Anda di halaman 1dari 13

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN DIKTI

PASCASARJANA
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
UJIAN AKHIR SEMESTER
Nama
NIM
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
SKS
Waktu
Dosen

: Wiwi Suherti
: 7772140084
: Desain Pembelajaran dan Pelatihan
: PPs 080208
: 3 sks
: Take Home
: Dr. Hidayatullah, M.Pd.

Soal
1. Keberhasilan suatu program pembelajaran dan pelatihan di antaranya adalah
ditentukan oleh seberapa baik perencanaan atau desain yang disusun sebelum
program itu dilaksanakan. Banyak ragam model desain yang dapat
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau kecocokan dari masing-masing
orang atau institusi. Salah satu di antaranya model yang dikembangkan oleh
Dick & Carey yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1) Melakukan identifikasi kebutuhan
2) Melakukan Analisis karakteristik dan Kemampuan awal
3) Melakukan analisis instruksional
4) Merumuskan Tujuan Instruksional Umum dan Khusus
5) Mengembangkan Alat Ukur/Tes Acuan Patokan
6) Mengembangkan strategi Instruksional
7) Mengembangkan dan Memilih Bahan dan materi
8) Mengembangkan dan Melakukan evaluasi formatif
9) Melakukan Revisi
10)Mengembangkan dan Melakukan Evaluasi Sumatif
Dari langkah-langkah tersebut, kerjakan langkah 1 s/d 8 dengan menggunakan
Model MPI yang dikembangkan oleh Atwi Suparman.
2. Jawaban dikumpulkan paling lambat 2 minggu setelah jadwal UAS selesai dapat
berbentuk hard copy atau soft copy dikirim via email: hidayat_ragas@yahoo.co.id
Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses !

Jawaban
Dalam desain sistem pembelajaran, model biasanya menggambarkan langkahlangkah atau prosedur yang perlu ditempuh untuk menciptakan aktivitas pembelajaran
yang efektif, efesien dan menarik. Model Pengembangan Instruksional atau yang
dikenal dengan MPI adalah model yang dikembangkan oleh Atwi Suparman. Model MPI
ini merupakan modifkasi dari Model Dick & Carey. Menurut Atwi Suparman MPI terdiri
dari tiga tahap yaitu : tahap mengidentifikasi, tahap mengembangkan, dan tahap
mengevaluasi dan merevisi. Adapun tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:

Tahap Mengidentifikasi

1. Mengidentifikasi
kebutuhan
instruksional
dan
menulis
tujuan instruksional umum
2. Melakukan
analisis
instruksional
3. Mengidentifikas perilaku dan
karakteristik siswa

Tahap Mengembangkan

4. Menulis tujuan instruksional


khusus
5. Menulis tes acuan patokan
6. Menyusun strategi instruksional
7. Mengembangkan
instruksional

Tahap Mengevaluasi dan Merevisi

bahan

8. Mendesain dan melaksanakan


evaluasi formatif yang termasuk
di dalamnya kegiatan merevisi

Aplikasi Model Pengembangan Instruksional yang dikembangkan oleh Atwi


Suparman pada Pembelajaran PKn dengan topik Hak Asasi Manusia kelas X SMA
Negeri 1 Cibeber semester ganjil.

Tahap Mengidentifikasi
1. Identifikasi kebutuhan Instruksional dan Menulis Tujuan Instruksional
Umum
Mengidentifikasi kebutuhan instruksional adalah suatu proses untuk:
a. Menentukan penampilan siswa yang disebabkan kekurangan kesempatan
mendapatkan pendidikan dan pelatihan pada masa lalu
b. Mengidentifikasi bentuk kegiatan instruksional yang paling tepat
c. Menentukan populasi sasaran yang dapat mengikuti kegiatan instruksional
tersebut.
Dari kegiatan mengidentifikasi kebutuhan diperoleh jenis pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang tidak pernah dipelajari atau belum dilakukan
dengan baik oleh siswa.
Sedangkan langkah analisis kebutuhan dalam mendesain instruksional pada
mata pelajaran PKn yang dilakukan di SMA Negeri I Cibeber Kabupaten
Lebak Provinsi Banten dilakukan dari mengidentifikasi kesenjangan kondisi
belajar sekarang, antara keadaan sekarang dengan

keadaan

yang

diharapkan, dilanjutkan sampai kepada proses pelaksanaan pemecahan


masalah dan evaluasi terhadap efektifitas dan efisiensinya. Tahap-tahap
pengukuran dalam analisis kebutuhan ada 4 tahap (menurut Klien), yaitu:
1. Mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai;
2. Menyusun/mengurutkan tujuan berdasarkan tingkat kepentingan;
Mengidentifikasi kesenjangan antara performance yang ada dan yang
diharapkan kebutuhan siswa dan kebutuhan guru;
3. Menyusun prioritas untuk dilakukan kegiatan, yaitu membuat silabus dan
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), membuat bahan ajar yang
sesuai dengan silabus, evaluasi pada setiap pertemuan/pokok bahasan,
dan merevisi untuk pembelajaran berikutnya.

A. Identifikasi Kebutuhan
Hak asasi manusia (HAM) merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa
kepada manusia seak dalam kandungan dan bersifat universal, dalam arti tidak
mengenal batasan-batasan umur, jenis kelamin, negara, ras agama, dan budaya.
Hal ini menjadi landasan moral manusia dalam berinteraksi dengan manusia lain
dalam masyarakat. Tujuannya untuk menjamin keberadaan harkat dan martabat

manusia serta menjaga keharmonisan dengan lingkungannya. Hak ini berlaku


seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun.
Penghargaan terhadap HAM dapat ditemukan dalam berbagai ajaran
agama. Semua agama dunia memiliki dimensi humanis yang mendukung HAM.
Larangan dari agama agar manusia tidak membunuh merupakan suatu upaya
untuk melindungi hak manusia untuk hidup. Hak ini merupakan hak yang paling
mendasar dari semua hak. Selain itu masih banyak ajaran agama yang
memperkenalkan berbagai aturan moral yang memiliki kaitan terhadap hak asasi
manusia. Misalnya, ajakan untuk saling memberikan kasih sayang, mencintai,
dan memberikan perhatian. Ajakan ini merupakan ekspresi tanggung jawab
sosial untuk menghormati hak asasi manusia.

B. Tujuan Instruksional Umum


Adapun Tujuan Instruksional Umum (TIU) adalah Siswa mampu menampilkan
peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan perlindungan Hak
Asasi Manusia (HAM)

2.

Analisis Instruksional
Berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan terdapat tujuan

instruksional khusus yaitu:

Hasil Analisis Instruksional


Hak Asasi Manusia
(HAM)

Instrumen
Upaya
Peran Penegakan
serta
HAM
Penegakan
Nasional
HAM
HAM di Indonesia

Makna HAM
Upaya Pemajuan,
Macam-Macam
HAM
Penghormatan,
dan
Peradilan HAM
Penegakkan HAM

Instrumen Hukum dan


Peradilan
HAM
Upaya
Instrumen
Pengadilan
HAM
HAM
Internasional

3.

Mengidentifikasi perilaku dan karakterisitik siswa


Perilaku dan karakteristik awal dapat dilihat melalui tes kemampuan awal tentang
materi perjanjian internasional mengacu pada perilaku khusus.
Contoh format tes awal bagi siswa, sebagai berikut:
Tes 1. Manfaat perjanjian internasional
Nama
: .........................
Tanggal : .....................................................
Kelas
:.....................................
.
Waktu Pelaksanaan Test: 07.15 - 07.40 wib
Petunjuk pengerjaan soal.

1.
2.
3.
4.
5.

Bacalah dengan teliti setiap butir soal berikut


Jawablah dari soal yang anda anggap mudah
Jawablah dengan tepat, sesuai dengan pengetahuan anda
Waktu pengerjaan setiap butir soal adalah 5 menit
Kumpulkan jawaban setelah tanda selesai di bunyikan
1.
a.
b.
c.
d.
e.
2.
a.
b.
c.
d.

Hak yang paling mendasar dari semua hak manusia adalah . . .


Hak untuk hidup
Hak memperoleh keadilan
Hak atas rasa aman dan tenteram
Hak untuk memilih
Hak untuk beragama
Dokumen HAM yang lahir di Inggris pada tahun 1215 adalah . . .
Magna Charta Libertatum
The England Declaration
Atlantic Charter
Bill of Rights

e. The Four Feedom


Hak kesamaan dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hokum dan
pemerintahan diatur dalam pasal . . .
a. 27 ayat (1)
b. 27 ayat (2)
c. 29 ayat (2)
d. 30 ayat (1)
e. 31 ayat (1)
4.
Alasan mendasar diperlukannya pemajuan, penghormatan, dan penegakkan HAM adalah. . .
a. Kemajuan jaringan HAM Internasional
b. Makin bertambahnya negara-negara maju
c. Berkembangnya berbagai bentuk penindasan
d. Tingginya tingkat kejahatan
e. Munculnya berbagai gerakan rakyat
5.
Melalui PBB, Indonesia dapat berperan aktif memperjuangkan persamaan derajat, hak dan
kewajiban antara sesama manusia. Peranan tersebut dapat disimpulkan dari sikap Indonesia. . .
3.

a.
b.
c.
d.
e.

Mengutuk pakta pertahanan


Tidak berhubungan dengan negara penjajah
Mengutuk politik apartheid dan semua pelanggaran hak asasi manusia
Membantu korban benacana alam di Afrika
Menentang program nuklir

Tahap Mengembangkan
4. Menulis Tujuan Instruksional Khusus
TIK merupakan satu-satunya dasar untuk menyusun kisi-kisi tes, karena itu TIK
harus mengandung unsur-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada
penyusun tes agar dapat mengembangkan tes yang benar-benar dapat mengukur
perilaku yang terdapat didalamnya.
Tujuan Instruksional Khusus (TIK) topik Hak Asasi Manusia adalah :
a. Siswa mampu menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakkan
HAM
b. Siswa

mampu

menampilkan

peran

serta

dalam

upaya

pemajuan,

penghormatan, dan penegakkan HAM di Indonesia


c. Siswa mampu mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan Internasional
HAM.
5. Mengembangkan Alat Ukur/Tes Acuan Patokan
Tabel Kerangka Tabel Spesifikasi (acuan hal 188 Suparman)
Bobot

Daftar Perilaku
1
Menganalisis upaya pemajuan,
penghormatan,

Perilaku
2
40

Jenis Test

Jumlah Butir

3
PG

Test
4
2

PG

dan

penegakkan HAM
Menampilkan peran serta dalam

40

upaya

pemajuan,

penghormatan,

dan

penegakkan HAM di Indonesia


Mendeskripsikan
instrumen

hukum

dan

20

PG

peradilan

Internasional HAM.
Total
6.

100

Mengembangkan strategi Instruksional


Tabel Strategi Instuksional
Mata Pelajaran PKn Kelas XI Semester 2 (ganjil)
Pokok Bahasan Hak Asasi Manusia

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


a. Siswa mampu menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakkan
HAM
b. Siswa

mampu

menampilkan

peran

serta

dalam

upaya

pemajuan,

penghormatan, dan penegakkan HAM di Indonesia


c. Siswa mampu mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan Internasional
HAM.
Waktu
No

Uraian Kegiatan Instruksional

1
PENDA

2
Deskripsi

HULUA

Singkat

3
Pentingnya memahami konsep dan
pengertian HAM
Tanpa memahami konsep dan

Metode

Media

Gur

u
6

Siswa
7

Jml
8

Diskusi

Buku. LKS

3'

1'

ceramah

Buku, LKS

3'

3'

ceramah

Buku, LKS

1'

pengertian HAM dikhawatirkan


Relevansi siswa tidak mampu menempatkan
diri sesuai dengan hak dan
TIK

kewajibannya,
a. Siswa
mampu

menganalisis

upaya pemajuan, penghormatan,


dan penegakkan HAM
b. Siswa
peran

mampu
serta

menampilkan
dalam

upaya

pemajuan,

penghormatan,

dan

penegakkan HAM di Indonesia


c. Siswa mampu mendeskripsikan
instrumen hukum dan peradilan
Internasional HAM.

1. Konsep dan pengertian HAM


PENY
AJ IA
N

Uraian
Materi

2. kasus-kasus pelanggaran HAM


yang terjadi di Indonesia

Diskusi gurusiswa &

buku

14

19

Buku, LKS

5'

10

ceramah

Buku, LKS

5'

5'

10

Melaksanakan

Soal telah

test-

diperbanyak

20'

20

ceramah

Buku, LKS

10'

20

ceramah
Menyebutkan kasus-kasus

Contoh

pelanggaran HAM yang terjadi di


Indonesia yang pernah terjadi
Siswa berlatih menjelaskan kasus-

Latihan

kasus pelanggaran HAM yang


terjadi di Indonesia

Tes
formatif
dan
PENUT
UP

umpan

Melaksanakan tes formatif soal

balik

(terlampir)
Menjelaskan

kembali

instrumen

hukum dan peradilan Internasional


Tindak

HAM.

Lanjut

10'

Mengoreksi jawaban yang salah


dari soal yang dikerjakan
Total

7.

90

Mengembangkan bahan instruksional


Pengembangan
bahan
ajar
disesuaikan
dengan
tujuan
pembelajaran/kompetensi yang telah dirumuskan, serta disesuaikan dengan
strategi pembelajaran yang digunakan. Bahan ajar yang menjadi rujukan adalah
buku PKn kelas X penerbit Yudishtira karya Chotib, dkk dan LKS.
Mata Pelajaran
: PKn
Kelas
: X (Sepuluh)
Topik
: Hak Asasi Manusia
Kompetensi Dasar :
1. Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakkan HAM
2. Siswa mampu menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan,
penghormatan, dan penegakkan HAM di Indonesia

3. Siswa mampu mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan Internasional


HAM.
Materi yang menjadi rujukan untuk bahan ajar adalah sebagai berikut:
Menurut pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM menyebutkan
bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan
anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara,
hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia.
Macam-macam HAM
a. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)
Hak asasi pribadi adalah hak kemerdekaan untuk memeluk agama, beribadart
menurut agama yang dianutnya masing-masing, menyatakan pendapat, dan
kebebasan berorganisasi atau berserikat.
b. Hak Asasi Perlakuan Tata Cara dan Perlindungan Hukum
Hak asasi perlakuan tata cara dan perlindungan hukum adalah hak yang dimiliki
tanpa terkecuali untuk mendapatkan perlakuan yang wajar dan adil dalam
penggeledahan (razia, penangkapan, peradilan, dan pembelaan hukum)
c. Hak
asasi
ekonomi
(property
rights)
Hak asasi ekonomi meliputi hak pemilikan sesuatu, hak membeli atau menjual
sesuatu. serra hak untuk mengadakan perjanjian atau kontrak
d. Hak
asasi
dalam
kesamaan
hukum
Hak asasi dalam kesamaan hukum adalah hak asasi untuk mendaparkan
perlakuan
yang sama di dalam hukum dan pemerintahan (Rights of Legal Equality)
ataudikenal
dengan hak kesamaan hukum.
e. Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights)
Hak asasi sosial dan kebudal'aan merupakan hak untuk memperoleh pendidikan,
hak untuk mengembangkan kebudayaan dan hak-hak lainnya yang berhubungan
dengan masalah sosial budaya.
Peran Serta Dalam Upaya Pemajuan, Penghormatan, Dan Penegakan Ham Di
Indonesia
Peran serta dan upaya pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM di
Indonesia, tidak terlepas dari kesadaran internal atas perkembangan opini dunia
terhadap masalah-masalah demokratisasi dan hak asasi manusia. Hal ini dapat kita
lihat pada Pembuakaan UUD 1945 dan Batang Tubuhnya yang mencumkan
prinsip-prinsip pelaksanaan HAM.
Dalam perkembangan lebih lanjut, peran serta dan upaya pemajuan, penghormatan
dan penegakan HAM di Indonesia dilakukan melalui hal-hal berikut :

1. Pada tanggal 7 Juni 1993, telah diupayakan berdirinya Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai tindak lanjut Lokakarya tentang HAM
yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri RI dengan dukungan
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Salah satu tujuan pembentukan Komnas
HAM adalah untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia. Demi
mewujudkan tujuan tersebut, maka Komnas HAM melakukan rangkaian
kegiatan antara lain :
f. Menyebarluaskan wawasan nasional dan internasional mengenai hak
asasi manusia baik kepada masyarakat Indonesia maupun kepada
masyarakat internasional
g. Mengkaji berbagai instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak
asasi manusia dengan tujuan memberikan saran-saran mengenai
kemungkinan aksesi dan/atau ratifikasinya.
h. Memantau dan menyelidiki pelaksanaan hak-hak asasi manusia serta
memberikan pendapat, pertimbangan, dan saran kepada badan
pemerintah negara mengenai pelaksanaan hak asasi manusia.
i. Mengadakan kerja sama regional dan internasional dalam rangka
memajukan dan melindungi hak asasi manusia.
2. Paska Orde Baru (era reformasi), perhatian terhadap upaya pemajuan,
penghormatan dan penegakan HAM di Indonesia semakin nyata, yakni dengan
disahkannya Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
pada tanggal 13 November 1998. Dalam ketetapan tersebut, MPR menugaskan
kepada lembaga-lembaga negara dan seluruh aparatur pemerintah untuk
menghormati, menegakkan, dan menyebarluaskan pemahaman tentang HAM.
Selain itu, Presiden dan DPR juga ditugaskan untuk segera meratifikasi
berbagai instrumen internasional tentang HAM.
3. Landasan bagi penegakan HAM di Indonesia semakin kokoh setelah MPR
melakukan amandemen terhadap UUD 1945. Dalam amandemen UUD 1945
tersebut persoalan HAM mendapat perhatian yang khusus dengan
ditambahkannya bab XA tentang Hak Asasi Manusia yang terdiri atas pasal 28 A
hingga 28 J. hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menegakkan hak
asasi manusia.
4. Tonggak lain dalam sejarah penegakkan hak asasi manusia di Indonesia adalah
berdirinya pengadilan HAM yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 26
tahun 2000. Pengadilan HAM ini merupakan suatu pengadilan yang secara
khusus menangani kejahatan pelanggaran HAM berat yang meliputi kejahatan
genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
5. Pembentukan lembaga-lembaga yang menangani kejahatan HAM dan
penyusunan beberapa instrumen hukum pokok yang mengatur perlindungan
terhadap HAM, secara nyata telah mendorong penegakan HAM di Indonesia.
Beberapa kasus kejahatan HAM yang terjadi pada masa lalu kini mulai terkuak.
seperti penanganan protes massa Tanjung Priok 1984, kerusuhan dan
penembakan mahasiswa pada Mei 1998.

6. Pembentukan Komisi Penyelidik Pelanggraan (KPP) HAM tahun 2003 yang


mempunyai tugas pokok untuk menyelidiki kemungkinan terjadinya pelanggaran
HAM. Di antara kasus-kasus tersebut bahkan kasus Tanjung Priok dan kasus
Timor-Timur telah ditangani oleh Pengadilan HAM.
7. Di sisi lain, melalui berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), banyak
pihak melakukan pembelaan dan bantuan hukum (advokasi) terhadap para
korban kejahatan HAM
Instrumen HAM di Indonesia
1.
Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.
2. UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against Torture and Other
Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang
Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak
Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia).
3. Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap
Perempuan.
4. Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi
Manusia Indonesia.
5. Inpres No, 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi
dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan,
Perencanaan Pro-gram, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan
Pemenintahan
6.
UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
7.
UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
Instrumen Hukum HAM Internasional
Perhatian dunia Internasional terhadap hak asasi manusia tampak meningkat
setelah Perang Dunia II (1939-1945). Besarnya jumlah korban di berbagai belahan
dunia melahirkan keprihatinan yang mendalam terhadap peristiwa penistaan terhadap
nilai kemanusiaan dalam perang besar itu. Keprihatinan tersebut kemudian mendorong
kesadaran umat manusia untuk mengedepankan pengakuan dan perlindungan
terhadap hak asasi manusia. Selanjutnya, tonggak sejarah bagi diakuinya prinsipprinsip kebebasan sipil dan hak asasi dalam konteks internasional tampak nyata saat
dibentuknya Perserikatan Bangsa Bangsa yang kemudian melahirkan Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) Tahun 1948.
Beberapa instruman hukum tentang HAM internasional pasca Universal Declaration of
Human Rights tahun 1948, yaitu :
No
1.
2.

Tahun
1958
1966

Uraian/Keterangan
Lahirnya Konvensi tentang Hak-hak Politik Perempuan.
Covenants of Human Rights telah diratifikasi oleh negaranegara anggota PBB, isinya mencakup :
The International on Civil and Pilitical Rights, yaitu memuat

tentang hak-hak sipil dan hak-hak politik (persamaan hak


antara pria dan wanita).
Optional Protocol, yaitu adanya kemungkinan seorang warga
negara mengadukan pelanggaran hak assi kepada The Human
Rights Committee PBB setelah melalui upaya pengadilan di
negaranya.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
8.

The International Covenant of Economic, Social and Cultural


Rights, yaitu berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem
demokrasi ekonomi, sosial, dan budaya.
1976
Konvensi Internasional tentang Hak-hak Khusus.
1984
Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskrimansi
Terhadap Wanita.
1990
Konvensi tentang Hak-hak Anak.
1993
Konvensi Anti-Apartheid Olahraga.
1998
Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman
Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat
Manusia.
1999
Konvensi Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskrimansi
Rasial.
Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
Setelah draft rancangan tentang program pembelajaran selesai
dikembangkan, maka evaluasi formatif ini berfungsi sebagai alat untuk
mengumpulkan data kekuatan dan kelemahan program pembelajaran yang telah
dirancang. Evaluasi formatif bertujuan untuk menentukan apa yang harus
ditingkatkan atau direvisi agar produk lebih efektif dan lebih efisien. Evaluasi
formatif juga sebagai proses menyediakan dan menggunakan informasi untuk
dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam rangka meningkatkan kualitas
produk atau program instruksional.
Tabel Kinerja Siswa (Kognitif, Afektif, dan Psikomotor)
Aspek Kognitif

1
2

Cara mengemukakan pendapat


Ketepatan antara pertanyaan dengan

3
4

jawaban yang diberikan


Isi jawaban yang benar
Ketepatan membedakan instrumen HAM

Nasional dan Internasional


Ketepatan membedakan macam-macam
HAM

Skala Kualitatif
A
B
C
D

Jumlah
Nilai

Jumlah

Tabel Lembar Penilaian Proses


NO

NAMA

Keaktifan
2 3 4

Ketepatan Kebenaran Hasil


1 2 3 4 1 2 3
4