Anda di halaman 1dari 23

BAB 1

PENDAHULUAN
Kenyataan tentang keberadaan roh-roh jahat atau setan dapat saja
diabaikan oleh orang Kristen, tetapi tidak dapat dihindari. Mengatakan bahwa rohroh jahat itu tidak ada, tidak berarti menghalangi roh-roh jahat untuk mengganggu
orang Kristen. Sama halnya dengan keberadaan gaya gravitasi bumi yang tidak
dapat ditangkap oleh panca indera manusia. Kepercayaan kepada tenaga atau
kekuatan supranatural atau dunia gaib dalam berbagai bentuk dan jenis telah
membanjiri kebudayaan di seluruh dunia, bahkan sampai di zaman modern ini.
Apalagi dengan kondisi global saat ini yang semakin mengalami krisis
multidimensi: ekonomi, sosial-kebudayaan, moral-etika-perilaku, pendidikan,
sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berintegritas. Semua hal
tersebut semakin menumbuh suburkan aktivitas okultisme, seperti: penujuman,
ramalan, kekuatan batin, bantuan arwah, guna-guna, pelet, pesugihan,
pemeliharaan roh-roh tertentu, pemanis, dan lain-lain. Hal ini sangat bertentangan
dengan ajaran Allah melalui Alkitab kepada umat agama Kristen karena
menduakan Tuhan yang seharusnya tidak dilakukan karena perbuatan tersebut
dibenci oleh Allah. Pemahaman yang tidak jelas tentang Allah mengakibatkan
kegoncangan iman terhadap Allah. Sehingga sering didapati mereka yang menjadi
penganut Atheisme.

Pembahasan pada bab ini akan membahas mengenai

okultisme yang pada akhirnya menyimpulkan suatu paham yang harus dijauhkan
dari pribadi-pribadi kristen dan bermuara pada suatu konsep Ketuhanan Yang
Maha Esa.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Okultisme
Okultisme berasal dari kata "occultus" (Latin) yang artinya tersembunyi, rahasia,
gaib, misterius, gelap, atau kegelapan. Dengan demikian, okultisme dapat diartikan
sebagai paham yang menganut dan mempraktikkan kuasa dan kekuatan dari dunia
kegelapan atau dunia roh-roh jahat.
Misalnya, seseorang yang digigit oleh nyamuk malaria, tidak langsung menderita
penyakit malaria. Setelah melalui beberapa proses tertentu (masa inkubasi), barulah ia
menderita dan mengalami sakit malaria yang ganas itu. Demikian juga bagi orang yang
terlibat dengan OKULTISME/KUASA GELAP, ada akibat-akibat yang langsung
dialaminya, dan ada juga akibat-akibat yang dialaminya setelah beberapa waktu tertentu.
Kita perlu mengerti beberapa gejala dan tanda, sebagai akibat dari pada keterlibatan orang
itu dalam dunia okultisme.
2.2 Akibat yang ditimbulkan Apabila berdoktrin Okultisme
Dibawah ini ada beberapa gejala sebagai akibat yang dialami oleh orang yang
terlibat dalam praktek okultisme :
1) Akibat secara rohani
Serangan depresi, misalnya seorang tenggelam dalam suatu kesedihan tanpa
alasan. Orang berada di bawah tekanan, dicekam oleh perasaan takut terhadap
hal-hal sekitarnya. Iblis tidak pernah dapat memberikan damai sejahtera dalam
hati manusia. Hanya di dalam Kristus manusia sentosa, sejahtera dan
merdeka/bebas ( Yoh 16:33, Roma 16:20, 2 Kor 3:17). Dan dari kuasa gelap

hanyalah terdapat kegelisahan.


Sikap tertutup keras terhadap firman Allah. Gejala ini tidak sama pada tiap-tiap
orang. Ada yang merindukan firman Allah, tetapi waktu ia mendengar, ia
mengantuk dan tertidur, walaupun tubuhnya dalam keadaan segar bugar. Iblis
adalah roh penidur, membutakan mata hati manusia, sehingga benih firman Allah
tidak dapat masuk dan tidak bisa tumbuh dalam hati orang yang terlibat dalam
dunia okultisme ( 2 Taw 33:10, Mat 13:4,19,19, 2 Kor 4:4). Orang-orang yang
terlibat dalam dunia okultisme tidak menyukai firman Allah, mungkin masih
membaca juga tetapi tidak mengerti. Kalau membaca buku-buku lain, dia tidak
mengantuk dan tidak tidur.

Gangguan lain ialah pada waktu mendengar firman Allah, ia dikuasai oleh roh
iblis, yang bekerja pada saat itu, sehingga sulit baginya untuk mempercayai
firman Allah, dan akhirnya hidupnya tambah berantakan. Firman Allah tidak
menjadi jaminan yang utuh untuk imannya, tetapi merupakan bahan spekulasi
saja.

Ada keinginan bahkan kenyataan menghujat nama Tuhan Yesus, baik


tersembunyi maupun terang-terangan. Seorang Ibu dari latar belakang
kepercayaan lain, pada waktu berdoa menghujat Tuhan bahkan memaki Tuhan
secara terang-terangan. Setelah sadar ia menangis dan menyesal, karena
sebenarnya ia tidak mau berbuat begitu. Roh penghujat telah mengusai dia,
sebelum dia dilepaskan secara tuntas.

II. Akibat secara psikologis/mental

Pikiran bunuh diri yang seringkali berjalan sejajar dengan depressi. Ingat Saul
dan Yudas Iskariot yang mengakhiri hidupnya dengan sangat menyedihkan ( 1
Sam 28, 1 Taw 10 :1-4, Mat 27:1-5). Iblis adalah bapa pembunuh manusia dan
dialah yang membawa manusia kepada keputusasaan, menjadikan manusia nekad
bunuh diri ( Yoh 8:44).

Gejala adanya ketakutan yang tidak normal. Banyak hal disekitarnya membuat
dia takut. Ini bukan takut akan Allah, tapi takut yang aneh dan tidak wajar, karena
memang terlibat dalam praktek okultisme. Berjalan melewati kuburan dan tempat
keramat, bulu kuduk berdiri, takut bunyi-bunyi yang aneh, bahkan takut kematian
menguasai orang yang terlibat okultisme.

Gejala angin kotor, angin hawa nafsu, pikiran-pikiran najis yang dihembuskan
oleh roh-roh najis. Biasanya orang yang terlibat dalam okultisme, hidup
seksualnya tidak normal, matanya penuh jinah dan angan-angan kotor yang
menguasai dia. Dalam hal ini juga harus dibedakan antara keinginan daging dan
pengaruh kuasa gelap terhadap hawa nafsu.Dan Iblis tidak hanya bapak
pembunuh, tapi juga bapak perjinahan.

Kemarahan atau hawa nafsu marah yang tidak normal. Ada kemarahan dari Roh
Suci ( 1 Sam 11:6, Luk 9:51-56), tapi ada kemarahan yang ditunggangi setan
yang membawa kematian ( Kej 4:4-8), dan penderitaan. Roh harimau ( 1 Pet 5:8),

menguasai orang yang terlibat okultisme, sehingga dengan tidak segan-segan dia
menerkam orang di sekitarnya, seperti Kain yang dikuasai oleh roh jahat
menerkam Habel, saudara kandungnya dengan tiada belas kasihannya sama
sekali.
III. Akibat secara fisik

Urat syaraf terganggu, karena mempraktekkan okultisme secara aktif. Orang


yang didiami Roh Allah sehat tubuhnya seperti Musa ( Ul 34:7), Yosua dan Kaleb
( Yos 14:6-11). Tentu tidak semua penyakit disebabkan oleh kuasa iblis. Ada juga
karena faktor alamiah misalnya penuaan. Tubuh manusia yang didiami setan ( Eff
2:2), mengalami banyak gangguan ( 1 Sam 16:14-23, 18:10-12, Luk 13:11,16).
Ingatan Saul juga menjadi tidak waras lagi, sebab dibawah pengaruh roh jahat.
Sewaktu-waktu dia membenci Daud, dan sewaktu waktu ia menyesal atas
dosanya. Begitu juga keadaan wanita itu syarafnya rusak. Perhatikan dalam
Markus 5:1-20, khususnya dalam ayat 15, ada kalimat: .orang yang kerasukan
itusudah waras. Iblis memang merusakkan urat syaraf dan kesehatan
seseorang, bahkan bisa mendatangkan kegilaan. ( Yeremia 50:38, Ulangan
28:28).

Kemandulan dan kematian yang tidak wajar, yaitu kematian sebelum waktunya
( Kel 23:24-26). Tentu tidak semua kemandulan karena praktek okultisme.

IV. Akibat dalam keluarga


Kekacauan terjadi dalam keluarga, dimana semuanya menjadi kacau, karena roh
pengacau itu diberi tempat dalam keluarga sehingga semuanya menjadi kacau dan
berantakan. Keluarga Yakub menjadi kacau, karena dalam rumahnya ada dewa asing dan
anting-anting keramat sebagai jimat. Kekacauan nanti selesai setelah mereka membuang
semua benda Iblis dari dalam rumah mereka ( Keja 34:1-35, khususnya Kej 35:1-5).
Penggaruh okultisme terhadap keluarga
Kuasa iblis tidak hanya menghancurkan salah satu anggota keluarga saja tetapi
berusaha mendapatkan seluruh anggota keluarga. Terutama menghancurkan keluarga
Kristen. Baik dalam bentuk mengobarkan konflik, kemarahan dan pertikaian.

Dampaknya okultisme terhadap keluarga.

a. Dari segi kehidupan sehari-hari. Biasanya mereka sepertinya selalu dalam


keadaan murung walaupun mereka senyum, walaupun mereka tertawa,
tapi seperti ada sesuatu yang menekan mereka, seperti ada sesuatu yang
lain yang menekan mereka.
b. Dari segi rohaninya. Kalau dari segi rohani dapat dilihat pada satu hal,
mereka tidak senang pada firman Allah, kalau mereka mendengar firman
Allah kadang-kadang ngantuk bukan ngantuk karena kecapekan atau
karena tadi malam tidak tidur dan sebagainya. Tetapi memang iblis tidak
mau orang ini mendengar firman Allah, itu satu keluarga mengalami hal
yang sama.
Ada 2 cara yang biasa digunakan oleh iblis untuk mengacau keluarga:
a. Kita harus mengerti cara kerja iblis, yaitu iblis tidak menggarap manusia
pribadi lepas pribadi, tapi keluarga lepas keluarga. Jadi dari pengertian ini,
kita bisa menyimpulkan dan memang sudah dicontohkan juga dalam kasus
yang nyata. Iblis tidak akan berhenti menggarap satu orang anggota
keluarga, tapi iblis akan berusaha mendapatkan semua anggota keluarga
tersebut. Film yang bertemakan horor punya dampak di dalam keluarga.
Yang utama adalah menciptakan rasa takut yang berlebihan atau yang
tidak perlu.
b. Dilihat dari cara iblis juga mengacaukan dan merusak keluarga Kristen.
Iblis juga mencoba berbagai cara untuk memenangkan pergumulannya
dengan Tuhan, yakni menghancurkan keluarga Kristen. Jadi keluarga
Kristen senantiasa harus mendekatkan diri dengan Tuhan.
Salah satu penyebab adakalanya orang yang sudah dibebaskan dari kuasa iblis
bisa kembali dikuasai, dirasuk oleh setan adalah karena iblis sangat pandai dan
iblis itu adalah roh. Dia bisa mengerti isi hati kita bahkan kadangkala lebih cepat
menyadari isi hati kita.

Efesus 6:10,11, "Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam


kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya
kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis." Ini adalah firman yang bisa
kita pegang sebagai janji Tuhan dan juga mengingatkan kita bahwa dalam
merespon terhadap iblis, kita perlu merespon dengan tepat, jangan ekstrim satu
atau ekstrim yang lainnya yakni ketakutan yang histeris pada iblis. Atau justru
meringankan atau meremehkan iblis, seolah-olah iblis itu gampang kita kalahkan
karena kita punya kekuatan dan sebagainya. Iblis memang berkuasa, tapi Tuhan
lebih berkuasa dan kalau kita kenakan senjata perlengkapan Allah yakni firman
Tuhan, hidup di dalam iman kepada Tuhan maka tidak ada yang perlu kita takuti,
iblis bisa ditaklukkan dengan kuasa Tuhan, bukan dengan kuasa kita.
V. Akibat untuk keturunan berikutnya
Keturunan menjadi kacau dan terkutuk, tidak normal, cacat, sial, terlaknat dan
terhukum turun-temurun ( Bdk Kel 20:4,5), karena berada di luar berkat Tuhan. Hanya
darah Tuhan Yesus yang dapat menebus kita dari kutuk Allah, karena cara hidup yang siasia yang turun-temurun dari nenek moyang kita ( 1 Pet 1:18,19).
VI. Akibat untuk kekekalan
Orang yang terlibat okultisme tidak akan mewarisi kerajaan Allah ( Gal 5:20,21),
malah dilempar kelautan yang bernyala-nyala dengan api dan akan mengalami kematian
yang kedua di Neraka kekal. ( Bdk Why 21:8, Why 22:15).
Dalam dunia okultisme, biasanya seorang dokter yang tidak beriman, seorang
psikolog yang tidak mengenal Tuhan dan juga seorang hamba Tuhan yang belum
dilahirkan kembali dari Roh Allah, tidak bisa menyelesaikan masalah okultisme. Hanya
orang beriman ( dokter, psikolog, psikater, dan hamba Tuhan) yang mengenal fiman
Tuhan, yang penuh Roh Allah, yang disanggupkan Tuhan untuk melepaskan orang yang
diikat setan dan praktek okultisme. Inilah orang-orang yang sanggup melakukan
pelayanan pelepasan yang diberkati Tuhan.

2.3 Kasus-kasus Okultisme yang pernah terjadi


a. Dalam ajaran Alkitab

Alkitab memberi beberapa contoh mengenai orang yang kerasukan atau


dipengaruhi oleh setan-setan. Dari contoh-contoh ini kita dapat menemukan
beberapa gejala dari gangguan setan dan juga mendapat pengertian mengenai
bagaimana seseorang dapat kerasukan setan. Berikut ini adalah beberapa ayat
Alkitab: Matius 9:32-33; 12:22; 17:18; Markus 5:1-20; 7:26-30; Lukas 4:33-36;
Lukas 22:3; Kisah Rasul 16:16-18. Dalam beberapa dari ayat-ayat ini kerasukan
setan mengakibatkan penyakit secara jasmani, seperti kelu, gejala epilepsi, buta,
dll. Dalam kasus-kasus lainnya kerasukan setan menyebabkan orang melakukan
kejahatan, seperti pada Yudas. Dalam Kisah Rasul 16:16-18 roh nampaknya
membuat si hamba perempuan mengetahui hal-hal yang melampaui pengertiannya
sendiri. Dalam kasus orang dari Gerasa yang kerasukan banyak roh, dia memiliki
kekuatan yang melampaui kekuatan manusia, berkeliaran dengan telanjang dan
berdiam di kuburan. Raja Saul, setelah memberontak melawan Tuhan, diganggu
oleh roh jahat (1 Samuel 16:14-15; 18:10-11; 19:9-10) yang mengakibatkan
depresi dan keinginan dan kesiapan untuk membunuh Daud.
Dengan demikian ada beraneka macam gejala dari kerasukan setan, seperti
kelemahan jasmani yang bukan disebabkan oleh gangguan fisiologis, perubahan
kepribadian seperti depresi berat atau sifat agresif yang tidak masuk akal,
kekuatan supranatural, ketidakpedulian terhadap kepantasan atau interaksi sosial
yang wajar, dan mungkin juga kemampuan untuk memberi informasi yang tidak
dapat diketahui secara biasa. Penting untuk diperhatikan bahwa hampir semua,
kalau bukan semua, karakteristik ini mungkin dapat dijelaskan dengan cara-cara
lain sehingga penting untuk tidak mencap setiap orang yang depresi atau yang
mengidap penyakit epilepsi sebagai kerasukan setan. Di sisi lain, saya kira dalam

budaya Barat, kita barangkali kurang serius dalam mempertimbangkan pengaruh


setan dalam hidup orang.
Selain dari ciri-ciri jasmaniah atau emosional ini, kita juga dapat melihat
atribut rohani dari pengaruh kuasa setan pada diri seseorang. Atribut-atribut ini
antara lain: tidak mau mengampuni (2 Korintus 2:10-11) dan percaya serta
menyebarkan doktrin palsu, khususnya yang berhubungan dengan Yesus Kristus
dan karya penebusanNya (2 Korintus 11:3-4, 13-15; 1 Timotius 4:1-5; 1 Yohanes
4:1-3).
Mengenai pengaruh setan dalam kehidupan orang-orang Kristen, rasul
Petrus adalah contoh bahwa orang percaya dapat DIPENGARUHI oleh si jahat
(Matius 16:23). Ada orang yang menyebut orang-orang Kristen yang secara
KUAT dipengaruhi oleh setan sebagai diganggu oleh setan namun tidak pernah
ada contoh dalam Alkitab di mana seorang yang percaya pada Kristus kerasukan
setan, dan kebanyakan teolog percaya bahwa seorang Kristen TIDAK DAPAT
kerasukan setan karena dia memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalamnya (2
Korintus 1:22; 5:5; 1 Korintus 6:19).
Kita tidak tahu bagaimana persisnya seseorang membuka diri untuk
dirasuki. Kalau kasus Yudas menjadi contoh, dia membuka hatinya pada kejahatan
(dalam kasus ini ketamakannya Yohanes 12:6). Jadi jika seseorang membiarkan
hatinya dikuasai oleh dosa secara terus menerus, mungkin saja itu akan
menjadi undangan bagi setan untuk masuk. Dari pengalaman para misionari,
kerasukan setan nampaknya juga berhubungan dengan penyembahan berhala dan
pemilikan barang-barang okultis. Alkitab berulang kali menghubungkan
penyembahan berhala dengan penyembahan pada setan-setan (Imamat 17:7;
Ulangan 32:17; Mazmur 106:37; 1 Korintus 10:20), jadi tidak mengherankan
jikalau keterlibatan dengan cara dan praktek penyembahan semacam itu dapat
mengakibatkan kesurupan.
Kita harus percaya, berdasarkan ayat-ayat Alkitab di atas dan beberapa
pengalaman dari para misionari bahwa banyak orang yang membuka hidup
mereka kepada setan melalui dosa atau keterlibatan dalam pemujaan roh (baik

secara sadar maupun tidak sadar). Contoh-contohnya antara lain: immoralitas,


penyalahgunaan alkohol/narkoba karena semua ini mengubah tingkat
kesadaran seseorang; pemberontakan, kepahitan; meditasi transendental. Dalam
budaya Barat kita melihat meningkatnya pengajaran agama Timur yang menyamar
sebagai gerakan zaman baru.
Ada sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Iblis dan roh-roh jahat tidak dapat
berbuat apa-apa kepada seseorang kecuali dengan seizin Tuhan (Ayub 1, 2).
Dalam keadaan seperti ini, Iblis menyangka bahwa dia mendapatkan apa yang dia
inginkan, padahal sebetulnya dia menggenapi apa yang menjadi maksud baik dari
Tuhan termasuk dalam kasus pengkhianatan Yudas. Ada orang-orang yang
secara tidak sehat tertarik pada okultisme and kuasa-kuasa kegelapan. Ini
bukanlah hal yang bijaksana dan tidak Alkitabiah. Jikalau kita mencari Tuhan
dengan hidup kita dan memakai perlengkapan senjata Allah serta bersandar pada
kuasaNya (bukan pada kuasa kita sendiri) (Efesus 6:10-18) kita tidak perlu takut
pada si jahat karena Tuhan menguasai segalanya.

b. Berikut adalah contoh kasus okultisme yang terjadi di Indonesia:


Dari Pelecehan Seksual ke Penyesatan - Konspirasi yang menimpa Anand
Krishna (AK)

Anand Krishna (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 September 1956; umur 58


tahun) adalah seorang spiritualis lintas agama, nasionalis, humanis, budayawan
dan penulis yang tinggal di Jakarta, Indonesia. Walaupun berdarah keturunan
India, tapi semangat kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) sangatlah tinggi. Kepeduliannya itu dituangkan dalam membentuk
organisasi-organisasi yang peduli dalam berupaya membangun jiwa-jiwa manusia
Indonesia lewat upaya-upaya pemberdayaan diri. Salah satunya adalah National
Integration Movement atau Perkumpulan Gerakan Integrasi Nasional, 11 April
2005, yang sangat peduli dengan kondisi persatuan dan kesatuan NKRI.
Kepeduliannya terhadap kondisi jiwa spiritual masyarakat tidak hanya berhenti
pada masyarakat Indonesia, tapi juga pada masyarakat dunia yang dituangkan
dituangkan dengan pendirian Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan
Perserikatan Bangsa-Bangsa Department of Public Information sejak 15
Desember 2006) sebagai Centre for Holistic Health and Meditation sejak tahun
1991.
Love is the Only Solution adalah satu-satunya cara yang digunakan Anand Krishna
dalam menyikapi hidup di dunia ini untuk mewujudkan masyarakat yang
tercerahkan melalui InnerPeace, CommunalLove, dan GlobalHarmony dalam

Satu Bumi, Satu Langit dan Satu Umat Manusia (One Earth One Sky, One
Humankind).
Praktek-praktek Okultisme

2.4 Tokoh-tokoh yang pernah terlibat Okultisme dan sudah bersaksi pada
Allah
1. Daud Tony - Dukun Tersakti di Indonesia yang bertobat, percaya Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan kini menjadi Penginjil.

Nama lain

: Tukiman

Ayah

: Suku Tionghoa

Ibu

: Suku Jawa Tionghoa

Latar belakang

: Penganut Okultisme

Guru

: Kakek (Ilmu Putih) dan Neneknya (Ilmu Hitam) yang


sudah sangat terkenal di tahun 1970-an di dunia hitam, ada
2 guru tambahan lainnya yang menguasai ilmu pelet dan
ilmu tenaga dalam (inti es dan inti api)

Nama kakek

: Atmo Gejek

Nama nenek

: Warsiki Gejek

Status

: Keturunan tunggal Atmo Gejek.

Belajar Okultisme
/ Kebatinan

: sejak usia 9 tahun.

Kemampuan
(sebelum bertobat)

: menguasai ilmu hitam tertinggi dan ilmu putih tertinggi

Ilmu awal

: mencapai meditasi tertinggi yakni meditasi sampai


keluar sinar di dahi dan mengambang di atas air / aji tapak
banyu.

Ilmu yang lain

: Ilmu sirep / mencomot pikiran orang, aji lembu sekilan /


kebal, perogoh sukmo/pencabut roh, aji saipi angin / pergi
ke tempat jauh dalam waktu satu detik, aji panglimunan /

menghilang, ilmu santet, ilmu pelet, pasang susuk, aji


singolodoyo, ilmu memanggil hewan, ilmu mematikan
lampu, aji setan kober, aji hasto brojo, aji brojo musti, aji
brojo lamatan, memiliki tubuh yg dilapisi besi kuning,
ilmu Guntur Geni / pukulan tapak tanpa rasa, memiliki 100
macam pusaka, kitab stambul, jimat, dll)
Ilmu Pamungkas

: Ilmu Guntur Geni / Pukulan tapak tanpa rasa (bisa


menghancurkan batu yang berada pada jarak 50 km).

Bertobat pada waktu: Kalah bertarung melawan hamba-hamba dari Yesus Kristus
(Pdt. Gibert Lumoindong, Pdt. Stephanus Pingki, Deborah) singkat cerita
setelah kalah dengan berbagai ajian, dia mengeluarkan ilmu pamungkasnya
pukulan tapak tanpa rasa, tetapi apa yang terjadi, waktu ilmu itu nyaris mengenai
ketiga pendeta itu, sesuatu yang luar biasa terjadi, ada cahaya berkilauan keluar
dari tubuh ketiga pendeta itu dan menangkis serangan itu, akhirnya serangan
berbalik kepada daud sendiri dan membuat dia terpental ke belakang kira-kira 1012 meter, akibatnya fatal, daud langsung hilang ingatan seperti orang idiot selama
setahun. Mengapa masih hidup? Karena Tuhan Yesus mengasihinya dan
mempunyai rencana yang indah baginya.
2. DR. dr.. RM. Tedjo Oedono Oepomo
Saat ini beliau berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, Bagian THT.
Dan berjemaat di Gereja Yerusalem Baru, Yogyakarta.
Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga Keraton. Dan keluargaku adalah
trah keluarga dukun Keraton. Sejak kecil saya sangat mengagumi ilmu-ilmu
kadigdayan gaib yang dimiliki oleh para sesepuh keluarga.
Kakek saya memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir
di empat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampu
menyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya. Paman saya juga
sangat tinggi ilmunya.
Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar saya mendapatkan guru-guru
khusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa.
Salah satunya adalah ilmu kebatinan. Saya sangat tertarik dan tekun mempelajari
ilmu-ilmu ini. Selain kekaguman saya pada misteri keajaibannya.
Pada akhirnya saya mendapatkan suara Tuhan yang menyatakan kepada saya
untuk bertobat. Akhirnya saya meninggalkan semua itu dan mulai menerima

bimbingan Tuhan melalui hamba-hamba Allah dan menjadi lebih dekat dengan
Tuhan.
3. Kesaksian Lastri

Saya memiliki kekuatan gaib, sehingga saya dapat memperdayakan banyak orang.
Dengan kekuatan tersebut roh saya dapat keluar dari tubuh saya dan terbang keliling
dunia untuk mencari orang-orang yang tidak kuat imannya, saya harus berusaha untuk
dapat menangkap roh mereka supaya dapat menjatuhkan iman mereka yang belum kuat,
itulah pekerjaan saya lakukan setiap hari.
Kenapa saya dapat memiliki kekuatan. Mulai dari kecil pada umur 9 tahun sampai 11
tahun, sering melihat hantu dan itu jumlahnya sangat banyak dan setan tersebut sering
tidur di samping saya membuat saya ketakutan dan saya pun berteriak kepada ibu dan
bapak saya untuk minta tolong. Roh jahat tersebut sering meneror dan membuat saya
ketakutan, hampir setiap malam saya menangis. Membuat ayah saya marah sehingga saya
dibawa dari tempat tidur dan dilemparkan keluar rumah, Hal ini sepertinya ayah saya
sudah mempersembahkan saya kepada iblis, hal ini membuat hati saya terluka.
Saya tumbuh menjadi gadis dewasa, pada saya umur 20 tahun, ada suatu kejadian yang
saya alami. Suatu hari saya mengalami kejadian, selama 1 minggu saya tidur bergulingguling, hal ini membuat orang tua saya memanggil seorang dukun untuk mengobati saya.
Dukun tersebut berkata bahwa, sakitnya ini tidak perlu diobati karena dia mau jadi dukun
besar karena ada banyak roh yang masuk ketubuh saya, karena orang tua saya tidak tega
melihat saya harus berguling-guling selama 1 minggu itu, sehingga orang tua saya
menerima perkataan dukun tersebut.
Satu minggu setelah kejadian tersebut saya mengalami pengalaman supernatural yang
membuat hidup saya berubah. Dan suatu malam saya dimasuki oleh roh, roh tersebut
mengaku bahwa dia nenek saya dari ibu. Ada juga roh-roh yang lain juga masuk ke tubuh

saya. Ketika roh itu masuk saya dapat rasakan ada sesuatu yang masuk kedalam hati saya.
Singkatnya, Biarpun saya memiliki ilmu yang hebat, tetapi hidup saya tetap masih belum
merasa damai, karena saya dapat melihat teman-teman saya sudah berhasil, ada yang
sudah menikah dan mempunyai rumah. Hal ini membuat saya takut untuk masa depan
saya. Roh tersebut juga menawarkan kekayaan, supaya saya menjadi dukun besar, tetapi
ada syarat, bahwa saya harus mengakui dalam diri saya sendiri bahwa saya adalah
seorang dukun.
Suatu ketika ketika saya berjalan, lalu saya berteriak kepada Tuhan, kalau memang
Engkau ada, tolong saya. Ada setelah beberapa jam disitu, saya terlihat seperti orang
bodoh, ketika saya hendak jalan pulang ke rumah saya, saya mendengar suara yang
mengatakan nama saya, Lastri ini ada dua jalan yang saya tunjukan, kalau engkau ke kiri
dukun besar, kalau ke kanan ikut Tuhan. Saya memilih jalan kanan, dari kejadian
tersebut ketika saya sampai dirumah, hati saya tergerak untuk ketemu Saudara saya yang
merupakan seorang hamba Tuhan. Ketika saya ketemu saudara saya lalu kami pun
berdoa. Saya kembali kerumah dan saya mulai berdoa meminta kepada Tuhan, seorang
yang dapat membimbing saya kepada Tuhan. Tiba-tiba satu minggu kemudian ada
seorang hamba Tuhan yang datang ke rumah saya untuk membimbing saya kepada
Tuhan.
Ketika saya dibimbing dalam renungan Firman Tuhan, ayat-ayat yang dibaca sering
tentang penyembahan berhala, lalu hamba Tuhan ini bertanya, Roh Kudus selalu
mengajari aku untuk membagi kepada kamu tentang penyembahan berhala. Lalu saya
mulai mengaku bahwa saya adalah seorang dukun, lalu saya di ajak untuk doa pelepasan.
Beberapa hari kemudian mereka datang dengan tim ke rumah saya untuk melayani saya.
Ketika mereka mendoakan saya, terjadi manifestasi, saya dapat melihat roh-roh tersebut
keluar dari hidup saya, ada roh orang mati, roh ular dan lain-lain.
Dari situ saya mulai bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, saya mulai terlepas dari
dunia dukun saya. Saya mulai melayani, saya mengucap syukur kepada Tuhan yang telah
membawa saya keluar dari lumpur dosa dan mengubah saya menjadi baru di dalam Yesus
Kristus.

2.5 Pelayanan Pelepasan dari Okultisme

Istilah pelayanan pelepasan (deliverance ministry atau exorcism) muncul


seiring dengan perkembangan gerakan Kristen Pentakosta dan Kristen Karismatik.
Beberapa hamba Tuhan seperti Derek Prince, Frank Hammond, dan Win Worley
berpengaruh besar dalam mensosialisasikan istilah itu. Meskipun demikian,
pelayanan pengusiran setan itu sudah ada sejak jaman Yesus dan para rasul serta
gereja pertama. Pelayanan itu sendiri diajarkan oleh Yesus dan para murid-Nya.
Alkitab mengajarkan pelayanan pelepasan dengan sangat jelas.
Menurut Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements,
pelayanan pelepasan (exorcism) adalah the act of expelling evil spirits or demons
by adjuration in the name of Jesus Christ and through His power. Pelayanan
pelepasan adalah tindakan mengusir roh-roh jahat atau setan-setan di dalam nama
Yesus dengan kuasa Tuhan.
Pengusiran setan di dalam Kristen
* Pengusiran setan kita lakukan dalam kuasa satu nama saja, Tuhan Yesus Kristus
(Mrk 16:17). Kita tidak memakai nama-nama lain untuk mengusir setan.
* Pengusiran setan dilakukan bukan dengan kekuatan manusia, kekuatan pikiran
(mind power), kekuatan jiwa (psychological power), atau kekuatan-kekuatan
spiritual lain. Pengusiran itu dilakukan dengan memohon kuasa dari Roh Kudus
(Kis 1:8).
* Pengusiran setan dilakukan dalam rangka memohon kehadiran Tuhan, sebab
ketika setan diusir, sesungguhnya Kerajaan Allah datang (Luk 11:20).
* Pengusiran setan dilakukan dengan berpedoman pada Alkitab yang adalah
Firman Tuhan. Alkitab harus menjadi buku manual bagi praktek pelayanan ini
(2 Tim 3:16)
Orang yang dilayani dalam pelepasan
Orang yang dilayani dalam pelepasan adalah orang yang terikat oleh setan, iblis,
atau roh-roh jahat. Prinsipnya, manusia bisa diserang, dimasuki, dirasuki, dan
dikuasai oleh setan-setan. Manusia itu ibarat rumah yang bila tidak dijaga maka
akan didiami oleh iblis (Mat 12 :43-45:
Yesus menjelaskan dengan gamblang bagaimana manusia bisa dikuasai setan (Mat
12:43-45): Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempattempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia
berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah
ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar
dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan
berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada
keadaannya semula. Penjelasan itu memberikan beberapa poin penting, pertama,

manusia itu seperti sebuah rumah. Kedua, iblis dapat masuk, tinggal, dan
menguasai rumah itu. Iblis dapat diusir keluar dari rumah itu (Mrk 16:17; Yak
4:7). Ketiga, iblis akan masuk kembali dan merebut manusia itu kembali karena
memang ingin menghancurkan manusia (Yoh 10:10). Keempat, maka rumah itu
jangan dibiarkan kosong, harus diisi dengan Penghuni baru (Roh Kudus) sehingga
manusia percaya menjadi rumah Tuhan, Bait Roh Kudus (1 Kor 6:19).
Orang yang dapat melayani pelepasan
Menurut Alkitab, orang yang berkuasa yang dapat melayani pelepasan:
* Yesus Kristus, itu sangat jelas. Alkitab mencatat pelayanan-pelayanan pelepasan
yang dilakukan-Nya (misalnya Mrk 9 :14-28).
* Para murid Yesus (Mat 10 :8; Luk 10 :17-19).
* Para rasul, misalnya Rasul Paulus (Kis 19 :11-12)
* Setiap orang percaya. Pelayanan pelepasan itu merupakan tanda-tanda yang
menyertai setiap orang percaya (Mrk 16:17)
Karunia Pelayanan pelepasan
Sekalipun mengusir setan merupakan tanda yang menyertai setiap orang percaya,
Tuhan memakai anggota-anggota Tubuh Kristus tertentu untuk melakukan kuasa
itu sebagai sebuah spesialisasi pelayanan. Jadi, meskipun semua orang percaya
bisa mengusir setan, ada hamba-hamba Tuhan yang secara khusus diberi
panggilan, urapan, dan karunia untuk melayani pelepasan. Frank Hammond dan
Win Worley adalah contoh hamba-hamba Tuhan yang dipanggil dan diurapi secara
khusus untuk melayani pelapasan.
Hal itu sama seperti dalam pelayanan-pelayanan lainnya. Semua orang bisa
berkotbah, tetapi ada hamba-hamba Tuhan yang khusus diurapi sebagai
pengkotbah. Semua harus memberitakan Injil, tetapi Billy Graham dan Reinhard
Bonnke diurapi secara khusus sebagai penginjil. Semua orang percaya bisa
memuji Tuhan, tetapi Don Moen dan Darlene Zschech diberi urapan khusus untuk
menjadi worshipers. Semua orang bisa berdoa, tetapi Suzette Hattingh dan Cindy
Jacubs adalah wanita-wanita yang diberi karunia khusus sebagai pendoa-pendoa
syafaat.
Pentingnya pelayanan pelepasan
* Pelayanan pelepasan itu harus dilakukan sebab banyak (dan semakin banyak)
orang terikat iblis. Setan bisa masuk karena
o Manusia itu berbuat dosa, contohnya adalah Ananias (Kis 5 :3)
o Manusia sering lemah rohani, tidak mempunyai pertahanan rohani.

o Manusia menjadi korban kutuk-kutuk iblis yang bersifat warisan dari nenek
moyang mereka.
* Sebelum akhir jaman, iblis masih diijinkan Tuhan bercokol di bumi ini (1 Yoh
5 :19) sehingga peperangan rohani masih akan terus terjadi.
* Iblis akan terus-menerus melakukan perlawanan sehingga peperangan rohani
masih harus terus dilancarkan (Ef 6:12)

Setan harus dikeluarkan dari manusia


* Pelayanan pelepasan itu harus dilakukan sebab banyak (dan semakin banyak)
orang terikat iblis. Setan bisa masuk karena
o Manusia itu berbuat dosa, contohnya adalah Ananias (Kis 5 :3)
o Manusia sering lemah rohani, tidak mempunyai pertahanan rohani.
o Manusia menjadi korban kutuk-kutuk iblis yang bersifat warisan dari nenek
moyang mereka.
* Sebelum akhir jaman, iblis masih diijinkan Tuhan bercokol di bumi ini (1 Yoh
5 :19) sehingga peperangan rohani masih akan terus terjadi.
* Iblis akan terus-menerus melakukan perlawanan sehingga peperangan rohani
masih harus terus dilancarkan (Ef 6:12)
Orang percaya dapat mengusir setan
* Yesus memberi perintah supaya orang pecaya mengusir setan-setan (Mat 10 :8)
* Yesus berjanji bahwa orang percaya bisa mengusir setan dengan menggunaan
nama-Nya (Mrk 16:17)
* Tuhan memberi Roh Kudus sehingga anak-anak Tuhan penuh dengan kuasa
illahi (Kis 1:8).
* Pada dasarnya, iblis telah dikalahkan oleh Yesus di kayu salib (1 Kor 15:27).
Yesus telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan
menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka (Kol 2 :
13-15)
* Tuhan telah memberikan senjata-senjata rohani sehingga kita bisa
memenangkan peperangan rohani melawan iblis (Ef 6 :10-18)
Waktu pelayanan pelepasan berlangsung
Kuasa untuk pelayanan pelepasan terjadi sebagai wujud Kedatangan Kerajaan
Allah di bumi, yaitu sejak Kedatangan Yesus yang Pertama.
* Kuasa mengusir setan terjadi dalam masa pelayanan Yesus di bumi, dan itu
merupakan tanda bahwa Kerajaan Allah datang kepada kita (Mat 12 :27-28)

* Kuasa mengusir setan dinyatakan pada masa pelayanan para murid dan para
rasul (Luk 9 :1-2 ; Kis 16 :18)
* Kuasa mengusir setan terjadi pada masa pelayanan Gereja sekarang ini, sebab
Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman (Mat 28 :18-20)
Roh Kudus bekerja sejak Hari Pentakosta (Kis 2) sampai Kedatangan Yesus yang
Kedua (Pengangkatan). Dengan demikian, kita bisa mengusir setan sama seperti
Petrus, Paulus, dan para murid Yesus di jaman dulu. Kita menolak paham
cessasionism yang mengatakan bahwa karunia-karunia dan kuasa Roh sudah
berhenti.

Tempat dilakukannya pelayanan pelepasan

Pada prinsipnya, pelayanan pelepasan bisa dilakukan di mana saja, karena Tuhan
itu Mahahadir (omnipresent). Yesus mengatakan bahwa jika dua atau tiga orang
berkumpul dalam namaNya, Ia hadir (Mat 18 :20). Roh Kudus menyertai kita
kapan pun dan di mana pun. Jadi, kita dapat melayani pelepasan di rumah, di
kampus, di sekolah, di kantor, di dalam perjalanan mobil, dan di mana saja.
Pelayanan pelepasan dapat pula dilakukan di tempat ibadah. Yesus pun mengusir
setan di dalam sinagoge (Luk 4 :31-37). Adalah hal biasa jika terjadi pelepasan
pada waktu kita beribadah.
Mengidentifikasikan roh-roh jahat

* Kita dapat menganalisis dari gejala-gejala yang tampak dalam jiwa, tubuh, dan
kehidupan konseli kita. Sebagai contoh adalah:
o Adanya penyakit yang aneh, ini dapat dicurigai sebagai akibat pengaruh setan.
o Adanya kecelakaan bertubi-tubi yang aneh, ini dapat dicurigai sebagai akibat
kutuk.
o Adanya mimpi-mimpi yang aneh, ini dapat dicurigai sebagai serangan kuasa
gelap.
o Adanya ikatan dosa yang kronis, ini dapat dicuragai sebagai bukan sekedar
masalah psikologis, tetapi masalah demonis.
* Kita dapat melakukan wawancara mendalam (deep interview) melalui proses
konseling maupun pengisian kuesioner (lihat bagian G. KUESIONER) untuk
mengetahui sejarah keterikatan dengan iblis.
* Berdasar pimpinan Roh Kudus, kita dapat memakai karunia membedakan roh
untuk mengidentifikasi musuh (1 Kor 12:10).

* Kita dapat memohon Roh Kudus memberitahu melalui pewahyuan. Dengan


Hikmat Allah, Yesus tahu kondisi perempuan Samaria (Yoh 4:16-20).
Proses pelayanan pelepasan
* Kita mendoakan konseli dan memohon supaya Roh Kudus turun dan bekerja
atas dirinya.
* Kita harus bertindak aktif mengusir setan dalam nama YESUS (Mrk 16:17).
* Seperti Yesus, kita melawan dan mengusir iblis dengan Firman Tuhan (Mat 4:111). Sebagai contoh, kita bisa berkata: Hai iblis, karena ada tertulis (sebut ayat
Alkitab), aku mengusir engkau keluar dari orang ini!.
* Kita perlu melancarkan doa sambil berpuasa (Mat 17:21).
* Pelayanan dapat dilakukan secara pribadi maupun massal, menurut petunjuk
Roh Kudus (band. Mat 4:23-25).
* Kita harus memakai dan mengaktifkan selengkap senjata rohani (Ef 6:11-18)
* Metode pengusiran pada dasarnya variatif, tergantung pada jenis iblis, reaksi
iblis, dan hikmat Roh Kudus. Dalam hal menggunakan minyak urapan
misalnya, perlu memohon hikmat Tuhan. Malahan, Paulus memakai saputangan
untuk mengalirkan urapan (Kis 19:11-12).
Reaksi-reaksi Iblis yang berlangsung
* Iblis akan memberi perlawanan dan menyerang balik. Kalau konselornya tidak
berkapasitas rohani, ia bisa diserang balik seperti pada kasus anak-anak imam
Skewa (Kis 19:13-16)
* Roh-roh jahat akan saling bekerjasama dalam memberi perlawanan, sebab
mereka merupakan satu pemerintahan (Ef 6:12)
* Iblis keluar, tetapi ingin kembali dengan membawa kawan-kawannya (Mat
12:43-45)
* Kadang-kadang Iblis keluar dengan manifestasi fisik yang terjadi atas konseli
seperti berteriak, tubuh berguncang, muntah-muntah, dll (Mat 8:29; Mrk 1:23;
5:3-5; Luk 4:41; Kis 8:7)
Follow up
Iblis akan menyerang balik dan ingin kembali menguasai orang yang pernah
dirasukinya. Jadi, pelayanan pelepasan tidak boleh dilakukan tanpa follow-up.
Tindakan rohani apa yang harus dilakukan oleh konseli pasca dilayani pelepasan?
* Terus berjaga-jaga, siaga dalam peperangan, dan mengenakan seluruh
perlengkapan senjata rohani (Ef 6:10-18)
* Selalu menjaga perkataan dan mengucapkan perkataan-perkataan iman yang
positif (Mrk 11:23)

* Merenungkan Firman Tuhan, mengisi pikiran dan hati dengan Firman Tuhan
secara intensif setiap harinya (Mzm 1:1-3)
* Menyalibkan kedagingan, tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh hawa nafsu
(Luk 9:23; Gal 5:19-21, 24)
* Mengembangkan keintiman dengan Tuhan melalui kehidupan doa dan
penyembahan rohani (1 Kor 14:14-15)
* Bertumbuh dalam persekutuan anak-anak Tuhan yang berohani (1 Kor 12:7-14)
* Bertumbuh dalam pembinaan dan pengayoman (coverage) para hamba Tuhan
atau pemimpin rohani yang benar-benar dewasa (Ibr 13:17)
* Penuhi rumah dan jangan biarkan kosong (Mat 12:43-45). Tubuh kita harus
dipersembahkan sehingga menjadi rumah Tuhan atau Bait Roh Kudus (1 Kor
6:19). Jadi, kita harus selalu memohon kepenuhan Roh Kudus.

BAB 3
SIMPULAN
Okultisme berasal dari kata "occultus" (Lat) yang artinya tersembunyi, rahasia,
gaib, misterius, gelap, atau kegelapan. Dengan demikian, okultisme dapat diartikan
sebagai paham yang menganut dan mempraktikkan kuasa dan kekuatan dari dunia
kegelapan atau dunia roh-roh jahat.
Seorang yang digigit oleh nyamuk malaria, tidak langsung menderita penyakit malaria.
Setelah melalui beberapa proses tertentu (masa inkubasi), barulah ia menderita dan
mengalami sakit malaria yang ganas itu. Demikian juga bagi orang yang terlibat dengan
OKULTISME/KUASA GELAP, ada akibat-akibat langsung dialaminya, dan ada juga
akibat-akibat yang dialaminya setelah beberapa waktu tertentu. Kita perlu mengerti
beberapa gejala dan tanda, sebagai akibat dari pada keterlibatan orang itu dalam dunia
okultisme. Akibat yang ditimbulkan Apabila berdoktrin Okultisme meliputi:

Akibat secara rohani


Akibat secara psikologis/ mental
Akibat secara fisik
Akibat pada keluarga
Akibat untuk keturunan berikutnya
Akibat untuk kekekalan

Mengenai istilah pelayanan pelepasan, Istilah pelayanan pelepasan (deliverance


ministry atau exorcism) muncul seiring dengan perkembangan gerakan Kristen
Pentakosta dan Kristen Karismatik. Beberapa hamba Tuhan seperti Derek Prince,
Frank Hammond, dan Win Worley berpengaruh besar dalam mensosialisasikan
istilah itu. Meskipun demikian, pelayanan pengusiran setan itu sudah ada sejak
jaman Yesus dan para rasul serta gereja pertama. Pelayanan itu sendiri diajarkan
oleh Yesus dan para murid-Nya. Alkitab mengajarkan pelayanan pelepasan dengan
sangat jelas. Menurut Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements,
pelayanan pelepasan (exorcism) adalah the act of expelling evil spirits or demons
by adjuration in the name of Jesus Christ and through His power. Pelayanan
pelepasan adalah tindakan mengusir roh-roh jahat atau setan-setan di dalam nama
Yesus dengan kuasa Tuhan.

DAFTAR PUSTAKA
http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/09/kronologi-kasus-anandkrishna-355187.html
http://www.liputan6.com/tag/anand-krishna
http://rohkudus.blog.com/2011/01/31/pelayanan-pelepasan/
http://silomth.blogspot.com/
http://www.gotquestions.org/Indonesia/kerasukan-setan.html
https://pelayananpelepasan.wordpress.com/
http://telaga.org/audio/pengaruh_okultisme_terhadap_keluarga