. Tugas-tugas yang dilakukan apabila ada acara pesta atau makan malam
-

Mempersiapkan dekorasi.

set up keperluan seperti meja lengkap dengan table clothe, cutleries, napkin dan
bunga.

Menyediakan wine bucket untuk tempat wine dan air mineral.

Mempersiapkan keperluan di back area, seperti coffee machine dan yang lainnya.

Briefing untuk pembagian tugas bersama staff lain dan manager.

Apabila incharge

di canafe, ambil Canafe di kitchen, dan bawa keliling

sekaligus mempersilahkan tamu untuk menikmatinya.


-

Apabila incharge

di cocktail party, bekerja sama dengan pihak bar untuk

melakukan pelayanan minuman.


-

Setelah acara makan dimulai, penulis melakukan tugas seperti yang


diperintahkan oleh manager, baik incharge di buffet maupun sebagai server
langsung.

Melakukan clear up dan closing setelah acara selesai

35

C. Hambatan Hambatan yang ditemui Serta Jalan Pemecahannya


1. Hambatan- hambatan yang ditemui
Didalam melaksanakan praktek kerja nyata penulis menemui berbagai hambatan yaitu :
1.

Kurangnya kemampuan dalam hal komunukasi yang menggunakan bahasa asing

seperti bahasa Inggris, Jepang,

Mandarin, Russia serta yang lainnya. Sehingga

menjadi kendala saat melakukan pelayanan.


2.

Terdapat perbedaan standar yang dipelajari di kampus dengan di industry

sehingga memerlukan waktu untuk beradaptasi.


3.

Kurangnya pengetahuan tentang product menyebabkan pelayanan menjadi tidak

maksimal.
4.

Kurangnya staff yang bertugas sehingga trainee merasa kewalahan karena

seringnya melakukan split kerja.


5.

Banyak standard-standard yang di berlakukan seperti, core standard, service

culture standard, get me right standard dan sequence of service menyebabkan sulitnya
penyesuaian diri terhadap standar tersebut.
2. Pemecahan Masalah
Walaupun terdapat banyak hambatan-hambatan yang ditemui penulis, penulis berusaha
untuk mengatasi permasalahan tersebut agar dapat melakukan pelayanan yang maksimal.
Adapun cara-cara mengatasi masalah tersebut yaitu :

36

1. Lebih giat dalam mempelajari bahasa asing baik melalui buku maupun bertanya
kepada senior-senior, manager serta mempraktekannya.
2. Perbedaan standar ini dapat diatasi dengan cara banyak bertanya kepada senior
maupun manager sehingga punulis lebih cepat untuk beradaptasi.
3. Mempelajari product knowledge dengan cara meminjam menu, drink list, wine list
untuk dibawa pulang dan dipahami, lebih sering melihat notice board di outlet,
berisikan informasi makanan yang tersedia berupa gambar makanan, event-event
yang terselenggara di hotel
4. Apabila terjadi kekurangan staff maka Manager yang incharge akan meminta
bantuan ke outlet lain seperti Villa service, Banquet team dan Pool Terrace Caf
team
5. Mempelajari semua standar yang ada secara mendetail dan bertanya kepada senior
maupun manager apabila mengalami kesulitan.

37

D. IKLIM KERJA / KERJASAMA ANTAR DEPARTMENT


Kerja sama antar departemen

a. Kerja sama antara F & B Service dengan F & B Product


Peranan kedua departemen tersebut dalam proses pelayanan sangatlah penting dan
merupakan satu kesatuan hubungan yang tak terpisahkan. Hal ini dilihat dari seorang chef yang
membuat makanan kemudian dihidangkan oleh waiter atau waitress kepada tamu.
b. Kerja sama antara F & B Service dengan Steward
Kesuksesan suatu operasional restaurant tak lepas dari peranan steward. Bentuk kerja
sama antara waiter atau waitress dengan steward adalah bahwa semua perlengkapan dan
peralatan restaurant seperti chinaware, glassware, cutleries dll semua itu dibersihkan oleh steward.
c. Kerja sama antara F & B Service dengan Housekeeping
Kerja sama antara waiter atau waitress dengan housekeeping dapat dilihat dari penggunaan
table cloth, napkin, dan face towel di restaurant semuanya itu apabila telah kotor dan selesai
digunakan akan dikumpulkan kemudian akan diambil oleh petugas housekeeping atau
laundryman untuk dibersihkan dan kemudian diserahkan kembali ke restaurant.
d. Kerja sama antara F & B Service dengan Engineering
Engineering juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung kelancaran
operational restaurant, yaitu bertugas memperbaiki peralatan yang rusak, misalnya peralatan
elektronik.

38

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Praktek Kerja Nyata (PKN) merupakan sebuah kesempatan yang sangat baik dan
penting bagi mahasiswa/mahasiswi untuk melihat dan merasakan secara langsung situasi
kerja di industry pariwisata. Dapat menjadi media untuk menyerap dan mendapatkan
pengalaman

secara

langsung

untuk

menghadapi

persaingan

di

dunia

kerja.

Mahasiswa/mahasiswi dapat menerapkan dan mengaplikasikan teori-teori yang didapat


dikampus, melatih kerja sama dengan rekan kerja serta dapat meningkatkan skill sehingga
menjadikan mahasiswa/mahasiswi tersebut memiliki sumber daya manusia yang handal dan
dapat bersaing didunia pariwisata.

B. Saran
Penulis ingin sedikit memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat baik bagi pihak
hotel maupun lembaga dimana penulis menempa ilmu.
1. Saran Untuk Hotel
a. Lebih memperhatikan area restoran karea ada beberapa titik yang sudah rusak dan
perlu direnovasi.
b. Menambah karyawan terutama di F & B servis yang masih kekurangan karyawan.

39

c. Lebih meningkatkan kerjasama, baik kerjasama antara staff, trainee, daily worker agar
pekerjaan lebih efisien.
d. Sarana dan prasarana yang diperuntukan bagi karyawan agar lebih diperhatikan
seperti uniform karena banyak yang sudah rusak.

2. Saran Untuk Kampus


a.

Fasilitas di kampus terutama fasilitas praktek perlu ditambah sehingga kegiatan

praktek menjadi optimal.


b. Bahan- bahan yang berasal dari store hendaknya ditambah agar tidak terjadi
kekurangan saat kegiatan praktek berlangsung.
c. Sebelum mahasiswa/mahasiswi melakukan kegiatan PKN, hendaknya pihak kampus
memberikan pembekalan yang lebih terutama di pengetahuan tentang coffee.
3. Saran untuk Mahasiswa
a. Sebagai seorang trainee sebaiknya digunakan sebaik mungkin sebagai tempat
bertanya dan belajar banyak hal mengenai dunia industri pehotelan dan paiwisata

b. Sebaiknya semua trainee selalu disiplin dalam hal mentaati semua aturan yang
berlaku di hotel.

c. Semua ilmu yang di dapat sewaktu training nanti bisa di terapkan dalam dunia kerja.

40

41

Anda mungkin juga menyukai