Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL AIR SUMUR

Jika lokasi pemantauan kualitas air tanah telah ditetapkan berdasarkan tujuannya, maka
sumur pantau yang digunakan harus diketahui titik ordinatnya dengan Global Positioning System
(GPS) untuk memudahkan identifikasi dan pemetaan yang benar. Pengambilan sampel air sumur
dibedakan sebagai berikut:
1.

Untuk sumur gali, sampel diambil pada kedalaman 20 cm dibawah pemukaan air dan/atau
20 cm diatas dasar sumur dengan memperhatikan jangan sampai endapan dasar

2.

sungai/sedimen tidak terambil;


Untuk sumur bor dengan pompa tangan atau mesin, sampel diambil dari kran atau mulut
pompa tempat keluarnya air
Bila memungkinkan, pengambilan sampel air sumur dilakukan setelah air dalam sumur

diuras secukupnya. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa sampel yang telah diambil
berasal dari air tanah, bukan dari air hujan atau rembesan dari air permukaan, sehingga dapat
menggambarkan kualitas air tanah sesungguhnya. Jika hal ini tidak mungkin dilakukan karena
suatu alas an teknis atau lainnya maka pengambilan air sumur gali dilakukan pada pagi hari
sedangkan untuk sumur air bor setelah air dibuang selama lebih kurang lima menit. Hal penting
yang harus diperhatikan adalah menjaga jangan sampai air permukaam masuk ke dalam air
sumur selama proses pengambilan sampel air tanah.

Langkah-langkah dalam pengambilan sampel air sumur yaitu menyiapkan box


penyimpanan alat-alat sampel untuk melakukan pengambilan sampel air sumur galian seperti
bunsen, alkohol 70%, cairan spritus, bunsen, korek api, kapas, krustang, botol sampel dilengkapi
tali untuk mengambil sampel air dengan panjang 10 meter, label dan alat tulis. Contoh air bisa
diambil dengan botol timba atau botol gelas secara langsung. Botol-botol ini dilengkapi dengan
tali dan seluruhnya dibungkus dengan kertas, baru disterilkan. Sebelum pengambilan sampel air,

tangan di aseptik terlebih dahulu dengan menggunakan alkohol 70%, hal ini mencegah
pengambilan sampel air dari tangan yang terkontaminasi, Pengambilan Sampel Air Sumur Gali
pertama yang dilakukan dengan dua orang, satu yang memegang krustang untuk memanaskan
bibir botol sampel dan yang satunya mangambil sampel air di sumur gali. Kedua, setelah
melumuri tangan dengan alkohol Setelah itu, bunsen dinyalakan dan kapas diberi dengan larutan
spritus kemudian dibakar menggunakan pinset atau krustang.

Botol sampel dibuka dan tutup

botol dibungkus dengan kertas pelindung dan dimasukkan kedalam kantong untuk menghindari
kontaminasi. Sebelum digunakan, bibir sampel dipanasi hingga cukup panas, kemudian tali
diurai dan botol diturunkan pelan-pelan ke dalam sumur sampai mulut botol masuk minimal 10
cm ke dalam air (bila tinggi air memungkinkan). Sisakan tali sepanjang 30 cm untuk
menyelupkan air ke dalam sumur dan jangan dipegang untuk menghindari kontaminasi. Hal
tersebut dilakukan secara perlahan agar tidak menyentuh dinding sumur yang dapat
menyebabkan adanya kontaminasi pada botol sampel. Botol diisi sampel air botol, hal ini
bertujuan agar sisa ruangan botol masih ada udara untuk mikroorganisme (untuk pemeriksaan
bakteriologis). Panasi lagi bibir sampel dengan api lalu tutup secepatnya. Setelah itu botol siap
diberi label.
Pustaka:
Hadi, Anwar. 2007. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama

Anda mungkin juga menyukai