Anda di halaman 1dari 38

ENERGI SPESIFIK, GAYA SPESIFIK

DAN KEDALAMAN KRITIS

5.I

PENDAHULUAN

Konsep energi spesifik, gaya spesifik dan kedalaman kritis adalah sangat berguna dalam
penyelesaian berbagai masalah dalam aliran saluran terbuka. Setelah pembahasan yang
terperinci mengenai konsep ini, diuraikan pula dalam Bab ini beberapa penyelesaian
masalah klasik dengan menggunakan konsep ini. Pembahasan itu dibatasi sampai dengan
hal aliran turbulen yang sudah lazim, di mana 0 = I o lp. Para pembaca dapat meng-

ubah dengan carc yafig tepat hasil itu, untuk kasus ketidakseragaman aliran di mana

o)0)

1,0.

5.2 ENERGI SPESIFIK


Energi. spesifik aliran pada setiap penampang tertentu telah diuraikan dalam Bab 1 seUagai toiat energi pada penampang itu yang dihitung dengan menggunakan dasar saluran
sebagai titik duga, yaitu energi spesifik ditentukan dengan

E=h

,2

+!-/o

(s .1)

E=h- r%

(s.2)

Q=AU'

karena

Untuk saluran yang bentuknYa sudah ditentukan A = f1(h)

dan sehingga Persamaan

(5.2) dapat ditulis sebagai

E = f(h) untuk harga Qyang ditentukan

(s.3)

5.2.I

Diagram Energi Spesifik

Hubungan E-h brasa disebut dingram anergi spesifik (specific energy diagram)
- dapat
dibuat dengan memberikan harga-harga h yang berbeda dalam Persamaan (5.3). Bentuk

umum dari curva ini adalah seperti ditunjukkan dalam Gambar 5.1. Curva telah digambar untuk tiga harga debit yang berbeda Qr, Q, dan Q3 di mana Qt) Qz) Qt.
Dalam hal ini dapat dilihat dari Persamaan (5.1) bahwa untuk setiap debit,E cenderung
ke tak terhingga seperti ft cenderung ke nol (karena 1 + 0 seperti /z -+ 0 dan sehingga [.I
harus tak terbatas untuk debit yang ditentukan. Sama halnya apabila h - *, A - * dan
sehingga U -+ 0 dengan cara demikian membuat E '-> h. Dengan jelas, d mempunyai
harya yang terbatas pada harga h yang menengah, dan perlu harus mempunyai suatu
harga minimum pada suatu harga h. Yang tentu saja demikian adalah bentuk cvrvaE-h
- asimtot terhadap gads h = 0 dan E = h denganharya E minimum pada h) 0 - seperti
dapat dilihat dalam Gambar 5.1. Kedalaman aliran pada mana energi spesifik menjadi
suatu harga minimum untuk debit yang ditentukan dinamakan kedqlaman kritis h.
(critical depth). Aliran itu disebut kritis di bawah keadaan ini. Gambar 5.1 juga menunjuki<an bahwa kedalaman kritis akan bertambah dengan bertambahnya debit.
Sekarang perhatian akan dipusatkan pada harga energi spesifik minimum untuk
setiap debit yang ditentukan. Dengan mendifferensialkan Persamaan (5.2) sehubungan
Cengan ft dan mengatur dE ldh ke nol agar .E minimum,

o:r.o_#,#
rtau

Q2r
gA3

:1.0

(5.4)

karena l" lebar permukaan air sama dengan dAldh. Maka Persamaan (5.4) harus rhemenuhi agar energi spesifik menjadi minimum atau, dengan kata lain, kedalaman kritis

irperoleh dengan menyelesaikan Persamaan (5.4). Karena Q =


Frnaan (5.4) dapat ditulis sebagai
rt2

AU, dan D = AlT,Per

t, : ''o

i:au

-Y::
\/ sD

F:1.0

(5.5)

:.:nunjukkan bahwa bilangan Froude adalah satu apabila aliran itu kritis seperti telah
*relaskan dalam Bab 1. Persamaan (5.5) dan (5.4) dapat disederhanakan untuk saluran

-:ituk

empat persegi sebagai

-L:

l/

r.o

sh

02B

@4:

t'o

5.2.1 Diagram Energi Spesifik


Hubungan E-h biasa disebut diagram mergi spesifik (specific energy diagram) - dapat
dibuat dengan memberikan harga-harga h yang berbeda dalam Persamaan (5.3). Bentuk
umum dari curva ini adalah seperti ditunjukkan dalam Gambar 5.1. Curva telah digambar untuk tiga harga debit yang berbeda Qt, Q, dan Q3 di mana Q3 ) Qz ) Qt.
Dalam hal ini dapat dilihat dari Persamaan (5.1) bahwa untuk setiap debit,d cenderung
ke tak terhingga seperti lz cenderung ke nol (karena,4 -+ 0 seperti ft -+ 0 dan sehingga (/
harus tak terbatas untuk debit yang ditentukan. Sama halnya apabila h - *, A'> * dan
sehingga {/ -+ 0 dengan cara demikian membuat E '', h. Dengan jelas, Z' mempunyai
harya yang terbatas pada harga h yang menengah, dan perlu harus mempunyai suatu
lrarga minimum pa{a suatu harga h.Yang tentu saja demikian adalah bentuk cvrvaE-h
- asimtot terhadap garis h =0 dantr = h derganharya E minimum pada h ) 0 - seperti
dapat dilihat dalam Gambar 5.1. Kedalaman aliran pada mana energi spesifik menjadi

suatu harga minimum untuk debit yang ditentukan dinamakan kedalaman kritis h.
(criticai depth). Aliran itu disebut kritis di bawah keadaan ini. Gambar 5.1 juga menunjukican bahwa kedalaman kritis akan bertambah dengan bertambahnya debit.
Sekarang perhatian akan dipusatkan pada harga energi spesifik minimum untuk
setiap debit yang ditentukan. Dengan mendifferensialkan Persamaan (5.2) sehubungan
dengan ft dan mengatur dEldh ke nol agar f minimum,

o:

lL
* -qgA3 dh

l.o

atau

Qzr
ga3

(s.4)

1.0

karena T Iebar permukaan air sama dengan dAldh. Maka Persamaan (54) harus rhemenuhi agar energi spesifik menjadi minimum atau, dengan kata lain, kedalaman kritis
diperoleh dengan menyelesaikan Persamaan (5.4). Karena Q= AU, danD = AfT,Persamaan (5.4) dapat ditulis sebagai

u1
gD

t.o

atau

4::
\/ gD

l.o

(5.5)

menunjukkan bahwa bilangan Froude adalah satu apabiia aliran itu kritis seperti telah
dijelaskan dalam Bab 1. Persamaan (5.5) dan (5.4) dapat disederhanakan untuk saluran
bentuk empat persegi sebagai

-L:
sl,

t/
dan

r.o

ffi:t'o

Subkritis

(F<t0t
Aliran kritis

a.'

F=t.ol
NDL.

Aliran seraoam

CD-L-- di E=El

h2th.

NDU

hrf

-83'o2

hc

(KEMIRINGAN CUFAM)

o2's.

(KEMIRINGAN LANDAI)

F> t.0

F<t.0
Gambar

5.1

Diagram energi spesif ik

h. :'1s'lc

atau

(s.6

di mana q adalah debit per satuan lebar saluran.


Energi spesifik dalam hal saluran bentuk empat persegi dapat ditulis sebagai

E-h*
D

bawah keadaan kritis,.E = E

"

dan

h=h

"

(s.7t

=4'==
2gh2

sehingga

E.: ho+&
atau

p.:

lt"

(s.8)

dari Persamaan (5.6). Dengan kata iain, tinggi kecepatan di bawah keadaan kritis sama
dengan setengah kedalaman aliran. Persamaan (5.6) dan (5.8) bisa digunakan dalam
analisa aliran saluran terbuka.
Dalam hal ini akan lebih berguna dalam penyelesaian berbagai masalah untuk menggambarkan diagram energi dalam bentuk tanpa dimensi. Diagram yang demikian dapat
diperoleh untuk saluran bentuk empat persegi sebagai berikut

E:h+#
atau

E:h+.{h
karenahf;

qzlg

Dengan membagi keseluruhan Persamaan (5

*:*
Harya

(5.e)

Efh" dari

.9

) dengan ft.

+-h:r(hth.)

Persamaan (5.10) dapat dihitung

untuk

(s.10)
harga-harga hfh"yangberbeda

dan hubungafl anlara parameter ini yang diperoleh dari perhitungan yang demikian ditunjukkan dalam Gambar (5.2).
Diagram energi spesifik tanpa dimensi untuk saluran bentuk trapesium dengan ke:riringan sisi z : I dapat diperoleh dalam cara yang sama dengan menulis penguraian
energi spesifik sebagai

:i

mana

lH"

E
H.

r"+\z J\t

Hc:

4#

I
2(l + z(H.lB)(hlH"))2

r<1r\
\J'rrl
(5.12)

I
E
E

Aliran subkritis
Aliran superkritis

Gambar

/hc

5.2 Kurva energi spesif ik tanpa dimensi untuk

saruran empat persegi,

dan bukanlah kedalaman kritis yang benar. Persamaan (5.11) dapat diselesaikan
untuk

harga-harga

hfH.

dan

zH"fB yang berbeda guna memperoreh plot tiga-parameter yang

ditunjukkan dalam Gambar 5.3. Ditunjukkan pula dalam gambar ini kurva sehubungan
dengan saluran bentuk empat persegi yaitu untuk zH.fB = 0. Kegunaan Gambar
5.2
dan 5.3 dibahas kemudian dalam bab ini.
Energi spesifik pada saluran trapesium di bawah keadaan kdtis dapat ditulis sebagai

Eo :

h^+ U:
/.9

di mana D" menunjukkan kedalaman hidraulis di bawah keadaan kritis


atau

Ec:rlc++++P
Dengan mengalikan keseluruhannya denganzf B

zEt
BBI

zh.

(r

(1

zhJc)(zh"lB)

2zh"lB)

Plot sehubungan dengan zh.f B d,an zE"f B telah disiapkan dengan menggunakan persamaan di atas dan ditunjukkan seperti Gambar 5.4. Kegunaan gamba,
ini juga akan dibahas belakangan.

Harga-harga dari
h

\zHc

Ha\ B

0.1

0.2

12.21

0.3

5.54

E/H.

0.2

0.6

0.6

0.8

1.0

1.76

r0.92

r0.r6

9.49

5.2t,

1,.73

tr.29

3.91

8.68
3.59

{.0

1.02

t.0l

4.005

4003

(002

a00l

6.0

6.005

6.0G

6001

6.0

6.0

6.0

,/

I
'a

,/t

E/Hc
Gambai

5.3

Diagram energi spesif ik tanpa dimensi untuk saluran bentuk trapesium

u
E
N

zEc,

GambarS.4

Hubungan antara kedalaman kritis dan energi spesifik untuk saluran bentuk trapesi-

5.2.2 Dngram Kedalaman-Debit


Persamaan (5.2) dapat ditulis sebagai

\fE \fE=T

(s.13)

A = f r(ft) untuk suatu saluran yang ditentuk an, e akan menjadi fungsi
dari h untuk energi spesifik yang ditentukan. Hubungan kedalaman-deUit Uegltu aiperoleh untuk setiap saluran akan seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 5.5. Karena
pada h = 0, / = 0 dan pada h = E, E
- ft = 0, debit pada kedua batasan kedalaman ini seperti dalam Persamaan (5.13) adalah noi. Pada kedalaman menengah, debit adalah maksimum. Harga itu dapat diperoleh sebagai berikut. Dengan mendifferensialkan persamaan (5.13) dan mengatur dQldh sama dengan nol
Kembali, karena

o:.Vtrlo

zV#(-r)+ O-nSf

{n-h.r:
2(E

- h\:

z\/E-h
A

-w

E-h

Sedangkan

Q"

dari Persamaan (5.2)

Sehingga

Q2

gA2
atau

9',T
ga'

t.o

Dengan kata lain. keadaan debit akan maksimum untuk


energi spesifik yang ditentukan,
adalah sama dengan energi spesifik akan minimum untuk ruut,'d.bit
yang ditentukan,
yaitu bahwa aliran itu akan menjadi kritis.

h=E
I
I

-- - - - -tI

I
I
I

So2. Sc
Kemiringan curam

Kemiringan Landai

F >l.o

F<l.o

Gambar

5,5

Diagram Kedalaman-Debit.

5.2.3 Kemiringan Kritis


Persamaan (5.4) melengkapi suatu cara perhitungan kedalaman

kritis untuk debit yang

ditentukan dalam suatu penampang yang ditentukan. Dengan menggunakan


indek ,c,
untuk menandai parameter geometris di bawah keadaan aliran icritis, persamaan
Manning dapat ditulis sebagai

o:

j-u"n2')stt2

(s.14)

Sehingga ada suatu harga kemiringan tertentu (yang dapat diperoleh


<iari persamaan di

atas), untuk hatga n yang ditentukan, yang akan membuat


kedalaman normal aliran

sama dengan kedalaman kritis. Kemiringan


ini dinamakan kemtingan kritis (critical
slope) dan dapat diartikan sebagai kemirlgan yang
akan menghasilkan aliran seragam
di bawah keadaan kritis untuk harga debit d.an kekasaran
J"lur"n yang ditentukan
dalam suatu penampang saluran tertentu. Daram
hal ini biasa ditandai sebagai ,s".
kri adalah bukti dari persamaan Manning bahwa kedaraman
normal aliran (untuk
n
Q' dan bentuk penampang yang drtentukutt; uoa*, reu*t te"ii ouripuou
h", jtka kemiringan lebih besar daripada,sr. Dengan kata rain,
aliran itu akan rnenjadi superkritis
pada debit ini apabila kemiringan itulebih
besar daripada J". suatu kemiringan yang
demikian yang lebih besar daripada kemiringan
kritis dinamak an kemiringan curam
(steep slope). Juga, apabila kemiringan ltu
lelih kecil daripad" i., trourun'an normal
aliran akan menjadi lebih besar daripada h", dengan
cara iemikiin aliran itu menjadi
subkritis' Kemiringan yang demikiun yung-l.Uit,
kecil daripadu
tri,i, disebut sebagai
- ---r--- 'r'r!'
kemiringan landai (mtld, slope).

5.2.4 Kedalaman

Selang-seling (Alternate Depths)

Dapat dilihat dari Gambar 5.r dan 5.5 bahwa,.untuk


harga e dan E yang ditentukan,.
ada dua kemungkinan kedalaman ariran, kecuali pada
E Jaluui o= emo.satu dari
kedalaman ini adalah lebih kecil daripada kedalaman
kritis dln yuniluinny^lebih besar
daripada kedalaman kritis. Dengan kata lain, aliran
itu ao*rr zuutritis pada kedalaman
yang lebih besar, dan superkritis pada kedalaman
yang lebih kecil. Kedua kedalaman
ini, h1 dan h2 memberikan energi spesifik yang sama untuk
debit yang ditentukan di-

nam akan ked alaman

se la ng-s eling (alternate depths),


Dengan menganggap suatu saluran dengan kekasaran
tertentu, aliran seragam pada
kedalaman hv adatah memungkinkan pada iuatu kemiringan
tertentu ss 1 , dapat diperoleh dari persamaan Manning. Sama halnya, kemiringari^ie2
menyebabkan aliran seragam pada kedalaman selang*eling h2..Denganielas,,56

1-i

h" t hr.

S"

i,Sor,

kurrnu

ft, <

Dalam hal ini jelas dari definisi


lrang diteatukan seielumnya bahwa
^!e1
adalah kemiringan curam dan ,Sq2 adalah kemiringan
landai. Aliran pada kemiringan ini
digambarkan dengan jelas dalam Gambar 5.1 dan 5.5. Di
sini NDL menunjukkan garis
normal (normal depth line) dan CDL garis kedalaman kritis
(critical depth
fe0faln.an
line). sehingga letak reratip dari cDL dan NDL menunjukkan
keadaan kemiringan.

CONTOH 5.1

Tunjukkan bahwa hubungan antara kemiringan selang-seling


pada saluran empat persegi

adawt 2h1ht
ht +h2

h2

Penyelesaian

Karena energi spesifik adalah sama pada kedua penampang

h,+9:hr*,Ui
zg

29

atau

o,

Tapi

n'

&:

4:

- h,: +(+ yaitu hi: hffi,


hz

2h7

+r)

*sh?

qrls

: #rn&z - h)\h2 + h)

h?,

CONTOH 5.2

Debit

20 m3/det mengalir dalam saluran bentuk empat persegi yang lebarnya


bawah keadaan kritis. Tentukan kedalaman dan energi spesifik sehubungan
dengan keadaan ini. Juga tentukan kemiringan kritis apabiia n = 0,015.
10

sebesar

m di

Penyelesaian

:2# :

2m3ldetlm

o":1T
.'. Energi spesifik

E"=

:flK :

a,74tm

312h" = 1,5 X 0,741 = 1,1 1 m

Kecepatan U" di bawah keadaan kritis

tfslh : \/ 98XT]4J = 2,69 mldet

Dari persamaan Manning

u":
2.6e'

:-

&-

+R2/3sr/2

(-q{4-Il9-\"'5'i'

-J+ zx 0.74t ) "c


o.ots\to
2.92X l0-3.

5.3 GAYA SPESIFIK


Persamaan momentum antara dua penampang dari suatu saluran terbuka telah ditulis-

kan dalam Bab

,
I

i
I

atau

sind

sebagai

* P, -Pz -ft-Fu=

lUsin? +

h-

pQ(U2

F^+ Pt + pQUr =

P2

U1)

pQU2

O.ri prinsip-prinsip hidrostatis, muatan hidrostatisPl dan P2 dapat ditulis

t'
t

(5.15)
sebagai

P1 = pgA1Z,

dan

Pz = pgAzZz

di mana Z1 danZ2berturut-lurut adalah jarak dari permukaan air ke titik pusat luas,4,
dan A2. Dengan mengenal bahwa Q = A1U t= AzUz, Persamaan (5.15) dapat dituiis
sebagai

Itrsing _ Fs-F^*pgA171

+ry:
AL

pgzZz

++A'2

Dengan membagi keseluruhannya dengan pg

Y-!#
Faktor

n2

AZ + +Ag

+ (e,2, +

#) : (n,r,+ #)

rr.'uy

mempunyai dimensi gaya per satuan berat cairan dan dinamakan

gaya spesifik dan ditandai dengan

Sehingga Persamaan (5.16) menjadi

W sin0

Ft

F"

- -ffiMr-Mz

(s

.l 7)

Apabila kita menganggap saluran mendatar (d = 0) yang pendek (Fr = 0) dan tahanan
udara diabaikan (yaitu Fa = 0), Persamaan (5.17) dapat disederhanakan menjadi

Mr = Mz
yaitu gaya spesifik adalah

(5.18)

sama pada kedua penampang. Persamaan (l.24).sesungguhnya

diperoleh mulai dari Persamaan (5.18).

5.3.1 Diagam Gaya Spesifik


Uraian untuk gaya spesifik adalah

62
+ AZ
M: -ft-

(s.1e)

Untuk penampang dan debit yang ditentukan, bagian

sebelah kanan dari persamaan di

atas hanyalah fungsi darikedalaman aiiran;karena

itu M hanya menjadi fungsi dari ft.


ft ditunjukkan dalam Gambar 5.6. Dalam hal ini dapat dilihat se-

Hubungan khas M belumnya bahwa M berkurang dengan bertambahnya

h,

mencapai suatu halga maksi.

mum M" dan setelah itu bertambah dengan pertambahan lebilr lanjut dalam h. Kedalaman pada mana M menjadi minimum dapat diperoleh dengan mendifferensiaikan Persamaan (5.19) dan selanjutny.. membuat

ffi ,u

udengan nol.

#:-#ffi+jruzt

(5.20)

t'
I

+
I

Gambar

5.6

Gambar

Curva gaya spesif

5.7

ik

Sketsa def inisi

Menunjuk ke Gambar 5.7, faktor kedua di sebelah kanan Persamaan (5.20) dapat ditulis
sebagai

ft uzt : { erz + an\ + r dh *I


dh

- 14

Dengan mengabaikan faktot (dh)z 12,

frrnz1

:o

Sehingga Persamaan (5.20) menjadi

dM _n: _ QzT
_AF:u__iF+a
_

atau

ff:r.o
lni

semata-mata adalah keadaan bahwa aliran itu kritis. Sehingga gaya spesifik untuk
debit yang ditentukan adalah minimum apabila aliran itu kritis atau apabila F = 1,0.

h,

Pada harga M
M., ada dua kedalaman aliran
dan h2 yangmenghasilkan gaya spesi.
fik yang sama pada debit yang ditentukan. Kedalaman ini adalah kedalaman tcinyigasf

(conjugate depths) atau kedahman berurutun (sequent clepths). Hubungan antara kedalaman konyugasi dalam saluran berbentuk empat persegi telah diperoleh dalam Bab I
dan ini dibahas secara terperinci dalam Bab 7.
Persamaan (5.19) dapat ditulis sebagai

e:

JcA JM-Az

Keadaan debit menjadi maksimum untuk harga M yang ditentukan, dinyatakan


dengan

#:o:\/Tl*7.v*ry #+ \/A. 2\/M-AZ


I

t-#*',If
Denganmensubstitusit<anffi

= 7 UnS @4:
T(M- AZ1

atau

r.

Q'
gA

= A2

karena

a2

M-A7:

Q'
sA

maka keadaan debit men'iadi maksimum untuk gaya spesifik yang ditentukan adalah

%:1,0
yaitu, aliran itu seharusnya kiitis.

5.3.2 .Diagram Gaya Spesifik Tanpa Dimensi


Dengan menganggap kemiringan sisi saluran berbentuk trapesium z

m: ,f,14ng + (a' *

1,

*' t)

atau

zzM:
-F

-l
z3o2f
i
*
an LOf;tnnPJ

z2h2

I |

;u-\Z +

zh

Ii

\
,)

Harga z2 MlBs dapat dihitung dari persamaan di atas untuk harga-harga zhfB dan
Qt lgBt dan hubungan antara parameter ini ditunjukkan dalam Gambar 5.8. Gambar
ini dapat digunakan untuk penentuan kedalaman konyugasi dalam saluran bentuk trapesium seperti ditunjukkan dengan contoh berikut ini.

tt

CONTOH 5.3
Kedalaman dan kecepatan aliran dalam saluran berbentuk trapesium berturut-turut
adalah 0,5 m dan 4mld,et. kbar dasar adalah 3,0 m dan kemiringan sisi I ; t. Tentukan kedalaman konyugasi sampai kedalaman 0,5 m.

Penyelesaian

n
x4

ms tdet.

*:=^:.i"0.5
a#nor* (+. +)
M:=-JIJ
-(3.5x0.5x9.8) *'
-

2 1'

3x-o'52

1x-o'53
3

Aq

45;rs + 1.5 x O.2s + 0.041666


2'86

0'375

0'0417

:3'2767

m3

F: !F9:0.12135
49
lx72
z3Q2
-# : D.g'F:
ssi243-2'o5xlo-2
z2n-

Harga zhfB sehubungan dengan harga-harya z3f,n1B3 dan z322fgBs adalah 0,166 dan
0,348. Salah satu dari harga ini cocok dengan keadaan yang ditentukan, h = 0,5.
Harga zhf B yang lain memberikan kedalaman konyugasi sebagai 1,05 m.

o
c

,2nta3
Gambar

5.8

Hubungan gaya spesifik tanpa dimensi untuk saluran bentuk trapesium

5.4 PERHITT]NGAN KEDALAMAN KRITIS


Mengingat pembahasan bagian yang terdahulu dari Bab ini, keadaan berikut ini dapat dicantumkan sebagai yang telah dipenuhi apabila aliran itu kritis:
(i) Energ spesifik adalah minimum untuk debit yang ditentukan
(ii) Debit adalah maksimum untuk energi spesifik yang ditentukan
(iii) Gaya spesifik adalah minimum untuk debit yang ditentukan
(iv) Debit adalah maksimum untuk gaya spesifik yang ditentukan
(v) Bilangan Froude adalah satu.
Keadaan terakhir juga berarti berlaku, bahwa kecepatan aliran adalah sama dengan gangguan kecil yang ada pada permukaan bebas dalam air yang tenang, dan bahwa tinggr kecepatan sama dengan setengah kedalaman hidraulis.

Kedalaman kritis adalah suatu parameter yang penting dalam menganalisa aliran
saluran terbuka dan sering perlu dihitung untuk debit dan bentuk saluran yang ditentukan. Perhitungan kedalaman kritis untuk saluran bentuk empat persegi adalah terbuka
dan kita hanya harus menggunakan Persamaan (5.6). Masalah itu juga tidak rumit dalam
hal saluran bentuk segitiga, seperti jelas dari asal mula berikut ini. Dengan menganggap
kemiringan sisi dari saluran bentuk segitiga z : 1, persamaan itu

4!:1.s

gA"
dapat ditulis sebagai

Q2(22h.) _ rr'w

hs:

2Q2

hc:

(#)'''

g($.2zh".hc)3
atau
c

yaitu

oz2

(s.21)

Akan tetapi perhitungan kedalaman kritis dalam saluran bentuk trapesium tidak
begitu dengan terus terang. Dengan menggantikan

dan

T: B*22h"
A: (B*zhsyls

ke dalam Persamaan (5.4), kita memperoleh penguraian untuk kedalaman kritis

Q2(B*22h.)_1nr'v
(B I zh.)3h3. -

sebagai

(s.22)

(5.22) hanya dapat diselesaikan dengan proses yang tidak praktis, dengan
sistem coba-coba. Persamaan yang sama rumitnya juga diperoleh untuk saluran bentuk
bulat. Dalam hal ini, sudah lazim menyelesaikan kedalaman kritis dengan menggunakan kurva faktor penampang yang dibahas di bawah ini.
Persamaan

5$.1 Kurva Faktor

Penampang untuk Perhitungan Kedalaman

Kritis

Persamaan (5.4) dapat ditulis sebagai

: a\/ alr : f Q1' bentuk saluran)

\/ c
Faktor

A{A/T

dapat diberi tanda sebagai

an kritis, dan sama dengan

Ol\ti

Z, faktor penampang untuk

perhitung-

di bawah keadaan kritis.

(a) Safuran bentuk bulat (crcular channel) Dengan menganggap saluran bentuk
bulat dengan diameter D6 dan kedalaman ft dan sesuai dengan Gambar 2 . l8

: 2(, - +)tan 1 : (2h : (n- n'tt-l- tga\Pl


,c,
"-\'"
r

dan

2 lq

Z- ("

I+

("

DT'

sin

2r1

sin 2rl

-' sin2l\
2)4
r,oJ
tan I
L- 12h

(\
DE

)i

coSr2

: ,

Maka 4rDto't -

.11

Do2

]''

t -T + '#) +l'',',
-'t n

2
{ {

h\
:-t, l' l./ n,n)
Tapi

Ds) tan q

,ro

D"- l

h -,

fr(hlDo)

ZlDf,'s

hfDs diperoleh dengan pertolongan persamaan di atas ditunjukkan dalam Gambar 5.9. Koordinat dari curva ini juga dicantumkan dalam
Hubungan anlara

dan

lampiran Tabel A-3. Gambar 5.9 dapat digunakan untuk menghitung kedalaman kritis
di dalam pipa bulat seperti ditunjukkan dalam contoh berikut ini.

coNToH 5.4
Suatu pipa bulat dengan diameter 1,0 m mengangkut debit 0,3 m3/det. Tentukan kedalaman kritis sehubungan dengan debit ini.
Penyelesaian

Di bawah keadaan kritis

\/T
,:

yaitu

0.0957 ms/2

Y*:

0'0957

W: ff:

o.o957
o'0957

Sehubungan dengan hargah"fDs dapat dibaca dari Gambar 5.9 sebagai 0,3

h":

0,31

1,0

0,31 m

(b) Salumn bentuk Trapesium (trapezoidal channel) Dengan menganggap saluran


bentuk trapesium dengan lebar dasar .B dan kemiringan sisi z : l, Persamaan (5.4) dapat
ditulis kembali sebagai

Q2 (B*22h.) _rn
T TEt + ,gry ''"
atau

_ lQ l

ahJDQh"lB)13

zr.sZ l(l *

zh"lB)(2h"131|.s

2382

vF- (r * 2zh"lB)
| * zhJB)(zh"la11t
"tZ' _ K--GEE;IE
l-:

yaitu
atau

EFr: 1-'z1+DQJN

(s.23)

100

./

tot

Sxrda

r03

ldz

l0l

too

2.0

z / D6's

Gambar5.9

Faktor penampang tanpa dimensi untuk perhitungan kedalaman kritis di dalam pipa
bu lat.

#=t'u+'
Gambar

5.10

Hubungan tanpa dimensi untuk kedalaman kritis di dalam saluran bentuk trapesium,

Persamaan (5.23) dapat diselesaikan untuk harga_

zh"fB yangberbeda-beda untuk memperoleh hubungan antara zh"fB dan z7,5z7z's ,.p."iair"":ruln
u.tu,n Gambar
5.10. Lampiran Tabel A-4 mencantumkan koordinat
kurva ini. K.gunuun Gambar 5.r0
dijelaskan dengan contoh berikut ini,
CONTOH 5.5
Tentukan kedalaman kritis dalam saluran bentuk trapesium yang lebar
dasarnya 10,0 m
dan mempunyai kemiringan sisi I : I untuk debit 30 m3/det.
Penyelesaian

: -= : _-_r: :
zzO30
t/ s
\/ 9.8

9.5j

mst2

#:i#:o.o3o3
Sehubungan dengan harya zh"f B dari Gambar 5.10 adalah 0,094

.094x 10.0
,
hc:
ff:0.94m.
Tanpa adanya Gambar

5.r0, kedalaman kritis dapat dihitung

sistem coba-coba yang telah disederhanakan berikut


ini.

Kedalaman kritis perkiraan,lr" (kira-kira)

dengan menggunakan

F; : V m,x-sj
Q2

s/

3ot

0.972 m.

Kedalaman kritis sebenarnya, semestinya lebih kecil daripada


ini karena pengaruh kemirjngan sisi. Sehingga perhitungan dapat dilakukan dalam
bentuk tabel berikut ini,
mulai dari harga percobaan lebih kecil daripada/16 (kira-kira)
sampai uh,@ ru-" ar-

ngan satu-keadaan itu untuk kedalaman kritis.

-i,
.. . m

Pieqbaan

No.',

t,

T;

mt

D 4'AIT,

,'..'m..,,"

'

QtA:,

Sehingga kedalaman kritis adalah 0,94 m. Seperti dalam masaiah


saat
saian akhir biasanya diperoleh dalam tiga percobaan.

Gambar 5.10

aAlffi

.dda1,''.,

ini, penyele-

menunjukkan bahwa tr,s9110,592,5 dihubungkan secara khusus


dengan zh"f B. Karena zE"f B dan zh"fB adarah berhubungan
(lrtrat dambar 5.4) kita dapat

menggabung kedua gambar ini untuk memperoleh hubungan antan zE"f B dan zI,5Ql
tp ,5 92 ,s ; hubungan ini ditunjukkan dalam Gambar 5 .1 1 juga

:: O
"\/c E?t

zt'sO ll
!/E-B'z's

zE" \2.s

l\ B I

,lie7'5

dt
ut
N

,l'5e

;;,F
Gambar5,l1

Sehirrgga

Hubungan tanpa dimensi mencakup energi spesif

zE"fB

dapat pula dihubungkan dengan

Qkt[T

kan dalam Gambar 5.1l

(c) &luran Tak Teratur (Irregular Channels)

ik dalam saluran bentuk trapesium.

4$.

Hubungan ini ditunjuk-

Penentuan kedalaman kritis dalam

suatu saluran yang berbehtuk ganjil (lain dari biasanya) paling baik dilakukan secara
grarik. Dengan mengandaikan kedalaman aliran yang belbeda, luas penampang dan lebar
permukaan air dapat dihitung untuk saluran yang ditentukan dan sehingga dapat disiapkan plot Z terhadap h Qrhat Gambar 5.12). Di bawah keadaan kntis Z dapat dihitung
sebagai Ol\/ C dan kedalaman kritis dapat dibaca seperti ditunjukkan dalam Gambar

5.12,

Z=
Gambar

5.12

AJd
Perhitungan kedalaman kritis dalam saluran tak teratur.

5.4.2 Pangk rt Hidraulis untuk Perhitungan Aliran Kritis


Faktor penampang Z dapat diuraikan sebagai suatu fungsi dari kedalaman untuk bentuk
saluran tertentu. Dalam perhitungan aliran berubah berangsur, telah tepat sekali menguraikan ini dalam bentuk

V :

CzhM

(s.24)

di mana C2 adalah koefisien dan M dinamakan pangkat hidraulis untuk perhitungan


aliran kritis. (Perhatikan kesamaan dari hubungan ini dengan persamaan 4 : CrhN).
Dengan mengambil logaritma

2logZ:
logZ:

log

Cz* Mlogh

rorc,

* tben

Batasan kedalaman

yang diperlukan

Gambar

5.13 Penentuan Grafik dari M.

Sehingga apabila log Z diplotkan terhadap log h, dan data itu dikira-kira dengan suatu
garis lurus dalam batasan kedalaman tertentu, kemiringan dari garis lurus itu memberikan harga MlZ dalam batasan kedalaman tersebut (lihat Gambar 5.13). Cara yang demikian perlu harus digunakan dalam hal penampang yang tidak teratur. Metode yang lebih
sederhana berdasarkan differensial Persamaan (5.24) dapat diambil dalam hal saluran

bentuk empat persegi dan trapesium. Dengan mengambil logaritma dari

Persamaan

(5.24) dan mendifferensialkannya terhadap ft

h rr"a: #

(s.2s)

Z: A\/Alf

Sedangkan

# r'"a - *a#^- *# - #-

*r#

Dari Persamaan (5.25) dan (5.26)

M:3Th _ h dr
A
Tdh

60

'l'
0.t

0.02

2.5 3.0 3.5 f 0" a.5 5,0

55

t{
Gambar

5.14 Hubungan antara M

dan

Zh/B untu k saluran trapesium

(5.26)

Dengan menggantikan

dan 7 dalam hal saluran untuk trapesium pada persamaan di

atas,

a =3! *

2zhl31z

zzh+B{

(1,27)

Karena z = 0 untuk saluran bentuk empat persegi,M adalahkonstandan dalamhalini


sama dengan 3,0. Apabila z lidak sama dengan nol (yaitu untuk saluran bentuk trape-

sium),hubunganantarcM danzhfBdapatdiperolehdariPersamaans.2T.Hubunganini
ditunjukkan dalam Gambar 5.r4 dan memungkinkan penentuan

M pada setiap harga

hlB vni*harga z yang diketahui.


Harga M dalam hal pipa bulat dapat diperoleh sebagai fungsi dari hfDs dengan
cara yang sama dan harga itu dicantumkan dalam tabel berikut inj
TIBEL 5.1
Y atiari

dengzn

h /D

s untvk Pipa Bulat

5.5 PENAMPANG KONTROL


Yang berhubungan dekat dengan konsep alirankritis adalah konsep penampang kontrol
dalarn aliran saluran. Telah ditunjukkan dalam Bab 1 bahwa bilangan Froude menunjukkan perbandingan kecepatan aliran terhadap keeepatan dengan maiia suatu gangguan
kecil pada permukaan bebas dapat bergerak dalam air yang tenang. Sebagai akibatnya,
suatu biiangan Froude yang lebih kecil daripada satu menunjukkan bahwa setiap gangguan dapat bergerak ke hulu dalam aliran yang dernikian, sedangkan gangguan'hanya dapat
bergerak ke hilir dalam aliran superkritis, karena bilangan Froude dalam hal ini tebih
besar daripada satu; apabila aliran itu kritis, gangguan itu akan menyatakan dirinya
sendiri sebagai gelombang tegak. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa aliran subkritis
dipengaruhi oleh keadaan di hilir, sedangkan keadaan ini tidak mempunyai pengaruh
pada aliran superkritis. Dengan kata lain, aliran subkritis dapat dikatakan beroperasi
dengan suatv kontrol di hilir (downstream control) dan aliran superkritis dengansuatu
kontrol di hulu (upstream control). Dengan menganggap aliran dekat suatu bendungan
kecil seperti contoh (ihat Gambar 5.15), tinggi permukaan air pada A ditentukan
(untuk debit yang diketahui) dengan karakter debit dari bangunan fe[mpas dan sehingga penampang A menjadi penampang kontrol untuk aliran subkritis di hulu bendungan,
yaitu kedalaman pada penampang C ditentukan oleh kedalaman pada A (selain dari kemiringan, kekasaran dan lain-lain) dan perhitungan aliran berubah berangsur dibuat
mulai dari penampang kontrol A dan bergerak ke arah hulu.
Sama halnya, kcdalaman pada B ditentukan oleh ketinggian dari bendungan dan kedalaman aliran superkritis di hilir suatu penampang seperti D, ditentukan oleh kedalam-

i
tC

Gambar

5.15 Potongan Kontrol dalam aliran

saluran terbuka

an pada penampang B, yaitu penampang B bekerja sebagai penampang kontrol untuk


aliran di bawah bendungan dan pelhitungan profil aliran dibuat mulai pada penampang
B dan bergerak ke hilir.

5.6 PENGGL]NAAN ENERGI SPESIFIK DAN KONSEP KEDALAMAN KRITIS


Konsep energi spesifik dan kedalaman kritis secala umum dan Gambar 5.1 dan 5.5 secara khusus, dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah praktek yang
penting. Telah dikenal dengan baik bahwa bentuk kehilangan dapat diabaikan dalam
aiiran peralihan (converging flows) dan apabila kita menganggap suatu daerah yang
pendek yang dengan cara demikian memungkinkan kita mengabaikan kehilangan gesekan, aliran ini dapat dianalisa dengan memperlakukan energi adalah konstan. Percepatan
aliran yang demikian dapat disebabkan oleh berkurangnya lebar saluran, naiknya ketinggian dasar atau keduanya dan kasus ini dibahas di bawah ini. Saluran bentuk empat
persegi dianggap untuk keperluan penyederhanaan; akan tetapi cata yafig digunakan
untuk saluran bentuk trapesium ditunjukkan kemudian'

5.6.1 Pengurangan dalam Lebar Saluran


Misalkan lebar suatu saluran akan dikurangi dari -81 ke 82,ketinggSan lantai tetap
sama, seperti ditunjukkan dalam Gambar 5.16(i). Karena kehilangan energi antara
penampang I dan 2 dapat diabaikan, kita dapat menggunakan satuan hubungan debitkedalaman untuk suatu energi spesifik konstan, yang ditunjukkan dalam Gambar 5.17.
Apabila q1 dan q2 berturut-tufut menunjukkan satuan debit pada penampang I dan2'
sehubungan dengan kedalaman dapat diperoleh dari Gambar 5.17. Apabila aliran yang
mendekati adalah subkritis dengan kedalaman sama dengan h1 pada penampang 1, kedalaman pada penampang 2 akan lebih kecil daripada h1 (api lebih besar daripada ft.)
dan sama dengan /t2, seperti dapat dilihat dari gambar ini. Kedalaman pada penampang
2, h.j adalah iebih 6esar daripada kedalaman pada penamp ang I , h l, apabila aliran itu
superkritis. Profil disain ini disket dalam Gambar 5.16(i). Keadaan akan dipenuhi untuk
Qz )

(i)

adalah bahwa penyempitan (kontraksi) harus sedemikian rupa sehingga


yang
terakhir adalah debit maksimum yang memungkinkan untuk energi speQ",

tasus

sifik ,E,

Kita dapat dengan tepat menggunakan Gambar 5.2 untuk memperoleh kedalaman
h2 danhl, E2 samadengandl dan sehingga diketahui. h"dapat dihitung sebagai

ver+
Sehingga E2fh" dtketahui dan kita dapat membacah2fh" atau hlh" pada
cabang subkitis.atau superkritis, sebagai kemungkinan kasus itu, dan sehingla-memperoleh
harga
h2 atau hlr. Sebagaikemungkinan lain, persamaan itu

Ez-hz*&
dapat diselesaikan dengan sistem coba.coba guna memperoleh kedua
akar h2 danHl2.
Namun seperti akan ditunjukkan dalam Bab g, metode itu tidak dapat
digunakan untuk
aliran zuperkritis disebabkan oleh pembentukan gelombang. Sehingga dalam
hal aliran
superkritis, Gambar 5.16 dan 5.17 dimaksudkan hanya untut sebagalluustrasi.

ll

:I

.i9r

ll
I

Aliran pendekatan
su bkritis

II

Jr

--____
---15:

d,

Aliran pendekatan
subkritis

:=T--|

\r

Aliran pendekatan
su per kritis

--r-=-

Aliran pendekatan
su per kritis

ffi
Kasus

Aliran pendekatan
su bkritis

Aliran pendekatan
superkri tis

(Terjadi loncatan hidraulis)

(i) 82

(8"

Kasus (ii) B2
Gambar

lg"

Kasus (iii) B3

(e"

5.16 Aliran melalui penyempitan (contraction)

- Apabila lebar 82 berkurang, q2 beftambah dan mendekati q". Dengan kata rain,
aliran menjadi kritis pada lebar tertentu d,ari 82 .8,
seperti Airun:uttrn dalam kasus
=
(ii)' Lebar yang menyebabkan aliran kritis dalam kontraksi dapat diperoleh
sebagai
berikut:

Er- *

h"

hc:

Sedangkan

Er:
atau

El: (312\!.4
Bc:

(312')3t,

&

atau

B":
di mana Et

hr

TN

+ ;l

r.84

(5.28)

#-r,,,

dan diketahui. Permukaan air yang diperoleh dalam hal ini,

untuk aliran subkritis Alrisuperkritis ditunjukkan dalam Gambar 5.16(ii).


Mari kita misalkan bahwa lebar pada penyempitan lebih ianjut berkurang ke suatu
harga .83 lebih

q.

kecil daripada .B". Sehingga intensitas debit q3 lebih besar daripada

dan Gambar 5.17 menunjukkan bahwa debit yang sedemikian tidak dapat lewat
dengan energi f1 yang tersedia. Sehingga energi di hulu harus bertambah dan energi itu

Er
F1
I
E1

h1

!z

hc
hc

:-_f:

_T

l1
--1---i-

\ \F-E=Et

i-lll
tl

I
I

__l_-

n'

-y','

Q6 c[3'Qc
Gambar

5.17

Satuan diagram kedalaman-debit untuk saluran bentuk empat persegi.

akan bertambah dengan cara demikian sehingga aliran dap4t terjadi dengan energi minimum pada penyempitan, yaitu aliran itu kritis sehubungan dengan q3, yaitu kedalaman pada kontraksi, fts dinyatakan dengan

n":\lm
.'. Energi spesifik pada

penampang

spesifik yang baru pada penampang

ini

: |n": +
{Wf+.Sehingga

l,E1

dinyatakan dengan E1

ol

2V

energi

Gr+

krtambahan yang sedemikian dalam energi spesifik adalah disebabkan oleh pertambahan dalam kedalaman dari h1 te E', Oalam hal aiiran subkritis seperti ditunjukkan dalam
Gambar 5.17. Dengan kata lain, penampang 3 bekerja sebagai penampang kontrol dan
sesuai dengan hal itu, aliran subkritis di hulu menyesuaikan dengan keadaan. Dalam
hal aliran superkritis pengurangan dalam lebar di luar ,8. menimbulkan pembentukan
loncatan hidraulis dan kehilangan energi yang terjadi dalam loncatan membuat hal itu
tidak mungkin menganalisa aliran itu hanya dengan pertolongan diagram debit-kedalaman.

Dalam hal aliran subkritis kedalamani, yung baru dapat dihitung sebagai berikut. Parameter E11h", dapat ditentukan sebagai

El
h.,

iflWr:+ :+1T:'''(#,
vH)',i

Sehubungan dengan harga E1fh"1 ini, harga darih1fh"1, misalkan K,dapat dibaca dari
Gambar 5.2.

sehingga trr: K\lWT


Sebagai

kemungkinan lain, kita dapat menulis

n,:t{w+ :1,* (&)'+


dan selesaikan

Zl dengan

sistem coba-coba.

CONTOH 5.6

Air mengalir pada kedalaman 2,0 m dan kecepatan 1,5 m/det dalam saluran yang lebarnya 4,A m. Tentukan (i) lebar pada kontraksi yang segera menyebabkan aliran kritis
tanpa perubahan l<edalaman.di hilir, dan (ii) kedalaman dalam kontraksi apabila lebar
pada tenggorok 50 persen lebih besar daripada harga di atas.

Penyelesaian

!+:
sh

Ft:
-

,J+

\/ 9.8x2

:0.339

sehingga pendekatan aliran adalah subkritis dan akan ada te{unan


d,alam permukaan
air pada penyempitan (kontraksi).

(i)

- Upfi1: 1.5x 4.0x2.0 :


Er: hr * u?l2s : 2.0 * *#
Q

12 ms ldet

2.il5

Dari Persamaan (5.28)

:- 1.84x12
-=\/ cE-r" TfrV;.rt.i'lo
(ii) Be: 1.50 .8": 1.50x2.28:3.42m
l.g4

h":

V(#)=: ymf* : r.o8sm

4 : Ez:

r.ls

Sehubungan dengan hugah2 fh" dari Gambar

h2 = 1,77

2'28 m

2.115 m

E2lh.:ffi :
;.

l.84xl2 :
: L65

.Bc:

.2 adalah 1,17

h" = 1,77 X 1,085 = I p3 m

5.6.2 Saluran Venturi


Kenyataan bahwa kedalaman aliran dalam kontraksi adalah kritis apabila lebar pada
sama dengan Bs, telah menimbulkan pengem-

kontraksi lebih kecil daripada atau

Gambar

5.18 Aliran ddam saluran venturi,

bangan suatu alat pengukur sederhana yang dikenal sebagai safuran venturi (venturi
flume). lni dibahas secara terperinci dalam Bab 8, namun persamaan debit dasar dapat
diperoleh dengan mengandaikan energi tidak ada yang hilang, dengan menggunakan
prinsip yang dibahas selama ini. Sesuai dengan Gambar 5.18 dan denganmengandaikan
bahwa penyempitan adalah cukup untuk menghasilkan aliran kritis

h':llm

o,*yi*:+vwi

dan

Apabila kecepatan pendekatan dianggap dapat diabaikan

atau

: (+)"' u,"/io1''

0.544

Brn/i

nlt'

(5.29\

Sehingga dengan hanya mengukur kedalaman di hulu tenggorok, debit


tung dari Persamaan (5.29).

5.6.3 Naiknya Ketinggian

itu dapat dihi-

Dasar

Pertimbangkan suatu saluran yang lebarnya konstan (yaitu q konstan) dengan naiknya
ketinggian dasar dalam daerah tertentu seperti ditunjukkan dalam Gambar 5.19. Karena
q adalah konstan, aliran itu dapat dianalisa dengan menggunakan diagram energi spesi

fik untuk q konstan yang ditunjukkan dalam Gambar 5.20.

Aliran pendekatan

subkritis

Aliran pendekatan

t2

Aliran pendekatan

subkritis

2,

Aliran pendekatan

Aliran pendekatan

superkri tis
(Terjadi loncatan hidrauls)

super kri tis

1t

Kasus (i)

AZ1" AZ6
Gambar

Kasus

(ii) LZ2=67.'.

5.19 Aliran di

Kasus

atas penonjolan dalam dasar saluran

(iii) h,Z3> AZg

h6

li2
h'l

Gambar

5.20 Diagram energi spesifik yang digunakan untuk

kasus

aliran di atas penonjolan.

Apabila naiknya ketinggian dasar adalah kecil, misalnya azt, keadaan itu ditunjukkan dalam hasil (i). Energi pada penampang 2 dapat dihitung sebagai

E, =E1 *
karena

Er = ht + (4

AZ1

l2S dan diketahui. Kedaiaman sehubungan dengan

E,

dapat di-

hitung dari persamaan

Ez:h+#
dengan sistem coba-coba. Akar h2 yang lebih besar adalah kedalaman subkritis yang
lebih kecil daripada kedalaman ft1 di hulu, dan kedalaman h2 yang lebih kecil adalah

ft, seperti dapat did,apat disederhanakan

kedalaman superkritis yang lebih besar daripada kedalaman hulu

lihat dari Gambar 5.20. Perhitungan kedalaman h2 (atau h'r)

dengan penggunaan Gambar 5.2 sebagai berikut;Kedalamankritis/r, : {VTfdan sehingga Erf h" dapal dihitung. Sehubungan dengan haryah2fh" (atau hilhr') dapat diperoleh dari cabang yang tepat dari Gambar 5 .2 dan h2 (atat h'r) dapat dihitung.

Energi spesifik minimum yang dapat diperoleh pada penampang2adalah E" dan
dasar mempunyai suatu harga A Z" ter-

ini akan diperoleh apabila naiknya ketinggian


tentu. A Z" dapat dihitung sebagai berikut:

t.: *0" - +47


LZc: E1- E.:

hr

* #-

+4ry

atau

Azc:ft,[r

]- r.tr7'l

di mana F1 = Bilangan Froude pada penampang l =


+

sh,

(5.30)

Sehingga apabila naiknya

ketinggian dasar sama dengan A 2", alfuan di atas penonjolan adalah


kritis dan kedalaman di hulu tidak dipengaruhi seperti ditunjukkan dalam kasus (ii). Kasus
(i) dengan jelas

diperolehapabila

AZL < AZa.

Sekarang mari kita pertimbangkan suatu kasus apabila ketinggian penonjolan


A zs > a' 2". Maka harga E 1 a Zt adalah rebih kecil daripada
ni yangsecara fisik
tidak memungkinkan' Sehingga aliran itu akan menyesuaikan- sendiri untuk
memiliki
energi minimum yang memungkinkan, yaitu Ec,pada penampang
2 dan sesuai dengan
hal itu keadaan di hulu akan berubah. Dengan kata lain, aliran itir akan
kritis paOa-p.nampang 2' dan karena ini bekerja sebagai penampang kontrol
dalam aliran zubkritis,
kedalaman hulu harus bertambah sampai Z, seperti diiunjukkan dalam
Gambar 5.20.
Penonjolan yang demikian menyebabkan loncatan hidraulis dalam
hal aliran pendekatan superkritis, dan sehingga aliran ini tidak dapat dianalisa sepenuhrya
dengan
pertolongan diagram energi. untuk atran subkritis, energi spesifik yang
baru r, a^li
dihitung sebagai

* *0.
Er1h.: 1.5 * LZtlh"
Er

LZs

Untuk harga Er1n" ai atas, harga hrfh" dapat dibaca dari Gambar 5.2
danI,, dapat
dihitung sebagai kemungkinan lain, kita dapat menyelesaikan persamaan
itu
-n27.
Er:ht+#:tZs*t
.6,t,1

4T

dengan sistem coba-coba guna memperoleh 01.

CONTOH 5.7

Air mengalir pada

kedalam un 2,0 m dan kecepatan I mi det dalam suatu saluran yan!


,5
lebarnya 4,0 m. Tentukan (i) ketinggian penonjolan yang diperlukan
untuk menghasilkan aliran kritis tanpa mempengaruhi kedalaman hulu Jan (ii) kedalaman
di atas penonjolan apabila ketinggian dari penonjolan setengah dari harga di atas.
Penyelesaian

u1
,': ffi:
tr_

1.5

\/:rvr.s:

0.33e

Sehingga pendekatan aliran adalah subkritis dan akan ada penurunan permukaan
air
di atas penonjolan

(i)

LZc:

:
LZ" *
LZt :

(ii)

Er
'

hrlr

- 1.5 Fri31
z'o[r * q1ry - r'sto'33er"]
2.0[1

F?lz

0.058

0.656 m

0.5

ht

LZ.

E2:4 -

0.656

0.328 m

all2g

LZt

0.730]

:2 * #:
2"t15

0.328

2.il5

1"787 m

o":llT:vc#:0.e71

+:#f

:r.84

Dari Gambar 5.2 sehubungan dengan harga

fh, = 1,65 yaitu

h2

h2 = 1,65 X 0,971= 1,62m


h" = l'62m

"'
CONTOH 5.8

Air mengalir dalam saluran berbentuk empat persegi yang lebarnya 4,0 m pada kedalaman 2,0 m dan kecepatan 1,5 m/det. Saluran itu dipersempit sampai lebar 2,0 m dan
dasar dinaikkan 0,40 m dalam daerah tertentu. Tentukan perubahan kedalaman aliran
di hulu transisi.
Penyelesaian

n:-L-:
-g{ sh, t/9.sxz
O

Er:

B1h1U1:
ht

**:

4x2xl5 2.0

-f

0.339
12 m37det

tffi-:

2.115 m

Allran itu adalah subkritis, dan sehingga kedalaman dalam transisi harus berkurang.
Mari kita andaikan bahwa kontraksi dan naiknya ketinggian dasar adalah cukup
untuk menimbulkan aliran kritis dalam transisi. Sehingga kedalaman dalam transisi,ftr,
dinyatakan dengan

o.:llm:VEI*:,5zom
:
E" + AZ :
g"

(1.570)x312:
2.35

0.40

2.35 m

:2.75

m.

+ a z lebih besar daripada ,81 , kedalaman di hulu trpnsisi harus


bertambah.
(Apabila I'. + A Z telah sama dengan E1, abran
dalam transisi akan menjadi kritis
dan kedalaman di hulu tidak akan dipengaruhi; apabila
-6'" + a z telahlebth kecil
dariprida E v, ahran dalam. transisi akan menjadi zubkritis
dan kedalaman ft2 sudah akan
dihitung sesuai dengan itu).
Karena E c

Er:E"+Lz:2.75m
ft"1 =

kedalaman kritis pada penampang

1:v(m

9.8

0.970 m

Et _-tzs

h"t ffi:2'83

Sehubungan dengan

:.

hargaTrfh"l dari Gambar 5.2 adalah2,75

h, = kedalaman di hulu yang baru


= 2,75hd

=2,66 m

.
5.6.4 Saluran Bentuk Trapesium
Cara-cata yang dibahas selama ini dapat digunakan
seperti dijelaskan dengan contoh berikut ini.

untuk saluran bentuk trapesium

CONTOH 5.9

Air mengalir dalam suatu saluran bentuk trapesium yang mempunyai


lebar dasar 5 rn
;an kemiringan sisi 1 : 1 pada kedalaman l,i m. Kecepatan
ariian- adalah 1,0 m/det.
lfentukan (i) tinggi penonjolan yang menyebabkan aliran
menjadi kritis tanpa mempe:'garuhi kedalaman aliran di hulu dan (ii) kedalaman aliran
dalam transisi apabila ke:aggian penonjolan adalah setengah harga di atas.
Fenyelesaian

1 = Luas penampang pada penampang I = (5 + 1,5)1,5 = 9,75 mz


D1 = Kedalaman Hidraulis = 9,75/8,0 = 1,095 m

.,4

Q = ArU,

E _
:i6iut

"

9,75 X

I =9,15m3/det
1.0

= o'jos

Maka pendekatan aliran adalah zubkritis

Er=1.5+ l' = 1,551m


2Xgf
(i)

Tinggi kriris dari penonjolan dapat diperoleh sebagai

AZ"=Er_E"
' zr'sQ I x
.'2,6#:d#ffi:0.0556

Pada Penampat'

sehubungan dengan harga zE B yang dibaca dari Gambar 5.1 1 adaiah 0,20
"f m
Sehingga E"=0,20 X 5 = 1,00

A Z"= Et - E"= 1,551 1,00 =0,551 m


Ketinggian penonjolan yang diperlukan = 0,551 m. Dengan penyediaan penonjolan,
lebar dasar berubah dari harga 0,5 m yang diandaikan. Apabila ketinggian penonjolan

adalah 0,551 m,8 pada penampang ini adalah 5,0+2 x I x 0,551 =6,102rn.Dengan
menghitung kembali 21 ,5Q1g0,582,5 dengan B = 6,102 m, harganya sama dengan
0,0438. Sehubungan dengan harga zE"fB adalah 0,154. SehinEgabc= 0,154 X O,iOZ

= 0,94 m.

Z"=

1,551

0,94 = 0,6 I I m

Percobaan kedua menghasilkan harga A z"yangsama. sehingga tinggi penonjolan yang


dibutuhkan adalah 0,61I m
(ii

Sehingga Ez

AZt = 0,5 AZc = 0,305 m


AZt=
1,551
=Er -0,305 = 1,246 m.

Kedaiaman subkritis ft2 sehubungan dengan harga E2 ini biasanya dapat diperoleh dengan sistem coba-coba. Namun, penyelesaian yang langsung dapat diperoleh dengan
menggunakan Gambar 5.3.

,":4H:Vffi:o.6'5m
zHdB:

#*

:0.120

+:#:r.85
Sehubungan dengan harga h2 fH" yang dibaca dari Gambar 5 .3 adalah
I ,g2.
= 7,82 X 0,675 = 1,23 m.

Sehingga h2

CONTOH 5.IO

Air mengalir dalam suatu saluran bentuk trapesium yang mempunyai lebar dasar
5m
dan kemiringan sisi 1,5 mendatar : 1 vertikal paaa ieoitamun r,i
* dan kecepatan

1,0 m/det. Tentukan (i) lebar penyempitan yang menyebabkan aliran


menjadi kritis

tanpa mempengaruhi kedalaman aliran di hulu dan (ii) kedalaman


aliran di hulu transisi
apabila lebar pada penyempitan adalah 314 harga di atas.
Penyelesaian

L.ras pada penampang I = (5 + 1,5 X 1,5)1,5 = 10,g5 m2


DebitQ=ArUt = 10,85X 1 = 10,g5m3/det

a, =
G
Fr

+jffkro : r.r4m

: (rl{ sD, :

It\/{EVTI4

0.30

maka aliran itu adalah subkritis


(i) Ez = Ec= Er karena aliran itu adalah kritis.

Er: h * ull2g: 1.5 + t*5


E.: 1.551 m

;VjEF:

1.551 m

lo.8s
Til-m(r.ssrp; :0,769

Sehubungan dengan harga zE"fB dari Gambar 5.2r adalah 1,55.


Sehingga
yang diperlukan pada kontraksi =. i,5 X 1,551/1,55 = 1,50 m.

(ii)

Sekarang

an kedalaman

82 = 0,7 5 B" = 1,125 m. Karena 82

Bs,akan ada suatu pertambah_

aliran di hulu

(l.s)'.sx t0.85 1.84x 10.85


zt.tQ _
:
cW IejF;s11'l25FT: JJJ;T34_
Sehubungan dengan harga zE"f 82 dari Gambar

Sehingga

\laka
H"1

B" = rebar

E"= 2,223 X 1,125 11,5 = 1,667


Er = E. = 1 ,667 m

padapenampans

*hinggaErl4"l

:Y

= 2,13 danzH"lf

5.ll

4.7e

adalah 2,223.

ffi :Vm,

0.782 m

B, =0,235

Sehubungan dengan hargahlfH"l dari Gambar 5.3 adalah 2,10.


SehinggaT 1 = perubahan kedalaman aliran = 2,1 0 X 0,J g2 = 1,642 m.

5.6.5 Bendurg Puncak Lebar


-\pabila lantai saluran dinaikkan dengan suatu ketinggian sama dengan atau lebih besar
:aripada a z" pada sepanjang yang cukup untuk aliran sejajar terjadi di atas penonjolur itu, seperti telah dibahas, aliran di atas penonjolan akan menjadi kritis. Bangunan
.rng demikian dinamakan bendung puncak lebar (broad. crested weir)
dan melengkapl

Ir

Gambar

5.21 Aliran di atas bendung puncak

lebar.

suatu cara yang istimewa dalam mengukur debit dalam saluran terbuka (lihat Gambar
5.21). Dengan mengabaikan kecepatan pendekatan dan mengandaikan energi pada pe'
nampang I dan 2 menjadi sama

, =?r"
Untuk saluran bentuk empat persegi h.
Sehingga

Yaitu
atau

: { qrls:
l WT

H3

(3lZ),

Q:

(213)3t2.nt/T ns7

Q:

o.544BlTn'''

Perubahan untuk Persamaan (5 '3 1) disebabkan oleh lengkungan aliran, gesekan batas.
dan lain-lain dibahas dalam Bab 8.

Anda mungkin juga menyukai