Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG
PENGOBATAN TRADISIONAL

PADA Ny.L di Rt 04/02 Dsn.Krajan desa Leyangan


Ungaran Timur

Disusun Oleh :
Dina hidayatul Afifah
010110Aa026

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES NGUDI WALUYO
UNGARAN
2013

SATUAN ACARA PENGAJARAN

Pokok Bahasan

: Rheumatik

Sub Pokok Bahasan

: Pengetahuan Penyakit Rheumatik dan mengajarkan


cara pengobatan rematik dengan jus Alpukat dan
kompres daun sirsak.

Hari/Tanggal

: Rabu, 11 Desember 2013

Sasaran

: Lansia

Tempat

: Rumah Ny.L

Waktu

: 15 menit

Penyaji

: Dina Hidayatul Afifah

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan keperawatan atau pendidikan kesehatan maka Ny.L mampu
mengetahui perawatan

penyakit Rheumatik dan dapat menggunakan jus

Alpukat dan kompres daun sirsak untuk mengurangi nyeri pada rematik.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pendidikan kesehatan selama 1
x 15 menit,keluarga Tn.S mampu:
a. Mengetahui kandungan dan fungsi Alpukat
b. Mengetahui manfaat dari kompres daun sirsak.
B. Pokok Bahasan
Rheumatik

C. Sub Pokok Bahasan

Menjelaskan kandungan jus Alpukat dan manfaat kompres daun sirsak.


2

Menjelaskan fungsi jus Alpukat dan kompres daun sirsak


Menjelaskan pengertian jus alpukat dan kompres daun sirsak.

D. Metode
Diskusi
Ceramah
Demonstrasi
E. Media
Liflet
Lembar balik
F. Setting Tempat
: Sasaran
: Penyaji
G. Pengorganisasian
Penyaji : Dina Hidayatul Afifah

H. Pelaksanaan Kegiatan
NO

WAKTU

KEGIATAN PENYULUH RESPON PENYULUH

METODE

5 menit

1. Mengucapkan salam

Ceramah

1. Memperhatikan dan

09.00-09.05

mendengarkan
2. Memperkenalkan

2. Memperhatian dan

nama pada audien


3. Kontrak waktu

mendengarkan
3. Memperhatikan dan

4. Menjelaskan tujuan

mendengarkan

penyuluhan.
2

20 menit

1.

09.05-09.25

Menjelaskan

1. Memperhatikan dan

kandungan jus

Ceramah

mendengarkan

Alpukat Menjelaskan 2. Memperhatikan dan


fungsi kompres daun
sirsak.
2.

mendengarkan
3. Memperhatikan dan

Menjelaskan
manfaat jus Alpukat

mendengarkan
4. Memperhatikan dan

dan manfaat kompres

mendengarkan

daun sirsak.
3.

Menjelaskan
pengertian jus
Alpukat dan kompres
daunsirsak.

1. Mengajukan 3
pertanyaan tentang
3

5 menit
09.25-09.30

materi penyuluhan

1. Menjawab

2. Memberikan
kesimpulan tentang
penyuluhan

2. Memperhatikan dan

3. Salam penutup

mendengarkan

Berdiskusi

MEDIA

3. Menjawab salam

Ceramah

I. Evaluasi
Struktur : menyiapkan materi penyuluhan, meminta ijin dengan sasaran yang
akan diberikan penyuluhan, melakukan kontrak waktu dan tempat
Proses

untuk melakukan penyuluhan


: saat penyuluh mulai memberikan penyuluhan, sasaran mendengarkan,
bersikap kooperatif, terdapat timbal balik

J. Lampiran
Materi
Evaluasi
K. Daftar Pustaka
Cheriatna. 2007. Syarat Rumah Sehat dan Ideal. Dalam
http://123rumah.wordpress.com/2007/12/12/syarat-rumah-sehat-dan-ideal/.

Diakses tanggal 24 Juni 2009.


Ferri, Anton. 2008. Rumah Tangga
Sehat. Dalam http://mediaphbs.wordpress.com/. Diakses tanggal 20 Juni

2009.
Vitharea.2008. Rumah Sehatku. Dalam
http://vitharea.blog.friendster.com/2008/12/rumah-sehat-ku/. Diakses tanggal
21 Juni 2009.
Yulisa. 2007. Tips Rumah Sehat. Dalam http://www.pdf-searchengine.com/sap-rumah-sehat-pdf.html. Diakses tanggal 20 Juni 2009.

LAMPIRAN
A.MATERI
5

PENGOBATAN TRADISIONAL
KOMPRES JAHE PADA NYERI REMATIK SENDI LUTUT
Kebanyakan orang tahu bahwa rematik menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan
kadang-kadang pembengkakan pada sendi. Tapi, rematik juga dapat mempengaruhi
otot dan tendon (tempat otot melekat), yang mungkin tidak bengkak tetapi tetap
sakit. Gejala rematik bermacam-macam, tergantung pada jenisnya. Namun, secara
umum rematik ditandai dengan rasa nyeri dan kaku pada persendian, otot, dan tulang.
Selain itu rematik juga disertai dengan gejala lain seperti rasa lelah dan lemah, sulit
tidur, depresi, berat badan menurun, serta gerak tubuh terhambat, dan tidak gesit.
Rasa nyeri pada anggota gerak merupakan keluhan utama para penderita rematik.
Biasanya, rasa nyeri timbul ketika

melakukan gerakan tertentu atau setelah

melakukan aktivitas. Nyeri juga dapat timbul ketika istirahat yang tidak ada
hubungan dengan masa gerakan sebelumnya, atau pada pagi hari ketika bangun tidur.
Rasa nyeri tersebut tidak hanya di persendian, tetapi juga menyebar hingga ke
seluruh tubuh. Nyeri yang menjalar secara tajam ke seluruh tubuh menandakan
nyeri saraf (Dalimartha, 2008).
Penurunan nyeri merupakan hal yang penting dilakukan oleh perawat untuk
mempertahankan kenyamanan bagi pasien, oleh sebab itu perawat perlu melakukan
pendekatan penatalaksanaan nyeri secara sistematis sehingga dapat memahami nyeri
yang klien rasakan dan dapat memberikan terapi yang sesuai. Keberhasilan
penatalaksanaan nyeri bergantung kepada terbinanya hubungan positif antara petugas
kesehatan, klien, dan keluarga. Klien juga dapat berpartisipasi aktif dalam perawatan
mereka.
Secara tradisional, dikenal pula beberapa cara untuk menghilangkan gejala
nyeri rematik. Bisa dengan pengobatan dalam atau pengobatan luar. Untuk
pengobatan dalam, biasanya digunakan beberapa jenis tanaman yang mampu
menghangatkan tubuh penderita. Salah satunya adalah dengan kompres jahe.
1) Deskripsi Tanaman
a) Kandungan Kimia Jahe
Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe.
Aroma

harum

jahe

disebabkan
6

oleh

minyak

atsiri,

sedangkan

oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Minyak atsiri dapat diperoleh atau


diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak
jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau
harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas.
Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 3 persen.
Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum
adalah zingiberen dan zingiberol (Soedarsono, 1996).
Oleoresin jahe banyak mengandung komponen pembentuk rasa
pedas yang tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe terdiri atas
gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi rasa
pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol (Tjitrosoepomo, 1996).
Berikut ini laporan dari beberapa penelitian mengenai kandungan
lainnya dalam rimpang jahe

Komponen
Minyak esensial

Presentase dalam Berat Segar


0,8%

Campuran lain

10-16%

Abu

6,5%

Protein

12,3%

Zat pati

45,25%

Lemak

4,5%

Fosfolipid

Sedikit

Vitamin

Sedikit

Glukosa

Sedikit

Sterol

0,53%

Serat

7,3%

Oleoresin

7,3%

Air

10,5%
Gambar 2.2 : Presentase Kandungan Jahe Per Berat Segar
Sumber
: Ravindran et al, 2005

b) Farmakologi Jahe
1) Sebagai Analgesik
Khasiat analgesic jahe sebanding dengan obat analgesic steroid
dan nonsteroid. Indeks terapeutiknya (perbedaan antara dosis yang

dibutuhkan sebagai konsentrasi minimal yang efektif dengan


konsentrasi maksimal yang toksik) jauh lebih tinggi daripada fenil
butazon, dan karenanya cukup aman (Budhawar, 2006).
2) Sebagai Anti Radang
Uji laboratorium memperlihatkan bahwa ekstrak jahe dalam air
panas menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase
sehingga menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena (mediator
inflamasi). Riset di Cina melaporkan bahwa pada ratusan penderita
rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5 10% ekstrak jahe
memperoleh efek pengurangan rasa sakit, menurunkan pembengkakan
tulang sendi. Pemberian secara per oral serbuk jahe pada penderita
rematik dan musculoskeletal dilaporkan menurunkan rasa sakit dan
pembengkakan (Dalimartha, 2002).
3) Sebagai Anti Koagulan
Salah satu komponen yang paling utama yakni gingerol bersifat
antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi dengan
begitu jahe mampu mencegah

tersumbatnya pembuluh darah,

penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol diperkirakan


juga membantu menurunkan kadar kolesterol (Kompas, 2008).
c) Kegunaan Jahe
Menurut Wijayakusuma (2008), sejak dulu Jahe dipergunakan
sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan lainnya. Jahe dapat
merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu
makan dan pencernaan.
Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe,
berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya karena
mabuk kendaraan atau pada wanita yang hamil muda. Juga rasanya yang
tajam merangsang nafsu makan, memperkuat otot usus, membantu
mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Dalam
pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma,
batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga
dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat.
d) Efek Senyawa Jahe Terhadap Tubuh

Berbagai penelitian membuktikan bahwa jahe mempunyai sifat


antioksidan. Beberapa komponen utama dalam jahe seperti gingerol,
shogaol, dan gingeron memiliki aktivitas antioksidan di atas vitamin E
(Kikuzaki dan Nakatani 1993). Selain itu jahe juga mempunyai aktivitas
antiemetik dan digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan.
Radiati et al. (2003) menyatakan bahwa konsumsi ekstrak jahe
dalam minuman fungsional dan obat tradisional dapat meningkatkan
ketahanan tubuh dan mengobati diare. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ekstrak jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang
direfleksikan dalam sistem kekebalan, yaitu memberikan respons
kekebalan inang terhadap mikroba pangan yang masuk ke dalam tubuh.
Hal itu disebabkan ekstrak jahe dapat memacu proliferasi limfosit dan
menekan limfosit yang mati (Zakaria et al., 1996) serta meningkatkan
aktivitas fagositas makrofag (Zakaria dan Rajab,1999).
Selain itu jahe mampu menaikkan aktivitas salah satu sel darah
putih, yaitu sel natural killer (NK) dalam melisis sel targetnya, yaitu sel
tumor dan sel yang terinfeksi virus (Zakaria et al. 1999). Hasil penelitian
ini menopang data empiris yang dipercaya masyarakat bahwa jahe
mempunyai kapasitas sebagai antimasuk angin, suatu gejala menurunnya
daya tahan tubuh sehingga mudah terserang oleh virus (influenza).
Peningkatan aktivitas NK membuat tubuh tahan terhadap serangan virus
karena sel ini secara khusus mampu menghancurkan sel yang terinfeksi
oleh virus.
Selanjutnya Nurrahman et al. (1999) menyatakan bahwa
mengkonsumsi jahe setiap hari dapat meningkatkan aktivitas sel T dan
daya tahan limfosit terhadap stres oksidatif. Komponen dalam jahe yaitu
gingerol dan shogaol mempunyai aktivitas antirematik. Hal ini ditunjang
dengan pendapat Kimura et al. (1997) bahwa jahe berfungsi sebagai antiinflamasi rematik arthritis kronis.
Dalam upaya untuk mengurangi inflamasi digunakan rimpang jahe
untuk mengatasinya. Salah satu penelitian tentang manfaat jahe dan
kandungan zat aktifnya adalah penelitian Raji, dkk, (2002) tentang

ekstrak etanolik jahe yang memiliki efek analgesik dan efek antiinflamasi.
Ekstrak jahe mengandung gingerol dan shogaol dapat aktif menghambat
produksi PgE2 (Prostaglandin E2) yang diinduksi oleh liposakarida.
Ekstrak

yang

mengandung

gingerol

dapat

menghambat

COX2

(Siklooksigenase 2) yang diinduksi liposakarida, sedangkan ekstrak yang


mengandung shogaol tidak dapat menghambat COX2 (Siklooksigenase 2)
(Lontz, dkk., 2006).
Salep ekstrak jahe 10% memiliki efek antiinflamasi topikal dan
Ekstrak etanol rimpang jahe putih besar (Zingiber officinale Roscoe) yang
diberikan secara oral

memberikan efek antiradang (Sukandar, dkk.,

1999).
e) Pemberian Jahe Terhadap Nyeri Rematik
Adalah suatu teknik pemberian jahe untuk menurunkan nyeri
rematik yaitu nyeri pada persendian yang dialami oleh lansia yang
menderita rematik dengan cara melulurkan parutan rimpang jahe pada
area persendian yang terasa nyeri.
Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat
meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren. Untuk mengobati
rematik siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas
api atau bara dan kemudian ditumbuk atau diparut untuk memperoleh
hasil yang lebih lembut dan halus. Tempel tumbukan jahe pada bagian
tubuh yang terasa nyeri. (Budhawar, 2006).
Kompres jahe adalah suatu teknik pemberian jahe untuk menurunkan nyeri
rematik yaitu nyeri pada persendian yang dialami oleh lansia yang menderita
rematik dengan cara melulurkan parutan rimpang jahe pada area persendian
yang terasa nyeri. Cara ini dapat menghilangkan rasa nyeri dan menaikkan
sirkulasi darah yang, akan mengurangi udem (pembengkakan).
Berikut ini terdapat prosedur pemberian kompres jahe

1. Siapkan rimpang jahe kering sekitar 3 6 gram.


2. Panaskan rimpang jahe tersebut diatas api atau bara selama kurang lebih 1
menit.
3.Haluskan rimpang jahe tersebut dengan cara ditumbuk atau diparut.
4.Gosok dan lulurkan parutan jahe pada area sendi lutut yang dirasa nyeri.

10

11

12