Anda di halaman 1dari 2

Collin Sparks: Globalization, Development and the

Mass Media (p. 126-149)


“Globalization and the Media”
Oleh: Ayu Astria RA (208 0000 33)

Globalisasi dikenal sebagai istilah ketika hubungan antar negara


menjadi sangat dekat. Dengan bantuan teknologi terutama media,
Negara dapat bertukar beragam komoditas, mulai ekonomi,
informasi, pendidikan dan yang lainnya. Fenomena ini memang
sangat baru terjadi di dunia, dan alhasil banyak tokoh dan ilmuwan
berusaha unutk dapat menjelaskan fenomena yang baru ini.

Globalisasi merupakan potongan masa baru dalam sejarah


kehidupan manusia dimana modernitas, kemajuan teknologi,
industrialisai sepertinya lekat dengan ciri kehidupan manusia saat
itu. Sparks menguraikan bahwa globalisasi merupakan paradigma
baru dalam pengetahuan manusia. Dan menurutnya paradigma ini
telah sesuai dengan struktur intelektual paradigma yang
sebelumnya telah dikembangkan oleh Lerner dan Schiller. Walaupun
memang tetap kurang koheren dengan sulit untuk menguraikan
teori yang menjadi inti penjelasan globalisasi.

Perubahan pada dunia saat globalisasi dianggap radikal, baik secara


social, ekonomi maupun politik. Banyak teori yang berusaha
menjelaskan dan mencari alasan untuk dapat memahami fenomena
globalisasi ini. Inilah yang dianggap teori globalisasi menjadi teori
yang kuat, karena banyak yang berusaha dapat menjelaskannya
dengan beragam metodologi baru.

Perkembangan globalisasi kini, tidak akan ada yang dapat menjadi


raja dari banyak Negara didunia. Atas perkembangan politik akibat
globalisasi membuat munculnya organisasi besar bersifat
supranasional, yang dapat mengintegrasi hampir seluruh Negara
didunia, misal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa. Sehingga
hak-hak Negara kecilpun tetap terlindungi.

Dan bagaimana peran media dalam perubahan duna yang konon


radikal ini? Ternyata justru medialah yang menjadi agen penting
dalam perkembangan media menuju globalisasi. Dalam hal ini tentu
saja media massa.

Media telah dapat membiaskan batas-batas geografis dengan


baiknya dan batas waktu dengan cepatnya. Dan inilah ciri
globalisasi, yakni hilangnya batas ruang yang dahulu menjadi
pembatas komunikasi manusia antar Negara.

Karena media sudah dapat melampaui batas yang ada, maka media
telah menjadi agen penyalur berbagai budaya yang bersinggungan
dengannya. Sedangkan Sparks menyatakan bahwa media telah
menjadi distributor budaya produksi supranasional. Juga bentuk-
bentuk budaya baru lainnya.

Arus informasi, berita dan hiburan tak hanya dinikmati dengan


lancer secara regional saja tapi juga secara nasional dan
supranasional. Contohnya, beberapa stasiun tv luar negeri sudah
dapat kita akses di dalam negeri dengan tv berlangganan. Peristiwa-
peristiwa yang terjadi di belahan dunia manapun seketika dapat kita
ketahui dengan jalan ini (saat globalisasi).

Sedangkan di Indonesia sendiri, memang telah terasa dampak


maupun pergerakannya. Kita sendiri telah menjadi korban ataupun
pelaku dalam globalisasi dunia?

Anda mungkin juga menyukai