Anda di halaman 1dari 15

NAMA ANGGOTA

1). Bayu Ardiansah 2). Tubagus Saifulloh 3). Juwitha Ardhyah Nathalia
4). Silvi Qothrun Nada

TEKNOLOGI REPRODUKSI PADA


TUMBUHAN

HIDROPONIK

VERTIKULTUR

TEKNOLOGI REPRODUKSI PADA TUMBUHAN


A. VERTIKULTUR

Pengertian Vertikultur
Teknik Vertikultur merupakan cara
bertanam yang dilakukan dengan menempatkan
media tanam dalam wadah-wadah yang disusun
secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa
vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang
ke arah vertical.
Dengan demikian penanaman dengan system
vertikultur dapat dijadikan alternative bagi
masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki
lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang
tersisa untuk budidaya tanaman.

KEUNGGULAN VERTIKULTUL
Hemat lahan dan air
Mendukung pertanian organic
Wadah media tanam disesuaikan dengan
kondisi setempat
Umur tanaman relative pende
Pemeliharaan tanaman relative sederhan
Dapat dilakukan oleh siapa saja yang
berminat.

Pengadaan media tanam

Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang


perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur
hara melalui akarnya. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara
tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua
bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata..
Campuran media tanam kemudian dimasukkan ke dalam bambu hingga
penuh. Untuk memastikan tidak ada ruang kosong, dapat digunakan bambu kecil
atau kayu untuk mendorong tanah hingga ke dasar wadah (ruas terakhir). Media
tanam di dalam bambu diusahakan agar tidak terlalu padat supaya air mudah
mengalir, dan tidak terlalu renggang agar ada keleluasaan dalam
mempertahankan air dan menjaga kelembaban.

Persiapan bibit tanaman dan penanaman


Jika menggunakan tray, jumlah benih yang dapat disemaikan sudah
terukur karena setiap lubang diisi sebuah benih . Idealnya, benih yang sudah
tumbuh daun berjumlah 4-5 helai sudah layak dipindahtanamkan.

Bibit tanaman yang dipindahkan ke wadah


vertukultur sudah berumur lebih dari satu bulan,
daunnya pun sudah bertambah. Setelah cukup, baru
mulai menanam bibit satu demi satu. Semua bagian
akar dari setiap bibit harus masuk ke dalam tanah.
Setiap jenis bibit (cabe merah dan tomat)
dikelompokkan di wadah bambu terpisa

Pemeliharaan tanaman & Pemanenan


Tanaman juga memerlukan perawatan, seperti halnya makhluk hidup yang
lain. Tanaman memerlukan perhatian dan kasih sayang. Selain penyiraman
dilakukan setiap hari juga perlu pemupukan, dan juga pengendalian hama
penyakit.
Pemanenan sayuran biasanya dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi,
bayam, seledri, kemangi, selada, kangkung dan sebagainya). Apabila kita
punya tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila
panen dilakukan dengan mengambil daunnya saja. Dengan cara tersebut
tanaman sayuran bisa bertahan lebih lama dan bisa panen berulang-ulang.

TEKNOLOGI REPRODUKSI PADA TUMBUHAN


B. HIDROPONIK

Pengertian Hidroponik
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan
memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan
menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi
tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit
daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.
Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi
cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan
air yang terbatas.

Kunggulan Hidroponik
Sistem penanaman ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan
dengan metode penanaman konvensional yang menggunakan tanah.
Tidak Memerlukan lahan khusus atau tanah.
sistem ini memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan
tanaman yang menggunakan tanah dalam kondisi yang sama.
Hasil tanamnya pun bisa lebih besar.
Ttanaman hidroponik juga memiliki resiko yang lebih kecil terhadap
gangguan hama, jamur dan penyakit, sehingga dapat meminimalisir
penggunaan pestisida.

Media Tanam
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada
umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman.
Beberapa contoh di antaranya adalah:

Arang sekam

Spons

Sabut

Batu apung (Pumice)

Pasir

Kerikil

Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji

Tahapan Cara menanam hidroponik:


Penyemaian Benih
Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat
germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah
rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi
dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam
Penyiapan media tanam
Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir
kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada
wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.

Pemberian Nutrisi
Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam cara menanam
hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau
membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual
pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam
hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari
kapas, sumbu kompor atau kain bekas) akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian
tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.
Perawatan
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan
perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan
gulma dll.

TERIMAKASIH :*

Anda mungkin juga menyukai