Anda di halaman 1dari 9

PERTEMUAN II

INVESTIGASI MOTIVASI DAN STRATEGI MANAJEMEN LABA PADA


PERUSAHAAN GO PUBLIK

Kelompok 2:
Sagung Agung Dwiyani

1491661010

Gusi Ayu Surya Rosita Dewi

1491661011

Luh Pande Eka Setyawati

1491661012

Made Dwi Harmana

1491661020

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI ANGKATAN 14


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

DAFTAR ISI
Halaman
COVER
DAFTAR ISI .................................................................................................................... i
DESAIN RISET ............................................................................................................... 1
SUMAARY ...................................................................................................................... 1
1.
2.
3.
4.
5.

Latar Belakang .....................................................................................................


Uraian atas Dukungan Teori ................................................................................
Skema Riset dan Alat Analisis .............................................................................
Hasil Uji Hipotesis ...............................................................................................
Simpulan Hasil Penelitian ....................................................................................

1
2
3
3
3

REVIEW MOTIVASI PENELITIAN .............................................................................. 4


REVIEW MASALAH PENELITIAN ............................................................................. 4
REVIEW LANDASAN TEORI ...................................................................................... 4
REVIEW HIPOTESIS ..................................................................................................... 5
REVIEW KARAKTERISTIK DESAIN PENELITIAN ................................................. 5

RINGKASAN DAN REVIEW ARTIKEL


THE EFFECT OF BONUS SCHEMES ON ACCOUNTING DECISIONS
Paul M. HEALY

A. DESAIN RISET
B.
Fenomena
Masalah Penelitian
C.
Hipotesis Penelitian
Desain Sampel:
Variabel Penelitian

-Populasi
- Sampel

Teknik Pengumpulan Data: Metode Dokumentasi (Data Sekunder)


- Teknik Pengambilan Sampel : Teknik Purposive Sampling
Pengolahan dan Analisis Data
Pembahasan dan Interpretasi Hasil Analisis Data
Simpulan dan Saran

B. SUMMARY
1. Latar Belakang
Laba berdasarkan skema bonus adalah sarana populer yang menguntungkan
perusahaan eksekutif. Fox (1980) melaporkan bahwa pada tahun 1980 sembilan puluh
persen dari seribu perusahaan manufaktur terbesar di Amerika Serikat menggunakan
rencana bonus berdasarkan akuntansi laba untuk menggaji manajer. Makalah ini menguji
hubungan antara manajer yang menerapkan akuntansi berbasis akrual dan keputusan
prosedur akuntansi dan laporan pendapatan insentif yang sudah direncanakan. Penelitian
sebelumnya menguji hubungan ini mendalilkan bahwa eksekutif dihargai oleh skema bonus

pilih pendapatan meningkat prosedur akuntansi untuk memaksimalkan kompensasi bonus


mereka. Hasil empiris mereka bertentangan. Tes ini, bagaimanapun memiliki beberapa
masalah. Pertama, mereka mengabaikan definisi laba dari rencana, laba sering didefinisikan
sehingga keputusan akuntansi tertentu tidak mempengaruhi bonus. Kedua, pengujian
sebelumnya menganggap skema kompensasi selalu mendorong manajer untuk memilih
prosedur akuntansi yang meningkatkan laba. Tetapi manajer juga dapat memilih prosedur
penurunan laba. Studi terdahulu tidak mengontrol untuk situasi tersebut dan, karenanya,
mengecilkan hubungan antara insentif kompensasi dan keputusan akuntansi prosedur.
2. Uraian atas Dukungan Teori
Grand Teori
2.1 Teori Akuntansi Positif
Teori akuntansi positif (contracting theory) menjelaskan bahwa akuntansi merupakan
alat pengawasan dalam pelaksanaan kontrak antara pihak-pihak yang terikat pengelolaan
perusahaan.
Teori Pendukung
2.2 Skema Bonus Akuntansi
Pembayaran gaji, asuransi ditangguhkan, opsi saham yang tidak memenuhi syarat,
saham terbatas, hak apresiasi saham, rencana kinerja dan rencana bonus adalah bentuk
popular dari kompensasi. Dua dari eksplisit, tergantung pada laba akuntansi: skema bonus
dan rencana kinerja.
2.3 Rencana Bonus dan Keputusan Pilihan Akuntansi
Watts (1977) dan Watts dan Zimmerman (1978) menyatakan bahwa skema bonus
yang menciptakan insentif bagi manajer untuk memilih prosedur akuntansi dan akrual
untuk meningkatkan nilai sekarang dari penghargaan mereka. Makalah ini mengusulkan
sebuah teori yang lebih lengkap dari efek insentif akuntansi skema bonus.
3. Skema Riset dan Alat Analisis
3.1 Skema Riset
Kebijakan Akrual
(X1)
Pemilihan Prosedur
Akuntansi
(X2)

Skema Bonus
Manajer
(Y)

3.2 Alat Analisis


Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes kontingensi
yaitu untuk menguji implikasi dari teori. Tes kontingensi ini dihasilkan dengan
menggunakan uji Chi-square dan uji t-statistik. Selain itu dilakukan dengan tes tambahan
untuk membandingkan akrual dari perusahaan yang memiliki rencana bonus mencakup
batas atas dengan akrual dari perusahaan yang tidak mengandung batas atas. Dengan alat
analisis The Sign test and Wilcoxon Signed-Ranks test yang bertugas untuk menguji dan
mengontrol kelompok yang acak.
4. Hasil Uji Hipotesis
Hasil dari uji hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil hipotesis pertama kebijakan
akrual dari manajer berhubungan dengan pelaporan insentif laba dari kontrak bonus mereka.
Hipotesis kedua keputusan untuk mengubah prosedur akuntansi tidak berhubungan dengan
skema rancangan bonus, tetapai uji tambahan menemukan bahwa perubahan dalam prosedur
akuntansi berhubungan dengan adopsi atau modifikasi dari rancangan bonus.
5. Simpulan Hasil Penelitian
Skema bonus menciptakan insentif bagi manajer untuk memilih prosedur akuntansi
dan akrual untuk memaksimalkan nilai dari penghargaan bonus mereka. Skema ini
tampaknya menjadi cara yang efektif untuk mempengaruhi akrual manajerial dan prosedur
keputusan akuntansi. Ada hubungan yang kuat antara akrual dan insentif manajer pelaporan
laba di bawah kontrak bonus mereka. Hasil tes membandingkan akrual untuk perusahaan
yang rencana bonus termasuk dan belum termasuk batas atas lebih mendukung teori:
memegang arus kas yang konstan, akrual lebih rendah untuk tahun-perusahaan dengan
mengikat rencana bonus batas atas daripada tahun-perusahaan tanpa batas atas. Tes teori juga
menggunakan perubahan sukarela dalam prosedur akuntansi sebagai proxy untuk keputusan
akuntansi diskresioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tingginya insiden perubahan
sukarela dalam prosedur akuntansi selama tahun berikut adopsi atau modifikasi rencana
bonus. Namun, manajer tidak mengubah prosedur akuntansi untuk menurunkan laba ketika
rencana bonus batas atas atau bawah mengikat.

C. REVIEW MOTIVASI PENELITIAN


Motivasi dalam penelitian ini adalah masih banyaknya hasil uji dari penelitian-penelitian
terdahulu yang bertentangan. Seperti penelitian Hagerman dan Zmijewski (1979) tidak
menemukan hubungan yang signifikan antara skema kompensasi berbasis akuntansi dan metode
perusahaan. Dan pengujian sebelumnya menganggap skema kompensasi selalu mendorong
manajer untuk memilih prosedur akuntansi yang meningkatkan pendapatan, studi terdahulu tidak
mengontrol untuk situasi tersebut dan, karenanya, mengecilkan hubungan antara insentif
kompensasi dan keputusan akuntansi prosedur. Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian
kembali untuk menguji kontrak bonus khas, dengan menyediakan lebih lengkap analisis efek
insentif akuntansi mereka daripada studi sebelumnya.
D. REVIEW MASALAH PENELITIAN
Masalah penelitian yang dapat diuraikan adalah:
1. Apakah terdapat hubungan antara kebijakan akrual terhadap skema bonus manajer?
2. Apakah terdapat hubungan antara pemilihan prosedur akuntansi terhadap skema
bonus manajer?
E. REVIEW LANDASAN TEORI
Secara keseluruhan dalam penelitian ini landasan teori baik grand teori dan teori pendukung
sudah dijelaskan namun agar lebih mendukung penelitian ini sebaiknya bisa ditambahkan lagi
untuk grand teorinya yaitu Agency Theory karena agecy teori/ teori keagenan ini juga erat
kaitannya dengan manajemen laba.
F. REVIEW HIPOTESIS
Hipotesis penelitian adalah:
H1a
: Jika laba sebelum akrual diskresioner kurang dari ambang batas, manajer
H1b

memiliki insentif untuk memilih pendapatan menurun akrual diskresioner.


: Jika laba sebelum akrual diskresioner melebihi batas bawah, tapi tidak batas
atas, manajer memiliki insentif untuk memilih akrual diskresioner untuk

H1c

meningkatkan pendapatan.
: Jika rencana bonus menentukan sebuah batas atas dan laba sebelum
diskresioner akrual melebihi batas itu, manajer memiliki insentif untuk memilih

H2

akrual diskresioner untuk mengurangi pendapatan.


: Perubahan dalam pemilihan prosedur akuntansi berhubungan dengan
rancangan insentif bonus.

G. REVIEW KARAKTERISTIK DESAIN PENELITIAN

1. Rantai Kausal dan Validitas Logika


Dalam penelitian ini secara rantai kausal dan validitas logika sudah menunjukkan
hasil yang baik. Dimana dalam penelitian ini sudah tertuju dengan adanya peneliti-peneliti
terdahulu yang dijadikan acuan seperti Fox (1980), Watt (1977) dan Watts dan Zimmerman
(1978). Serta terdapat grand teori dan teori pendukung yang digunakan untuk merancang
penelitian ini, sehingga secara logis penelitian dapat dikatakan baik.
2. Pengendalian Variabel Extraneous
Pengendalian variabel extraneous dalam penelitian ini menggunakan purposive
sampling yaitu menentukan kriteria sampel dengan pertimbangan tertentu. Dan peneliti
mendapatkan sampel sebanyak 94 perusahaan. Dimana kriteria dalam menentukan sampel
sebagai berikut:
- Perusahaan tidak menetapkan limit tertentu terhadap jumlah transfer ke bonus pool,
-

apabila ada harus dipublikasikan dengan jelas.


Perusahaan mempunyai kontrak bonus yang dipublikasikan.
Perusahaan tidak menerapkan secara bersama-sama dua model pemberian bonus yaitu

bonus berbasis laba dan bonus berbasis kinerja.


Perusahaan membayar bonus terhadap manajemen pada tahun-tahun yang termasuk
kurun waktu yang diteliti.

3. Validitas Internal
Validitas internal dalam penelitian sudah jelas dengan menyertakan hasil uji dengan
tabel-tabel dari uji yang digunakan sehingga diketahui hasil dari hipotesis yang diberikan.
Serta hasil pengujian sudah cukup sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori keagenan.
4. Validitas Eksternal
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar
pada tahun 1980 di Fortune Directory yaitu 250 perusahaan industri terbesar di Amerika
Serikat. Sampel yang di gunakan adalah sebanyak 94 perusahaan. Validitas eksternal dalam
penelitian ini cukup baik, tetapi penelitian ini hanya bisa diterapkan pada perusahaan besar
sehingga penelitian ini masih kurang bisa di manfaatkan oleh perusahaan kecil.
5. Pengumpulan dan Analisis Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi yaitu dengan
mengumpulkan data sekunder perusahaan tercatat pada tahun 1980 di Fortune Directory.
Rencana bonus dikumpulkan untuk setiap perusahaan dari laporan proksi di salah satu tiga
sumber: Peat Marwick, Perpustakaan Citicorp dan Baker Perpustakaan di Harvard Business

School. Data untuk menghitung variabel-variabel dikumpulkan dari COMPUSTAT untuk


tahun 1964-1980 dan dari Moody Industrial Manual untuk tahun sebelumnya. Pengumpulan
sampel perusahaan untuk perubahan akuntansi tahun 1968-1980 menggunakan dua sumber:
sampel dari perubahan penyusutan yang digunakan oleh Holthausen (1981) dan perubahan
didokumentasikan oleh Accounting Trends and Techniques. Pengaruh setiap perubahan pada
saat ini dan laba ditahan dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan.
Analisis data yang dipergunakan menggunakan tes kontingensi

dengan

menggunakan uji Chi-square dan uji t-statistik. Selain itu dilakukan dengan tes tambahan
dengan alat analisis The Sign test and Wilcoxon Signed-Ranks test.
6. Uji Statistik
Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dan uji t-statistik serta dengan
The Sign test and Wilcoxon Signed-Ranks test. Dan uji statistik ini sudah jelas dicantumkan
dalam penelitian ini.
7. Konsistensi antara Masalah Penelitian, Hipotesis dan Analisis Data
Masalah penelitian, hipotesis dan analisis data, konsistensi antara ketiga tersebut
dapat dikatakan sangat konsisten. Dimana masalah penelitian yang dikemukakan
berhubungan dengan hipotesis yang dibangun oleh peneliti serta analisis data yang digunakan
sudah tepat.
8. Konsistensi Hasil Pengujian dengan Simpulan
Konsistensi hasil pengujian dengan simpulan dapat dikatakan baik dan konsisten.
Karena hasil pengujian dengan simpulan yang dikemukakan peneliti saling terkait,
bagaimana hasil pengujian yang didapat begitu juga sama dengan simpulan yang
dikemukakan dengan beberapa bukti dari hasil uji statistik.
9. Implikasi Kebijakan
Dalam penelitian ini masih kurangnya peneliti-peneliti terdahulu yang harus lebih
banyak dicantumkan untuk lebih mendukung penelitian ini. Peneliti hanya menggunakan
data perusahaan industri yang besar di Amerika Serikat. Maka disarankan untuk peneliti
selanjutnya bisa mengembangkan kembali penelitian ini dengan teori-teori yang didukung,
peneliti-peneliti sebelumnya serta dapat menambahkan variabel bebas dalam penelitian ini,
agar penelitian ini dapat lebih berkembang dengan baik dan peneliti selanjutnya agar

melakukan penelitian tidak hanya di perusahaan besar tetapi juga pada perusahaan kecil yang
ada di Indonesia.