Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol.

17, Nomor 5, September 2011

Pengembangan, Implementasi dan Pembuatan Perangkat


Asesmen Berbasis Kelas Untuk Pembelajaran
Mata Kuliah Sistem Pemindah Tenaga
Wakhinuddin S.
Jurusan Teknik Otomotif FT UNP Padang

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengembangkan, mengimplementasikan dan membuat perangkat


asesmen berbasis kelas yang valid, praktis, dan efektif untuk menilai pemahaman konsep, kemampuan
pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, serta koneksi mahasiswa dalam pembelajaran Sistem
Pemindah Tenaga (SPT) di Jurusan Teknik Otomotif FT UNP Padang. Perangkat asesmen dirancang guna
menunjang pelaksanaan asesmen di jurusan, sesuai tuntutan kurikulum. Berdasarkan hasil ini dirancang
prototipe perangkat asesmen berbasis kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan
penelitian pengembangan dan eksperimen. Metode eksperimen digunakan rancangan treatment by
design. Dalam eksperimen ini dipilih sampel kelas dan mahasiswa secara random. Di kelas eksperimen
digunakan perangkat asesmen berbasis kelas, sedangkan di kelas kontrol dilakukan tes tertulis. Data
penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan dosen dan mahasiswa dan tes.
Hasil penelitan ditemukan bahwa : kelompok hasil belajar mahasiswa dinilai dengan perangkat asesmen
berbasis kelas lebih tinggi daripada kelompok mahasiswa dinilai dengan paper and pencil test. Perangkat
asesmen berbasis kelas efektif meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan komunikasi, penalaran
dan pemecahan masalah mahasiswa.
Kata kunci: Asesmen Berbasis Kelas, Perangkat Penilaian, Validitas, Praktikalitas, dan efektivitas.
Abstract: The research aims to develop, implement, and make a classroom-based assessment tools that
validity, practice, and effectiveness to assess understanding of concepts, problem-solving skills, reasoning,
communication, and connection of students, in learning Power train in the Department of Automotive
Engineering FT UNP Padang. Assessment device designed to support the implementation of assessment
in the majors, according to the demands of the curriculum. Based on these results a prototype device
designed classroom-based assessment. The research method used is a combination of research and
experimental development. This is research Experimental design of treatment methods used by design.
In these experiments the samples selected at random classes and students. In the experimental class
used classroom-based assessment tools, while the control class performed a written test. Research data
were collected through classroom observation, interviews with faculty and students, as well as tests.
The results of the research found that the student assessment based on class higher grade than the
student group with a paper and pencil evaluate. This method is effective in increasing the understanding
of concepts, communication skills, reasoning and problem solving students.
Keywords: Classroom-Based Assessment, Assessment Tool, validity, Practice, and Effectiveness.

Pendahuluan
Jurusan Teknik Otomotif FT UNP merupakan jalur

maintenance) dan alat-alat berat (heavy equipment),

pendidikan profesional yang membekali lulusan-

sebagai lulusan yang profesional, adaptif terhadap

nya dengan keterampilan dan didukung dengan

perkembangan IPTEK khususnya dalam bidang

pengetahuan dasar yang cukup, serta sikap dan

Teknik Otomotif; 2) Meningkatkan daya saing

disiplin yang tangguh. Tujuan program studi Teknik

tamatan baik lokal maupun nasional dan; 3) Menjadi

Otomotif adalah: 1) Menghasilkan tenaga ahli

Program studi Teknik otomotif yang terbaik di bidang

madya (supervisor) di bidang otomotif untuk sektor

teknik otomotif (Buku Pedoman Akademik UNP tahun

kerja pembuatan dan perakitan (manufacturing/

2007/2008:187).

assembling), jasa penjualan/perawatan (sales/

608

Pada prinsipnya UNP menerapkan kurikulum

Wakhinuddin S., Pengembangan, Implementasi dan Pembuatan Perangkat Asesmen Berbasis Kelas Untuk Pembelajaran Mata Kuliah Sistem ...

berbasis kompetensi. Salah satu yang mendasar

berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan

dengan diterapkannya kurikulum berbasis kompetensi

Bahasa Inggris; mampu merencanakan pekerjaan,

adalah perubahan asesmen pembelajaran. Kegiatan

membagi tugas, mensupervisi dan mengontrol

asesmen pembelajaran selama ini cenderung hanya

pekerjaan tenaga teknisi untuk sektor kerja

pada aspek kognitif yang diukur melalui paper

manufaktur/assembling, jasa perbengkelan/

and pencil test. Semen-tara, kurikulum berbasis

penjualan, serta alat-alat berat.

berbasis kompetensi (KBK) mengisyaratkan untuk

Untuk mengukur dan menilai ketercapaian

diterapkannya asesmen berbasis kelas, di mana

kompetensi tersebut, paper and pencil test dirasa

asesmen terha-dap mahasiswa dilakukan secara

tidak lagi memadai, sehingga diperlukan berbagai

komprehensif dan berkelanjutan.

alternatif bentuk asesmen. Melalui penelitian ini

Khusus untuk mata kuliah Sistem Pemindah

dikembangkan perangkat asesmen berbasiss

Tenaga (SPT) pada jurusan Teknik Otomotif,

kelas yang nantinya diharapkan dapat menilai

perubahan bentuk asesmen juga dituntut oleh

kemampuan otomotif mahasiswa secara otentik

adanya perubahan paradigma. Perubahan dari

dan komprehensif.

evaluasi dengan menggunakan kertas dan pensil

Penelitian ini dilandasi oleh keinginan untuk

ke evaluasi autentik, dengan prinsip: evaluasi yang

memberikan kontribusi dalam memecahkan

relevan dan bermakna bagi mahasiswa, evaluasi

permasalahan asesmen yang dihadapi dosen-

yang menggunakan masalah dengan konteks yang

dosen teknik otomotif di FT UNP. Keinginan ini

jelas, evaluasi yang menekankan pada keterampilan

direalisasikan dengan merancang perangkat

yang kompleks, evaluasi yang tidak menuntut

asesmen berbasis kelas untuk pembelajaran SPT di

satu jawaban benar, evaluasi yang berdasarkan

jurusan Teknik otomotif UNP. Secara lebih spesifik

pada standar yang telah ditetapkan lebih dulu,

penelitian ini bertujuan untuk mengem-bangkan dan

evaluasi yang mempertimbangkan kecepatan dan

mengimplementasikan perangkat asesmen berbasis

pertumbuhan mahasiswa secara individual.

kelas yang valid, praktis dan efektif. Istilah valid,

Dari evaluasi sesaat ke evaluasi terus menerus,


sebagai dasar evaluasi oleh pengajar, dan orang

praktis dan efektif yang digunakan mengacu pada


kriteria yang dikemuka-kan oleh Guskey (2000).

tua. Perubahan penekanan dari evaluasi individual

Dalam penelitian ini cakupan ketiga kriteria

ke evaluasi kelompok, men-cakup: keterampilan

tersebut dibatasi sebagai berikut: 1) Perangkat

proses dalam kelompok, dan hasil dari kerja

asesmen berbasis kelas dikatakan valid atau

sama (kolaboratif ). Perubahan dari evaluasi

mencerminkan state of the art knowledge jika

aspek tunggal ke evaluasi multidimen-sional,

perangkat tersebut oleh pakar pendidikan teknik

meliputi: pengakuan bahwa mahasiswa memiliki

otomotif dan pakar evaluasi dinyatakan layak

berbagai kemampuan dan bakat, pengakuan bahwa

digunakan untuk mengukur pemahaman konsep,

kemampuan mahasiswa dapat dikembangkan,

kemampuan pemecahan masalah, penalaran,

kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan

komunikasi, dan koneksi mahasiswa. 2) Praktis

dan menunjukkan kemampuannya yang beraneka

mengacu pada kondisi di mana dosen dan mahasiswa

ragam.

dapat menggunakan perangkat asesmen berbasis

Dari pengalaman selama ini dapat, ada

kelas sesuai dengan kriteria yang diharapkan. 3)

empat fungsi belajar otomotif, yaitu: 1) otomotif

Perangkat asesmen berbasis kelas dikatakan efektif

sebagai pembelajaran sistem, 2) otomotif sebagai

jika dapat meningkatkan pemahaman konsep,

pembelajaran pemecahan masalah, 3) otomotif

kemampuan pemecahan masalah, penalaran,

meningkatkan belajar induktif, 4) otomotif sebagai

komunikasi, dan koneksi mahasiswa. Di samping

peningkatan kesadaran menghargai benda. Fungsi

itu, hasil asesmen dengan menggunakan perangkat

ini tergambar dalam tujuan program studi yang

ini dapat digunakan oleh dosen-dosen teknik

tercantum dalam tujuan program. Kompetensi

otomotif untuk mendeskripsi-kan profil hasil belajar

utama program studi otomotif FT UNP adalah mampu

mahasiswa secara otentik dan komprehensif.

memahami dan menerapkan ilmu-ilmu dasar seperti

Penelitian ini diharapkan dapat memberi

otomotif, fisika, kimia ke dalam perencanaan,

manfaat, terutama dalam memperkaya referensi

dan penghitungan di bidang otomotif; mampu

bagi dosen, di tengah ketiadaan sumber dan

609

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2011

kebingungan mereka untuk melaksanakan

Mencermati tujuan pembelajaran otomotif yang

asesmen sesuai dengan tuntutan Kurikulum (KBK).

tercantum dalam Kurikulum disadari bahwa tes

Di samping itu, pengalaman yang diperoleh dosen-

tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif tidak

dosen melalui kolaborasi dengan tim peneliti

lagi memadai untuk menilai apakah mahasiswa

selama pelaksanaan penelitian, diharapkan menjadi

sudah memiliki kompetensi yang diharapkan. Di

pengetahuan dan kete-rampilan yang dapat mereka

samping itu, ketercapaian tujuan kurikulum tidak

terapkan dalam merancang asesmen untuk topik-

lagi dapat diukur dengan hanya menggunakan

topik otomotif yang lain.

satu macam teknik asesmen. Ott (1994:56)

Persoalan yang berkembang di jurusan teknik

mengatakan: process goals cannot be measured

otomotif dewasa ini adalah dosen mengalami

accurately by any one assessment technique.

kesulitan untuk merancang dan menerapkan

Different techniques must be used over time to

asesmen seperti yang diinginkan oleh Kurikulum.

see how students are performing on these goals.

Hal ini disebabkan karena kurangnya penge-tahuan

Dengan demikian, ketercapaian tujuan kurikulum

dosen tentang berbagai teknik asesmen (selain

perlu dinilai melalui asesmen yang dilakukan secara

dari paper and pencil test), bagaimana cara

otentik dan komprehensif.

merancang, serta bagaimana cara pelak-sanaannya.

Asesmen adalah istilah umum yang men-cakup

Di lain pihak, tuntutan di jurusan (terutama untuk

semua metode yang digunakan untuk menilai kinerja

penilaian akhir semester) meng-hendaki dosen

individu mahasiswa atau kelompok mahasiswa.

untuk melaksanakan asesmen secara komprehensif.

Asesmen yang dilakukan secara komprehensif

Hasil wawancara tim peneliti dengan beberapa

sepanjang proses pembelajaran (berkelanjutan)

dosen di jurusan Teknik Otomotif F T UNP

selanjutnya dikenal dengan asesmen berbasis

menunjukkan bahwa pada umumnya mereka belum

kelas. McMilan (2001: 8) mengatakan bahwa

memahami cara menilai kemampuan pemecahan

classroom assessment can be defined as the

masalah, penalaran, dan komunikasi mahasiswa.

collection, interpretation, and use of information

Akibatnya, dalam penetapan nilai mahasiswa, dosen

to help teachers make better decisions. Dari

cenderung memberikan angka untuk aspek-aspek

pengertian ini terlihat bahwa asesmen berbasis

tersebut atas dasar perkiraan yang sifatnya sangat

kelas lebih dari sekedar tes (paper and pencil test)

subjektif, tanpa membuat instrumen khusus untuk

atau pengukuran yang selama ini lazim digunakan

mengukur aspek-aspek yang dimaksud. Di samping

untuk mengevaluasi kemajuan belajar mahasiswa.

itu, juga ditemukan asesmen dari dosen yang tidak

Pengertian asesmen berbasis kelas yang

menilai aspek-aspek lain secara benar.

lain dikemukakan oleh Depdiknas (2003: 12)

Mengacu pada permasalahan-permasalahan

yaitu: Asesmen berbasis kelas merupakan suatu

yang terjadi di jurusan teknik otomotif, serta belum

proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan

tersedianya perangkat asesmen untuk pembelajaran

informasi tentang hasil belajar mahasiswa dengan

SPT di jurusan teknik otomotif maka melalui

menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksa-naan

penelitian ini dikembangkan, diimplemen-tasikan

berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan

dan dibuat perangkat asesmen berbasis kelas untuk

konsisten sebagai akuntabilitas publik.

pembelajaran SPT. Hasil penelitian ini diharapkan

Dari dua definisi terlihat bahwa proses asesmen

dapat membantu dosen SPT, mengatasi kesulitan

berbasis kelas meliputi pengumpulan bukti secara

mereka dalam melaksanakan asesmen berbasis

komprehensif yang dilakukan dengan berbagai

kelas. Permasalahan yang ingin dipecahkan melalui

teknik,

penelitian ini adalah: bagaimana mengembangkan

belajar mahasiswa. Asesmen berbasis kelas dapat

dan mengimplemen-tasikan perangkat asesmen

mendeskripsikan pencapaian kompetensi dan hasil

berbasis kelas yang valid, praktikal, dan efektif

belajar mahasiswa yang dikemukakan dalam bentuk

untuk pembelajaran otomotif di jurusan teknik

pernyataan yang jelas tentang standar yang harus

otomotif?

dan telah dicapai, disertai dengan profil kemajuan

untuk menunjukkan pencapaian hasil

belajar mahasiswa dan pelaporan.


Kajian Teori
Asesmen Berbasis Kelas

610

Asesmen yang dilakukan dalam pembelajaran


konvensional pada umumnya hanya dapat

Wakhinuddin S., Pengembangan, Implementasi dan Pembuatan Perangkat Asesmen Berbasis Kelas Untuk Pembelajaran Mata Kuliah Sistem ...

mengungkap apa yang diketahui mahasiswa,

Tidak menakutkan seperti halnya tes tertulis,

sedangkan asesmen berbasis kelas bertujuan untuk

sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk lebih

mengungkap apa yang diketahui dan apa yang

menyukai otomotif serta dapat meningkatkan

dapat dilakukan mahasiswa. Melalui asesmen

motivasi mereka; Asesmen berbasis kelas bukanlah

berbasis kelas dosen tidak hanya mendapat

suatu akhir, melainkan bagian integral dari proses

gambaran tentang pemahaman mahasiswa terhadap

pembelajaran, sehingga hasilnya merupakan

konsep-konsep otomotif yang telah mereka

feedback untuk meningkatkan proses pembelajaran;

pelajari. Lebih dari itu, dosen dapat mengungkap

Meningkatkan relevansi pembelajaran otomotif

sikap dan motivasi mahasiswa terhadap pelajaran

dengan keseharian mahasiswa; Membantu dosen

otomotif serta kemampuan pemecahan masalah,

untuk lebih fokus terhadap hasil penting yang

penalaran, komunikasi, dan koneksi mahasiswa.

diharapkan dari pendidikan (selama ini dosen

Menurut McMillan (2001:98), ada empat komponen

cenderung mengajarkan konsep-konsep otomotif

penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan

yang terisolasi satu sama lain); Mendorong

asesmen ber-basis kelas, yaitu tujuan, pengukuran,

mahasiswa untuk menjadi pemecah masalah yang

evaluasi, dan pemanfaatan hasil asesmen berbasis

kompeten, memiliki rasa percaya diri terhadap

kelas. Keempat komponen tersebut digambarkan

kemampuannya dalam berpikir secara logis, serta

secara skematis, seperti terlihat pada Gambar 1.

mampu mengkomunikasikan idenya secara jelas.

Asesmen berbasis kelas sangat berbeda

Mahasiswa juga akan menyadari bahwa melalui

d e n g a n a s e s m e n ko nve n s i o n a l ya n g p a d a

asesmen berbasis kelas mereka mendapatkan

umumnya dilakukan dosen selama ini. Melalui

pendidikan yang bermakna, yang mempersiapkan

asesmen berbasis kelas dosen tidak hanya dapat

mereka untuk masa depan.

mengembangkan aspek kognitif mahasiswa

Pemahaman Konsep, Komunikasi, Penalaran,

melainkan juga dapat menumbuhkan kecintaan

Koneksi, dan Pemecahan Masalah,

mahasiswa terhadap otomotif. Menurut Ott

Fungsi utama pembelajaran otomotif adalah untuk

(1994:60), ada beberapa keuntungan yang dapat

mengembangkan kemampuan Pemahaman konsep,

diperoleh melalui pelaksanaan asesmen berbasis

penalaran, komunikasi, koneksi, dan pemecahan

kelas, yaitu: Mahasiswa berkompetisi dengan dirinya

masalah dalam praktek maupun teori, serta

sendiri, bukan dengan mahasiswa lain; Dapat


mengungkapkan pemahaman yang riil tentang apa
yang diketahui dan dapat dilakukan mahasiswa;

Why am I
doing this
assessment?

Evaluation

Measurement

Purpose

What techniques
should I use to
gather information?

How will I interpret


the result? What
performance
standards and
criteria will I use?

Use

How will
I use the
results?

Gambar 1. Komponen-komponen Asesmen Berbasis Kelas


melihat hubungan-hubungan sistem yang terdapat

fenomena. Konsep merupakan generalisasi dari

pada suatu mobil (kendaraan), baik antara topik

sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat

otomotif yang satu dengan yang lain, maupun

dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena

antara otomotif dengan bidang-bidang ilmu lainnya.

yang sama. Belajar konsep artinya anak mampu

Pelaksanaan asesmen berbasis kelas ditujukan

memberi respon terhadap stimulus yang hadir

untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan

melalui karakteristik abstraknya.

mahasiswa untuk tiap aspek tersebut. Berikut ini

Melalui pemahaman konsep mahasiswa mampu

dibahas pengertian setiap aspek, beserta contoh

mengidentifikasikan benda lain yang berbeda

soal untuk menilainya.

ukuran, warna, maupun materinya, namun masih

Konsep adalah gambaran secara abstrak suatu


611

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2011

memiliki kararkteristik dari objek itu sendiri. Dalam

harus mampu memecahkan masalah otomotif yang

kenyataan konsep dapat mem-punyai tingkat

terkait dengan dunia nyata, masalah yang terdapat

generalisasi yang berbeda. Semakin dekat suatu

di dalam buku teks atau yang diberikan oleh dosen.

konsep kepada realita semakin mudah konsep

Untuk itu perlu dirancang masalah yang dapat

tersebut diukur dan dievaluasi. Konsep-konsep

membantu mahasiswa untuk membuat hubungan

pada teknik otomotif menggambarkan fenomena

antara otomotif dengan kehidupan mereka, dan

alami yang konkrit (karena dapat diketahui dengan

dengan mata pelajaran lainnya. Holmes (1995)

panca indera). Dengan demikian konsep pada teknik

menge-mukakan kriteria pemecahan masalah yang

otomotif dapat dinilai melalui pemahaman konsep

memungkinkan mahasiswa untuk mencapai target

tersebut. Pemahaman dalam klasifikasi taksonomi

belajar yang dinginkan sebagai berikut:

Bloom diberada pada kategori ke dua dari tingkat


berpikir seseorang.

They need to create an environment that

Pemecahan masalah dalam otomotif adalah

encourages students to explore, take risks,

proses menemukan penyebab kerusakan dan

share failures and successes, and question

mengatasi suatu kerusakan yang terjadi dalam

one another. In such supportive environments,

suatu sistem otomotif, tugas-tugas, dan situasi-

students develop the confidence they need

situasi dalam keadaan sehariannya. Lebih lanjut

to explore problems and the ability to make

dapat dikatakan bahwa

adjustment in their problem-solving strategies.

masalah-masalah yang

dipecahkan meliputi semua topik dalam otomotif


baik dalam bidang service, bongkar-pasang

Ada beberapa manfaat yang akan diperoleh

maupun perbaikan. Di samping itu, mahasiswa

oleh mahasiswa melalui pemecahan masalah, di

juga perlu berlatih memecahkan masalah-masalah

antaranya adalah mahasiswa akan belajar bahwa

yang mengkaitkan otomotif dengan sains (natural

ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu

science, dan social science).

kerusakan (berpikir divergen) dan ada lebih dari

Pemecahan masalah memberikan manfaat yang

satu solusi yang mungkin dari suatu kerusakan;

besar kepada mahasiswa dalam melihat relevansi

mahasiswa terlatih untuk melakukan eksplorasi,

antara otomotif dengan mata pelajaran lain, serta

berpikir komprehensif, dan bernalar secara

kehidupan dunia nyata. Mengingat perannya yang

sistem dan logis; mengembangkan kemampuan

begitu potensial banyak pakar pendidikan kejuruan

berkomunikasi, dan membentuk nilai-nilai sosial

otomotif yang berpendapat bahwa pemecahan

melalui tim kerja kelompok.

masalah adalah bagian yang integral dari semua

Untuk menstimulasi agar mahasiswa mampu

pembelajaran otomotif, dan merupakan aspek

menjadi pemecah masalah (problem solver) yang

kunci untuk dapat mengerja-kan semua aspek

baik, dianjurkan agar pembelajaran otomotif

lain dari otomotif.

perguruan tinggi memberi kesempatan kepada

di

Pemecahan masalah merupakan sarana

semua mahasiswa untuk: membangun penge-

sekaligus target dari pembelajaran otomotif di

tahuan dan pengalaman tentang otomotif baru

kampus. Sebagai sarana, pemecahan massalah

melalui pemecahan masalah; memecahkan masalah

memungkinkan mahasiswa untuk mengkonstruksi

baik yang terdapat dalam otomotif, maupun konteks

ide-ide perbaikan. Di samping itu, suatu masalah

lain; menerapkan berbagai strategi yang cocok

dapat mengarahkan mahasiswa untuk melakukan

dalam memecahkan masalah; memonitor dan

investigasi, mengeksplorasi pola-pola kerusakan,

melakukan refleksi terhadap proses-proses yang

dan berpikir secara kritis. Untuk memecahkan

dilakukan dalam memecahkan masalah-masalah

masalah, mahasiswa perlu melakukan peng-amatan

otomotif.

yang cermat, membuat hubungan, bertanya,


memperbaiki dan menyimpulkan

Berbagai teknik yang digunakan dalam


asesmen berbasis kelas akan memberikan banyak

Kemampuan memecahkan masalah seyogya-

kesempatan kepada mahasiswa untuk memba-

nya merupakan hasil utama dari suatu proses

ngun dan mengembangkan pengetahuan dan

pembelajaran otomotif. Dalam kondisi ini pemecahan

keterampilan seperti dikemukakan di atas. Berikut

masalah dikatakan sebagai target belajar. Mahasiswa

ini dikemukakan sebuah contoh soal pemecahan

612

Wakhinuddin S., Pengembangan, Implementasi dan Pembuatan Perangkat Asesmen Berbasis Kelas Untuk Pembelajaran Mata Kuliah Sistem ...

masalah untuk topik difrensial

praktek akan mendorong mahasiswa untuk

Kerusakan pada gigi samping difrensial pada

menyampaikan kegiatan yang terjadi selama

umumnya disebabkan oleh backclash. Jika

praktek, sedangkan presentasi memberi kesempatan

backclass distel sesuai dengan spesifikasi gigi

kepada mahasiswa untuk menyimpulkan atau

sanping (side gear) akan awet, jelaskan cara

menjelaskan suatu topik.

menyetel backclass tersebut.

Tujuan berkomunikasi tentang otomotif adalah


untuk mengekspresikan ide-ide pelayanan dan

Penalaran adalah kemampuan utama lain

perbaikan tentang otomotif baik secara lisan

yang ingin dikembangkan melalui pembelajaran

maupun tulisan, membaca dan memahami tulisan

otomotif. Struktur keilmuan otomotif dikembang-

tentang otomotif, mengkonstruksi pemahaman

kan dari suatu sistem, mekanisme, serta sifat

tentang konsep-konsep otomotif dengan cara

induktif, membutuhkan kemampuan penalaran

menjelaskannya, mengekspresikan pola/hubungan

empirik yang baik untuk memahaminya. Mengi-ngat

yang ditemukan melalui eksplorasi dan penyelidikan

pentingnya peran penalaran dalam pembelajaran

kerusakan.

otomotif, dianjurkan agar penalaran mahasiswa

Adapun objek yang dikomunikasikan dalam

dikembangkan secara terus menerus, mulai sejak

pembelajaran otomotif, antara lain dapat berupa

mereka memasuki jurusan teknik otomotif.

kegiatan atau peristiwa yang dialami mahasiswa,

Penalaran dapat dilakukan secara induktif

atau ide-ide pelayanan dan perbaikan yang

(informal) maupun deduktif (formal). Contoh

dilaksanakannya selama praktek. Berikut ini disajikan

berikut memperlihatkan betapa mahasiswa tingkat 1

beberapa contoh pertanyaan yang ditujukan untuk

mampu melakukan pembuktian dengan kontradiksi

mengetahui kemampuan komunikasi mahasiswa.

(cara pembuktian yang biasanya digunakan setelah

Contoh tes: menurut saudara apa bagian yang

belajar Logika Otomotif) menggunakan penalaran

paling sulit dalam menyelesaikan pekerjaan

informal.

transmisi empat kecepatan?bagaimana kontribusi


tiap anggota kelompok sewaktu praktek bersama

Soal: Buktikan saat suatu mobil berjalan, kenapa

kelompok? gambarkanlah apa yang Sdr rasakan

terjadi slip pada salah satu roda belakang!

tentang pemecahan masalah kerusakan pada

Jawab: Jika koefisien gesek kecil pada salah satu

kopling mobil; jelaskan bagian mana yang paling

roda belakang maka akan terjadi berputar slip

penting untuk dipahami tentang kopling mobil;

pada roda tersebut dan menyebabkan salah

apakah difrensial dan gardan adalah objek yang

satu roda pada sisi lain tidak berputar/tertahan.

sama? jelaskan jawabanmu!

Jadi, bila salah satu roda mobil mengalami

Pelaksanaan asesmen melalui pencil and paper

koefisen gesek kecil dapat membuat roda pada

test dalam pembelajaran selama ini cenderung

satu sisi lain tidak berputar.

mengisolasi otomotif dari bidang-bidang lain,

sehingga kemampuan koneksi mahasiswa tidak

Komunikasi adalah suatu proses di mana kita

berkembang. Akibatnya, mahasiswa sangat sulit

menjelaskan serta meyakinkan maksud dari sesuatu

melihat dan merasakan manfaat mempelajari topik-

dalam rangka memperoleh pemahaman bersama.

topik otomotif di kampus. Di samping itu, mahasiswa

Komunikasi dalam pendidikan otomotif mengandung

juga mengalami kesukaran untuk memahami

arti bahwa mahasiswa harus mempelajari bahasa dan

hubungan antara konsep-konsep otomotif yang

simbol-simbol otomotif untuk mengkomunikasikan

mereka pelajari dengan konsep-konsep yang

laporan.

mereka pelajari dalam fisika, kimia, mekanika,

Komunikasi dalam pendidikan otomotif dapat

permesinan atau bidang lainnya.

dikembangkan dengan cara memberi mahasiswa

Melalui teknik asesmen berbasis kelas yang

berbagai kesempatan untuk mendengarkan,

bervariasi, mahasiswa diarahkan untuk melihat

berbicara, menulis, membaca, dan menyajikan ide-

koneksi antara konsep-konsep otomotif, maupun

ide matematis. Kemampuan komunikasi mahasiswa

koneksi antara otomotif dengan bidang-bidang

juga dapat dikembangkan melalui kerja kelompok,

lain. Berikut ini diberikan sebuah soal untuk menilai

presentasi, dan membuat laporan praktek. Laporan

kemampuan koneksi mahasiswa pada topik roda

613

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2011

gigi.

prototypical products (curriculum documents and


Untuk menemukan perbandingan, jika jumlah

materials), including empirical evidence of their

gigi pada gigi input 25 dan jumlah gigi pada

quality; generating methodological directions for

roda counter gear 50. Tentukan rasio per-

the design and evaluation of such products

bandingan gigi!

Menurut Richey, Rita C & Klein, James D.


(2007), penelitian pengembangan adalah upaya

Contoh di atas menunjukkan koneksi antara

untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu

otomotif dengan permesinan atau fisika. Pemberian

produk berupa materi, media, alat, atau strategi

soal-soal koneksi seperti ini dalam pembelajaran

pembelajaran, digunakan untuk mengatasi masalah

otomotif dapat memberi makna kepada mahasiswa

pembelajaran di kelas/laboratorium, dan bukan

bahwa otomotif yang mereka pelajari tidak hanya

untuk menguji teori. Penelitian pengem-bangan

terkait dengan bidang-bidang lain, melainkan juga

memiliki tiga tujuan utama, yaitu: 1) menghasilkan

dapat digunakan untuk memecahkan masalah-

rancangan produk yang akan dikembangkan

masalah yang mereka jumpai dalam kehidupan

dan digunakan untuk meningkat-kan kualitas

sehari-hari.

pembelajaran. 2) menguji keefektifan produk yang

Menurut McMillan (2001) asesmen berbasis

telah dibuat sebagai fungsi validasi utama melalui

kelas dapat dilakukan dosen melalui berbagai teknik

uji coba. 3) menguji keefektifan, efisiensi, dan

asesmen otentik di antaranya: laporan dalam bentuk

kemenarikan produk.

portofolio, projek, observasi, presentasi dan diskusi.

Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat

Asesmen afektif meliputi penghargaan terhadap

asesmen berbasis kelas yang valid dan praktikal

peralatan dan mesin-mesin, sikap terhadap

untuk pembelajaran SPT otomotif di jurusan Teknik

kebersihan dan keselamatan kerja, disiplin kerja,

Otomotif FT UNP, kemudian akan diuji efektivitas-

insiatif, dan tanggung jawab. Psikomotor mencakup

nya. Kegiatan penelitian dilakukan dalam 2 bulan,

kecepatan kerja, kecekatan kerja, ketepatan ukuran

Rancangan penelitian selengkapnya dapat dilihat

dengan spesifkasi (stelan), kesuaian prosedur,

pada Gambar 2.

dan kerjasama. Perangkat asesmen yang akan

Pada awal penelitian difokuskan untuk

dikembangkan dan diimplementasikan dalam

merancang prototipe perangkat asesmen berbasis

penelitian ini menggunakan teknik-teknik seperti

kelas yang valid dan praktikal untuk pembelajaran

dikemukakan di atas. Setiap perangkat akan

otomotif. Kegiatan penelitian diawali dengan analisis

digunakan untuk menilai pemahaman konsep,

kebutuhan yang meliputi: menganalisis Kurikulum

kemampuan pemecahan masalah, penalaran,

Otomotif, melakukan wawancara dengan dosen dan

komunikasi, dan koneksi mahasiswa (disesuaikan

mahasiswa, serta mereviu literatur tentang asesmen

dengan karakteristik materi ajar).

dan perancangannya. Berdasarkan hasil analisis akan


dirancang prototipe perangkat asesmen berbasis

Metode Penelitian

kelas, yang berisi: 1) tujuan, 2) kisi-kisi (mengacu

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan

pada topik dalam silabus SPT), 3) materi asesmen

gabungan pendekatan penelitian pengembangan

untuk dua topik otomotif; materi asesmen ditujukan

(development research) dan metode eksperimen.

untuk menilai pemahaman konsep, kemampuan

Pendekatan penelitian pengembangan digunakan

pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, dan

untuk merancang dan mengembangkan perangkat

koneksi mahasiswa. Teknik asesmen yang digunakan

asesmen berbasis kelas yang valid dan praktikal untuk

disesuaikan dengan karakteristik topik-topik

pembelajaran otomotif di jurusan Teknik Otomotif.

otomotif yang diajarkan dosen (terdiri dari: laporan

Metode eksperimen digunakan untuk menyelidiki

praktek dalam bentuk portofolio, proyek, observasi,

efektifitas perangkat terhadap pemahaman konsep,

bertanya, dan presentasi), 4) rubrik penskoran

kemampuan pemecahan masalah, penalaran,

setiap materi asesmen, 5) panduan penggunaan

komunikasi, dan koneksi mahasiswa.

perangkat asesmen berbasis kelas.

Van den Akker (1999), Plomp (2002) meng-

Prototipe divalidasi beberapa pakar pendidikan

karakterisasikan penelitian pengembangan

otomotif dan pakar evaluasi. Kegiatan validasi

berdasarkan dua tujuannya yaitu: development of

dilakukan dalam bentuk tertulis dan diskusi sampai

614