Anda di halaman 1dari 12

Macam-Macam Sumber Pembangkit

Listrik Dan Pengertiannya


Bukan rahasia lagi kalau listrik merupakan salah satu kebutuhan penting yang menunjung dalam berbagai
macam aktivitas kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari hampir setiap orang menggunakan listrik, contoh
paling mudah adalah untuk lampu penerangan dan untuk membantu dalam aktifitas pekerjaan.

Pembangkit Listrik
Dalam skala yang lebih besar, saat ini dalam banyak aspek penggunaan listrik menjadi sebuah kebutuhan
utama. Bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi pabrik-pabrik besar produksinya secara tidak
langsung juga bergantung pada listrik. Di Indonesia, sendiri saat ini pusat pembangkit listrik umumnya
menggunakan tenaga air, meskipun masih ada pusat pembangkit listrik dengan tenaga lainnya. Misalnya,
tenaga uap, tenaga matahari, dan yang lainnya.
Berikut macam-macam pusat pembangkit listrik yang umumnya dipergunakan:

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial
dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa
disebut sebagai hidroelektrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai
sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik
dari uap untuk menghasilkan energi listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Geotermal/ Panas Bumi (PLTG) adalah pembangkit yang
mengandalkan uap yang disarikan dari bebatuan yang panas dari bawah tanah.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana
panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang mengubah
energi surya menjadi energi listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin
diesel sebagai penggerak mula (prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang fungsinya
untuk menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Mesin diesel

sebagai penggerak mula PLTD berfungsi menghasilkan tenaga mekanis yang dipergunakan untuk
memutar rotor generator.
Mengingat pentingnya listrik dalam kehidupan, tak mengherankan bila banyak orang yang merasa susah
saat listrik padam, banyak pabrik atau perusahaan yang menanggung kerugian saat mati lampu. Nah, itulah
beberapa macam pusat pembangkit listrik, dan tidak menutup kemungkinan akan ditemukan lagi pusat
pembangkit listrik lainnya.

http://www.negeripesona.com/2014/09/macam-sumber-pembangkit-listrik-dan.html
10:12 12/5/2015

MACAM-MACAM PEMBANGKIT LISTRIK


1.

SEBUTKAN PEMBANGKI-PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK ?

A.

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

Air adalah sumber daya alam yang merupakan energi primer potensial untuk Pusat Listrik
Tenaga Air (PLTA), dengan jumlah cukup besar di Indonesia. Potensi tenaga air tersebut
tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan air sebagai energi primer, terjadi
penghematan penggunaan bahan bakar.
B.

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)

Uap yang terjadi dari hasil pemanasan boiler/ketel uap pada Pusat Listrik Tenaga Uap
(PLTU) digunakan untuk memutar turbin yang kemudian oleh generator diubah menjadi
energi listrik. Energi primer yang digunakan oleh PLTU adalah bahan bakar yang dapat
berwujud padat, cair maupun gas. Batubara adalah wujud padat bahan bakar dan minyak
merupakan wujud cairnya.
Terkadang dalam satu PLTU dapat digunakan beberapa macam bahan bakar.PLTU
menggunakan siklus uap dan air dalam pembangkitannya. Mula-mula air dipompakan ke
dalam pipa air yang mengelilingi ruang bakar ketel. Lalu bahan bakar dan udara yang sudah
tercampur disemprotkan ke dalam ruang bakar dan dinyalakan, sehingga terjadi pembakaran
yang mengubah bahan bakar menjadi energi panas/ kalor.
Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi, uap akan masuk ke dalam Pemanas Ulang yang
akan menaikkan suhu uap sekali lagi dengan proses yang sama seperti di Pemanas Lanjut.
Selanjutnya uap baru akan dialirkan ke dalam turbin tekanan menengah dan langsung
dialirkan kembali ke turbin tekanan rendah. Energi gerak yang dihasilkan turbin tekanan
tinggi, menengah dan rendah inilah yang akan diubah wujudnya dalam generator menjadi
energi listrik.Dari turbin tekanan rendah uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan
menjadi air kembali. Pada kondensor diperlukan air pendingin dalam jumlah besar. Inilah
yang menyebabkan banyak PLTU dibangun di daerah pantai atau sungai. Jika jumlah air

pendingin tidak mencukupi, maka dapat digunakan cooling tower yang mempunyai siklus
tertutup. Air dari kondensor dipompa ke tangki air/deareator untuk mendapat tambahan air
akibat kebocoran dan juga diolah agar memenuhi mutu air ketel berkandungan NaCl, Cl,O2
dan derajat keasaman (pH). Setelah itu, air akan melalui Economizer untuk kembali
dipanaskan dari energi gas sisa dan dipompakan kembali ke dalam ketel.
C.

PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap)

Gas dan Uap Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) merupakan kombinasi antara
PLTG dan PLTU. Gas buang PLTG bersuhu tinggi akan dimanfaatkan kembali sebagai
pemanas uap di ketel penghasil uap bertekanan tinggi.
Ketel uap PLTU yang memanfaatkan gas buang PLTG dikenal dengan sebutan Heat
Recovery Steam Generator (HRSG). Umumnya 1 blok PLTGU terdiri dari 3 unit PLTG, 3
unit HRSG dan 1 unit PLTU. Daya listrik yang dihasilkan unit PLTU sebesar 50% dari daya
unit PLTG, karena daya turbin uap unit PLTU tergantung dari banyaknya gas buang unit
PLTG. Dalam pengoperasian PLTGU, daya PLTG yang diatur dan daya PLTU akan
mengikuti saja. PLTGU merupakan pembangkit yang paling efisien dalam penggunaan bahan
bakarnya.Secara umum HRSG tersebut adalah pengganti boiler pada PLTU, yang bekerja
untuk menghasilkan uap. Setelah uap dalam ketel cukup banyak, uap tersebut akan dialirkan
ke turbin uap dan memutar generator untuk menghasilkan daya listrik. Dan efisiensi PLTGU
lebih baik dari pusat listrik termal lainnya mengingat listrik yang dihasilkan merupakan
penjumlahan yang dihasilkan PLTG ditambah PLTU tanpa bahan bakar.
D.

PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi)

Panas Bumi Panas bumi merupakan sumber tenaga listrik untuk pembangkit Pusat Listrik
Tenaga Panas (PLTP). Sesungguhnya, prinsip kerja PLTP sama saja dengan PLTU. Hanya
saja uap yang digunakan adalah uap panas bumi yang berasal langsung dari perut bumi.
Karena itu, PLTP biasanya dibangun di daerah pegunungan dekat gunung berapi. Biaya
operasional PLTP juga lebih murah daripada PLTU, karena tidak perlu membeli bahan bakar,
namun memerlukan biaya investasi yang besar terutama untuk biaya eksplorasi dan
pengeboran perut bumi.Ilustrasi siklus perubahan energi pada PLTP :Uap panas bumi
didapatkan dari suatu kantong uap di perut bumi.
Tepatnya di atas lapisan batuan yang keras di atas magma dan mendapat air dari lapisan
humus di bawah hutan penahan air hujan. Pengeboran dilakukan di atas permukaan bumi
menuju kantong uap tersebut, hingga uap dalam kantong akan menyembur keluar. Semburan
uap dialirkan ke turbin uap penggerak generator. Setelah menggerakkan turbin, uap akan
diembunkan dalam kondensor menjadi air dan disuntikkan kembali ke dalam perut bumi
menuju kantong uap. Jumlah kandungan uap dalam kantong uap ini terbatas, karenanya daya
PLTP yang sudah maupun yang akan dibangun harus disesuaikan dengan perkiraan jumlah
kandungan tersebut. Melihat siklus dari PLTP ini maka PLTP termasuk pada pusat
pembangkit yang menggunakan energi terbarukan.
E.

PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)

Diesel Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar BBM (solar), biasanya digunakan
untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru
yang terpencil atau untuk listrik pedesaan. Di dalam perkembangannya PLTD dapat juga

menggunakan bahan bakar gas (BBG).Mesin diesel ini menggunakan ruang bakar dimana
ledakan pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros engkol
dirubah menjadi energi putar. Energi putar ini digunakan untuk memutar generator yang
merubahnya menjadi energi listrik. Untuk meningkatkan efisiensi udara yang dicampur
dengan bahan bakar dinaikkan tekanan dan temperaturnya dahulu pada turbo charger. turbo
charger ini digerakkan oleh gas buang hasil pembakaran dari ruang bakar.
Mesin diesel terdiri dari 2 macam mesin, yaitu mesin diesel 2 langkah dan 4 langkah.
Perbedaannya terletak pada langkah penghasil tenaga dalam putaran toraknya. Pada mesin 2
langkah, tenaga akan dihasilkan pada tiap 2 langkah atau 1 kali putaran. Sedang pada mesin 4
langkah, tenaga akan dihasilkan pada tiap 4 langkah atau 2 putaran. Seharusnya mesin 2
langkah dapat menghasilkan daya 2 kali lebih besar dari mesin 4 langkah, namun karena
proses pembilasan ruang bakar silindernya tidak sesempurna mesin 4 langkah, tenaga yang
dihasilkan hanya sampai 1,8 kalinya saja. Ilustrasi siklus perubahan energi pada PLTD
:Selain kedua jenis mesin di atas, mesin diesel yang digunakan di PLTD ada yang berputaran
tinggi (high speed) dengan bentuk yang lebih kompak atau berputaran rendah (low speed)
dengan bentuk yang lebih besar.
F.

PLTS (Pusat Listrik Tenaga Surya)

Pada prisipnya panel surya Solar Cell mengubah sinar matahari menjadi energi listrik yang
kemudia disimpan dalam batterei atau aki untuk digunakan setiap saat. Digunakan secara
besar-besaran, untuk lingkungan tertentu atau satu unit rumah atau bangunan.
G.

PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak)

Salah satu energi di laut tersebut adalah energi ombak yang merupakan sumber energi yang
cukup besar. Ombak merupakan gerakan air laut yang turun-naik atau bergulung-gulung,
merupakan energi alternatif yang dibangkitkan melalui efek gerakan tekanan udara akibat
fluktuasi pergerakan gelombang.
H.

PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada pusat listrik tenaga gas (PLTG) akan
menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi
listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun
gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan
prosesnya.Prinsip kerja PLTG adalah sebagai berikut, mulamula udara dimasukkan dalam
kompresor dengan melalui air filter/penyaring udara agar partikel debu tidak ikut masuk
dalam kompresor tersebut. Pada kompresor tekanan udara dinaikkan lalu dialirkan ke ruang
bakar untuk dibakar bersama bahan bakar.
Di sini, penggunaan bahan bakar menentukan apakah bisa langsung dibakar dengan udara
atau tidak. Jika menggunakan BBG, gas bisa langsung dicampur dengan udara untuk dibakar.
Tapi jika menggunakan BBM, harus dilakukan proses pengabutan dahulu pada burner baru
dicampur udara dan dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas
bersuhu dan bertekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas ini lalu disemprotkan ke turbin,
hingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang memutar generator untuk
menghasilkan listrik. Setelah melalui turbin sisa gas panas tersebut dibuang melalui
cerobong/stack. Karena gas yang disemprotkan ke turbin bersuhu tinggi, maka pada saat yang

sama dilakukan pendinginan turbin dengan udara pendingin dari lubang pada turbin. Untuk
mencegah korosi turbin akibat gas bersuhu tinggi ini, maka bahan bakar yang digunakan
tidak boleh mengandung logam Potasium, Vanadium dan Sodium yang melampaui 1 part per
mill (ppm).
I.

PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah)

Selain dengan cara pengelolaan tersebut di atas ada cara lain yang akan dilakukan oleh
Pemerintah Kota Bandung yaitu sampah dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik (Waste
to Energy) atau yang lebih dikenal dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
Konsep Pengolahan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) atau PLTSa (Pembangkit
Listrik Tenaga sampah) secara ringkas (TRIBUN, 2007) adalah sebagai berikut :
1. Pemilahan sampah,Sampah dipilah untuk memanfaatkan sampah yang masih dapat di
daur ulang. Sisa sampah dimasukkan kedalam tungku Insinerator untuk dibakar.
2. Pembakaran sampah,Pembakaran sampah menggunakan teknologi pembakaran yang
memungkinkan berjalan efektif dan aman bagi lingkungan. Suhu pembakaran
dipertahankan dalam derajat pembakaran yang tinggi (di atas 1300C). Asap yang
keluar dari pembakaran juga dikendalikan untuk dapat sesuai dengan standar baku
mutu emisi gas buang.
3. Pemanfaatan panas,Hasil pembakaran sampah akan menghasilkan panas yang dapat
dimanfaatkan untuk memanaskan boiler. Uap panas yang dihasilkan digunakan untuk
memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator listrik.
4. Pemanfaatan abu sisa pembakaran,Sisa dari proses pembakaran sampah adalah abu.
Volume dan berat abu yang dihasilkan diperkirakan hanya kurang 5% dari berat atau
volume sampah semula sebelum di bakar. Abu ini akan dimanfaatkan untuk menjadi
bahan baku batako atau bahan bangunan lainnya setelah diproses dan memiliki
kualitas sesuai dengan bahan bangunan.
Dikota-kota besar di Eropah, Amerika, Jepang, Belanda dll waste energy sudah dilakukan
sejak berpuluh tahun lalu, dan hasilnya diakui lebih dapat menyelesaikan masalah sampah.
Pencemaran dari PLTSa yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat sebenarnya sudah
dapat diantisipasi oleh negara yang telah menggunakan PLTSa terlebih dahulu. Pencemaranpencemaran tersebut seperti :

Dioxin

Dioxin adalah senyawa organik berbahaya yang merupakan hasil sampingan dari sintesa
kimia pada proses pembakaran zat organik yang bercampur dengan bahan yang mengandung
unsur halogen pada temperatur tinggi, misalnya plastic pada sampah, dapat menghasilkan
dioksin pada temperatur yang relatif rendah seperti pembakaran di tempat pembuangan akhir
sampah (TPA) (Shocib, Rosita, 2005).PLTSa sudah dilengkapi dengan sistem pengolahan
emisi dan efluen, sehingga polutan yang dikeluarkan berada di bawah baku mutu yang
berlaku di Indonesia, dan tidak mencemari lingkungan.

Residu

Hasil dari pembakaran sampah yang lainnya adalah berupa residu atau abu bawah (bottom
ash) dan abu terbang (fly ash) yang termasuk limbah B3, namun hasil-hasil studi dan
pengujian untuk pemanfaatan abu PLTSa sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Di

Singapura saat ini digunakan untuk membuat pulau, dan pada tahun 2029 Singapura akan
memiliki sebuah pulau baru seluas 350 Ha (Pasek, Ari Darmawan, 2007).PLTSa akan
memanfaatkan abu tersebut sebagai bahan baku batako atau bahan bangunan.

Bau

Setiap sampah yang belum mengalami proses akan mengeluarkan bau yang tidak sedap baik
saat pengangkutan maupun penumpukkan dan akan mengganggu kenyamanan bagi
masyarakat umum.Untuk menghindari bau yang berasal dari sampah akan dibuat jalan
tersendiri ke lokasi PLTSa melalui jalan Tol, di sekeliling bagunan PLTSa akan ditanami
pohon sehingga membentuk greenbelt (sabuk hijau) seluas 7 hektar.
J.

PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Prinsip kerja PLTN, pada dasarnya sama dengan pembangkit listrik konvensional, yaitu ; air
diuapkan di dalam suatu ketel melalui pembakaran. Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin
yang akan bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin digunakan untuk
menggerakkan generator, sehingga menghasilkan tenaga listrik. Perbedaannya pada
pembangkit listrik konvensional bahan bakar untuk menghasilkan panas menggunakan bahan
bakar fosil seperti ; batubara, minyak dan gas. Dampak dari pembakaran bahan bakar fosil
ini, akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida
(Nox), serta debu yang mengandung logam berat. Sisa pembakaran tersebut akan teremisikan ke udara dan berpotensi mencemari lingkungan hidup, yang bisa menimbulkan
hujan asam dan peningkatan suhu global. Sedangkan pada PLTN panas yang digunakan
untuk menghasilkan uap yang sama, dihasilkan dari reaksi pembelahan inti bahan fisil
(uranium) dalam reactor nuklir. Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang
disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses pembangkit yang
menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel seperti CO2, SO2, atau
NOx, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang dilepas ke
lingkungan. Oleh karena itu PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.
Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian PLTN, adalah berupa elemen bakar
bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bisa disimpan di lokasi
PLTN, sebelum dilakukan penyimpanan secara lestari.
K.

PLTPS (Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut)

Energi pasang surut (tidal energy) merupakan energi yang terbarukan. Prinsip kerja nya sama
dengan pembangkit listrik tenaga air, dimana air dimanfaatkan untuk memutar turbin dan
mengahasilkan energi listrik.

2. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING PEMBANGKIT


LISTRIK ?
PLTA
Ada beberapa keunggulan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dapat dirangkum
secara garis besar sebagai berikut :

Respon pembangkit listrik yang cepat dalam menyesuaikan kebutuhan beban.


Sehingga pembangkit listrik ini sangat cocok digunakan sebagai pembangkit listrik
tipe peak untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan.
Kapasitas daya keluaran PLTA relatif besar dibandingkan dengan pembangkit energi
terbarukan lainnya dan teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh Indonesia.
PLTA umumnya memiliki umur yang panjang, yaitu 50-100 tahun.
Bendungan yang digunakan biasanya dapat sekaligus digunakan untuk kegiatan lain,
seperti irigasi atau sebagai cadangan air dan pariwisata.
Bebas emisi karbon yang tentu saja merupakan kontribusi berharga bagi lingkungan.
Tidak menyebabkan polusi gas rumah kaca

Kelemahan PLTA :

Mebutuhkan inventasi yang besar


Membutuhkan lahan yang luas untuk membuat pusat listrik yang berkapasitas besar
Penetapan sumber daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin
merupakan proses yang paling lama untuk pengembangan proyek energi angin, dapat
memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang
membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas. Memerlukan lapangan yang luas
dan terbuka (mengurangi areal pertanian dan bangunan). mengganggu penerimaan
sinyal televisi atau transmisi gelombang mikro untuk perkomunikasian. Derau
aerodinamis merupakan masalah lingkungan, oleh karena itu kecepatan perputaran
rotor perlu dibatasi di bawah 70m/s.

PLTU
Kelebihan :

Efisiensi Tinggi.
Cocok untuk memenuhi beban dasar.
Daya yang dihasilkan besar.
Bisa menggunakan segala jenis bahan bakar (cair, padat, atau gas).
Biaya perawatan murah (penggantian suku cadang tidak terlalu sering).
Usia mesin lebih lama.
Tidak terlalu sering diadakan pemeriksaan bagian bagian turbin

Kekurangan :

Proses start lama.


Membutuhkan lahan yang luas.
Membutuhkan air pendingin yang cukup banyak sehingga biasanyaditempatkan
didaerah yang dekat dengan sumber air yang melimpah.
Investasi awal mahal.
Proses pembangunan lama.
Emisi gas buang tidak ramah lingkungan (biasanya untuk bahan bakarbatubara atau
residu).
Fondasi berat

PLTGU
Kelebihan PLTGU sebagai berikut :

Dapat memperbaiki efisiensi (dibandingkan yang hanya menggunakan PLTG).


Daya yang dihasilkan menjadi lebih besar.
Pembangunan dapat dilakukan secara bertahap (pertama dibangun PLTG
danselanjutnya ditambah PLTU).
Dapat dibangun dengan beberapa turbin gas dan HRSG untuk satu turbin
uapsehingga pengoperasian PLTG dapat bergantian tanpa melakukan shutdown pada
bagian PLTU.
Jumlah air pendingin tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan
PLTUkonvensional untuk daya yang sama.
Proses start lebih cepat dibandingkan PLTU konvensional.
Tidak membutuhkan lahan yang luas.
Emisi lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas

Kerugian:

Emisi gas buang tidak ramah lingkungan (biasanya untuk bahan bakarbatubara atau
residu).
Proses pembangunan lama.
Membutuhkan lahan yang luas.

PLTP
Kelebihan :

Biaya operasional lebih murah daripada PLTU, karena tidak perlu membeli bahan
bakar,

Kekurangan :

memerlukan biaya investasi yang besar terutama untuk biaya eksplorasi dan
pengeboran perut bumi.

PLTD
Kelebihan :

Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.


lokasi bisa dimana saja (pantai sampai pegunungan) dengan kapasitas bisa
disesuaikan, malahan di desa terpencil dengan pengguna sedikit,

Kekurangan :

menggunakan sumber daya alam terbatas/tak terbaharukan/fosil

PLTS
Kelebihannya :

Memanfaatkan sinar matahari tanpa biaya,


cocok sekali untuk daerah tropika
Praktis dan hemat
Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis
Bersih, ramah lingkungan
Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
Praktis, tidak memerlukan perawatan
Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia

Kekurangan :

Ketergantungan oleh sinar matahari, tetapi untuk hal ini diatasi dengan kekuatan
penyimpanan aki/baterei
Biaya awal relatif mahal

PLTO
Kelebihan :

energi bisa diperoleh secara gratis,


tidak butuh bahan bakar,
tidak menghasilkan limbah,
mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah,
serta dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai

Kekurangan :

Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak,


Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara
konsisten.

PLTG
Kelebihan :

Fleksibel dalam pengoperasian.Start stopcepat.


Cocok untuk memenuhi beban puncak
Fondasi lebih ringan.
Masa pembangunan cepat.
Tidak membutuhkan lahan yang luas.
Bisa dibangun di daerah padat ( pusat kota ).
Ramah lingkungan.
Investasi awal cukup murah.

Kekurangan :

Spare part mahal.


Perlu sering dilakukan pemeriksaan terhadap area yang dilewati gas panas.
Daya yang dihasilkan rendah.
Usia tidak panjang.
Efisiensi rendah.
Hanya bisa menggunakan bahan bakar jenis tertentu (cair dan gas).

PLTSa
Kelebihan :

PLTS menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini
berarti mambantu menutupi defisit energi listrik PLN. Jadi, sudah waktunya sampah
diolah jadi energi listrik. Dengan begitu, krisis listrik yang dihadapi dapat teratasi dan
tarif pun bisa murah.
Keberadaan TPA tidak hanya menguntungkan pengelola tetapi juga masyarakat
sekitar. Adanya PLTS membuat masyarakat sekitar TPA dapat menggunakan listrik
dengan gratis. Solusi ini dapat mencegah penolakan masyarakat sekitar terhadap
keberadaan TPA.

Kekurangan :

dibutuhkan sampah dalam jumlah besar, yang mengakibatkan diperlukannya beaya


tinggi untuk penyediaan sampah itu atau untuk mengganti kekurangan sampah itu
dengan energi lain
proyek tersebut bukan proyek yang mendatangkan untung
mencemari lingkungan hidup dan mendatangkan penyakit
akan memicu orang-orang untuk memerbesar produksi sampah

PLTN
Keuntungan :

Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) gas rumah kaca
hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit
menghasilkan gas)
Tidak mencemari udara tidak menghasilkan gas-gas berbahaya seperti karbon
monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap
fotokimia.
Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
Biaya bahan bakar rendah hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan. Ketersedian
bahan bakar yang melimpah sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang
diperlukan

Kekurangan :

Risiko kecelakaan nuklir kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl


(yang tidak mempunyai containment building).

Limbah nuklir limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan
hingga ribuan tahun

PLTPS
Keuntungan

Setelah dibangun energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara gratis,
tidak membutuhkan bahan bakar,
tidak menimbulkan efek rumah kaca,
produksi listrik stabil karena pasang surut air laut bisa diprediksi.

Kekurangan

bukan energi masa depan karena memiliki berbagai kelemahan.


Biaya pembuatan dam mahal dan merusak ekosistem dipesisr pantai.

3. MENURUT ANDA MANA PEMBANGKIT LISTRIK YANG COCOK UNTUK


INDONESIA? JELASKAN !

Pembangkit listrik yg cocok di Indonesia adalah PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak)
dan PLTPS (Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut) di karenakan Indonesia terdiri dari
pulau-pulau yang memiliki banyak sekali perairan lautnya. Dan kedua pembangkit itu
menggunakan tenaga dari air laut yang bergerak memutarkan turbin yang memutarkan
generator yang akan menghasilkan Listrik.
PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak)
PLTPS (Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut)
https://victorm3d.wordpress.com/2013/05/08/macam-macam-pembangkit-listrik/
10:42
12/5/15