Anda di halaman 1dari 23

PRESENTASI KASUS NEONATUS

Oleh : Usi Yusnitaswari


Identitas Pasien
Nomor register

: 193972

Nama

: Bayi Ny. Sunarsih

Hari/Tgl Lahir

: 15 Juni 2007

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Kalianyar nggrogot ngsnjuk

Identitas Orangtua
Ibu

Ayah

Nama

: Ny. Sunarsih

Nama

: Tn. Siswoko

Umur

: 24 tahun

Umur

: 26 tahun

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan

: Pedagang

Pendidikan

: SD

Pendidikan

: SMP

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Suku

: Jawa

Bangsa

: Indonesia

Bangsa

: Indonesia

Alamat

: Kalianyar nggrrogot nganjuk

Keluhan Utama
Panas
Riwayat Penyakit Sekarang :
Panas hari minggu pagi, terus menerus disertai warna kuning pada mata dan bayi
malas minum. Tidak muntah, tidak diare. selama dirumah bayi minum asi dan pasi
SGM 1,karena asinya keluar sedikit. Bayinya sering tidur jadi jarang dikasih ASI/
PASI. Ibu pantangan makan, tidak boleh makan berkuah, sayur. Dibawa ke bidan
dan dirujuk ke RSUD Jombang
Riwayat Penyakit Dahulu

:-

Riwayat Penyakit Keluarga

:-

Riwayat penyakit Sosial

:-

Riwayat Kehamilan Ibu


Kehamilan yang pertama (G1P0000A000)
Tidak ada riwayat penyakit sebelum kehamilan.
Aktivitas selama kehamilan tidak melakukan pekerjaan yang berat, hanya
melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mencuci.
Riwayat imunisasi TT 1x pada awal kehamilan (trimester I)
Selama kehamilan, tiap 1 bulan sekali selalu kontrol ke bidan
Total kenaikan berat badan selama hamil 13Kg selama hamil.
Riwayat Persalinan
Persalinan terjadi di Rumah bersalin ditolong oleh bidan
Usia kehamilan 40-41 minggu
Bayi lahir pada hari jumat tgl 15 Juni 2007 pukul 18.00 WIB
Bayi lahir spontan per vaginam bayi lahir langsung nangis
Sisa ketuban tidak tahu
Letak bayi (presentasi) : kepala
Pemeriksaan Fisik Tanggal 17 Juni 2007, pukul 13.15, di

Ruang Anggrek RSUD Jombang


Bayi datang dengan keluhan utama panas, lahir di Rumah Bersalin kiriman bidan,
lahir hari jumat, tanggal 15/06/07 jam 18.00 WIB dengan riwayat persalinan bayi dg
usia kehamilan 40-41 mgg lahir spontan per vaginam, langsung nangis
Vital Sign :
- HR

: 140 x/menit, reguler

- RR

: 88 x/menit

- Suhu axilla

: 39,8 C

- Capillary Refill Time

: >2 detik

Antropometri :
- B Lahir

: 3500 gram

- BB saat masuk

: 2670 gram

- Panjang badan lahir

: 52 cm

- Lingkar Kepala
mo : 38 cm, fo : 34 cm, sob : 33 cm
Sistem Neurologis :
- Aktivitas

: Lemah

- Tingkat Kesadaran

: Compos mentis

- Pergerakan

: Dengan rangsangan nyeri

- Tonus otot

: Menurun

- Pupil

: Pupil bulat isokor

- Membuka Mata

: Lemah

- Menangis

: Lemah

- Fontanela

: Cekung

- Sutura

: Terpisah

- Kejang

:-

- Refleks

: moro (+), rooting (+), sucking (+), telan (+)

Sistem Respirasi
- Warna Kulit

: Pucat

- Pernafasan

: Lemah, retraksi (+), stridor (-), grunting (-)

- Suara Nafas

: Simetris, vesikuler, rh-/-, wh -/-

- Dinding dada

: Pergerakan simetris, retraksi (+) supra sternal dan sub


costa

Sistem Kardiovaskuler
- Bunyi jantung

: S1-S2 tunggal, reguler, bising (-)

- Precordial

: Pulsasi (-)

- Epigastrium

: Pulsasi (-)

Sistem Gastrointestinal
- Bising Usus

: Normal

- Tumpah/Emesis

:-

- Dinding Perut

: Supel, tympani, distended (-), darm countur (-),


meteorismus (-), turgor kulit menurun, hepar/lien tak
terabaa.

Sistem Genitourinaria
- Rugae scrotum

:+

- Anus Imperforata

:-

- BAK dan BAB

:+

Usia Kehamilan
Usia kehamilan 40-42 minggu berdasarkan Ballot score
Status dan Resume
Penderita datang dengan panas sejak pagi, terus menerus disertai warna kuning
pada mata dengan riwayat kurang minum dan Ibu pantangan makan. Pada
pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum lemah sekali HR 140x/m, RR 88x/m, t
38.9, Capilary Refill Time : 2detik, An (+/+), Ikt (+/+) kremer 4, Dysp (+/+), Mata
agak Cowong, Bibir kering, Retraksi suprasternal (+), subcostal (+/+), BAK terakhir
4jam yang lalu.
Diagnosa Banding
Ikterus Hemolitik
Ikterus Obstruktif
Ikterus hepatik
Kern Ikterus
Prolonged Ikterus
Diagnosa Sementara
Neonatus Cukup Bulan
Sesuai masa kehamilan
Spontan
Asfiksia sedang
Observasi Febris

Ikterus neonatorum
Dehidrasi berat

Pemeriksaan Penunjang (18 Juni 2007)


Hematologi
- Hb

: 12,3 mg/dl

(11,4 17,7 g/dl)

- Trombosit

: 116.000/cmm

( 150.000 350.000/cmm )

- Leukosit

: 20.200/cmm

( 4.700 10.300/cmm )

- HCT

: 38,3 %

( 37 48 % )

- Gol.darah ibu/anak

: A/A

- Evaluasi HDT

Eritrosit

: normokrom normositer

Leukosit

: kesan jumlah meningkat, sel muda (-)

Trombosit

: kesan jumlah menurun

Kimia Klinik
- Bilirubin T

: 8,4

( 0,3 1,0 g/dl)

- Bilirubin D

: 1,4

( < 0,25 mg/dl )

Imunologi
- CRP

: Negatif

Planning Diagnosa

Darah lengkap

Tes kadar bil. Total, bil. Indirec, bil. Direct

Kadar G6PD

Golongan darah ibu dan bayi

Uji Coombs

Terapi Ruangan
O2 head box

puasa
infus RL 100cc D100,18 300/24jam
Termoregulasi
Inj.Cefo 2x150 mg i.m
Pamol 0.3cc
kompres dingin
NGT
Observasi
Komplikasi
A. SSP (ensefalopati/kern icterus)
Derajat I :
-

Lethargi

Malas minum

Hipotoni

Deajat II ;
-

Irritable

Tonus meningkat

Kejang

Hipertermi

Bayi bisa meninggal

Derajat III ;
-

Opistototus

Jangka lama terjadi gejala berupa gangguan motorik, pendengaran


(cerebral palsy)

B. Saluran cerna
Diarhea akibat hiperosmolar dalam usus

Diagnostik
Anamnesis

Riwayat ikterus pada anak sebelumnya

Riwayat pembesaran anemis dengan pembvesaran hati, limpa atau


pengangkatan limpa dalam keluarga

Riwayat penggunaan obat sebelum ibu hamil

Riwayat infeksi materbal, ketuban pecah dini

Riwayat trauma persalinan, asfiksia

Riwayat infeksi maternal, ketuban pecah dini

Pembagian Ikterus Menurut Pembagian Kremer

Derajat
Daerah Ikterus

Perkiraan kadar

Daerah kepala dan leher

bilirubin
5,0 mg%

II

Sampai badan atas

9,0 mg%

III

Sampai badan bawah hingga


tungkai

11,4 mg%

IV

Sampai daerah lengan, kaki


bawah, lutut

12,4 mg%

Sampai daerah telapak tangan

16,0 mg%

Ikterus

dan kaki

Ikterus

Definisi
Adalah warna kuning yang tampak pada kulit dan mukosa oleh karena

adanya bilirubin pada jaringan tersebut, akibat kadar peningkatan bilirubin dalam
darah (FK. UNAIR, 2004)
Bila kadar bilirubin darah melebii 2mg%, maka ikterus akan terlihat,
namun pada neonatus, ikterus masih belum terlihat, meskipun kadar bilirubin
darah

sudah

melampaui

5mg%.

Hiperbilirubinemia

neonatorum

memperhitungkan, diutamakan bilirubin indirect, meningkatnya kadar bilirubin


total pada minggu I kelahiran. Kadar normal max. Adalah 12-13 mg% (205-220
ol/L) (FK.UI,1985)

Etiologi
Bila timbul pada hari I (24 jam pertama)
-

Inkompatibilitas darah Rh, ABO, atau golongan lain

Infeksi intrauterin oleh toxoplasma, syfilis, virus, atau bakteri)

Defisiensi enzim G6PD

Pemeriksaan :
Bilirubin serum berkala, darah lengkap, golongan darah ibu dan bayi, uji
Coombs, tes penyaring defisiensi G6PD, biakan darah atau biopsi hepar bila
perlu.
Bila timbul pada hri ke II (24-72 jam sesudah lahir)
-

Ikterus fisiologis

Masih ada kemungkinan karena inkompatibilitas darah Rh, ABO atau


golongan lain, jika peningkatan kadar bilirubin cepat (melebihi 5mg%/24
jam)

Defisiensi G6PD

Sferositosis, eliptosis

Dehidrasiasi asidosis

Defisiensi enzim eritrosit lainnya

Pemeriksaan ;
Darah lengkap, bilirubin serum berkala, tes penyaring G6PD
Bila timbul 72 jam sampai akhir minggu pertama
-

Septicaemia (sepsis)

Defisiensi G6PD

Pengaruh obat

Sindrom criggler-Najjar

Sindrom Gilbert
Bila timbul pada akhir minggu pertama dan selanjutnya

Obstrusksi

Hipotiroidsme

Breastmilk Jaundice

Infeksi

Neonatal hepatitis

Galaktosemia

Pemeriksaan
Bilirubin (direct, indirect) serum berkala, darah tepi, tes penyaring G6PD,
biakan darh, biopsi hepar bila ada indikasi.

Patofisiologi
Kondisi icterus, berkaitan dengan metabolisme RBC
Degradasi Hb Fe+ globin

Biliverdin

Bil. Indirect sumber lain


Albumin (tanpa ini tdk bisa masuk hepar)

Hepar cell
Bilirubin ditangkap oleh protein ligandin

Dikonjugasi oleh enzim glukoronil tranferase

Bilirubin direct
hidrolisis oleh glukoronidase
Urobilinogen

Sterkobilin

1.

Ikterus Pra Hepatik


Terjadi akibat produksi bilirubin meningkat yang terjadi pada hemolisis sel darah

merah (ikterus hemolitik). Jika terjadi disfungsi sel hati kapsitas sel hati untuk
konjugasi terbatas bilirubin indirect meningkat disertai peningkatan bilirubin
direct diekresikan urobilinogen meningkat dalam tinja.
2.

Ikterus Pasca Hepatik (obstruksi)

Bendungan saluran empedu peningkatan bi. Konjugasi regurgitasi


kedalam sel hati masuk peredaran darah masuk ginjal diekresikan
bil. Dlm urin (+).

Bendungan sal. Empedu juga menyebabkan pengeluaran bilirubin kedalam


saluran pencernaan berkurang tinja berwarna dempul, dan urobilinogen
dalam tinja dan air kemih menurun.

3.

Penyumbatan/bendungan empedu ;
-

Intrahepatik penyumbatn diantara sel hati dan ductus koledokus

Extra hepatik sumbatan dalam ductus coledocus

Ikterus Hepatoseluler

Terjadi akibat kerusakn sel hati, dimana konjugasi bilirubin terganggu bil.
Direct meningkat

Bendungan dalam sel hati bil. Darah regurgitasi kedalam sel hati
peningkatan bil. Konjugasi.

Bendungan dalam sel hati juga menyebabkan penurunan ekresi sal.


Pencernaan tinja pucat sterkobilinogen menurun.

S
O

A
P

17-06-2007
Lemah sekali, Sesak (+),
febris
HR140x/mnt, RR 88x/m, tax
39,8 C BB 3670
Kepala :An(+), Ikt(+) kr 3,
Dysp(+)
Cyn
(-)
PCH (-)
Leher : pembsaran KGB (-)
Thorax: simetris, Retraksi (+)
supra sternal dan
subcostal,
Cor : S1S2 tunggal,
murmur
(-),
gallop (-)
P :Rh-/- Wh -/Abdomen: Supel, H/L TTB,
met (-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB (+),
BAK 4 jam yll
Ekstrimitas: akral hangat
NCB-SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- OF dgn
Dehidrasi berat
O2 head box, puasa

infus RL 100cc
D100,18
Termoregulasi
Inj.Cefo 2x150 mg i.m

18-06-2007
Lemah, gerakan lemah, Sesak
(+), tangis kuat
HR138x/mnt, RR 80x/m, tax
37,2 C BB 2740
Kepala :An(+), Ikt(+) kr 3,
Dysp(+) Cyn (-)
PCH (-)
Leher : pembsaran KGB (-)
Thorax: simetris, Retraksi
(+) supra sternal
dan
subcostal,
Cor : S1S2 tunggal,
murmur (-), gallop (-)
P :Rh-/- Wh -/Abdomen: Supel, H/L TTB,
met (-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB
(+), BAK (+)
Ekstrimitas: akral hangat
NCB- SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- SEPSIS
O2 head box
Inf. D10 0,18 % S 300cc/24
jam
AA 6% 50cc
Inj.meronem 3x35 mg drip

dlm D5 30 cc
Pamol
0.3cc,kompres
ASI/PASINGT 10x5 cc
dingin
NGT
Transfusi PRC 30 cc
prelsix 3mg i.v diulang
Observasi
interval 6jam
Termoregulasi

S
O

A
P

19-06-2007
Lemah, tangis lemah,
sesak +
HR156x/m,RR
64x/mnt,
Tax 36,6 C BB 2750
Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,
Dysp(+) Cyn (-)
PCH (-)
Leher : pembsaran KGB
(-)
Thorax: simetris, Retraksi
(+) supra sternal
dan
subcostal,
Cor : S1S2 tunggal,
murmur
(-),
gallop (-)
P :Rh-/- Wh -/Abdomen: Supel, H/L TTB,
met (-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB
(+), BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
Retensi : 12cc
kecoklatan
NCB- SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- SEPSIS
O2 head box, puasa
D100,18 300cc/ 24jam
Termoregulasi
Inj.Cefo 2x150 mg i.m
AA50 cc

20-06-2007
Lemah, sesak +
HR138x/mnt, RR 86x/mnt, Tax
35,6 C BB 2750
Kepala :An(+), Ikt(+) kr 5,
Dysp(+)
Cyn
(-)
PCH (-)
Leher : pembsaran KGB (-)
Thorax: simetris, Retraksi (+)
supra sternal dan
subcostal,
Cor
:
S1S2
tunggal,
murmur (-), gallop
(-)
P :Rh-/- Wh -/Abdomen: Supel, H/L TTB,
met (-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB (+),
BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
Retensi : 14 cc kecoklatan

NCB- SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- SEPSIS


O2 head box, puasa
D100,18 250cc/ 24jam
Termoregulasi
Imipenam 3x50 mg
AA50 cc

Observasi

Foto terapi 1x 24 jam


Transfusi PRC 30 cc
prelsix 3mg i.v diulang
interval 6jam
Observasi

19-06-2007

20-06-2007

Lemah, tangis lemah, sesak

Lemah, sesak +

+
HR156x/m,RR 64x/mnt, Tax

HR138x/mnt, RR 86x/mnt, Tax

36,6 C BB 2750

35,6 C BB 2750

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Kepala :An(+), Ikt(+) kr 5,

Dysp(+) Cyn (-)

Dysp(+) Cyn (-) PCH

PCH (-)

(-)

Leher : pembsaran KGB (-)

Leher : pembsaran KGB (-)

Thorax: simetris, Retraksi

Thorax: simetris, Retraksi (+)

(+) supra sternal

supra sternal dan

dan
subcostal,

subcostal,
Cor : S1S2 tunggal, murmur

Cor : S1S2 tunggal,


murmur (-), gallop
(-)
P

(-), gallop (-)


P

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen: Supel, H/L TTB, met

:Rh-/- Wh -/-

(-) BU (+) N

Abdomen: Supel, H/L TTB,

Genetalia : anus (+), BAB (+),

met (-) BU (+) N

BAK+

Genetalia : anus (+), BAB

Ekstrimitas: akral hangat

(+), BAK+

Retensi : 14 cc kecoklatan

Ekstrimitas: akral hangat


Retensi : 12cc kecoklatan

NCB- SMK-SPT-ASF SDG-

NCB-

SMK-SPT-ASF

SDG-

ICT NEO- SEPSIS


O2 head box, puasa

ICT NEO- SEPSIS


O2 head box, puasa

D100,18 300cc/ 24jam

D100,18 250cc/ 24jam

Termoregulasi

Termoregulasi

Inj.Cefo 2x150 mg i.m

Imipenam 3x50 mg

AA50 cc

AA50 cc

Observasi

Foto terapi 1x 24 jam

Transfusi PRC 30 cc prelsix


3mg i.v diulang interval
6jam

Observasi

21-06-2007

22-06-2007

Lemah, gerak lemah sesak

Lemah, tangis lemah, sesak +

+
HR118x/m,RR 86x/m, Tax

HR128x/m,RR 90x/m, Tax 36 C

36,2 C BB 2750
Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Leher

BB 2750
Kepala

Ikt(+)

Dysp(+) Cyn (-)

Dysp(+) Cyn (-)

PCH (-)

(-)

: pembsaran KGB
(-)

kr

4,

PCH

Leher : pembsaran KGB (-)


Thorax: simetris, Retraksi (+)

Thorax: simetris, Retraksi


(+) supra sternal

supra sternal
Cor : S1S2 tunggal, murmur

Cor : S1S2 tunggal,


murmur

(-),

gallop (-)
P

:An(-),

(-), gallop (-)


P

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen: Supel, H/L TTB, met

:Rh-/- Wh -/-

(-) BU (+) N

Abdomen: Supel, H/L TTB,


met (-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB
(+), BAK+

Genetalia : anus (+), BAB (+),


BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
Retensi : 10cc kecoklatan

Ekstrimitas: akral dingin


A

Retensi : 14cc kecoklatan


NCB- SMK-SPT-ASF
SDG-

ICT

NEO-

NCB- SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- SEPSIS

SEPSIS
P

O2 head box, puasa

O2 head box, puasa

D100,18 300cc/ 24jam

D100,18 350cc/ 24jam

Termoregulasi

Termoregulasi

Imipenam 3x 50 mg

Imipenam 3x50 mg

AA50 cc

Observasi

Foto terapi 1x 24 jam

Observasi

S
O

23-06-2007

24-06-2007

Lemah, tangis lemah


HR138x/m,RR 94x/m, Tax

Lemah, tangis lemah


HR150x/m,RR 98x/m, Tax 35.6

36,4 C BB 2750

C BB 2750

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 5,

Dysp(+) Cyn (-)

Dysp(+)

PCH (-)

PCH (-)

Leher : pembsaran KGB


(-)

Thorax: simetris, Retraksi (+)


supra

supra sternal
Cor : S1S2 tunggal, murmur

sternal

(-), gallop (-)

Cor : S1S2 tunggal,


murmur

(-),

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen: Supel, hepatomegali

gallop (-)
P

2x2x0, met (-) BU (+)

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen:

(-)

Leher : pembsaran KGB (-)

Thorax: simetris, Retraksi


(+)

Cyn

N
Supel,

Genetalia : anus (+), BAB (+),

hepatomegali

BAK+

2x2x0, met (-)

Ekstrimitas: akral hangat

BU (+) N

Retensi : -

Genetalia : anus (+), BAB


(+), BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
A

Retensi : NCB- SMK-SPT-ASF


SDG- ICT NEO- sepsis

NCB- SMK-SPT-ASF SDGICT NEO- sepsis

O2 head box, puasa

O2 head box, puasa

D100,18 300cc/ 24jam

D100,18 300cc/ 24jam

Termoregulasi

Termoregulasi

Imipenam 3x 50 mg

Imipenam 3x 50 mg

Foto terapi 1x 24 jam

Foto terapi 1x 24 jam

ASI/PASI 8x 20cc sonde

sonde

Urdafax 3x 35 mg

Urdafax 3x 35 mg

Foto terapi 1x 24 jam

Observasi

Observasi

ASI/PASI

8x10cc

S
O

25-06-2007

26-06-2007

Lemah
HR130x/m,RR100x/m,Tax

Lemah
HR124x/m,RR

36,4 C BB 2870

35,6 C BB 3050

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

64x/m,

Tax

Dysp(+) Cyn (-)

Dysp(+)

PCH (-)

PCH (-)

Leher : pembsaran KGB

Leher : pembsaran KGB (-)

(-)

Cyn

(-)

Thorax: simetris, Retraksi (-)

Thorax: simetris, Retraksi

Cor : S1S2 tunggal,

(+) supra sternal

murmur (-), gallop

Cor : S1S2 tunggal,


murmur

(-),

gallop (-)
P

(-)
P

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen:

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen:

hepatomegali 1x1x0,
Supel,

hepatomegali
1x1x0,

Supel,

met

met (-) BU (+) N


Genetalia : anus (+), BAB (+),

(-)

BU (+) N

BAK+
Ekstrimitas: akral hangat

Genetalia : anus (+), BAB

Retensi : -

(+), BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
A

Retensi : NCB- SMK-SPT-ASF

SDG- ICT NEO- sepsis


O2 head box,

NEO- SEPSIS
O2 nasal

D100,18 300cc/ 24jam

D100,18 300cc/ 24jam

Termoregulasi

Termoregulasi

Imipenam 3x 50 mg

Imipenam 3x 50 mg

Foto terapi 1x 24 jam

Foto terapi 1x 24 jam

ASI/PASI 8x20cc sonde

ASI/PASI

8x20cc

NCB-

SMK-SPT--

ICT

sonde

Urdafax3x 35 mg

Urdafax 3x 35 mg

Observasi

Observasi

27-06-2007

28-06-2007

Lemah, gerak tidak aktif

Lemah, gerak tidak aktif

HR140x/m,RR

92x/m,

HR110x/m,RR

Tax 35,6 C BB
2990

692x/m,

Tax

36,5 C BB 3000
Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Dysp(-)

Dysp(-) Cyn (-)

PCH (-)

Cyn

(-)

PCH (-)

Leher : pembsaran KGB (-)

Leher : pembsaran KGB

Thorax: simetris, Retraksi (-)

(-)
Thorax:

Cor :S1S2 tunggal, murmur


simetris,

(-), gallop (-)

Retraksi (-)

Cor : S1S2 tunggal,


murmur
P

Abdomen: Supel, H/L ttb, met

(-),

gallop (-)

(-) BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB (+),

:Rh-/- Wh -/-

Abdomen:

:Rh-/- Wh -/-

Supel,

hepatomegali

BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
Retensi : -

1x1x0, met (-)


BU (+) N
Genetalia : anus (+), BAB
(+), BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
A

Retensi : NCB- SMK-SPT- ICT

NCB-

NEO-

SMK-SPT--

NEO
D100,18 300cc/ 24jam

Termoregulasi

24jam

Imipenam 3x 50 mg

Termoregulasi

ASI/PASI 8x20cc

Imipenam 3x 50 mg

Urdafax 3x 35 mg

ASI/PASI 8x20cc

Observasi

Urdafax 3x 35 mg

D100,18

300cc/

ICT

Observasi

29-06-2007

30-06-2007

Sesak (-),

Sesak (-),

HR140x/m,RR

92x/m,

HR140x/m,RR

92x/m,

Tax

Tax 35,6 C BB 3200

35,6 C BB 3070

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Kepala :An(-), Ikt(+) kr 4,

Dysp(-) Cyn (-)

Dysp(-)

PCH (-)

PCH (-)

Leher : pembsaran KGB

Leher : pembsaran KGB (-)

(-)
Thorax:

Cyn

(-)

Thorax: simetris, Retraksi (-)


simetris,

Cor : S1S2 tunggal,

Retraksi (-)

murmur (-), gallop

Cor : S1S2 tunggal,


murmur

(-)

(-),

:Rh-/- Wh -/-

gallop (-)

Abdomen: Supel,H/L ttb, met

:Rh-/- Wh -/-

(-) BU (+) N

Abdomen: Supel,H/L ttb,

Genetalia : anus (+), BAB (+),

met (-) BU (+) N


Genetalia : anus (+), BAB
(+), BAK+

BAK+
Ekstrimitas: akral hangat
Retensi : -

Ekstrimitas: akral hangat


A
P

Retensi : NCB- SMK-SPT- ICT


NEO D100,18

NCB-

SMK-SPT-

NEO300cc/

24jam

Termoregulasi

Termoregulasi

Imipenam 3x 50 mg

Imipenam 3x 50 mg

ASI/PASI 8x40cc

ASI/PASI 8x20cc

Urdafax 3x 35 mg

Urdafax 3x 35 mg

Observasi

Observasi

ICT