Anda di halaman 1dari 31

ENZIM

STRUKTUR DAN KLASIFIKASI

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL


PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI

PENDAHULUAN
Enzim merupakan suatu senyawa organik berupa protein
yang berfungsi sebagai biokatalisator.
Katalisator adalah zat yang dapat membantu
mempercepat suatu reaksi kimia, tanpa mengalami
perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.
Enzim bekerja dengan urutan-urutan yang teratur.
Enzim mengkatalisis ratusan
reaksi bertahap yang
menguraikan molekul nutrien,
mengubah energi kimia, dan
membuat makromolekul sel dari
prekursor sederhana.

Enzim merupakan protein yang berfungsi untuk


mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan
tenaga aktivasi dan tidak mengubah kesetimbangan
reaksi, serta bersifat sangat spesifik

SIFAT-SIFAT ENZIM ;
1. ENZIM ADALAH PROTEIN
Enzim punya sifat seperti protein : kondisi lingkungan,
suhu, pH, dsb.
2. BERFUNGSI SEBAGAI KATALIS
Meningkatkan kecepatan reaksi tanpa mengubah produk /
hasilnya, dan enzim tidak ikut bereaksi dengan substratnya
3. BEKERJA SECARA KHUSUS / SPESIFIK
Enzim hanya bekerja mengkatalis satu reaksi / substrat
tertentu.
4. DIBUTUHKAN DALAM JUMLAH SEDIKIT
Reaksi enzimatik dalam metabolisme hanya memerlukan
sedikit sekali enzim.

tidak ikut bereaksi dgn substrat atau


produknya

Enzim

Aktifitas

dapat dikontrol sesuai dengan


kebutuhan organisme itu sendiri
Contoh : enzim yg mengkatalisis reaksi pertama
pada suatu siklus biosintesis biasanya di hambat
oleh produk akhirnya(feedback inhibition)

bbrp

enzim disintesis dlm btk tidak aktif, dan


akan diaktifkan oleh kondisi dan waktu yang
sesuai (enzim allosterik) . prekursor yg tidak aktif
disebut zymogen

ENZYME STRUCTURE
Enzymes are proteins
They have a globular
shape
A complex 3-D structure

Human pancreatic
amylase

ASAM AMINO
Komponen penyusun
protein.
Terdiri dari 20 jenis asam
amino yang berbeda.
Memiliki gugus amin (-NH2),
gugus karboksil (-COOH),
gugus hidrogen (H), serta
gugus rantai (R).
Gugus R dari tiap-tiap asam
amino bersifat unik dan
berbeda satu sama lainnya.

General
Structure

Specific Examples

ENZYME (AND PROTEIN)


STRUCTURE

Magnified section
of protein (unfolded)
This is the enzyme
catalase, the
enzyme found in
liver

STRUKTUR ENZIM
Molekul Anorganik
organik

BAGIAN-BAGIAN ENZIM
Seperti

halnya protein lain, enzim memiliki


BM antara 12,000 1 juta kd
Beberapa enzim tidak membutuhkan
molekul kimiawi lain untuk aktifitasnya,
beberapa membutuhkan kofaktor /
koenzim
Kofaktor ion-ion inorganik yg
dibutuhkan enzim untuk melakukan
fungsinya
Koenzim molekul organik (komplek)
yang dibutuhkan enzim untuk melakukan
fungsinya

KO-FAKTOR

Nitrogenase enzyme with Fe, Mo and ADP cofactors

Ko-faktor yang berikatan


dengan enzim ada yang
bersifat lemah dan ada pula
yang berikatan dengan kuat
(permanent).
Ko-faktor yang berikatan
dengan kuat sering disebut
dengan prostetik.
Tidak semua enzim
membutuhkan ko-faktor
untuk beraktivitas, contoh :
enzim ribonuklease
pankreas yang hanya terdiri
dari polipeptida dan tidak
mengandung gugus kimia
lainnya.

LOGAM SEBAGAI KOFAKTOR

BEBERAPA KO-ENZIM SEBAGAI KOFAKTOR DAN SENYAWA YANG


DIPINDAHKAN

THE ACTIVE SITE

One

H.PELLETIER, M.R.SAWAYA
ProNuC Database

part of an enzyme,
the active site, is
particularly important
The shape and the
chemical
environment inside
the active site permits
a chemical reaction to
proceed more easily

SISI AKTIF

Merupakan bagian dari molekul enzim tempat

berikatnya substrat, membentuk kompleks enzimsubstrat, dan selanjutnya membentuk produk akhir.

Ikatan subtrat dgn enzim

bersifat lemah melalui ikatan interaksi elektrostatis, ikatan


hidrogen, ikatan hidrofobik, ikatan van der waals, dsb.

THE SUBSTRATE
The substrate of an
enzyme are the
reactants that are
activated by the enzyme
Enzymes are specific to
their substrates
The specificity is
determined by the
active site

PENAMAAN ENZIM

Enzim diberi nama dengan berbagai cara dan sistem


baik secara tradisional, sistematik resmi, nama
perdagangan, nama sehari-hari, maupun nama
berdasarkan spesifikasi enzim tersebut.
A.Payew dan J.Person (1833) memberi nama enzim
dalam ragi bernama Diastase yang berarti
pemisahan, karena cara kerjanya memisahkan atau
mengubah pati yang tidak larut menjadi larut.
Pada abad ke 19, banyak enzim yang diberi nama
mempunyai akhiran in yang didahului oleh substrat
yang dicernanya, cth : renin, pepsin, pankreatin,dll
Pada akhir abad ke 19, E.Duclaux mengusulkan
dengan menggunakan akhiran ase yang mengakhiri
substratnya, cth : protease, peptidase, amilase, dll

LANJUTAN...

Karena begitu banyaknya penamaan enzim


tersebut, pada tahun 1956, International Union
of Biochemistry, mengusulkan penataan kembali
penamaan enzim berdasarkan klasifikasi enzim.
Prinsip penamaan tersebut berdasarkan tipe
reaksi yang dikatalis dan enzim dibagi menjadi 6
kelompok utama, yaitu oksidoreduktase,
transferase, hidrolase, liase, isomerase, dan
ligase.

Cara Penamaan Enzim


IUB menetap sebuah sistem enzim dan
diklasifikasikan :
* 6 kelas besar
* beberapa Sub kelas
* Sub-sub kelas
sehingga sebuah enzim ditetapkan menjadi
angka empat digit, digit keempat
mengidentifikasi sebuah enzim spesifik. contoh:
alkohol : NAD Oksidoreduktase dilambangkan
dengan angka 1.1.1.1

KLASIFIKASI ENZIM

1. Oksidoreduktese

Enzim jenis ini dapat mengkatalis reaksi oksidasi dan reduksi


suatu bahan.
Terdapat 2 jenis utama jenis enzim ini, yaitu oksidase dan
dehidrogenase.
Oksidase adalah enzim yang mengkatalis reaksi antara
substrat dengan molekul oksigen, cth : katalase,
peroksidase.
Dehidrogenase, enzim yang aktif dalam pengambilan atom
hidrogen dari substratnya.
Atom hidrogen diambil oleh koenzim misalnya FAD (flavin
adenin dinucleotide), DPN (Diphospho pyridine nucleotide).
Cth : enzim suksinat dehidrogenase yang memecah asam
suksinat menjadi asam fumarat, laktat dehidrogenase yang
memecah asam laktat menjadi asam piruvat.

2. Transferase

Enzim yang ikut serta dalam reaksi


pemindahan (transfer) suatu gugus.

Contoh enzim yang tergolong dalam kelas ini


adalah transfosforilase yaitu memecah ikatan
glikosida -1,4 pati dengan pertolongan ion
fosfat membentuk -D-glukosa-1-fosfat.
Transaminase berfungsi mengkatalisis reaksi
antara asam amono - dan asam -keto
menghasilkan asam amino baru dan asam
amino keto baru.

3. Hidrolase
Yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi
hidrolisis suatu susbtrat dengan bantuan
molekul air.
Contoh : lipase yang menghidrolisis ikatan
ester pada lemak alami menjadi gliserol dan
asam lemak.
4.Amino-peptidase
Liase

yang menghidrolisis ikatan


peptida.
Yaitu enzim yang aktif dalam pemecahan ikatan C-C

dan ikatan C-O dengan tidak menggunakan molekul air.


Cth : dekarboksilase yang memecah ikatan C-C, dan
enzim karbonat anhidrase yang memecah ikatan C-O

5. Isomerase

Enzim yang mengkatalis reaksi perubahan konfigurasi


molekul dengan cara pengaturan kembali atom-atom
dalam molekul substrat, sehingga menghasilkan suatu
molekul baru yang merupakan isomer dari susbtrat.
Contoh : enzim fosfoheksosa isomerase yang
mengubah glukosa 6-fhospat menjadi fruktosa 6-fosfat.

6. Ligase
Enzim yang mengkatalisis pembentukan
ikatan-ikatan tertentu, misalnya ikatan C-O,
C-C, dan C-S dalam biosintesis ko-enzim A

Lanjutan

Sehingga IUB menamakan suatu enzim menjadi


suatu nomenklatur berdasarkan urutan :
Klp 1 : salah satu dari 6 pembagian umum.
Klp II : subkelas, substrat atau jenis reaksi.
Klp III : subkelas, jenis reaksi yang lebih detil lagi,
biasanya memerlukan ko-enzim.
Klp IV : nomor seri dalam subklas tersebut.
Cth : -amilase mempunyai kode EC 3.2.1.1 yaitu 3
merupakan kelompok hidrolase, angka ke dua
dan tiga, yaitu 2 dan 1 menunjukkan aktivitas
spesifik serta hasil produk, dan nomor empat,
yaitu 1 no seri dalam sub kelas tersebut.

http://enzyme.expasy.org
/

TERIMA
KASIH