Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum

Mikrobiologi

Hari/Tanggal: Sabtu, 18 Oktober 2014


Waktu
: 09.00 13.00 WIB.
PJP
: 1. Ivone Wulandari, Ssi, Msi
2. Muhammad Arif S. Pi
Asisten
: 1. Ade Setiawan A. Md
2. Embun Novita A. Md

TEKNIK ASEPTIK DAN ISOLASI BAKTERI DARI POPULASI


CAMPURAN
Kelompok 4
Frizka Syaidatu Dhinar

J3L213106

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang

1.2
Tujuan
Percobaan ini bertujuan mempelajari cara melakukan pengenceran serial
dan menentukan jumlah bakteri dalam suatu sampel dengan metode hitungan
cawan.
II Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan ialah tabung reaksi, rak tabung reaksi, batang
penyebar, pipet, cawan petri, dan pembakar spirtus. Bahan-bahan yang digunakan
ialah PCA (Plate Count Agar), larutan fisiologis, suspense bakteri, dan akuades.
III Prosedur Kerja
Teknik aseptik dilakukan di dekat api pembakar spirtus dan harus secara
aseptik. Kemudian dua tabung berisi masing-masing dH2O steril dan media NB
(Nutrient Broth), dipegang dengan salah satu tangan yang dipisahkan dengan ibu
jari. Kawat ose dipanaskan dari ujung sampai pangkal hingga memijar dan di
tunggu hingga dingin. Kedua tutup tabung dibuka. Mulut tabung dibakar supaya
kontaminan mati. Kawat ose diceluplan ke dalam tabung yang berisi dH2O steril.
Setelah itu, Kawat ose dicelupkan ke dalam media cair. Tutup tabung tidak boleh
diletakkan sembarangan karena dikhawatirkan akan terkontaminasi oleh
mikroorganisme. Sebelum kedua tabung ditutup, tabung dibakar lagi pada ujung
mulutnya agar kontaminan dari proses transfer hilang. Setelah itu, kawat ose
dibakar untuk membunuh bakteri sisa.
Isolasi bakteri dari populasi camouran dilakukan dengan cara media PCA
(Plate Count Agar) yang baru dibagi menjadi sempat bagian dengan menggunakan
spidol dibelakang cawan petri untuk menandakan goresan kuadran, setelah itu
kawat ose dibakar hingga memijar kemudian dibiarkan agar agak dingin, setelah
itu bakteri diambil pada hasil screening bakteri yang telah dilakukan, lalu
sekeliling cawan petri dibakar untuk mengurangi kontaminan, setelah itu goreskan
pada cawan petri yang baru dengan menggores padakuadran pertama lalu kawat
ose dibakar dan didinginkan lalu lanjutkan goresan padakuadran dua, kemudian
dibakar kembali untuk goresan ke tiga dan dibakar kembaliuntuk goresan pada
kuadran empat, setelah itu sekeliling cawan petri dibakar danhasil dari teknik
aseptik dan isolasi bakteri dimasukan ke dalam inkubator untukdiinkubasikan
selama 24-48 jam, setelah itu hasilnya diidentifikasi.

IV Hasil Pengamatan dan Data


4.1 Hasil Pengamatan
Berikut ini data dan hasil pengamatan yang dilakukan pada teknik aseptik
dan isolasi bakteri dari populasi campuran.

Gambar 1 Hasil percobaan teknik aseptik dengan media Nutrient Broth


Tabel 1 Hasil percobaan teknik isolasi
Asal sampel
Kantin 4

Dua macam koloni yang tumbuh terbanyak


Gambar
Ciri-ciri koloni
Cawan 1
Warna: putih
Ukuran: besar
Bentuk:
Filamentous
Elevasi: Flat
Permukaan: Tidak
mengkilat
Margins:
Filamentous

Cawan 2

Bakteri tidak
tumbuh

4.2 Pembahasan
Teknik aseptik merupakan teknik dasar yangharus dikuasai oleh seorang
analisis mikrobiologi dalam menangani suatu mikroba. Teknik aseptik dilakukan
dengan penyediaan alat-alat kerja yang steril dan bekerja di dekat api bunsen agar
terhindar dari kontaminan udara.pada waktu inokulasi jarum yang
digunakan untuk meindahkan mikroba harus dipijarkan diatas api segera sebelum
dan sesudah melakukan pemindahan. Pemanasan ini menghjancurkan semua
bentuk kehidupan yang ada pada permukaan jarum atau alat pemindahan,
setelah di inokulasi biakan bakteri disimpan dan diinkubasi dalam lingkungan
yang sesuai untuk petumbuhan, (Dwidjoseputro 2005).
Media yang dipakai dalam teknik aseptik adalah akuades dan media yang
dibuat dari (NB) Natrium broth. Percobaan ini menggunakan dH2O steril untuk
menguji seberapa aseptik pekerjaan yang dilakukan karena di dalam dH 2O steril
tidak terdapat bakteri sehingga jika pekerjaan tidak aseptik maka media NB akan
keruh. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media NB tidak keruh yang
menandakan tidak adanya kontaminasi pada saat melakukan percobaan.
Teknik pemegangan tabung media cair dan tabung dH2O steril yaitu
berbentuk pola V dan dipisahkan dengan ibu jari. Hal ini bertujuan untuk
mempermudah dalam melakukan pemindahan mikroorganisme ke tempat media
yang baru dan tidak ada mikroorganisme yang terbuang. Selain itu bertujuan
untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme yang tidak
diinginkan dari udara ketika tabung terbuka, sehingga dapat diperoleh hasil yang
lebih akurat.
Metode isolasi bakteri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya
yang digunakan dalam percobaan adalah metode cawan gores. Metode ini
mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat waktu dan bahan namun terdapat
pula kelemahannya yaitu bakteri anaerob tidak dapat tumbuh.
Media PCA yang digunakan tidak boleh terlalu panas karena akan
menimbulkan uap pada kaca cawan petri. Jika terdapat uap pada cawan petri,
harus dibersihkan denga tisu yang sudah dibasahi dengan alkohol 70%. Uap harus
dibersihkan karena jika tidak dibersihkan dapat membasahi media PCA yang ada
di dalam cawan.
Berdasarkan percobaan diperoleh data seperti pada tabel 1 cawan 1 bakteri
yang digoreskan pada jalur zigzag semuanya tumbuh subur sehingga tidak ada
yang terpisahkan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya bakteri yang dipindahkan sudah terkontaminasi oleh jamur sehingga
media baru tersebut terpenuhi bakteri subur yang tak dapat dipisahkan, teknik
penggoresan yang buruk sehingga media tersobek. Bakteri pada cawan 2 tidak
tumbuh. Hal ini dapat disebabkan setelah kawat ose dipijarkan dengan api spirtus
dalam teknik sterilisasi, langsung ditempelkan ke media yang penuh dengan
koloni bakteri dan tidak ditunggu hingga kawat ose dingin. Kawat ose dalam
keadaan panas, dapat menyebabkan mikroorganisme mati, sehingga tak ada
mikroorganisme yang tumbuh pada media agar yang baru.

V Simpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa teknik
aseptik yang dilakukan oleh praktikan telah berhasil karena tidak ada
mikroorganisme yang tidak diinginkan (kontaminan) yang tumbuh. Isolasi bakteri
pada sampel kantin 4 yang praktikan lakukan, cawan pertama terbentuk kolonikoloni yang tidak terpisah yang kemungkinan sudah terkontaminasi dengan jamur,
akan tetapi pada cawan kedua, tidak terbentuk koloni mikroorganisme.

Daftar Pustaka
Afrianto L. 2004. Menghitung Mikroba pada Bahan Makanan. Bandung: ITB
Press.
Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Gramedia.
Fardiaz, Sriakandi. 1992. Mikrobiologi Pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Hardioetomo, RS. 1983. Mikrobiologi dalam Praktek. Bogor:IPB-Press.
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.
Sunatmo, Tedja Imas. 2007. Eksperimen Mikrobiologi dalam Laboratorium.
Jakarta: Ardy Agency.
Suriawiria, Unus. 2008. Mikrobiologi Air. Bandung: Penerbit PT Alumni.